Anda di halaman 1dari 8

TEORI KEPERAWATAN IMOGENE M.

KING

KonsepUtama
1)

Fokusteory Imogene M. King adalah Human Being denganprinsip Goal Attainment


(Pencapaiantujuan ) yang berfokuspada system interpersonal.

2)

Konsepteory Imogene M.Kingterdiri :


Interaksi,yaitusuatu

proses

daripersepsidankomunikasiantaraindividudenganindividu,

individudengankelompok, individudenganlingkungan yang dimanifestasikansebagaiperilaku


verbal dannon verbaldalammencapaitujuan.

Persepsi,

diartikansebagaigambaranseseorangtentangrealita,

berhubungandenganpengalamanmasalalu,

konsepdiri,

yang
sosialekonomi,

genetikadanlatarbelakangpendidikan.
Komunikasi, yaitusuatu proses penyampaianinformasidariseseorangkepada orang lain
secaralangsungmaupuntidaklangsung.
Transaksi,interaksi yang mempunyaimaksudtertentudalampencapaiantujuan.

Peran,

merupakanserangkaianperilaku

yang

diharapkandariposisipekerjaannyadalamsistemsosial.
Stress, suatukeadaandinamis yang terjadiakibatinteraksimanusiadenganlingkungannya.

Pertumbuhandanperkembangan,

tumbuhkembangmencakupsel,

molekuldantingkataktivitasperilaku

yang

kondusifuntukmembantuindividumencapaikematangan.
Waktu, adalahperputaranantarasatuperistiwadenganperistiwa yang lain sebagaipengalaman
yang unikdarisetiapmanusia.
Ruang, yaitu area dimanaterjadiinteraksiantaraperawatdenganpasien
Jarak, batas wilayah yang memiliki kebijakan masing-masing

3)

King

mengidentifikasisistem

yang

dinamisdalamtigasisteminteraksi

yang

dikenaldenganDynamic Interacting Systems,meliputi: Personal systems (individuals),


interpersonal

systems

(groups)

dan

organisasisosial,

social

systems

(keluarga,

sekolah,

industri,

sistempelayanankesehatan,

dll)

a. Sistem personal
Adalahindividuataupasien

yang

mengubahenergi,

dilihatsebagaisistemterbuka,

mampuberinteraksi,

daninformasidenganlingkungannya.Sistem

personal

dapatdipahamidenganmemperhatikankonsepberinteraksiyaitu: persepsi, diri, tumbang, waktu,


ruang, danjarak
b. Sistem interpersonal
Adalahduaataulebihindividuataugrup

yang

berinteraksi.Interaksiinidapatdipahamidenganmelihatlebihjauhkonseptentangperan, interaksi,
komunikasi, transaksi, stress, koping.
c.

Sistemsosial
Merupakansistemdinamis yang akanmenjagakeselamatanlingkungan. Ada beberapa hal yang
dapat mempengaruhi perilaku masyarakat, interaksi, persepsi, dan kesehatan.
Asumsi King

1. AsumsiEksplisitmeliputi :
1)

Focus

sentraldarikeperawatanadalahinteraksidarimanusiadanlingkungannya,

dengantujuanuntukkesehatanmanusia
2)

Individuadalahmahluksosial,

mengirim,

rasional,

reaksi,

penerimaan,

control,

berorientasipadakegiatanwaktu.
3) Proses interaksidipengaruhiolehpersepsi, tujuan, kebutuhan, dannilaipasiensertaperawat.
4)

Manusiasebagaipasienmempunyaihakuntukmendapatkaninformasi,
berpartisipasidalammembuatkeputusanyngmempengaruhikehidupannya.

5)
Tanggungjawabdarianggotatimkesehatanadalahmemberikaninformasikepadaindividutentangs
emuaaspekkesehatanuntukmembantumerekamengambilkeputusan.
6) Tujuanpemberidanpenerimapelayanankesehatanmungkintidaksama.
2. Asumsi Implicit meliputi :

1) Pasieninginberpartisipasisecaraaktifdalam proses keperawatan.


2)

Pasiensadar,

aktif,

dansecarakognitifmampuberpartisipasidalampembuatanataupengambilankeputusan.
3) Individumempunyaihakuntukmengetahuitentangdirinyasendiri.
4) Individumempunyaihakuntukmenerimaataumenolakpelayanankesehatan.
Pandangan King terhadapkeperawatan
1. KonsepManusia
King memandangmanusiasebagaisuatu system terbuka yang berinteraksidenganlingkungan
2. KonsepLingkungan
Lingkunganadalah system social yang adadalammasyarakat yang salingberinteraksidengan
system lainnyasecaraterbuka
3. KonsepSehat
King

mendefinisikansehatsebagaipengalamanhidupmanusia

secaraberkelanjutanmelakukanpenyesuaianterhadap
daneksternalmelewatirentangsehatsakit,

yang

dinamis,

stressor

denganmenggunakansumber-

yang
internal

sumber

yang

dimilikiolehseseorangatauindividuuntukmencapaikehidupansehari- sehariyamgmaksimal.
4. KonsepKeperawatan
King

menyampaikanpolaintervensikeperawatannyaadalah

proses

interaksipasiendanperawatmeliputikomunikasidanpersepsi yang menimbulkanaksi, reaksi,


danjikaadagangguan,
menetapkantujuandenganmaksudtercapainyasuatupersetujuandanmembuattransaksi.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN HEPATITIS


Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Hepatitis
A. Pengkajian
1. Keluhan Utama
Penderita datang untuk berobat dengan keluhan tiba-tiba tidak nafsu makan, malaise, demam
(lebih sering pada HVA). Rasa pegal linu dan sakit kepala pada HVB, dan hilang daya rasa
lokal untuk perokok.
2. Pengkajian Kesehatan
1. Aktivitas

2.

3.

4.

5.

Kelemahan

Kelelahan

Malaise

Sirkulasi

Bradikardi (hiperbilirubin berat)

Ikterik pada sklera kulit, membran mukosa

Eliminasi

Urine gelap

Diare feses warna tanah liat

Makanan dan Cairan

Anoreksia

Berat badan menurun

Mual dan muntah

Peningkatan oedema

Asites

Neurosensori

Peka terhadap rangsang

6.

7.

8.

Cenderung tidur

Letargi

Asteriksis

Nyeri / Kenyamanan

Kram abdomen

Nyeri tekan pada kuadran kanan

Mialgia

Atralgia

Sakit kepala

Gatal (pruritus)

Keamanan

Demam

Urtikaria

Lesi makulopopuler

Eritema

Splenomegali

Pembesaran nodus servikal posterior

Seksualitas

Pola hidup / perilaku meningkat resiko terpajang

B. Diagnosa Keperawatan yang Mungkin Muncul


1. Perubahan nutrisi: kurang dari kebutuhan berhubungan dengan kegagalan masukan
untuk memenuhi kebutuhan metabolik: anoreksia, mual/muntah dan gangguan
absorbsi dan metabolisme pencernaan makanan: penurunan peristaltik (refleks
viseral), empedu tertahan.

2. Gangguan rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan pembengkakan hepar yang


mengalami inflamasi hati dan bendungan vena porta.
3. Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan pengumpulan cairan intraabdomen,
asites penurunan ekspansi paru dan akumulasi sekret

C. Intervensi
1. Diagnosa Keperawatan 1. :
Perubahan nutrisi: kurang dari kebutuhan berhubungan dengan kegagalan masukan untuk
memenuhi kebutuhan metabolik: anoreksia, mual/muntah dan gangguan absorbsi dan
metabolisme pencernaan makanan: penurunan peristaltik (refleks viseral), empedu tertahan.
Kriteria Hasil :

Pasien akan menunjukkan perilaku perubahan pola hidup untuk


meningkatkan/mempertahankan berat badan yang sesuai.

Pasien akan menunjukkan peningkatan berat badan mencapai tujuan dengan nilai
laboratorium dan bebas tanda malnutrisi.

Intervensi :

Awasi pemasukan diet/jumlah kalori. Berikan makan sedikit dalam frekuensi sering
dan tawarkan makan pagi paling besar.

Berikan perawatan mulut sebelum makan.

Anjurkan makan pada posisi duduk tegak.

Dorong pemasukan sari jeruk, minuman karbonat dan permen berat sepanjang hari.

Konsultasikan pada ahli diet, dukungan tim nutrisi untuk memberikan diet sesuai
kebutuhan pasien, dengan masukan lemak dan protein sesuai toleransi.

Awasi glukosa darah.

Berikan obat sesuai indikasi :

1. Antiemitik (contoh metalopramide (reglan)).


2. Antasida (contoh mylanta).
3. Vitamin (contoh b kokpleks).
4. Terapi steroid (contoh prednison (deltasone)).

Berikan tambahan makanan/nutrisi dukungan total bila dibutuhkan.

2. Diagnosa Keperawatan 2. :
Gangguan rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan pembengkakan hepar yang mengalami
inflamasi hati dan bendungan vena porta.
Kriteria Hasil :
Menunjukkan tanda-tanda nyeri fisik dan perilaku dalam nyeri (tidak meringis kesakitan,
menangis intensitas dan lokasinya)
Intervensi

Kolaborasi dengan individu untuk menentukan metode yang dapat digunakan untuk
intensitas nyeri.

Tunjukkan pada klien penerimaan tentang respon klien terhadap nyeri

1.

Akui adanya nyeri

2. Dengarkan dengan penuh perhatian ungkapan klien tentang nyerinya.

Berikan informasi akurat dan jelaskan penyebab nyeri, berapa lama nyeri akan
berakhir, bila diketahui.

Bahas dengan dokter penggunaan analgetik yang tak mengandung efek hepatotoksi.

3. Diagnosa Keperawatan 3. :
Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan pengumpulan cairan intraabdomen, asites
penurunan ekspansi paru dan akumulasi sekret.

Kriteria Hasil :
Pola nafas adekuat
Intervensi :
o Awasi frekwensi , kedalaman dan upaya pernafasan
o Auskultasi bunyi nafas tambahan
o Berikan posisi semi fowler
o Berikan latihan nafas dalam dan batuk efektif
o Berikan oksigen sesuai kebutuhan

DAFTAR PUSTAKA

Barbara, CL., 1996, Perawatan Medikal Bedah (Suatu Pendekatan proses keperawatan),
Bandung.
Brunner & Suddarth, 2002, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, alih bahasa: Waluyo
Agung., Yasmin Asih., Juli., Kuncara., I.made karyasa, EGC, Jakarta.
Carpenito, L.J., 2000, Diagnosa Keperawatan Aplikasi pada Praktek Klinis, alih bahasa: Tim
PSIK UNPAD Edisi-6, EGC, Jakarta
Doenges,M.E., Moorhouse, M.F., Geissler, A.C., 1993, Rencana Asuhan Keperawatan untuk
perencanaan dan pendukomentasian perawatan Pasien, Edisi-3, Alih bahasa; Kariasa,I.M.,
Sumarwati,N.M., EGC, Jakarta