Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit Islam At Tin Husada
adalah melalui pelayanan penunjang medis, salah satunya dalam upaya pengelolaan linen di
rumah sakit. Linen di rumah sakit dibutuhkan disetiap ruangan, kebutuhan akan linen di setiap
ruangan ini sangat bervariasi baik jenis, jumlah dan kondisinya. Alur pengelolaan linen cukup
panjang, membutuhkan banyak keterlibatan tenaga kesehatan dengan bermacam- macam
klasifikasi. Untuk mendapatkan kualitas linen yang baik, nyaman dan siap pakai diperlukan
perhatian khusus seperti kemungkinan terjadinya pencemaran infeksi dan efek penggunaan
bahan kimia.
B. TUJUAN UMUM
1. Untuk meningkatkan mutu pelayanan linen di rumah sakit.
C. TUJUAN KHUSUS
1. Sebagai pedoman dalam memberikan pelayanan linen di rumah sakit.
2. Sebagai pedoman kerja untuk mendapatkan linen yang bersih, kering, rapi, utuh dan siap
pakai.
3. Sebagai panduan dalam meminimalisasi kemungkinan untuk terjadinya infeksi silang.
4. Untuk menjamin tenaga kesehatan, pengunjung dan lingkungan dari bahaya potensial.
5. Untuk menjamin ketersediaan linen di setiap unit di rumah sakit.
D. DASAR PELAYANAN LINEN DI RUMAH SAKIT ISLAM AT TIN HUSADA
1. UU No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan
2. UU No. 23 tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup
3. UU No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja
4. PP No. 85/1999 tentang perubahan PP No. 18 tahun 1999 tentang pengelolaan limbah
berbahaya dan racun
5. PP No. 20 tahun 1990 tentang pencemaran air
6. PP No. 27 tahun 1999 tentang AMDAL
7. Permenkes RI No. 472/Menkes/Peraturan/V/1996 tentang penggunaan bahan berbahaya
bagi kesehatan
8. Permenkes No. 416/Menkes/Per/XI/1992 tentang penyediaan air bersih dan air minum
9. Permenkes No. 986/Menkes/Per/XI/1992 tentang penyehatan lingkungan rumah sakit
10. Keputusan Menteri Kesehatan Ri No. 983/Menkes/SK/XI/1992 tentang pedoman
organisasi rumah sakit
11. Pedoman sanitasi rumah sakit di Indonesia tahun 1992 tentang pengelolaan linen
12. Buku pedoman infeksi Nosokomial tahun 2001
E. KEBIJAKAN INSTALASI LAUNDRY
1. Semua linen kotor dari ruang rawat inap, rawat jalan, OK, ICU, VK dan IGD harus
ditempatkan pada tempat yang sudah disediakan.
2. Linen yang tidak terkontaminasi diletakkan pada bak yang bertuliskan linen kotor non
infeksius, Linen yang terkontaminasi (terkena noda darah, muntahan, kotoran dll) harus
diletakkan pada bak yang bertuliskan linen kotor terkontaminasi, linen, sedangkan linen

kotor yang berasal dari penyakit menular ditempatkan pada bak bertuliskan linen kotor
infeksius.
3. Petugas laundry mengambil linen kotor dengan menggunakan trolly linen kotor
4. Petugas laundry mencatat jumlah linen dari masing-masing ruang rawat inap maupun
rawat jalan pada form pengambilan linen
5. Linen kotor yang infeksius dimasukkan pada kantong plastik warna kuning
6. Semua linen kotor yang diambil dari ruang rawat inap, rawat jalan, OK, ICU, VK dan IGD
selanjutnya dikirim di instalasi laundry
7. Linen kotor non infeksius direndam dengan menggunakan desinfectan kemudian baru
dimasukkan kedalam mesin cuci
8. Linen kotor yang terkontaminasi dibersihkan terlebih dahulu dan direndam dengan
menggunakan desinfectan, kemudian dimasukkan kedalam mesin cuci
9. Linen kotor infeksius direndam dengan menggunakan desinfectan selama 24 jam
kemudian baru dimasukkan kedalam mesin cuci
10. Semua linen yang telah selesai dicuci selanjutnya dilakukan penjemuran, dan setelah
kering langsung dilakukan penyetrikaan
11. Kelompokkan linen bersih berdasarkan form pengambilan linen dari masing-masing
ruang.
12. Petugas laundry mengantarkan linen bersih di masing-masing ruang rawat inap maupun
rawat jalan dengan menggunakan trolly linen bersih, dan mencatat tanggal pengembalian
linen bersih dari masing-masing ruang

BAB II
GAMBARAN UMUM RUMAH SAKIT ISLAM AT TIN HUSADA

Gagasan pendirian RSI At Tin Husada Ngawi adalah kebutuhan masyarakat akan
pelayanan kesehatan yang memadai. Dengan sepenuh hati memberikan layanan yang optimal,
keramahan, dan rasa kekeluargaan terhadap pasien dengan mengimplementasikan nilai-nilai
keagamaan di dalamnya sehingga didirikanlah Rumah Sakit yang bernafaskan Islam yaitu Rumah
Sakit Islam At Tin Husada.
Rumah Sakit Islam At Tin Husada didirikan pada tahun 2010, oleh Hj. Sri Yatin, SE.
Bangunan megah ini didirikan berdasarkan Akta notaris nomor 22 tanggal 13 Desember 2010.
Pada awal pembangunan, bangunan rumah sakit terdiri dari 3 lantai, berdiri pada tanah seluas
3.452,4 m2 terletak di Jl. Raya Ngawi Solo km 4 Watualang Ngawi. Pada tanggal 26 Mei 2014,

rumah sakit mulai beroperasi dan diresmikan oleh Bapak Bupati H. Budi Sulistiyono. Rumah sakit
ini didirikan sebagai sarana pemeliharaan kesehatan bagi warga dan masyarakat ngawi
khususnya dan karisedenan madiun pada umumnya. Bangunan ini terdiri dari IGD, rawat inap,
rawat jalan, ICU, OK, pemulasaran jenazah, Intalasi Gizi, dan Instalasi Laundry.
Salah satu sarana pendukung rumah sakit Islam At Tin Husada adalah instalasi laundry.
Ruang ini berada dibagian gedung paling belakang dengan luas gedung 300 m2 .Tempat ini terdiri
dari ruang penyimpanan linen, ruang menyetrika+pengemasan, ruang pencucian, ruang
penjemuran, dan kamar mandi. Bangunan di Rumah sakit At Tin Husada dilengkapi dengan
adanya IPAL. Semua hasil pencucian airnya langsung dialirkan menuju IPAL, sehingga tidak
menimbulkan pencemaran.

BAB III
VISI, MISI, TUJUAN, DAN MOTTO RSI AT TIN HUSADA

VISI, MISI, TUJUAN, DAN MOTTO RSI AT TIN HUSADA


A. VISI
Menjadi Rumah Sakit Islam dengan pelayanan kesehatan yang professional dan
mengedepankan kualitas pelayanan, fasilitas, peralatan dan Sumber Daya Manusia secara
paripurnadi Jawa Timur
B. MISI
1. Memberikan Pelayanan kesehatan prima dan bermutu secara efektif, efisien dan
manusiawi dalam suasana yang ramah bagi pasien dan keluarganya
2. Mencapai standart Profesi yang terbaik dalam pelayanan kesehatan melalui pendidikan
dan penelitian inovatif

3. Menjunjung tinggi iklim kerja yang islami berdasarkan kemanusiaan, kesejawatan,


kerjasama, disiplin dan tanggung jawab
4. Menciptakan suasana ilmiah dalam lingkungan rumah sakit
C. TUJUAN
1. Memberikan pelayanan kesehatan yang islami melalui teknologi medis yang tepat
berdasarkan standart profesi yang paling tinggi
2. Menyelenggarakan pendidikan dan penelitian sesuai kebutuhan staf medis, paramedis,
maupun non medis dan tuntutan pengembangan standart pelayanan kesehatan
3. Menciptakan suasana islami yang menyenangkan serta nyaman bagi karyawan, pasien
dan keluarganya dalam kepedulian dan kasih saying
4. Pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana yang optimal
D. MOTTO

Layanan Islami Profesional dengan hati


VISI, MISI, TUJUAN, DAN MOTTO INSTALASI LAUNDRY
A. VISI
Menjadi Rumah Sakit Islam dengan pelayanan kesehatan yang professional dan
mengedepankan kualitas pelayanan, fasilitas, peralatan dan Sumber Daya Manusia secara
paripurna terutama untuk sterilisasi kebersihan Linen di bidang Laundry
B. MISI
1. Memberikan Pelayanan kebersihan linen yang steril dan bermutu secara efektif dan
efisien bagi pasien dan petugas rumah sakit
2. Mencapai standart Profesi yang terbaik dalam pelayanan kebersihan linen di bidang
Laundry
3. Menjunjung tinggi iklim kerja yang islami berdasarkan kerjasama, disiplin dan tanggung
jawab
4. Menciptakan suasana bersih linen dalam lingkungan rumah sakit
5. TUJUAN

a. Tujuan Umum
Memberikan pelayanan fasilitas linen yang steril berdasarkan Standart Profesi yang
paling tinggi
b. Tujuan Khusus
Mencegah terjadinya infeksi silang, infeksi nosokomial bagi pasien dan petugas
rumah sakit dengan mengelola dan mengendalikan bahan-bahan linen
Menjaga citra rumah sakit dengan menciptakan ketersediaan bahan linen sesuai
dengan visi dan misi rumah sakit
Mengelola sumber daya rumah sakit untuk menyediakan linen bagi kebutuhan dan
harapan customers rumah sakit
6. MOTTO
Bersih, wangi, dan steril

BAB IV
STRUKTUR ORGANISASI RUMAH SAKIT ISLAM AT TIN HUSADA
Yayasan At tin

Direktur Utama

Manajer Yanmed

Manajer Jungmed

Manajer Umum

BAB V
STRUKTUR ORGANISASI INSTALASI LAUNDRY

Struktur organisasi instalasi laundry mengacu kepada struktur organisasi Rumah Sakit
Islam At Tin Husada. Instalasi laundry berada dibawah Manajer Jangmed dan Ka. Instalasi
Laundry.
Instalasi laundry dipimpin oleh seorang Kepala Instalasi Laundry yang akan
mengkoordinasikan semua kegiatan yang ada diruangan instalasi laundry maupun di pelayanan.
Kepala instalasi laundry dibantu oleh 2 (dua) orang staf, yang akan bekerja sesuai jobdisknya
masing-masing.

STRUKTUR ORGANISASI INSTALASI LAUNDRY


Manajer Jangmed
Drg. Lailiyatul Qodriyah
Kepala Instalasi Laundry
Heny Yuwanita, SP

STAF 1
Muchlisin

STAF 2
Riyan Nugraha

BAB VI
URAIAN JABATAN

A. KEPALA INSTALASI LAUNDRY


1. NAMA JABATAN
: KEPALA INSTALASI LAUNDRY
PENGERTIAN
: Seorang tenaga non medis yang di beri tanggung jawab dan
wewenang

dalam

mengawasi

dan

mengkoordinasikan

kegiatan pelayanan di Instalasi laundry.


2. HASIL KERJA
:
1) Rancangan kerja di lingkungan Kepala Instalasi Laundry
2) Rancangan kerja instalasi laundry
3) Laporan hasil kegiatan tahunan dan tahun sebelumnya
4) Data dan informasi dari bagian instalasi rawat, OK, dan ICU
5) Arahan dan petunjuk pimpinan
6) Kebijakan direktur rumah sakit
7) Peraturan dan perundangan yang berlaku
8) Buku-buku dan literature
3. URAIAN TUGAS
:
1) Mempelajari kebijakan direktur, rencana kerja di lingkungan instalasi laundry, literature
dan peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi instalasi laundrysebagai
pedoman pelaksanaan tugas

2) Menyusun rencana kerja instalasi laundry dengan menganalisa usulan dari kepala
instalasi terkait di lingkungan instalasi laundry. Serta berdasarkan hasil kerja tahun
sebelumnya proyeksi kegiatan yang akan dating, arahan dan petunjuk pimpinan agar
pelaksaan kegiatan di instalasi laundry dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien
3) Menyusun tata kerja dilingkungan instalasi laundry yang meliputi cara pelaksanaan
tugas, pendistribusian tugas dan penentuan target kerja bawahan serta pengendalian
pelaksanaannya
4) Melakukan pengaturan jadwal dan system kerja di instalasi laundry
5) Merencanakan pengaturan pengadaan bahan
6) Membuat jadwal kerja
7) Membuat pengaturan dan petunjuk kerja
8) Melayani complain dari unit kerja lain
9) Mengelola pencatatan system pengawasan
10) Memberikan bimbingan dan arahan bagi petugas di instalasi laundry
11) Memberikan masukan/informasi-informasi yang diperlukan bagi kemajuan di instalasi
laundry
12) Melakukan supervise di instalasi laundry
13) Meningkatkan pengatahuan, ketrampilan, dan citra petugas instalasi laundry
14) Memberikan usulan atau saran untuk kemajuan instalasi laundry
15) Bekerjasama dengan bagian lain yang terkait
16) Memegang teguh rahasia jabatan
17) Mengawasi, menilai dan mengendalikan
4. TANGGUNG JAWAB
1) Kebenaran dan ketepatan rencana kerja di instalasi laundry
2) Kebenaran dan ketetapan tata kerja instalasi laundry
3) Ketepatan dan kebenaran pelaksanaan tugas dan penggunaan serta pemeliharaan
fasilitas instalasi laundry
4) Keobyektifan dan kebenaran menilai dan mengendalikan tugas staf non medis di
lingkungan instalasi laundry
5) Kebenaran dan ketepatan laporan bulanan dan laporan khusus instalasi laundry
6) Kebenaran dan ketepatan rancangan dan usulan dalam hal ketenagaan dan
pengendalian mutu instalasi laundry
7) Kebenaran dan ketepatan rancangan dan usulan dalam pengembangan fasilitas
instalasi laundry
8) Kebenaran dan ketepatan rancangan dan usulan dalam hal pemeliharaan fasilitas
instalasi laundry
9) Kebenaran dan ketepatan saran dan pertimbangan kepada atasan
5. WEWENANG
1) Meminta informasi, saran dan pertimbangan kepada atasan
2) Mengkoordinasikan, mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan kegiatan instalasi
laundry
3) Kebijakan tentang pelayanan laundry
4) Mengajukan usulan anggaran kebutuhan linen laundry sesuai RAPB RSI At Tin
Husada
6. PERSYARATAN DAN KUALIFIKASI
1) Pendidikan Formal
: Sarjana Ekonomi (diutamakan)
2) Pendidikan Non Formal : Pelatihan Manajemen linen rumah sakit
3) Pengalaman Kerja
: Pengalaman kerja >3 tahun

4) Usia
: 25-45 Tahun
5) Lain-lain
:
a. Memiliki kemampuan menggunakan computer
b. Memiliki jiwa leadership dan manajerial
c. Memiliki kemampuan komunikasi skill
d. Mampu bekerja dibawah tekanan
B. STAF 1 DAN STAF 2
1. NAMA JABATAN
PENGERTIAN

: STAFF LAUNDRY
: Seorang tenaga non medis yang diberi wewenang untuk

melaksanakan pencucian-pendistribusian linen di instalasi laundry.


2. HASIL KERJA
:
1) Adanya laporan penggunaan bahan kimia laundry pada jam dinasnya
2) Adanya dokumentasi tentang jumlah pencucian yang dilakukan setiap harinya
3) Dokumentasi peralatan perawatan inventaris laundry
4) Laporan hasil kegiatan harian
3. URAIAN TUGAS
:
1) Mengambil linen kotor ke masing-masing ruang perawatan, poli rawat jalan, OK, IGD,
dan ICU
2) Melakukan penyortiran
3) Melakukan penimbangan
4) Melakukan proses pencucian
5) Melakukan proses pemerasan
6) Melakukan proses pengeringan
7) Melakukan penyetrikaan
8) Mensortir linen yang rusak
9) Melakukan pelipatan linen
10) Merapikan dan melakukan pengemasan linen
11) Menyimpan linen
12) Melakukan distribusi linen ke ruang perawatan, rawat jalan, OK, ICU, dan IGD
4. TANGGUNG JAWAB :
1) Kelancaran, ketepatan waktu pelaksanaan tugas staf laundry terhadap pelayanan darii
masing-masing rawat inap
2) Kebenaran dan ketepatan dalam melaksanakan tugas laundry sesuai SOP
3) Kebenaran dan ketepatan dalam mendokumentasikan pelaksanaan kerja di instalasi
laundry
5. WEWENANG
:
1) Meminta bantuan dan bimbingan kepada kepala instalasi laundry
6. PERSYARATAN DAN KUALIFIKASI
1) Pendidikan Formal
: minimal tingkat SMA
2) Pendidikan Non Formal :
3) Pengalaman Kerja
: minimal pernah bekerja di laundry rumahan
4) Usia
: 20-45 Tahun
5) Lain-lain
:
a. Mempunyai kemampuan dalam melakukan pencucian dan penyetrikaan
b. Mampu melaksanakan tugas sesuai SOP

BAB VII
TATA HUBUNGAN KERJA

A. Tata Hubungan Kerja Instalasi Laundry


RAWAT
JALAN

RAWAT
INAP

PENGADAAN

KEUANGAN

INSTALASI
LAUNDRY

GUDANG

IGD

ICU

K3

OK

ENGINERIN
G

TATA HUBUNGAN KERJA INSTALASI LAUNDRY DENGAN UNIT LAIN


1. RAWAT JALAN
Linen yang berasal dari rawat jalan (poli) diletatakkan pada tempat linen yang
sudah disediakan, petugas laundry yang akan mengambil linen kotor tersebut. Dan
mencatat jumlah linen yang diambil oleh petugas laundry dengan perawat yang bertugas
menjadi saksi.
2. RAWAT INAP
Linen yang berasal dari rawat anap diletatakkan pada tempat linen yang sudah
disediakan, petugas laundry yang akan mengambil linen kotor tersebut. Dan mencatat
jumlah linen yang diambil oleh petugas laundry dengan perawat yang bertugas menjadi
saksi.
3. IGD
Linen yang berasal dari IGD diletatakkan pada tempat linen yang sudah
disediakan, petugas laundry yang akan mengambil linen kotor tersebut. Dan mencatat
jumlah linen yang diambil oleh petugas laundry dengan perawat yang bertugas menjadi
saksi.
4. ICU
Linen yang berasal dari ICU diletatakkan pada tempat linen yang sudah
disediakan, petugas laundry yang akan mengambil linen kotor tersebut. Dan mencatat
jumlah linen yang diambil oleh petugas laundry dengan perawat yang bertugas menjadi
saksi.
5. OK
Linen yang berasal dari OK diletatakkan pada tempat linen yang sudah disediakan,
petugas laundry yang akan mengambil linen kotor tersebut. Dan mencatat jumlah linen
yang diambil oleh petugas laundry dengan perawat yang bertugas menjadi saksi.
6. PENGADAAN
Setiap bahan-bahan kimia laundry yang dipakei habis, kepala instalasi laundry
mengajukan permintaan bahan kimia di bagian pengadaan.
7. KEUANGAN
Setelah mendapatkan ACC dari bagian pengadaan, keuangan membelikan barang
kimia laundry yang diminta berdasarkan jumlah orderan yang dibutuhkan.
8. GUDANG
Barang yang sudah datang ditempatkan bagian gudang, kepala instalasi
mengambil barng tersebut dengan mengisi form pengambilan barang.
9. K3
K3 memberikan informasi kepada unit laundry tentang pengetahuan yang
berhubungan dengan laundry rumah sakit dan tentang keselamatan kerja oleh petugas
laundry, apa saja yang boleh dilakukan, dan apa saja yang tidak boleh dilakukan di instalasi
laundry.
10. ENGINERING
Jika terjadi kerusakan alat di instalasi laundry, kepala instalasi laundry mengajukan
permintaan perbaikan inventaris laundry dibagian enginering, selanjutnya akan dilakukan
perbaikan.

BAB VIII
POLA KETENAGAAN

A. Pola Ketenagaan Dan Kualifikasi SDM Instalasi Laundry


No
1

Nama
Jabatan
Kepala

Pendidikan

Kualifikasi
Sertifikasi/Pelatihan

Kebutuhan

Sarjana Pertanian

1 orang

SMA

2 Orang

Instalasi
2

Laundry
Staf Laundry

B. Dasar Penghitungan Ketenagaan Instalasi Laundry adalah sbb :


.

BAB IX
KEGIATAN ORIENTASI

A. Orientasi Karyawan Baru Di Instalasi Laundry


Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan Staf laundry yang professional,
manajemen rumah sakit RSI At Tin Husada melakukan kegiatan orientasi/pengenalan
lingkungan kerja yang dilakukan oleh staf laundry baru dan staf laundry lama (tetap). Staf
laundry lama memberikan edukasi tentang adanya laundry rumah sakit dan cara-cara
melakukan pekerjaan yang harus dikerjakan menurut SOP.
kegiatan orientasi memberikan pengarahan dan bimbingan serta mempersiapkan
staf laundry agar dapat bekerja cepat dan tepat sesuai dengan peran dan fungsinya. Adapun
program orientasi staf laundry lama dilakukan sebagai upaya peningkatan kemampuan dan
pengembangan SDM instalasi laundry. Untuk mempermudah pelaksanaan kegiatan orientasii
ini terdiri dari satu area, yaitu : kegiatan orientasi pada staf laundry baru.
Kegiatan orientasi di instalasi laundry dilakukan selama 3 bulan yang dikelola oleh
kepala instalasi laundry, dengan tujuan agar staf laundry baru yang baru direkrut dapat
memahami semua ketentuan, prosedur, dan petunjuk teknis yang berlaku di instalasi laundry
RSI At Tin Husada. Kegiatan orientasi dilaksanakan dengan metode ceramah dan praktek
kerja.

B. Kegiatan Orientasi Instalasi Laundry


Hari
1-3

Materi
Visi, misi,tujuan, motto RSIAH
Struktur Organisasi RSIAH
Visi, misi,tujuan, motto instalasi laundry
Struktur organisasi instalasi laundry
Pengenalan masing2 ruang di RSIAH
Pengenalan tenaga medis dan non medis masing2

Metoda
Ceramah
Ceramah
Ceramah
Ceramah
Ceramah
Ceramah

PJ
KA. Laundry
KA. Laundry
KA. Laundry
KA. Laundry
KA. Laundry
KA. Laundry

9-12
13-15
16-20
21-25

ruang
Pengenalan jenis linen dari masing2 ruang
Pengenalan bahan2 kimia laundry yang dibutuhkan
Mempelajari SOP di instalasi laundry
Pengetahuan tentang pembukuan administrasi di

Ceramah
Ceramah
Ceramah
Ceramah

KA. Laundry
KA. Laundry
KA. Laundry
KA. Laundry

26-30
31-40

instalasi laundry
Evaluasi dari hari 1-25
Praktek kerja di instalasi laundry dengan didampingi

Ceramah
Praktek

KA. Laundry
KA. Laundry

41-89
90

staf lama laundry


Praktek kerja mandiri
Penilaian

praktek
Ceramah

KA. Laundry
KA. Laundry

4-5
6-8

dan
praktek

BAB X
PERTEMUAN/RAPAT

A. Pengertian
Rapat merupakan suatu pertemuan yang terdiri dari beberapa orang yang
memiliki kepentingan dan tujuan yang sama untuk membicarakan atau memecahkan suatu
masalah tertentu
B. Tujuan
1. Dapat menggali segala permasalahan yang terkait di instalasi laundry
2. Dapat mencari jalan keluar atau pemecahan masalah yang terkait dengan unit kerja lain
C. Kegiatan Rapat
Rapat dilakukan oleh setiap unit instalasi laundry yang dipimpin oleh Kepala
Instalasi Laundry, dan diikuti oleh staf laundry.
D. Jenis Rapat Instalasi Laundry terdiri dari :
1. Rapat Rutin
Waktu
: Setiap awal bulan (per tanggal 1)
Jam
: 10.00 - selesai
Tempat
: Instalasi Laundry
Peserta : Manajer jangmed, Ka. Instalasi Laundry, Staf laundry
Materi
:
Evaluasi kinerja laundry
Evaluasi SDM dan Fasilitas instalasi laundry
Permasalahan yang ada serta pemecahannya
Evaluasi dan rekomendasi
2. Rapat Insidentil
Rapat Insidentil diselenggarakan sewaktu-waktu apabila ada masalah atau hal-hal yang
perlu diselesaikan segera.

BAB XI
PELAPORAN

A. Pengertian
Pelaporan merupakan system atau metode yang dilakukan untuk melaporkan
segala bentuk kegiatan yang ada terkait dengan pencucian-pendistribusian di instalasi
laundry.

B. Jenis Laporan
Laporan dibuat oleh tiap-tiap kepala ruang. Adapun jenis laporan yang
dilakukan terdiri dari :
1. Laporan Harian

Laporan harian dibuat setiap hari terkait dengan keadaan yang ada di
instalasii laundry, meliputi jenis linen apa saja yang dicuci, jumlah linen yang dicuci,
berat linen yang dicuci, penggunaan bahan kimia dan bahan habis pakai, jumlah
mencuci dalam sehari, dan berapa jumlah linen yang terinfeksi.
2. Laporan Bulanan
Laporan yang dibuat oleh kepala ruang dalam bentuk tertulis setia bulannya
dan diserahkan kepada manajer jangmed setiap awal bulan, maksimal tanggal per
tanggal 5. Adapun hal-hal yang dilaporkan adalah :
Jumlah jenis linen yang dicuci
Berat (kg) linen yang dicuci selama satu bulan
Jumlah pencucian selama satu bulan dengan menggunakan mesin cuci
Jumlah bahan kimia dan bahan habis pakai yang digunakan selama satu bulan
Income rumah sakit yang berasal dari laundry keluarga pasien dan karyawan.
3. Laporan Tahunan
Lporan SDM instalasi laundry dan evaluasi selama satu tahun
Laporan fasilitas dan sarana instalasi laundry dan evaluasi dalam satu tahun

BAB XII
PENUTUP
Buku pedoman pengorganisasian Instalasi Laundry Rumah Sakit Islam At Tin
HUsada ini mempunyai peranan penting sebagai pedoman bagi pelaksanaan kegiatan sehari-hari
tenaga non medis di instalasi laundry RSIAH sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan di
intalasi laundry.
Penyusun buku Pedoman Pengorganisasian Instalasi Laundry adalah langkah awal
ke suatu proses yang panjang sehingga memerlukan dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak
dalam penerapannya untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
Demikian harapan kami semoga Pedoman Pengorganisasian ini dapat menjadi
pedoman bagi karyawan kususnya tenaga laundry sehingga mutu pelayanan di instalasi laundry
dapat ditingkatkan sesuai harapan dan tujuan.

Ngawi, 4 April 2016

Penyusun