Anda di halaman 1dari 13

PEMADATAN

Tanah juga digunakan sebagai tanah timbunan. Untuk situasi tersebut maka pemadatan sering
dilakukan. Maksud dari pemadatan adalah :
1. Mempertinggi kuat geser tanah
2. Mengurangi sifat mudah mampat
3. mengurangi permeabilitas
4. mengurangi perubahan volume sebagai akibat perubahan kadar air dan lain-lain.
Untuk mencari hubungan kadar air dan berat volume, dan untuk mengevaluasi tanah agar
memenuhi persyaratan kepadatan, perlu diadakan pengujian pemadatan. Proctor (1933) telah
mengamati bahwa ada hubungan yang pasti antara kadar air dan berat volume kering supaya tanah
padat. Selanjutnya, terdapat satu nilai kadar air optimum tertentu untuk mencapai nilai berat volume
kering maksimumnya.
Derajat kepadatan tanah diukur dari berat volume keringnya. Hubungan berat volume kering
(d) dengan berat volume basah (b) dan kadar air ( w ) , dinyatakan dalam persamaan:

Prinsip kerja Proctor


Alat pemadatan berupa silinder mould yang mempunyai volume 9,44 x 10-4 m3. Tanah di dalam
mould dipadatkan dengan penumbuk yang beratnya 5 kg dengan tinggi jatuh 30,5 cm. Tanah
dipadatkan dalam tiga lapisan dengan tiap lapisan ditumbuk 25 kali pukulan (tanah dengan diameter
> 20 mm lebih dulu singkirkan). Di dalam "pengujian berat", mould yang digunakan masih tetap
sama, hanya berat penumbuk diganti dengan yang 4,5 kg dengan tinggi jatuh penumbuk 40,8 cm.
Pada percobaan ini, butiran tanah dengan diameter > 20 mm juga harus singkirkan dengan
ditumbuk dalam 5 lapisan.

Gambar 1; alat uji proctor


Dalam pengujian dilakukan sebanyak lima kali dengan memvariasikan kadar air pada setiap
percobaan. Setelah itu dibuat sebuah grafik hubungan kadar air dan berat volume keringnya seperti
pada gambar 2 dibawah ini.

Gambar 2; kurva hubungan kadar air dan berat volume kering


Persamaan untuk menghitung volume kering maksimum :

Berat volume kering setelah pemadatan pada kadar air w dengan kadar udara A dapat dihitung
dengan persamaan:

Untuk suatu kadar air tertentu, berat volume kering maksimum secara teoritis didapat bila
pada pori-pori tanah tidak ada udara lagi, yaitu pada saat dimana derajat kejenuhan tanah sama
dengan 100%. Jadi berat volume kering maksimum pada suatu kadar air tertentu dengan
kondisi zero air voids (pori-pori tanah tidak mengandung udara sama sekali) dapat ditulis
sebagai :
zav

Gs w
1 e

Dimana :
zav = berat volume pada kondisi zero air voids
w

= berat volume air

= angka pori

Gs

= berat spesifik butiran padat tanah

Untuk keadaan tanah jenuh 100%, e = w Gs

Gambar 3; Hasil Uji pemadatan proctor standar untuk lempung berlanau

Dimana w = kadar air


Untuk mendapatkan variasi dari zav terhadap kadar air, gunakanlah prosedur berikut:
1. Tentukan berat spesifik butiran padat tanah.
2. Cari berat volume air (w ).
3. Tentukan sendiri beberapa harga kadar air w, misalnya 5%, 10%, 15%, . . . dan
seterusnya.
4. Gunakan Persamaan diatas untuk mencari zav dari kadar-kadar air tersebut.
Gambar 3 juga menunjukkan variasi dari zav terhadap kadar air dan tempat kurva tersebut terhadap kurva pemadatan. Dalam keadaan apapun, kurva pemadatan tidak mungkin
memotong (menjadi di sebelah kanan) kurva zero air voids tersebut.
Pemadatan Tanah di Lapangan
Bisa dilakuan dengan uji Sand Cone dan balon karet (rubber baloon)

PERMEABILITAS
Permeabilitas adalah sifat bahan berpori yang memungkinkan aliran rembesan dari cairan yang
berupa air atau minyak mengalir melewati rongga porinya. Pori-pori tanah saling berhubungan satu
dengan lainnya. Sehingga air dapat mengalir dari titik yang mempunyai tinggi energi lebih tinggi,
ke titik yang mempunyai tinggi energi lebih rendah.
1. Gradien Hidrolik
Aliran air arah horizontal lewat tabung berisi tanah dilukiskan pada gambar 1. Ketinggian air di
dalam pipa piezometer menunjukkan tekanan air pada titik tersebut. Ketinggian air dalam pipa
disebut elevasi piezometrik, sedangkan tekanan air pada kedalaman ini disebut tekanan piezometrik
(piezometric head), yaitu ketinggian kolam air hA atau hB di dalam pipa ukur dalam milimeter atau
meter di atas titiknya.

Gambar1. Aliran rembesan dalam tanah


Ketinggian air dengan tekanan atmosfer nol, didefinisikan sebagai permukaan air tanah atau
permukaan freatis. Kondisi artesis dapat terjadi jika lapisan tanah miring dengan permeabilitas
tinggi diapit oleh lapisan tanah dengan permeabilitas rendah.
Menurut persamaan Bernoulli, tinggi total pada suatu titik di dalam air yang mengalir dapat
dinyatakan sebagai penjumlahan dari tinggi tekanan, tinggi kecepatan dan tinggi elevasi

Apabila persamaan Bernoulli dipakai untuk air yang mengalir melalui pori-pori tanah, maka bagian
dari persamaan yang mengandung tinggi kecepatan dapat diabaikan.

Kehilangan energi antara dua titik A dan B

Kehilangan energi, h dapat dinyatakan dalam bentuk persamaan tanpa dimensi

Dimana :
i

= gradien hidrolik

= jarak antara titik A dan B, yaitu panjang aliran air dimana


kehilangan tekanan terjadi

1. Hukum Darcy
Darcy memperkenalkan suatu persamaan sederhana yang digunakan untuk menghitung aliran air
dalam tanah jenuh :
v = ki
dimana :
v

= kecepatan aliran, yaitu banyaknya air yang mengalir dalam satuan waktu melalui
suatu satuan luas penampang melintang tanah yang tegak lurus arah alirannya

= koefisien rembesan

2. Koefisien Rembesan
Koefisien rembesan (coefficient of permeability) mempunyai satuan yang sama seperti
kecepatan. Istilah koefisien rembesan sebagian besar digunakan oleh para ahli teknik tanah
(geoteknik), para ahli geologi menyebutnya sebagai konduktivitas hidrolik (hydraulic conductivity).
Bilamana satuan Inggris digunakan, koefisien rembesan dinyatakan dalam ft/menit atau ft/hari, dan
total volume dalam ft3. Dalam satuan SI, koefisien rembesan dinyatakan dalam cm/detik, dan total
volume dalam cm3.
Koefisien rembesan tanah adalah tergantung pada beberapa faktor, yaitu: kekentalan cairan,
distribusi ukuran-pori, distribusi ukuran-butir, angka pori, kekasaran permukaan butiran tanah, dan
derajat kejenuhan tanah. Pada tanah berlempung, struktur tanah memegang peranan penting dalam
menentukan koefisien rembesan. Faktor-faktor lain yang mempemgaruhi sifat rembesan tanah
lempung adalah konsentrasi ion dan ketebalan lapisan air yang menempel pada butiran lempung.
Harga koefisien rembesan ( k ) untuk tiap-tiap tanah adalah berbeda-beda. Beberapa harga
koefisien rembesan diberikan dalam Tabel 1. Harga-harga koefisien rembesan

3. Penentuan Koefisien Rembesan di Laboratorium


a. Uji Tinggi Konstan

= volume air yang dikumpulkan

= luas penampang melintang contoh tanah

= waktu yang digunakan untuk mengumpulkan air

b. Uji Tinggi Jatuh

q = jumlah air yang mengalir melalui contoh tanah persatuan waktu


a

= luas penampang melintang pipa tegak

A = luas penampang melintang contoh tanah


Pengaruh Temperatur Air tehadap Harga k

Dimana :

Untuk mudahnya, harga k biasanya dinyatakan pada temperatur 20C dan berat volume air
selama percobaan dianggap tetap (W(T1) (W(T2). Jadi, Persamaan diatas menjadi:

Harga-harga

untuk uji yang temperaturnya bervariasi dari 13C sampai dengan

30C dapat dilihat pada grafik yang diberikan dalam Gambar 4.

Contoh :