Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN ACARA II

KUNJUNGAN LEMBAGA PENYULUHAN PERTANIAN

Oleh :
1. ARYOCHEPRIDHO

13668

2. RINALDI MARILITUA

13777

3. SHELLY NOVRIANTY

13635

4. NADHIRA YASMIN

13952

Golongan

: A5.2

Kelompok

:3

Asisten

: 1. Annisa A. P
2. Aprilia Sari
3. Desti Setyaningsih

LABORATORIUM PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PERTANIAN


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2016

I.

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Banyaknya jumlah penduduk Indonesia yang menggantungkan

hidupnya dari sektor perikanan menunjukkan demikian besar peranan


sektor perikanan dalam menopang perekonomian dan memiliki implikasi
penting dalam pembangunan ekonomi ke depan. Untuk membangun
perikanan dibutuhkan SDM yang berkualitas. Lebih dari itu, tersedianya
SDM yang berkualitas merupakan modal utama bagi daerah untuk
menjadi pelaku (aktor), penggerak pembangunan di daerah. Karena itu
untuk membangun perikanan, kita harus membangun sumber daya
manusianya,
perikanan

agar

dapat

kemampuan
meningkat,

dan

kompetensi

karena

kerja

merekalah

masyarakat

yang

langsung

melaksanakan segala kegiatan usaha perikanan. Hal ini hanya dapat


dibangun melalui proses belajar dan mengajar dengan mengembangkan
sistem pendidikan non formal di luar sekolah secara efektif dan efisien di
antaranya adalah melalui Penyuluhan Perikanan.
Melalui

Penyuluhan

Perikanan,

masyarakat

perikanan

dibekali

dengan ilmu, pengetahuan, keterampilan, pengenalan paket teknologi dan


inovasi baru di bidang perikanan sesuai dengan usahanya, penanaman
nilai-nilai atau prinsip agribisnis, mengkreasi sumber daya manusia
dengan konsep dasar filosofi rajin, kooperatif, inovatif, kreatif dan
sebagainya. Penyuluh Perikanan dapat dan harus menggunakan teknikteknik komunikasi yang paling efektif agar sasaran mau menerapkan
pengetahuan

barunya

itu.

Melalui

komunikasi

yang

efektif

dapat

menunujang keberhasilan Penyuluhan Perikanan.


Yang lebih penting lagi adalah mengubah sikap dan perilaku
masyarakat perikanan agar mereka tahu dan mau menerapkan informasi
anjuran yang dibawa dan disampaikan oleh Penyuluh Perikanan, namun
kenyataannya masih banyak dijumpai di dalam masyarakat bahwa
kegiatan Penyuluhan Perikanan masih dianggap kurang berhasil bahkan di
beberapa tempat malah tidak berjalan. Oleh karena itu pada kesempatan
kali ini penulis sengaja membahasa mengenai Penyuluhan yang efektif
guna keberhasilan kegiatan Perikanan, ini karena menarik perhatian
1

penulis untuk dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak
yang peduli terhadap dunia perikanan

B. Tujuan
1. Mengenalkan

berbagai

macam

lembaga

penyuluhan

dan

komunikasi pertanian
2. Mengetahui lebih dalam tentang peranan dan fungsi lembaga
penyuluhan pemerintah/swasta/swadaya yang berkaitan dengan
penyuluhan dan komunikasi pertanian.

II.

ISI
A. Deskripsi Lembaga
Lembaga yang menaungi penyuluhan bidang perikanan yaitu
Dinas Kelautan dan Perikanan dalam hal ini khusus nya Provinsi D.I
Yogyakarta. Dinas Kelautan dan Perikanan provinsi D.I Yogyakarta
atau biasa yang disebut DKP DIY beralamat di Jl. Sagan No. III/4
Yogyakarta. DKP DIY memiliki rincian tugas sesuai dengan peraturan
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 66 Tahun 2015
yaitumelaksanakan urusan Pemerintahan Daerah di bidang Kelautan
dan Perikanan, Kewenangan dekonsentrasi serta tugas pembantuan
yang diberikan oleh pemerintah.
Berikut beberapa fungsi Dinas Kelautan dan Perikanan dalam
rangka melaksanakan tugas :
a. penyusunan program dan pengendalian di bidang kelautan dan
perikanan;
b. perumusan

kebijaksanaan

teknis

di

bidang

kelautan

dan

perikanan;
c. pelaksanaan,

pengembangan,

pengolahan

dan

pemasaran

kelautan dan perikanan, wIlayah pesisir;


d. pengujian dan pengawasan mutu perikanan;
e. pemberian

fasilitasi

penyelenggaraan

bidang

kelautan

dan

perikanan Kabupaten/Kota;
3

f. pelaksanaan pelayanan umum sesuai kewenangannya;


g. penyelenggaraan

kegiatan

kelautan

dan

perikanan

lintas

kabupaten/ kota;
h. perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan pengetahuan,
adat istiadat dan tradisi luhur bidang kelautan dan perikanan
i. pemberdayaan sumberdaya dan mitra kerja di bidang kelautan
dan perikanan;
j. pelaksanaan kegiatan ketatausahaan;
k. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur sesuai
dengan fungsi dan tugasnya.

Struktur Organisasi yang ada pada Dinas Kelautan dan


Perikanan guna menjalankan perannya sehingga dapat efektif dan
efisien terdiri dari pejabat eselon 3 yakni Sekretariat, Bidang
Perikanan, Bidang Kelautan dan Pesisir, Bidang Bina Usaha, UPT
Balai Pengembangan Teknologi Perikanan Budidaya (BPTPB) dan
Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Sadeng serta Kelompok Jabatan
Fungsional.
Berikut rincian tugas dari beberapa jabatan yang ada pada
DKP DIY :
1. Sekretariat
Memiliki tugas menyelanggarakan ketatausahaan penyusunan
program, kepegawaian, pengelolaan keuangan, pengelolaan
data dan informasi, ketatalaksanaan, monitoring dan evaluasi,
serta pelaporan kinerja dinas.
2. Bidang Perikanan

Mempunyai

tugas

menyelenggarakan

program

perikanan

budidaya, perikanan tangkap serta pengujian dan pengawasan


mutu hasil perikanan.
3. Bidang Kelautan dan Pesisir
Mempunyai tugas mengelola kelautan, sumberdaya ikan dan
wilayah pesisir.
4. Bidang Bina Usaha
Mempunyai tugas menyelenggarakan pengembangan usaha,
pengolahan, pemasaran dan pengembangan kelembagaan
perikanan.
5. Balai Pengembangan Teknologi Perikanan Budidaya (BPTPB)
Mempunyai

tugas

menyelenggarakan

pengembangan

teknologi budidaya air tawar, air payau, air laut dan kesehatan
ikan
6. Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Sadeng
Mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan pelayanan
pelabuhan perikanan, pemanfaatan sumberdaya ikan, serta
keselamatan

operasional

kapal

perikanan

di

Pelabuhan

Perikanan Pantai Sadeng.

B. Permasalahan dalam Lembaga


Masalah

adalah

suatu

kesenjangan,

perbedaan,

penyimpangan, kefakuman antara apa yang seharusnya dan apa


yang sebenarnya. Pada tiap lembaga baik lembaga pemerintah
maupun swasta dan swadaya memiliki permasalahannya masingmasing yang menghambat perkembangan dan keberlangsungan
lembaga itu sendiri. Masalah yang terjadi pada Dinas Kelautan dan
5

Perikanan DIY antara lain struktur organisasi yang berubah-ubah


dan tidak tepat, serta kurangnya penyuluh khususnya dalam bidang
perikanan karena adanya penggabungan departemen-departemen
lain dan pergantian program secara tiba-tiba .
Kurangnya penyuluh di DKP DIY disebabkan oleh kurangnya
sumberdaya manusia yang mampu melakukan penyuluhan dengan
program-program yang telah tersedia. Karna kurangnya penyuluh,
sehingga

penyuluhan dilakukan di Kecamatan dengan hanya

mengandalkan beberapa orang penyuluh saja. Menurut narasumber


(Bapak Sunardi) penyuluhan pada bidang perikanan khususnya
budidaya seharusnya dilakukan pada tingkat Kelurahan secara rutin
dan berkelanjutan. Penggabungan penyuluh antar depertemen
(peternakan,

perkebunan,

ketahanan

pangan,

dan

perikanan)

menyebabkan kurang tersalurnya program-program perkembangan


perikanan kepada para pelaku perikanan.
Struktur

organisasi

yang

berubah-ubah

juga

menjadi

permasalahan tersendiri di DKP DIY. Organisasi yang telah dibentuk


sebelumnya dengan program-program yang telah tersedia tidak
berjalan

dengan

lancar.

Pergantian

jabatan

dan

struktur

menyebabkan peran aggota organisasi didalamnya ikut berubah.


Hal ini lah yang menyebabkan banyak program yang tidak berjalan
dan terhambatnya pencapaian produksi.

III.

Analisis dan Solusi


Masalah bukanlah suatu alasan untuk terhentinya suatu
program-program perkembangan. Program-program tersebut akan
tetap berjalan walau tidak akan tepat pada waktu yang telah
direncanakan. Masalah yang menjadi penghambat haruslah cepat
terselesaikan agar program pembangunan dapat dengan cepat
terlaksana.
Solusi yang telah diupayakan oleh pihak DKP DIY antara lain
terus berusaha mencari para penyuluh yang bersedia diajak
6

bekerjasama

dengan

DKP

DIY.

Hingga

sumberdaya

manusia

(penyuluh) telah terpenuhi seluruhnya, pembagian kerja dalam


melaksanakan program dapat merata dan penyampaian kepada
target tersalurkan dengan baik.
Selain itu, kebijakan pemerintah dalam merevisi struktur
organisasi sangat menentukan keutuhan struktur organisasi. Sering
bergantinya

pemimpin

perombakan

struktur

menyebabkan
yang

telah

sering

ada.

pula

tejadinya

Diharapkannya

agar

pemerintah dapat dengan konsisten terhadap pengurusan/struktur


organisasi yang ada di DKP DIY sehingga perombakan struktur tidak
terjadi secara terus menurus dalam kurun waktu dekat dan para
anggota dapat melaksanakan perannya dengan baik.

IV.

PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Lembaga yang dikunjungi di daerah sagan merupakan
lembaga pemerintah yang bernama Departemen Kelautan
dan Perikanan DIY.
2. DKP DIY merupakan lembaga pemerintah yang bertugas
dalam membantu gubernur dalam bidang perikanan dan
kelautan.
B. Saran
Disarankan agar kedepannya pada acara kegiatan di
lapangan dilakukan pembekalan atau penjelasan materi terlebih
dahulu sehingga praktikum lebih terstruktur dan lebih kondusif.