Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan program pembangunan
kesehatan adalah faktor kepemimpinan dan manajemen pada setiap tatanan
organisasi kesehatan mulai dari tingkat pusat sampai tingkat daerah bahkan
sampai tingkat puskesmas. Fungsi manajemen pembangunan kesehatan yang
meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembangunan

kesehatan

dapat dilaksanakan dengan baik, apabila pada setiap tatanan organisasi


kesehatan dinahkodai oleh seorang pimpinan/manajer yang memahami dan
mampu melaksanakan tupoksi sebagai pemimpin yang baik.
Dalam menjalankan fungsi kepemimpinan dan manajemen yang
professional, seorang pimpinan/manajer harus dapat menunjukan kinerja
berbasis kompetensi serta memiliki komitmen yang kuat yang didukung oleh
etika dan moral yang baik. Pemimpin/manajer kesehatan harus mempunyai
kemampuan dalam menggerakan sumber daya kesehatan yang terbatas, baik
dalam hal jumlah maupun mutu, agar dapat mencapai tujuan pembangunan
kesehatan, sebagaimana kita ketahui manajemen merupakan suatu pendekatan
yang dinamis dan proaktif dalam menjalankan suatu kegiatan di organisasi
yang mencakup kegiatan koordinasi dan supervise staf, sarana dan prasarana
dalam mencapai tujuan organisasi. Pengertian dari organisasi sendiri adalah
sekelompok orang (dua atau lebih) yang secara formal dipersatukan dalam

suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan


pengertian dari manajemen keperawatan adalah suatu proses bekerja melalui
anggota staff keperawatan untuk memberikan asuhan keperawatan secara
professional.
Manajemen keperawatan merupakan pelayanan keperawatan professional
dimana tim keperawatan dikelola dengan menjalankan
manjemen

yaitu

perencanaan

,pengorganisasian

empat
,motivasi,

fungsi
dan

pengendalian .Keempat fungsi tersebut saling berhubungan dan memerlukan


ketrampilan-ketrampilan teknis, hubungan antar manusia dan konseptual yang
mendukung tercapainya asuhan keperawatan yang bermutu, berdaya guna dan
berhasil guna kepada klien. Pengorganisasian yang merupakan fungsi kedua
dalam manajemen adalah suatu proses kegiatan penyusunan struktur organisasi
sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya. Dengan
demikian, hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi (Nursalam, cit
Grant & Massey 1999).
Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja)
dalam organisasi. Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja
dan menunjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang
berbeda-beda tersebut diintegrasikan (koordinasi). Selain itu, struktur
organisasi juga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran
perintah dan penyampaian laporan. Pada umumnya struktur organisasi
digambarkan dalam suatu bagan yang disebut bagan organisasi.
Fenomena tersebut memerlukan upaya pembenahan dan inovasi dalam
manajemen pelayanan keperawatan di rumah sakit, sehingga rumah sakit dapat
memeberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat yang membutuhkan.

Berdasarkan hal tersebut diatas, kami mahasiswa program profesi Ners


Stikes Panakkukang Makassar melakukan praktek dengan lingkup manajemen
keperawatan di rumah sakit.
B.
Tujuan
1.
Tujuan Umum
a.

Pada akhir profesi peserta didik mampu mengidentifikasi dan mengenal


masalah-masalah manajemen keperawatan minimal ditingkat ruang
rawat khususnya perawatan As-salam

b.

Meningkatkan mutu pelayanan keperawatan pada pasien di Ruang Assalam RS Islam Faisal Makassar

2.

Tujuan Khusus
Secara individual/ kelompok mahasiswa dapat menunjukan kemampuan
a.
Mengidentifikasi Masalah keperawatan yang ada di ruang As-salam RS
b.

Islam Faisal
Menentukan alternative pemecahan masalah yang ada di ruang As-

c.

salam RS Islam Faisal melalui lokakarya Mini


Melakukan Implementasi alternative pemecahan masalah yang ada di

d.

ruang As-salam RS Islam Faisal


Melakukan evaluasi terhadap keefektifan alternative penyelesaian
masalah yang telah dilaksanakan di ruang As-salam RS Islam Faisal