Anda di halaman 1dari 4

MANFAAT ADKL DAN ARKL

A. MANFAAT ADKL
Manfaat secara umum :
Sebagai model pendekatan guna mengkaji, dan atau menelaah secara mendalam
untuk mengenal, memahami dan memprediksi kondisi dan karakteristik lingkungan
yang berpotensi terhadap timbulnya resiko kesehatan, mengembangkan tatalaksana
pemecahan dan pengelolaan masalah serta upaya lain yang dilaksanakan terhadap
sumber perubahan, media lingkungan, masyarakat terpajan dan dampak kesehatan
yang terjadi.
Manfaat secara khusus :
1) Memperkirakan dampak kesehatan dari sebuah pembangunan, sebelum pembangunan
tersebut disetujui (dampak positif dan negative).
2) Untuk menjamin kualitas sumber daya manusia dalam segi kesehatan agar mampu
berkompetisi.
Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penentu dalam upaya
meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Untuk meningkatkan kualitas sumber daya
manusia diperlukan tingkat kesehatan manusia yang optimal. Telah diketahui bahwa
derajat kesehatan individu/masyarakat tergantung kepada kondisi Host (individu),
agent (penyebab penyakit), dan environment (lingkungan). Dengan demikian
apabila terjadi perubahan lingkungan menjadi jelas disekitar manusia, maka akan
terjadi pula perubahan pada kondisi kesehatan masyarakat dan kesehatan lingkungan
masyarakat tersebut. Oleh sebab itu untuk menjamin kualitas sumber daya manusia
dalam segi kesehatan agar mampu berkompetisi diperlukan suatu perencanaan
program kesehatan dan perlindungan hukum yang memadai dengan memasukkan
pula metode analisis dampak kesehatan lingkungan (ADKL). (WHO Ditjen PPM &
PL, 2005)
3) Sebagai pedoman dalam perencanaan pembangunan.
Hasil dari analisis mengenai dampak kesehatan lingkungan memberikan informasi
yang tepat tentang dampak kesehatan dari pembangunan sebuah proyek sehingga
dapat dijadikan pedoman agar perencanaan pembangunan mencapai tujuan sosial dan

ekonomi dengan tetap memperhatikan keseimbangan dinamis dari lingkungan yang


berdampak pada kesehatan. Perencanaan pembangunan yang ideal adalah yang tidak
hanya mampu mengakomodasi kepentingan dan kebutuhan masyarakat tetapi juga
mampu memadukan berbagai nilai dan berbagai kepentingan yang terlibat (Otto,
2001)
4) Untuk memadukan program analisis kesehatan dengan analisis dampak lingkungan
yang lebih menekankan komponen kesehatan.
Perlunya ADKL pada perlindungan terhadap lingkungan hidup dari rencana
usaha/kegiatan dijelaskan pula oleh organisasi kesehatan dunia (WHO). Pertemuan
WHO pada tahun 1987 di Copenhagen yang bertema Health and Safety Component
of Environmental Inpact Assessment menyatakan bahwa perlunya model Analisis
Dampak Kesehatan Lingkungan(Environmental Health Inpact Assessment/EHIA)
untuk memadukan program analisis kesehatan dengan analisis dampak lingkungan
yang lebih menekankan komponen kesehatan.
5) Sebagai pedoman atau dasar untuk pengelolaan lingkungan yang meliputi upaya
pencegahan.
Upaya pencegahan artinya ADKL digunakan untuk mengantisipasi dampak kesehatan
yang mungkin muncul akibat aktivitas/kegiatan di lingkungan. Dengan dapat
diprediksinya dampak tersebut, maka dampak negatif dapat dihindari dan dampat
positif dapat dimaksimalkan.
6) Sebagai pedoman atau dasar untuk pengelolaan lingkungan yang meliputi upaya
pengendalian
Sebagai alat pengendali artinya ADKL dapat dijadikan dasar dalam penentuan opsiopsi pengendalian resiko.
7) Sebagai pedoman atau dasar untuk pengelolaan lingkungan yang meliputi upaya
pemantauan
ADKL sebagai alat kontrol dan koreksi terhadap pelaksanaan dan operasi proyek.
Dengan kata lain, pemantauan ini merupakan alat pengelolaan lingkungan untuk
menyempurnakan perencanaan program dan pembaharuan program dikemudian hari
agar tujuan pengelolaan lingkungan tercapai.
B. MANFAAT ARKL

1) Untuk menghitung atau memperkirakan risiko pada suatu organisme sasaran, system
atau

(sub)populasi,

termasuk

identifikasi

ketidakpastian-ketidakpastian

yang

menyertainya, setelah terpajan oleh agent tertentu, dengan memperhatikan


karakteristik yang melekat pada agent yang menjadi perhatian dan karakteristik
system sasaran yang spesifik.
2) Untuk menilai atau menaksir risiko kesehatan manusia yang disebabkan oleh pajanan
bahaya lingkungan
3) Untuk menentukan atau menilai dosis respon
Analisis dosis respon adalah suatu proses memperkirakan besar efek negatif yang
diterima target terpapar terhadap suatu dosis agen risiko tertentu.
4) Untuk merumuskan besar resiko secara kuantitatif
Secara umum, Studi ARKL dibagi kedalam empat tahapan yaitu hazard identification,
analysis dose-respons, exposure assessment , dan risk characterization. Keempat
tahapan tersebut tidak harus dijalankan secara berurutan tetapi selalu diakhiri dengan
risk characterization.Karakterisasi risiko kesehatan dilakukan secara kuantitatif
dengan menggabungkan analisis dosis-respon dengan analisis pemajanan.
5) Sebagai patokan dalam pelaksanaan manajemen risiko.
Nilai estimasi yang didapatkan selanjutnya digunakan untuk merumuskan pilihanpilihan manajemen risiko untuk mengendalikan risiko tersebut (Rahman, 2007). Nilai
estimasi yang didapat juga bermanfaat untuk menilai efek aktual yang terjadi pada
populasi berisiko dengan melakukan studi epidemiologi. Pada studi ini akan
diperlihatkan berapa proporsi efek negatif penyakit maupun tingkatan pencemaran,
hubungan antara tingkat pencemaran dan angka kejadian .
6) Untuk menyediakan kerangka-kerangka ilmiah guna membantu para pengambil
keputusan dan orang-orang yang berkepentingan (para legislator dan regulator,
industry dan warga negara yang peduli lainnya) dalam memecahkan masalah-masalah
lingkungan dan kesehatan (Louvar and Louvar 1998).

http://dokumen.tips/documents/analisis-dampak-kesehatan-lingkungan-adkl.html
https://tekniklingkunganunlam2015.wordpress.com/2015/06/12/kesehatan-lingkunganamdal-dan-analisis-dampak-kesehatan-lingkungan-oleh-dwi-indah-lestari-rizki-noorbayhaqy-m-akmal-hakim-kartika-arrum-w-fath-muhammad-m-irfan-almadanih1e111201h1e1110/
https://www.scribd.com/doc/295276024/Analisis-Risiko-Kesehatan-Lingkungan
Masyarakat & Metode Analisis Dampak Kesehatan Lingkungan, Departemen Kesehatan
Republik Indonesia, Jakarta.
Drs. Setiadi Sukiswo, M. (2005). Model Pendekatan Prakiraan Dampak Lingkungan.
Purwokerto: Diklat AMDAL Aspek Kesehatan Masyarakat
Abdur Rahman. (2007). Bahan Ajar Analisis Resiko Kesehatan Lingkungan (Program
Intensif Tingkat Dasar) Kajian Aspek Kesehatan Masyarakat dalam Studi Amdal dan
Kasus-Kasus Pencemaran Lingkungan. Jakarta:Pusat Kajian Kesehatan Lingkungan Dan
Industry Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia