Anda di halaman 1dari 6

Proses Pembuatan Poros Engkol (Crankshaft)

Nazeila Ivana Amarallis


2515 100 071
nazeilaivanaamarallis@gmail.com
Latar Belakang
Proses permesinan dengan prinsip pemotongan logam terbagi menjadi 3
kelompok, yaitu proses pemotongan dengan mesin press, proses pemotongan
konvensional dan proses pemotongan non-konvensional. Proses pemotongan
dengan menggunakan mesin press diantaranya pengguntingan (shearing),
pressing, dan penarikan (drawing, elogating). Proses pemotonga konvensional
meliputi proses bubut (turning), proses frais (miling), proses gurdi (drilling), dan
skrap (shaping). Sedangkan proses pemotongan non-konvensional seperti
penggunaan mesin EDM (Electric Discharge Machining).
Dalam pembuatan poros engkol (crankshaft) ini menggunakan prinsip
pemotongan logam konvensional diantaranya miling, drilling, dan turning. Dalam
proses pemotongan tersebut terdapat beberapa tahapan, berdasarkan hal
tersebut maka dilakukan analisis untuk mengetahui fungsi, material dan mesin
yang digunakan, proses manufaktur, output yang dihasilkan, komponen yang
digunakan pada mesin, serta keuntungan dan kelemahan dalam setiap tahapan.
Analisa
1. Miling
Suatu proses permesinan yang pada umumnya menghasilkan bentuk
bidang datar dimana proses pengurangan material terjadi karena adanya
kontak antara pemahat yang berputar dengan material yag tercekam.
Mesin miling memiliki 3 sumbu koordinat, yaitu x,y (tempat meletakkan
material), dan z (sumbu poros tool). Kecepatan putar mata pahat miling
bermaam-macam. RPM rendah biasa digunakan pada permulaan
pembentukan dan RPM tinggi digunakan untuk sentuhan akhir (finishing)
guna memperhalus benda yang dibuat.
2. Turning
Proses permesinan yang menghasilkan bentuk silindris yang ddikerjakan
menggunakan mesin bubut. Mesin turning memiliki 2 sumbu koordinat,
yaitu x (sumbu yang tegak lurus dengan sumbu chuck/tempat tool) dan z
(sumbu chuck/tempat meletakkan material). Mesin ini memiliki tingkat
kecepatan antara 75 RPM hingga 200 RPM, tingkat kecepatan disesuaikan
dengan kebutuhan pengguna. Dengan mata pahat yang bervariasi mirip
dengan pisau yang berfungsi untuk menggores material maka dapat
memilih mata pahat yang sesuai dengan desain alat.
3. Drilling
Proses drilling adalah proses pembuatan lubang menggunakan mata bor
(twist drill) dengan cara memutar mata pahat dengan kecepatan dan
tekanan tertentu dan gerak makan berupa translasi oleh pahat.
Fungsi Proses
1. Miling
Proses miling berfungsi untuk melakukan penyayatan dengan pahat yang
berbentuk seperti mata bor akan tetapi mata pahat tersebut digunakan
untuk meratakan tidak untuk melubangi. Mesin miling dapat digunakan
untuk proses pembuatan permukaan rata datar (plain miling), face miling,
angular miling dan untuk membuat roda gigi. Proses pemotongan benda
kerja (material) diam dan mata pahat bergerak.
2. Turning
Mesin turning atau dikenal dengan nama lathe atau mesin bubut berfungsi
untuk membuat material berbentuk silinder seperti poros lurus, groove
shaft, scrwe thread dengan mengurangi material (material removal)
Nazeila ivana Amarallis |1 | Write the name of the subject

dengan gerakan utamanya adalah perputaran benda kerja (material) dan


mata pahat dalam keadaan diam.

3. Drilling
Proses drilling yang bisa dilakukan dengan mesin bor berfungsi untuk
membuat lubang pada benda kerja dengan menggunakan pahat pemotong
yang ujungnya berputar dan memiliki satu atau beberapa sisi potong.

Mesin dan Material


1. Material yang digunakan dalam pembuatan chrankshaft

Material yang diguanakan untuk membuat poros engkol berupa baja paduan
(alloy steel) dengan proses pengerasan kulit (case hardening) sehingga tahan
terhadp keausan karena biasa digunakan untuk putaran tinggi dan beban yang
berat. Selain itu beberapa material lain yang digunakan adalah baja khrom nikel,
baja khrom nikel molebdenum, baja khrom molibden dan lainnya.
1. Mesin yang digunakan untuk membuat chrankshaft
- Mesin Bubut
Proses turning pada pembuatan produk ini menggunakan mesin bubut.
Mesin bubut adalah jenis mesin pemotong yang mengunakan prinsip
gerak putar. Pada mesin bubut cara kerjanya yaitu benda kerja yang
berputar dan pemahat diam untuk menyayat benda kerja. Mesin bubut
digunakan unutk membuat benda kerja yang berentuk silindris, kerucut
dan lubang silindris serta alur radial.
- Mesin Frais
Proses miling pada pembuatan produk ini menggunakan mesin frais.
Mesin frais adalah jenis mesin potong yang menggunakan prinsip gerak
putar. Prinsip kerjanya yaitu pahat atau pisau potong berputar untuk
menyayat benda karje. Mesin frais terbagi menjadi 2 jenis yaitu mesin
frais vertikal dan mesin ftrais horizontal. Mesin frais digunakan untuk
membuat roda-roda gigi, alur-alur atau meluangi benda kerja dengan
bentuk lubang silindris maupun tidak teratur
- Mesin Bor
Proses drilling pada pembuatan produk ini menggunakan mesin bor.
Mesin bor adalah jenis mesin potong yang menggunakan prinsip kerja
gerak putar. Pahat atau pisau pemotong berputar untuk menyayat
benda kerja. Kegunaan dari mesin bor adalah untuk membuat lubang
silindris dan simetris dengan diameter terbatas (diameter yang
ditentukan dan tidak terlalu besar).

Nazeila ivana Amarallis |2 | Write the name of the subject

Proses Manufaktur

Pembuatan chrankshaft pada umumnya dibentuk melalui proses pengolahan


panas dan difinishing untuk mendapatkan ukurannya dengan proses pendinginan
atau turning, miling, drilling, roll forging, proses tempa, tritining, grinding. Poros
yang di roll ketika dingin lebih kuat daripada poros yang diroll ketika panas
dengan tegangan sisa lebih tinggi. Dalam video review ini pembuatan
chrankshaft tidak diawali dengan bahan baku pertama, melainkan dimulai dari
proses permesinan (pemotongan) seperti turning, miling, dan drilling.
- Chrankshaft yang telah melalui proses pembentukan dilletakkan pada bagian
tengah (dicekam)
- Dilakukan proses turning pada sisi depan dan belakang untuk mendapatkan
permukaan yang datar
- Proses miling pada pena engkol yang berhubungan dengan batang piston
- Proses pengeboran dilakukan pada bagian depan dan belakang chrankshaft
serta pada sisi kanan dan kiri yang telah ditentukan.
- Pengecekan & deep rolling chrankshaft oleh operator yang mengoperasikan
alat.
- Grinding thrutface dilakukan untuk mendapatkan hasil yang halus &
mengkilap sesuai dengan desain yang telah dibuat sebelumnya.
- Proses finishing meliputi grinding flange,
press flange, pencucian
chrankshaft, dan pengecekan kembali chrankshaft.
Dari bebrapa proses tersebut (miling, drilling, dan turning) dapat
menghasilkan suatu produk yaitu poros engkol (crankshaft), dimana poros
engkol (crankshaft) merupakan suatu komponen utama dalam mesin
pembakaran dalam yang berfungsi untuk mengubah gerakan naik turun dari
hasil kerja piston menjadi gerak memutar yang akan diteruskan ke transmisi.
Kelebihan dan Kekurangan
Proses permesinan miling, turning, dan drilling termasuk dalam jenis
pemotongan konvensional, dimana pemotongan konvensional memiliki kelebihan
dan kekurangan tersendiri. Diantaranya :
1. Kelebihan
- Pengoperasian masih dapat menggunakan cara-cara manual,
- Masih dapat dikerjakan dengan para pekerja yang kurang memahami
teknlogi komputer,
- Mudah dioperasikan, karena tidak perlu memasukkan data,
- Mesin tidak tergantung dengan perubahan suhu dan cuaca,
- Rendah dalam efisiensi produktif.
2. Kekurangan
- Ketelitian yang dihasilkan kurang akurat,
- Tidak dapat menampilkan kalkulasi biaya produksi,
- Waktu laju awal pada pabrik mengalami kenaikan.
Komponen Mesin
1. Miling
a. Spindle utama
Nazeila ivana Amarallis |3 | Write the name of the subject

b. Meja (table)
c. Motor drive
3. Motor spindle utama
4. Motor gerakan pemakan (feeding)
5. Motor pendingin (cooling)
d. Tranmisi
e. Knee
f. Column
g. Base
h. Control
1. Turning
Proses turning menggunakan mesin bubut, dimana mesin bubut
memiliki bagian-bagian : bagian mesin pahat, bagian utama mesin
bubut, pemegang benda kerja dan kompoen pendukung lainnya.
a. Bagian mesin pahat
a. Pahat bubut
b. Pahat ulir
b. Bagian utama mesin bubut
c. Kepala tetap
d. Roda gigi pengganti
e. Pembawa
f. Kepala lepas
g. Badan mesin
c. Pemegang benda kerja
h. Cekam rahang tiga
i. Cekam rahang empat
j. Plat pembawa
d. Bagian pendukung
k. steady rest
l. follower rest
m. senter
n. koled
2.
Drilling
o. Dudukan (base)
p. Tiang (column)
q. Meja (table)
r. Mata bor (drill)
s. Spindle & spindle head
t. Drill feed handle
u. kelistrikan

Nazeila ivana Amarallis |4 | Write the name of the subject

Referensi
Arifin, A., 2015. Prinsip Kerja Mesin Bubut (Turning Machine). [Online]
Available at: http://achmadarifin.com/pemesinan/prinsip-kerja-mesin-bubutturning-machine
[Diakses 17 September 2016].
Education, V., t.thn. Proses Permesinan = proses Pemotongan Logam. [Online]
Available at: https://www.scribd.com/doc/165173573/Kumpulan-Proses-Pemesinan
[Diakses 17 September 2016].
Eko Sulistyono, d., 1996. SEMINAR MATERIAL '96. Seprong, Puslitbang Metalurgi
LIPI.
freeEDUCATION, 2016. Proses Pembuatan Poros Engkol (Crankshaft). [Online]
Available at: https://www.youtube.com/watch?v=YItMvh1wrmM
[Diakses 17 September 2016].
Kane, J., 2015. Contemporary Crankshaft Design. [Online]
Available at: http://www.epieng.com/piston_engine_technology/crankshaft_design_issues.htm
[Diakses 18 September 2016].
Pratam, F., 2013. Klasifikasi, Perbedaan, Kelebihan Kekurangan. [Online]
Available at: https://www.scribd.com/doc/178453954/Klasifikasi-PerbedaanKelebihan-Kekurangan
[Diakses 18 September 2016].
Shuvit, E., 2012. Perbedaan Proses Drilling. [Online]
Available at: https://www.scribd.com/doc/94560435/Perbedaan-Proses-Drilling
[Diakses 18 September 2016].
temonsoejadi, 2012. Turning and Milling. [Online]
Available at: https://temonsoejadi.com/2012/12/02/turning-and-milling/
[Diakses 17 September 2016].
Vei, A., 2016. Bagian-Bagian Utama Mesin Bor. [Online]
Available at: http://news.ralali.com/bagian-bagian-utama-mesin-bor/
[Diakses 19 September 2016].
Willycar, 2014. Fungsi dan Cara Kerja Crankshaft / Poros Engkol. [Online]
Available at: https://willycar.com/2014/04/03/fungsi-dan-cara-kerja-crankshaftporos-engkol/
[Diakses 18 September 2016].

Nazeila ivana Amarallis |5 | Write the name of the subject

Nazeila ivana Amarallis |6 | Write the name of the subject