Anda di halaman 1dari 10

Contoh Teks Berita Singkat

Selamat siang para pendengar yang budiman,


Kembali kami Gema FM bergabung ke tengah-tengah Anda sekalian dalam segmen Infotek,
Info Teknologi. Saya, Diva Astuti akan mengetengahkan sebuah topik menarik untuk Anda
semua.
Pendengar yang berbahagia, beberapa tahun belakangan ini istilah knowledge management
(pengelolaan pengetahuan atau pemikiran) atau KM menjadi bahasan di banyak disiplin
ilmu, terutama yang terkait dengan manajemen dan teknologi informasi.
Kini istilah KM pun mulai menenggelamkan popularitas istilah information management
(pengelolaan informasi yang berhubungan dengan komputer) atau IM. Pendengar yang
setia, apa sebenarnya perbedaan karakteristik dua istilah ini, dan bagaimana penerapannya
dalam dunia teknologi informasi?
IM merupakan suatu teknik pengaturan atau organisasi agar informasi mudah dicari dan
digunakan oleh pemakai. Hal yang termasuk dalam proses manajemen informasi, antara lain
pengumpulan informasi, pengolahan informasi, kemas ulang informasi, serta temu kembali
informasi.
Pendengar yang berbahagia, KM adalah teknik membangun suatu lingkungan pembelajaran
atau learning environment. Dengan demikian, orang-orang di dalamnya terus termotivasi
untuk terus belajar, memanfaatkan informasi yang ada, serta pada akhirnya mau berbagi
informasi yang diperoleh.
Hal yang termasuk dalam proses manajemen pengetahuan, antara lain pembelajaran dan
berbagi pengetahuan. Para pendengar setia, tetaplah di gelombang ini untuk menyimak info
selanjutnya. Namun sebelum itu, simaklah sebuah lagu berikut.
Sangat diperlukan konsentrasi yang cukup untuk dapat memahami berita yang disampaikan
melalui media televisi atau radio. Hal ini dikarenakan sifat berita yang disampaikan hanya
dibacakan satu kali atau tidak ada pengulangan.
Artinya, kalian tidak dapat mengulang kembali berita tersebut sebagaimana kita mengulang
lagu dari kaset ataupun CD. Adapun untuk memahami berita yang kalian dengar, kalian tidak
perlu menyimak berita tersebut secara kata per kata atau bahkan menghafalnya.
Kalian dapat memahami isi berita yang kalian dengar cukup dengan memahami pokok-pokok
isi beritanya. Adapun pokok isi kelengkapan dari sebuah berita meliputi unsur apa, siapa, di
mana, kapan, mengapa, dan bagaimana, berkenaan dengan berita yang disampaikan.

Menemukan Pokok-pokok Berita


Berdasarkan berita singkat yang kalian dengar, kalian dapat menemukan kelengkapan unsur
berita yang kalian dengar seperti berikut ini.
1. Apakah hal yang disampaikan dalam berita tersebut?
Informasi tentang IM dan KM.
2. Siapa yang menyampaikan berita tersebut?
Diva Astuti (penyiar radio Gema FM).
3. Kapan berita tersebut disampaikan?
Pada segmen Infotek radio Gema FM (siang hari).
4. Kapan KM menjadi lebih populer dibandingkan IM?
Pada akhir-akhir ini.
5. Di mana berita tersebut disampaikan?
Di radio Gema FM.
6. Mengapa KM menjadi lebih populer dibanding IM?
Karena KM sedang banyak menjadi pembahasan dalam berbagai disiplin ilmu.
7. Bagaimana KM menjadi banyak dibahas dibandingkan IM?
KM memiliki cakupan yang lebih mengarah pada termotivasinya seseorang untuk terus
belajar, memanfaatkan informasi yang ada, serta pada akhirnya mau berbagi informasi yang
diperole

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945


Pembukaan (Preambule)
Bahwa / sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa / dan oleh sebab itu / maka
penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, / karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan
dan perikeadilan. //
Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia / telah sampailah kepada saat yang
berbahagia / dengan selamat / sentosa / mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu
gerbang kemerdekaan negara Indonesia, / yang merdeka, / bersatu, / berdaulat, / adil, dan
makmur. //
Atas berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa / dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, /
supaya ber kehidupan kebangsaan yang bebas / maka rakyat Indonesia menyatakan dengan
ini kemerdekaan nya. //
Kemudian daripada itu, / untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia /
yangmelindungi segenap bangsa Indonesia / dan seluruh tumpah darah Indonesia / dan
untuk memajukan kesejahteraan umum, / mencerdaskan kehidupan bangsa, / dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia / yang berdasarkan kemerdekaan, / perdamaian abadi / dan
keadilan sosial, / maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu
Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, / yang terbentuk dalam suatu susunan Negara
Republik Indonesia / yang berkedaulatan rakyat / dengan berdasarkan kepada: // Ketuhanan
Yang Maha Esa, / Kemanusiaan yang adil dan beradab, / Persatuan Indonesia, / dan
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, /
serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. //
ada tanda penjeda, yaitu;
1. Garis miring satu: /; (sejenak)
2. Garis miring dua: //; (berhenti agak lama)

Makalah Tema: "Demokrasi Indonesia"


Judul: Demokrasi dalam Pemilihan Umum

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
A. Latar Belakang
B. Identifikasi Masalah dan Rumusan Masalah
C. Tinjauan Demokrasi dan Pemilu
D. Pembahasan
- Bagaimana proses berjalannya demokrasi dalam pemilu?
- Bagaimana pengawasan berjalannya demokrasi dalam pemilu?
PENUTUP
E. Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA

Kata Pengantar

Assalamualaikum Wr.Wb
Puji syukur kami penjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya
sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang
berjudul Demokrasi Pancasila. Penulisan makalah ini merupakan salah
satu tugas yang diberikan dalam mata kuliah Pendidikan
Kewarganegaraan
Dalam Penulisan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan baik
pada teknis penulisan maupun materi makalah ini, untuk itu saya
menyampaikan ucapan mohon maaf apabila ada kesalahan dalam
penyampaiannya. Saya ucapkan pula rasa terima kasih yang sebesarbesarnya kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan

makalah ini, khususnya kepada Dosen kami yang telah memberikan tugas
dan petunjuk kepada kami.

A.

Latar Belakang
Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu
negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warga
negara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut.
Konsep demokrasi menjadi sebuah kata kunci tersendiri dalam bidang
ilmu politik. Hal ini menjadi wajar, sebab demokrasi saat ini disebut-sebut
sebagai indikator perkembangan politik suatu negara.
Indonesia merupakan salah satu negara yang menerapkan sistem politik
demokrasi. Demokrasi yang diterapkan di Indonesia mempunyai slogan
yaitu dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Salah satu sarana dari
sistem politik demokrasi di Indonesia yaitu Pemilihan Umum(Pemilu).
Pemilihan umum merupakan wujud dari kebebasan berpendapat dan
kebebasan berserikat. Pemilihan umum di Indonesia menganut asas
Luber yang merupakan singkatan dari Langsung, Umum, Bebas dan
Rahasia. Asal Luber sudah ada sejak zaman Orde Baru. Kemudian di
era reformasi berkembang pula asas Jurdil yang merupakan singkatan
dari Jujur dan Adil.
B.

IDENTIFIKASI MASALAH DAN PERUMUSAN MASALAH

Dari latar belakang di atas maka permasalahan yang akan dibahas dalam
makalah ini ialah:
1.
Bagaimana proses berjalannya demokrasi dalam pemilu?
2.
Bagaimana pengawasan berjalannya demokrasi dalam pemilu?
C.

TINJAUAN PUSTAKA

Pengertian Demokrasi dan Pemilu


Kata demokrasi berasal dari kata yunani kuno yang terdiri dari dua kata
yaitu kata demokrasi berasal dari dua kata, yaitu demos yang berarti
rakyat, dan kratos/cratein yang berartipemerintahan, sehingga dapat
diartikan sebagai pemerintahan rakyat, atau yang lebih kita kenal sebagai
pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.
Dieter Nohlen mendefinisikan sistem pemilihan umum dalam 2
pengertian, dalam arti luas dan dalam arti sempit. Dalam arti luas, sistem

pemilihan umum adalah segala proses yang berhubungan dengan hak


pilih, administrasi pemilihan dan perilaku pemilih dan dalam pengertian
sempit sistem pemilihan umum adalah cara dengan mana pemilih dapat
mengekspresikan pilihan politiknya melalui pemberian suara, di mana
suara tersebut ditransformasikan menjadi kursi di parlemen atau pejabat
publik.
Menurut Austin Ranney ada delapan kriteria pokok bagi pemilu
demokratis, yaitu
a. Hak pilih umum. Pemilu hanya disebut demokratis bila semua warga
negara dewasa menikmati hak pilih pasif maupun aktif.
Kalau toh dilakukan pembatasan, hal itu harus ditentukan secara
demokratis, yaitu melalui undang-undang. Dalam kehidupan modern,
pembatasan itu hanya bisa dipahami bila didasarkan pada
ketidakmampuan seseorang untuk menerima tanggung jawab sosial
kenegaraannya seperti terjadi pada orang gila atau pelaku tindak
kriminal tertentu atau anak-anak di bawah usia tertentu.
b. Kesetaraan bobot suara.Harus ada jaminan bahwa suara tiap-tiap
pemilih diberi bobot yang sama, artinya tidak boleh ada sekelompok
warga negara , apapun kedudukan, sejarah kehidupan, dan jasa-jasanya,
yang memperoleh lebih banyak wakil dari warga lainnya. Kalau miaslnya
ditentukan bahwa setiap kursi parlemen berharga 420.000 suara, maka
harus ada jaminan bahwa tak ada sekelompok warga negara pun yang
jumlahnya kurang dari kuota tersebut mendapat satu atau bahkan lebih
kursi di parlemen.
c. Tersedianya pilihan yang signifikan. Hak pilih maupun bobot suara
yang setara antar sesama pemilih itu kemudian harus dihadapkan pada
pilihan-pilihan yang cukup signifikan. Perbedaan pilihan itu bisa sangat
sederhana, seperti perbedaan antara dua orang atau lebih calon, atau
perbedaan yang lebih rumit antara dua atau lebih garis politik/ program
kerja yang berlainan, sampai ke perbedaan antara dua atau lebih ideologi.
d. Kebebasan nominasi. Melalui organisasi masing-masing keompok
rakyat membina, menyeleksi, dan menominasikan calon-calon yang
mereka nilai mampu menerjemahkan kebijakan organisasi dalam
penyelenggaraan pemerintahan negara. Jadi, di dalam kebebasan
berorganisasi itu secara implisit terkandung pula prinsip kebebasan
menominasikan calon wakil rakyat. Sebab hanya dengan cara itulah
pilihan-pilihan yang signifikan dapat dijamin dalam proses pemilihan
umum.
e. Persamaan hak kampanye. Program kerja dan calon unggulan tidak
akan bermakna apa-apa jika tidak diketehui oleh massa pemilih. Oleh
karena itu, kampanye menjadi amat penting kedudukannya dalam proses
pemilu. Melalui proses inilah massa pemilih diperkenalkan dengan para
calon dan program kerja para kontestan pemilu.

f.
Kebebasan dalam memberikan suara. Jika semua prinsip diatas dapat
ditegakkan, masih diperlukan pula jaminan bahwa para pemilih dapat
menentukan pilihannya secara bebas, mandiri, sesuai pertimbanganpertimbangan hati nuraninya. pemberi suara harus terbebas dari berbagai
hambatan fisik maupun mental ( takut, terpaksa, dan sebagainya) dalam
menentukan pilihannya.
g. Penyelenggaraan secara periodik. Pada akhirnya pemilu itu sendiri
harus dilaksanakan secara periodik.
Pemilu tidak boleh diajukan atau diundurkan sekehendak hati penguasa.
Pemilu tidak boleh dijadikan alat penguasa untuk melanggenkan
kekuasaannya. Pemilu justru dimaksudkan sebagai sarana
menyelenggarakan pergantian penguasa secara damai dan terlembaga.
a)

Pengertian Pemilihan Umum

Pemilihan Umum (Pemilu) adalah proses pemilihan orang(-orang) untuk


mengisi jabatan-jabatan politik tertentu. Jabatan-jabatan tersebut
beraneka-ragam, mulai dari presiden, wakil rakyat di berbagai tingkat
pemerintahan, sampai kepala desa. Pada konteks yang lebih luas, Pemilu
dapat juga berarti proses mengisi jabatan-jabatan seperti ketua OSIS atau
ketua kelas, walaupun untuk ini kata 'pemilihan' lebih sering digunakan.
Pemilu merupakan salah satu usaha untuk memengaruhi rakyat secara
persuasif (tidak memaksa) dengan melakukan kegiatan retorika, public
relations, komunikasi massa, lobby dan lain-lain kegiatan. Meskipun
agitasi dan propaganda di Negara demokrasi sangat dikecam, namun
dalam kampanye pemilihan umum, teknik agitasi dan teknik propaganda
banyak juga dipakaioleh para kandidat atau politikus selalu komunikator
politik.
Dalam Pemilu, para pemilih dalam Pemilu juga disebut konstituen, dan
kepada merekalah para peserta Pemilu menawarkan janji-janji dan
program-programnya pada masa kampanye. Kampanye dilakukan selama
waktu yang telah ditentukan, menjelang hari pemungutan suara.
Setelah pemungutan suara dilakukan, proses penghitungan dimulai.
Pemenang Pemilu ditentukan oleh aturan main atau sistem penentuan
pemenang yang sebelumnya telah ditetapkan dan disetujui oleh para
peserta, dan disosialisasikan ke para pemilih. Undang-Undang yang
menjadi dasar pemilu adalah Undang-Undang Rpublik Indonesia Nomor 3
Tahun 1999 tentang Pemilihan Umum.

Pemilihan umum memiliki arti penting sebagai berikut:


- Untuk mendukung atau mengubah anggota dalam lembaga legislatif
- Membentuk dukungan yang mayoritas rakyat dalam menentukan
pemegang kekuasaan eksekutif untuk jangka tertentu

Rakyat melalui perwakilannya secara berkala dapat mengoreksi atau


mengawasi kekuatan eksekutif.
-

Pemilihan umum dapat dibedakan dengan dua cara:


- Cara langsung berarti rakyat secara langsung memilih wakil-wakilnya
yang akan duduk di badan-badan perwakilan rakyat. Contohnya, pemil di
Indonesia untuk memilih anggota DPRD II, DPRD I, dan DPR.
- Cara bertingkat berarti rakyat memilih dulu wakilnya (senat), kemudian
wakilnya itulah yang akan memilih wakil rakyat yang akan duduk di
badan-badan perwakilan rakyat.
D. PEMBAHASAN
Proses berjalannya demokrasi dalam pemilu di Indonesia.
Pemilu-pemilu era Orde Baru pada 1971,1977, 1982, 1987, 1992 dan
1997sekedar sebuah ritual politik lima tahunan yang penuh rekayasa
politik otoritarian yang dicerminkan dalam peraturan perundangundangan yang mengatur Pemilu dan dalam proses pelaksanaan Pemilu.
Dalam orde baru yang terjadi bukanlah
Pemilu dalam arti sebenarnya melainkan seolah-olah Pemilu yang
hasilnya bisa ditebak, karena yang memenangkan suara adalah penguasa
yang lalu yaitu Soeharto.Dalam orde baru terjadi penyelewengan
kekuasaan. Soeharto lebih memusatkan kekuasaan dirinya. Pemilu hanya
bersifat semu saja.
Pemungutan suara untuk Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD
(selanjutnya disebut Pemilu Legislatif) pada hari Kamis tanggal 9 April
2009 terjadi berbagai pelanggaran dalam proses pelaksanaan Pemilu
Legislatif, seperti kekacauan mengenai Daftar Pemilih Tetap (DPT),
banyaknya warga negara yang kehilangan hak pilihnya,money
politic, tertukarnya surat suara, masalah logistik Pemilu, dan sebagainya.
Seharusnya setiap warga negara Indonesia yang sudah berumur 17 tahun
memiliki hak untuk memilih sesuai dengan pasal 28. Hal ini jelas
melanggar kebebasan rakyat.
Pengawasan berjalannya demokrasi dalam pemilu
Penyelenggaraan pemilu yang demokratis seharusnya dijalankan sesuai
dengan asas pemilu yang dianut Indonesia yaitu LUBER DAN JURDIL .Agar
asas pemilu LUBER dan JURDIL dapat terlaksana dilakukan pengawasan.
Pengawasan tersebut bukan hanya dilakukan oleh Panwaslu saja, kita juga
harus berperan dalam pengawasan tersebut. Masyarakat dapat
melakukan pemantauan baik secara langsung maupun tidak langsung
dalam proses berjalannya demokrasi/Pemilu. Pemantauan langsung bisa
dilakukan pada saat proses demokrasi berlangsung misalnya dalam
proses pencoblosan, penghitungan, pendistribusian suara. Serta
pemantauan tidak langsung yang dilakukan dalam proses pra demokrasi
berlangsung misalnya, pemasangan media/atribut kampanye.

Penutup
E. KESIMPULAN
Tahun Pemilu 2014 sudah datang, dimana para Partai Politik mencalonkan
anggotanya dalam Pemilihan Umum Legislatif DPR, DPD, DPRD. Dan tak
kunjung pula Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden baru 2014 tahun ini.
Para calon pun berlomba-lomba membuat cara dan aksi masing-masing
dalam mempromosikan dan memenangkan Pemilu tahun ini, seperti,
memasang poster partai dan calonnya, mengiklankan visi-misi mereka
dll. Pemilihan umum merupakan sarana /cara untuk memilih wakil-wakil
yang akan duduk dalam pemerintahan dan menjalankan roda
pemerintahan dalam kurun waktu tertntu.Pemilu yang demokratis dapat
dilakukan jika antara peserta pemilu dan pemilih melakukan sesuai
dengan asas LUBER DAN JURDIL.
Tetapi, seperti yang kita tahu bahwa, tak sedikit orang yang menghalalkan
segala cara agar memenangkan Pemilu. Seperti, membayar atau
menyuap sejumlah orang untuk ikut mendukung mereka dengan uang
atau sejumlah barang, mensabotase tata cara pemilu atau yang lain. Jadi,
ikutilah hati nurani kalian sebagai pemilih dan janganlah kalian berpikir
untuk Golput atau tidak memilih siapapun, karena pilihan dari kalian lah
yang akan membuat negara ini atau pemerintahan ini akan maju.
SOURCE:
http://rosayunita.wordpress.com/2012/11/25/demokrasi-dalam-pemilu-diindonesia/
http://www.tugasku4u.com/2013/07/makalah-demokrasi-pancasila.html
http://iqbalpunyablo.blogspot.com/2013/09/makalah-demokrasi-danpemilu.html

1. Contoh Teks Berita tentang Kecelakaan


Berikut ini adalah contoh teks berita tentang peristiwa kecelakaan kereta api
yang terjadi baru-baru ini, selasa 15/12/2015 di Medan.

Keluar Jalur, Kereta Api Sri Lelawangsa Tabrak Tembok Pembatas Rel
Empat rangkaian gerbong kereta jurusan Medan-Binjai keluar dari jalur dan
menabrak tembos pembatas rel di kawasan Jalan M.T Haryono kota Medan,
Selasa (15/12/2015) (What, Where, When)

Peristiwa ini membuat warga setempat panik, pasalnya rangkaian kereta ini tibatiba memasuki jalur rel yang telah lama ditutup atau tidak difungsikan lagi.

Kereta penumpang Sri Lelawang Syah jurusan Medan-Binjai ini melaju kencang
hingga pindah ke jalur kosong yang buntu dan tidak terintegrasi ke jalur lainnya
sehingga menabrak tembok pembatas yang berada sekitar 100 meter dari
stasiun besar kereta api Medan. (How)

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Di duga kereta tiba-tiba
berpindah jalur karena ada kelalaian operator. Namun, kepala stasiun besar
kereta api Medan, Nahruddin, yang tiba dilokasi kejadian belum memberikan
keterangan terkait penyebab kecelakaan ini. (Why, Who)
2. Contoh Teks Berita tentang Kebakaran
Contoh teks berita berikut ini adalah tentang peristiwa kebakaran yang belum
lama ini terjadi:
Kebakaran Landa Pasar Sukaramai Pekanbaru
Kebakaran terjadi di pasar Sukaramai Pekanbaru Riau, Selasa sore (8/12/15)
membuat panik pedagang yang berusaha menyelamatkan barang dagangan
mereka. (What, Where, When)

Api menghanguskan kios dan toko pedagang di lantai dasar. Petugas pemadam
kebakaran kesulitan memadamkan api karena terhambat kepulan asap hitam.
(What, Why)

Untuk memadamkan api petugas berusaha menembus ruangan yang terbakar di


lantai dasar. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan Polresta Pekanbaru.
(How, Why)