Anda di halaman 1dari 10

Laporan Praktikum Stoikiometri

Posted on April 25, 2013 by Tonimpadarizzar

Rate This
I. Tujuan
Dalam praktikum ini, mahasiswa diharapkan dapat:

Mempelajari beberapa reaksi kimia

Mempelajari stokiometri

II. Dasar Teori


Jenis jenis reaksi kimia :
1. Reaksi sintetis
2. Reaksi metatesis
3. Reaksi redoks
4. Reaksi asam basa
Pada persamaan reaksi terdapat reaktan, produk, dan koefisien reaksi
aA + bB cC +dD
A dan B adalah reaktan; C dan D adalah produk; a,b, c, dan d adalah koefisien reaksi.
Untuk menyelesaikan persamaan reaksi, jenis senyawa produk harus diketahui. Untuk
mengetahui senyawa produk, dapat digunakan variasi kontinyu. Dalam metoda ini dilakukan
sederetan metode pengamatan yang kuantitas molar totalnya sama, tetapi masing masing
kuantitas molar pereaksinya bervariasi. Salah satu sifat fisik dipilih untuk diamati, misalnya
massa, volume, suhu atau daya serap. Karena kuantitas pereaksi bervariasi, maka perubahan
sifat fisika dapat dijadikan sebagai dasar untuk meramalkan stokiometri dari sistem. Pada
praktikum ini akan diamati stokiometri sistem CuSO4 NaOH, sistem NaOH HCl.
III. Alat dan Bahan

Alat
Tabung reaksi
Batang pengaduk
Gelas Kimia
Termometer 100oC
Buret 50ml
Statif dan klem
Botol semprot
Pipet tetes
Corong pendek

Bahan
Larutan HCl 0,05 M, 1M
Larutan NaOH 0,05 M
Larutan CuSO4
Larutan H2SO4

IV. Cara Kerja


V. Data Pengamatan
Sistem CuSO4 - NaOH

Volume (ml)
Tm (oC)

No
NaoH

CuSO4

24

10

20

15

15

20

Ta (oC)

T (oC)

27

29

27.5

30

2.5

26.5

30

3.5

27

30.5

3.5

27

28.5

1.5

10

24

Sistem NaOH HCl

No

Volume (ml)

Tm (oC)

Ta (oC)

T (oC)

NaoH

HCl

28.5

27

29.5

2.5

27

29.5

2.5

27

29.5

2.5

27

29

24

10

20

15

15

20

10

26.5

24

Sistem NaOH H2SO4

Volume (ml)
No

Tm (oC)

NaoH

Ta (oC)

T (oC)

H2SO4

10

15

26.5

30

3.5

27

34

26.5

38

11.5

26.5

36

9.5

26.5

33

6.5

24

20

15

20

10

24

Persamaan Reaksi sistem


1. 2NaOH +CuSO4 Cu(OH)2 + Na2SO4

1.1 NaOH (6ml, 2M) CuSO4 (24ml-0,05M)


2NaOH

CuSO4

12mmol

1,2mmol

2,4mmol

1,2mmol

9,6mmol

Cu(OH)2

1,2mmol

Na2SO4

1,2mmol

Massa NaOH = Mr x mmol


= 40 x 9,6 = 384 mg = 0,384 gr
Massa Cu(OH)2 = 97,5 x 1,2 = 117 mg = 0,117gr
Massa Na2SO4 = 142 x 1,2 = 170,4 mg = 0,17 gr
1.2 NaOH (10ml, 2M) CuSO4 (20ml-0,05M)
2NaOH

CuSO4

20mmol

1mmol

2mmol

1mmol

18mmol

Cu(OH)2

1mmol

Na2SO4

1mmol

Massa NaOH = Mr x mmol


= 40 x 18 = 720 mg = 0,72 gr
Massa Cu(OH)2 = 97,5 x 1 = 97,5 mg = 0,0975 gr
Massa Na2SO4 = 142 x 1 = 142 mg = 0,142 gr
1.3 NaOH (15ml, 2M) CuSO4 (15ml-0,05M)
2NaOH

CuSO4

30mmol

0,75mmol

1,5mmol

0,75mmol

28,5mmol

Massa NaOH = Mr x mmol


= 40 x 28,5 = 1140 mg = 1,14 gr

Cu(OH)2

0,75mmol

Na2SO4

0,75mmol

Massa Cu(OH)2 = 97,5 x 0,75 = 73,125 mg = 0,073gr


Massa Na2SO4 = 142 x 0,75 = 106,5 mg = 0,107 gr
1.4 NaOH (20ml, 2M) CuSO4 (10ml-0,05M)
2NaOH

40mmol

CuSO4

Cu(OH)2

Na2SO4

0,5mmol

1mmol

0,5mmol

39mmol

0,5mmol

0,5mmol

Massa NaOH = Mr x mmol


= 40 x 39 = 1560 mg = 1,56 gr
Massa Cu(OH)2 = 97,5 x 0,5 = 48,75 mg = 0,0488 gr
Massa Na2SO4 = 142 x 0,5 = 71mg = 0,071 gr
1.5 NaOH (24ml, 2M) CuSO4 (6ml-0,05M)
2NaOH

CuSO4

48mmol

0,3mmol

0,6mmol

0,3mmol

47,4mmol

Cu(OH)2

0,3mmol

Na2SO4

0,3mmol

Massa NaOH = Mr x mmol


= 40 x 47,4 = 1896 mg = 1,896 gr
Massa Cu(OH)2 = 97,5 x 0,3 = 29,25 mg = 0,0293gr
Massa Na2SO4 = 142 x 0,3 = 42,6 mg = 0,043 g
1. NaOH + HCl NaCl + H2O
2.1 NaOH (6ml,2M) HCl (24ml,2M)
2NaOH

HCl

12mmol

48mmol

12mmol

6mmol

NaCl

H2O

42mmol

Massa HCl

12mmol

12mmol

= Mr x mmol

= 36,5 x 42 = 1533 mg = 1,533 gr


Massa NaCl= 58,5 x 12 = 702 mg = 0,702 gr
Massa H2O= 18 x 12 = 216 mg = 0,216 gr
2.2 NaOH (10ml,2M) HCl (20ml,2M)
2NaOH

HCl

20mmol

40mmol

20mmol

10mmol

30mmol

Massa HCl

NaCl

10mmol

H2O

10mmol

= Mr x mmol

= 36,5 x 30 = 1095 mg = 1,095 gr


Massa NaCl= 58,5 x 10 = 585 mg = 0,585 gr
Massa H2O= 18 x 10 = 180 mg = 0,18 gr
2.3 NaOH (15ml,2M) HCl (15ml,2M)
2NaOH

HCl

30mmol

30mol

30mmol

15mmol

15mmol

Massa HCl

NaCl

15mmol

H2O

15mmol

= Mr x mmol

= 36,5 x 15 = 547,5 mg = 0,5475 gr


Massa NaCl= 58,5 x 15 = 877,5 mg = 0,8775 gr
Massa H2O= 18 x 15 = 270 mg = 0,27 gr
2.4 NaOH (20ml,2M) HCl (10ml,2M)
2NaOH

HCl

NaCl

H2O

40mmol

20mmol

40mmol

20mmol

20mmol

20mmol

Massa NaCl= 58,5 x 20 = 1170 mg = 1,17 gr


Massa H2O= 18 x 20 = 360 mg = 0,36 gr
2.5 NaOH (24ml,2M) HCl (6ml,2M)
2NaOH

HCl

48mmol

12mmol

24mmol

12mmol

24mmol

NaCl

12mmol

H2O

12mmol

Massa NaOH = Mr x mmol


= 40 x 24 = 960 mg = 0,96 gr
Massa NaCl= 58,5 x 12 = 702 mg = 0,702 gr
Massa H2O= 18 x 12 = 216 mg = 0,216 gr
1. 2NaOH + H2SO4 Na2SO4 + 2H2O
3.1 NaOH (6ml,1M) H2SO4 (24ml,1M)
2NaOH

H2SO4

6mmol

24mmol

6mmol

3mmol

21mmol

Na2SO4

3mmol

Massa H2SO4 = Mr x mmol


= 98 x 21 = 2058 mg = 2,058 gr
Massa Na2SO4 = 142 x 3 = 426 mg = 0,426 gr
Massa H2O= 18 x 6 = 108 mg = 0,108 gr
3.2 NaOH (10ml,1M) H2SO4 (20ml,1M)

2H2O

mmol

2NaOH

H2SO4

10mmol

20mmol

10mmol

5mmol

15mmol

Na2SO4

5mmol

2H2O

10mmol

Massa H2SO4 = Mr x mmol


= 98 x 15 = 1470 mg = 1,47 gr
Massa Na2SO4 = 142 x 5 = 710 mg = 0,71 gr
Massa H2O= 18 x 10 = 180 mg = 0,18 gr
3.3 NaOH (15ml,1M) H2SO4 (15ml,1M)
2NaOH

H2SO4

15mmol

15mmol

15mmol

7,5mmol

7,5mmol

Na2SO4

7,5mmol

2H2O

15mmol

Massa H2SO4 = Mr x mmol


= 98 x 7,5 = 735 mg = 0,735 gr
Massa Na2SO4 = 142 x 7,5 = 1065 mg = 1,065 gr
Massa H2O= 18 x 15 = 270 mg = 0,27 gr
3.4 NaOH (20ml,1M) H2SO4 (10ml,1M)
2NaOH

H2SO4

20mmol

10mmol

20mmol

10mmol

Na2SO4

10mmol

Massa Na2SO4 = 142 x 10 = 1420 mg = 1,42 gr


Massa H2O= 18 x 20 = 360 mg = 0,36 gr
3.5 NaOH (24ml,1M) H2SO4 (6ml,1M)

2H2O

20mmol

2NaOH

H2SO4

24mmol

6mmol

12mmol

6mmol

12mmol

Na2SO4

6mmol

2H2O

12mmol

Massa NaOH = Mr x mmol


= 40 x 12 = 480 mg = 0,48 gr
Massa Na2SO4 = 142 x 6 = 852 mg = 0,852 gr
Massa H2O= 18 x 12 = 216 mg = 0,216 gr
Pembahasan
Perubahan suhu merupakan ciri adanya reaksi stoikiometri dari suatu sistem reaksi kimia.
Dimana saat diketahui suhu maksimum dari suatu reaksi kimia maka disitulah titik
stoikiometri muncul.
A. Sistem CuSO4-NaOH
Perubahan suhu pada percobaan dijadikan sebagai acuan untuk menentukan titik stokiometri
dari sistem CuSO4 dan NaOH. Dalam grafik diatas terlihat bahwa perubahan suhu tertinggi
terjadi pada titik 3.5 oC.
Pada saat itu volume CuSO4 yang direaksikan sebanyak 15 mL sementara volume NaOH
yang direaksikan sebanyak 15 mL. Artinya titik stoikiometri dari sistem CuSO4 dan NaOH
terjadi pada perbandingan volume CuSO4 : NaOH adalah 1 : 1. Volume pereaksi pada titik
stoikiometri yang tergambar pada grafik, ternyata merupakan perbandingan volume yang
dapat terurai sempurna pada hitung hitungan persamaan reaksi.
Pada saat itu volume CuSO4 yang direaksikan sebanyak 10 mL sementara volume NaOH
yang direaksikan sebanyak 20 mL. Artinya titik stoikiometri dari sistem CuSO4 dan NaOH
terjadi pada perbandingan volume CuSO4 : NaOH adalah 1 : 2. Perbedaan perbandingan
tersebut disebabkan oleh T maksimum yang didapat bukan T maksimum pada titik
stokiometri dan volume yang diujikan pada percobaan berbeda-beda sehingga molaritas
larutan campuran yang bereaksi tidak habis tepat bereaksi.
B. Sistem NaOH HCl
Berdasarkan grafik diatas, terlihat bahwa perubahan suhu optimal terjadi pada titik 2.5oC.
Itulah yang menjadi titik stoikiometri dari sistem NaOH dan HCl. Suhu optimal tersebut
terjadi ketika 15 ml NaOH direaksikan dengan 15 ml HCl,ketika 20 ml NaOH direaksikan
dengan 10 ml HCl dan . ketika 10 ml NaOH direaksikan dengan 20 ml HCl. Dengan kata lain
titik stoikiometri sistem NaOH dan HCl berdasarkan percobaan terjadi ketika perbandingan
pereaksi NaOH : HCl = 1:1, 2 :1 dan 1:2.

Pada saat NaOH dan HCl direaksikan dengan volume yang sama, maka keduanya
akan terurai sempurna dan tidak bersisa. Saat itulah terjadi titik stoikiometri. Tidak adanya
pereaksi yang tersisa pada perhitungan dan titik perubahan suhu tertinggi pada grafik pada
perbandingan volume yang sama menyelaraskan hasil yang didapat bahwa titik stoikiometri
terjadi pada saat tersebut.
C. Sistem NaOH H2SO4
Dari grafik diatas, terlihat bahwa perubahan suhu teringgi terjadi pada suhu 11.5oC. Pada saat
itu 15 ml NaOH direaksikan dengan 15 ml H2SO4
Berdasarkan hasil hitung-hitungan di atas, ketika 15 ml NaOH direaksikan dengan 15 ml
H2SO4pereaksi terurai sempurna dan tidak ada sisa pada saat reaksi berakhir.
Hal tersebut berarti ada kesesuaian mengenai titik stoikiometri pada sistem NaOH H2SO4 .
Volume pereaksi pada titik stoikiometri yang tergambar pada grafik, ternyata merupakan
perbandingan volume yang dapat terurai sempurna pada hitung hitungan persamaan reaksi