Anda di halaman 1dari 2

Tugas Minggu Pertama

Andri Sukmana | Anggi Yusuf | Anik Isnaini | Antonius Soco Rusarditya R.

Akuntansi Forensik
Akuntansi forensik muncul karena pesatnya perkembangan fraud yang terjadi, untuk
mengungkapkan fraud tersebut diperlukan ilmu mengenai akuntansi forensik. Istilah
akuntansi forensik merupakan terjemahan dari forensic accounting. Menurut Meriam
Websters Collegiate Dictionary dalam Tuanakotta (2010 : 5) pengertian forensik dapat
diartikan yang berkenaan dengan pengadilan atau berkenaan dengan penerapan
pengetahuan ilmiah pada masalah hukum.
Definisi akuntansi forensik menurut Hopwood et al (2008 : 3) yaitu forensic accounting is
the application of investigative and analytical skills for the purpose of resolving financial
issues in a manner that meets standards required by courts of law.
Dengan terjemahan sebagai berikut, akuntansi forensik adalah aplikasi keterampilan
investigasi dan analitik yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah-masalah keuangan
melalui cara-cara yang sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh pengadilan dan hukum.
Menurut Tuanakotta (2010 : 4) akuntansi forensik ialah penerapan disiplin akuntansi dalam
arti luas, termasuk auditing, pada masalah hukum untuk penyelesaian hukum di dalam atau di
luar pengadilan.
Menurut
Bologna
dan
Lindquist
yang
dikutip
dalam
Crumbley
dan
Apostolou (2002 : 17) mendefenisikan akuntansi forensik sebagaiforensic and investigative
accounting is the application of financial skills and an investigative mentality to unresolved
issues, conducted within the context of the rules of evidence.
Dengan terjemahan sebagai berikut, akuntansi forensik dan investigasi adalah aplikasi
kecakapan finansial dan sebuah mentalitas penyelidikan terhadap isu-isu yang tak
terpecahkan, yang dijalankan dalam konteks rules of evidence.
Menurut de Lorenzo (1993 : 23) mendefenisikan akuntansi forensic forensic accounting
could be described as the application of accounting knowledge and skills to legal problems,
though in todays complex commercial environment the meaning and use of the term is much
broader.
Dari beberapa pengertian akuntansi forensik di atas, dapat disimpulkan bahwa akuntansi
forensik adalah penerapan disiplin akuntansi yang berdasarkan pada keterampilanketerampilan dalam menginvestigasi dan menganalisis yang bertujuan untuk
menyelesaikan masalah keuangan yang dilakukan berdasarkan peraturan-peraturan yang
ditetapkan oleh hukum. Akuntansi forensic biasanya fokus pada area-area tertentu (misalnya
penjualan, atau pengeluaran tertentu) yang diindikasikan telah terjadi tindak fraud
baik dalam laporan pihak dalam atau orang ketiga atau, petunjuk terjadinya fraud.

Audit Investigatif
Seiring dengan waktu, perkembangan akuntansi forensik menjadi lebih kompleks yakni
melibatkan satu bidang lagi yaitu audit. Berkembangnya kompleksitas bisnis dan semakin
terbukanya peluang usaha dan investasi menyebabkan risiko terjadinya fraud semakin tinggi.
Mengacu ke berbagai kasus baik di dalam maupun di luar negeri menunjukkan bahwa fraud
dapat terjadi di mana saja. Dalam rangka memperkecil kerugian akibat fraud dan
memperbaiki sistem pengendalian maka jika ada indikasi kuat terjadi suatu fraud, perusahaan
diharapkan mengambil langkah yang tepat dengan melakukan audit investigasi.
Pelaksanaan audit investigasi lebih mendasarkan kepada pola pikir bahwa untuk
mengungkapkan suatu kecurangan auditor harus berpikir seperti pelaku fraud itu sendiri,
dengan mendasarkan pelaksanaan prosedur yang ditetapkan baik pada tahap perencanaan,
pelaksanaan, pelaporan hingga tindak lanjut pemeriksaan.
Menurut Herlambang (2011) audit investigasi yaitu suatu bentuk audit atau pemeriksaan yang
bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengungkap kecurangan atau kejahatan
dengan menggunakan pendekatan, prosedur atau teknik-teknik yang umumnya digunakan
dalam suatu penyelidikan atau penyidikan terhadap suatu kejahatan.
Jack Bologna dan Paul Shaw yang dikutip dalam Amin Widjaja (2005 : 36) mengatakan
akuntansi forensik kadangkadang disebut audit penipuan, adalah keterampilan yang
melampaui alam penggelapan dan penipuan manajemen perusahaan, atau penyuapan
komersial. Memang, keterampilan akuntansi forensic melampaui wilayah umum kejahatan
berkerah.
Association of Certified Fraud Examiner seperti yang dikutip oleh Widjaja (2005 : 36),
mendefenisikan audit investigasi sebagai berikut audit kecurangan merupakan suatu
pendekatan awal (proaktif) untuk mendeteksi penipuan keuangan, dengan menggunakan
catatan akuntansi dan informasi, hubungan analitis dan kesadaran perbuatan penipuan dan
upaya penyembunyian.
Dari ketiga definisi audit investigasi di atas, dapat disimpulkan bahwa audit investigasi
merupakan suatu cara yang dapat dilakukan untuk mendeteksi dan memeriksa fraud terutama
dalam laporan keuangan yang kemungkinan sedang atau sudah terjadi menggunakan keahlian
tertentu dari seorang auditor (teknik audit).