Anda di halaman 1dari 7

# IRVING STONE

Kesenian adalah kebutuhan pokok. Seperti roti atau anggur atau mantel hangat
dimusim dingin. Mereka yang mengira kesenian adalah barang mewah, pikirannya
tidak utuh. Roh manusia menjadi lapar akan kesenian seperti halnya perutnya
keroncongan minta makan

Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa
ditangkapmata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep
garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika.
1. SENI RUPA TRADISIONAL
Istilah tradisional berasal dari kata tradisi yang menunjuk kepada suatu lembaga, artefak,
kebiasaan atau perilaku yang didasarkan pada tata aturan atau norma tertentu baik secara tertulis
maupun tidak tertulis yang diwariskan secara turun temurun dari suatu generasi ke generasi
berikutnya. Berdasarkan pengertian tersebut, maka secara singkat dapat dikatakan bahwa karya
seni rupa tradisional adalah karya seni rupa yang bentuk dan cara pembuatannya nyaris tidak
berubah diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Seni rupa tradisional adalah segala hal yang berkaitan dengan nilai-nilai suatu komunitas
masyarakat tertentu yang dijaga secara turun temurun kemurnian dan keutuhannya. Berdasarkan
pengertian ini, karya seni rupa tradisional dapat diartikan sebagai karya-karya seni rupa yang
merupakan hasil budaya suatu masyarakat tertentu yang telah lama hidup dan dijaga dengan baik
secara turun-temurun. Yang termasuk karya seni rupa jenis ini diantaranya adalah batik tulis jenis
keraton, ukuran Toraja, patung suku Asmat, dan sebagainya.
Bukan hanya itu, nilai dan landasan filosofis yang berada dibalik bentuk karya seni rupa
tradisional tersebut pun umumnya relatif tidak berubah dari masa ke masa. Bentuk-bentuk seni
rupa tradisional ini dibuat dan diciptakan kembali mengikuti suatu aturan (pakem) yang ketat
berdasarkan sistem keyakinan atau otoritas tertentu yang hidup dan terpelihara dimasyarakatnya.
Dalam konteks perkembangan seni rupa di Barat (Eropa), istilah seni rupa tradisional ini
menunjukkan pada otoritas penguasa agama (gereja), raja dan para bangsawan. Para seniman
tradisional menciptakan karya berdasarkan keinginan atau aturan yang telah ditetapkan sesuai
selera institusi-institusi tersebut dan berlangsung dalam rentang waktu yang panjang,
sepanjang kekuasaan institusi-institusi tersebut.
Berdasarkan pengertian seni tradisional yang telah disebutkan di atas, kita menjumpai
berbagai karya seni rupa di Indonesia khususnya karya-karya seni kriya dapat dikategorikan
sebagai karya seni rupa tradisional. Banyak sekali benda-benda kriya yang tersebar dikepulauan
Nusantara, yang bentuk, bahan dan cara pembuatannya hingga saat ini tidak mengalami
perubahan yang berarti sejak pertama kali diciptakannya. Karya-karya seni tradisi ini umumnya
hidup di lingkungan masyarakat yang masih kuat memegang norma atau adat istiadat yang
diwariskan para leluhurnya. Perubahan umumnya terjadi pada fungsi dari benda-benda kriya
tersebut yang semula berfungsi sebagai benda pakai atau benda-benda pusaka kini menjadi benda
hias atau cindera mata. Perubahan sistem sosial dan budaya masyarakat serta kemajuan teknologi
berperan besar mempengaruhi perubahan fungsi benda-benda tersebut.

Contoh :
Lukisan seni rupa tradisional

Patung seni rupa tradisional

Kriya seni rupa tradisional

Terapan seni rupa tradisional

Grafis seni rupa tradisional

2. SENI RUPA MODERN


Seni rupa Modern yaitu istilah umum yang digunakan untuk kecenderungan karya seni yang
diproduksi sejak akhir abad ke-19 hingga sekitar tahun 1970-an. Seni rupa modern menunjuk
kepada suatu pendekatan baru dalam seni dimana tidak lagi mementingkan representasi subjek
secara realistikpenemuan fotografi menyebabkan fungsi penggambaran di dalam seni menjadi
absolut, para seniman modern bereksperimen mengeksplorasi cara baru dalam melihat sesuatu,
dengan ide segar tentang alam, material dan fungsi ini, seringkali bergerak melaju ke arah
abstraksi.
Modernisme adalah aliran atau mazhab estetika pembaruan yang mengiringi perkembangan
desain dan seni rupa pada umumnya menjelang abad ke-20. Pada perkembangan akhir
modernisme, cenderung mengagungkan fungsi menjadi nafas utama paham ini, terbukti hanya
menampilkan bentuk kaku, kering dan mengakui seniman sebagai Manusia Jenius.
Setiap karya seni modern selalu disertakan nama senimannya tersebut. Karya seni modern
cenderung mengedepankan kesederhanaan dan bersifat universal. Seorang seniman modern akan
melihat dunia yang sedang dihadapinya sebagai objek lukisan seolah-olah seperti baru saja objek
itu diciptakan. Satu syarat yang masih dituntut oleh seni modern danbahkan menjadi ciri khasnya
ialah kreativitas.

Contoh :
Lukisan seni rupa modern

Patung seni rupa modern

Kriya seni rupa modern

Terapan seni rupa modern

Grafis seni rupa modern

3. SENI RUPA KONTEMPORER


Karya seni rupa kontemporer adalah karya seni rupa masa kini. Kontemporer itu artinya
kekinian, modern atau lebih tepatnya adalah sesuatu yang sama dengan kondisi waktu yang sama
atau saat ini; jadi seni kontemporeradalah seni yang tidak terikat oleh aturan-aturan zaman dulu
dan berkembang sesuai zaman sekarang.
Lukisan kontemporer adalah karya yang secara tematik merefleksikansituasi waktu yang
sedang dilalui. Misalnya lukisan yang tidak lagi terikat padaRennaissance. Begitu pula dengan
tarian, lebih kreatif dan modern. Kata kontemporer yang berasal dari kata co (bersama) dan
tempo (waktu). Sehingga menegaskan bahwa seni kontemporer adalah karya yang secara
tematik merefleksikan situasi waktu yang sedang dilalui. Atau pendapat yang mengatakan
bahwaseni rupa kontemporer adalah seni yang melawan tradisi modernisme Barat.
Ini sebagai pengembangan dari wacana pascamodern (postmodern art) dan pascakolonialisme
yang berusaha membangkitkan wacana pemunculan indigenous art(seni pribumi). Atau khasanah
seni lokal yang menjadi tempat tinggal (negara) paraseniman. Dalam pengertian lain, menurut

kamus umum bahasa Indonesia susunan J.S Badududan Muhammad Zaid, terdapat tiga leksikal
tentang kata kontemporer, yaitu pertamasemasa atau sezaman, kedua bersamaan waktu, dan
yang ketiga adalah masa kini atau dewasa ini.
Untuk menjelaskan lebih jauh, Badudu memberikan satu contoh kalimat, yakni seni
kontemporer tidak dapat bertahan lama (Badudu Zain : 1994 : 714). Dengan contoh ini Badudu
ingin menegaskan bahwa seni kontemporer adalah seni yang bertahan sezaman saja. Dengan
demikian, kata masa kini juga berarti sezaman, masa saat sekarang.
Sementara itu, Oxford dictionaty (1994:253) memberikan pengertian yang kurang lebih sama,
yakni living or occurring at the same time, dating from the sametimes. Dari makna leksikal
diatas nampak bahwa masalah waktu kesezamanan atau kekinian merupakan batasan tegas dalam
konsep itu. Dengan demikian, seni rupa kontemporer bisa diartikan sebagai seni rupa atau
aktifitas kesenian pada saat ini. Pengertian ini jelas masih sangat umum, bahkan bisa dikatakan
ambigu. Bersifat umum sebab tidak merujuk pada satu genre, paham, ideologi dan lain-lain
sehingga bisa dikatakan bahwa seni rupamasa kini adalah seni rupa yang berciri tertentu.
Contoh :
Lukisan seni rupa kontemporer

Patung seni rupa kontemporer

Kriya seni rupa kontemporer

Terapan seni rupa kontemporer

Grafis seni rupa kontemporer