Anda di halaman 1dari 4

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK

HALUSINASI

Oleh :

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA
2016

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK


STIMULASI PEERSEPSI : HALUSINASI
I. Latar Belakang
Terapi kelompok adalah terapi psikologi yang dilakukan secara kelompok
untuk memberikan stimulasi bagi pasien dengan gangguan interpersonal (Yosep,
2008). Terapi aktivitas kelompok merupakan salah satu terapi modalitas yang
dilakukan perawat kepada sekelompok klien yang mempunyai masalah
keperawatan yang sama. Aktivitas digunakan sebagai terapi, dan kelompok
digunakan sebagai target asuhan. Salah satu gangguan hubungan sosial pada
pasien gangguan jiwa adalah gangguan sensori persepsi:
Halusinasi dan merupakan salah satu masalah keperawatan yang dapat ditemukan
pada pasien gangguan jiwa. Halusinasi adalah salah satu gejala gangguan jiwa di
mana pasien mengalami perubahan sensori persepsi; merasakan sensasi palsu
berupa suara, penglihatan, pengecapan perabaan atau penghiduan. Pasien
merasakan stimulus yang sebetulnya tidak ada. Dampak dari halusinasi yang
diderita klien diantaranya dapat menyebabkan klien tidak mempunyai teman dan
asyik dengan fikirannya sendiri. Salah satu penanganannya yaitu dengan
melakukan Terapi Aktivitas Kelompok yang bertujuan untuk mengidentifikasi
halusinasi dan mengontrol halusinasi yang dialaminya.
Dari beberapa kasus gangguan jiwa yang ada di RSJ Menur Surabaya
terdapat kasus halusinasi. Oleh karena itu, perlu diadakan Terapi Aktivitas
Kelompok tentang halusinasi.
II. Landasan Teori
III.Tujuan
1. Tujuan Umum
Klien dapat meningkatkan kemampuan diri dalam mengontrol halusinasi
dalam kelompok secara bertahap.
2. Tujuan Khusus
a. Klien dapat mengenal halusinasi.
b. Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara menghardik.

c. Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap dengan


orang lain.
d. Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara melakukan aktivitas
terjadwal.
e. Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara patuh minum obat.
IV. Sesi yang digunakan
Dalam Terapi Aktivitas Kelompok stimulasi persepsi : halusinasi dapat dibagi
menjadi 5 sesi yaitu:

1. Sesi pertama: Mengenal Halusinasi


Tujuan:
a.
b.
c.
d.

Pasien dapat mengenal halusinasi.


Pasien mengenal waktu terjadinya halusinasi.
Pasien mengenal situasi terjadinya halusinasi.
Pasien mengenal perasaannya pada saat terjadi halusinasi.

Langkah kegiatan
a. Persiapan
1) Memilih pasien sesuai dengan indikasi yaitu pasien dengan perubahan
sensori persepsi: halusinasi.
2) Membuat kontrak dengan pasien
3) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
b. Orientasi
1) Salam terapeutik
a) Salam dari terapis kepada pasien.
b) Perkenalkan nama dan panggilan terapis (pakai papan nama).
c) Menanyakan nama dan panggilan semua pasien (beri papan nama).
2) Evaluasi/ validasi
Menanyakan perasaan pasien saat ini.
3) Kontrak
a) Terapis menjelaskan tujuan kegiatan yang akan dilaksanakan, yaitu
mengenal suara-suara yang didengar.
b) Terapis menjelaskan aturan main berikut:
1. Jika ada pasien yang ingin meninggalkan kelompok, harus minta
izin kepada terapis.
2. Lama kegiatan 45 menit
3. Setiap pasien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai.
c. Tahap kerja
1) Terapis menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, yaitu mengenal suara
suara yang didengar (halusinasi) tentang isinya, waktu terjadinya, situasi
terjadinya, dan perasaan pasien pada saat terjadi.

2) Terapis meminta pasien menceritakan isi halusinasi, kapan terjadinya,


situasi yang membuat terjadi, dan perasaan pasien saat terjadi halusinasi.
Mulai dari pasien yang sebelah kanan , secara berurutan sampai semua
pasien mendapat giliran. Hasilnya ditulis di whiteboard
3) Beri pujian pada pasien yang melakukan dengan baik.
4) Simpulkan isi, waktu terjadi, situasi terjadi, dan perasaan pasien dari suara
yang biasa didengar
d. Tahap terminasi
1) Evaluasi
a) Terapis menanyakan perasaan pasien setelah mengikuti TAK.
b) Terapis memberikan pujian atas keberhasilan kelompok
2) Tindak lanjut
Terapis meminta pasien untuk melaporkan isi, waktu, situasi, dan
perasaanya jika terjadi halusinasi.
3) Kontrak yang akan datang
a) Menyepakati TAK yang akan datang, yaitu cara mengontrol halusinasi
b) Menyepakati waktu dan tempat.