Anda di halaman 1dari 18

MATA KULIAH

DESAIN INSTALASI LISTRIK II


STARTING MOTOR SEPARATE WINDING

Oleh Kelompok 5
Nama Anggota Kelompok :
1. MUHAMMAD RIFKI MUBAROK
2. NINO GRADYANA
3. PUTRI KHARISMA HANAWATI
4. REXY PRIYAGUNG CANDRA W

(17)
(18)
(19)
(20)

D3-2E / TEKNIK LISTRIK

POLITEKNIK NEGERI MALANG


Jalan Soekarno-Hatta No. 9, PO Box04, Malang-65141
Tel. (0341) 404424, 404425, Fax. (0341) 404420
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis penjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya maka
penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul Starting Motor Separate
Winding.
Penulisan makalah adalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk
menyelesaikan tugas mata kuliah Desain instalasi Listrik II.
Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan
baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki
penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi
penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Penulis mengharapkan makalah ini akan berguna untuk masyarakat pada umumnya
dan para pembaca pada khususnya.
Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih

Malang, 30 September 2015

Penulis

DAFTAR ISI
18

Cover

Kata Pengantar

Daftar Isi

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Tujuan

1.2 Teori Dasar

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Langkah Kerja

11

2.2 Spesifikasi Motor Lilitan Terpisah

12

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan

13

3.2 Tabel Tindakan

14

DAFTAR PUSTAKA

16

LAMPIRAN

17

BAB I
18

PENDAHULUAN
1.1 Tujuan
Diharapkan setelah mempelajari dan melakukan percobaan dalam materi ini, diharapkan
mampu :
-

Memberikan penjelasan tentang starter motor 2 kecepatan, 2 lilitan terpisah


Mengenali / mengidentifikasi terminal pada motor yang memiliki 2 kecepatan, 2

lilitan terpisah
Membuat gambar diagram sirkuit starter untuk motor yang memiliki 2 lilitan terpisah,

2 kecepatan
Mendeskripsikan tentang gambar diagram sirkuit starter untuk motor yang memiliki 2

lilitan terpisah,2 kecepatan baik pada circuit control ataupun pada circuit daya
Instalasi dan mengoperasikan starter pada motor yang memiliki 2 lilitan terpisah, 2
kecepatan (yang dikenal dengan motor separate winding)

1.2 Teori dasar


Motor listrik adalah alat untuk mengubah energi listrik menjadi energi
mekanik. Alat yang berfungsi sebaliknya, mengubah energi mekanik menjadi energi
listrik disebut generator atau dinamo. Motor listrik dapat ditemukan pada peralatan
rumah tangga seperti kipas angin, mesin cuci, pompa air dan penyedot debu.
Motor listrik yang umum digunakan di dunia Industri adalah motor
listrik asinkron,

dengan

dua

standar

global

yakni IEC dan NEMA.

Motor asinkron IEC berbasis metrik (milimeter), sedangkan motor listrik NEMA
berbasis imperial (inch), dalam aplikasi ada satuan daya dalam horsepower (hp)
maupunkiloWatt (kW).
Motor listrik IEC dibagi menjadi beberapa kelas sesuai dengan efisiensi yang
dimilikinya, sebagai standar di EU, pembagian kelas ini menjadi EFF1, EFF2 dan
EFF3. EFF1 adalah motor listrik yang paling efisien, paling sedikit memboroskan
tenaga, sedangkan EFF3 sudah tidak boleh dipergunakan dalam lingkungan EU, sebab
memboroskan bahan

bakar di

pembangkit listrik dan

secara

otomatis

akan

menimbulkan buangan karbon yang terbanyak, sehingga lebih mencemari lingkungan.

18

Standar IEC yang berlaku adalah IEC 34-1, ini adalah sebuah standar yang
mengatur rotating equipment bertenaga listrik. Ada banyak pabrik elektrik motor,
tetapi hanya sebagian saja yang benar-benar mengikuti arahan IEC 34-1 dan juga
mengikuti arahan level efisiensi dari EU.
Banyak produsen elektrik motor yang tidak mengikuti standar IEC dan EU
supaya

produknya

menjadi

murah

dan

lebih

banyak

terjual,

banyak negaraberkembang manjdi pasar untuk produk ini, yang dalam jangka panjang
memboroskan keuangan pemakai, sebab tagihan listrik yang semakin tinggi setiap
tahunnya.
Lembaga yang mengatur dan menjamin level efisiensi ini adalah CEMEP,
sebuah konsorsium di Eropa yang didirikan oleh pabrik-pabrik elektrik motor yang
ternama, dengan tujuan untuk menyelamatkan lingkungan dengan mengurangi
pencemaran karbon secara global, karena banyak daya diboroskan dalam pemakaian
beban listrik.
Sebagai contoh, dalam sebuah industri rata-rata konsumsi listrik untuk motor
listrik adalah sekitar 65-70% dari total biaya listrik, jadi memakai elektrik motor yang
efisien akan mengurangi biaya overhead produksi, sehingga menaikkan daya saing
produk, apalagi dengan kenaikan tarif listrik setiap tahun, maka pemakaian motor
listrik EFF1 sudah waktunya menjadi keharusan.

Prinsip kerja motor listrik


Pada motor listrik tenaga listrik diubah menjadi tenaga mekanik. Perubahan
ini dilakukan dengan mengubah tenaga listrik menjadi magnet yang disebut sebagai
elektro magnet. Sebagaimana kita ketahui bahwa : kutub-kutub dari magnet yang
senama akan tolak-menolak dan kutub-kutub tidak senama, tarik-menarik. Maka kita
dapat memperoleh gerakan jika kita menempatkan sebuah magnet pada sebuah poros
yang dapat berputar, dan magnet yang lain pada suatu kedudukan yang tetap.
Motor induksi
Sebuah induksi atau motor asinkron adalah jenis motor AC di mana listrik
dipasok ke rotor dengan cara induksi elektromagnetik , bukan komutator atau cincin
18

slip seperti pada jenis lain motor. Motor ini banyak digunakan dalam industri drive,
terutama polyphase motor

induksi,

karena

mereka

kasar

dan

tidak

memiliki kuas . Single-fase versi digunakan dalam peralatan kecil. Kecepatan mereka
ditentukan oleh frekuensi dari pasokan saat ini, sehingga mereka yang paling banyak
digunakan dalam aplikasi kecepatan konstan, meskipun versi kecepatan variabel,
dengan menggunakan drive frekuensi variabel menjadi lebih umum. Jenis yang paling
umum adalah motor sangkar tupai .
Ada 2 model motor asinkron dengan jumlah berubah dari kutub:

Motor asinkron memiliki dua gulungan stator terpisah - masing-masing


dimensioned untuk nomor yang berbeda dari kutub,

Motor asinkron memiliki gulungan stator hanya satu - dengan beralih eksternal
ini berliku jumlah kutub berubah (dan akibatnya jumlah rotasi). Yang paling
terkenal di antaranya adalah Dahlander koneksi.

Motor separate winding (lilitan terpisah)


Adalah motor dua kecepatan dirancang khusus memiliki dua kelompok belitan
yang

berbeda.

Agar lebih jelasnya diberikan contoh seperti berikut ini. Belitan

pertama memiliki delapan pasang kutub ( p=8, kecepatan 370 Rpm) dengan ujung
terminal 1U, 1V dan 1W yang dihubungkan dengan sumber listrik tiga phasa L1,L2
dan L3. Belitan kedua memiliki enam pasang kutub (p=6, kecepatan 425 Rpm)
dengan ujung belitan 2U, 2V dan 2W Pada dunia motor listrik, kecepatan rotor motor
induksi sedikit dibawah kecepatan medan putar (terdapat slip); yaitu dimana
kecepatan medan putar (kecepatan sinkron) sebanding dengan frekwensi tegangan
supply dan berbanding terbalik dengan jumlah kutub pada stator
Dimana :
Ns = kecepatan sinkron dalam RPM

Ns =

120 f
P

= frekwensi dalam Hz

= Jumlah kutub

18

Dalam motor induksi kecepatannya ditentukan oleh frekwensi dan jumlah


kutub. Beberapa kecepatan dapat diperoleh dengan merubah pada jumlah kutubnya,
yang pada umumnya adalah :

2 speed =

- dua lilitan terpisah (separatewindings)


- Satu tappe winding(Dahlander)

3 speed =
4 speed =

satu tappedwinding, satu separate winding.


dua tappedwindings

Jenis motor dengan 2 lilitan terpisah, 2 kecepatan memiliki dua lilitan stator
yang terpisah dimana masing-masing lilitan dikontruksi dengan jumlah kutub berbeda
untuk menghasilkan kecepatan yang berbeda.
Pada lilitan stator terdiri dari satu kumparan, dan pada lilitan rotor terdiri dari
satu kumparan. Untuk memperoleh kecepatan putar yang berbeda, maka salah satu
lilitan baik lilitan stator atau lilitan rotor dihubungkan ke jaringan. Besarnya
kecepatan putar motor tersebut dipengaruhi antara lilitan rotor atau lilitan stator yang
dihubungkan ke jaringan.
Berikut ini contoh pengawatan dari starting motor separate winding

Gambar 01 :Rangkaian belitan motor dua kecepatan


18

Gambar 02: Organisasi pin koneksi dan koneksi ke catu daya motor dengan dua
gulungan terpisah - kecepatan rendah (kiri), kecepatan tinggi (kanan).

18

Sirkit Kendali Tidak Langsung

Sirkit Kendali Langsung

18

18

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Langkah Kerja
- Lengkapilah diagram sirikut daya dan sirkuit kendali starter motor 3 fasa (separate
winding), 2 lilitan terpisah, 2 kecepatan sebelum mengawali praktek. Jenis-jenis

sirkuit kendalinya terdapat 3 macam, yaitu :


Sirkuit kendali langsung dan sirkuit kendali tidak langsung, .
Siapkan komponen-komponen yang akan digunakan sesuai dengan daftar komponen
Pasanglah komponen-komponen yang sudah disiapkan sebelumnya pada papan kerja
(kit board). Kerjakan pengawatan sesuai dengan diagram sirkuit kendali

Apabila pemasangan sudah selesai, dan benar, kemudian hubungkan rangkaian


kontrol ke sumber tegangan 1 phasa 220 V 50 Hz, dan operasikan, maka amati dan
cermati cara kerja dari rangkaian kendali tersebut.

Hubungkan cirkuit daya ke sumber tegangan 3 phasa 220 V / 50 Hz dan operasikan,


maka amati dan cermati keadaan kontaktor dan lampu-lampu indikatornya.

Setelah selesai melaksanakan praktikum simpan kembali komponen-komponen ke


tempat semula

2.2.

Spesifikasi Motor Lilitan Terpisah (Separate Winding) MV191

Jenis motor
No. seri
Daya motor

: MV 191 3~ Mot.Nr. 3646591


: 0992170 / LKM-31O K21 F2E-9
: 0,9 / 1,3 kW

Kecepatan
Arus nominal
Tegangan
Frekuensi

: 1000 / 1500 rpm


: OVE M10/80 / 6,15 ampere
: Y 220 vot
: 50 Hz / cos 0,79
18

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Jenis motor dengan 2 lilitan terpisah, 2 kecepatan (motor separate winding)
memiliki dua lilitan stator yang terpisah dimana masing-masing lilitan dikontruksi dengan
jumlah kutub berbeda untuk menghasilkan kecepatan yang berbeda.
Dalam starting motor separate winding tersebut, terdapat 3 metode, yaitu dengan
secara langsung dan secara tidak langsung. Dimana dalam masing-masing metode
memiliki kegunaan masing-masing sesuai dengan keperluan dari kegunan separate
winding tersebut.

18

3.2 Tabel tindakan


- Sirkuit kendali langsung

No
.

Kondisi

Tindakan

KM1 KM2 H1

1.

Posisi normal ( belum


dioperasikan )

2.

Tekan tombol S1 dan S2


bersama-sama dan lepas

3.

Tekan tombol S1 dan S3


bersama-sama dan lepas

4.

Tekan sesaat tombol S2 dan


lepas

5.

Tekan sesaat tombol S3 dan


lepas

6.

Tekan sesaat tombol S0 dan


lepas

7.

Trip thermal overlad relay F2


secara manual

8.

Reset relay beban lebih therma


F2

9.

Trip thermal overlad relay F3


secara manual

18

H2

H3

H4

10. Reset relay beban lebih therma


F3
-

Sirkuit kendali tidak langsung

No.

Tindakan

1.

Posisi normal ( belum


dioperasikan )

2.

Tekan tombol S1 dan S2


bersama-sama dan lepas

3.

Tekan tombol S1 dan S3


bersama-sama dan lepas

4.

Tekan sesaat tombol S2


dan lepas

5.

Tekan sesaat tombol S0


dan lepas

6.

Tekan sesaat tombol S3


dan lepas

7.

Trip thermal overlad


relay F2 secara manual

8.

Reset relay beban lebih


therma F2

9.

Trip thermal overlad


relay F3 secara manual

10.

Reset relay beban lebih


therma F3

Kondisi
KM1

18

KM2

H1

H2

H3

H4

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Motor_listrik
http://en.wikipedia.org/wiki/Induction_motor
REL 334 Desain Instalasi Listrik II (Drs. Abdul Manaf, MMT)
Rendymars.2011. Bagian-Bagian Kontaktor Magnet. Online
(http://rendymars.blogspot.co.id/2011/10/bagian-bagian-kontaktor-magnet.html),
diakses 29 September 2015.
Arifgamers.2012. Fungsi TOR Thermal Overload Relay. Online
(https://arifgamers.wordpress.com/2012/12/03/fungsi-tor-thermal-overloadrelay/), diakses 29 September 2015.
Trikueni.2014. Pengertian Push Button. Online
(http://trikueni-desain-sistem.blogspot.co.id/2014/04/Pengertian-PushButton.html), diakses 29 September 2015.

18

LAMPIRAN

Komponen
Kontaktor 3-

1.

pole

(KM1 dan

KM2)

Blok kontak

2.

bantu 2 No + 2
NC dan Relay
beban lebih
thermos (thermal overload relay)

3. Lampu indikator low speed (H1), high speed


(H2) dan overload (H3)

18

4. Motor

induksi 3 fasa, 2 speed 220 V

/ 50 Hz

(MV 191)

5. Pemutus

daya (circuit breaker)

magnetic GV2-L

18

Name Plate Motor

18