Anda di halaman 1dari 8

LAMPIRAN PLN BERSIH

DESKRIPSI DAN FORMULA KPI UNIT PLN JMK


3.2.1

FOKUS TENAGA KERJA

1.

Human Capital Readiness (HCR)


HCR adalah kesiapan kapasitas dan kapabilitas SDM dalam mendukung implementasi strategi Perusahaan.
Pengukuran HCR pada prinsipnya adalah pengukuran kompetensi strategis yang mencakup ketersediaan
ketrampilan, bakat dan pengetahuan untuk melaksanakan strategi yang telah dirancang dalam rangka
mencapai tujuan yang ditetapkan. Hasilnya adalah berupa tingkat kesiapan kualifikasi kompetensi Pegawai
serta jumlah pegawai yang kompeten

1.1

Kesiapan Pengelolaan Sertifikasi Kompetensi


Kesiapan Pengelolaan Sertifikasi Kompetensi adalah kesiapan modal insani / Human Capital Readiness
(HCR) dalam memastikan proses dan pencapaian hasil sertifikasi kompetensi Critical Job pada bisnis inti di
Unit berjalan dengan baik sehingga semua pegawai yang diwajibkan bersertifikasi kompetensi dapat bekerja
sesuai standar kompetensi yang ada sehingga dapat mendukung strategi unit. Critical Job adalah posisi
jabatan yang akan memberi pengaruh (impact) terbesar terhadap kinerha PLN/Unit.

1.1.1

Unit Manajemen Konstruksi (UMK)


Turunan MLI
KPI

= Penilaian tingkat kematangan


= Rasio jumlah pegawai yang bersertifikat kompetensi aktif sesuai dengan bidang kerja
dan level kompetensinya dibanding dengan jumlah seluruh Pegawai yang seharusnya
bersertifikat kompetensi.

Formula : MLI = 55%

meliputi Proses Pemetaan Pegawai Critical Job dan Pemastian kesesuaian dengan
persyaratan.

KPI = 45%
Keterangan:
Satuan:

Sumber data A: PLN JMK Kantor Induk


Sumber data B: PLN JMK Kantor Induk

MLI = Level
KPI = %

Target:

MLI = Triwulan I dan II Level 2


Proses

Persyaratan di Level 2

Output

Memetakan Pegawai
dan Jabatan Bisnis Inti

Memetakan data bisnis inti yang akan


disertifikasi

Daftar usulan sertifikasi


pegawai

Memastikan kesesuaian
dengan persyaratan

Mengidentifikasi persyaratan sertifikasi

Daftar kesesuaian
persyaratan administrasi

MLI = Triwulan I dan II Level 2,5


Proses

Output

Memetakan Pegawai dan


Jabatan Bisnis Inti

Membakukan mekanisme pemetaan


pegawai bisnis inti

SOP

Memastikan kesesuaian
dengan persyaratan

Membakukan mekanisme penyesuaian


jabatan bisnis inti dengan syarat sertifikasi

SOP

KPI =
Jenis KPI

Persyaratan di Level 3

= Polaritas positif.

Keterangan :
Waktu Penyampaian
TW I
:-

LAMPIRAN PLN BERSIH

TW II
TW III
TW IV
2.

: maksimal 3 Juli 2013


: maksimal 3 Oktober 2013
: maksimal 3 Januari 2014

Organization Capital Readiness (OCR)


OCR adalah kesiapan organisasi dalam mengintegrasikan dan menyelaraskan faktor yang mendorong
perbaikan dan pembelajaran berkelanjutan untuk mendukung agenda perubahan organisasi melalui
implementasi strategi Perusahaan.
-

Organisasi yang menumbuhkan peningkatan nilai baru harus menciptakan budaya (culture) yang
berpusat pada kebutuhan nilai-nilai stakeholder.
Transformasi dengan strategi baru memerlukan kepemimpinan (leadership) yang luar biasa di seluruh
organisasi.
Arahan baru bagi organisasi mengharuskan penyelarasan (alignment) komunikasi dan manajemen
kinerja sistem dengan tujuan yang diinginkan organisasi.
Fokus pada kinerja luar biasa pada beberapa proses kritis membutuhkan kerja sama tim (teamwork)
dan pembelajaran.

Pengukuran ORC dapat diartikan sebagai pemetaan kesiapan budaya, kepemimpinan, keselarasan dan
kerjasama tim dalam rangka memperkuat perubahan iklim organisasi yang dibutuhkan untuk melaksanakan
strategi Perusahaan.
2.1.

KESIAPAN BUDAYA KERJA (CULTURE)


Pengukuran Budaya perusahaan melibatkan 2 (dua) hal yang saling berhubungan yaitu climate/iklim dan
culture/budaya itu sendiri. Budaya merupakan sekumpulan kepercayaan, nilai dan asumsi yang mendorong
individu untuk berperilaku. Sementara Climate/iklim diartikan sebagai kebijakan, peraturan, sistem reward
punishment perusahaan dll yang mempengaruhi motivasi dan perilaku pegawai. Dapat disimpulkan bahwa
iklim merupakan manifestasi dari budaya itu sendiri yang dapat dilihat kasat mata.
Climate/iklim perusahaan diukur dengan menggunakan Employee Engagement Survey (EES), sementara
Budaya Perusahaan diukur dengan Integrity Culture
2.1.1 UNIT MANAJEMEN KONSTRUKSI (UMK)
Turunan MLI
= Implementasi Employee Engagement dan Integrity Culture.
KPI
= Jumlah Action plan yang dilaksanakan untuk meningkatkan climate dan

culture, jumlah pegawai yang tersosialisasi, Jumlah pelopor/agen perubahan


dan responden survey.
Formula : MLI 55% = Implementasi Employee Engagement dan Integrity Culture melibatkan 3 proses
utama yaitu:

LAMPIRAN PLN BERSIH

KPI= 45%
Satuan:

MLI dan KPI adalah Level

Target:

MLI = Triwulan I Level 1

MLI = Triwulan II Level 1,5

MLI = Triwulan III Level 2

MLI = Triwulan IV Level 2,5

KPI = 45%
Level
1
2
3

Jumlah Perencanaan/Pelaksanaan
Action Plan
1 dari 1 Dimensi
2 dari 2 Dimensi
3 dari 2 Dimensi

% Pegawai
tersosialisasi
05%
10 25%
30 45%

Jumlah Pelopor
0
1
2

LAMPIRAN PLN BERSIH

4
5

4 dari 3 Dimensi
Lebih dari 4 dari lebih 4 dimensi

50 65%
70 100%

3
3

Keterangan:
- Dimensi menunjukkan hasil EES sementara Untuk Integrity Culture tidak menggunakan persyaratan
Dimensi
- Untuk KPI Jumlah perencanaan dan pelaksanaan AP dilaksanakan untuk masing-masing climate dan
culture dengan target masing-masing level 5 di Triwulan IV tahun 2014
- Persyaratan Jumlah Pelopor adalah pegawai yang lulus diklat pelopor dan sesuai dengan jumlah
Pelopor PLN Bersih yang dipanggil oleh PLN JMK Kantor Induk sebagai Pelopor PLN Bersih UMK.
Target per triwulan:

Jenis KPI

Uraian

TW I

TW II

TW III

TW IV

KPI

= Polaritas positif.

2.2

Kesiapan Kepemimpinan (Leadership)


Kesiapan Kepemimpinan (Leadership) adalah kesiapan modal Organisasi/Organization Capital Readiness
(OCR) dalam memastikan proses pemilihan kader, pemetaan kader, penugasan kader, pembinaan kader
dan pelatihan kader. Proses ini merupakan suatu rangkaian dalam mempersiapkan kader untuk menduduki
jabatan struktural yang berada dalam kewenangan unit.

2.2.1

Unit Manajemen Konstruksi


Formula
MLI = 100% Meliputi penugasan kader dan pembinaan kader.
Satuan

MLI = Level

Target :

MLI =

Triwulan I dan II Level 1,5

Proses

Level 2

Output

Assigning
cadre

Melakukan program pengembangan melalui Job


Enlargement, Job Enrichment & Job Assignment
(talent assignment)

Laporan Rekap

Coaching
cadre

Melakukan program pengembangan melalui CMC

Laporan Rekap

Triwulan III Level 2


Proses

Level 2

Output

Assigning
cadre

Melakukan program pengembangan melalui Job


Enlargement, Job Enrichment & Job Assignment
(talent assignment)

Laporan Rekap

Coaching
cadre

Melakukan program pengembangan melalui CMC

Laporan Rekap

Triwulan IV Level 2,5


Proses
Assigning
cadre

Jenis KPI
2.3

Level 2
Membakukan mekanisme Job
Enlargement, Job Enrichment & Job
Assignment

Output
SOP & Laporan Monitoring
Pengembangan Talent

= Polaritas positif.

Kesiapan Alignment
Keselarasan dalam indikator ini diartikan sebagai keselarasan antara kinerja individu dan kinerja korporat
yang diimplementasikan dalam strategi perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan. Ada 2 (dua) hal
yang dipandang perlu dalam penyelarasan ini, yaitu:

LAMPIRAN PLN BERSIH

1. Kesadaran terhadap Strategi Perusahaan (Strategic Awareness), yaitu pemahaman pegawai terhadap
strategi perusahaan, yang dilakukan dengan internalisasi strategi atau program-program korporat yang
wajib diketahui dan dilaksanakan oleh unit beserta survey yang dilakukan untuk mengetahui sejauh
mana Pegawai memahami strategi perusahaan.
2. Keselarasan dengan Strategi Perusahaan (Strategic Alignment), yaitu proses cascading KPI yang
merupakan cerminan dari kinerja individu pegawai dalam mendukung tercapainya tujuan perusahaan.
2.3.1

UNIT MANAJEMEN KONSTRUKSI (UMK)


Formula = MLI = 55%

Kesiapan dan pengukuran pemahaman strategis.

KPI =45% 1. Prosentase responden yang di survey dan banyaknya pegawai yang paham
terhadap strategi perusahaan
2. Prosentase Pegawai yang menggunakan KPI hasil cascading KPI Kontrak
Manajemen Unit
a. Turunan MLI
= Kesiapan dan pengukuran pemahaman strategis
b. KPI Strategic Awareness = Prosentase responden yang di survey dan banyaknya pegawai yang paham
terhadap strategi perusahaan
c. KPI Strategic Aligment = Prosentase Pegawai yang menggunakan KPI hasil cascading KPI Kontrak
Manajemen Unit
Satuan : MLI dan KPI Level
a.

MLI terdiri dari 4 tahap yaitu : persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan pembakuan
Target MLI Level 1 adalah proses persiapan di seluruh tahapan

Target MLI Level 1,5 adalah proses persiapan sudah dilakuakn untuk seluruh tahapan dan
melaksanakan tahapan internalisasi strategi dan pengukuran pemahaman strategi untuk level 2

Target MLI Level 2 adalah tahapan evaluasi hasil survey dan cascading KPI pada level 2 dilaksanakan

Target MLI Level 2,5 adalah semua tahapan telah dilaksanakan serta prosesnya telah dibakukan
dalam mekanisme standart dan dilaksanakan secara konsisten sesuai standart baku.

LAMPIRAN PLN BERSIH

Target
UMK

Semester I

Semester II

MLI

Level 1,5

Level 2,5

b. Penjelasan KPI Strategic Awareness

c. Penjelasan KPI Strategic Alignment

Target

Semester I

Semester II

KPI Strategic Awareness

Level 3

Level 5

KPI Strategic Alignment

Level 3

Level 5

2.4

Kesiapan Team Work


Kesiapan Kerja Sama (Teamwork) adalah kesiapan modal Organisasi/Organization Capital Readiness
(OCR) dalam memastikan proses pembangkitan, pengorganisasian, pengembangan, pendistribusian dan
pemanfaatan pengetahuan di unit berjalan dengan baik sehingga semua Pegawai dapat bekerja sama dan
bekerja dalam arah yang sama mendukung strategi.

2.2.2

Unit Manajemen Konstruksi


Formula = MLI = 55% meliputi Proses Pembangkitan, pendistribusian dan pemanfaatan pengetahuan.

LAMPIRAN PLN BERSIH

KPI =45% Jumlah Konten Pengetahuan yang berhasil ditayangkan pada portal KMS halaman
Knowledge
Keterangan:
Satuan:

MLI = Level
KPI = Konten Pengetahuan

Target :

MLI =

Triwulan I dan II Level 1,5


Proses

Persyaratan di Level 2

Bukti Output

Pembangkitan
Pengetahuan

Melaksanakan CoP berdasarkan Edaran


Direksi No. 024.E/DIR/2012

Laporan CoP dan Dokumen


CoP

Pendistribusian
Pengetahuan

Melaksanakan K-Sharing berdasarkan


Edaran Direksi No. 018.E/DIR/2012

Laporan K-Sharing &


Dokumen K-Sharing

Triwulan III Level 2


Proses
Pemanfaatan
Pengetahuan

Persyaratan di Level 2
Melaksanakan Implementasi Inovasi

Bukti Output
Laporan implementasi
inovasi & Daftar aset
pengetahuan

Triwulan IV Level 2,5


Proses

Bukti Output

Pembangkitan
Pengetahuan

Membakukan mekanisme CoP

SOP CoP

Pendistribusian
Pengetahuan

Membakukan Mekanisme K-Sharing

SOP K-Sharing

KPI

Pegawai < 1000


UMK
Jenis KPI

Persyaratan di Level 3

TW I
- Judul

TW II
2 Judul

TW III
4 Judul

TW IV
6 Judul

= Polaritas positif.

Keterangan :
a. Konten pengetahuan berasal dari hasil pelaksanaan Proses Pembangkitan, pengorganisasian,
pengembangan, pendistribusian dan pemanfaatan pengetahuan
b. Konten pengetahuan yang diunggah oleh pegawai harus memiliki tipe konten Karya Sendiri atau Karya
Orang Lain dan bukan memiliki tipe konten SK & Referensi atau Karya Inovasi.
c. Konten pengetahuan yang di unggah oleh Pegawai dapat masuk perhitungan KPI apabila berhasil di
tayangkan di portal KMS pada halaman knowledge.

3.

PERSPEKTIF PRODUKTIVITAS PEGAWAI


Produktivitas Pegawai bagi perusahaan merupakan alat ukur keberhasilan dalam menghasilkan barang atau
jasa dengan memanfaatkan pegawai sebagai sumber daya secara efisien. Tingkat produktivitas pegawai
memiliki arti penting bagi perusahaan dalam menunjukkan daya saingnya. Untuk itu perlu dilakukan
pengukuran produktivitas pegawai dimana nilainya ditunjukkan oleh tingkat output per pegawai.

3.1

Produktivitas Pegawai
Perhitungan Produktivitas diperoleh dari hasil perbandingan Jumlah Man Month terpakai terhadap jumlah
Man Months tersedia dengan formula sebagai berikut.

3.1.1

Unit Manajemen Konstruksi dan Tim Supervisi Konstruksi:

LAMPIRAN PLN BERSIH

Turunan KPI = Hasil perbandingan Jumlah Man Month terpakai terhadap jumlah Man Months tersedia.
Formula
Satuan
Target

= %
= Triwulan I = 91 % (Polaritas Positif)
Triwulan II = 92 % (Polaritas Positif)
Triwulan III = 93 % (Polaritas Positif)
Triwulan IV = 95 % (Polaritas Positif)
Jenis KPI = Polaritas positif
Keterangan=
a. Perhitungan Man Month yang digunakan dalam formula terdiri dari pegawai yang ruang lingkup pekerjaanya
sesuai dengan bisnis inti perusahaan.
Sesuai Bisnis Inti dari PLN JMK, tenaga kerja yang beban kerjanya dimasukkan ke dalam perhitungan Man
Month adalah Supervisor, Engineer dan Administrasi Proyek di Site/Proyek dan mengacu kepada
Ketersediaan Man Month pada Tiap Surat Penugasan. Besar Man Month Maksimal setiap tenaga kerja dalam
1 bulan sebesar 1,00 MM.
b. Man Month terjual dihitung berdasarkan Man Month yang diakui oleh Pemberi tugas dan Pelaksana
Penugasan yang tertuang dalam Pengakuan Man Month yang ditandatangani kedua belah pihak setiap bulan.
c. UMK mengirimkan rekapan data Man Month Terjual dan Tersedia yang disampaikan ke kantor induk maksimal
tanggal 8 bulan berikutnya beserta bukti scan pengakuan Man Month yang ditandatangani kedua belah pihak,
namun apabila s.d. tanggal 8 belum ditandatangani pemberi kerja maka cukup dilampirkan scan pengakuan
Manmonth yang ditandatangani pihak JMK dan jika sudah ditandatangani oleh pemberi kerja agar
disampaikan kembali ke bidang operasi.