Anda di halaman 1dari 8

DOA WIRID ASMAK ASIF BIN BARKHOYA

Dipublikasi pada 24 Juli 2015 oleh bungakahuripan


Suatu ketika Nabi Sulaiman mendapat kabar dari burung hud-hud ada kerajaan
yang masih belum menyembah Allah. Maka Nabi Sulaiman atas ijin Allah SWT
diminta bertemu Ratu Balqis dengan menunjukkan kelebihannya.

Maka bertanyalah Nabai kepada pasukan Jinnya, siapakah diantara mereka yang
sanggup mendatangkan tahta Ratu Balqis sebelum orangnya datang berserah diri.

Ifrit dari golongan Jin berkata: Aku akan datang kepadamu dengan membawa
singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu.
Sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya.

Ada yang lebih cepat lagi menghadirkan Ratu balqis? Tanya Nabi Sulaiman kemapa
jamaan yang hadir saat itu. Datanglah Asif Bin Barkhoya, yang dikenal berilmu
tinggi (ilmunya dari Kitab Allah):

Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip!

Nah, silahkan buktikan ya asif.

Seketika Nabi Sulaiman berkedip dan tiba-tiba singgasana Ratu Balqis sudah berada
dihadapannya.

Ini adalah salah satu kurnia Tuhan kepadaku apakah aku bersyukur atas kurnia-Nya
itu atau mengingkari-Nya, barang siapa bersyukur maka itu adalah semata-mata
untuk kebaikan dirinya sendiri dan barangsiapa mengingkari nikmat dan kurnia
Allah, ia akan rugi di dunia dan di akhirat dan sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi
Maha Mulia. Kata Sulaiman.

Sikapa sebenarnya Asif Bin Barkhoya?

Konon, sejumlah sufi mengenal beliau bahkan mengamalkan wiridan yang


diamalkan oleh Ashif. Dia adalah murid (ada yang mengatakan menteri Nabi
Sulaiman AS). Dia dikenal setelah memindahkan singgasana Ratu Balqis dengan
singkat mengalahkan kecepatan dan kemampuan Jin Ifrit.

Inilah contoh nyata dan tak terbantahkan dari Al-Quran mengenai kebenaran akan
kemampuan orang-orang yang mempunyai kelebihan atas ijin Allah SWT.

Mereka ini ikhlas beribadah kepada Allah. Mereka ini mendalami al-Kitab yang Allah
turunkan kepada kita sebagai petunjuk bagi orang yang bertakwa. Oleh sebab itu
kenapa kita lebih suka minta tolong pada jin?

Dari kisah Ashif Bin Barkhoya ini seharusnya menyadarkan kita bahwa kalau kita
mau mendalami kitab suci, maka insya alah kita diberikan Allah dengan sejumlah
kelebihan yang tidak disangka-sangka.

Asif Bin Barkhoya bukanlah seorang ilmuwan dan saintis, tetapi beliau adalah ahli
sufi, ahli tasawuf dan pengamal tarekat dengan ilmu-ilmu laduni yang tak terkira
banyaknya.

Biografi Asif hanya dapat diperoleh melalui kitab-kitab pengajian tasawuf dan kelaskelas tarekat sama ada di Timur Tengah, Pattani, Malaysia atau Indonesia. Bagi
siapa yang pernah menyertai kumpulan-kumpulan tarekat Shatriyah atau
Ahmadiah, sudah pasti guru-guru tarekat menceritakan tentang Asif ini.

Bagaimana Asif Memindahkan Istana Balqis?

Sebelum menjawab persoalan di atas adalah lebih baik kita renung semula ayat alQuran berikut:

Hai pembesar-pembesar siapakah diantar kamu sekelian sanggup membawa


singgahsananya kepada ku sebelum mereka datang kepada ku sebagai orang-orang
yang berserah diri.

Berkata Ifrit (yang cerdik) itu dari golongan jin, aku akan datang kepada ku dengan
membawa singgahsana itu kepada mu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu;
sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercayai.
Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari al-Kitab; Aku akan membawa
singgahsana itu kepada mu sebelum matamu berkedip.

Maka tatkala Sulaiman melihat singgahsana itu terletak di hadapannya, ia pun


berkata; Ini termasuk kurniaan Tuhanku untuk menguji aku, apakah aku bersyukur
atau mengingkari (akan nikmat-Nya) . Dan barang siapa bersyukur maka
sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri. Dan barangsiapa
yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia. (An-Namli,
ayat 38-40)

Cara Asif memindahkan Istana Balqis cukup mudah iaitu dengan niat di dalam hati
saja. Walaupun Asif hanya sekadar berniat, tetapi niat yang dicetuskan dalam hati
Asif tidak sama dengan cara kita orang biasa.

Niat yang ada dihati Asif sejenis doa yang berkaitan amalan-amalan tarekat dalam
ilmu tasawuf. Dalam kitab Lumatul Aurad karangan Wan Ali Bin Abdul Rahman AlKelantani menjelaskan ketika Asif berniat menghadirkanistana Balqis, Asif telah
berkata dalam niatnya kalimah Yaa zaljalaa..liwal ikram.

Ulama-ulama tasawuf keseluruhannya menyetujui bahwa martabat teknologi yang


dimiliki Asif adalah antara tertinggi dikalangan manusia biasa (tidak termasuk Nabi
& Rasul). Teknologi kaormah Asif sudah berada di puncak teknologi tasawuf yang
dinamakan capaian akhir Kun fayakun.

DISKUSI SEPUTAR DOA ASIF:

Jati diri Ashif ibnu Barkhiya banyak diceritakan dalam kitab-kitab klasik, salah
satunya dalam Ihya Ulum al-Din karya sufi besar Imam Al-Ghazali. Ada yang
mengatakan bahwa Ashif adalah sepupu Nabi Sulaiman AS, ada juga yang bilang
bahwa dia adalah juru tulis Nabi Sulaiman.

Ashif, tulis Al-Ghazali, dahulunya adalah seorang pemboros. Dia sering melakukan
maksiat namun kemudian bertoba. Diceritakan bahwa Allah berfirman kepada nabi
Sulaima, Hai pemimpin ahli ibadah, sampai kapan sepupumu akan berbuat maksiat
kepada-Ku sedangkan Aku sangat mengasihinya? Demi kemuliaan dan keagunganKu, jika ia sampai terkena tiupan badai-Ku maka akan aku tinggalkan dirinya agar
menjadi contoh bagi orang-orang yang semasanya dan yang bagi umat
sesudahnya.

Ketika Ashif dan Sulaiman bertemu, Sulaiman menyampaikan apa yang diwahyukan
Allah tentang dirinya. Mendengar penjelasan tersebut Ashif keluar dan menaiki
bukit pasir, disana ia menengadahkan kepala ke langit dan berseru, Tuhanku
junjunganku, Engkau ya Engkau, aku ya aku, bagaimana aku akan bertobat
sedangkan Engkau tidak menerima tobatku? Bagaimana aku akan meminta
perlindungan dari dosa sedangkan Engkau tidak menjagaku? Aku pasti kembali.

Kemudian Allah berfirman. Engkau benar hai Ashif, engkau ya engkau, Aku ya Aku,
Aku menerima tobatmu dan aku telah mengampunimu karena sesungguhnya Aku
Maha Penerima Tobat dan Maha Penyayang.

Al-Ghazali berkata, sebetulnya perkataan Ashif tersebut adalah bentuk ungkapan


rayuan kepada Allah. Kadang seorang hamba seolah memberitahukan kepada Allah
padahal sebenarnya dia menginginkan sesuatu untuk dirinya, kadang seolah dia
menjauh dari Allah padahal sebenarnya dia ingin menuju Allah. Hal semacam ini
sering terjadi pada hamba-hamba-Nya sejak dahulu hingga masa yang akan datang,
sesuai dengan apa yang ditentukan-Nya sejak masa azali.

Demikianlah akhirnya Ashif mau menerima pertolongan dari Allah sehingga dirinya
berubah drastic, dari seorang yang selalu melakukan maksiat menjadi orang yang
taat, hidupnya yang selama ini jauh dari jalan Allah, kini selalu patuh kepada
perintah-Nya. Allah pun selalu membantunya dalam melakukan ibadah, ketaatan,
pengakuan terhadap dosanya, serta tobatnya.

Dan ditengah kesungguhannya kembali kepada-Nya itulah Allah mengajarkan AlIsmullah Al-A`zhom (kalimat keagungan) yang jika digunakan untuk berdoa maka
akan dikabulkan.

Sebagian penafsir Al-Quran dalam sejumlah kitab klasik disebutkan bahwa Ashif lah
yang menghadirkan singgasana Ratu Balqis di Yaman untuk Nabi Sulaiman di Baitul
Maqdis, Palestina. Dalam tafsir al-Thabari dijelaskan sebagai berikut:

Ibnu Humaid telah bercerita kepada kami, beliau berkata, Salamah telah bercerita
kepada kami dari Ibnu Ishaq dari sebagian ahli ilmu dari Wahab ibn Munabah, beliau
berkata, mereka mengatakan bahwa Ashif Ibnu Barkhiya berwudhu kemudian dia
melakukan shalat sunah dua rakaat, setelah itu dia berkata kepada Nabi Sulaiman,
Wahai Nabi Allah, arahkan pandanganmu kearah yang jauh! Nabi Sulaiman pun
mengarahkan pandangannya ke arah Yaman. Setelah itu Ashif berdoa memohon
bantuan Allah, maka tiba-tiba singgasana Ratu Balqis yang berada di Yaman muncul
di hadapan Nabi Sulaiman dan ketika melihat kejadian tersebut beliau berkata
(firman Allah),Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku (QS Al-Naml:40)

Dalam ayat lain Allah juga berfirman: Berkata Sulaiman, Hai pembesar- pembesar,
siapakah diantara kamu yang sanggup membawa singgasananya kepadaku
sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri. Berkata
Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin, Aku akan datang kepadamu dengan membawa
singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu,
sesungguhnya aku benar-benar kuat membawanya lagi dapat dipercaya. Berkatalah
seseorang yang mempunyai ilmu dari Alkitab, Aku akan membawa singgasana itu
kepadamu sebelum matamu berkedip. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana
itu terletak dihadapannya, ia pun berkata, Ini termasuk karunia Tuhanku untuk
mencoba aku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan
barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan)
dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha
Kaya lagi Maha Mulia (QS.Al-Naml:38-40).

Berkenaan dengan firman Allah, Berkatalah seseorang yang mempunyai ilmu dari
Alkitab Ibnu Katsir mengatakan sebagai berikut:

Orang itu adalah Ashif seorang juru tulis Nabi Sulaiman. Demikian pula dengan
yang diriwayatkan oleh Muhammad ibn Ishaq dari Yazid ibn Ruman bahwa orang itu
adalah Ashif ibn Barkhiya. Dia adalah seorang yang jujur dan mengetahui Alismullah Al- A`zhom.

Qatadah berkata, dia adalah seorang mukmin dari golongan manusia, dia bernama
Ashif. Demikian pula dengan apa yang dikatakan oleh Abu Shalih, Dlahak dan
Qatadah, dia (Ashif) itu dari golongan manusia. Qatadah menambahkan, (tepatnya)
dari kaum Bani Israil.

Sedangkan Imam Al- Qurthubi mengatakan dalam tafsirnya sebagai berikut:


Kebanyakan ahli tafsir berpendapat bahwa orang yang diberikan Al-ism `Al-A`zhom
itu adalah Ashif ibn Barkhiya dari kaum Bani Israil, dia adalah seorang yang jujur
dan selalu menjaga Ismullah Al-A`zhom yang jika digunakan untuk meminta maka
akan diberikan dan jika digunakan untuk berdoa maka akan dikabulkan.

Siti Aisyah berkata, Nabi bersabda, sesungguhnya Ismullah Al-A`zhom yang


digunakan oleh Ashif ibn Barkhiya yaitu: Ya Hayyu ya Qayum (Wahai Dzat Yang
Maha Hidup, Wahai Dzat Yang Maha Berdiri Sendiri).

Ada satu pendapat yang mengatakan (bahwa Ismullah Al-A`zhom) itu adalah, Ya
Ilahana Ilahu kulli Syay`in Ilahan Wahidan, La Ilaha Illa Anta (Ya Tuhan Kami, Tuhan
segala tiap-tiap sesuatu, Tuhan Yang Esa, tiada tuhan melainkan Engkau)
datangkanlah singgasananya kepadaku. Maka singgasana itu muncul di
hadapannya.

Mujahid berkata, Kemudian dia berdoa: Ya Ilahana Ilahu kulli Syay`in ya Dzal Jalali
waal-ikram (Wahai Tuhan kami, Tuhan segala sesuatu, Engkaulah pemilik
keagungan dan kemuliaan).

Al- Suhaili berkata, orang yang diberikan pengetahuan tentang kitab adalah Ashif
ibn Barkhiya putra dari uwak Nabi Sulaiman dan dia dikaruniai Ismullah Al-A`zhom
dari salah satu nama-nama Allah.

Dan menurut pendapat kebanyakan orang, dia adalah seorang yang shalih dari
golongan Bani Israil bernama Ashif ibn Barkhiya. Diceritakan bahwa dia
melaksanakan shalat sunah dua rakaat kemudian berkata kepada Nabi Sulaiman,
Wahai Nabi Allah, arahkan pandanganmu. Kemudian beliau mengarahkan
pandangannya kearah Yaman, tiba-tiba singgasana Ratu Balqis terlihat jelas dan
belum sempat beliau mengalihkan pandangannya kembali, singgasana itu sudah
berada di hadapannya.

Al-Kalabi mengatakan: Ashif bersujud dan berdoa dengan Ismullah Al-A`zhom,


maka tiba-tiba singgasana Ratu Balqis itu hilang dari tempatnya dan masuk
kedalam bumi dan muncul di sisi singgasana Nabi Sulaiman. Dikatakan bahwa jarak
antara kedua tempat tersebut sekitar dua bulan perjalanan.

Banyak orang yang berbeda pendapat tentang doa yang dibaca Ashif. Mujahid dan
Muqatil berkata, doa yang dibaca adalah: Ya Dzal Jalali wa Al-Ikram (Wahai Dzat
Yang Agung dan Mulia). Al-Kalabi mengatakan bahwa doa yang dibaca adalah: Ya
Hayyu Ya Qayyum (Wahai Dzat Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus
makhluk-Nya).

Diriwayatkan dari Siti Aisyah, diriwayatkan dari Al-Zuhri beliau berkata:Ya Ilahana
wa ilahu Kulli syay`in ilahan wahidan, la Ilaha Illa Anta, (Wahai Tuhan kami, Tuhan
segala sesuatu; Tuhan Yang Esa Tiada Tuhan melainkan Engkau).

Nah, terlepas dari mana yang benar-benar dibaca Asif, maka saya memiliki
keyakinan bahwa inilah wirid doa asma yang diamalkan oleh Ashif Bin
barkhoya.

bismillahirrohmanirrohim

ALLOHUMMA INNI AS ALUKA BI ANNAKA ANTAALLAH LAA ILAHA ILLAA ANTAL


HAYYUL QOYYUM ATHTHOOHHIRUL MUTHOHHIR NUURUSSAMAWAATI WAL ARDH.
ALLAHUMMA INNI ASALUKA ROBBAS SAMAWAATI WAL ARDHIIN ALIMUL GHOIBI
WASY SYAHAADATIL KABIIRIL MUTAAL AL HANNANUL MANNAAN DZAL JALAALI WAL
IKROM AN TAFAL BII KADZAA WAL KADZAA FAINNAHU YUSTAJAABU LAKA

INSYAALLAHU TAALA BAAROKALLAHU FIKUM. AHYAN SYAROOHIYAN ADUUNAY


ASHBAAUT ALI SYADAAY.

dibaca 17 x usai sholat fardhu selama 40 hari.

@@@