Anda di halaman 1dari 22

Laporan Kuliah Kerja Lapangan (KKL)

LAPORAN RESMI
KULIAH KERJA LAPANGAN (KKL)
ANALISIS MANAJEMEN PRODUKSI PT. SIDO MUNCUL DAN
PT. NISSIN BISCUIT FACTORY INDONESIA

Penyusun :
Arivatu Nimati Rahmatika
(09.23.342)
Keuangan dan Pebankan Syariah

Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat


Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Hamfara Yogakarta

Februari 2012

ANALISIS MANAJEMEN PODUKSI PT. SIDO MUNCUL DAN PT.NISSIN BISCUIT


FACTORY INDONESIA

LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN


Diajukan untuk memenuhi syarat akademik guna mendapatkan
pengesahan telah melakukan Kuliah Kerja Lapangan di lembaga bisnis
dari Program Studi Keuangan dan Perbankan Syariah
STEI Hamfara Yogyakarta

NAMA
: ARIVATU NIMATI RAHMATIKA
NIM/NIMKO : 09.23.342/091109328
JURUSAN
: KEUANGAN DAN PERBANKAN SYARIAH

SEKOLAH TINGGI EKONOMI ISLAM HAMFARA YOGYAKARTA


FEBRUARI 2012

LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN


ANALISIS MANAJEMEN PRODUKSI PT. SIDO MUNCUL DAN PT. NISSIN BISCUIT
FACTORY INDONESIA

Diajukan Oleh:

NAMA
: ARIVATU NIMATI RAHMATIKA
NIM/NIMKO : 09.23.342/091109328
JURUSAN
: KEUANGAN DAN PERBANKAN SYARIAH

Mengetahui dan Mengesahkan,

Dosen Pembimbing KKL

Waket 1 Bidang Akademik

Drs.Sugeng Widodo, MM
Awan Kostrad Diharto, SE,M.Ag.

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Lulusan sebuah perguruan tinggi dituntut untuk memiliki academic knowledge, skill of
thinking, management skiil, dan communication skill. Sinergisme keempatnya akan tercermin
melalui kemampuan lulusan dalam kecepatan menemukan solusi atas persoalan-persoalan atau
tantangan-tantangan yang dihadapi. Dalam rangka meningkatkan kualitas lulusannya, metode
pengajaran di Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Hamfara Yogyakarkta salah satunya yaitu
menjembatani antara teori yang diajarkan dengan keadaan di dunia nyata yang sebenarnya.
Kegiatan KKL 2012 sebagai bagian dari proses peningkatan pengayaan ilmu dipandang
sangat

penting

mengadaptasikan

bagi mahasiswa,
diri

pada

agar mahasiswa STEI

lingkungannya.

Hamfara

Diharapkan

Yogyakartamampu

dengan

kegiatan KKL

2012 ini mahasiswa memiliki kompetensi yang responsif-antisipasif, proaktif-inovatif, risk taker,
profesional dan visioner sehingga memiliki daya saing yang kuat.
Tujuan dari program ini adalah memberikan pengalaman kerja yang menekankan antara
teori dengan praktek. Program ini juga membekali mahasiswa dengan soft skill dalam
menghadapi dunia kerja dan diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas, kreatif,

inovatif dan berani mengambil resiko. Tujuan ini merupakan implementasi strategik dari visi
Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro.
Berdasarkan pada pemikiran tersebut diatas, maka STEI Hamfara mengadakanCompany
Visit melalui kegiatan KKL 2012 ke 2 perusahaan yang sudah menjadi perusahaan besar di
Indonesa, perusahaan yang mampu menguasai pasar yaitu PT Sido Muncul dan PT Nissin
Biscuit Indonesia
I.2 Tujuan dan Kegunaan
Tujuan umum dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan ilmu pengetahuan yang
dimiliki oleh para mahasiswa agar nantinya para lulusan tersebut mampu beradaptasi dengan
lingkungan, berkompeten sehingga memiliki daya saing yang kuat. Sedangkan tujuan khusus
yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah para mahasiswa dapat memahami praktek-praktek dan
penerapan tentang manajemen yang diterapkan oleh perusahaan.
Sedangkan untuk kegunaan laporan ini antara lain:
a.

Untuk Mahasiswa :

o Memudahkan Mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan berpikir dan memecahkan


masalah.
o Memudahkan siswa dalam penguasaan dan pendalaman serta pengaplikasian konsep Manajemen.
o Menjadikan Mahasiswa lebih aktif dalam mempelajari konsep konsep terapan Ekonomi
Manajemen yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari hari.

b. Untuk Dosen
Kegiatan KKL merupakan mediasi Dosen untuk menjelaskan materi manajemen.
c.

Untuk Universitas
Dari kegiatan Kuliah Kerja Lapangan dapat meningkatkan kerja sama yang baik antara
pihak Universitas dan Instansi yang dijadikan obyek KKL.

I.3 Tempat dan Waktu Kuliah Kerja Lapangan (KKL)

I.3.1

Tempat KKL

1. PT Sido Muncul Jln. SoekarnoHatta, desa Diwak, kecamatan Bergas, kabupaten Semarang, Jawa
Tengah.
2. PT Nissin Biscuit Factory Indonesia, Jl. Raya Semarang Salatiga Km. 23 Ungaran.
I.3.2

Waktu KKL

Kegiatan KKL ini dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 30 Januari 2012.
I.4

Sistematika Penulisan
Sistematika yang penulis pergunakan dalam menyusun laporan ini adalah sebagai
berikut:
Bab I Pendahuluan yang meliputi latar belakang masalah, tujuan dan kegunaan, tempat
dan waktu KKL, dan siakhiri dengan sistematika penulisan
Bab II Profil Perusahaan yang meliputi profil PT Sido Muncul dan PT Nissin Biscuit
Factory Indonesia
Bab III Landasan Teori yang menjelaskan secara ringkas mengenai manajemen produksi
BAB IV Analisis Kondisional yaitu dengan mengungkapkan yang terjadi di lapangan
(Perusahaan) disini adalah PT Sido Muncul dan PT Nissin Biscuit Factory Indonesia
BAB V Penutup meliputi kesimpulan dan saran dari hasil analisis kondisional yang
didasarkan dengan landasan teori yang telah dipaparkan.

BAB II
PROFIL PERUSAHAAN

II.1PT SIDO MUNCUL


II.1.1 Sejarah PT Sido Muncul

PT. SidoMuncul bermula dari sebuah industri rumah tangga pada tahun 1940, dikelola
oleh Ibu Rahkmat Sulistio di Yogyakarta, dan dibantu oleh tiga orang karyawan. Banyaknya
permintaan terhadap kemasan jamu yang lebih praktis, mendorong beliau memproduksi jamu
dalam bentuk yang praktis (serbuk), seiring dengan kepindahan beliau ke Semarang , maka pada
tahun 1951 didirikan perusahan sederhana dengan nama SidoMuncul yang berarti "Impian yang
terwujud" dengan lokasi di Jl. Mlaten Trenggulun. Dengan produk pertama dan andalan, Jamu
Tolak Angin, produk jamu buatan Ibu Rakhmat mulai mendapat tempat di hati masyarakat
sekitar dan permintaannyapun selalu meningkat.
Pabrik baru yang berlokasi di Klepu, Kec. Bergas, Ungaran, dengan luas 29 ha tersebut
diresmikan oleh Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Republik Indonesia, dr. Achmad
Sujudi pada tanggal 11 November 2000. Saat peresmian pabrik, SidoMuncul sekaligus menerima
dua sertifikat yaitu Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dan Cara Pembuatan
Obat yang Baik (CPOB) setara dengan farmasi, dan sertifikat inilah yang menjadikan PT.
SidoMuncul sebagai satu-satunya pabrik jamu berstandar farmasi. Lokasi pabrik sendiri terdiri
dari bangunan pabrik seluas 7 hektar, lahan Agrowisata ,1,5 hektar, dan sisanya menjadi kawasan
pendukung lingkungan pabrik.
Secara pasti PT. SidoMuncul bertekad untuk mengembangkan usaha di bidang jamu yang
benar dan baik. Tekad ini membuat perusahaan menjadi lebih berkonsentrasi dan inovatif.
Disamping itu diikuti dengan pemilihan serta penggunaan bahan baku yang benar, baik mengenai
jenis, jumlah maupun kualitasnya akan menghasilkan jamu yang baik.
Untuk mewujudkan tekad tersebut, semua rencana pengeluaran produk baru selalu
didahului oleh studi literatur maupun penelitian yang intensif, menyangkut keamanan, khasiat
maupun sampling pasar. Untuk memberikan jaminan kualitas, setiap langkah produksi mulai dari
barang datang , hingga produk sampai ke pasaran, dilakukan dibawah pengawasan mutu yang
ketat.

Agrowisata PT. SidoMuncul terbuka untuk umum, dan biasanya dalam sebulan menerima
minimal empat kali kunjungan. Program kunjungan Agrowisata biasanya dilakukan setelah
pengunjung melakukan peninjauan ke proses produksi pabrik, yang letaknya tidak jauh. Bagi
yang berminat bisa langsung menghubungi Public Relations Department, PT. SidoMuncul, baik
yang berada di Jakarta maupun yang ada di Semarang.
Sebagai perusahaan yang bahan bakunya tanaman, PT. SidoMuncul tidak ingin
kehadirannya menghasilkan limbah yang dapat merusak alam, sehingga berupaya untuk
melestarikan aneka tanaman obat yang ada di Indonesia. Untuk menangani limbah cair, di lokasi
pabrik dipasang instalasi pengolahan air limbah sehingga air limbah dapat diolah menjadi air
yang bisa digunakan untuk menyirami tanaman. Sedangkan limbah padat dari buangan sisa
ekstraksi akan dilolah menjadi pupuk organik , yang bisa digunakan untuk memupuk tanaman.
Dengan upaya penanganan limbah tersebut, diharapkan PT. SidoMuncul menjadi
perusahaan yang ramah lingkungan, dan lokasi seputar pabrik menjadi asri karena tanaman
tumbuh subur.
Agar produk dapat senantiasa berkembang sesuai dengan tuntutan masyarakat dan
kemajuan tekhnologi, kerjasama dilakukan dengan lembaga-lembaga ilmu pengetahuan, baik
dimata masyarakat maupun dunia " ke-ilmu-an ", seperti :
1. Universitas Diponegoro, Semarang
2. PPOT, Universitas Gadjahmada, Jogjakarta
3. Fakultas Farmasi, Universitas Widya Mandala, Surabaya
4. Fakultas Farmasi, Universitas Sanata Dharma, Jogjakarta
5. Lembaga penelitian, Institut Tekhnologi Bandung
6. Balai Penelitian Tanaman Obat, Depkes, di Tawangmangu
7. Balai Penelitian Tanaman Obat dan Rempah, di Bogor.
Organisasi yang diikuti oleh SidoMuncul :

1.

GPJI (Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional Indonesia)

2.

BIOFARMAKA INDONESIA

3.

APSKI (Asosiasi Pengusaha Suplemen Kesehatan Indonesia)

4.

GAPMMI (Gabungan Pengusahan Makanan dan Minuman Indonesia)

5.

Forum Kerjasama Pengembangan Biofarmaka Indonesia

6.

Koalisi Fortifikasi Indonesia

II.1.2 Visi dan Misi PT Sido Muncul


Seluruh karyawan juga bertekad untuk mengadakan perbaikan setiap saat, sehingga
diharapkan semua yang dilakukan dapat lebih baik dari sebelumnya.
Visi

Menjadi industri jamu yang dapat memberikan manfaat pada masyarakat dan
lingkungan.

Mis

Meningkatkan mutu pelayanan di bidang herbal tradisional

i
Mengembangkan research/penelitian yang berhubungan dengan pengembangan
pengobatan dengan bahan-bahan alami.
Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membina kesehatan melalui
pola hidup sehat, pemakaian bahan-bahan alami dan pengobatan secara tradisional.
Ikut mendorong pemerintah / instansi resmi agar lebih berperan dalam pengembangan
pengobatan tradisional.
Saat ini PT. SidoMuncul didukung lebih dari 2000 karyawan dengan tingkat pendidikan
bervariasi dan ditempatkan sesuai dengan keahlian, kemampuan dan kapasitasnya masingmasing. Sebagai pendukung, SidoMuncul juga memilki tenaga ahli dari berbagai disiplin ilmu,
seperti biologi, ekonomi, farmasi, pertanian, hukum, teknologi pangan, teknik kimia, teknik
elektro,

dll.

Untuk mengembangkan kemampuan, pada waktu-waktu tertentu kepada karyawan diberikan


kesempatan mengikuti pelatihan, kursus, maupun seminar. Untuk mendukung pengembangan,

PT. SidoMuncul juga merekrut konsultan yang ahli di bidangnya, misalnya : apoteker, dokter
umum, dokter gigi dan spesialis.
II.1.3 Fasilitas PT Sido Muncul
Dengan standar pabrik CPOB ( Standard pabrik Farmasi ), maka fasilitas yang ada di PT.
SidoMuncul antara lain :
1.

a.

Laboratorium
Laboratorium Instrumentasi

b. Laboratorium Farmakologi
c.

Laboratorium Formulasi

d. Laboratorium Farmakognosi
e.

Laboratorium Stabilitas

f.

Laboratorium Kimia, yang dilengkapi peralatan HPLC (High Pressure Liquid Chromatography),
GC (Gas Chromatography) dan TLC Scanner (Thin Layer Chromatography). Keseluruhan
laboratorium tersebut dibangun di atas lahan seluas 1200 m.

g. Laboratorium Kultur Jaringan


2.

Kebun percobaan dan budidaya tanaman obat

3.

Extraction Centre

4.

Pengolahan air bersih

5.

Pengolahan air limbah

6.

Perpustakaan

7.

Klinik Holistik
Pada tahun 1999 dirintis pembukaan kawasan khusus untuk lokasi koleksi tanaman obat
yang akhirnya didesain seartistik mungkin dan menarik untuk dilihat dan dikunjungi. Secara
resmi tempat tersebut dijadikan obyek agrowisata khusus koleksi tanaman obat yang dirancang
terpadu, antara koleksi tanaman obat dengan desain taman serta infrastruktur lainnya.

II.1.4 Lokasi PT Sido Muncul

Agrowisata tanaman obat PT. SidoMuncul berlokasi di kawasan pabrik/industri jamu PT.
SidoMuncul, Jln. SoekarnoHatta, desa Diwak, kecamatan Bergas, kabupaten Semarang, Jawa
Tengah. Menempati lahan seluas 1,5 hektar, dengan topografi tanah landai, ketinggian tempat
440 meter dari permukaan laut.
II.1.5 Sarana dan Prasarana PT Sido Muncul
1. Koleksi tanaman obat sejumlah kurang lebih 400 spesies, termasuk tanaman introduksi / yang
didatangkan dari luar negeri, antara lain : Echinacea purpurea, Tribulus Terrestris, Mintha
Piperita, Sybilum Marianum dan Jamur Ganoderma Lucidum.
2. Jalan yang bisa dilalui mobil, untuk berkeliling lokasi
3. Aula berupa Gasebo
4. Kolam ikan (danau buatan)
5. Nursery/kebun bibit dan tempat penjualan bibit tanaman obat
II.2PT NISSIN BICUIT INDONESIA
II.2.1 Sejarah PT Nissin Biscuit Factory Indonesia
PT Nissin Biscuit Factory Indonesia mengawali produksi komersial pertama pada Januari
1977. Diatas lahan seluas +- 8 Ha. Produk pertama yang dihasilkan adalah Butter Coconut,
Frychip, Madu, Aynako, Longer Stick.
Seiring dengan perjalanannya, PT Nissin Biscuit Factory Indonesia telah memproduksi beberapa
jenis dan beragam biscuits, cookies, crackers, snacks, wafers dalam bagian merk terkemuka
seperti nissin, Khong Guan, Monde, Walens dan Nitto
Dalam menghadapi persaingan di industry makanan yang semakin ketat, PT Nissin
Biscuit Factory Indonesia selalu bertekad untuk memenangkan persaingan dengan menyajikan
produk berkualitas melalui inovasi yang selalu berkelanjutan. Inovasi yang dilakukan oleh nissin
meliputi jenis produk, mesin, system/proses dan kemasan. PT Nissin Biscuit Factory Indonesia
memiliki lebih dari 700 karyawan yang terlatih sehingga turut mendukung kualitas produk yang
dihasilkan.

Dengan dukungan inovasi, sumberdaya manusia dan tegnologi, sampai dengan saat ini,
PT Nissin Biscuit Factory Indonesia terus berkembang dan berhasil memproduksi berbagai merk
biscuit yang telah menjadi pemimpin pasar.
II.2.2 Quality Commitment PT Nissin Biscuit Factory Indonesia
Nissin menyadari bahwa dengan memproduksi produk yang berkualitas dan bergizi,
maka Nissin turut memberikan konstribusinya untuk meningkatkan kualitas hidup bangsa.
Karena itu, pengawasan mutu produk menjadi salah satu prioritas utama.
Standar mutu yang diterapkan oleh Nissin mencakup penggunaan bahan baku pilihan dan
penggunaan tegnologi canggih dalam proses produksi serta penerapan CPMB (Cara Produksi
Makanan yang Baik), GMP (Good Manufacturing Practice), SSOP (Sanitation Standard Opening
Procedure) dan HACCP (Hazard Analytical Critical Control Point). Standar Mutu ISO
2200:2005 untuk kualitas dan keamanan produk juga telah ditetapka dalam proses produksi
disertai dengan sertifikat halal dari Majlis Ulama Indonesia (MUI). Sebuah bukti bahwa semua
produk Nissin memenuhi kaidah halal dan aman dikonsumsi.
II.2.3 Visi dan Misi PT Nissin Biscuit Factory Indonesia
Visi dan Misi PT Nissin Biscuit Factory Indonesia meliputi:
Visi

PT Nissin bertekad menjadi produsen biscuit terbaik di Indonesia

Misi

Memproduksi biscuit yang bergizi tinggi, higienis, inovatif dan berkualitas dengan cita

rasa tinggi serta terjamin mutunya kepada pelanggan dengan cara terbaik yang dikembangkan
oleh SDM yang unggul dengan tegnologi modern.
II.2.4 Lokasi PT Nissin Indonesia
Lokasi PT Nissin Biscuit Indonesia di Jl. Raya Semarang Salatiga Km. 23 Ungaran.

BAB III
LANDASAN TEORI

III.1

Pengertian Umum
Didalam upaya untuk dapat melaksanakan kegiatan produksi dalam suatu perusahaan,

tentunya diperlukan adanya pengertian yang sama terhadap yang sering digunakan dalam
manajemen produksi ini. Misalnya: produks, produktivitas, system produksi, proses produksi dan
lain sebagainya.
III.1.1 Produksi
Produksi diartikan sebagai kegiatan yang dapat menimbulkan tambahan manfaat atau
penciptaan faedah baru. Faedah atau manfaat ini dapat terdiri dari beberapa macam, misalnya
faedah bentuk, faedah waktu, faedah tempat serta kombinasi dari faedah-faedah tersebut diatas.
Apabila terdapat suatu kegiaatan yang dapat menimbulkan manfaat baru, atau mengadakan
penambahan dari manfaat baru atau mengadakan penambahan dari manfaat yang sudah ada,
maka kegiatan tersebut akan disebut sebagai kegiatan produksi.
III.1.2 Produk
Produk merupakan hasil dari kegiatan produksi yang berwujud barang. Didalam hal ini,
perlu diketahui adanya perbedaan antara produk dan jasa, walaupun keduanya merupakan hasil
dari kegiatan produksi.
III.1.3 Produsen
Produsen adalah orang, badan ataupun lembaga-lembaga lainnya yang menghasilka
produk. Apakah itu merupakan sebuah perusahaan yang kecil, atau bahkan disebut sebagai
industry rumah tangga, ataukah itu merupakan perusahaan-perusahaan menengah, atau mungkin
merupakan besar bahkan merupakan perusahaan multinasional, dalam hal ini bukanlah menjadi
persoalan, dan akan tetap disebut sebagai produsen.
III.1.4 Produktivitas

Produktivitas adalah merupakan suatu perbandingan dari hasil kegiatan yang senyatanya
dengan hasil kegiatan yang seharusnya. Apabila produktivitas ini akan dinyatakan dengan angka,
maka nilai dari produktivitas ini jika presentase antara 0% sampai 100%.
III.2

Manajemen Produksi

III.2.1 Pengertian
Manajemen Produksi yaitu kegiatan atau usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan
dengan menggunakan koordinasi atau kegiatan orang lain. Manajemen produksi dapat diartikan
sebagai kegiatan untuk mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan sumber-sumber daya.
III.2.2 Perkembangan Manajemen Produksi
Manajemen Produksi berkembang pesat karena adanya factor:
a.

Adanya perkembangan kerja (division of labour) dan spesalisasi.


Agar produksi efektif dan efisien, produsen hendaknya menggunakan metode ilmiah dan
asas-asas manajemen. Pembagian kerja memungkinkan dicapainya tingkat dan kualitas produksi
yang lebih baik bila disertai dengan pengolahan yang baik. Dan akan mengurangi biaya produksi
sehingga dapat tercapainya tingkat produksi yang tinggi.

b. Revolusi Industri.
Revolusi industry merupakan suatu peristiwa penggantian tenaga manusia dengan tenaga
mesin. Revolusi ini merupakan perubahan dan pembaharuan radikal dan cepat dibidang
perdagangan, industry dan teknik eropa.
c.

Perkembangan alat dan tekhnologi


Perkembangan alat dan tekhnologi yang mencakup penggunaa computer sehingga pada
banyak hal manajer produksi mengintegrasikan tekhnologi canggih kedalam bisnisnya.

d. Perkembangan ilmu dan metode kerja


Perkembangan ilmu dan metode kerja yang mencakup metode ilmiah, hubungan antar
manusia, dan metode keputusan.
III.2.3 Pengambilan keputusan dalam manajemen produksi

Dilihat dari kondisi, keputusan yang dapat diambil dibedakan menjadi:


1. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang pasti
2. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengandung resiko
3. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti
4. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul karena pertentangan dengan keadaan lain
III.2.4 Quality Control
Quality control adalah suatu proses digunakan untuk memastikan tingkat kualitas tertentu dalam
sebuah produk atau jasa. Ini mungkin termasuk tindakan apa pun bisnis yang dianggap perlu
untuk menyediakan kontrol dan verifikasi karakteristik tertentu dari suatu produk atau
jasa. Tujuan dasar dari control kualitas adalah untuk memastikan bahwa produk , jasa atau proses
yang disediakan memenuhi persyaratan tertentu dan dapat diandalkan, memuaskan dan fiscal
suara.
Pada dasarnya, kontrol kualitas melibatkan pemeriksaan produk, layanan, atau proses
untuk tingkat minimum tertentu kualitas. Tujuan dari tim pengendalian kualitas adalah untuk
mengidentifikasi produk atau jasa yang tidak memenuhi standar perusahaan tertentu kualitas.
Jika masalah diidentifikasi, tugas tim pengendalian kualitas atau professional mungkin
melibatkan penghentian produk sementara. Tergantung pada layanan atau produk tertentu, serta
jenis masalah yang diidentifikasi, produksi atau pelaksanaan tidak dapat berhenti sepenuhnya.
7 Tools untuk Quality Control :
a.

Flowchart
Tools yang menggambarkan suatu proses barang atau jasa secara detail sehingga kita bisa
menganalisis bagian dari proses.

b.

Check Sheet atau Lembar pemeriksaan


Lembaran yang berisi daftar kualitas yang harus dipenuhi ketika proses berjalan.

c.

Histogram

Grafik diagram batang yang menggambarkan banyaknya faktor yang berpengaruh


terhadap produk atau jasa.
d.

Scatter Plot
Diagram pola yang digunakan untuk menggambarkan kedekatan faktor faktor pada
produk atau jasa.

e.

Control Charts
Peta kontrol itu untuk mengtahui data tingkatan kualitas produk terhadap kecacatan
produk terhadap waktu yang ada. tujuannya untuk mendapatkan keseragaman kualitas sehingga
jika terjadi peningkatan grafik (jumlah cacat lebih) maka perlu dilakukan perbaikan
berkelanjutan (continuous improvement).

f.

Fishbone Diagram (Ishikawa Diagram)


Analisis sebab akibat yang digunakan untuk menggambarkan hubungan hubungan antara
faktor penyebab ketidaksuaian pada produk dan jasa.

g.

Pareto Diagram
Diagram batang yang menggambarkan proporsi faktor yang berpengaruh terhadap produk
dan jasa. karena menurut pareto, dengan menyelesaikan 20% masalah utama dapat meningkatkan
hasil 80 %.

III.2.5 Ruang Lingkup Manajemen Produksi


Pelaksanaan kegiatan sistem operasi yang produktif dapat dilakukan berdasarkan
beberapa karakteristik, sebagai berikut :
a.

Efisien

b.

Efektifitas

c.

Kualitas

d.

Tingkat kendala dalam penyediaan output

e.

Fleksibilitas

III.3

Produksi

III.3.1 Pengertian
Seperti yang sudah dikemukakan diatas, bahwa produksi diartikan sebagai kegiatan yang
dapat menimbulkan tambahan manfaat atau penciptaan faedah baru. Faedah atau manfaat ini
dapat terdiri dari beberapa macam, misalnya faedah bentuk, faedah waktu, faedah tempat serta
kombinasi dari faedah-faedah tersebut diatas. Apabila terdapat suatu kegiaatan yang dapat
menimbulkan manfaat baru, atau mengadakan penambahan dari manfaat baru atau mengadakan
penambahan dari manfaat yang sudah ada, maka kegiatan tersebut akan disebut sebagai kegiatan
produksi.
Produksi juga dapat dikatakan sebagai suatu kegiatan yang mentranformasikan masukan
(input) menjadi keluaran (output).
III.3.2 Proses Produksi
1. Kelangsungan hidup
a. Produksi terus menerus
Dilakukan sebagai proses untuk mengubah bentuk barang-barang, walaupun terjadi
perubahan bentuk barang-barang tetapi tidak mengubah susunan dan fungsi alat-alat mesin.
Proses ini menghasilkan produk yang standar (massal).
b. Produks yang terputus-putus
Proses ini dilakukan berdasarkan pesanan sehingga harus mengatur kembali alat-alat dan
penyesuaian terus-menerus.
2. Teknik
a.

Proses Ekstraktif

b. Proses Analisis
c.

Proses Pengubahan

d. Proses Sintesis

BAB IV
ANALISIS KONDISIONAL

IV.1

PT Sido Muncul
Sadar akan potensi yang alami dan berlimpah, yaitu berupa Trend kehidupan masyarakat

kini makin mengarah pada Back To Nature atau kembali ke alam. Kondisi tersebut juga
mendorong total permintaan pada produk-produk berbahan alamipun meningkat. Untuk
Indonesia, yang sudah dikenal sebagai Mega Bio-Diversity, Mega Centre keanekaragaman hayati
terbesar di dunia, detailsnya terdapat + 300.000 jenis tumbuhan dan + 7000 berkhasiat obat (90
% spesies tumbuhan di kawasan Asia), yang juga menjadi bahan 45 obat penting di Amerika dan
14 spesies diantaranya berasal dari Indonesia maka Sido Muncul menjadikannya asset, yang
kedepannya akan makin memantapkan diri dalam memproduksi obat-obatan alam, serta
bertransformasi menjadi industry farmasi.
Seluruh proses produksi dijalankan berdasarkan Standard Operation Procedure
(SOP) berdasarkan CPOB ( Cara Pembuatan Obat yang Benar ) setara farmasi, telebih
SidoMuncul merupakan perusahaan Jamu pertama di Indonesia yang meperoleh serifikat
tersebut. Pastinya, seluruh produk SidoMuncul telah lulus uji toksisitas hingga uji khasiat
sehingga terjamin uality Controlnya. Selain PT. SidoMuncul juga didukung dengan serangkaian
fasilitas laboratorium lengkap dan peranan Research Development Departemen.
Menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, inilah yang selalu diangankan oleh
SidoMuncul. Tidak hanya dengan menghadirkan produk-produk berkelas yang aman dan
berkhasiat, tetapi juga membaur dengan masyarakat melalui program Mudik Lebaran Gratis para
penjual jamu, serta penganugerahan penghargaan bagi insan-insan berdedikasi tinggi di bidang

kemanusiaan, SidoMuncul Award. SidoMuncul senantiasa menjaga kualitas produk dan


melahirkan berbagai inovasi, guna mengakomodir kebutuhan kesehatan masyarakat.
Dalam perkembangannya, pabrik yang terletak di Jl. Mlaten Trenggulun ternyata tidak
mampu lagi memenuhi kapasitas produksi yang besar akibat permintaan pasar yang terus
meningkat, dan di tahun 1984 pabrik dipindahkan ke Lingkungan Industri Kecil di Jl. Kaligawe,
Semarang. Guna mengakomodir demand pasar yang terus bertambah, maka pabrik mulai
dilengkapi dengan mesin-mesin modern, demikian pula jumlah karyawannya ditambah sesuai
dengan kapasitas yang dibutuhkan (kini jumlahnya mencapai lebih dari 2000 orang). Untuk
mengantisipasi kemajuan dimasa datang, dirasa perlu untuk membangun unit pabrik yang lebih
besar dan modern, maka di tahun 1997 diadakan peletakan batu pertama pembangunan pabrik
baru di Klepu, Ungaran oleh Sri Sultan Hamengkubuwono ke-10 dan disaksikan Direktur
Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan saat itu, Drs. Wisnu Kaltim.
Saat ini PT. SidoMuncul didukung lebih dari 2000 karyawan dengan tingkat pendidikan
bervariasi dan ditempatkan sesuai dengan keahlian, kemampuan dan kapasitasnya masingmasing. Sebagai pendukung, SidoMuncul juga memilki tenaga ahli dari berbagai disiplin ilmu,
seperti biologi, ekonomi, farmasi, pertanian, hukum, teknologi pangan, teknik kimia,
teknik elektro, dll.
Untuk mengembangkan kemampuan, pada waktu-waktu tertentu kepada karyawan
diberikan kesempatan mengikuti pelatihan, kursus, maupun seminar. Untuk mendukung
pengembangan, PT. SidoMuncul juga merekrut konsultan yang ahli di bidangnya, misalnya :
apoteker, dokter umum, dokter gigi dan spesialis.
Selain sebagai tempat pelaksanaan produksi, di lokasi pabrik PT. SidoMuncul juga
terdapat Agrowisata seluas 1,5 hektar. Lahan agrowisata tersebut berisikan berbagai jenis
tanaman obat yang ada di Indonesia dan digunakan sebagai bahan baku produksi produk jamu
SidoMuncul. Dan keberadaan Agrowisata PT. SidoMuncul bertujuan untuk mengoleksi tanaman
obat, terutama diprioritaskan pada tanaman - tanaman langka atau yang hampir punah. Sebagian

besar koleksinya terdiri dari tanaman untuk bahan jamu yang dipergunakan oleh para industri
dan lainnya masih dieksplorasi dari alam.
Disamping itu, PT. SidoMuncul juga memberikan kesempatan bagi masyarakat umum
untuk datang berkunjung dan melihat secara langsung proses produksi yang dilakukan, dengan
harapan dapat membuka mata masyarakat jamu - jamu produksi SidoMuncul memang memenuhi
standar CPOB dan aman serta berkhasiat untuk dikonsumsi.
Dari keterangan Bapak Bambang Supartoko bahwa bahan baku pembuatan produk jamu
di PT. Sido Muncul ini 80 % masih dieksplorasi dari alam (misal dari hutan) dan 20 % dari hasil
budidaya (ditanam). Bahan baku yang diterima adalah dalam bentuk kering (siklisia) keculai
untuk produk minuman seperti jahe. Karena 80 % masih dieksplorasi dari alam dan
standarisasinya kurang maka setiap bahan baku yang masuk ke PT. Sido Muncul harus dicek
kualitasnya (Quality Control) terlebih dahulu yang meliputi kebenaran bahan, kebersihan bahan
dari bakteri patogen, dan keadaan bahan dalam bentuk kering dengan kadar air minimal 10 %.
Bahan bakunya antara lain kunyit, jahe, temu lawak. kayu manis, lengkuas, pasak bumi,
cengkeh, dan lain sebagainya. PT. Sido Muncul memiliki beberapa anak perusahaan misalnya
PT. Muncul Mekar bertugas pada bagian marketing, PT. Muncul Putra Offsite bertugas pada
bagian kemasan, dan PT. Muncul Armada Raya bertugas pada bagian distribusi.
Proses produksi jamu di PT. Sido Muncul ini yang pertama adalah penerimaan bahan
baku, bahan baku yang datang segera dicek QC (Quality Control), setelah terbukti memenuhi
standar penerimaan dan standar penggunaan kemudian bahan baku dimasukkan ke dalam gudang
penyimpanan bahan baku. Bahan baku yang akan dipakai diambil dari gudang penyimpanan
bahan baku kemudian disortasi, setelah disortasi kemudian bahan baku dicuci, dikeringkan,
digiling, baru kemudian dicampur (mixing). Dalam proses pencampuran bahan ini kami tidak
diperkenankan untuk melihatnya karena merupakan rahasia perusahaan. Sesudah proses
pencampuran selesai kemudian hasilnya dialirkan melalui pipa-pipa untuk dilakukan proses
pengemasan primer (packaging primer) menggunakan mesin dua line dan delapan line.

Kemudian masuk ke proses pengemasan sekunder (packaging sekunder), disini produk yang
sudah jadi dicek kembali dengan cara uji sampel. Setelah selesai proses pengemasan sekunder
kemudian produk siap untuk didistribusikan.
Modal yang digunakan oleh perusahaan jamu herbal ini berasal dari modal sendiri
karena perusahaan ini adalah perusahaan keluarga yang benar-benar dirintis mulai dari nol.
Adapun dampak lingkungan yang diberikan PT. Sido Muncul yang meliputi dampak fisik dan
sosial. Untuk dampak fisiknya diantaranya adalah pemanfaatan limbah, limbah cair yang
dihasilkan dari proses produksi didaur ulang kembali, sedangkan limbah padatnya di daur ulang,
dijual maupun dimusnahkan. Untuk menanggulangi krisis energi perusahaan ini membuat
biodiesel mnggunakan minyak jelantah. Sedangkan limbah cair yang sudah netral digunakan
untuk mengairi sawah petani dan juga ditampung untuk menanggulangi devisit air. Untuk
dampak sosialnya PT. Sido Muncul berusaha untuk ikut mensejahterakan masyarakat sekitar
dengan cara merikrutnya mnjadi karyawan, memberikan beasiswa, program mudik gratis bagi
karyawan, pembangunan sekolah, dan lain sebagainya.
Beberapa produk unggulan dari PT. Sido Muncul antara lain Tolak Angin dan Kuku
Bima Ener-G . Tolak Angin kini lebih difokuskan pada segmen menengah atas, setelah
sebelumnya sukses membidik segmen bawah. Hingga kini market share Tolak Angin di kelas
obat cair mendominasi hingga 70%. Penjualan Tolak Angin mencapai 3 juta sachet per bulan,
lebih tinggi dibanding rata-rata penjualan pada tahun 2008 sekitar 2,5 juta sachet per bualan.
Variasi Produk dari Tolak Angin sendiri antara lain adalah Tolak Angin Flu dan Permen Tolak
Angin. Diharapkan dari adanya variasi produk ini akan meningkatkan penjualan produk
unggulan dari PT. Sido Muncul ini.
PT Sido Muncul juga memiliki satu lagi anak perusahaan yaitu PT Nutrend International,
sebagai perusahaan yang mendistribusikan produk-produk dari perusahaan induknya PT Sido
Muncul.
IV.2

PT. Nissin Biscuit Factory Indonesia

Proses produksi pada Nissin Biscuit Factory Indonesia selalu terdapat Quality Control
didalamnya. Berikut adalah proses produksi pada PT. Nissin Biscuit Factory Indonesia
1. Penerimaan bahan baku
2. Penimbangan
3. Pengayakan
4. Pencampuran bahan dengan langsung fermentasi
5. Pencetakan adonan yang dengan langsung fermentasi
6. Pemanggangan
7. Pemberian minyak dan bumbu
8. Pendinginan berbarengan dengan pelapisan krim
9. Pengepakan berbarenga dengan pelapisan krim
10. Pengepakan
11. Penggudangan