Anda di halaman 1dari 30

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1. Gambaran Umum Penelitian
Penelitian mengenai angka kejadian dan karakteristik penderita diabetes melitus
yang dirawat inap di Bagian Penyakit Dalam Rumah Sakit Muhammadiyah
Palembang periode 1 Januari 2013 - 31 Desember 2013 dengan menggunakan data
psien di bagian penyakit dalam, didapatkan jumlah keseluruhan pasien adalah
sebanyak 236 kasus, sedangkan yang memenuhi kriteria inklusi adalah sebanyak 195
kasus, sisanya 41 kasus termasuk dalam kriteria eksklusi karena didiagnosis diabetes
melitus disertai dengan penyakit lain seperti hipertensi, stroke, penyakit jantung
koroner, dan dispepsia.
4.2. Hasil dan Pembahasan
4.1.1.Angka Kejadian Penderita Diabetes Melitus Berdasarkan Tipe DM,
Ada Tidaknya Komplikasi, Kategori Komplikasi, Jenis Komplikasi dan
Jenis Pengobatan
A.

Tipe Diabetes Melitus


Dari hasil penelitian yang dilakukan pada 195 kasus di bagian

penyakit dalam Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang periode 1


Januari 2013 - 31 Desember 2013 didapatkan angka kejadian penderita
diabetes melitus berdasarkan tipe diabetes melitus dapat dilihat pada tabel
berikut:

Tabel 4.1.Angka Kejadian Penderita Diabetes Melitus yang Dirawat Inap


di Bagian Penyakit Dalam RSMP Berdasarkan Tipe DM.
Variabel
Tipe DM
DM Tipe 1
DM Tipe 2
Total

Frekuensi

Persentase (%)

2
193
195

1
99
100

Tipe DM
1%

DM Tipe 1
DM Tipe 2

99%

Gambar 4.1 Diagram Batang Angka Kejaidian Berdasarkan Tipe Diabetes Melitus

Pada tabel 4.1 dan gambar 4.1 didapatkan bahwa penderita diabetes
melitus tipe 2 yaitu sebanyak 193 orang (99%) sedangkan diabetes
melitus tipe 1 sebanyak 2 orang (1%). Pada penelitian ini dapat diketahui
bahwa kejadian diabetes melitus tipe 2 lebih banyak dibandingkan tipe 1
karena diabetes melitus tipe 2 berkaitan langsung dengan gaya hidup yang
kurang sehat seperti pola makan yang berlebihan dan kurangnya aktifitas
fisik sehinggaDM tipe 2 cenderung lebih mudah terjadi dibandingkan
diabetes melitus tipe 1 yang disebabkan karena kerusakan langsung pada
sel beta pangkreas.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian dari American
Diabetes Association

(2004) dimana diabetes tipe 2 merupakan tipe

diabetes melitus yang paling sering ditemukan, meliputi 90 95% dari


seluruh penderita diabetes melitus. Hasil yang sama juga didapatkan dari

penelitian Sibuea (2010) di RSUP Adam Malik Medan dimana 97,8%


adalah penderita diabetes melitus tipe 2 sedangkan 2,2% adalah tipe 1.
Selain itu pada penelitian Sinaga (2011) di Rumah Sakit Vita Insani
Pematang Siantar didapatkan 99,2% adalah penderita diabetes melitus
tipe 2 dan sisanya 0,8% merupakan penderita diabetes melitus tipe 1.
B.

Ada Atau Tidaknya Komplikasi


Dari hasil penelitian yang dilakukan pada 195 kasus di bagian

penyakit dalam Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang periode 1


Januari 2013 - 31 Desember 2013 didapatkan angka kejadian penderita
diabetes melitus berdasarkan ada atau tidaknya komplikasi diabetes
melitus dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.2. Angka Kejadian Penderita Diabetes Melitus Berdasarkan Ada
atau Tidaknya Komplikasi
Variabel

Tipe DM
1

Komplikasi
Ya
Tidak
Total

F
2
0
2

Total

2
(%)
100
0
100

F
162
31
193

(%)
83,9
16,1
100

F
164
31
195

Komplikasi DM Tipe 1
DM tipe 1
dengan
komplikasi
100%

DM tipe 1 tanpa
komplikasi

(%)
100
100
100

Gambar 4.2. Diagram Pie Angka Kejadian Penderita Diabetes Melitus Tipe 1 dengan
Komplikasi dan Tanpa Komplikasi

Komplikasi DM Tipe 2
DM tipe 2
dengan
komplikasi

16%
84%

DM tipe 2 tanpa
komplikasi

Gambar 4.3. Diagram Pie Angka Kejadian Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 dengan
Komplikasi dan Tanpa Komplikasi

Berdasarkan tabel 4.2, gambar 4.2 dan gambar 4.3 didapatkan


bahwa angka kejadian penderita diabetes melitus tipe 1 dengan
komplikasi adalah sebanyak 2 orang (100%). Angka kejadian penderita
diabetes melitus tipe 2 dengan komplikasi yaitu sebanyak 162 orang
(83,9%) dan tanpa komplikasi sebanyak 31 orang (16,1%).
Banyaknya penderita diabetes melitus tipe 1 dan 2 dengan
komplikasi dibandingkan tanpa komplikasi disebabkan karena pada
diabetes melitus tipe 1 terjadi kerusakan pada sel beta pangkreas yang
mengakibatkan insulin tidak dapat disekresikan sehingga terjadinya
gangguan pada multiorgan yang menimbulkan komplikasi. Begitu pula
dengan diabetes melitus tipe 2 yang merupakan penyakit silent killer
karena kebanyakan penderita diabetes tidak menyadari bahwa gejala yang
mereka rasakan merupakan gejala diabetes melitus sehingga penyakit ini
akan terus berlanjut dan menimbulkan komplikasi yang mengakibatkan
mereka datang ke rumah sakit.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh


Sibuea (2010) di RSUP Adam Malik Medan dimana dari 3 penderita
diabetes melitus tipe 1 sebanyak 2 orang (66,7%) memiliki komplikasi
dan 1 orang (33,3%) tidak mengalami komplikasi. Selain itu, sebanyak
85,4% penderita diabetes melitus tipe 2 mengalami komplikasi dan
sebanyak 15,6% penderita tidak mengalami komplikasi. Hasil yang sama
juga didapatkan dari penelitian Elia (2012) di RS Dr. M. Djamil Padang
dimana sebanyak 56,2% penderita diabetes melitus tipe 2 mengalami
komplikasi.
C.

Kategori Komplikasi
Dari hasil penelitian yang dilakukan pada 195 kasus di bagian

penyakit dalam Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang periode 1


Januari 2013 - 31 Desember 2013 didapatkan angka kejadian penderita
diabetes melitus berdasarkan kategori komplikasi yaitu akut dan kronik
dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.3. Angka Kejadian Penderita Diabetes Melitus Berdasarkan
Kategori komplikasi
Variabel

Tipe DM
1

Komplikasi
Akut
Kronik
Akut dan Kronik
Tidak Komplikasi
Total

F
0
2
0
0
2

Total

2
(%)
0
100
0
0
100

F
49
99
14
31
193

(%)
25,4
51,3
7,3
16,1
100,0

F
49
101
14
31
195

(%)
25,1
58,8
7,2
15,9
100,0

Kategori Komplikasi Tipe 1


100%
80%
60%
40%
20%
0%

100%
0%

0%

0%

Gambar 4.4. Diagram Batang Angka Kejadian Penderita Diabetes Melitus Tipe 1
Berdasarkan Kategori Komplikasi

Kategori Komplikasi Tipe 2


60.0%
50.0%
40.0%
30.0%
20.0%
10.0%
0.0%

51.3%
25.4%
7.3%

16.1%

Gambar 4.5. Diagram Batang Angka Kejadian Penderita Diabete Melitus Tipe 2
Berdasarkan Kategori Komplikasi

Pada tabel 4.3, gambar 4.4 dan gambar 4.5 didapatkan bahwa
penderita diabetes melitus tipe 1 dengan komplikasi kronik yaitu
sebanyak 2 orang (100%). Pada penderita diabetes melitus tipe 2 dengan

komplikasi kronik yaitu sebanyak 101 orang (51,8%); komplikasi akut


sebanyak 49 orang (25,1%) ; tidak mengalami komplikasi sebanyak 31
orang (15,9%) dan yang mengalami komplikasi akut dan kronik sebanyak
14 orang (7,2%).
Dari penelitian ini didapatkan bahwa penderita diabetes melitus tipe
1 dan 2 paling banyak mengalami komplikasi kronik dibandingkan
komplikasi akut. Hal ini disebabkan karena diabetes melitus merupakan
penyakit yang harus dikontrol dalam waktu lama sehingga dapat
menimbulkan ketidakpatuhan penderita dalam pengobatan yang berakibat
pada kerusakan organ tubuh atau komplikasi kronik.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh
Marpaung (2006) di Rumah Sakit Umum Pemantang Siantar dimana
sebanyak 93,94% penderita diabetes melitus tipe 1 dan 2 mengalami
komplikasi kronik. Hasil yang sama juga didapatkan dari penelitian
Tarigan (2011) di Rumah Sakit Umum Herna Medan dimana sebanyak
85,1% penderita diabetes melitus tipe 1 dan 2 mengalami komplikasi
kronik. Pada penelitian Sinaga (2012) di Rumah Sakit Vita Insani
didapatkan bahwa 1 orang (100%) penderita diabetes melitus tipe 1
dengan komplikasi kronik.
D.

Jenis Komplikasi
Dari hasil penelitian yang dilakukan pada 195 kasus di bagian

penyakit dalam Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang periode 1


Januari 2013 - 31 Desember 2013 didapatkan angka kejadian penderita
diabetes melitus berdasarkan jenis komplikasi yaitu dapat dilihat pada
tabel berikut:

Tabel 4.4. Angka Kejadian Penderita Diabetes Melitus Berdasarkan Jenis


Komplikasi.
Tipe DM

Variabel
Jenis komplikasi
KAD
Hipoglikemia
Gangren
Nefropati
Neuropati
Retinopati
Hipoglikemia dan Gangren
Hipoglikemia dan Nefropati
KAD, Nefropati dan Gangren
Neuropati dan Gangren
Neuropati dan Nefropati
Neuropati , Nefropati dan Retinopati
Neuropati dan Retinopati
KAD dan Neuropati
Hipoglikemia dan Neuropati
Hipoglikemia dan Retinopati
KAD, Neuropati dan Gangren
Tidak ada Komplikasi
Total

Total

(%)

(%)

(%)

0
0
0
1
1
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
2

0
0
0
50
50
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
100

21
28
39
18
27
7
1
1
1
3
2
1
2
7
2
1
1
31
193

10,9
14,5
20,2
9,3
14,0
3,6
0,5
0,5
0,5
1,6
1,0
0,5
1,0
3,6
1,0
0,5
0,5
16,1
100

21
28
39
19
28
7
1
1
1
3
2
1
2
7
2
1
1
31
195

10,8
14,4
20,0
9,7
14,4
3,6
0,5
0,5
0,5
1,5
1,0
0,5
1,0
3,6
1,0
0,5
0,5
1,9
100

Jenis Komplikasi DM Tipe 1


50%
50%

50%
45%
40%
35%
30%
25%
20%
15%
10%
5%
0%
0%0%0%

0%0%0%0%0%0%0%0%0%0%0%0%0%

Gambar 4.6. Diagram Batang Angka Kejadian Penderita DM Tipe 1 Berdasarkan Jenis
Komplikasi

Jenis Komplikasi DM Tipe 2


25.0%
20.0%

20.2%
14.5%

15.0% 10.9%

16.1%

14.4%
9.3%

10.0%
5.0%

3.6%

3.6%
1.6%
1.0%
1.0%
1.0%
0.5%
0.5%
0.5%
0.5%
0.5%
0.5%

0.0%

Gambar 4.7. Diagram Batang Angka Kejadian Penderita DM Tipe 2 Berdasarkan Jenis
Komplikasi

Pada tabel 4.4, gambar 4.6 dan 4.7 didapatkan bahwa jenis
komplikasi pada penderita diabetes melitus tipe 1 yaitu Neuropati
sebanyak 1 orang (50%) dan Nefropati sebanyak 1 orang (50%).
Sedangkan pada penderita diabetes melitus tipe 2 angka kejadian jenis
komplikasi adalah Gangren sebanyak 39 orang (20,2%); tidak mengalami
komplikasi sebanyak 31 orang (16,1%); Hipoglikemi sebanyak 28 orang
(14,5%); Neuropati sebanyak 27 orang (14,4%); KAD sebanyak 21 orang
(10,9%); Nefropati sebanyak 18 orang (9,3%); Retinopati sebanyak 7
orang (3,6%); KAD dan Neuropati sebanyak 7 orang (3,6%); Neuropati
dan Gangren sebanyak 3 orang (1,6%); Neuropati dan Nefropati sebanyak
2 orang (1,0%); Neuropati dan Retinopati sebanyak 2 orang (1,0%);
Neuropati dan Retinopati sebanyak 2 orang (1,0%) Hipoglikemi dan
Gangren sebanyak 1 orang (0,5%); Hipoglikemi dan Nefropati sebanyak
1 orang (0,5%); KAD, Nefropati dan Gangren sebanyak 1 orang (0,5%);
Neuropati, Nefropati, dan Retinopati sebanyak 1 orang (0,5%);
Hipoglikemi dan Retinopati sebanyak 1 orang (0,5%); KAD, neuropati
dan Gangren sebanyak 1 orang (0,5%).
Komplikasi yang terjadi pada penderita diabetes melitus tipe 1 yaitu
nefropati dan neuropati disebabkan karena adanya destruksi sel beta
pankreas yang berlangsung lama akan mengakibatkan kerusakan organ
salah satunya adalah nefropati dan neuropati, namun peneliti sendiri
belum menemukan penelitian serupa mengenai jenis komplikasi yang
terjadi pada penderita diabetes melitus tipe 1, mengingat sedikitnya
jumlah penderita diabetes melitus tipe 1 dibandingkan tipe 2. Komplikasi
gangren (kaki diabetik) banyak terjadi pada penderita diabetes melitus
tipe 2 disebabkan karena kadar gula darah yang tidak terkontrol,
perawatan luka yang tidak baik dan kurangnya pengetahuan penderita

mengenai kaki diabetik sehingga mengakibatkan penderita mengalami


komplikasi Kaki Diabetik ini.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Roza (2008) di RSUP
H. Adam Malik Medan tahun 2006 yang mendapatkan bahwa proporsi
penderita Diabetes Melitus dengan komplikasi berdasarkan jenis
komplikasi tertinggi adalah Gangren 26,4% . Hasil yang sama juga
didapatkan dari penelitian Tarigan (2011) dimana jenis komplikasi
terbanyak adalah gangren yaitu sebesar 26,1%.
4.1.2.Karakteristik Penderita Diabetes Melitus Dengan Komplikasi dan
Tanpa Komplikasi Berdasarkan Umur, Jenis Kelamin, Pekerjaan dan
Pengobatan
A.

Umur
Dari hasil penelitian yang dilakukan pada 195 kasus di bagian

penyakit dalam Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang periode 1


Januari 2013 - 31 Desember 2013 didapatkan karakteristik penderita
diabetes melitus dengan komplikasi berdasarkan umur dapat dilihat pada
tabel sebagai berikut:
Tabel 4.5. Penderita Diabetes Melitus dengan Komplikasi Berdasarkan
Umur
Variabel

Tipe DM
1

Usia
Remaja (12 - 25 tahun)
Dewasa (26 - 45 tahun)
Lansia (46 - 65 tahun)
Manula (> 65 tahun)
Total

F
2
0
0
0
2

Total

2
(%)
100
0
0
0
100

F
0
24
100
38
193

(%)
0
14,8
61,7
23,5
100,0

F
2
24
100
38
193

(%)
1.0
14,8
61,7
23,5
100,0

Umur Penderita DM tipe 1 Dengan Komplikasi


100%
100%
50%
0%
Remaja

0%
Dewasa

0%
Lansia

0%
Manula

Gambar 4.8. Diagram Batang Penderita Diabetes Melitus tipe 1 Dengan Komplikasi
Berdasarkan Umur

Umur Penderita DM tipe 2 Dengan Komplikasi


61.7%

80%
60%
40%
20%

23.5%

14.8%
0.0%

0%
Remaja

Dewasa

Lansia

Manula

Gambar 4.9. Diagram Batang Penderita Diabetes Melitus tipe 2 Dengan Komplikasi
Berdasarkan Umur

Berdasarkan tabel 4.5. gambar 4.8 dan gambar 4.9. didapatkan


bahwa penderita diabetes melitus tipe 1 dengan komplikasi yaitu
kelompok umur remaja sebanyak 2 orang (100%). Sedangkan pada
penderita diabetes melitus tipe 2 dengan komplikasi yaitu kelompok umur
lansia sebanyak 100 orang (61,7 %); kelompok umur manula sebanyak 38
orang (24 %) dan kelompok umur dewasa sebanyak 24 orang (14,8 %).

Untuk karakteristik penderita diabetes melitus tanpa komplikasi


bedasarkan umur dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4.6. Penderita Diabetes Melitus Tanpa Komplikasi Berdasarkan
Umur
Variabel

Tipe DM
1

Usia
Remaja (12 - 25 tahun)
Dewasa (26 - 45 tahun)
Lansia (46 - 65 tahun)
Manula (> 65 tahun)
Total

F
0
0
0
0
0

Total

2
(%)
0
0
0
0
0

F
0
10
14
7
31

(%)
0
32,3
45,2
22,6
100

F
0
10
14
7
31

(%)
0
32,3
45,2
22,6
100,0

Umur penderita DM tipe 2 Tanpa Komplikasi


45.2%

50%
32.3%

40%

22.6%

30%
20%
10%

0.0%

0%

Remaja

Dewasa

Lansia

Manula

Gambar 4.10. Diagram Batang Penderita Diabetes Melitus tipe 2 Tanpa Komplikasi
Berdasarkan Umur

Berdasarkan tabel 4.6 dan gambar 4.10 didapatkan bahwa penderita


Diabetes Melitus tipe 2 tanpa komplikasi berdasarkan kelompok umur
lansia sebanyak 14 orang (45,2%); dewasa sebanyak 10 orang (32,3%)
dan manula sebanyak 7 orang (22,6%).

Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa kelompok umur


terbanyak pada penderita diabetes melitus tipe 1 dengan komplikasi
adalah remaja. Hal ini disebabkan karena diabetes ( tipe 1 sering terjadi )
melitus biasanya terjadi pada pasien dengan usia < 40 tahun. Hasil
penelitian ini sejalan dengan penelitian Himawan, dkk (2009) dimana
rentang usia penderita diabetes melitus tipe 1 adalah 5-31 tahun (< 40
tahun).
Pada penderita diabetes melitus tipe 2 dengan dan tanpa komplikasi
adalah kelompok umur lansia (45 65 Tahun) . Hal ini disebabkan karena
Resiko diabetes tipe 2 akan meningkat seiring dengan bertambahnya
umur karena pada umur tersebut mulai terjadi peningkatan intolenransi
glukosa

dan

berkurangnya

kemampuan

sel

pancreas

dalam

memproduksi insulin. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan


oleh Zahtamal, dkk (2007), Hendrizal (1996) dan Irawan (2010) dimana
usia penderita diabetes melitus terbanyak adalah berusia 45 tahun.
B.

Jenis Kelamin
Dari hasil penelitian yang dilakukan pada 195 kasus di bagian

penyakit dalam Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang periode 1


Januari 2013 - 31 Desember 2013 didapatkan karakteristik penderita
diabetes melitus dengan komplikasi berdasarkan jenis kelamin dapat
dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.8.Penderita Diabetes Melitus Dengan Komplikasi Berdasarkan
Jenis Kelamin
Variabel

Tipe DM
1

Jenis Kelamin
Laki-laki

F
1

Total

2
(%)
50

F
62

(%)
38,3

F
63

(%)
38,4

Perempuan
Total

1
2

50
100

100
162

61,7
100

101
164

61,6
100

Jenis Kelamin Penderita Diabetes Melitus Tipe 1 dengan Komplikasi

50%

50%

Laki-laki
Perempuan

Gambar 4.11. Diagram Pie Penderita Diabetes Melitus Tipe 1 dengan Komplikasi
Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Komplikasi

38%
62%

Laki-laki
Perempuan

Gambar 4.12. Diagram Pie Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Komplikasi
Berdasarkan Jenis Kelamin

Berdasarkan tabel 4.8, gambar 4.10 dan gambar 4.11 didapatkan


bahwa penderita Diabetes Melitus tipe 1 dengan komplikasi pada pasien
perempuan yaitu sebanyak 1 orang (50%) dan laki-laki sebanyak 1 orang
(50%). Pada penderita Diabetes Melitus tipe 2 dengan komplikasi pasien
perempuan sebanyak 101 orang (61,7 %) dan pasien laki-laki sebanyak
66 orang (38,3 %).
Untuk karakteristik penderita diabetes melitus tanpa komplikasi
dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.9. Penderita Diabetes Melitus Tanpa Komplikasi Berdasarkan
Jenis Kelamin
Variabel

Tipe DM
1

Jenis Kelamin
Laki-laki
Perempuan
Total

F
0
0
0

Total

2
(%)
50
50
100

F
12
19
162

(%)
38,7
61,3
100

F
12
19
31

(%)
38,7
61,3
100

Jenis Kelamin Penderita Diabetes Melitus Tanpa Komplikasi

39%
61%

Laki-laki
Perempuan

Gambar 4.13. Diagram Pie Penderita Diabetes Melitus Tanpa Komplikasi Berdasarkan
Jenis Kelamin

Berdasarkan tabel 4.9 dan gambar 4.13 didapatkan bahwa penderita


Diabetes Melitus tipe 2 tanpa komplikasi pada pasien perempuan
sebanyak 19 orang (61,3 %) dan pasien laki-laki sebanyak 12 orang (38,7
%).
Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa persentase penderita
diabetes melitus tipe 1 dengan komplikasi pada pasien perempuan sama
dengan pasien laki-laki. Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian
yang dilakukan oleh Aji (2011) dan Himawan, dkk (2009) dimana
penderita diabetes melitus tipe 1 dengan komplikasi lebih banyak pada
pasien perempuan. Adanya perbedaan penelitian ini disebabkan karena
kemungkinan jumlah dari penderita diabetes melitus tipe 1 pada
penelitian ini lebih sedikit dibandingkan dua penelitian sebelumnya.
Pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan dan tanpa komplikasi
lebih tinggi pada pasien perempuan dibandingkan pasien laki-laki.
Tingginya kejadian diabetes melitus pada perempuan disebabkan karena
wanita memiliki peluang peningkatan indeks masa tubuh yang lebih besar
dan kejadian obesitas pada perempuan lebih besar dibandingkan laki-laki.
Selain itu, wanita yang pasca-menopouse akumulasi lemak lebih mudah
terjadi sehingga wanita berisiko menderita diabetes mellitus. Adanya
distribusi lemak tubuh yang berlebihan menyebabkan meningkatnya
Asam Lemak atau Free Fatty Acid (FFA) dalam sel. Peningkatan FFA ini
akan menurunkan translokasi transporter glukosa ke membrane plasma,
dan menyebabkan terjadinya resistensi insulinpada jaringan otot dan
adiposa.
Penelitian ini sejalan dengan penelitan yang dilakukan oleh Jelantik
(2014) dimana jumlah penderita diabetes melitus lebih banyak pada
perempuan (64%). Hasil yang sama juga terdapat pada penelitian
Trisnawati (2013) dimana perempuan lebih banyak menderita diabetes
melitus dibandingkan laki-laki (62,1%).

C.

Pekerjaan
Dari hasil penelitian yang dilakukan pada 195 kasus di bagian

penyakit dalam Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang periode 1


Januari 2013 - 31 Desember 2013 didapatkan karakteristik penderita
diabetes melitus dengan komplikasi berdasarkan pekerjaan dapat dilihat
pada tabel berikut:
Tabel 4.10. Penderita Diabetes Melitus dengan Komplikasi Berdasarkan
Pekerjaan
Tipe DM

Variabel
Pekerjaan
Buruh
Ibu Rumah Tangga
Pensiunan
Pegawai Negri Sipil
Swasta
Wiraswasta
Tidak Bekerja
Total

Total

(%)

(%)

(%)

0
0
0
1
1
0
0
2

0
0
0
50
50
0
0
100

40
41
5
12
27
36
1
162

24,7
25,3
3,1
7,4
16,7
22,2
0,6
100

40
41
5
13
28
36
1
164

24,4
25,0
3,0
7,9
17,1
22,0
0,6
100

Pekerjaan Penderita DM Tipe 1 Dengan Komplikasi


50.0%

50.0%
45.0%
40.0%
35.0%
30.0%
25.0%
20.0%
15.0%
10.0%
5.0%
0.0%

0.0%

0.0%

50.0%

0.0%

0.0%

0.0%

Gambar 4.12. Diagram Batang Penderita Diabetes Melitus tipe 1 dengan Komplikasi
Berdasarkan Pekerjaan

Berdasarkan tabel 4.10 dan gambar 4.12 dapat dilihat bahwa


pekerjaan

penderita diabetes melitus tipe 2 dengan komplikasi adalah

Pegawai Negeri Swasta sebanyak 1 orang (50%) dan Swasta 1 Orang


(50%).

Pekerjaan Penderita DM tipe 2 Dengan Komplikasi


30.0%

24.7% 25.3%

22.2%

25.0%
16.7%

20.0%
15.0%
10.0%
5.0%
0.0%

7.4%
3.1%

0.6%

Gambar 4.13. Diagram Batang Penderita Diabetes Melitus dengan Komplikasi


Berdasarkan Pekerjaan

Berdasarkan Tabel 4.10 dan Gambar 4.12 Dapat dilihat bahwa


penderita Diabetes Melitus tipe 2 dengan komplikasi pada Ibu Rumah
Tangga sebanyak 41 orang (25,3 %) ; buruh sebanyak 40 orang (24,7 %) ;
wiraswasta sebanyak 36 orang (22,2%) ; swasta sebanyak 28 orang (16,7
%) ; PNS sebanyak 13 orang (7,4 %) ; pensiunan sebanyak 5 orang (3,1
%) dan tidak bekerja 1 orang (0,6 %).

Untuk karakteristik penderita diabetes melitus tanpa komplikasi


dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.11. Penderita Diabetes Melitus Tanpa Komplikasi Berdasarkan
Pekerjaan
Tipe DM

Variabel
Pekerjaan
Buruh
Ibu Rumah Tangga
Pensiunan
Pegawai Negri Sipil
Swasta

1
F
0
0
0
0
0

Total

2
(%)
0
0
0
0
0

F
2
9
1
9
4

(%)
6,5
29,0
3,2
29,0
12,9

F
2
9
1
9
4

(%)
6,5
29,0
3,2
29,0
12,9

Wiraswasta
Tidak Bekerja
Total

0
0
0

0
0
100

6
0
31

19,4
0
100

6
0
164

19,4
0
100

Pekerjaan Penderita Diabetes Tipe 2 Melitus Tanpa Komplikasi


29.0%

29.0%

30.0%
25.0%

19.4%

20.0%
15.0%
10.0%
5.0%

12.9%
6.5%

3.2%

0.0%

0.0%

Gambar 4.14. Diagram Batang Penderita Diabetes Melitus Tanpa Komplikasi


Berdasarkan Pekerjaan.

Berdasarkan Tabel 4.10 dan Gambar 4.13 Dapat dilihat bahwa


penderita Diabetes Melitus tipe 2 tanpa komplikasi berdasarkan pekerjaan
yaitu PNS sebanyak 9 orang (29%), Ibu Rumah Tangga sebanyak 9 orang
(29%), wiraswasta sebanyak 6 orang (19,4 %), swasta sebanyak 4 orang
(12,9%), buruh 2 orang (6,5 %) dan pensiunan 1 orang (3,2 %).
Dari hasil penelitian di atas dapat dilihat bahwa pekerjaan yang
paling banyak pada penderita diabetes melitus tipe 1 dengan komplikasi
adalah PNS dan Swasta (50%). Peneliti sendiri belum menemukan
penelitian yang sejenis mengenai pekerjaan pada diabetes melitus tipe 1.
Pada penderita diabetes melitus tipe 2 pada Ibu Rumah Tangga (IRT)
sebanyak 25,3 %. Hasil penelitian ini sesuai dengan yang dilakukan
Sartika (2007) di RSU Sipirok Tapanuli Selatan tahun 2004-2006 didapat

proporsi penderita DM berdasarkan pekerjaan tertinggi adalah Ibu Rumah


Tangga (IRT) sebanyak 33,8%. Selain itu juga pada penelitian Sinaga
(2011) di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar angka kejadian
penderita dm tertinggi yaitu ibu rumah tangga (IRT) sebanyak 28,5%.
Sedangkan angka kejadian penderita diabetes melitus tanpa
komplikasi tertinggi pada pekerjaan PNS dan Ibu Rumah Tangga 29%.
Peneliti sendiri belum menemukan penelitian yang serupa mengenai
karakteristik penderita diabetes melitus tanpa komplikasi berdasarkan
pekerjaan.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Marpaung (2006) di
Rumah Sakit Umum Pematangsiantar tahun 2003-2004 dimana proporsi
penderita diabetes melitus dengan komplikasi berdasarkan pekerjaan
tertinggi adalah PNS sebanyak 39,5% dan proporsi terendah adalah IRT
sebanyak 14,1%. Hal ini menunjukkan bahwa pekerjaan tidak
mempengaruhi kejadian Diabetes Melitus. Kejadian Diabetes Melitus
lebih dipengaruhi oleh gaya hidup, pola makan dan aktifitas fisik.

D.

Pengobatan
Dari hasil penelitian yang dilakukan pada 195 kasus di bagian

penyakit dalam Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang periode 1


Januari 2013 - 31 Desember 2013 didapatkan karakteristik penderita
diabetes melitus dengan komplikasi berdasarkan pengobatan dapat dilihat
pada tabel berikut:
Tabel 4.12. Penderita Diabetes Melitus Dengan Komplikasi Berdasarkan
Pengobatan

Variabel

Tipe DM
1

Obat
Obat Hipoglikemi Oral
Obat Hipoglikemi Oral + Insulin
Insulin
Total

F
0
0
2
2

Total

2
(%)
0
0
100
0

F
102
60
0
162

(%)
63
37
0
100

F
102
60
2
164

(%)
62,2
36,6
1,2
100

Pengobatan Pasien DM tipe 1 Dengan Komplikasi


100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%

100%

0%
Obat Hipoglikemi Oral

0%
OHO + Insulin

Insulin

Gambar 4.15. Diagram Batang Penderita Diabetes Melitus Dengan Komplikasi


Berdasarkan Pengobatan

Pengobatan Pasien DM tipe 2 Dengan Komplikasi


70.0%
60.0%
50.0%
40.0%

63.0%

30.0%

37.0%

20.0%
10.0%

0.0%

0.0%
Obat Hipoglikemi Oral

OHO + Insulin

Insulin

Gambar 4.16. Diagram Batang Penderita Diabetes Melitus Dengan Komplikasi


Berdasarkan Pengobatan

Berdasarkan tabel 4.12, gambar 4.15 dan gambar 4.16 didapatkan


bahwa penderita diabetes melitus tipe 1 dengan komplikasi mendapatkan
pengobatan insulin sebanyak 2 orang (100 %). Pada penderita diabetes
melitus tipe 2 dengan komplikasi mendapatkan pengobatan Obat
Hipoglikemi Oral (OHO) sebanyak 102 orang (63%) ; OHO + Insulin
sebanyak 60 orang (37%).

Untuk karakteristik penderita diabetes melitus tanpa komplikasi


berdasarkan pengobatan dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.13. Penderita Diabetes Melitus Tanpa Komplikasi Berdasarkan
Pengobatan
Variabel

Tipe DM

Obat
Obat Hipoglikemi Oral
Obat Hipoglikemi Oral + Insulin
Insulin
Total

1
F (%)
0
0
0
0
0
0
0
0

Total

2
F
22
9
0
31

(%)
71
29
0
100

F
22
9
0
31

(%)
71
29
0
100

Pengobatan Pasien DM tipe 2 Tanpa Komplikasi


80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%

71%
29%
0%
Obat Hipoglikemi Oral

OHO + Insulin

Insulin

Gambar 4.13. Diagram Batang Penderita Diabetes Melitus Dengan Komplikasi


Berdasarkan Pengobatan

Berdasarkan tabel 4.13. dan gambar 4.13. didapatkan bahwa


penderita diabetes melitus tipe 2 tanpa komplikasi yang mendapatkan
pengobatan Obat Hipoglikemi Oral sebanyak 22 orang (71%) dan
pengobatan obat hipoglikemi oral dan Insulin sebanyak 9 orang (9%).

Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa penderita diabetes


melitus tipe 1 dengan komplikasi mendapatkan pengobatan insulin. Hal
ini disebabkan karena pada diabetes melitus tipe 1 dikenal juga dengan
sebutan Insulin Dependent Diabetes Melitus dimana insulin tidak dapat
diproduksi karena adanya kerusakan pada sel beta pangkreas, sehingga
pengobatannya bergantung pada insulin.
Pada penderita diabetes melitus tipe 2 dengan dan tanpa komplikasi,
paling banyak mendapatkan pengobatan obat hipoglikemi oral. Hal ini
disebabkan karena sebagian besar pasien menderita diabetes melitus tipe
2 (99%). Selain itu juga tingginya pengobatan obat hipoglikemi oral pada
penderita diabetes melitus tanpa komplikasi disebabkan karena pemberian
obat selain OHO tidak diperlukan pada pasien tanpa komplikasi karena
keadaan klinis pasien diabetes yang menunjukkan sel beta pankreas
masih dapat mensekresikan insulin hal ini ditandai dengan belum
timbulnya komplikasi.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Sinaga (2012) di RS
Vita Insani dimana penderita diabetes yang mengalami komplikasi
banyak mendapatkan pengobatan obat hipoglikemi oral (99,2%). Hasil
yang sama juga terdapat
penderita

diabetes

melitus

pada penelitian Putri,dkk (2013) dimana


yang

hipoglikemi oral adalah sebesar 83%.

mendapatkan

pengobatan

obat

Tandra, H., 2008. Segala Sesuatu yang Harus Anda Ketahui Tentang Diabetes.
Jakarta: Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama.
Supriyanto. 2001. Hubungan Antara Derajat Kaki Diabetik dengan Neuropati
Perifer dan Iskemi Perifer Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2. Tesis
Program Pendidikan Dokter Spesialis Universitas Diponegoro.
Hastuti, R., 2008. Faktor-Faktor Risiko Ulkus Diabetika Pada Penderita Diabetes
Mellitus. Tesis Mahasiswa Magister Epidemiologi Universitas Diponegoro.
Wibowo, S., 2005. VCO dan Pencegahan Komplikasi Diabetes. Jakarta: Penerbit
Pawon Publishing.
Marpaung, J., 2006. Karakteristik Penderita Diabetes Mellitus Rawat Inap di
Rumah Sakit Umum Pematang Siantar Tahun 2003-2004. Skripsi Mahasiswa
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara.
Irawan, Dedi. 2010. Prevalensi dan Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2
di Daerah Urban Indonesia (Analisa Data Sekunder Riskesdas 2007). Thesis
Universitas Indonesia.
Hendrizal, I. Karakteristik Penderita Diabetes Mellitus di RSUP Dr. M. Djamil
Padang. Skripsi. Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang. 1996

Zahtamal, dkk.: Faktor-Faktor Risiko Pasien Diabetes Melitus. Berita Kedokteran


Masyarakat, Vol. 23, No. 3, September 2007
Sujaya, I Nyoman. 2009. Pola Konsumsi Makanan Tradisional Bali sebagai Faktor
Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 di Tabanan. Jurnal Skala Husada Vol. 6 No.1 hal: 7581

WHO. 2012. Definition of an older and elderly person.


http://www.who.int/healthinfo/survey/ageingdefnolder/en/index.html
American Diabetes association.2004. Diagnosis and classification of diabetes.journal
of diabetes care vol 27.
Goldstein, B.J., & Muller, D. (2008). Type 2 Diabetes Principles and Practice.
Second Edition. New York: Informa Healthcare.
Dainizardi, Elia .2012. Karakteristik Penderita Diabetes Mellitus (DM) Tipe-2 Yang
Rawat Inap Di Rumah Salat Dr. M. Djamil Padang Tahun 2003. Skripsi fakultas
kesehatan masyarakat universitas sumatera utara.tidak diterbitkan
Rony Sibuea.2011.Karakteristik Penderita Diabetes Melitus Rawat Inap di
RSUP H. Adam Malik Medan Periode 1 Januari 2009 s.d. 31 Desember 2009
.skripsi fakultas kedokteran universitas sumatera utara.tidak diterbitkan
WHO. Prevention of diabetes mellitus. Technical Report Series. 1994: 11-31.
Perkeni., 2006. Perkembangan Diabetes Mellitus Di Indonesia. Jakarta: EGC
Marpaung, Junita.2006. Karakteristik Penderita Diabetes Melitus Rawat Inap di
Rumah Sakit Umum Pematang Siantar Tshun 2003 2004. Skripsi Fakultas
Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara. Tidak diterbitkan
Tarigan, Lia. 2011. Karakteristik Penderita Diabetes Melitus dengan Komplikasi yang
Dirwat Inap di RSU Herna Medan Tahun 2009 2010. Skripsi Fakultas Kesehatan
Masyarakat Universitas Sumatera Utara. Tidak diterbitkan.
IGusti Made Geria Jelantik Hj. Erna Haryati HUBUNGAN FAKTOR RISIKO
UMUR, JENIS KELAMIN, KEGEMUKAN DAN HIPERTENSI DENGAN
KEJADIAN DIABETES MELLITUS TIPE II DI WILAYAH KERJA

PUSKESMAS MATARAM Media Bina Ilmiah Volume 8, No. 1, Februari 2014.


http://www.lpsdimataram.com

Irawan, Dedi. 2010. Prevalensi dan Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2
di Daerah Urban Indonesia (Analisa Data Sekunder Riskesdas 2007). Thesis
Universitas Indonesia.
Teixeria-Lemos, dkk. 2011. Regular physical exercise training assists in preventing
type 2 diabetes development: focus on its antioxidant and anti-inflammantory
properties. Biomed Central Cardiovascular Diabetology 10: 1-15

Sinaga, Merlin. 2012. KARAKTERISTIK PENDERITA DIABETES MELLITUS


DENGAN KOMPLIKASI YANG DIRAWAT INAP DI RUMAH SAKIT VITA
INSANI PEMATANGSIANTAR TAHUN 2011. Skripsi Fakultas Kesehatan
Masyarakat universitas Sumatera Utara. Tidak diterbitkan

Roza, V., 2008. Karakteristik Penderita Diabetes Mellitus Dengan


Komplikasi yang Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan
Tahun 2006. Skripsi Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Sumatera Utara.

Gambaran Klinis dan Laboratoris Diabetes Melitus Tipe-1


pada Anak
Clinical and Laboratories Features in Children with Type-1
Diabetes Mellitus
Haryudi Aji C

Laboratorium Ilmu Kesehatan Anak Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang.
Jurnal Kedokteran Brawijaya, Vol. 26, No. 4, Agustus 2011: Korespondensi: Haryudi Aji C.
Laboratorium Ilmu Kesehatan Anak Rumah
Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang

Komplikasi Jangka Pendek dan Jangka Panjang


Diabetes Mellitus Tipe 1
Indra W. Himawan,* Aman B. Pulungan,** Bambang Tridjaja,** Jose R.L.
Batubara**
*Bagian/SMF Ilmu Kesehatan Anak FK UNUD-RSUP Sanglah, Denpasar
**Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM, Jakarta.
Sari Pediatri, Vol. 10, No. 6, April 2009