Anda di halaman 1dari 20

ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA Ny.

S DENGAN
GANGGUAN PERUBAHAN PERSEPSI HALUSINASI
PENDENGARAN DI RUANGAN KAMBOJA RUMAH SAKIT JIWA
PROVSU MEDAN

OLEH :
NAMA
NIM

: MUHAMMAD SYAFII
: 12.019

AKADEMI KEPERAWATAN WIRAHUSADA MEDAN


ANGKATAN XVII
T.A. 2014-2015

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
rahmat dan karunianya yang telah di berikan kepada kami sehingga kami dapat
menyelesaikan laporan ini dengan judul ASUHAN KEPERAWATAN PADA
KLIEN Ny.S DENGAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI HALUSINASI
PENDENGARAN DI RUANGAN KAMBOJA RUMAH SAKIT JIWA DAERAH
PROVSU
Adapun tujuan dari pembuatan laporan ini untuk memenuhi program
perkuliahan yang kami mulai pada tanggal 07 oktober 2014 sampai 18 oktober
2014.
Sebagai manusia yang banyak kekurangan penulis menyadari bahwa karya
tulis ini jauh dari kesempurnaan,baik di tinjau dari segi penulisannya,tata bahasa
maupun dari segi penulisannya,tata bahasa maupun dari segi isinya.
Dengan kerendahan hati penulis mengharapkan kritik dan saran dari
pembaca yang bersifat konstruktif demi kesempurnaan karya tulis ini dalam
menyusun karya tulis ini dalam menyusun karya tulis ini penulis mendapat
rintangan dan tantangan,tetapi berkat bantuan dan dorongan dari berbagai pihak
maka karya tulis ini dapat di selesaikan tepat pada waktunya.Untuk itu pada
kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terimakasih kepada yang terhormat :
1.

Ibu Dr.Candra syafii,SpOG, selalu direktur Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi
Sumatra Utara

2.

Ibu Purwaningsih SST,S.Pd selaku Direktris Akper Wirahusada Medan

3.

Ibu Duma. Selaku pembimbing keperawatan di Rumah sakit Jiwa Medan.

4.

Ibu vera kurnia S.Kep,Ns selaku coordinator praktek Rumah Sakit Jiwa Medan.

5.

Seluruh staf dosen dan pegawai Akademi KeperawatanWirahusada Medan.

6.

Orang tua kami yang telah memberi dukungan moril dan material kepada kami.

7.

Rekan-rekan mahasiswa/I Akademi Keperawatan Wirahusada Medan yang telah


bekerjasama dalam menyelasaikan tugas ini.

Akhir kata mengucapkan banyak terimakasih yang sebesar-besarnya pada semua


pihak yang telah membantu menyelesaikan laporan inisemoga laporan ini bermanfaat
bagi kita semua,amin.

Medan,10 oktober 2014

Penulis
Muhammad Syafii

LEMBAR PENGESAHAN
ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA Ny.S DENGAN GANGGUAN PERUBAHAN PERSEPSI
HALUSINASI PENDENGARAN DI RUANGAN KAMBOJA RUMAH SAKIT JIWA PROVSU MEDAN

DISETUJUI OLEH

Koordinator Praktek

PEMBIMBING

RSJ MEDAN

AKPER WIRAHUSADA MEDAN

(Vera Kurnia S.Kep )

(EVA MONA SINURAYA S.Kp)

Direktur Akademi Keperawatan


WIRAHUSADA MEDAN

(PURWA NINGSIH S.ST,S.Pd)

AKADEMI KEPERAWATAN WIRAHUSADA MEDAN


ANGKATAN XVII
T.A 2014/2015

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...............................................................................................................
DAFTAR ISI ...........................................................................................................................
BAB 1 TINJAUAN TEORITIS KEPERAWATAN ....................................................................
I.
II.
III.
IV.
V.

Pengertian Halusinasi ...........................................................................


Proses Terjadiny Halusinasi .................................................................
Jenis-Jenis Halusinasi ..........................................................................
Pengkajian ............................................................................................
Tindakan Keperawatan .........................................................................

BAB II TINJAUAN KASUS ..................................................................................................


A.
B.
C.
D.

Pengkajian Data .....................................................................................


Daftar Masalah .......................................................................................
Diagnosa Keperawatan ..........................................................................
Asuhan Keperawatan .............................................................................

BAB III PEMBAHASAN .......................................................................................................


A.
B.
C.
D.
E.

Tahap Pengkajian ..................................................................................


Tahap Diagnosa Keperawatan ...............................................................
Tahap Perencanaan ...............................................................................
Tahap Pelaksanaan ...............................................................................
Tahap Evaluasi ......................................................................................

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN ..................................................................................


A.
B.

Kesimpulan ............................................................................................
Saran ......................................................................................................

BAB I
TINJAUAN TEORITIS
A.

Pengertian halusinasi

Halusinasi adalah kondisi persepsi dengan tidak adanya objek salah persepsi
terhadap objek.halusinasi adalah pengalaman sensorik tanpa rangsangan
eksternal dari klien mempunyai kesadaran penuh pada waktu halusinasi terjadi
pada skiMoprenia yang mengembangkan hilangnya kemampuan dari luar diri dan
dapat berupa halusinasi dengan lihat,penciuman,kecap dan gerak.

B.

Proses Terjadinya Halusinasi


Tahapan halusinasi,karakteristik dan perilaku terdiri atas :
1.

tahap pertama
Memberi rasa nyaman tingkat ansietas,sedangkan secara umum halusinasi
meruIbukan suatu kesenangan.

2.

Tahap kedua
Menyalahkan tingkat kecemasan berat secara umum

3.

tahap kerja
mengontrol tingkat kecemasan berat,pengalaman halusinasi tidak dapat
ditolak lagi.

4.

tahap keempat
Klien sudah dikuasai oleh halusinasi,sehingga klien berprilaku.

C.

Jenis-jenis Halusinasi

Halusinasi Pendengaran
Adalah seseorang/individu mendengar suara-suara asing bahkan berbisik di telinga
individu yang dapat berupa ancaman,ajakan,jeritan,tangisan,dan teriakan,dll,tetapi
tidak ada sumber-sumber dari suara tersebut.

Halusinasi Penglihatan
Adalah dimana individu melihat suatu objek yang dapat berupa
pemandangan,orang,binatang,dll.tetapi hal tersebut tidak nyata sekitarnya

Halusinasi penciuman
Adalah individu merasa mencium bau-bauan yang dirasakan penciumannya seperti
bunga,kemenyan,bau busuk,dll.tetapi tidak dapat dirasakan orang lain dan tidak
ada sumbernya.

Halusinasi Pengecapan

Adalah individu merasa ada sesuatu benda dilidahnya sehingga ia merasakan


suatu rasa dimulutnya yang sumbernya tidak ada.

Halusinasi Perabaan
Adalah individu merasa ada seseorang yang meraba-raba,memukul-mukul dirinya
atau binatang yang merayap ditubuhnya tapi sumbernya tidak ada
BAB II
TINJAUAN KASUS

I.IDENTITAS KLIEN
Nama
Jenis kelamin
Umur
RM
Agama
Pekerjaan
Status perkawinan
Suku / bangsa
Alamat
Ruangan
Tanggal masuk
Dx. Kep
Informan

: Ny. S
: perempuan
: 31 tahun
: 01.86.21
: Islam
: sales
: belum menikah
: jawa / indonesia
: Perbaungan, pasar 2
: Kamboja
: 18-07-2014
: halusinasi pendengaran
: dari klien dan status

II.Alasan masuk
Suka marah-marah, susah tidur,bicara sendiri, mengurung diri,bicara ngawur.
III.Faktor predisposisi
klien pernah mengalami gangguan jiwa di masa lalu,perawatan kurang
berhasil disebabkan keluarga kurang membawa pasien utuk control ke rumah
sakit jiwa dan selama di rumah,keluarga tidak pernah mempedulikan keadaan
kesehatan klien,lalu keluarga membawa klien ke rumah sakit jiwa. klien sering
mengancam dirinya sendiri dan orang lain,mau mencederai anggota
keluarganya sendiri.
Masalah keperawatan : Halusinasi
Isolasi sosial Menarik diri
Harga Diri Rendah
Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan adalah Putus Cita-Cita jadi
dokter
Masalah keperawatan : HDR
IV.FISIK
1.

Tanda-tanda vital

2.

TD : 120 / 70 mmHg
HR : 88 x / i
RR : 22 x / i
T : 37 C
Ukuran

3.

TB : 163 cm
BB : 63 kg
Pasien tidak ada keluhan fisik
Masalah keperawatan tidak ada

V.PSIKISOSIAL
1.

Genogram

Keterangan :

: Laki Laki
: Permpuan
: Abang yang pernah gangguan jiwa
: Klien
: Tinggal dalam 1 rumah

2. Konsep diri

Citra tubuh

: klien menyukai bagian yang pada dirinya ialah wajah, betis

Identitas

: pendidkan terakhir SMA,anak ke 3 dari 4 bersaudara

Peran

: klien tidak berperan sebagai anak dalam keluarga

Ideal diri
ke rumah

: klien berharap ingin cepat sembuh dan ingin cepat pulang

Harga diri

: klien menghardik tidak mempunyai harga diri lagi

Masalah keperawatan : Harga diri rendah

3.

Hubungan sosial

Orang yang paling berarti adalah orang tua dan kelurga

Peran /serta dalam masyarakat kurang aktif

Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain : klien di jauhi oleh


masyarakat dan masyarakat
Masalah keperawatan : Kerusakan interaksi sosial

4.Spiritual

Klien menganut agama islam dan yakin dengan agama nya

Klien rajin beribadah .

Masalah keperawatan : tidak ada masalah

VI. Status mental


1.

Penampilan

2.

Klien rapi
Masalah keperawatan : tidak ada masalah
Pembicaraan

3.

Klien bicara dengan perawat jelas dan klien tidak mampu memulai
pembicaraan
Masalah keperawatan : Gangguan komunikasi verbal
Aktivitas motorik

4.

Tidak ada masalah dalam aktifitas motorik


Masalah keperwatan: tidak ada masalah
Alam perasaan

5.

Pasien merasa sedih dan merasa di asingkan dalam keluarga


Masalah keperawatan : gangguan konsep diri,harga diri rendah
Afek

6.

Klien tidak tau situasi yang dialami dan selalu mengomel


Masalah keperawatan : tidak ada masalah yang berarti dalam afek klien
Interaksi selama wawancara

7.

Klien tidak kooperatip


Masalah keperawatan : tidak ada masalah
Persepsi

8.

Klien mendengar suara-suara yang menyuruhnya untuk ikut dengannya


Masalah keperawatan : gangguan persepsi halusinasi pendengaran
Proses pikir

9.

Klien selalu bicara apa yang menjadi topik pembicaraan


Masalah keperawatan : gangguan persepsi sensorik
Isi pikir
Klien merasa bahwa dirinya terasingi dari keluarga dan masyarakat
Masalah keperawatan : HDR

10. Tingkat kesadaran


Klien masih mengingat semua pengalaman ataupun kejadian-kejadian
masa lalu
Masalah keperawatan : tidak ada masalah
11. Memori
Daya ingat jangka panjang maupun pendek saat ini baik
Masalah keperawatan : tidak ada masalah
12. Tingkat konsentrasi dan berhitung
Klien mampu berhitung dengan sederhana
Masalah keperawatan : tidak ada masalah
13. Kemampuan penilaian
Klien mendengar suara yang mengajak untuk ikut dengan aku
Masalah keperawatan : halusinasi pendengaran
14. Daya tilik diri
Klien mengingkari dirinya sakit
Masalah keperawatan : gangguan daya tilik diri

VII. Kebutuhan persiapan pulang


1. makan dan minum
Klien membutuhkan bantuan minimal : klien makan 3x sehari,menyukai
makanan yang di sajikan dan makan dengan tertib.
2. BAB / BAK
Klien tidak membutuhkan bantuan bila kekamar mandi
Masalah keperawatan : tidka ada masalah
3.

Mandi
Klien tidak membutuhkan bantuan minimal : klien mengatakan malas mandi
dan mandi 1x sehari

4.

Berpakaian dan berhias

5.

Klien tidak membutuhkan bantuan minimal : klien bisa berpakaian dan berhias
sendiri
Istrahat dan tidur

6.

Klien tidur siang dari pukul 13.30 s.d 14.30 = 1 jam


Klien tidur malam dari pukul 20.00 s.d 05.00 =9 jam
Klien membersihkan tempat tidur setelah bangun dan sesudah tidur.
Penggunaan obat

7.

Klien tidak membutuhkan bantuan minimal


Pemeliharaan kesehatan

8.

Klien membutuhkan perawatan lanjutan untuk memelihara kesehatan klien.


Kegiatan di dalam rumah

9.

Klien bila berada di rumah akan beristirahat dan bergabung dengan keluarga
nya.
Kegiatan di luar rumah
Klien merasa tidak ada masalah
Masalah keperawatan : tidak ada masalah

VIII. Mekanisme kooping


Masalah keperawatan : tidak ada masalah
IX. Masalah psikososial dan lingkungan
Masalah keperawatn : Prilaku kekerasan dan HDR
X.Pengetahuan kurang tentang
Masalah keperawatan : Regiment terapeutik in efektif
XI.Aspek medic
Diagnose medic : skiMoprenia paranoid eps.berulang
Terapi medic :- inj. resperidol 1 ampul
- CPZ 200 mg 1 x 1
-THP 2 mg 2 x 1
Analisa data
No
1

2
3
4

Data
DS : klien malu bergaul karena pernah opname di rumah
sakit jiwa
DO : klien tamIbuk murung dan suka mengasingkan diri
DS : klien merasa tidak berarti dlam kluarga
DO : klien tamIbuk sedih dan menunduk,kontaak mata
kurang
DS : klien mengatakan malas minum obat dirumah
DO : klien opname kembali ke rumah sakit jiwa
DS : klien mengatakan mendengar suara-suara yang
menyuruhnya ikut dengan aku
DO : klien berbicara sendiri

Daftar Masalah Keperawatan


1. Perubahan persepsi sensorik : halusinasi pendengaran
2. Isolasi Sosial Menarik diri
3. Harga diri rendah

Pohon masalah
Resiko tinggi mencederai diri sendiri dan orang lain
Perubahan persepsi sensori
Halusinasi pendengaran

Isolasi sosial menarik diri

regimen terapeutik inefektif

kooping keluarga inefektif

Harga diri rendah

Kooping individu tidak efektif

Masalah
Isolasi social menarik diri

Harga diri rendah


Regimen terapeutik inefektif
Halusinasi pendengaran

XII.Daftar diagnosa keperawatan


Halusinasi pendengaran
Isolasi social Menarik diri
Harga diri rendah
Regimen terapeutik inefektif
Perencanaan / tindakan
No
1

Diagnose
keperawat
an
Gangguan
sensori
persepsi :
halusinasi
pendengar
an

Tujuan

Kriteria hasil

Intervensi

TUM: tudak terjadi


halusinasi
pendengaran

1.A. Klien
dapat
mengungkap
kan perasaan
secara verbal

1.A. bina
hubungan saling
percaya dengan
tekhnik terapeutik
-sapa klien dengan
ramah baik verbal
maupun nonverbal
2.A. perkenalkan
nama,nama
panggilan,dan
tujuan perkenalan
3.A. Tanya nama
lengkap
dan nama
panggilan. klien
yang disukai
4.A. buat kontrak
yang jelas
5.A. tunjukkan
sikap yang jujur
dan menepati janji
setiap kali
berinteraksi
6.A. tunjukkan
sikap empati dan
menerima apa
adanya keadaan
klien
7.A. beri perhatian
pada klien dan
perhatikan
kebutuhan dasar
klien

2.B. Klien
dapat
membedakan
hal yang
nyatadan
tidak nyata

1.B. Adakan
kontak yang sering
dan singkat secara
bertahap
2.B. Observasi
tingkah laku verbal
yang berhubungan
dengan halusinasi
3.B. Gambarkan

TUK:
1.A. Kilen dapat
membina
hubungan saling
oercaya

2.B. Klien dapat


mengenal
halusinasi

tingkah laku
halusinasi pada
kilen. Apa yang
klien dengar

Gangguan
konsep
diri :Harga
diri rendah

3.C. Klien dapat


mengontrol
halusinasi

3.C. Klien
dapat
menyebutkan
tindakan
yang biasa
dilakukan bila
sedang
berhalusinasi

4.D. Klien dapat


memanfaatkan
obat untuk
mengontrol
halusinasi

4.D. Klien
dapat minum
obat secara
teratur sesuai
aturan dan
indikasi

TUM: Klien dapat


behubungan
dengan orang lain
sehingga
halusinasinya
dapat dicegah
TUK:
1.A. Klien dapat
membina
hubungan saling
percaya dengan
perawat

2.B. Klien dapat


mengenal
perasaan yang
menyebabkan
prilaku menarik diri
3.C. Klien dapat
berhubungan
dengan orang lain
secara bertahap

1.A. Klien
dapat
menerima
kehadiran
perawat

1.C.
Mengidentifikasi
bersama klien,
tindakan apa yang
dilakukan bila
sedang
berhalusinasi
2.C. Beri pujian
terhadap
ungkapan klien
tentang
tindakannya
1.D. diskusikan
dengan klien
tentang obat untuk
mengontrol
halusinasi
2.D. Bantu untuk
memastikan klien
telah minum obat
secara teratur
untuk mengontrol
halusinasi

1.A. Bina
hubungan saling
percaya, sikap
terbuka dan
empati, terimah
klien apa adanya,
sapa klien dengan
ramah, tepat janji,
jelaskan tujuan
pertemuan,
pertahankan
kontak mata

2.B. Klien
dapat
menyebutkan
penyebab
menarik diri

2.B. Pengetahuan
klien tentang
menarik diri

3.C. Klien
dapat
menyebutkan

3.C. Dorong klien


untuk

4.D. Klien
mendapatkan
dukungan dari
keluarga

No
1

Dx Kep
Halusina
si
pendeng
aran dan
Menarik
Diri

Tgl
10
okt
2014

Jam
10.00

12.30
wib

cara
berhubungan
dengan
orang lain:
-Membalas
sapaan
perawat
-menatap
mata

menyebutkan
berhubungan
dengan orang lain

4.D. Klien
dapat
memelihara
hubungan
dengan
keluarga

4.D. Libatkan klien


dengan kegiatan d
ruangan
4.D. Disesuaikan
tentang manfaat
dengan anggota
keluarga

Tujuan
DX 1
dan 2
TUK 1
TUK 2
TUK 3
TUK 4

IMPLEMENTASI
-membina
hubungan saling
percaya dengan
klien. Memberi
salam : selamat
pagi,Ibu
memperkenalka
n diri dan
menanyakan
nama klien
nama saya F
dari akper
wirahusada,
nama Ibu
siapa ?
senangnya
dipanggil ap ?
apakah anda
mempunyai
masalah ? apa
yang dipikirkan
S, saya akan
membantu S
-mengingat
kontrak
topik,waktu dan
tempat apakah
masih dengan
pertemuan kita
tadi, sekarang
akan
membicarakan
apa?
-mengevaluasi
kemampuan
klien apakah S
masih ingat
dengan saya?
-membantu klien

EVALUASI
S:
Klien
membalas
salam dari
perawat M
-klien
menyebut
kan nama
dan nama
panggilan
klien
senang
dipanggil
Ny.S
-klien
menyebut
kan nama
perawat
O:
-klien mau
berjabat
tangan
-klien mau
diajak
ngobrol
-klien
mampu
mengingat
nama
perawat
-klien
berbicara
dengan
lambat
A:
-hubungan
saling
percaya

mengidentifikasi
situasi yang
menyebabkan
halusinasinya?
-apakah S
mendengar
suara, pada
saat kapan saja
S mendengar
suara itu? Apa
isi suara itu?
-mendorong
klien
mengungkapkan
perasaan
Sbagaimana
perasaan S saat
ini?
-memberi pujian
atas ungkapan
S saat itu?
-menyimpulkan
kemampuan
klien selama
interaksi S tadi
mengatakan
mendengar
suara tersebut,
itu nama nya S
sedang
berhalusinasi,
cuman S yang
bisa dengar
suara itu ?
Mengakhiri
pertemuan, kita
pertemuan
berikut
nya,topik,waktu
dan tempat nya
dan waktunya
jam 11.00 kita
bebincang2 lagi.
Siang Ibu,
masih ingat
dengan saya?
-membantu klien
mengidentifikasi
situasi yang
menyebabkan
halusinasi,
apakah S
mendengar
suaraIkut
dengan aku
apa isi suara
itu?
Beri pujian atas
ungkapan,
bagus udah
ungkapan isi
halusinasinya?
-mengakhiri

perlu
ditingkatka
n
P:
melanjutka
n
intervensi

S:
-Klien
mendenga
r suara di
telinga
yang
menyuru
ikut
dengan
aku
O:
-kontak
mata
tajam,
tangan di
gerak2 an,
bicara
cepat dan
keras
A:
-kilen
mengenal
halusinasi,
TUK 2
tercapai
P:
Intervensi
dilanjutkan
S:
-untuk
mengontro
l
halusinasi
cara2 nya
yaitu
1.bilang itu
suara
palsu
2.harus
menyapu
3.minta
tolong
perawat

pertemuan
berikutnya jam
13.00
Siang Ibu S,
masih ingat
dengan saya?
-mengkaji
tindakan apa
yang sering
dilakukan klien
untuk
mengontrol
halusinasiny,
selama ini ap
yang S lakukan
untuk
mengontrol
halusinasi?
-mendiskusikan
dengan klien
cara untuk
memutuskan
halusinasi,ada
4 cara
mengontrol
halusinasi:
1.bilang tidak itu
suara palsu
2.melakukan
aktivitasmenya
pu
3.meminta
tolong perawat
bila sedang
halusinasi
4.minum obat
teratur
-diskusikan
dengan klien
obat yang
diminum saat
ini minum obat 2
jenis. Nama
obat cp (kuning
dan orange) thp
putih kecil,
kegunaan obat
mengendalikan
emosi dan obat
harus diminum
teratur supaya
suara tidak
datang lagi.
-meminta klien
untuk
mengulangi
seperti apa yang
telah
didiskusikan
coba S
sebutkan apa
yang
didiskusikan

4.rajin
minum
obat
O:
-klien
kooperatif,
kontak
mata (+)
A:
sebagian
masalah
teratasi
P:
Lanjutkan
intervensi
S:
-klien
dapat
mengenali
jenis obat
dan
jumlah
obat di
minum
O:
-klien
memperha
tikan obat
yang
dijelaskan
oleh
perawat
A:
Masalah
sebagian
teratasi
P:
Intervensi
dilanjutkan
oleh
perawat
lain di
ruangan

tadi
-memberi
pujianbagus S
pintar
-mengakhiri
pertemuan,
besok saya
masih dinas di
ruangan ini, klau
S mau
berbincang2
dengan saya,
panggil saja
saya.
Menilai respon
klienia mantri
kalau mau
berbincang2 lagi
dengan S akan
manggil mantri

BAB III
PEMBAHASAN
Saat penulis selesai asuhan kepada pasien Ny.S dengan perubahan persepsi
sensi halusinasi pendengaran diruangan Kamboja RSJ Medan,maka penulis mencoba
mempertahankan beberapa hal yang mendukung dan menghambat dalam mencapai
tujuan yang penulis terapkan pada studi kasus.
Adapun tujuan adalah untuk mencari kesenjangan antara landasan teoritis dengan
tinjauan kasus,berikut ini akan dibahas satu persatu proses keperawatan yang penulis
lakukan.
A.Tahap Pengkajian
Hubungan dengan perubahan persepsi sensori halusinasi pendengaran pada Ny.S
.penulis banyak menemukan hal-hal yang sesuai teori.pengkajian dilakukan selama
2 minggu di RSJ Medan.pada saat ini penulis sedikit mengalami kendala memproleh
data.Dan riwayat keluarga karena keluarga jarang kerumah sakit jiwa.
selama penulis melakukan asuhan keperawatan ini.keluarga datang hanya satu kali
selama pengkajian,maka upaya penulis ialah:
a. melakukan pendekatan dengan komunikasi therapeutic sehingga klien lebih
terbuka dan percaya dalam mengungkapkan perasaannya
b. mengadakan pengkajian kepada klien dengan wawancara untuk memproleh
data

Pada saat ini pengkajian dilakukan dengan wawancara klien memiliki penulis
menemukan hambatan untuk memproleh data yang sebenarnya karena klien
memiliki proses pikir yang berbelit,maka upaya yang dilakukan adalah:
a.penulisan melakukan pengkajian dengan berulang-ulang
b.penulis menunjukan rasa simpatik pada klien
c.memberikan kesempatan pada klien agar mau mengungkapkan perasaanya
d.beberapa kali dilakukan pengkajian ditambah dari data status klien maka
penulis dapat menyimpulkan apa yang sedang dialami klien.
B.Tahap Diagnosa
Diagnosa keperawatan yang di dapat pada teori
a.komonikasi kerusakan varbal
b.perubahan peresepsi sensori
c.kerusakan interaksi sosial
d.isolasi social menarik diri
e.regimen terapeutik inefektif,koping keluarga inefektif
c. isolasi sosial menarik diri
d. regimen terapeutik inefektif
Diagnosa yang terdapat pada teori ini tetap terdapat pada kasus adalah:
Gangguan komunikasi perbal karena dalam pengkajian klien tidak mengalami
gangguan komunikasi sedangkan diagnosa keperawatan yang terdapat kasus dan
terdapat juga pada teori adalah regimen terapeutik inefektif karena klien sudah
berulang mengalami gangguan jiwa dan dukungan keluarga kurang dalam merawat
dan keluarga jarang berkunjung
C .Tahap Perencana
Rencana tindakan keperawatan meruIbukan serangkaian yang digunakan untuk
memenuhi kebutuhan dan menghadapi masalah yang diharapkan klien.rencana
tidakkan keperawatan akan dicapai dengan adanya kerjasama adalah sesuai dengan
landasan teori dalam penulisan ini tidak menemukan banyak hambatan karena
semua perencana dapat dengan teori.
D .Tahap pelaksanaan
Dalam tahap ini meruIbukan tindakan keperawatan yang dilakukan langsungan
pada klien sesuai dengan hal-hal yang telah direncanakan sebelumnya seperti:
1. membina hubungan saling percaya
2 .membantu klien untuk mengenai halusinasi
3. menjelaskan kepada klien manfaat obat mengatasi halusinasi
4 .membantu klien melaksanakan kegiatan setiap hari
5 .membujuk klien agar mengungkapkan perasaanya tentang keadaan yang
dialaminya
6. membantu klien mengungkapkan perasaannya
7. membantu klien untuk mengalami masalah kesehatan jiwa
8. menganjurkan pasien pada klien tentang cara merawat klien diruangan
E .Tahap Evaluasi
Adapun tahap evaluasi yang penulis lakukan untuk mrngukur sejarah mana
tujuan telah tercapai melalui asuhan keperawatan yang dilakukan yaitu:

Menjelaskan waktu dan tempat terjadinya halusinasi

Menyebutkan saat terjadinya halusinasi

Membedakan hal-hal yang tidak nyata dan nyata

Memilih cara untuk mengatasi halusinasi

Merespon sesuai dengan stimulus dari luar dirinya

Pasien tindak mencederai dirinya sendirinya,orang lain dan lingkungan

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Setelah penulis melakukan prektek lapangan di RSJ Medan mulai dari 07
oktober 2014 sampai 18 oktober 2014. pada klien dengan perubahan persepsi
sensori halusinasi pendengaran yang berada di ruangan kamboja RSJ Medan
Provinsi sumatera utara,maka penulisan menarik kesimpulan sebagai berikut:
1.

Dalam melaksanakan asuhan keperawatan pada klien dengan perubahan


persepsi

sensori

halusinasi

pendengaran,asuhan

keperawatan

harus

dilaksanakan holistic meliputi aspek,bio-psiko,sosial dan spritual.


2.

Untuk mencapai keberhasilan dalam asuhan keperawatan maka antara klien dan
klien saling membina hubungan saling percaya sehingga terjadi komunikasi
terapeutik

3.

Perhatikan dukungan dan kepedulian keluara terhadap klien akan proses


penyembuhan.

B. Saran
1.

Disarankan kepada perawat untuk dapat lebih meningkatalam membina


hubungan saling percaya agar tercapai hubungan yang terapeutik sehingga klien
dapat mengungkapkan semua permasalahan agar tercapai keberhasilan asuhan
yang baik pada klien

2.

Selama klien dirumah sakit hendaknya perawat melakukan pengkajian dalam


mengamati perkembangan klien agar dapat diketahui tindakan keperawatan
selanjutnya.

3.

Disarankan pada keluarga agar sekembalinya klien dari RSJ klien dapat diterima
apa adanya serta dapat memberikan perhatian yang penuh dan dukungan
kepedulian yang tulus pada klien.

DAFTAR PUSTAKA

Keliat,Budi Anna S.kp,M,SC,Dkk.Proses keperawatan jiwa,jakarta,EGC.1998


Widayatan Tri Rusni,1999,prilaku M.A.104 penerbit cuinfomedika,bandung
Daugoes Marilya C. Rencana asuhan keperawatan,EGC,Edisi II,jakarta

Anda mungkin juga menyukai