Anda di halaman 1dari 3

Fosfatida

Phosphatida mirip dengan sabun dan detergen memiliki molekul polar dan non polar.
Seperti sabun dan detergen, fosfatida larut dalam fasa larutan membentuk misel.
Terdapat bukti bahwa pada system biologis, misel terdiri dari susunan tiga dimensi yang
saling bertumpuk yang disebut lemak bilayer.

(a) Bagian polar dan nonpolar pada fosfotida


(b) Misel fosfatida atau lemak bilayer
Bagian hidrofilik dan hidofobik dari suatu fosfofida membuat mereka cocok satu sama
lain pada fungsi biologisnya: mereka membentuk bagian dari unit structural yang
membuat senyawa organic dan lingkungan berair saling berhubungan satu sama lain.
Gambar ini berlokasi pada dinding sel dan membrane dimana fosfatida sering
ditemukan berikatan dengan protein dan glikolipid.

23.6B Turunan Spingosina


Gugus penting lain pada lipida adalah turunan dari spingosina; turunannya
disebut spingolipid. Dua tipe spingolipid yaitu spingomelin dan serebrosida. Pada
hidrolisis, spingomelin menghasilkan spingosina, kolin, asam fosforat dan C 24 asam
lemak yang disebuat asam lignoserat. Pada spingomelin, komponen terakhirnya terikat
pada gugus NH2 dari gugus spingosina. Spingolipid tidak menghasilkan gliserol ketika
terhidrolisis.
Serebrosida adalah contoh dari glikolipid. Glikolipid memiliki gugus polar yang
disumbangkan dari karbohidrat. Mereka tidak menghasilkan asam fosforat atau kolin
kerika terhidrolisis.
Spingolipid, bersama dengan protein dan polisakarisa, membentuk myelin,
pelapis pelindung yang menyelubungi serat saraf atau akson.

23.7 Lilin
Kebanyakan lilin merupakan ester dengan asam lemak berantai panjang dan
alcohol berantai panjang. Lilin ditemukan sebgai pelapis pelinfung pada kulit, dan bulu
beberapa tanaman dan pada daun buah dari beberapa tanaman. Beberapa ester diisolasi
dari lilin dengan reaksi sebagai berikut:

Summary of Reactions of Lipids