Anda di halaman 1dari 8

LEMBAR PENGESAHAN

Nama

:
Kadek Ngurah Putra A

NIM : 21030114120027

Via Dolorosa N.G Tambunan

NIM : 21030114130143

Faishal Kalbuadi

NIM : 21030114130141

Materi

: Esterifikasi

Kelompok

: Kelompok 1 / Senin

Semarang,
Maret 2016
Asisten Pengampu

Dimas Akbar Ramdhani

PRAKATA
Puji syukur penyusun ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmatNya penyusun dapat menyelesaikan laporan laboratorium Proses Kimia. Laporan ini disusun
sebagai kelengkapan tugas mata kuliah Praktikum Proses Kimia. Laporan Proses Kimia ini berisi
materi tentang praktikum Esterifikasi. Penyusun mengucapkan terima kasih kepada.
1. Ibu Dr. Ir. Ratnawati, M.S. selaku Dosen Pembimbing Praktikum Proses Kimia Jurusan
Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang Tahun 2016.
2. Asisten Laboratorium Proses Kimia Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas
Diponegoro Semarang Tahun 2014.
Penyusun menyadari adanya kekurangan yang perlu diperbaiki. Maka dari itu kritik dan
saran yang sifatnya membangun sangat penyusun harapkan.

Semarang,

Maret 2016

Penyusun

DAFTAR ISI
PRAKATA
DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR DAN GRAFIK
DAFTAR TABEL
INTISARI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan Percobaan
1.4 Manfaat Percobaan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kinetika Reaksi
2.2 Tinjauan Thermodinamika
2.3 Mekanisme Reaksi
2.4 Variabel yang berpengaruh
BAB III PELAKSANAAN PERCOBAAN
3.1 Bahan dan Alat yang Digunakan
3.2 Gambar Alat Utama
3.3 Variabel Operasi
3.4 Respon Uji Hasil
3.5 Cara Kerja
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Percobaan&Pembahasan
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
3

5.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
Lembar Perhitungan
Laporan Sementara
Referensi

DAFTAR GAMBAR

Gambar 4.1 Hubungan variable suhu terhadap konversi


Gambar 4.2 Hubungan variable suhu terhadap konstanta laju reaksi
Gambar 4.3 Hubungan variable suhu terhadap konstanta keseimbangan
Gambar 4.4 Hubungan Waktu reaksi esterifikasi terhadap konversi reaktan dengan suhu

DAFTAR TABEL

INTISARI
Esterifikasi merupakan reaksi pembentukan ester. Tujuan dari percobaan esterifikasi
adalah untuk mempelajari pengaruh suhu reaksi terhadap konversi yang didapat, menghitung
konstanta kesetimbangan dan konstanta laju reaksi. Dalam industri, metil asetat merupakan
pelarut untuk senyawa: cellulose acetate butyrate, nitrocellulose, vinyl copolymers, acrylics,
epoxies, polyamides, phenolics, alkyds, dan polyesters.
Esterifikasi merupakan reaksi antara asam karboksilat dengan alcohol dengan hasil ester
dan air. Reaksi esterifikasi berjalan lambat sehingga dibutuhkan katalis untuk dapat mempercepat
reaksi. Variabel yang dapat mempercepat reaksi esterifikasi adalah perubahan konsentrasi,
katalis, kecepatan pengadukan, waktu serta suhu reaksi. Reaksi esterifikasi merupakan reaksi
endotermis dan merupakan reaksi reversibel.
Bahan yang digunakan dalam proses esterifikasi adalah etanol, asam asetat, HCL 0,5 N,
NaOH 0,1 N, aquadest dan indicator PP. Langkah kerja dalam praktikum ini adalah merangkai
alat, kemudian mencampurkan asam asetat dengan H2SO4, panaskan hingga suhu 52 C,
kemudian campurkan etanol 52 C dan dan variabel perbandingan asam klorida dengan etanol 1 :
3 yang disertai pengadukan lalu dilakukan proses esterifikasi. Setelah dicampurkan ambil 5 ml
sampel mulai dari t = 0 menit sampai dengan waktu pengambilan 5 kali setiap 12 menit,
tambahkan 3 tetes indicator PP lalu titrasi dengan NaOH 0,2 N hingga warna merah muda.
Lakukan hingga t4. Langkah tersebut diulangi untuk variabel perbandingan suhu reaksi 62oC.
Dari hasil percobaan yang dilakukan, konversi pembentukan metil asetat dari asam asetat
dan etanol semakin besar seiring dengan bertambahnya waktu karena semakin lama waktu reaksi
maka kontak antar bahan baku akan semakin lama dan memberikan peluang bahan baku
terkonversi menjadi produk sehingga diperoleh harga konversi yang semakin banyak. Secara
keseluruhan konversi yang didapat pada suhu reaksi 62 oC lebih besar daripada konversi pada
suhu reaksi 52oC. Hal ini disebabkan karena semakin tinggi suhu maka konversi juga naik. Pada
percobaan dengan suhu reaksi 52oC didapat K sebesar 3.82, sedangkan pada percobaan dengan
suhu reaksi 62oC didapatkan K sebesar -8.004. Peningkatan suhu menyebabkan konstanta
kesetimbangan meningkat karena konversi reaktan menjadi produk meningkat, namun jika
melebihi suhu optimum maka harga K akan menurun. Suhu optimum reaksi esterifikasi adalah
60oC. Nilai k1 dan k2 pada percobaan dengan suhu reaksi 52 oC adalah 1,26 x 10-4 mol/menit
dan 2,1 x 1045 mol/men sedangkan pada percobaan dengan suhu reaksi 62 oC sebesar 9,93 x 10-5
mol/men dan 1,94 x 10-5 mol/men. Peningkatan suhu sampai batas suhu optimum akan
meningkatkan nilai konstanta laju reaksi karena semakin tinggi suhu reaksi maka semakin besar
frekuensi tumbukan antar partikel reaktan sehingga nilai konstanta laju reaksi semakin besar.
Nilai k1>k2 berarti reaksi asam asetat dengan metanol membentuk metil asetat lebih cepat
daripada reaksi hidrolisi metil asetat.
Kesimpulannya adalah secara keseluruhan konversi ester pada suhu reaksi 62oC lebih
besar daripada konversi pada suhu 52oC, semakin bertambahnya waktu maka konversi ester yang
terbentuk juga semakin besar, semakin tinggi suhu reaksi maka harga konstanta kecepatan reaksi
dan harga konstanta kesetimbangan juga semakin besar, namun apabila sudah melebihi suhu
optimum reaksi esterifikasi maka harga konstanta kecepatan reaksi maupun konstanta
kesetimbangan akan turun. Saran yang kami berikan adalah memperhatikan keselamatan
terhadap bahan berbahaya seperti HCL, mengecek persediaan reagen dan mengecek alat untuk
esterifikasi, melakukan praktikum sesuai dengan prosedur seperti suhu operasi, titrasi,
pengadukan dan pengamatan warna TAT.
7