Anda di halaman 1dari 22

Manfaat ASI Ekslusif

324

FacebookTwitterMore

SHARES
AsI merupakan sumber nutrisi pada bayi. Komposisi yang terkandung di
dalam ASI menunjang tumbuh kembang bayi apalagi terdapat kandungan
antibodi alami yang dapat membantu dalam mencegah infeksi dan gangguan
kesehatan pada bayi.
Bahkan ASI lebih dikenal luas sebagai nutrisi yang lengkap yang dapat
memberikan dukungan untuk pertumbuhan, kesehatan, imunitas dan
perkembangan bayi sehingga dengan demikian pemberian ASI pada bayi
sangat penting untuk diberikan.
Pemberian ASI pada bayi minimal dengan memberikan ASI ekslusif, yaitu
memberikan ASI tanpa makanan lainnya selama enam bulan pertama.
Sudahkah anda memberikan ASI ekslusif pada bayi anda? Kenali lebih dalam
manfaat pemberian ASI untuk bayi dan dapatkan keuntungan untuk ibu yang
memberikan ASI. Yuk, kenali lebih dalam pemberian ASI pada bayi.

Pengertian ASI EKslusif


Anda sering mendengar ibu diwajibkan untuk memberikan ASI

Ekslusif. ASI Ekslusif merupakan pemberian ASI tanpa memberikan makanan


lain pada bayi yang berusia 0-6 bulan. Dengan demikian bayi tidak diberikan
tambahan cairan seperti susu formula, air putih, air teh, madu atau makanan
padat sebelum usia enam bulan.
Pemberian ASI ekslusif dianjurkan hingga usia bayi 4 bulan akan tetapi lebih
baik diberikan hingga usia bayi 6 bulan. Selanjutnya pemberian ASI ekslusif
dapat diberikan dengan pendamping makanan, pemberian ASI sendiri dapat
hingga usia bayi anda berusia 2 tahun.
ASI ekslusif adalah intervensi yang efektik untuk mencegah kematian anak
sedangkan menurut survei yang ditemukan kesadaran akan pemberian ASI
semakin berkurang. Bahkan masyarakat masih khawatir apabila yang
diberikan pada bayi tidak mengenyangkan sehingga pemberian ASI ditambah

dengan susu formula ataupun air putih bahkan pemberian makanan


pendamping ASI sebelum 6 bulan. Jelas saja ini merupakan kesalahan
karena pemberian ASI ekslusif tidak seperti itu.
Pemberian ASI ekslusif didukung oleh UNICEF untuk meningkatkan
kesadaran ibu menyusui. Kebutuhan nutrisi yang terkandung di dalam ASI
sangat penting untuk tumbuh kembang bayi. Dukungan dari pemerintah
untuk melarang promosi pengganti ASI di fasilitas kesehatan akan
membantu dalam pemberian ASI ekslusif. Begitu pula pada ibu menyusui
yang memiliki tanggung jawab sebagai wanita karir. Anda dapat
menggunakan waktu senggang untuk memompa ASI dan tetap memberikan
ASI ekslusif pada bayi.

Kenali Jenis ASI Untuk Mendukung


Pemberian ASI EKSlusif
Ibu tidak perlu khawatir ASI yang diberikan kepada bayi tidak membuatnya
kenyang sehingga pemberian makanan atau cairan kepada bayi 6 bulan
sebaiknya tidak diberikan untuk mendukung pemberian ASI ekslusif. Selain
itu ASi memiliki jenis dan manfaat yang berbeda-beda, berikut ini adalah
jenis ASI dan manfaatnya untuk bayi :

1. Kolostrum
Merupakan cairan yang memiliki warna kekuning-kuningan umunya pada hari
1-3 setelah kelahiran. Jenis ASI ini dapat memberikan manfaat kepada bayi
karena mengandung protein yang dapat berfungsi sebagai antibodi dalam
membunuh kuman. Bahkan kolustrum seringkali dikatakan imunisasi pada
bayi yang baru lahir karena manfaat antibodi yang baik untuk kesehatan.

2. Susu Transisi
Jenis ASI yang diproduksi setelah kolostrum pada hari ke 4-10 kelahiran
bayi. Pada susu transisi terdapat immunoglobin protein dan juga laktosa
dengan kosentrasi yang lebih rendah dari pada kolestrum akan tetapi
memiliki kandungan lemak dan jumlah kalori yang tinggi. Adapun warna dari
ASI yang berjenis susu transisi ini lebih putih dari kolostrum

3. Susu Matur

Sedangkan ASI yang keluar setelah 10 hari dan seterusnya setelah kelahiran
disebut dengan susu matur. Warna dari ASI ini adalah berwarna putih kental
sehingga komposisi dari ASI yang keluar dari isapan pertamanya adalah
lemak dan juga karbohidrat yang lebih banyak dibandingkan dengan isapan
terakhir. Inilah alasannya jangan terlalu cepat memindahkan bayi ketika
sedang menyusui sebelum hisapan pada bayi habis.

Manfaat ASI ekskusif Pada Bayi


Manfaat memberikan ASI ekslusif kepada bayi adalah untuk mengurangi
jenis penyakit ketika tumbuh dewasa. Pada sebuah penelitian ditemukan
bahwa anak yang disusui pada saat anak anak dengan ASI ekslusif maka
akan mengurangi berbagai jenis penyakit seperti obesitas, hipertensi dan
juga diabetes melitus tipe 2.
Begitupula dengan penelitian lainnya yang menghubungkan pemberian ASI
ekslusif dengan kemampuan test intelegensia yang lebih baik dibandingkan
dengan anak yang mendapatkan susu formula. Inilah pentingnya untuk ibu
memberikan dukungan anak anda untuk mendapatkan ASI ekslusif.
Selain itu manfaat dari ASI ekslusif lainnya adalah sebagai berikut :
1.

ASI memberikan manfaat pada bayi karena mudah dicerna apabila


ketika pencernaannya belum begitu sempurna (dibawah usia 6 bulan).

2.

ASI dapat menyempurnakan tumbuh kembang bayi anda.Bahkan ASI


dapat membuat bayi sehat dan juga cerdas

3.

ASI dapat menjadi antibodi alami tubuh bayi terutama yang


berhubungan dengan penyakit infeksi.

4.

ASI akan selalu ada pada suhu yang tepat sehingga tidak perlu
dikhawatirkan akan membuat bayi terlalu panas atau dingin

5.

Bahkan komposisi dan volume ASI akan disesuaikan dengan


kebutuhan bayi. Anda tidak perlu khawatir akan berkurang sampai 6 bulan

6.

Pada sistem pencernaan bayi sampai dengan 6 bulan. ASI merupakan


makanan dan minuman yang tepat unuk bayi tanpa harus diberikan
makanan atau cairan tambahan.

7.

Frekuensi bayi menyusu akan terganggu apabila diberikan minuman


ataupun makanan selain ASI. Sehingga usahakan tetap memberikan ASI.

Manfaat ASI Ekslusif Untuk Ibu


Memberikan ASi ekslusif pada ibu juga memberikan manfaat. Pasca
persalinan ibu mengalami pendarahan akan dibantu dengan pemberian ASI
ekslusif selain itu akan mempercepat pengecilan rahim semula. Kondisi ini
disebabkan karena pada saat melahirkan dan segera disusukan akan
membantu dalam merangsang hisapan bayi dan diteruskan ke hipofisis pars
posterior yang akan mengeluarkan hormon progesterone
Manfaat ASI eksklusif akan membantu dalam mengembalikan tubuh ibu
setelah hamil. Dengan aktivitas menyusui maka timbunan lemak pada tubuh
ibu akan dipergunakan untuk membentuk ASI sehingga berat badan ibu akan
kembali stabil
Selanjutnya adalah ikatan batin antara ibu dan anak akan lebih terjaga
karena ibu dapat dengan mudah mengekspresikan sayang kepada anaknya.
Dengan demikian ikatan batin semakin kuat. Begitupula dengan pemulihan
kesehatan ibu yang semakin cepat ketika ibu memberikan ASI ekslusif pada
bayi.
Manfaat untuk ibu ketika memberikan ASI eksklusif adalah dapat mengurangi
risiko kanker payudara dan juga kanker ovarium. Banyak penelitian yang
dilakukan untuk mengamati korelasi antara infertilitas dan tidak menyusui
akan meningkatkan risiko kanker baik kanker payudara maupun kanker
ovarium.
Dengan demikian penting bagi ibu untuk memberikan ASI eksklusif, yaitu
memberikan ASI tanpa makanan dan cairan apapun selama minimal 4 bulan
maksimal selama 6 bulan. Tidak perlu khawatir karena volume ASI akan
menyesuaikan dengan kebutuhan bayi anda. Yuk, mulai memberikan ASI
ekslusif untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal.

Sumber : Manfaat ASI Ekslusif - Bidanku.com http://bidanku.com/manfaatasi-ekslusif#ixzz44CUZBPdf

ASI EKSKLUSIF / MANAJEMEN LAKTASI


7:29 pm HEALTH 4 comments

Setelah mengikuti simposium dan workshop yang diadakan oleh IDAI minggu kemarin terlintas benak untuk
membagikan informasi yang didapat, semoga berguna bagi pembaca terutama untuk ibu-ibu yang baru
melahirkan/punya bayi....
Pemberian asi eksklusif dianjurkan oleh WHO selama 6 bulan, pada saat ini hanya diberikan ASI saja
tanpa tambahan makanan atau minuman lain termasuk air putih karena akan mengganggu penyerapan asi di
usus halus sehingga peningkatan berat badan bayi tidak optimal, kecuali minum obat yang dianjurkan oleh
dokter.
Keuntungan ASI

Nutrisinya yang lengkap dan seimbang

Perlindungan terhadap Infeksi

Perlindungan terhadap alergi dan penyakit imunologis

Perkembangan saraf

Psikologis (mempererat ikatan antara ibu dan anak)

Mempercepat penurunan BB setelah melahirkan

Mengurangi risiko kanker payudara dan kanker indung telur

Keluarga dan negara: ekonomi

Posisi Menyusui
1.

Kepala dan badan bayi lurus,

2.

Badan bayi dekat ke badan ibu

3.

Disangga seluruh badan bayi

4.

Wajah menghadap payudara, hidung bayi berhadapan dengan puting

Cara memegang payudara:

Dengan jari-jari rata menekan dada dibawah payudara

jari pertamanya menyangga payudara

ibu jari di atas

Jari-jari sebaiknya tidak terlalu dekat dengan puting

Perlekatan yang baik - membuat ibu nyaman - tidak menimbulkan rasa nyeri - bayi menyusu secara efektif.
Tanda perlekatan yang buruk: - Dagu jauh dari payudara - Mulut tidak terbuka lebar - Bibir bawah mencucu
atau berputar ke dalam - Areola (bagian yang berwarna hitam/lebih gelap) lebih terlihat dibawah daripada atas /
sama

banyak

Tanda-tanda bayi menyusu dengan benar : - Menghisap dengan pelan, dalam dan terdengar suara menelan
-

Pipi

terlihat
Bayi

penuh

dan

menghentikan

masuk

ke

sendiri

Ibu

dalam -

Bayi

minumnya

tidak

menyusu
dan
merasa

dengan

terlihat

tenang
kenyang
nyeri

Tanda-tanda bayi tidak menyusu dengan benar :


--> - Menghisap cepat, dangkal dan terdengar suara berdecak atau klik
- Pipi masuk kedalam
- Bayi rewel di payudara atau sering behenti
- Ibu merasa nyeri
Kendala ibu bekerja --> - Waktu cuti terbatas
- Waktu menyusui/memeras ASI - Tempat memeras ASI - Alat memeras ASI
- Penyimpanan ASI
- Stres dan kelelahan
- Godaan iklan susu
Saat cuti -->
- Susui ASI secara eksklusif
1. Produksi ASI 2. Kemampuan bayi menyusu
- Simpan ASI
1. Pilih pompa ASI
2. Wadah penyimpan 3. Cara menyimpan
- Persiapkan pengasuh
Cara memeras ASI --> - Tergantung selera (dengan tangan / pompa manual / pompa elektrik) - Pompa elektrik
paling kuat dan cepat mengeluarkan ASI - Tangan paling nyaman dan praktis
- Hal terpenting:
1. Keluarkan ASI hingga habis
2. Keluarkan ASI sering
Memeras ASI dengan tangan
Aturan umum
- Cuci tangan dengan sabun
- Gunakan pompa dan wadah ASI yang bersih
- Simpan dalam porsi sekali minum bayi

- Boleh mencampur ASI berbeda perasan ke dalam botol yang sama (per hari)
- Beri label
Cara menyimpan ASI -->- Pada suhu ruangan (25C) bertahan selama 6-8 jam
- Cool pack (15C) bertahan selama 24 jam
- Lemari pendingin(4C) bertahan selama 5 hari
- Freezer 1 pintu (-15C) bertahan selama 2 minggu - Freezer 2 pintu (-18C) bertahan selama 3-6 bulan
-->Wadah penyimpan --> Wadah gelas (botol kaca)
Plastik :
1. Polypropylene (5)
2. Plastik ASI

Saat bekerja --> - Bila mungkin ---> tempat penitipan anak


- Susui sebelum berangkat
- Peras ASI tiap 3-4 jam
1. Simpan dalam kulkas
2. Coolbag dengan iced-packed
Cara menggunakan ASI peras
-->cek waktu & tanggal penyimpanan. Ambil botol yang telah disimpan lebih dahulu.

-->cairkan ASI beku dengan cara

meletakkan dalam peti es selama 4 jam atau

-->taruh botol dibawah air dingin yg mengalir, setelah mulai mencair, taruh di bawah aliran air

hangat

-->menghangatkan ASI dengan cara menaruh botolnya di mangkok yang terdapat air yang sangat hangat

-->Jangan ditaruh pada suhu ruangan

-->Jangan mencairkan ASI di kompor atau didalam microwave. ASI yang telah dicairkan tidak bisa

disimpan kembali

Berpergian ke luar kota -->


- Keluarkan ASI secara teratur tiap 3-4 jam
- Bila memungkinkan disimpan -->

http://jantungoke.blogspot.co.id/2010/07/asi-eksklusif-manajemen-laktasi.html

Pengertian ASI Eksklusif Menurut Ahli


Pengertian ASI Eksklusif
ASI eksklusif adalah pemberian ASI sedini mungkin setelah persalinan, diberikan
tanpa jadwal dan tidak diberi makanan lain, walaupun hanya air putih, sampai bayi
berumur 6 bulan (Purwanti, 2004). ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa
makanan tambahan lain pada bayi berumur 0-6 bulan. Bayi tidak diberikan apa-apa,
kecuali makanan yang langsung diproduksi oleh ibu karena bayi memperoleh nutrisi
terbaiknya melalui ASI (Yuliarti, 2010).
Roesli (2004) menyatakan bahwa pemberian ASI eksklusif berarti bayi hanya diberi
ASI saja tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, air
putih dan tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, bubuk susu,
biskuit, bubur nasi dan tim. Menurut Hubertin (dalam Purwanti, 2004) menyatakan
bahwa tidak ada makanan di dunia ini yang sempurna seperti ASI. ASI adalah satu
jenis makanan yang mencukupi seluruh unsur kebutuhan bayi baik fisik, psikologi,
sosial maupun spiritual.
Fisiologi Laktasi Menurut Ramaiah (2006) proses pembentukan ASI dapat dibagi
menjadi 4 tahap, yaitu:
a. Mammogenesis (persiapan payudara)
Selama kehamilan jumlah unit penghasil ASI dalam payudara dan salurannya
mengalami pertumbuhan yang cepat. Hal ini terjadi karena pengaruh campuran dari
hormon estrogen dan progesteron yang dikeluarkan oleh indung. telur, prolaktin
yang dikeluarkan oleh kelenjar pituitari di dalam otak dan hormon pertumbuhan.
Prolaktin adalah hormon yang paling penting dalam proses produksi ASI.
b. Laktogenesis (sintesis dan produksi dari alveolus dalam payudara)
Jumlah kecil produksi payudara mulai terkumpul selama kehamilan, namun
pengeluaran ASI yang sesungguhnya akan dimulai dalam waktu tiga hari setelah
persalinan. Hal ini terjadi karena selama kehamilan hormon progesteron dan
estrogen membuat payudara tidak responsif terhadap prolaktin. Setelah persalinan
ketika hormon estrogen dan progesteron berkurang, payudara yang telah
berkembang sepenuhnya mengeluarkan ASI sebagai akibat dari tindakan prolaktin.
c. Galaktogenesis (pengeluaran ASI dari puting)
ASI yang terkumpul dalam payudara dikeluarkan melalui dua mekanisme yaitu
pengisapan oleh bayi dan aliran ASI dari alveolus ke saluran ASI. Meningkatnya
prolaktin di dalam darah merangsang kelenjar penghasil ASI dalam payudara untuk
menghasilkan lebih banyak ASI. Stimulasi saraf di puting akan mengirimkan pesan
refleks ke bagian belakang kelenjar pituitari, berespon dengan mengeluarkan suatu
hormon yang disebut oksitosin. Oksitosin menggerakkan otot dan jaringan di sekitar

kelenjar penghasil ASI. Hasilnya adalah alveolus berkontraksi dan ASI dikeluarkan ke
saluran ASI.
d. Galaktopoiesis (pemeliharaan ASI)
Prolaktin adalah hormon terpenting untuk kelangsungan dan kecukupan pengeluaran
ASI. Proses pengeluaran prolaktin tergantung pada bayi yang mengisap payudara,
penting bagi ibu untuk memberikan ASI selama 6 bulan setelah bayi lahir.
Stadium Laktasi
Proses pemberian ASI menurut stadium laktasi ada tiga tahap, yaitu kolostrum, air
susu transisi atau peralihan, dan air susu matur (Nugroho, 2011).
a. Kolostrum
Kolostrum merupakan cairan yang pertama kali disekresi oleh kelenjar payudara,
mengandung tissue debris dan residual material yang terdapat dalam alveoli dan
duktus dari kelenjar payudara sebelum dan setelah masa puerpurium. Kolostrum
disekresi oleh kelenjar payudara pada hari keempat pasca persalinan. Kolostrum
merupakan cairan dengan viskositas kental, lengket, dan berwarna kekuningan.
Kolostrum mengandung protein, mineral, garam, vitamin A, nitrogen, sel darah putih,
dan antibodi yang tinggi daripada ASI matur. Ramaiah (2006) mengatakan bahwa
kebanyakan wanita mengeluarkan sekitar 30 ml sampai 90 ml kolostrum. Jumlah ini
cukup untuk memenuhi kebutuhan energi bayi selama beberapa hari pertama
setelah persalinan.
Manfaat kolostrum pada ASI yang sangat berguna bagi bayi (Yuliarti, 2010), antara
lain:
1. Mengandung zat kekebalan, terutama imunoglobulin A (Ig A) yang berfungsi
untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi, seperti diare;
2. Jumlah kolostrum yang diproduksi bervariasi, tergantung isapan bayi pada
hari-hari pertama kelahiran, walaupun sedikit, namun cukup untuk memenuhi
kebutuhan gizi bayi;
3. Mengandung

protein

dan

vitamin

yang

tinggi,

serta

mengandung

karbohidrat dan lemak yang rendah sehingga sesuai dengan kebutuhan bayi
pada hari-hari pertama kelahiran bayi;
4. Membantu mengeluarkan mekonium, yaitu kotoran bayi yang pertama
berwarna hitam kehijauan.
b. Air Susu Transisi atau Peralihan
Air susu transisi atau peralihan merupakan ASI peralihan dari tahap kolostrum
sampai menjadi ASI yang matur. ASI keluar sejak hari keempat sampai hari
kesepuluh. Tahap pengeluaran air susu transisi berlangsung selama dua minggu
dengan volume air susu bertambah banyak dan berubah warna serta komposisinya.
Kadar imunoglobulin dan protein menurun, sedangkan lemak dan laktosa meningkat.

c. Air Susu Matur


ASI yang disekresi pada hari kesepuluh dan seterusnya, komposisi relatif konstan.
Foremilk merupakan air susu yang mengalir pertama kali atau saat lima menit
pertama. Foremilk lebih encer dan mempunyai kandungan rendah lemak, tinggi
laktosa, gula, protein, mineral, dan air (Nugroho, 2011). Foremilk dikeluarkan dalam
jumlah lebih banyak untuk memuaskan rasa haus bayi, sedangkan susu yang
dikeluarkan pada saat menjelang akhir disebut hindmilk. Wujudnya lebih kental dan
putih dibandingkan foremilk. Susu ini lebih kaya lemak dan bisa memuaskan rasa
lapar bayi. Kelebihan lemak ini juga menyediakan sebagian besar energi selama
menyusui (Ramaiah, 2006).
Kandungan Nutrisi ASI
ASI memiliki kandungan-kandungan nutrisi antara lain karbohidrat, protein, lemak,
mineral, air dan vitamin (Purwanti, 2004).
a. Karbohidrat
ASI mengandung karbohidrat yang relatif lebih tinggi daripada susu sapi. Karbohidrat
yang utama terdapat pada ASI adalah laktosa. Kadar laktosa yang tinggi ini sangat
menguntungkan karena laktosa ini akan difermentasi menjadi asam laktat yang akan
memberikan kondisi asam dalam usus bayi. Suasana asam ini akan memberikan
beberapa keuntungan, yaitu menghambat pertumbuhan bakteri yang patologis,
memacu pertumbuhan mikoroorganisme yang memproduksi asam organik dan
mensintesis vitamin, memudahkan terjadinya pengendapan dari Ca-caseinat, serta
mempermudah absorbsi mineral seperti kalsium, fosfor, dan magnesium.
Produk dari laktosa adalah galaktosa dan glukosamin. Galaktosa merupakan nutrisi
vital untuk pertumbuhan jaringan otak dan juga merupakan kebutuhan nutrisi
medula spinalis, yaitu untuk pembentukan mielin (selaput pembungkus sel saraf).
Laktosa meningkatkan penyerapan kalsium fosfor dan magnesium yang sangat
penting untuk pertumbuhan tulang, terutama pada masa bayi untuk proses
pertumbuhan gigi dan perkembangan tulang (Purwanti, 2004).
b. Protein Protein dalam
ASI merupakan bahan baku untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Protein ASI
sangat cocok karena unsur protein di dalamnya hampir seluruhnya terserap oleh
sistem pencernaan bayi. Hal ini disebabkan oleh protein ASI merupakan kelompok
protein whey (protein yang bentuknya lebih halus). Sulistyawati (2009) menyatakan
bahwa jumlah protein dalam ASI pada bulan pertama berkisar 1,3 g/ml dengan ratarata 1,15 g/100ml dihitung berdasarkan total nitrogen x 6,25.
c. Lemak Kadar lemak dalam
ASI pada mulanya rendah kemudian meningkat jumlahnya. Lemak ASI berubah
kadarnya setiap kali diisap oleh bayi secara otomatis. Lemak selain diperlukan dalam
jumlah sedikit sebagai energi, juga digunakan oleh otak untuk membuat mielin,

sedangkan mielin merupakan zat yang melindungi sel saraf otak dan akson agar
tidak mudah rusak bila terkena rangsangan.
d. Mineral
ASI mengandung mineral yang lengkap, walaupun kadarnya relatif rendah, tetapi
cukup untuk bayi sampai usia enam bulan. Zat besi dan kalsium di dalam ASI
merupakan mineral yang sangat stabil dan jumlahnya tidak dipengaruhi oleh diet
ibu.
e. Air ASI terdiri dari 88% air.
Air berguna untuk melarutkan zat-zat yang terdapat di dalamnya. ASI merupakan
sumber air yang secara metabolik aman. Air yang relatif tinggi dalam ASI ini akan
meredakan rangsangan haus dari bayi (Soetjiningsih, 2001).
f. Vitamin
Vitamin dalam ASI dapat dikatakan lengkap, vitamin A, D, dan C cukup, sedangkan
golongan vitamin B, kecuali riboflavin dan asam panthothenik kandungannya kurang
(Soetjiningsih, 2001).
Manfaat ASI
ASI memberi banyak manfaat tidak hanya untuk kehidupan bayi saja, akan tetapi
pemberian ASI akan memberi dampak positif bagi ibu dan keluarga. Manfaat ASI
adalah sebagai berikut:
a. Manfaat Pemberian ASI bagi Bayi (Roesli, 2004)
1) ASI sebagai nutrisi
ASI merupakan sumber gizi yang sangat ideal dengan komposisi yang seimbang dan
disesuaikan dengan kebutuhan pertumbuhan bayi. ASI adalah makanan bayi yang
paling sempurna, baik kualitas maupun kuantitasnya. ASI sebagai makanan tunggal
akan cukup memenuhi kebutuhan tumbuh bayi normal sampai usia enam bulan
dengan tatalaksana menyusui yang benar. Damayanti (2010) menyatakan bahwa ASI
mengandung lebih dari 100 jenis zat gizi yang tidak bisa disamai oleh susu jenis apa
pun dan yang paling sempurna untuk proses tumbuh kembang bayi.
2) ASI meningkatkan daya tahan tubuh bayi
ASI adalah cairan hidup yang mengandung zat kekebalan yang akan melindungi bayi
dari berbagai penyakit infeksi bakteri, virus, parasit, dan jamur. Zat kekebalan yang
terdapat pada ASI antara lain akan melindungi bayi dari penyakit diare. Bayi ASI
eksklusif ternyata akan lebih sehat dan lebih jarang sakit dibandingkan dengan bayi
yang tidak mendapat ASI eksklusif.
3) ASI eksklusif meningkatkan kecerdasan
Kecerdasan anak berkaitan erat dengan otak, maka faktor utama yang
mempengaruhi perkembangan kecerdasan adalah pertumbuhan otak. Faktor

terpenting dalam proses pertumbuhan termasuk pertumbuhan otak adalah nutrisi


yang diberikan. Nutrisi yang paling tepat untuk bayi usia 0-6 bulan adalah ASI.
4) ASI eksklusif meningkatkan jalinan kasih sayang
Bayi yang sering berada dalam dekapan ibu karena menyusu akan merasakan kasih
sayang ibunya, bayi juga akan merasa aman dan tentram, terutama bayi dapat
mendengar detak jantung ibunya yang dikenal sejak dalam kandungan. Perasaan
terlindung dan disayangi inilah yang akan menjadi dasar perkembangan emosi bayi
dan membentuk kepribadian yang percaya diri dan dasar spiritual yang baik.
Manfaat lain pemberian ASI eksklusif bagi bayi (Roesli, 2004):
1. Sebagai makanan tunggal untuk memenuhi semua kebutuhan pertumbuhan
bayi sampai usia enam bulan;
2. Meningkatkan daya tahan tubuh karena mengandung berbagai zat anti
kekebalan sehingga akan lebih jarang sakit. ASI juga akan mengurangi
terjadinya diare, sakit telinga, dan infeksi saluran pernapasan;
3. Melindungi anak dari serangan alergi;
4. Mengandung asam lemak yang diperlukan untuk pertumbuhan otak sehingga
bayi ASI eksklusif potensial lebih pandai;
5. Meningkatkan daya penglihatan dan kepandaian bicara;
6. Membantu pembentukan rahang yang bagus;
7. Mengurangi resiko terkena penyakit kencing manis, kanker pada anak, dan
mengurangi kemungkinan menderita penyakit jantung;
8. Menunjang perkembangan motorik sehingga bayi ASI eksklusif akan lebih bisa
cepat berjalan;
9. Menunjang perkembangan kepribadian, kecerdasan emosional, kematangan
spiritual, dan hubungan sosial yang baik.
b. Manfaat pemberian ASI bagi ibu (Ramaiah, 2006):
1. Menyusui menolong rahim mengerut lebih cepat dan mencapai ukuran
normalnya dalam waktu singkat. Menyusui mengurangi banyaknya
perdarahan setelah persalinan sehingga mencegah anemia;
2. Menyusui

mengurangi

resiko

kehamilan

sampai

enam

bulan

setelah

persalinan;
3. Menyusui mengurangi resiko kanker payudara dan indung telur;
4. Menyusui menolong menurunkan kenaikan berat badan berlebihan yang
terjadi selama kehamilan, sehingga menyusui menurunkan resiko obesitas.
c. Manfaat ASI bagi keluarga (Roesli, 2000 dalam Wirawan, 2009)

1. Aspek Ekonomi ASI tidak perlu dibeli, sehingga dana yang seharusnya
digunakan untuk membeli susu formula dapat digunakan untuk keperluan
lain. Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif lebih jarang sakit, sehingga
mengurangi biaya untuk berobat.
2. Aspek Psikologis Kebahagiaan keluarga bertambah, karena kelahiran lebih
jarang, sehingga suasana kejiwaan ibu baik dan dapat mendapatkan
hubungan kasih bayi dalam keluarga.
3. Aspek Kemudahan Menyusui sangat praktis, karena dapat diberikan di mana
saja dan kapan saja. Keluarga tidak perlu repot menyiapkan air masak, botol,
dan dot yang harus dibersihkan.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif
Faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif adalah pengetahuan ibu,
motivasi ibu, kampanye ASI eksklusif, fasilitas pelayanan kesehatan, peranan
petugas kesehatan, peranan penolong persalinan, peranan atau dukungan keluarga,
kebiasaan yang keliru, promosi susu formula, kesehatan ibu dan anak (Afifah, 2007),
dan pekerjaan ibu (Damayanti, 2010).
a. Pengetahuan Ibu
Banyak ibu yang masih belum paham mengenai proses menyusui dan manfaatnya.
Pengetahuan yang cukup akan memperbesar kemungkinan sukses dalam pemberian
ASI eksklusif pada bayi (Damayanti, 2010).
b. Motivasi Ibu
Motivasi merupakan satu bentuk dorongan seseorang untuk melakukan sesuatu.
Motivasi membantu seseorang membentuk tingkah lakunya dan membantu
mencapai kepuasan setelah segala keperluan dan kehendak dapat dipenuhi (Zakaria,
2005). Bahiyatun (2009), agar menyusui lebih berhasil, seorang ibu memerlukan
rasa percaya diri, yaitu ibu harus yakin bahwa ibu dapat menyusui dan ASI adalah
yang terbaik untuk bayinya. Ibu harus yakin bahwa ASI akan mencukupi kebutuhan
bayinya, terutama pada awal bulan setelah lahir.
c. Kampanye ASI Eksklusif
Pemerintah sebenarnya sudah mempromosikan ASI eksklusif. Hal ini bisa terlihat
dengan adanya iklan-iklan di media cetak dan elektronik. Kurangnya penyuluhan di
puskesmas dan posyandu menyebabkan promosi tentang ASI eksklusif kurang
optimal. Masyarakat Indonesia sangat beragam tingkat pendidikan dan daya
tangkapnya. Promosi melalui media massa belum cukup untuk memberikan
pengertian tentang suatu program pemerintah. Penyuluhan seharusnya dilakukan
tidak hanya terfokus pada para ibu, namun juga bagi suami. Ibu biasanya berdiskusi
terlebih dahulu dengan suami dalam perawatan bayinya (Afifah, 2007).
d. Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Tempat melahirkan memberikan pengaruh terhadap pemberian ASI eksklusif pada
bayi karena merupakan titik awal bagi ibu untuk memilih tetap memberikan ASI

eksklusif atau memberikan susu formula yang diberikan oleh petugas kesehatan
maupun non kesehatan sebelum ASI keluar. Banyak rumah sakit, puskesmas, klinik,
dan rumah bersalin yang belum merawat bayi baru lahir berdekatan dengan ibunya,
sehingga ibu tidak dapat menyusui bayinya sedini mungkin dan kapan saja
dibutuhkan (Afifah, 2007).
e. Peranan Petugas Kesehatan
Ibu umumnya mau, patuh, dan menuruti nasehat petugas kesehatan, oleh karena itu
petugas kesehatan diharapkan untuk memberikan informasi tentang waktu yang
tepat untuk memberikan ASI eksklusif. Manfaat ASI eksklusif dapat meningkatkan
daya tahan tubuh dan resiko tidak memberikan ASI eksklusif pada bayi (Roesli,
2005).
f. Peranan Penolong Persalinan
Ibu hamil masih banyak mempercayai dukun bayi, terutama di daerah pedesaan
untuk menolong persalinan yang biasanya dilakukan di rumah. Pemilihan dukun bayi
sebagai penolong persalinan pada dasarnya disebabkan karena beberapa alasan
antara lain dikenal secara dekat, biaya murah, mengerti, dan dapat membantu
dalam upacara adat yang berkaitan dengan kelahiran anak serta merawat ibu dan
bayi sampai 40 hari. Kebanyakan dukun itu tidak mengetahui tentang ASI eksklusif,
namun mereka pernah mendengarnya, bahkan menganjurkan kepada ibu untuk
memberikan susu formula pada bayinya dan jika susu formula habis dapat membeli
ke dukun bayi tersebut (Afifah, 2007).
g. Dukungan Keluarga
Dukungan psikologis dari keluarga dekat, terutama wanita seperti ibu, ibu mertua,
kakak wanita, atau teman wanita lain yang telah berpengalaman dan berhasil dalam
menyusui sangat diperlukan. Perlunya dukungan dari suami yang mengerti bahwa
ASI adalah makanan yang baik untuk bayinya merupakan pendukung yang baik demi
keberhasilan menyusui (Bahiyatun, 2009).
h. Kebiasaan yang Keliru
Kebiasaan atau kebudayaan merupakan seperangkat kepercayaan, nilai-nilai dan
cara perilaku yang dipelajari secara umum dan dimiliki bersama oleh warga di
masyarakat. Kebiasaan yang keliru adalah pemberian prelaktal madu dan susu
formula menggunakan dot kepada bayi baru lahir, pemberian MP-ASI yang terlalu
dini dan kebiasaan pembuangan kolostrum (Afifah, 2007). Kebiasaan lain yang keliru
antara lain memberi air putih dan cairan lain seperti teh, air manis, dan jus kepada
bayi menyusui dalam bulan-bulan pertama (LINKAGES, 2002).
i. Promosi Susu Formula Promosi
ASI tidak cukup kuat untuk menandingi promosi susu formula. Promosi susu formula
tidak saja ditemukan di kota, bahkan tersedianya berbagai media elektronik maupun
cetak tentang informasi mengenai makanan pengganti ASI. Produsen sebagian besar

masih berpegang pada peraturan lama yaitu batasan ASI eksklusif sampai empat
bulan sehingga makanan pengganti ASI misalnya bubur susu, biskuit masih
mencantumkan label untuk usia empat bulan ke atas (Soetjiningsih, 2001).
j. Kesehatan Ibu dan Anak
Keadaan payudara ibu mempunyai peran dalam keberhasilan menyusui, seperti
puting tenggelam, mendatar atau puting terlalu besar dapat mengganggu proses
menyusui (Afifah, 2007). Bayi dalam keadaan sakit apapun harus tetap diberi ASI,
termasuk diare. Bagi bayi kembar, ASI tetap mencukupi sesuai kebutuhan bayi. Bayi
prematur juga demikian, apabila bayi dapat menghisap langsung menyusu dari
payudara ibu, apabila tidak bisa menghisap, dibantu dengan sendok atau lainnya.
Produksi ASI harus diperhatikan dengan mengeluarkan ASI, apabila keadaan bayi
sudah memungkinkan, bayi dapat menyusu langsung dari ibu (Departemen
Kesehatan RI, 2005).
k. Pekerjaan Ibu
Ibu yang bekerja untuk membantu perekonomian keluarga saat ini banyak sekali.
Peraturan jam kerja yang ketat, lokasi tempat tinggal yang jauh dari tempat kerja,
atau tidak ada fasilitas kendaraan pribadi menjadi faktor yang menghambat ibu
untuk memberikan ASI kepada bayinya. Faktor lainnya adalah ibu yang bekerja
secara fisik pasti akan cepat lelah, sehingga merasa tidak punya tenaga lagi untuk
menyusui, di tempat kerja jarang tersedia fasilitas tempat untuk memerah ASI yang
memadai. Banyak ibu yang memerah ASI di kamar mandi, yang tentunya agak
kurang nyaman (Damayanti, 2010).
http://sheringtipshidupsehat.blogspot.co.id/2015/04/pengertian-asi-eksklusifmenurut-ahli.html

Kenapa harus ASI Ekslusif 6 Bulan


73

Redaksi Minggu, 21 Desember 2014 14:10 WIB

BERITA TERKAIT

Apa Yang Diperbolehkan Melihat Wanita Yang Akan Dipinang?


Penantian Muslimah Menjelang 25 Tahun
Ayo Tutup Aurat
Tiga Tipe Perempuan: Yang Mana Tipe Anda?
Sampaikan Kabar Duka dengan Bahasa Cinta

Sahabat muslimah saya tulis kembali berdasarkan keprihatinan saya kepada


beberapa ibu dann suami tentunya tentang kurangnya pemahaman dan
keyakinan tentang pemberian ASI terutama ASI eksklusif 6 bulan.
Powered By AlbireoDan yang paling penting dari ASI eksklusif ini sebenarnya
adalah support para suami di mana dialah orang terdekat dari ibu bayi yang
dapat memberikan dukungan psikologis maupun materi kepada ibu menyusui
agar lebih percaya diri untuk memberikan ASI saja pada bayi 0-6 bulan.
Sehingga sekarang kita kenal dengan istilah Breastfeeding Father.
Dalam Al Qur an pun telah menyebutkan masalah menyusui seperti dalam
surat Al Baqarah [2] ayat 233 : Hendaklah para ibumenyusui anak-anaknya
selama dua tahun penuh yaitu bagi ingin menyempurnakan penyusuan.
Seorang ibu berkewajiban untuk menyusui anak-anaknya melalui payudara.
Dan yang termasuk kewajiban seorang ibu adalah tidak mengingkari
pentingnya hak anak untuk menikmati air susu dari payudara ibunya, bila
mampu dan tidak menolak memberikannya selama masa menyusui, bagi
siapa saja yang ingin menyempurnakan penyusuan, yakni dua tahun penuh
sebelum disapih. Sementara sang ayah juga berkewajiban untuk membantu
istri yang sedang menyusui, serta memenuhi segala hal yang dibutuhkan
selama menyusui anaknya.
ASI Ekslusif
Semua ibu dapat menyusui, hanya sedikit sekali ibu yang benar-benar tidak
dapat menyusui, sebagian besar ibu yang merasa tidak dapat menyusui atau
merasa ASI-nya kurang, sebenarnya hanya disebabkan karena kurangnya
pengertian tentang ASI dan kurang terampil dalam menatalaksanakan
menyusui yang benar.

Menyusui memang suatu proses alamiah, tetapi kita harus tahu bagaimana
cara menyusui yang benar. Ketrampilan untuk dapat menyusui adalah suatu
seni yang dapat dan harus dipelajari melalui pengamatan dan pelatihan.
Dengan penatalaksanaan yang benar, ASI dapat menjadi makanan tunggal
bagi bayi sampai berusia enam bulan. Hanya seorang ibu, dengan dukungan
dan pengertian penuh dari suami ibu dapat memberikan ASI eksklusif kepada
bayi.
Powered By AlbireoASI eksklusif adalah bayi hanya diberikan ASI, tanpa diberi
tambahan cairan lain, seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, bahkan air
putih sekalipun. Selain tambahan cairan, bayi juga tidak diberikan makanan
padat lain, seperti: pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi, tim dan
lain-lain. Pemberian ASI eksklusif dianjurkan untuk jangka waktu minimal
empat bulan dan akan lebih baik lagi apabila diberikan sampai bayi berusia
enam bulan (Utami Roesli, 2001).
Menurut Ali Khomsan 2007, tidak semua bayi beruntung bisa mendapatkan
ASI secara cukup. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa disalah satu kota
ditemukan 28 persen bayi yang disapih sebelum berumur satu tahun.
Alasannya adalah ASI berhenti, anak menolak menyusu, ibu menolak
menyusui dan karena ibu hamil lagi.
Bayi dapat mencapai pertumbuhan optimal apabila diberi ASI eksklusif
sampai usia 4-6 bulan, dan setelah itu tetap diberikan sampai usia 2 tahun
dengan diberi tambahan makanan pendamping ASI.
Bayi yang kurang mendapatkan ASI berarti kurang berkesempatan untuk
mengembangkan kecerdasannya. ASI kaya akan asam lemak omega-3 dan
omega-6 yang sangat penting untuk mendukung kecerdasan seorang anak.
Bayi kurang ASI juga rentan untuk menderita infeksi, dan umumnya kurang
ASI berarti juga kurang belaian kasih sayang dari ibunya.
Dari segi ekonomi menyusui dengan ASI paling ekonomis karena sumber
daya ASI adalah karunia Tuhan yang tidak perlu dibeli. ASI adalah amanah
yang harus disampaikan kepada yang berhak yaitu anak-anak kita. Selain itu
suhu ASI selalu sesuai dengan suhu tubuh sehingga tidak terlalu panas dan
dingin. Penyiapan ASI tentu tidak serumit penyiapan susu botol. Aspek
higienitas ASI lebih terjamin daripada susu botol (Ali Khomson, 2006).
Manfaat lain dari pemberian ASI yaitu perangsangan puting susu oleh isapan
bayi akan menambah sekresi oksitosin ke dalam yang pada gilirannya
menyebabkan kontraksi uterus, dan juga timbunan lemak penyebab gendut,
kembali ke ukuran sebelum hamil. Dengan bantuan senam, proses
pelangsingan dapat dipecepat.

Jika ibu tidak berkenan menggunakan alat kontrasepsi artifisial, pemberian


ASI dapat menjadi alternatif kontrasepsi, namun dengan syarat bahwa bayi
hanya diberi ASI.
Pemberian ASI secara eksklusif akan merangsang sekresi hormon prolaktin
dan oksitosin.
Hormon prolaktin berkemampuan menekan ovulasi (menghambat kegiatan
ovarium melalui penghambatan hormon Luceinzing sembari mengganggu
sekresi GRH gonadotropin releasing hormone) dan oksitosin berfungsi
memicu dan memacu inovulasi uterus (Arisman, 2004).
Segi positif lain dari pemberian ASI adalah :
1. Menyusui mempererat hubungan kasih sayang antara ibu dan anak.
2. Menyusui menghindarkan ibu dari kemungkinan timbulnya kanker
payudara.
3. Mencegah timbulnya diabetes melitus pada masa bayi (anak-anak).
4. Mencegah hipertensi pada anak-anak (Tuti Soenardi, 2004).
Produksi ASI (Air Susu Ibu)
Powered By AlbireoAir susu ibu diproduksi dalam alveolli, pada bagian awal
saluran kecil air susu. Jaringan di sekeliling saluran-saluran air susu dan
alveoli terdiri dari jaringan lemak, jaringan pengikat tersebut menentukan
ukuran payudara. Selama masa kehamilan, payudara membesar dua sampai
tiga kali ukuran normalnya, dan saluran-saluran air susu serta alveoli
dipersiapkan untuk masa laktasi.
Setelah melahirkan, laktasi dikontrol oleh dua macam refleks, yaitu :
1. Refleks produksi air susu (milk production reflex)
Bila bayi menghisap puting payudara, akan diproduksi suatu
hormon yang disebut prolaktin (prolactin) yang akan mengatur agar
sel-sel dalam alveolli memproduksi air susu. Air susu ini
dikumpulkan dalam saluran-saluran air susu.
2. Refleks mengeluarkan (let down reflekx).
Hisapan bayi juga merangsang produksi hormon lain yang disebut
oksitosin (oxytocin), yang akan membuat sel-sel di sekitar alveoli
berkontraksi, sehingga air susu didorong menuju puting payudara
(Deddy Muchtadi, 2002).
ASI dihasilkan oleh kerja gabungan hormon dan refleks. Selama kehamilan,
terjadi perubahan pada hormon yang akan menyiapkan jaringan kelenjar
(alveolli) untuk memproduksi ASI. Pada waktu bayi mulai menghisap ASI,
akan terjadi dua refleks, yaitu refleks prolaktin dan reffleks oksitosin yang
akan menyebabkan ASI keluar pada saat dan dalam jumlah yang tepat.
Pemahaman yang tepat mengenai refleks ini dapat menerangkan mengapa
dan bagaimana seorang ibu dapat memproduksi ASI.

Hormon prolaktin dihasilkan oleh kelenjar hipofisa depan yang berada di


dasar otak. Prolaktin merangsang kelenjar susu untuk memproduksi ASI.
Sedangkan rangsangan pengeluaran prolaktin ini adalah pengosongan ASI
dari gudang ASI (sinus lactiferus). Makin banyak ASI yang dikeluarkan dari
payudara, makin banyak ASI yang diproduksi.
Powered By AlbireoSebaliknya apabila bayi berhenti menghidap atau sama sekali
tidak memulainya, maka payudara akan berhenti memproduksi ASI. Sehingga
apabila seorang ibu ingin menambah produksi ASI-nya, cara yang terbaik
adalah dengan merangsang bayi untuk menghisap lebih lama dan lebih
sering. Harus tetap dipahami, bahwa semakin sering ibu menyusui bayinya,
akan semakin banyak produksi ASI-nya. Semakin jarang ibu menyusui, makin
berkurang jumlah produksi ASI-nya (Utami Roesli, 2001).
Hormon oksitosin berasal dari bagian belakang kelenjar hipotesa yang
terdapat didasar otak. Sama halnya dengan hormon prolaktin, hormon ini
diproduksi bila ujung saraf sekitar payudara di rangsang oleh isapan bayi.
Oksitosin masuk ke dalam darah menuju payudara, membuat otot-otot
payudara mengerut dan disebut hormon oksitosin.
Kejadian ini disebut refleks pengeluaran ASI (let down reflex). Reaksi
bekerjanya hormon oksitosin dapat dirasakan pada saat bayi menyusu pada
payudara ibu. Kelenjar payudara akan mengerut sehingga memeras ASI
untuk keluar. Banyak wanita dapat merasakan payudaranya terperas saat
menyusui, itu menunjukkan bahwa ASI mulai mengalir dari pabrik susu
(alveolli) ke gudang susu (ductus latiferous).
Bayi tidak akan mendapatkan ASI cukup apabila hanya mengandalkan refleks
prolaktin saja, akan tetapi harus dibantu oleh refleks oksitosin. Bila refleks ini
tidak bekerja, maka bayi tidak akan mendapatkan ASI yang memadai,
walaupun produksi ASI cukup. Refleks oksitosin lebih rumit dibandingkan
refleks prolaktin, karena refleks ini berhubungan langsung dengan kejiwaan
atau sensasi ibu. Perasaan ibu dapat meningkatkan dan menghambat
produksi ASI (Utami Rusli, 2001).
Air Susu Ibu sebaiknya diberikan segera setelah bayi lahir. Air susu pertama
yang bertahan sekitar 4-5 hari, masih berupa kolustrum. Banyaknya
kolustrum yang disekresikan setiap hari berkisar antara 10-100 cc, dengan
rata-rata 30 cc. Air susu sebenarnya baru keluar setelah hari kelima. Ibu
harus menjulurkan payudaranya ke mulut bayi hingga seluruh puting dan
areola tergenggam oleh mulut bayi.
Powered By AlbireoTugas mengalirkan susu jangan dibebankan pada satu
payudara saja. Perlakuan berat sebelah ini, jika memang terjadi, akan
menurunkan fungsi payudara sebagai produsen ASI. Karena itu, kedua

payudara sebaiknya digilir masing-masing sekitar 7-10 menit. Selesai


menyusui, payudara dibersihkan dengan air bersih dan dibiarkan kering
dalam udara selama 15 menit.
Jumlah produksi ASI, bergantung pada :
o Besarnya cadangan lemak yang tertimbun selama hamil dan dalam
batas tertentu,
o Diet selama menyusui,
o Faktor lingkungan seperti perilaku masyarakat terhadap pemberian
ASI,
o Persiapan peng-ASI-an,
o Kecanduan pada rokok dan alkohol,
o kesegeraaran memberikan ASI setelah melahirkan,
o Saat pemberian makanan lengkap,
o Penggunaan tablet KB.
Rata-rata volume ASI wanita berstatus baik sekitar 700-800 cc sementara
mereka yang berstatus gizi kurang hanya berkisar 500-600 cc (Jellife dan
Jellife, 1966). Jumlah ASI yang disekresikan pada 6 bulan pertama 750 cc
sehari. Sekresi pada hari pertama hanya terkumpul sebanyak 50 cc yang
kemudian meningkat menjadi 500, 650 dan 750 cc, masing-masing pada hari
V, bulan I dan III. Volume ASI pada 6 bulan berikutnya menyusut menjadi 600
cc.
Namun demikian, status gizi tidak berpengaruh besar terhadap mutu (kecuali
volume) ASI, meskipun kadar vitamin dan mineralnya sedikit lebih rendah
(Hambraeus dan Sjolin, 1970). Pendapat ini dapat digunakan sebagai
penjelasan kepada wanita yang enggan menyusukan bayi dengan alasan
status gizi mereka kurang baik (Arisman, 2004).
Dalam tata cara pemberian ASI, seorang bayi yang lapar biasanya
mengosongkan payudara pertama dalam beberapa menit. Seorang bayi yang
disusui atas permintaannya dapat menyusu sebanyak 12-15 kali dalam 24
jam. Sebagian besar ibu dan bayinya kemudian akan membuat jadwal rutin
dimana seorang bayi akan menyusu sebanyak 5-10 kali dalam sehari. Di
bawah kondisi normal, tidak ada makanan atau cairan lain yang diperlukan
oleh bayi selama beberapa hari pertama, meskipun bila produksi ASI masih
terbatas.
Pemberian susu botol akan mempengaruhi perkembangan daya isap si bayi.
Hanya apabila susu udara terlalu panas, berikanlah air matang yang dingin
dengan menggunakan sendok. Bayi yang normal mempunyai cadangan zatzat gizi dalam tubuhnya untuk menjalani masa ini.

Tetapi apabila bayi terlalu kecil atau sangat lemah, atau apabila puting susu
terluka, sejumlah kecil susu ekstra, bila memungkinkan ASI dan ibu lain,
harus diberikan bayi harus diteruskan menyusu pada ibunya untuk
mendorong produksi ASI. Sebagai pilihan kedua, sejumlah kecil air matang
ditambah gula atau maju dapat diberikan dengan menggunakan sendok yang
bersih. Air tajin, mentega dan makanan-makanan lain yang secara tradisional
diberikan pada bayi, jangan digunakan (Deddy Muchtadi, 2002).
Bagi teman2 yang sudah ASI eksklusif alhamdulillah Ayo lanjutkan, bagi yg
belum ayo kita niatkan untuk ASI eksklusif pada anak2 kita kelak yakinlah
pasti bisa! dan bisa! karena manfaat yang luar biasa
http://www.eramuslim.com/akhwat/muslimah/kenapa-harus-asi-ekslusif-6bulan.htm#.Vvkn09J97IU