Anda di halaman 1dari 13

1.

Darah lengkap (whole blood)


Darah lengkap mempunyai komponen utama yaitu eritrosit, darah lengkap juga
mempunyai kandungan trombosit dan faktor pembekuan labil (V, VIII). Volume darah
sesuai kantong darah yang dipakai yaitu antara lain 250 ml, 350 ml, 450 ml. Dapat
bertahan dalam suhu 42C. Darah lengkap berguna untuk meningkatkan jumlah
eritrosit dan plasma secara bersamaan. Hb meningkat 0,91,2 g/dl dan Ht meningkat
3-4 % post transfusi 450 ml darah lengkap. Tranfusi darah lengkap hanya untuk
mengatasi perdarahan akut dan masif, meningkatkan dan mempertahankan proses
pembekuan. Darah lengkap diberikan dengan golongan ABO dan Rh yang diketahui.
Dosis pada pediatrik rata-rata 20 ml/kg, diikuti dengan volume yang diperlukan untuk
stabilisasi.
Indikasi :
1. Penggantian volume pada pasien dengan syok hemoragi, trauma atau luka bakar
2. Pasien dengan perdarahan masif dan telah kehilangan lebih dari 25% dari volume
darah total.
Rumus kebutuhan whole blood
Hb (Hb normal -Hb pasien) x BB x 6
Ket :
-Hb normal : Hb yang diharapkan atau Hb normal
-Hb pasien : Hb pasien saat ini
Darah lengkap ada 3 macam. Yaitu :
1. Darah Segar
Yaitu darah yang baru diambil dari donor sampai 6 jam sesudah pengambilan.
Keuntungan pemakaian darah segar ialah faktor pembekuannya masih lengkap
termasuk faktor labil (V dan VIII) dan fungsi eritrosit masih relatif baik.
Kerugiannya sulit diperoleh dalam waktu yang tepat karena untuk pemeriksaan
golongan, reaksi silang dan transportasi diperlukan waktu lebih dari 4 jam dan
resiko penularan penyakit relatif banyak.
2. Darah Baru

Yaitu darah yang disimpan antara 6 jam sampai 6 hari sesudah diambil dari donor.
Faktor pembekuan disini sudah hampir habis, dan juga dapat terjadi peningkatan
kadar kalium, amonia, dan asam laktat.
3. Darah Simpan
Darah yang disimpan lebih dari 6 hari sampai 35 hari. Keuntungannya mudah
tersedia setiap saat, bahaya penularan lues dan sitomegalovirus hilang. Sedang
kerugiaannya ialah faktor pembekuan terutama faktor V dan VIII sudah habis.
Kemampuan transportasi oksigen oleh eritrosit menurun yang disebabkan karena
afinitas Hb terhadap oksigen yang tinggi, sehingga oksigen sukar dilepas ke
jaringan. Hal ini disebabkan oleh penurunan kadar 2,3 DPG. Kadar kalium,
amonia, dan asam laktat tinggi.
2. Sel darah merah
Packed red cell
Packed red cell diperoleh dari pemisahan atau pengeluaran plasma secara tertutup
atau septik sedemikian rupa sehingga hematokrit menjadi 70-80%. Volume tergantung
kantong darah yang dipakai yaitu 150-300 ml. Suhu simpan 42C. Lama simpan darah
24 jam dengan sistem terbuka.(3)
Packed cells merupakan komponen yang terdiri dari eritrosit yang telah
dipekatkan dengan memisahkan komponen-komponen yang lain. Packed cells banyak
dipakai dalam pengobatan anemia terutama talasemia, anemia aplastik, leukemia dan
anemia karena keganasan lainnya. Pemberian transfusi bertujuan untuk memperbaiki
oksigenasi jaringan dan alat-alat tubuh. Biasanya tercapai bila kadar Hb sudah di atas 8 g
%.
Untuk menaikkan kadar Hb sebanyak 1 gr/dl diperlukan PRC 4 ml/kgBB atau 1
unit dapat menaikkan kadar hematokrit 3-5 %. Diberikan selama 2 sampai 4 jam dengan
kecepatan 1-2 mL/menit, dengan golongan darah ABO dan Rh yang diketahui.
Kebutuhan darah (ml) :
Hb (Hb normal -Hb pasien) x BB x 3

Ket :
-Hb normal : Hb yang diharapkan atau Hb normal
-Hb pasien : Hb pasien saat ini
Tujuan transfusi PRC adalah untuk menaikkan Hb pasien tanpa menaikkan volume
darah secara nyata. Keuntungan menggunakan PRC dibandingkan dengan darah jenuh
adalah:
1. Mengurangi kemungkinan penularan penyakit
2. Mengurangi kemungkinan reaksi imunologis
3. Volume darah yang diberikan lebih sedikit sehingga kemungkinan overload
berkurang
4. Komponen darah lainnya dapat diberikan pada pasien lain.
Indikasi: :
1. Kehilangan darah >20% dan volume darah lebih dari 1000 ml.
2. Hemoglobin <8 gr/dl.
3. Hemoglobin <10 gr/dl dengan penyakit-penyakit utama : (misalnya
empisema, atau penyakit jantung iskemik)
4. Hemoglobin <12 gr/dl dan tergantung pada ventilator.
Dapat disebutkan bahwa :
Hb sekitar 5 adalah CRITICAL
Hb sekitar 8 adalah TOLERABLE
Hb sekitar 10 adalah OPTIMAL
Transfusi mulai diberikan pada saat Hb CRITICAL dan dihentikan setelah
mencapai batas TOLERABLE atau OPTIMAL
1. Frozen Wash Concentrated Red Blood Cells (Sel Darah Merah Pekat Beku yang
Dicuci)
Diberikan untuk penderita yang mempunyai antibodi terhadap sel darah merah
yang menetap.

2. Washed red cell


Washed red cell diperoleh dengan mencuci packed red cell 2-3 kali dengan saline,
sisa plasma terbuang habis. Berguna untuk penderita yang tak bisa diberi human
plasma. Kelemahan washed red cell yaitu bahaya infeksi sekunder yang terjadi
selama proses serta masa simpan yang pendek (4-6 jam). Washed red cell dipakai
dalam pengobatan aquired hemolytic anemia dan exchange transfusion. (3) Untuk
penderita yang alergi terhadap protein plasma
3. Darah merah pekat miskin leukosit
Kandungan utama eritrosit, suhu simpan 42C, berguna untuk meningkatkan
jumlah eritrosit pada pasien yang sering memerlukan transfusi. Manfaat
komponen darah ini untuk mengurangi reaksi panas dan alergi.(6)

White Blood Cells (WBC atau leukosit)


Komponen ini terdiri dari darah lengkap dengan isi seperti PRC, plasma
dihilangkan 80 % , biasanya tersedia dalam volume 150 ml. Dalam pemberian
perlu diketahui golongan darah ABO dan sistem Rh. Apabila diresepkan berikan
dipenhidramin. Berikan antipiretik, karena komponen ini bisa menyebabkan
demam dan dingin. Untuk pencegahan infeksi, berikan tranfusi dan disambung
dengan antibiotik.
Indikasi :
Pasien sepsis yang tidak berespon dengan antibiotik (khususnya untuk pasien
dengan kultur darah positif, demam persisten /38,3 C dan granulositopenia).

Suspensi trombosit
Pemberian trombosit seringkali diperlukan pada kasus perdarahan yang
disebabkan oleh kekurangan trombosit. Pemberian trombosit yang berulang-ulang
dapat menyebabkan pembentukan thrombocyte antibody pada penderita. (3)
Transfusi trombosit terbukti bermanfaat menghentikan perdarahan karena
trombositopenia. Komponen trombosit mempunyai masa simpan sampai dengan 3
hari.(2)
Indikasi pemberian komponen trombosit ialah :

1. Setiap perdarahan spontan atau suatu operasi besar dengan jumlah


trombositnya

kurang

dari

50.000/mm3.

Misalnya

perdarahan

pada

trombocytopenic purpura, leukemia, anemia aplastik, demam berdarah, DIC


dan aplasia sumsum tulang karena pemberian sitostatika terhadap tumor
ganas.
2. Splenektomi pada hipersplenisme penderita talasemia maupun hipertensi
portal juga memerlukan pemberian suspensi trombosit prabedah.
Rumus Transfusi Trombosit
BB x 1/13 x 0.3
Macam sediaan:
1. Platelet Rich Plasma (plasma kaya trombosit)
Platelet Rich Plasma dibuat dengan cara pemisahan plasma dari darah segar.
Penyimpanan 34C sebaiknya 24 jam.
2. Platelet Concentrate (trombosit pekat)
Kandungan utama yaitu trombosit, volume 50 ml dengan suhu simpan
202C. Berguna untuk meningkatkan jumlah trombosit. Peningkatan post
transfusi pada dewasa rata-rata 5.000-10.000/ul. Efek samping berupa urtikaria,
menggigil, demam, alloimunisasi Antigen trombosit donor.(6)
Dibuat dengan cara melakukan pemusingan (centrifugasi) lagi pada
Platelet Rich Plasma, sehingga diperoleh endapan yang merupakan pletelet
concentrate dan kemudian memisahkannya dari plasma yang diatas yang berupa
Platelet Poor Plasma. Masa simpan 48-72 jam.(3)

Plasma
Plasma darah bermanfaat untuk memperbaiki volume dari sirkulasi darah
(hypovolemia, luka bakar), menggantikan protein yang terbuang seperti albumin
pada nephrotic syndrom dan cirhosis hepatis, menggantikan dan memperbaiki
jumlah faktor-faktor tertentu dari plasma seperti globulin.(3)
Macam sediaan plasma adalah:
1. Plasma cair

Diperoleh dengan memisahkan plasma dari whole blood pada pembuatan


packed red cell.
1. Plasma kering (lyoplylized plasma)
Diperoleh dengan mengeringkan plasma beku dan lebih tahan lama (3 tahun).

Fresh Frozen Plasma


Dibuat dengan cara pemisahan plasma dari darah segar dan langsung
dibekukan pada suhu -60C. Pemakaian yang paling baik untuk menghentikan
perdarahan (hemostasis).(3)
Kandungan utama berupa plasma dan faktor pembekuan, dengan volume
150-220 ml. Suhu simpan -18C atau lebih rendah dengan lama simpan 1 tahun.
Berguna untuk meningkatkan faktor pembekuan bila faktor pembekuan
pekat/kriopresipitat tidak ada. Ditransfusikan dalam waktu 6 jam setelah
dicairkan. Fresh frozen plasma (FFP) mengandung semua protein plasma (faktor
pembekuan), terutama faktor V dan VII. FFP biasa diberikan setelah transfusi
darah masif, setelah terapi warfarin dan koagulopati pada penyakit hepar. Setiap
unit FFP biasanya dapat menaikan masing-masing kadar faktor pembekuan
sebesar 2-3% pada orang dewasa. Sama dengan PRC, saat hendak diberikan pada
pasien perlu dihangatkan terlebih dahulu sesuai suhu tubuh.
Pemberian dilakukan secara cepat, pada pemberian FFP dalam jumlah besar
diperlukan koreksi adanya hypokalsemia, karena asam sitrat dalam FFP mengikat
kalsium. Perlu dilakukan pencocokan golongan darah ABO dan system Rh.
Efek samping berupa urtikaria, menggigil, demam, hipervolemia.
Indikasi :

Mengganti defisiensi faktor IX (hemofilia B)

Neutralisasi hemostasis setelah terapi warfarin bila terdapat perdarahan yang


mengancam nyawa.

Adanya perdarahan dengan parameter koagulasi yang abnormal setelah transfusi


massif

Pasien dengan penyakit hati dan mengalami defisiensi faktor pembekuan

Cryopresipitate
Komponen utama yang terdapat di dalamnya adalah faktor VIII, faktor
pembekuan XIII, faktor Von Willbrand, fibrinogen. Penggunaannya ialah untuk
menghentikan perdarahan karena kurangnya faktor VIII di dalam darah penderita
hemofili A.
Cara pemberian ialah dengan menyuntikkan intravena langsung, tidak
melalui tetesan infus, pemberian segera setelah komponen mencair, sebab
komponen ini tidak tahan pada suhu kamar. (2)
Suhu simpan -18C atau lebih rendah dengan lama simpan 1 tahun,
ditransfusikan dalam waktu 6 jam setelah dicairkan. Efek samping berupa demam,
alergi. Satu kantong (30 ml) mengadung 75-80 unit faktor VIII, 150-200 mg
fibrinogen, faktor von wilebrand, faktor XIII
Indikasi :

Hemophilia A

Perdarahan akibat gangguan faktor koagulasi

Penyakit von wilebrand


Rumus Kebutuhan Cryopresipitate :
0.5x Hb (Hb normal -Hb pasien) x BB

Albumin
Dibuat dari plasma, setelah gamma globulin, AHF dan fibrinogen dipisahkan dari

plasma. Kemurnian 96-98%. Dalam pemakaian diencerkan sampai menjadi cairan 5%


atau 20% 100 ml albumin 20% mempunyai tekanan osmotik sama dengan 400 ml plasma
biasa
Rumus Kebutuhan Albumin
albumin x BB x 0.8

Tranfusi Eritrosit

Eritrosit adalah komponen darah yang paling sering ditransfusikan. Eritrosit


diberikan untuk meningkatkan kapasitas oksigen dan mempertahankan oksigenasi
jaringan.1 Transfusi sel darah merah merupakan komponen pilihan untuk
mengobati anemia dengan tujuan utama adalah memperbaiki oksigenisasi
jaringan.2Pada anemia akut, penurunan nilai Hb dibawah 6 g/dl atau kehilangan
darah dengan cepat >30% - 40% volume darah, maka umumnya pengobatan
terbaik adalah dengan transfusi sel darah merah(SDM).2,3Pada anemia kronik
seperti thalassemia atau anemia sel sabit, transfusi SDM dimaksudkan untuk
mencegah komplikasi akut maupun kronik. SDM juga diindikasikan pada anemia
kronik yang tidak responsive terhadap obat- obatan farmakologik.6.1
Transfusi SDM pra- bedah perlu dipertimbangkan pada pasien yang akan
menjalani pembedahan segera (darurat), bila kadar Hb < 6g/dL>Ada juga yang
menyebutkan, jika kadar Hb <10gr/dl,>3Transfusi tukar merupakan jenis transfusi
darah yang secara khusus dilakukan pada neonatus, dapat dilakukan dengan darah
lengkap

segar, dapat

pula

dengan

sel

darah

merah

pekat(SDMP)

mampat(SDMM). 9.4
Transfusi tukar ini diindikasikan terutama pada neonatus dengan ABO
incompatibility atau hiperbilirubinemia yang tidak memberikan respon adekuat
dengan terapi sinar. Indikasi yang lebih jarang adalah DIC / pengeluaran toksin
seperti pada sepsis. 8,9
Biasanya satu/ dua volume darah diganti.3Faktor-faktor lain yang perlu
dipertimbangkan dalam memberikan transfusi selain kadar Hb adalah: (1)Gejala,
tanda, dan kapasitas vital dan fungsional penderita, (2)Ada atau tidaknya penyakit
kardiorespirasi atau susunan saraf pusat, (3)Penyebab dan antisipasi anemia,
(4)Ada atau tidaknya terapi alternatif lain1Pedoman untuk transfusi pada anak dan
remaja serupa dengan pada dewasa (lihat tabel 3.2) Untuk neonatus, tidak ada
indikasi transfusi eritrosit yang jelas disepakati, biasanya, pada neonatus eritrosit
diberikan untuk mempertahankan Hb, berdasarkan status klinisnya4,3
Pilihan produk eritrosit untuk anak dan remaja adalah suspensi standar
eritrosit yang dipisahkan dari darah lengkap dengan pemusingan dan disimpan
dalam antikoagulan/medium pengawet pada nilai hematokrit kira-kira 60%. Dosis
biasa adalah 10 15 ml/Kg, tetapi volume transfusi sangat bervariasi, tergantung
pada keadaan klinis (misalnya perdarahan terus menerus atau hemolisis). Untuk

neonatus, produk pilihan adalah konsentrat PRC (Ht 70 90%) yang diinfuskan
perlahan-lahan (2 4 jam) dengan dosis kira-kira 15 ml/KgBB.5,7
Text Box: Kebutuhan darah (ml)= BB(kg)x6x(Hb target-Hb tercatat)
Dibagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM Jakarta, dosis tranfusi
didasarkan atas makin anemis seorang resipien, maka sedikit jumlah darah yang
diberikan per et mal dalam suatu seri tranfusi darah dan makin lambat pula jumlah
tetesan yang diberikan, untuk menghindari komplikasi gagal jantung. Di bagian
Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM Jakarta, dosis yang dipergunakan untuk
menaikkan Hb adalah dengan menggunakan modifikais rumus empiris sebagai
berikut :
Bila yang digunakan sel darah merah pekat (packed red cells), maka
kebutuhannya adalah 2/3 dari darah lengkap, menjadi:
BB (kg) x 4 x (Hb diinginkan - Hb tercatat)
Untuk anemia yang bukan karena perdarahan, maka teknis pemberiannya
adalah dengan tetesan. Makin rendah Hb awal makin lambat tetesannya dan
makin sedikit volume sel darah merah yang diberikan. Jika menggunakan packed
red cells untuk anemia, lihat tabel 3.3
Tabel 3.3. Dosis PRC untuk transfuse

Tranfusi Suspensi Trombosit


Suspensi trombosit dapat diperoleh dari 1 unit darah lengkap segar donor

tunggal, atau dari darah donor dengan cara/ melalui tromboferesis. Komponen ini
masih mengandung sedikit sel darah merah, leukosit, dan plasma. Komponen ini
ditransfusikan dengan tujuan menghentikan perdarahan karena trombositopenia,

atau untuk mencegah perdarahan yang berlebihan pada pasien dengan


trombositopenia yang akan mendapatkan tindakan invasive.8,7
Indikasi transfusi trombosit pada anak dan bayi dapat dilihat pada tabel 3.4
berikut ini.
Anak-anak dan remaja

Trombosit <10x109/L dan perdarahan

Trombosit <10x109/L dan prosedur invasif

Trombosit <20x109/L dan kegagalan sumsum tulang dengan faktor risiko


perdarahan tambahan

Defek trombosit kumulatif dan perdarahan atau prosedur invasive

Bayi berusia < 4 bulan

Trombosit <100x109/L dan perdarahan

Trombosit <50x109/L dan prosedur invasif

Trombosit <20x109/L dan secara klinis stabil

Trombosit <100x109/L dan secara klinis tidak stabil

(Tabel 3. 4. Indikasi transfusi trombosit pada anak)

Transfusi trombosit harus diberikan kepada penderita dengan angka trombosit


<50x109/L, jika ada perdarahan atau direncanakan untuk mengalami prosedur
invasif. Penelitian pada penderita trombositopenia dengan gagal sumsum tulang
menunjukkan bahwa perdarahan spontan meningkat tajam jika trombosit turun
menjadi <20>9/L. Dengan alasan ini maka banyak dokter anak menganjurkan
transfusi trombosit profilaksis untuk mempertahankan trombosit >20 x109/L pada
anak dengan trombositopenia karena gagal sumsum tulang. Pemberian komponen
ini sebagai profilaksis pada pasien tanpa perdarahan terutama menjadi kontroversi
bidang onkologi pediatric. Angka tersebut juga menimbulkan kontroversi karena
banyak ahli memilih transfusi pada batas 5-10x109/L untuk penderita tanpa

komplikasi. Meskipun demikian, transfusi dengan komponen ini mutlak


diperlukan oleh pasien leukemia akut yang sedang menjalani kemoterapi, dan
mengalami trombositopenia berat (trombosit <>2 , dengan perkiraan setiap unit
trombosit akan dapat meningkatkan jumlah trombosit sebesar 10.000/m2. 1,2,3
3

Tranfusi Plasma Segar Beku (fresh frozen plasma)


Plasma segar beku adalah bagian cair dari darah lengkap yang dipisahkan

kemudian dibekukan dalam waktu 8 jam setelah pengambilan darah. Hingga


sekarang, komponen ini masih diberikan untuk defisiensi berbagai factor
pembekuan. (Bila ada/ tersedia, harus diberikan factor pembekuan yang spesifik
sesuai dengan defisiensinya).3,4
Plasma beku segar ditransfusikan untuk mengganti kekurangan protein plasma
yang secara klinis nyata, dan defisiensi faktor pembekuan II, V, VII, X dan XI.
Kebutuhan akan plasma beku segar bervariasi menurut faktor spesifik yang akan
diganti.3,6
Komponen ini dapat diberikan pada trauma dengan perdarahan hebat atau
renjatan (syok), penyakit hati berat, imunodefisiensi tanpa ketersediaan preparat
khusus, dan pada bayi dengan enteropati disertai kehilangan protein (protein
losing enteropathy). Meskipun demikian, penggunaan komponen ini sekarang
semakin berkurang. Dan bila diperlukan, maka dosisnya 20-40 ml/ kgBB/hari.
Indikasi lain transfusi plasma beku segar adalah sebagai cairan pengganti
selama

penggantian

plasma

pada

penderita

dengan

purpura

trombotik

trombositopenik atau keadaan lain dimana plasma beku segar diharapkan


bermanfaat, misalnya tukar plasma pada penderita dengan perdarahan dan
koagulopati berat. Transfusi plasma beku segar tidak lagi dianjurkan untuk
penderita dengan hemofilia A atau B yang berat, karena sudah tersedia konsentrat
faktor VIII dan IX yang lebih aman. Plasma beku segar tidak dianjurkan untuk
koreksi hipovolemia atau sebagai terapi pengganti imunoglobulin karena ada
alternatif yang lebih aman, seperti larutan albumin atau imunoglobulin
intravena.1Pada neonatus, transfusi plasma beku segar memerlukan pertimbangan
khusus. Indikasi transfusi plasma beku segar untuk neonatus meliputi:
(1)Mengembalikan kadar eritrosit agar mirip darah lengkap untuk kepentingan
transfusi masif, misalnya pada transfusi tukar atau bedah jantung; (2)Perdarahan

akibat defisiensi vitamin K; (3)Koagulasi intravaskuler diseminata (DIC) dengan


perdarahan; (4)Perdarahan pada defisiensi faktor koagulasi kongenital bila terapi
yang lebih spesifik tidak tersedia atau tidak memadai.6,8
Pedoman transfusi FFP pada anak, dapat dilihat pada tabel 3.6 berikut.
Bayi, anak dan remaja:

Defisiensi faktor pembekuan darah yang berat dan perdarahan

Defisiensi faktor pembekuan dan prosedur invasif

Pembalikan darurat efek warfarin

Koagulopati pengenceran dan perdarahan

Penggantian protein antikoagulan (antitrombin-III, Protein C, dll)

Cairan pengganti tukar plasma untuk purpura trombotik trombositopenik


6. Konsentrat factor VIII (factor anti hemofilia A)
Komponen ini merupakan preparat kering yang mengandung konsentrat
factor VIII, prokoagulan, yang diperoleh dari kumpulan (pooled) plasma dari
sekitar 2000-30.000 donor. Hasil dimurnikan dengan teknik monoclonal, dan
dilakukan penonaktifan virus melalui misalnya pemanasan (heattreated).
Pengemasan dalam botol berisi 250 dan 1.000 unit. Dosis pemberian sama dengan
kriopresipitat. 1,4
7. Kompleks factor IX
Komponen ini disebut juga kompleks protrombin, mengandung factor
pembekuan yang tergantung vitamin K, yang disintesis di hati, seperti factor VII,
IX, X, serta protrombin. Sebagian ada pula yang mengandung proteinC.
Komponen ini biasanya digunakan untuk pengobatan hemofilia B. Kadang
diberikan pada hemofilia yang mengandung inhibitor factor VIII dan pada
beberapa kasus defisiensi factor VII dan X. Dosis yang dianjurkan adalah 80-100
unit/kgBB setiap 24 jam.2,3
8. Albumin
Albumin merupakan protein plasma yang dapat diperoleh dengan cara
fraksionisasi Cohn. Larutan 5% albumin bersifat isoosmotik dengan plasma, dan
dapat segera meningkatkan volume darah. Komponen ini digunakan juga untuk

hipoproteinemia (terutama hipoalbuminemia), luka bakar hebat, pancreatitis, dan


neonatus dengan hiperbilirubinemia. Dosis disesuaikan dengan kebutuhan, misal
pada neonatus hiperbilirubinemia perlu 1-3g/kgBB dalam bentuk larutan albumin
5%.6,7
9. Imunoglobulin
Komponen ini merupakan konsentrat larutan materi zat anti dari plasma, dan
yang baku diperoleh dari kumpulan sejumlah besar plasma. Komponen yang
hiperimun didapat dari donor dengan titer tinggi terhadap penyakit seperti
varisela, rubella, hepatitisB, atau rhesus. Biasanya diberikan untuk mengatasi
imunodefisiensi, pengobatan infeksi virus tertentu, atau infeksi bakteri yang tidak
dapat diatasi hanya dengan antibiotika dan lain-lain. Dosis yang digunakan adalah
1-3 ml/kgBB.8,9
3. 10. Transfusi darah autologus
Transfusi jenis ini menggunakan darah pasien sendiri, yang dikumpulkan
terlebih dahulu, untuk kemudian ditransfusikan lagi. Hal ini sebagai pilihan jika
pasien memiliki zat anti dan tak ada satu pun golongan darah yang cocok, juga
jika pasien berkeberatan menerima donor orang lain. Meski demikian, tetap saja
tidak lepas sama sekali dari efek samping dan reaksi transfusi seperti terjadinya
infeksi.4,5