Anda di halaman 1dari 5

PROSES PEMBUATAN RODA GIGI MIRING

NUR ANNISA KUSUMA DEWI


2515100006
annisakude@gmail.com
Latar Belakang
Manufaktur adalah salah satu proses penting di dalam sebuah proses
industri. Manufaktur sendiri adalah proses mengubah bahan baku menjadi produk
yang memiliki nilai lebih. Salah satu aktivitas dalam proses manufaktur adalah
proses permesinan. Proses pemesinan adalah sebuah proses manufaktur yang
merubah bentuk benda dengan menghilangkan sebagian material dari benda
tersebut. Terdapat 2 klasifikasi proses pemesinan yaitu konvensional dan nonkonvensional. Proses permesinan konvensional dalam sistem kerjanya mesin
tidak diprogram dengan komputer tetapi dijalankan oleh manusia. Jenis proses
pemesinan konvensional antara lain turning, milling, drilling, grinding dll. Dalam
setiap jenis proses pemesinan konvensional memiliki prosedur dan mesin
masing-masing. Tujuan dari analisa laporan ini adalah untuk mengetahui proses
pemesinan konvensional dalam proses pembuatan roda gigi miring.
Analisa
Mesin dan material yang diperlukan dalam proses pembuatan roda gigi
miring yaitu mesin bubut, mesin frais universal, pisau roda gigi, kikir rata halus,
mata bor, bor center, jangka sorong, mandrel, dan aluminium cor sebagai bahan.
Mesin bubut (turning machine) adalah suatu jenis mesin perkakas yang dalam
proses kerjanya bergerak memutar benda kerja dan menggunakan mata potong
pahat (tools) sebagai alat untuk menyayat benda kerja tersebut. Sedangkan
mesin frais atau mesin milling adalah mesin yang berfungsi untuk membuat atau
menghasilkan satu atau lebih permukaan benda dengan penggunaan alat
pemotong satu atau lebih.
Prinsip kerja pada proses turning atau lebih dikenal dengan proses bubut
adalah proses penghilangan bagian dari benda kerja untuk memperoleh bentuk
tertentu. Di sini benda kerja akan diputar/rotasi dengan kecepatan tertentu
bersamaan dengan dilakukannya proses pemakanan oleh pahat yang digerakkan
secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja. Gerakan putar dari
benda kerja disebut gerak potong relatif dan gerakkan translasi dari pahat
disebut gerak umpan (feeding).
Sedangkan prinsip kerja frais ini memotong benda dengan sistem
penyayatan atau pengurangan benda kerja menggunakan alat potong yang
mempunyai mata pisau pemotong banyak dan berputar. Tenaga untuk
pemotongan berasal dari energi listrik yang diubah menjadi gerak utama oleh
sebuah motor listrik, selanjutnya gerakan utama tersebut akan diteruskan
melalui suatu transmisi untuk menghasilkan gerakan putar pada spindel mesin
milling. Spindel mesin milling adalah bagian dari sistem utama mesin millingyang
bertugas untuk memegang dan memutar cutter hingga menghasilkan putaran
atau gerakan pemotongan. Gerakan pemotongan pada cutter jika dikenakan
pada benda kerja yang telah dicekam maka akan terjadi gesekan/tabrakan
sehingga akan menghasilkan pemotongan pada bagian benda kerja, hal ini dapat
terjadi karena material penyusun cutter mempunyai kekerasan diatas kekerasan
benda kerja.

Komponen mesin yang digunakan dalam proses pembuatan roda gigi miring
antara lain:
1.

Head sebagai tempat mekanisme motor penggerak terpasang untuk


menggerakkan spindel.
2.
Spindel yaitu bagian yang menggerakkan arbor (tempat mata
pahat/cutter).
3.
Arbor (poros tempat cutter/pahat frais). Arbor digunakan untuk
mencekan pahat frais yang terpasang pada sumbu utama. Arbor juga
disebut poros frais, berfungsi sebagai tempat kedudukan pisau frais dan
ditempatkan pada sumbu mesin.
4.
Arbor support merupakan bagian dimana mata potong dan arbor
terpasang.
5.
Column
Column berfungsi
untuk
menyokong
dan
menuntun knee saat bergerak vertikal.
6.
Knee merupakan bagian yang terapsang pada column, tempat
mekanisme (transmisi penggerak) pengaturan pemakanan (feed)dan
menopang saddle.
7.
Saddle terpasang pada knee yang bergerak keluar masuk ke arah
operator secara manual dengan mengatur handwheel maupun secara
otomatis. Saddle digunakan untuk menopang meja.
8.
Feed dial Feed dial digunakan untuk mengatur gerakan meja saat
pemakanan.
9.
Crossfeed
handwhell
Crossfeed
handwhell digunakan
unruk
menggerakkan meja (bed)secara hroisontal di depan column.
10.
Base Merupakan landasan mesin yang terletak menyatu dengan
lantai.Base juga berfungsi sebagai reservoir (penampung fluida pendingin)
11.
Kepala pembagi Benda kerja dapat dipasang antara dua senter, satu
senter dipasang dalam lubang dalam spindel kepala pembagi dan senter
lainnya dipasang pada kepala lepas.
12.
Kepala lepas Kepala lepas digunakan untuk menahan benda kerja
yang panjang, kepala lepas sebagai salah satu senter pada mesin frais.
13.
Meja puta Untuk mesin frais tegak, meja putar digunakan sebagai
kepala pembaginya. Pada alat ini dibuat alur T untuk mencekam benda
kerja dengan baut jepit.
14.
Ragum (tanggem penjepit/facing fixture vise) Ragum digunakan
untuk menjepit benda kerja.

Gambar 1. Mesin Frais


Keterangan bagian-bagian mesin berdasar gambar diatas yaitu:
A. Lengan, untuk memindahkan arbor.
B. Penyokong arbor.
C. Tuas, untuk menggerakkan meja secara otomatis.
D. Nok pembatas, untuk membatasi jarak gerakkan otomatis.
E. Meja mesin, tempat untuk memasang benda kerja dan perlengkapan mesin.
F. Engkol, untuk menggerakkan meja dalam arah memaniang.
G. Tuas pengunci meja.
H. Baut penyetel, untuk menghilangkan getaran meja.
I. Engkol, untuk menggerakkan meja dalam arah melintang.
J. Engkol, untuk menggerakkan lutut dalam arah tegak.
K. Tuas untuk mengunci meja.
L. Tabung pendukung dengan gang berulir, untuk mengatur tingginya meja.
M. Lutut, tempat untuk kedudukkan alas meja.
N. Tuas, untuk mengunci sadel.
O. Alas meja, tempat kedudukkan untuk alas meja.
P. Tuas untuk merubah kecepatan motor listrik.
Q. Engkol meja.
R. Tuas untuk mengatur angka kecepatan spindle dan pisau frais.
S. Tiang untuk mengatur turun-naiknya meja.
T. Spindle, untuk memutar arbor dan pisau frais.
U. Tuas untuk menjalankan mesin.
Urutan proses dalam pembuatan roda gigi adalah sebagai berikut:
1. Mempersiapkan mesin dan perlengkapan bubut seperti putaran sepindlle,
posisi kepala lepas, alat pencekam benda kerja, pemegang pahat, dan
posisi kepala tetap.
2. Mengecek ukuran benda kerja, jepit benda kerja. Ukuran-ukuran utama
yang perlu dihitung antara lain:

a. modul gigi
b. diameter jarak bagi, diameter kepala, dan diameter kaki gigi
c. tinggi kaki gigi, tinggi kepala, dan tinggi dari gigi menurut standar gigi
yang berlaku
d. jarak antara poros
e. sudut gigi
f. angka transmisi, untuk roda gigi yang berpasangan
3. Lakukan pembubutan rata ujung benda kerja, lepas benda kerja.
4. Cekam ujung benda kerja yang telah dibubut seperti langkah nomor 3,
bubut rata ujung benda kerja sehingga mencapai ukuran panjang yang
diinginkan.
5. Bor senter ujung benda kerja
6. Lepas benda kerja, kemudian pasang pada mandrel.
7. Jepit ujung mandrel kemudian bubut rata permukaan benda kerja
8. Bubut rata permukaan benda kerja dengan 27 x 14 mm, center ujung
benda kerja.
9. Bubut tirus permukaan benda kerja dengan sudut 45 0.
10.Lepas benda kerja dari cekam maupun mandrel, balik posisi benda erja
pada mandrel, jepit pada cekam kembali.
11.Bubut tirus permuaan benda kerja dengan sudut 45 0.
12.Rubah posisi pahat dengan sudut 45 0 untuk membubut ujung permukaan
benda kerja sesuai gambar, dengan kedalaman 3 mm, bubut secara
bertahap, lepas benda kerja.
13.Mempersiapkan peralatan dan perlengkapan mesin frais.
14.Pasang benda kerja pada cekam mesin frais, rubah sudut kepala pembagi
mesin frais 390.
15.Menentukan titik nol pemakanan dengan cara :
a. Nyalakan motor spindle utama.
b. Dekatkan mata pisau frais tepat diatas benda kerja, turunkan posisi
pisau dengan cara memutar handle penaik dan penurun meja kerja.
c. Posisi pisau harus benar-benar sejajar (sesumbu) dengan benda kerja.
d. Turunkan hingga sedikit menyentuh benda kerja.
e. Putar pengukur pada handle penaik dan penurun meja pada posisi nol,
jauhkan mata pisau frais.
16.Naikan meja frais setingi 3.3 mm sebagai tinggi gigi, makankan pada pisau
frais.
17.Buka kunci penjepit kepala pembagi, kemudian putar engkol pembagi
sebanyak 2 kali + 4 lubang pada piring pambagi 18, kunci kembali kepala
pembagi, makankan.
18.Lakukan langkah kerja no 18, hinga terbentuk roda gigi.
Dalam proses pembuatan roda gigi menggunakan mesin konvensional tentunya
memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dalam proses pembuatan roda gigi
menggunakan mesin konvensional antara lain:
a. Pengoperasian masih menggunakan cara-cara manual sehingga lebih
mudah.
b. Masih dapat dikerjakan oleh para pekerja yang tidak mahir
mengoperasikan komputer.
c. Mesin tidak tergantung oleh perubahan suhu dan cuaca.
d. Modal yang diperlukan relatif lebih kecil.
e. Biaya pemeliharaan mesin tidak terlalu mahal.
Sedangkan kekurangan dalam proses pembuatan roda gigi menggunakan mesin
konvensional antara lain:

a. Ketelitian yang dihasilkan kurang akurat.


b. Memerlukan waktu yang lama dalam proses pembuatannya.
c. Memerlukan konsentrasi yang tinggi karena apabila manusia yang
membuat lalai sedikit saja maka akan berpengaruh pada benda sehingga
dapat menyebabkan cacat dll.
d. Tingkat keterampilan operator mempengaruhi kualitas produk yang
dihasilkan.
Referensi
Marsis, wisnu dan Didi Agung, 2015. Analisa Perancangan Roda Gigi Lurus
Menggunakan
Mesin
Konvensional,http://download.portalgaruda.org/article.php?
article=298185&val=6726&title=ANALISA%20PERANCANGAN%20RODA
%20GIGI%20%20LURUS%20%20MENGGUNAKAN%20MESIN
%20KONVENSIONAL diakses tanggal 17 September 2016.
Rahdiyanta, Dwi, 2015. Proses Frais Pembuatan Roda Gigi Helik,
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/dr-dwi-rahdiyantampd/pemesinan-kompleks-proses-frais-pembuatan-roda-gigi-helik.pdf
diakses tanggal 17 September 2016.
Wijarnaka,
Sentot.
2015.
Teknik
Permesinan
Dasar
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/Teknologi%20PemesinanBAB2UL.pdf
diakses tanggal 17 September 2016.