Anda di halaman 1dari 21

KONSEP INDIVIDU KELOMPOK DALAM ORGANISASI

Bu ratna

Disusun Oleh :
Ahmat Gustriyanto 2014-1021-5093
Rio
Tugas Ke 1, Kelompok

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI


UNIVERSITAS BHAYANGKARA JAKARTA RAYA
19 SEPTEMBER 2016

Konsep perilaku individu dan kelompok dalam organisasi

Perilaku individu dalam organisasi


Perilaku merupakan hal yang sangat menarik untuk dipelajari, baik perilaku individu
ataupun perilaku kelompok. Mempelajari perilaku itu sendiri mungkin terdengar asing,
namun hal ini sangat penting karena dengan mengetahui dari arti perilaku, kita dapat
mengetahui apa yang di inginkan oleh individu tersebut. Hal ini bertujuan agar apa yang kita
harapkan dapat tercapai dengan kerja sama setiap individu dengan keanekaragaman
perilakunya, selain itu. Perilaku dalam sebuah organisasi sangat mempengaruhi jalannya
suatu organisasi tersebut.
Definisi Perilaku individu
Perilaku individu adalah perilaku atau interaksi yang dilakukan oleh manusia atau
individu sangatlah berbeda dan hal ini dipengarhui oleh lingkungan dimana individu tersebut
tinggal. Perilaku berbeda mengakibatkan berbedanya kebutuhan setiap individu. Untuk itulah,
suatu organisasi diperlukan agar kebutuhan yang berbeda tersebut dapat terpengaruhi dengan
bekerja sama antar individu.
Perilaku akan membentuk perilaku organisasi, seperti yang terdapat pada gambar
dibawah ini, di mana gamba ini medeskripsikan model umum prilaku organisasi.

Karakteristik individu :

Kemampuan
Kebutuhan
Kepercayaan
Pengalaman
Pengharapan
Dan lain-lain.
Perilaku individu dalam
organisasi

Karakteristik organisasi :

hierarki
tugas - tugas
wewenang
tanggung jawab
sistem penghargaan
sistem kontrol
dan lain-lain.

Dalam berorganisasi, individu memiliki perannya masing-masing. Perilaku individu dalam


berorganisasi di antaranya:
1.
2.
3.
4.

Produktivitas kerja.
Kepuasan kerja.
Tingkat absensi.
Tingkat turnover

Karakteristik idividu dalam organisasi


Perilaku individu dapat dipahami dengan mempelajari karakteristik individu. Nimran
menjelaskan karakteristik yang melekat dalam individu terdiri dari ciri-ciri biografis,
kepribadian, persepsi dan sikap. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing karakteristik
tersebut. Ini adalah ciri-ciri yang melekat pada individu, antara lain ;
1. Ciri-ciri biografis.
a. Umur.
Dijelaskan pada empiris bahwa umur berpengaruh terhadap bagaimana perilaku
seorang individu, termasuk bagaimana kemampuannya untuk bkerja, merespon
stimukus yang dilancarkan oleh individu yang lainnya. Setidaknya ada tiga alasan
yang menjadikan umur penting untuk dikaji.
Pertama, adantya persepsi bahwa semakin tua seseorang maka prestasi kerjja akan
semakin merosot karena faktor biologis alamiah.
Kedua, adanya realitas bahwa swmua pekerja akan menua.
Ketiga, adanya ketentuan peraturan pensiun.
b. Jenis kelamin
Penelitisn membuktikan bahwa kinerja pria dan wanita dalam menangani pekerjaan
adalah relatif sama. Keduannya hampir sama konsistennya dalam memecahkan
masalah, keterampilan analitis dorongan kompetitif, motoviasi, sosiabilitas, dan
kemampuan belajar.
Pendekatan psikologis menyatakan bahwa wanita, lbiih patuh pada aturan dan
otoritas.
Sedangkan pria sedangkan pria lebih agresif , sehingga lebih besar kemungkinan
mencapai sukses walaupun perbedaan ini terbukti sangat kecil. Sehingga sebenarnya
dalam pemberian kesempatan kerja tidak perlu ada perbedaan karena pelatihan,
setelah selesai pelatihan dan kinerjanya menjadi lebih baik maka ia haruss
mendapatkan imbalan yang sesuai.
Karaktteristik organisasi dan pengaruhnya terhadap perilaku individu

Karakteristik organisasi adalah ciri khusus yang dimiliki oleh satu organisasi tertentu,
misalnya ;
1. Terdapat komunikasi dua arah.
2. Tujuan kelompok jelas dan diterima oleh anggota.
3. Kontroversi dan konflik tidak diabaikan, diingkari atau ditekan.
Namun, karakteristik organisasi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
perilaku individu itu akan menyesuaikan dengan karakteristik organisasi tersebut, yaitu
berupa peraturan-peraturan .
Pendekatan-pendekatan untuk memahami perilaku individu
1. Pendekatan kogniif.
Ini adalah perilaku oleh suatu rangsangan, di mana perilaku individu terjadi atau timbul
dikarenakan adanya rangsangan sehingga timbullah respons atas rangsangan tersebut.
2. Pendekatan penguatan.
Ini adalah perilaku yang dipengaruhi oleh gerakan refleks yang didorong oleh kekuatan
sistem saraf motorik yang ada di otak kita.
3. Pendekatan psikoanilitis.
Pendekatan psikoanilitis yang dipengaruhi oleh kepribadiannya. Sednagkan individu yang
memiliki pribadi yang baik adalah individu yang telah matang, yaitu orang yang dapat
membedakan mana yang baik dan tidak baik bagi dirinya dan lingkungannya.

Memahami perilaku manusia


Thoha menjelaskan perbedaan perilaku manusia beberapa aspek mendasar sebagai berikut :
1. Manusia berbeda perilakunya karena kemampuannya tidak sama. Berbagai pendapat
menjelaskan penyebab perbedaan ini seperti ada yang beranggapan karena sejak laahir
manusia ditakdirkan tidak sama kemampuannya, ada yang mengatakan karena perbedaan
daalam kemampuan menyerap informasi dari suatu gejala, dan ada juga yang
beranggapan karena kombinasi di antara keduannya.
2. Manusia mempunyai kebutuhan yang berbeda.
Perilaku umumnya diborong oleh serangkaian kebutuhan, yaitu beberapa pernyataan
dalam diri seseorang (internal state) yang menyebabkan seseorang itu berbuat untuk
mencapainya sebagai objek atau hasil.
3. Orang berpikir tentang masa depan, dan membuat piihan tentang bagaimana bertindak.
Sesorang dapat dihapakan pada sejumlah kebutuhan yang potensial, yang harus dipenuhi
lewat perilaku yang dipilihnya

4. Seseorang memahami lingkungan daam hubungannya dengan pengalaman masa lampau


dan kebutuhannya,, memahami lingkungan adalah suatu proses yang aktif, diamana
sesuaorang mencoba membuat lingkungannya itu mempunyai arti baginya.
5. Seseorang mempunyai reaksi senang atau tidak senang (affective).

Kinerja individu
perilaku individu dapat dipengaruhi oleh usaha (effort), kemampuan (ability) dan situasi
lingkungan.
1. Usaha (effort).
Usaha individu diwujudkan dalam bentuk motivasi. Motivasi adalah kekuatan yang
dimiliki seseorang dan kekuatan tersebut akan melahirkan intensitas dan ketekunan yang
dilakukan secara sukarela. Motivasi ada 2 macam ;
a. Motivasi dari dalam : keinginan yang besar yang muncul dari dalam diri individu
tersebut untuk mencapai tujuan-tujuan dalam hidupnya.
b. Motivasi dari luar : motivasi bersumber dari luar diri yang terjadi kekuatan bagi
individu tersebut untuk meraih cita-cita dan tujuan-tuujuan hidupnya seperti pengaruh
atasan, teman, keluarga dan lain sebagainya.
Langkah modifikasi perilaku
Perilaku individu dapat dimodifikasi ke arah yang lebih baik sehingga mengarah ke
penciptaan dan tujuan yang efektif dan

efisien, adapun langkah modifikasi yang

dikembangkan adalah sebagai berikut.

Antecendents apa yang melatarbelakangi perilaku individu ?


Behavior, apa yang individu lakukan/dikatakan ?
Consequences, apa yang terjadi setelah tindakan tersebut ?

Tahap-tahap tersebut dapat menjadi iklus perilkau individu. Jika tahap ketiga yaiitu
konsekuensi telah dilakukan,maka tindakan tersebut bisa menjadi pemicu tahapan perilaku
untuk siklus kedua.

Teori pembentukan kelompok dalam organisasi


Teori-teori pembentukan kelompok antara lain ;
1. Teori kedekatan (propinquity)
Teori kedekatan menjelaskan tentang adanya aliansi di antara orang-orang tertentu.
Seseorang berhubungan dengan orang lain disebabkan karena adanya kedekatan ruang
dan daerahnya.
2. Teori interaksi sosial (social interaction theory)
Teori interaksi berdasarkan aktivitas, nteraksi dan sentimen (perasaan atau emosi) yang
berhubungan secara langsung. Ketiganya dapat dijelaskan sebagai berikut ;
a. Semakin banyak aktivitas seseorang dengan orang lain, semakin beraneka
interaksinya dan semakin kuat tumbuhnya sentimen mereka.
b. Semakin banyak interaksi dengan orang-orang, maka semakin banyak kemungkinan
aktivitas dan sentimen yang ditularkan pada orang lain.
c. Semakin banyak aktivitas dan sentimen yang ditularkan pada orang lain, dan semakin
banyak sentimen orang di pahami oleh orang lain, msks drmskin bsnyak kemungkinan
ditularkannya aktivitas dan interaksi interaksi.
Dengan demikian, teori ini berdasarkan pada aktivitas-aktivitas, artinya seseorang
berhubungan dengan orang lain dipengaruhi oleh semakin banyaknya aktivitas-aktivitas yang
dilakukan oleh orang tersebut dengan orang lain.
Pengertian peilaku kelompok
Perilaku kelompok adalah semua kegiatan yang dilakukan oleh dua atau lebih
individu yang berinteraksi dan saling mempengaruhi dan saling bergantung untuk
menghasilkan prestasi yang positif baik jaka panjang dan pertumbuhan diri. Bila satu
kelompok ada dalam satu organisasi, maka anggotanya harus bermotivasi untuk bergabung,
menganggap kelompok sebagai kesatuan unit dari orang yang berinteraksi, berkontribusi
dalam berbagai jumlah

kelompok, dan mencapai kesepakatan dan ketidakkesepakatan

melalui berabagai interaksi.


Klasifikasi kelompok
Ada beberapa kalsifikasi dalam kelompok yaitu:
1. Kelompok formal adalah kelompok yang sengaja dibentuk dengan keputusan manajer
dengan suatu bagan organisasi untuk melaksanakan tugas secara efektif dan efisien.
Kelompok formal terdiri dari :

a. Kelompok komando yaitu kelompok yang ditentukan dengan bagan organisasi dan
melaksanakan tugas-tugas rutin organisasi. Kelompok yang terdiri atas bawahan yang
melapor dan bertanggung jawab secara langsung kepada pimpinan tertentu.
b. Kelompok tugas yaitu suatu kelompok yang ditentukan dengan bagan organisasi dan
melaksanakan tugas-tugas rutin organisasi. Kelompok terdiri atas bawahan yang
melapor dan bertanggung jawab seecara langsung kepada pimpinan tertentu.
2. Kelompok informal
Kelompok informal adalah kelompok yang tidak bisa dibentuk kelompok secara formal
melalui struktur organisasi, tetapi muncul karena adanya kebutuhan akan kontrak sosial.
a. Kelompok persahabatan yang dibentuk karena adanya kesamaan tentang suatu hal,
seperti hobi, suatu perkawinan, jenis kelamin, latar belakang, pandangan politik, dan
lain-lain misalnya, orang-orang yang memiliki hobi yang sama seperti suka olahraga
sepeda, badminton, tenis, renang membentuk kelompok persahabatan.
b. Kelompok kepentingan merupakan kelompok yang berafiliasi untuk mencapai sasaran
yang sama. Sasaran jenis ini tidak berkaitan dengan tujuan yang organisasi tetapi
semata-mata untuk mencapai kepentingan kelompok itu sendiri
Dasar-dasar perilaku kelompok
Dasar-dasar perilaku kelompok terdiri dari kondisi eksternal pada kelompok, sumber daya
anggota, sumber keelompok, kinerja dan kepuasan, teori psikoloogi.
1. Kondisi eksternal pada kelompok, yang mencakuo :
Strategi organisasi : meliputi tujuan tujuan organisasi dan cara-cara untuk mencapai

tujuan yang telah ditentukan tersebut.


Struktur otoritas : ketentuan mengenai otoritas yang dimiliki oleh setiap bagian/setiap
individu dalam suatu organisasi kaerena setiap individu atau kelompok memiliki

otoritas yang berbeda.


2. Sumber daya anggota
Adapun sumber daya yang berperan sangat penting pada anggota individu, yaitu
kemampuan dan karakteristik kepribadian antara lain :
Kemampuan .
Ada hubungan antara kemampuan intelektual dengan relevansi tugas terhadap kinerja
kelompok

Karakteristik kepribadian.
Ada hubungan antara karakteristik kebribadian yang positif dalam budaya terhadap

produktifitas, semangat, dan kekohesifan kelompok.


3. Proses kelompok .

Dalam tugas kelompok, sumbangan tiap individu tidak tampak dengan jelas karena ada
individu yang mengurangi upayanya sehingga hasil yang di peroleh kelompok tidak
maksimal ada juga indvidu yang menciptakan keluaran (output) lebih besar dari pada
masukan (input)
4. Tugas tugas kelompok
Tugas yang memiliki tingkat ketidak pastian menuntut lebih banyak pemprosesan
infromasi tergantung pada :
Pengambilan keputusan kelompok : keputusan yang di ambil dua orang atau lebih

naik dari pada satu orang,


Teknik pengambilan keputusan : teknik pengambilan keputusan dalam kelompok
yaitu interaksi dan sumbang saran.

Alasan pembentukan kelompok.


Ada berapa alasan mengapa manusia/setiap individu memerluka kelompok atau membentuk
kelompok, yaitu :
Untuk pemuas kebutuhan ,, Keinginan untuk memuaskan kebutuhan mejadi motivasi utama
dalam pembentukan kelompok, khususnya dalam hak keamanan, social, harga diri dan
kebutuhan aktualisasi
Fase pembentukan kelompok
Pada umumnya kelompok-kelompok mengikuti sesuatu urutan model baku dalam evolusi
mereka, kami menyebut urutan ini sebagai model yang terdiri dari kima tahap pembentukan
kelompok yakni:
1. Tahap pembentukan (forming)
tahap pembentukan ini dicirikan oleh banyak sekali ketidak pastian mengenai maksud,
struktur dan kepemimpian kelompok
2. Tahapan merebut hati (storing)
Tahapan merebut hati adalah tahapan konflik dalam kelompok. Para anggota menerima
baik eksistensi kelompok, tetapi melawan kendala-kendala yang di kenakan oleh
kelompok terhadap indvidualis.

3. Tahapan penormaan (norming)


Tahapan penormaan adalah tahap dimana hubungan yang terjalin erat dalam kelompok itu
memperagakan saling ketertarikan.
4. Tahapan pelaksanaan (performing)

Pada titik ini, struktur ini telah sepenuhnya fungsional dan diterima dengan baik. Energy
kelompok telah bergeser dari mencoba mengerti dan memahami satu sama lain
kepelaksaan tugas di depan mata.
5. Tahapan pengakhiran (anjourning)
dalam tahap ini, kelompok mempersiapkan pembubaran. Kinerja tugas tinggi tidak lagi
merupakan prioritas puncak kelompok itu. Sebagai gantinya, perhatian diarahkan
kepenyelesaian aktivitas.
Pengambilan keputusan kelompok
Kelompok-kelompok pengambilan keputusan digunakan secara luas dalam oraganisasi.
Tetapi dalam pengambilan keputusan kelompok, terdapat kekuatan dan kelemahan, yang
lebih lengkapnya sebagai berikut:
a. Kekeuatan pengambilan keputusan kelompok.
Kelompok menghasilkan informasi dan pengetahuan yang lebih lengkap. Kelompok
menghasilkan keputusan yang bermutu tinggi.
b. Kelemahan pengambilan keputusan kelompok.
Menghabiskan waktu yang cukup banyak untuk mencapai pemecahan dibandingkan
kasus dimana keputusannya diambil oleh satu orang saja. Jika koalisi dominan ini terdiri
atas anggota yang memiliki kemampuan rendah atau sedang, maka efektivitas kelompok
akan berkurang dan akibatnya, keputsan kelompok menjadi kurang efektif akibatt
tanggung jawab yang ambigu.
Pemikiran kelompok dan pergeseran kelompok
Dua efek samping dari pengambilan keputtusan kelompok mendapat perhatian cukup dari
para peneliti, diantaranya mengenai pemikiran dan pergeseran kelompok. Pemikiran
kelompok

menggambarkan

situasi

ketika

tekanan

kelompok

terhadap

kesesuaian

mengahalangi kelompok untuk menghargai secara kritis pandangan-pandangan yang tidak


biiasa, minoritas atau tdak popular. Sedangkan pergeseran kelmpok mengindikasikan bahwa
dalam membahas sepangkat alternative dan mencapai pemecahan tertentu, para anggota
kelompok cenderung membesar-besarkan posisi (pendiriian) awal yang mereka anut.

Saling pengertian antar kelompok


a. Pengaruh konflik antar keompok.

Konflik antar kelompok terjadi karena tiap-tiao kelompok ingin mengejar kepentingan
atau tujuan kelompoknya masing masing. Konflik yang terjadi antara kelompok dapat
memberikan hasil yang bermanfaat bagi organisasi (fungsional) atau dapat memberikan
hasil yang negative (disfungsional)
b. Hubungan antar kelompok.
Hubungan antar kelompok terdiri atas jaringan dan koalisi, peran ganda, peran khusus
manajemen.
c. Negosiasi
Dapat melakukan kerja sama untuk mencapai tujuan bersama dan usaha kerja sama untuk
menciptakan nilai-nilai yang tidak terdapat sebelumnya.