Anda di halaman 1dari 187

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat serta hidayah-Nya, sehingga penyusunan Laporan Kunjungan Industri di PT.
Sido Muncul Semarang ini dapat terselesaikan. Adapun penyusunan Laporan
Kunjungan Industri ini berdasarkan data-data yang diperoleh selama melakukan
Kunjungan Industri, browsing internet, serta data-data dan keterangan dari pembimbing.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan Laporan Kunjungan Industri ini tidak lepas
dari dukungan berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini kami
menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1. H. Ulin Nuha S.Pd selaku kepala SMK VIP AL HUDA yang telah memberikan
izin dalam kegiatan Kunjungan Industri.
2. Nano Hertanto S.Pd selaku pembimbing Kunjungan Industri yang telah
membimbing kami selama berada di lokasi kunjungan.
3. Subagyo S.Si selaku wali kelas XI F Kimia Industri.
4. Pihak-pihak yang tidak dapat kami sebutkan, terima kasih atas bantuan dan
dukungan yang berhubungan dengan kegiatan Kunjungan Industri.
Akhirnya, penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan kunjungan
industri masih banyak kekurangan karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan,
untuk itu kritik dan saran yang membangun dari pembaca sangat diharapkan demi
kesempurnaan Laporan Kunjungan Industri ini. Demikian kata pengantar ini kami buat,
semoga dapat bermanfaat, khususnya bagi diri pribadi kami sendiri dan pembaca pada
umumnya.

Kebumen, Januari 2014

Penulis

DAFTAR ISI

Halaman Judul...........i
Lembar Pengesahan........ii
Kata Pengantar...........................................................................................iii
Daftar Isi......................................................................................................v
Bab I Pendahuluan....................................................................................1
A.

Latar Belakang Masalah......................................................................1

B.

Tujuan Kunjungan................................................................................1

C.

Tujuan Laporan....................................................................................1

D.

Manfaat Kunjungan..............................................................................2

E.

Lokasi Kunjungan.................................................................................2

Bab II ISI......................................................................................................3
A.

Sejarah........3

B.

Struktur Organisasi....4

C.

Kualifikasi Personalia.......4

D.

Sumber Bahan Produksi......5

E.

Daftar Bahan Produksi.....6

F.

Denah Unit Produksi.....7

G.

Jenis Limbah......8

H.

Unit Pengolahan Limbah......8


Bab III Penutup..........................................................................................11

A.

Kesimpulan..........................................................................................11

B.

Kesan dan Saran.................................................................................11


Daftar Pustaka..13

Lampiran Lampiran......14

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kunjungan Industri dipilih untuk menambah pengalaman siswa tentang dunia
kerja. Siswa dituntut aktif menggali informasi tentang kunjungan industri untuk
memperoleh pengetahuan tentang proses pembuatan produk. Kunjungan industri ini
dilakukan untuk memberikan gambaran kepada siswa tentang industri.

B. Tujuan Kunjungan
Tujuan diadakannya Kunjungan Industri di PT. Sido Muncul, antara lain yaitu :
1. Membekali siswa agar memahami proses produksi dari bahan baku menjadi produk
yang siap dipasarkan.
2. Mengetahui karakteristik bahan baku pembuatan jamu.
3. Mempelajari proses pembuatan jamu serta pengendalian mutu produk di PT. Sido
Muncul.
4. Mendorong siswa agar mempunyai rasa kedisplinan dan tanggung jawab.

C. Tujuan Laporan
Tujuan pembuatan Laporan Kunjungan Industri, antara lain :
1. Sebagai bukti tertulis telah melakukan Kunjungan Industri.
2. Sebagai pertanggungjawaban atas tugas yang telah diberikan.

D. Manfaat Kunjungan
Manfaat yang diperoleh dari Kunjungan Industri di PT. Sido Muncul, antara lain :
1. Dapat menambah wawasan dan pengetahuan mengenai proses pengolahan jamu.
2. Dapat membandingkan antara hasil pengamatan dengan teori yang didapat di sekolah.

E. Lokasi Kunjungan
Jalan Soekarno Hatta KM 28
Kecamatan Bergas Ungaran-Semarang 50552
Telp (6224) 580559. Fax (6224) 580332

BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah
Dimulai pada tahun 1940 PT. Sido Muncul berdiri di Yogyakarta, yang dikelola
dengan baik oleh Ny. Rakhmat Sulistio. Pada saat itu Sido Muncul hanyalah sebuah
bisnis

rumahan

yang

dikelola

secara

sederhana,

tetapi

berkat

kegigihan

mengembangkan usaha sukses maka Sido Muncul berubah dari tahun ketahun menjadi
perusahaan jamu berskala besar. Keluarga Ny. Rakhmat Sulistio pada tahun 1951
berpindah dari Yogyakarta ke Semarang.
Setelah itu mereka mendirikan pabrik jamu sederhana di kota Semarang dan
ternyata produk jamu yang dihasilkan mendapatkan sambutan baik dari masyarakat,
karena semakin besarnya jangkauan pemasaran jamu, maka modernisasi pabrik juga
merupakan suatu hal yang mendesak. Pada tahun 1984, PT. Sido Muncul memulai
melakukan modernisasi pabrik dan pada tanggal 11 November 2000, PT Sido Muncul
meresmikan pabrik baru di Ungaran yang lebih luas dan modern. Selain itu PT Sido
Muncul memperoleh penghargaan dari Menteri Kesehatan sebagai Cara Pembuatan
Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB)
setara dengan farmasi, dan sertifika inilah yang menjadikan PT. Sido Muncul sebagai
satu-satunya pabrik jamu berstandar farmasi. Pada tanggal 10 Februari 2010 acara
peletakan batu pertama pembangunan pabrik bahan baku herbal seluas 3.000 m 2.

Nama Sido Muncul diambil dari bahasa jawa yang berarti impian yang terwujud
yaitu terwujudnya cita-cita untuk melestarikan resep-resep yang dimiliki dengan
mendirikan perusahaan pembuatan jamu.
Mengenai logo yang menjadi simbol PT. Sido Muncul berupa gambar seorang
ibu dengan satu orang anak adalah gambar dari Ny. Rahkmat Sulistio dan Bapak Irwan
Hidayat .Ny. Rakhmat Sulistio merupakan pendiri Jamu Sido Muncul, sedangkan Irwan
Hidayat adalah cucu dari Ny. Rakhmat Sulistio yang pada saat itu baru berusia 4
tahun .Bapak Irwan Hidayat sejak tahun 1972 menjabat sebagai Presiden Direktur PT
Sido Muncul.

B. Struktur Organisasi
Struktur organisasi di PT. Sido Muncul menganut sistem organisasi garis.
Adapun diagram struktur organisasi PT. Sido Muncul telah terlampir di halaman
lampiran.

C. Kualifikasi Personalia
Pada umumnya sumber tenaga kerja dapat digolongkan menjadi beberapa
bagian yaitu :
1. Sumber dari dalam perusahaan, bila ada lowongan di perusahaan itu maka pegawai
yang telah ada dipilih dan diangkat untuk mengisinya.
2. Sumber dari luar perusahaan.
Di PT. Sido Muncul tenaga kerja diperoleh umunya berasal dari luar perusahaan,
sebab perusahaan secara langsung membuka lowongan pekerjaan. Jika memang
terdapat lowongan pekerjaan, maka pelamar dapat mengirim surat lamaran ke kepala
bagian

personalia.

Kemudian

kepala

bagian

personalia

jugayang

akan

memperhitungkan tenaga kerja tersebut mempunyai kriteria yang dibutuhkan oleh


perusahaan atau tidak.. Khusus untuk karyawan staf atau kepala bagian, kriteria juga
berdasarkan pada hasil tertulis maupun wawancara. Sedangkan untuk tenaga produksi,

pada umumnya karyawan yang diterima melalui perantara dari karyawan yang sudah
bekerja maupun mitra bisnis perusahaan tanpa melalui iklan lowongan kerja.
Tenaga kerja yang diterima sebagai pegawai akan ditempatkan sesuai dengan
jenis bagian yang dipilih saat melamar, jika tidak maka penempatan disesuaikan
dengan kemampuan yang dimiliki. Tenaga kerja dapat diterima sebagai pegawai tetap
setelah bekerja selama dua tahun, dan tenaganya masih dibutuhkan oleh perusahaan,
sedangkan tenaga kontrak, mereka wajib memperbaharui kontak tersebut setiap dua
tahun sekali.

D. Sumber Bahan Produksi


Pada saat ini PT. Sido Muncul menggunakan kurang lebih 150 jenis bahan.
Bahan tersebut meliputi rimpang, akar, daun, bunga, buah, dan juga biji. Kesemua
bahan baku tersebut diperoleh dengan cara menanam dan mengembangkan tanaman
yang berkhasiat sebagai bahan obat. PT. Sido Muncul menanamnya sendiri di
perkebunan dan kerjasama dengan para petani dalam bentuk kemitraan. Selain itu, PT.
Sido Muncul memperoleh bahan baku dengan cara mengimpor bahan jamu yang tidak
diperoleh di Indonesia. Disamping itu, sebagian besar bahan baku yang digunakan
dalam pembuatan jamu berasal dari daerah Jawa Tengah. Hal ini disebabkan karena
kualitas dan kuantitas produk bahan baku dari daerah tersebut sangat baik dan sesuai
dengan standar kualitas mutu di PT. Sido Muncul.

E. Daftar Bahan Produksi


1. Simplisia kering, Serbuk dan Ekstrak Kering
No

Nama
Indonesia

Nama Umum

Nama Latin

Nama Latin Tanaman

Jati Belanda

Bastard Cedar

Guazumae Folium

Guazuma ulmifolia L.

Sirih

Betel pepper

Piperis Folium

Piper betle L.

Alang-alang

Cogon grass

Imperatae Rhizoma

Imperata cylindrical L.

Echinacea

Echinacea

Kencur

Galangal

Jahe

Ginger

Zingiberis Rhizoma

Zingiberis officinale L.

Guava Leaf

Psidii Folium

Psidium guajava L.

Gynura Leaf

Gynurae Folium

Gynura procumbens L.

Retrofractie Fructus

Piper retrofractum L.

Daun Jambu

biji

Daun Dewa

Cabe jawa

10

Kumis
kucing

Java long
pepper
Java Tea

Echinaceae Herba
Kaempferiae
Rhizoma

Orthosiphonis
Folium

Echinacea purpurea L.
Kaempferia galanga L.

Orthosiphon stamineus L.

11

Temulawak

Java Turmeric

Curcumae Rhizoma

Curcuma xanthorrhiza L.

12

Ling zhi

Ling zhi

Ganoderma Fructus

Ganoderma lucidum L.

13

Meniran

Phyllantus

Phyllanti Folium

Phyllantus niruri L.

14

Jahe Merah

Red Ginger

Zingiberis var Rubra

Zingiber officinale var

Rhizoma

rubra L.

15

Pasak Bumi

Tongkat Ali

Eurycomae Radix

Eurycomae longifolia. Jack

16

Tribulus

Tribulus

Tribuli Fructus

Tribulus cistoides L.

Curcumae
17

Kunyit

Turmeric

domesticae

Curcuma domestica L.

Rhizoma
18

Kunyit putih

White Turmeric

Curcumae zedoaria
Rhizoma

Curcuma zedoaria L.

Curcumae
19

Temu Hitam

Black Turmeric

aeruginosae

Curcuma aeruginosa L.

Rhizoma
20

Temu

Curcuma

Curcumae mangga

Mangga

mangga

Rhizoma

Curcuma mangga L.

2. Minyak Atsiri
No

Nama Indonesia

Nama Umum

Nama Latin

Minyak Daun cengkeh

Clove Leaf

Syzygium aromaticum L.

Minyak Tangkai cengkeh

Clove stem

Syzygium aromaticum L

Minyak Bunga cengkeh

Clove flower

Syzygium aromaticum L

Minyak Adas

Fennel

Foeniculum vulgare L.

Minyak Jahe Basah

Ginger

Zingiber officinale L.

Minyak Jahe kering

Ginger

Zingiber officinale L.

Minyak Temulawak

Java Turmeric

Curcuma xanthorrhiza L

Minyak Sereh wangi

Lemongrass

Cymbopogon nardus L.

Minyak Pala

Nutmeg

Myristica fragrans L.

10

Minyak Nilam

Patchuoli

Pogostemon cablin L.

11

Minyak Kunyit

Turmeric

Curcuma domestica L.

12

Minyak Kenanga

Ylang-Ylang

Cananga odorata L.

F. Denah Unit Produksi


Secara umum, proses produksi yang dilakukan di PT. Sido Muncul melalui
beberapa tahap yang mengikuti prinsip FIFO (First In First Out). Setiap langkah
produksi yang dilakukan mengikti CPOB. Denah produksi terdapat pada bagian
lampiran.

G. Jenis Limbah
Secara umum limbah yang berasal dari PT. Sido Muncul dibagi menjadi limbah
padat dan limbah cair.

H. Unit Pengolahan Limbah

Pengolahan limbah di PT. Sido Muncul dipisahkan berdasarkan klasifikasi limbah


tersebut, yaitu:
1. Limbah Padat
Limbah padat anorganik yang berasal dari sisa produksi jamu ini biasanya akan
dibakar dengan mesin insenerator. Hal ini dikarenakan kantong pembungkus produk
tersebut

dilapisi

oleh

lapisan alumunium,

sehingga

untuk

menghancurkannya

diperlukan temperatur tinggi. Pada alat ini, temperatur yang digunakan adalah 1200 C.
PT. Sido Muncul saat ini memiliki instalasi insenerator yang memakai cerobong asap
siklon dan pembilasan asap dengan air sehingga proses pembakaran yang terjadi tidak
menimbukan asap dan bau.
Limbah padat organik biasanya berasal dari sortasi bahan baku dan potonganpotongan bahan yang digunakan dalam pembuatan jamu. Pada umumnya, limbah
organik ini oleh PT. Sido Muncul dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pupuk
organik. Limbah ini dikelola dengan cara compositing. Limbah-limbah ditampung dalam
suatu lahan dan didiamkan selama kurang lebih dua minggu. Proses penguraian atau
pengomposan dibantu dengan mikroorganisme yang dikembangkan sendiri yaitu cacing
Australia atau dengan penambahan EM 4 ( effective microoganism ) sebagai aktivator
untuk mempercepat proses tersebut. Setelah 3 4 minggu, limbah bisa langsung
digunakan sebagai pupuk tanaman obat disekitar pabrik dimana dalam penggunaanya
ditambah dengan jenis pupuk lain seperti pupuk urea.
2. Limbah Cair
Limbah cair biasanya berasal dari sisa-sisa pencucian mesin-mesin dan peralatan
pabrik, sisa-sisa pembersihan lantai dan sisa-sisa pembersihan bahan baku. Biasanya
limbah ini oleh PT. Sido Muncul akan dinetralisir kembali sehingga dapat digunakan
untuk proses produksi kembali, tapi tidak untuk dikonsumsi. Limbah ini dialirkan ke
Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk diendapkan sisa-sisa lumpur atau
tanahnya. Air yang sudah memenuhi syarat dialirkan langsung ke sungai dan juga
dipakai untuk air perkebunan yang ada di pabrik.

Pengolahan limbah tersebut, baik padat maupun cair ditangani secara langsung
oleh Divisi Lingkungan dan Proses.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan dari Laporan Kunjungan Industri di PT. Sido Muncul ini antara lain
yaitu :
1. Sido Muncul hanyalah sebuah bisnis rumahan yang dikelola secara sederhana, tetapi
berkat kegigihan mengembangkan usaha sukses maka Sido Muncul berubah dari tahun
ketahun menjadi perusahaan jamu skala besar.
2. Di PT. Sido Muncul tenaga kerja diperoleh umunya berasal dari luar perusahaan.
3. PT. Sido Muncul menganut sistem organisasi garis.
4. Pada saat ini PT. Sido Muncul menggunakan kurang lebih 150 jenis bahan meliputi
rimpang, akar, daun, bunga, buah, dan juga biji.
5. Bahan baku tersebut diperoleh dengan cara menanamnya sendiri dan adajuga yang
diimpor.
6. Secara umum limbah yang berasal dari PT. Sido Muncul dibagi menjadi limbah
padat dan limbah cair.

B. Kesan dan Saran


Untuk menjadi bahan referensi dalam kunjungan industri berikutnya, kami
mempunyai beberapa masukan yang mungkin bisa bermanfaat.
1. Kesan :
a. Sambutan dari pihak perusahaan sangat ramah dan baik.
b. Kunjungan industri ini sangat bermanfaat, karena kita bisa melihat langsung karyawan karyawan yang sedang bekerja di perusahaan tersebut.

c. Kami mendapatkan banyak keterangan mengenai perusahaan tersebut.


2. Pesan
a. Sebaiknya pimpinan lebih jelas dalam menerangkan atau menjelaskannya.
b. Sebaiknya siswa dapat dijelaskan seluruh proses produksi sampai pada tahap
pengolahan limbah.
c. Pada saat mengelilingi industri, sebaiknya siswa dibagi menjadi beberapa kelompok
supaya penjelasan yang disampaikan dapat tersampaikan dengan jelas.
d. Karyawan di pabrik sebaiknya mengenakan penutup rambut dan sarung tangan selama
proses produksi berlangsung.
e. Diharapkan kegiatan kunjungan industri dapat terlaksanakan setiap tahunnya.

DAFTAR PUSTAKA

http://aldiriffaldi.blogspot.com
www.sidomuncul.com
http://id.wikipedia.org/wiki/Sido_Muncul

KATA PENGANTAR

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis yang berjudul Kunjungan
Belajar ke Semarang ini dengan baik. Karya tulis ini disusun sebagai salah satu tugas akhir dan
syarat mengikuti Ujian Nasional.
Saya menyadari sepenuhnya dalam penulisan ini tidak lepas dari dukungan, motivasi,
kerjasama maupun bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu perkenankanlah saya
menyampaikan terima kasih kepada :
Allah SWT yang selalu memberikan rahmat dan anugrah-Nya.
Drs. Aris Munawar selaku Kepala Sekolah Sma Muhammadiyah 1 Klaten.
Dwi Priyanto, S.S. selaku guru pembimbing mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Dan teman-teman semua yang telah ikut serta dalam kunjungan belajar.
Persada Indah Tour yang telah mengantarkan kami.
Semua karyawan SMA Muhammadiyah 1 Klaten.
Saya menyadari bahwa banyak kekurangan dan kesalahan dalam karya tulis ini. Oleh
karena itu, saya menerima saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan karya tulis ini.
Demikian karya tulis ini saya susun, semoga karya tulis ini dapat memberikan manfaat bagi
penulis dan pembaca.
Klaten, 22 Januari 2015

Penyusun

DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN...............................................................
KATA PENGANTAR...........................................................................
DAFTAR ISI.........................................................................................
MOTTO................................................................................................
PERSEMBAHAN.................................................................................

2
3
4
6
7

A.
B.
C.
A.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
B.
1.
2.
3.
4.
C.
1.
2.
3.

BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang............................................................................
8
Tujuan.........................................................................................
8
Manfaat.......................................................................................
8
BAB II HASIL PENELITIAN
SIDO MUNCUL
Sejarah.............................................................................
9
Visi dan Misi...................................................................
10
Fasilitas............................................................................
11
Kerjasama dengan lembaga ilmu pengetahuan..................
13
Organisasi yang diikuti....................................................
13
Hasil Produksi.................................................................
13
Sarana dan Prasarana.......................................................
13
Penghargaan yang didapat...............................................
14
NISSIN
Sejarah.............................................................................
21
Visi dan Misi....................................................................
22
Proses Produksi................................................................
22
Hasil Produksi.................................................................
23
KAMPUNG RAWA
Latar Belakang.................................................................
23
Sejarah Berdiri.................................................................
23
Fasilitas............................................................................
24

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan......................................................................
27
B. Saran................................................................................
27
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................
LAMPIRAN...........................................................................................

28
29

MOTTO
1. Sesuatu yang belum dikerjakan, sering kali tampak mustahil, kita baru yakin kalau kita telah
berhasil melakukannya dengan baik.
2. Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya
mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah.
3. Tiadanya keyakinanlah yang memuat orang takut menghadapi tantangannya, dan saya percaya
pada diri saya sndiri.
4. Manusia tidak merancang untuk gagal, mereka gagal untuk merancang.
5. Hiduplah seperti pohonkayu yang lebat buahnya, hidup ditepi jalan dan di lempari orang dengan
batu, tetapi dibalas dengan buah.

PERSEMBAHAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Laporan kunjungan ini saya persembahkan untuk


:
Allah SWT yang selalu memberikan rahmat dan anugrah-Nya.
Kedua orang tua yang selalu memberikan semangat kepada saya.
Bapak Kepala Sekolah SMA MUHAMMADIYAH 1 KLATEN.
Bapak Dwi Priyanto selaku wali kelas.
Bapak Ibu guru pembimbing.
Bapak dan Ibu karyawan SMA MUHAMMADIYAH 1 KLATEN.
Teman-teman kelas XII IPA 1 yang selalu mensuport saya.
Teman-teman semua kelas XII IPA / IPS.

BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Study tour merupakan kegiatan yang erat kaitannya dengan pelajaran, oleh karena itu study
tour mempunyai arti penting bagi siswa untuk membentuk sikap dan cakrawala pandang.
Dengan adanya study tour ini siswa diharapkan mendapatkan wawasan yang lebih luas
tentang industri atau bagaimana kita merintis suatu usaha mulai dari nol. Sehingga siswa
memiliki ilmu dan pelajaran untuk mendirikan suatu usaha sendiri ketika dunia kerja yang begitu
sulit untuk didapat karena banyaknya persaingan. Jadi dengan adanya kunjungan ini membuat
siswa berfikir lebih maju dan ketika mereka dapat merintis usaha sendiri ini akan membuat
angka pengangguran di indonesia menjadi berkurang.
B. Tujuan

Sebagai salah satu tugas akhir sekolah dan sebagai salah satu syarat mengikuti Ujian
Nasional.
Selain itu dengan adanya kunjungan industri ini bertujuan untuk memberikan informasi atau
pengetahuan baru kepada siswa mengenai apa yang sesungguhnya terjadi di lapangan terkait
dengan perekonomian khususnya di bidang produksi, agar siswa tidak hanya memahami
informasi dari sumber buku atau internet saja, tetapi dapat langsung meilihat kejadian di
lapangan secara langsung.
C. Manfaat
1.
2.
3.
4.
5.

Kita dapat menambah wawasan dalam berbisnis.


Kita dapat mengetahui cara pembuatan produk tersebut secara langsung.
Kita dapat mengetahui infomasi tentang dunia kerja.
Kita dapat mengetahui sistem manajemen pabrik.
Kita dapat mengetahui kedisiplinan dan tata tertib yang tegas pada dunia kerja.

BAB II
HASIL PENELITIAN
A. Sido Muncul
1. Sejarah
Memproduksi jamu ternyata bukanlah bisnis awal yang dirintis oleh pasangan
Bapak Siem Thiam Hie ( lahir 28-01-1897, wafat 12-04-1976 ) dan Ibu Go Djing Nio ( lahir 1308-1897, wafat 14-02-1983 ). Sebelumnya pasangan ini pernah membuka usaha Melkrey yaitu
usaha pemerahan susu yang besar di Ambarawa. Pada tahun 1928 terjadi perang Malese yang
melanda dunia. Akibat perang ini, usaha Melkrey yang mereka rintis terpaksa gulung tikar dan
mengharuskan mereka pindah ke Solo pada tahun 1930. Tanpa menyerah, pasangan ini kemudian
memulai usaha toko roti dengan nama Roti Muncul. Lima tahun kemudian, berbekal kemahiran
Ibu Go Djing Nio dalam mengolah jamu dan rempah-rempah, pasangan ini memutuskan untuk
membuka usaha jamu di Yogyakarta.
Pada tahun 1941, mereka memformulasikan Jamu Tolak Angin dengan nama Jamu Tujuh
Angin. Saat perang kolonial Belanda yang kedua pada tahun 1949, mereka mengungsi ke
Semarang dan mendirikan usaha jamu dengan nama Sido Muncul, yang artinya impian yang
terwujud. Di Jalan Mlaten Trenggulun No. 104 itulah usaha jamu rumahan dimulai.
Banyaknya permintaan terhadap jamu yang lebih praktis, mendorong mereka untuk
memproduksi Jamu Tolak Angin dalam bentuk praktis ( serbuk ). Produk ini mendapat tempat di

hati masyarakat sekitar dan permintaannya pun selalu meningkat. Dalam perkembangannya,
pabrik tersebut ternyata tidak mampu lagi memenuhi kapasitas produksi yang besar.
Karena permintaan pasar yang semakin tinggi, generasi kedua Desy
Sulistio, memutuskan untuk memindahkan pabrik ke Lingkungan Industri Kecil di Jalan
Kaligawe Semarang pada tahun 1984. Kemudian dimulai fasilitas modern, hingga bisa
berkembang pesat seperti saat ini, dan menjadi pelopor perusahaan jamu dengan standar farmasi.
Pada tahun 1997 peletakan batu pertama pembangunan pabrik baru di Klepu, Semarang
oleh Sri Sultan Hamengkubuwono ke-10.
Pada tanggal 11 November 2000, PT Sido Muncul meresmikan pabrik baru di Ungaran
yang lebih luas dan modern. Selain itu PT Sido Muncul memperoleh penghargaan dari Mentri
Kesehatan sebagai Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dan Cara Pembuatan
Obat yang Baik (CPOB) setara dengan farmasi, dan sertifikat inilah yang menjadikan PT. Sido
Muncul sebagai satu-satunya pabrik jamu berstandar farmasi.Lokasi pabrik sendiri terdiri dari
bangunan pabrik seluas 7 hektar, lahan Agrowisata ,1,5 hektar, dan sisanya menjadi kawasan
pendukung lingkungan pabrik.

Secara pasti PT. SidoMuncul bertekad untuk mengembangkan usaha di bidang jamu yang benar
dan baik. Tekad ini membuat perusahaan menjadi lebih berkonsentrasi dan inovatif. Disamping
itu diikuti dengan pemilihan serta penggunaan bahan baku yang benar, baik mengenai jenis,
jumlah
maupun
kualitasnya
akan
menghasilkan
jamu
yang
baik.
Untuk mewujudkan tekad tersebut, semua rencana pengeluaran produk baru selalu didahului oleh
studi literatur maupun penelitian yang intensif, menyangkut keamanan, khasiat maupun sampling
pasar. Untuk memberikan jaminan kualitas, setiap langkah produksi mulai dari barang datang ,
hingga produk sampai ke pasaran, dilakukan dibawah pengawasan mutu yang ketat.
Seluruh karyawan juga bertekad untuk mengadakan perbaikan setiap saat, sehingga diharapkan
semua yang dilakukan dapat lebih baik dari sebelumnya.
Pada tahun 2013 Sido Muncul go public dan menjadi perusahaan terbuka.
Mengenai logo yang menjadi simbol PT. Sido Muncul berupa gambar seorang ibu dengan satu
orang anak adalah gambar dari Ny. Rahkmat Sulistio dan Bapak Irwan Hidayat. Ny. Rakhmat
Sulistio merupakan pendiri Jamu Sido Muncul, sedangkan Irwan Hidayat adalah cucu dari Ny
Rakhmat Sulistio yang pada saat itu baru berusia 4 tahun. Bapak Irwan Hidayat sejak tahun 1972
menjabat sebagai Presiden Direktur PT Sido Muncul.

2. Visi dan Misi


a. Visi
Menjadi industri jamu yang dapat memberikan manfaat pada masyarakat dan lingkungan.
b. Misi
Meningkatkan mutu pelayanan di bidang herbal tradisional
Mengembangkan research / penelitian yang berhubungan dengan pengembangan pengobatan dengan
bahan alami.
Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membina kesehatan melalui pola hidup sehat, pem
bahan-bahan alami dan pengobatan secara tradisional.
Ikut mendorong pemerintah / instansi resmi agar lebih berperan dalam pengembangan pengobatan tradisio

3. Fasilitas
Dengan standar pabrik CPOB ( Standard pabrik Farmasi ), maka fasilitas yang ada di PT.
SidoMuncul antara lain :
1.

1. Laboratorium
Laboratorium Instrumentasi

Laboratorium Farmakologi

Laboratorium Formulasi

Laboratorium Farmakognosi

Laboratorium Stabilitas

Laboratorium Kimia, yang dilengkapi peralatan HPLC ( High Pressure Liquid


Chromatography ), GC ( Gas Chromatography ) dan TLC Scanner ( Thin Layer
Chromatography ). Keseluruhan laboratorium tersebut dibangun di atas lahan seluas 1200

m.
Laboratorium Kultur Jaringan
2. Kebun percobaan dan budidaya tanaman obat
3. Extraction Centre
4. Pengolahan air bersih
5. Pengolahan air limbah
6. Perpustakaan
7. Klinik Holistik

8.

Agrowisata
Agrowisata seluas 1,5 hektar, lahan agrowisata tersebut berisikan berbagai jenis tanaman obat
yang ada di Indonesia dan digunakan sebagai bahan baku produksi produk jamu Sido
Muncul.Disamping itu, PT. Sido Muncul juga memberikan kesempatan bagi masyarakat umum
untuk datang berkunjung dan melihat secara langsung proses produksi yang dilakukan, dengan
harapan dapat membuka mata masyarakat jamu - jamu produksi SidoMuncul memang memenuhi
standar CPOB dan aman serta berkhasiat untuk dikonsumsi.
Keberadaan Agrowisata PT. SidoMuncul bertujuan untuk mengoleksi tanaman obat, terutama
diprioritaskan pada tanaman - tanaman langka atau yang hampir punah. Sebagian besar
koleksinya terdiri dari tanaman untuk bahan jamu yang dipergunakan oleh para industri dan
lainnya

masih

dieksplorasi

dari

alam.

Pada tahun 1999 dirintis pembukaan kawasan khusus untuk lokasi koleksi tanaman obat yang

akhirnya didesain seartistik mungkin dan menarik untuk dilihat dan dikunjungi. Secara resmi
tempat tersebut dijadikan obyek agrowisata khusus koleksi tanaman obat yang dirancang
terpadu, antara koleksi tanaman obat dengan desain taman serta infrastruktur lainnya.
Agrowisata tanaman obat PT. SidoMuncul berlokasi di kawasan pabrik / industri jamu PT.
SidoMuncul, Jln. SoekarnoHatta, desa Diwak, kecamatan Bergas, kabupaten Semarang, Jawa
Tengah. Menempati lahan seluas 1,5 hektar, dengan topografi tanah landai, ketinggian tempat
440 meter dari permukaan laut.
Agrowisata PT Sidomuncul memiliki 3 misi yaitu :
1. Misi Ilmiah
Merupakan tempat koleksi tanaman hidup yang diambil dari berbagai tempat, yang bisa
diindikasikan sebagai tanaman obat, terutama tanaman langka sebagai stok / plasma nutfah, yang
sewaktu waktu dapat digunakan sebagai penelitian lebih lanjut, baik untuk penelitian
budidaya / pengembangan atau penelitian khasiat sebagai bahan baku jamu baru. Penelitian
selain dilakukan oleh team R&D PT. Sidomuncul juga melibatkan atau bisa dilakukan oleh
institusi lain seperti pelajar atau mahasiswa.
2. Misi Sosial
Agrowisata dibuka untuk umum, siapa saja bisa datang berkunjung, terutama yang peduli
terhadap keanekaragaman hayati alam Indonesia. Agrowisata bisa memberikan wawasan dan
pengetahuan baru terhadap masyarakat, terutama tentang tanaman obat baik mengenai cara
budidaya maupu fungsi dan khasiat bagi kesehatan manusia.
3. Misi Ekonomi
Agrowisata sebagai plasma nutfah / stok tanaman hidup yang bisa dikembangkan untuk tanaman
baru sebanyak-banyaknya ditempat lain. Hasil perbanyakan tanaman yang berupa bibit atau
benih dikembangkan seluas-luasnya ditempat lain dan hasilnya digunakan sebagai bahan baku
industri jamu atau komoditas tanaman perdagangan.

4. Kerjasama dengan lembaga-lembaga ilmu pengetahuan


1. Universitas Diponegoro, Semarang
2. PPOT, Universitas Gadjahmada, Jogjakarta
3. Fakultas Farmasi, Universitas Widya Mandala, Surabaya
4. Fakultas Farmasi, Universitas Sanata Dharma, Jogjakarta
5. Lembaga penelitian, Institut Tekhnologi Bandung

6. Balai Penelitian Tanaman Obat, Depkes, di Tawangmangu


7. Balai Penelitian Tanaman Obat dan Rempah, di Bogor

5. Organisasi yang diikuti


GBJI ( Gabunga Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional Indonesia ).
BIOFARMAKA INDONESIA.
APSKI ( Asosiasi Pengusaha Suplemen Kesehatan Indonesia ).
GAPMMI ( Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia ).
Forum Kerjasama Pengembangan Biofarmaka Indonesia.
Koalisi Fortifikasi Indonesia.
6. Hasil Produksi
Tolak Angin
Minuman Energi
Minuman Kesehatan
Obat-obatan Herbal
Minuman hangat
Jamu-jamuan

7. Sarana dan Prasarana PT Sido Muncul

1. Koleksi tanaman obat sejumlah kurang lebih 400 spesies, termasuk tanaman introduksi / yang didat

dari luar negeri, antara lain : Echinacea purpurea, Tribulus Terrestris, Mintha Piperita, Sybilum Marianu
Jamur Ganoderma Lucidum.
2. Jalan yang bisa dilalui mobil, untuk berkeliling lokasi
3. Aula berupa Gasebo
4. Kolam ikan (danau buatan)
5. Nursery/kebun bibit dan tempat penjualan bibit tanaman obat

8. Penghargaan yang didapat

"
B
e
s
t
E
n
c
o
u
r
a
g
e
m
e
n
t
P
r
o
d
u
c
t
2

0
0
3
"
,
t
i
n
g
k
a
t
A
S
E
A
N
,
u
n
t
u
k
p
r
o
d
u
k
m
i

n
u
m
a
n
T
u
r
m
e
r
i
c
N
a
t
u
r
a
l
D
r
i
n
k
s
/
K
u
n
y

i
t
A
s
a
m
.
P
e
n
g
h
a
r
g
a
a
n
"
B
e
s
t
P
r
o
d
u
c
t

E
n
c
o
u
r
a
g
e
m
e
n
t
P
r
i
z
e
"
,
d
i
p
e
r
o
l
e
h
p
a

d
a
e
v
e
n
t
I
n
t
e
r
n
a
t
i
o
n
a
l
T
h
e
8
t
h
A
S
E
A

N
F
O
O
D
C
O
N
F
E
R
E
N
C
E
,
d
i
V
i
e
t
n
a
m
p
a
d
a
6

7
d
a
n
8
1
1
O
k
t
o
b
e
r
2
0
0
3
l
a
l
u
.
P

a
d
a
a
c
a
r
a
t
e
r
s
e
b
u
t
,
p
r
o
d
u
k
K
u
n
y
i
t
A
s

a
m
b
e
r
s
a
i
n
g
d
e
n
g
a
n
r
a
t
u
s
a
n
p
r
o
d
u
k
p

a
n
g
a
n
d
a
r
i
b
e
r
b
a
g
a
i
i
n
d
u
s
t
r
i
p
a
n
g
a
n

,
d
a
r
i
1
0
n
e
g
a
r
a
A
S
E
A
N
,
d
e
n
g
a
n
k
o
m
p
o
s

i
s
i
d
e
w
a
n
j
u
r
i
y
a
n
g
t
e
r
d
i
r
i
d
a
r
i
p
a

r
a
p
a
k
a
r
i
l
m
u
p
a
n
g
a
n
s
e
A
S
E
A
N
s
e
r
t
a

d
a
r
i
A
u
s
t
r
a
l
i
a
,
K
o
r
e
a
,
U
S
A
d
a
n
C
h
i
n
a

.
K
r
i
t
e
r
i
a
p
e
m
i
l
i
h
a
n
y
a
n
g
d
i
t
e
t
a
p
k
a
n

a
n
t
a
r
a
l
a
i
n
:
k
r
e
a
t
i
f
i
t
a
s
,
k
o
n
t
r
i
b
u
s

i
,
p
e
n
g
e
m
b
a
n
g
a
n
d
a
r
i
h
a
s
i
l
r
i
s
e
t
,
k
o
n

t
r
i
b
u
s
i
t
e
r
h
a
d
a
p
p
e
n
i
n
g
k
a
t
a
n
d
e
r
a
j
a

t
k
e
s
e
h
a
t
a
n
m
a
n
u
s
i
a
,
k
a
n
d
u
n
g
a
n
l
o
k
a
l

,
p
e
n
i
l
a
i
a
n
d
a
n
p
e
n
e
r
i
m
a
a
n
k
o
n
s
u
m
e
n

s
e
r
t
a
d
a
m
p
a
k
e
k
o
n
o
m
i
s
e
c
a
r
a
l
u
a
s
.
A
F

C
s
e
n
d
i
r
i
m
e
r
u
p
a
k
a
n
e
v
e
n
t
y
a
n
g
d
i
a
d

a
k
a
n
3
t
a
h
u
n
s
e
k
a
l
i
,
d
e
n
g
a
n
p
a
r
t
i
s
i
p

a
n
2
2
n
e
g
a
r
a
,
t
e
r
m
a
s
u
k
1
0
a
n
g
g
o
t
a
A
S

E
A
N
,
J
e
p
a
n
g
,
K
o
r
e
a
,
A
u
s
t
r
a
l
i
a
,
U
S
A
d
a
n

C
o
n
g
o
.

A
n
u
g
e
r
a
h
"
S
o
l
o
C
u
s
t
o
m
e
r

S
a
t
i
s
f
a
c
t
i
o
n
I
n
d
e
x
(
S
C
S
I
)
2
0
0
3
"

,
s
e
b
a
g
a
i
m
e
r
e
k
J
a
m
u
t
e
r
p
o
p
u
l
e
r
.
P
T
.

S
i
d
o
M
u
n
c
u
l
m
e
r
a
i
h
P
e
n
g
h
a
r
g
a
a
n
S
C
S
I

2
0
0
3
(
S
o
l
o
C
u
s
t
o
m
e
r
S
a
t
i
s
f
a
c
t
i
o
n
I

n
d
e
x
)
u
n
t
u
k
k
a
t
e
g
o
r
i
J
a
m
u
,
s
e
r
t
a
p
r

o
d
u
k
K
u
n
y
i
t
A
s
a
m
F
i
b
e
r
(
s
a
l
a
h
s
a
t
u

v
a
r
i
a
n
K
u
n
y
i
t
A
s
a
m
)
m
e
r
a
i
h
p
e
r
i
n
g

k
a
t
k
e
3
u
n
t
u
k
k
a
t
e
g
o
r
i
m
i
n
u
m
a
n
b
e
r

s
e
r
a
t
.
E
v
e
n
t
i
n
i
d
i
a
d
a
k
a
n
F
a
k
u
l
t
a
s
E

k
o
n
o
m
i
U
n
i
v
e
s
i
t
a
s
S
e
b
e
l
a
s
M
a
r
e
t
,
S
o
l

o
d
e
n
g
a
n
H
a
r
i
a
n
U
m
u
m
S
o
l
o
P
o
s
.
S
u
r
v
e

i
u
n
t
u
k
m
e
n
d
u
k
u
n
g
S
C
S
I
m
e
l
i
n
g
k
u
p
i
d

a
e
r
a
h
e
k
s
k
a
r
e
s
i
d
e
n
a
n
S
u
r
a
k
a
r
t
a
,
a
n
t

a
r
a
l
a
i
n
:
K
o
t
a
S
u
r
a
k
a
r
t
a
,
K
a
b
.
S
u
k
o
h

a
r
j
o
,
K
a
b
K
a
r
a
n
g
a
n
y
a
r
,
K
a
b
.
K
l
a
t
e
n
,
K
a
b

,
W
o
n
o
g
i
r
i
,
K
a
b
.
S
r
a
g
e
n
d
a
n
K
a
b
.
B
o
y
o
l
a

l
i
,
d
e
n
g
a
n
j
u
m
l
a
h
s
a
m
p
l
e
2
.
0
5
9
K
K
,
d

a
n
j
a
n
g
k
a
w
a
k
t
u
p
e
l
a
k
s
a
n
a
a
n
s
u
r
v
e
i

s
e
k
i
t
a
r
3
b
u
l
a
n
.
M
a
l
a
m
p
e
n
g
a
n
u
g
e
r
a
h
a

n
P
e
n
g
h
a
r
g
a
a
n
S
C
S
I
d
i
a
d
a
k
a
n
p
a
d
a
1
6

O
k
t
o
b
e
r
2
0
0
3
d
i
S
o
l
o
.
S
C
S
I
m
e
n
g
g
a
m
b

a
r
k
a
n
l
o
y
a
l
i
t
a
s
p
e
l
a
n
g
g
a
n
t
e
r
h
a
d
a
p

s
u
a
t
u
p
r
o
d
u
k
(
b
r
a
n
d
a
w
a
r
e
n
e
s
s
,
m
a
r
k

e
t
s
h
a
r
e
,
c
u
s
t
o
m
e
r
s
a
t
i
s
f
a
c
t
i
o
n
.

P
e
n
g
h
a
r
g
a
a
n
"
B
e
s
t
B
r
a
n
d
"
d
a
r
i
F
r
o

n
t
i
e
r
d
a
n
m
a
j
a
l
a
h
S
W
A
,
u
n
t
u
k
p
r
o
d
u
k

K
u
k
u
B
i
m
a
.
P
e
n
g
h
a
r
g
a
a
n
i
n
i
d
i
l
a
k
u
k
a
n

g
u
n
a
m
e
m
i
l
i
h
m
e
r
e
k
m
e
r
e
k
p
a
l
i
n
g
t
o

p
d
a
n
m
e
n
j
a
d
i
t
o
p
o
f
m
i
n
d
d
i
I
n
d
o
n
e

s
i
a
,
d
i
a
d
a
k
a
n
r
u
t
i
n
p
a
d
a
s
e
t
i
a
p
t
a
h
u

n
n
y
a
o
l
e
h
M
a
j
a
l
a
h
S
W
A
,
y
a
n
g
d
a
l
a
m
s
u

r
v
e
i
n
y
a
b
e
k
e
r
j
a
s
a
m
a
d
e
n
g
a
n
d
u
a
l
e
m
b

a
g
a
p
e
n
e
l
i
t
i
a
n
p
e
m
a
s
a
r
a
n
i
n
d
e
p
e
n
d
e
n

,
y
a
i
t
u
F
r
o
n
t
i
e
r
M
a
r
k
e
t
i
n
g
&
R
e
s
e
a
r
c

h
C
o
n
s
u
l
t
a
n
t
d
a
n
P
T
.
C
a
p
r
i
c
o
r
n
M
a
r
s

I
n
d
o
n
e
s
i
a
,
p
a
d
a
p
e
r
i
o
d
e
y
a
n
g
b
e
b
e
d
a
.

S
u
r
v
e
i
d
i
a
d
a
k
a
n
d
i
l
i
m
a
k
o
t
a
b
e
s
a
r

d
i
I
n
d
o
n
e
s
i
a
,
y
a
i
t
u
J
a
k
a
r
t
a
,
B
a
n
d
u
n
g
,

S
e
m
a
r
a
n
g
,
S
u
r
a
b
a
y
a
d
a
n
M
e
d
a
n
.

M
e
r
e
k

D
a
g
a
n
g
U
n
g
g
u
l
a
n
I
n
d
o
n
e
s
i
a
2
0
0
3
.
P
e
n
g
h
a
r
g
a
a
n
M
e

r
e
k
D
a
g
a
n
g
U
n
g
g
u
l
a
n
I
n
d
o
n
e
s
i
a
m
e
r
u
p
a
k
a
n
p
e
n
g
h
a
r

g
a
a
n
p
e
m
e
r
i
n
t
a
h
y
a
n
g
d
i
g
a
g
a
s
o
l
e
h
D
e
p
a
r
t
e
m
e
n
P
e

r
d
a
g
a
n
g
a
n
d
a
n
P
e
r
i
n
d
u
s
t
r
i
a
n
.
N
o
m
i
n
a
t
o
r
p
e
n
e
r
i
m
a

p
e
n
g
h
a
r
g
a
a
n
i
n
i
b
e
r
j
u
m
l
a
h
3
6
,
d
a
n
S
i
d
o
M
u
n
c
u
l
t
e
r

p
i
l
i
h
u
n
t
u
k
m
e
n
e
r
i
m
a
p
e
n
g
h
a
r
g
a
a
n
k
a
t
e
g
o
r
i
M
e
r
e
k

U
n
g
g
u
l
a
n
I
n
d
o
n
e
s
i
a
.
P
e
n
g
h
a
r
g
a
a
n
d
i
s
e
r
a
h
k
a
n
l
a
n
g

s
u
n
g
o
l
e
h
P
r
e
s
i
d
e
n
M
e
g
a
w
a
t
i
S
o
e
k
a
r
n
o
p
u
t
e
r
i
p
a
d
a

p
e
n
u
t
u
p
a
n
P
a
m
e
r
a
n
P
r
o
d
u
k
s
i
I
n
d
o
n
e
s
i
a
(
P
P
I
)
2

0
0
3
.
N
a
m
a
p
a
r
a
n
o
m
i
n
a
t
o
r
s
e
n
d
i
r
i
m
e
r
u
p
a
k
a
n
h
a
s
i
l

m
a
s
u
k
a
n
m
a
s
y
a
r
a
k
a
t
I
n
d
o
n
e
s
i
a
,
b
e
r
j
u
m
l
a
h
s
e
k
i
t
a
r

1
8
.
6
0
0
o
r
a
n
g
y
a
n
g
t
e
r
s
e
b
a
r
d
i
s
e
l
u
r
u
h
p
e
n
j
u
r
u

n
u
s
a
n
t
a
r
a
.

P
e
n
g
h
a
r
g
a
a
n
d
a
r
i
D
e
p
a
r
t
e

m
e
n
P
e
r
h
u
b
u
n
g
a
n
d
a
n
D
e
p
a
r
t
e
m
e
n
T
e
n
a

g
a
K
e
r
j
a
d
a
n
T
r
a
n
s
m
i
g
r
a
s
i
u
n
t
u
k
p
r
o

g
r
a
m
M
u
d
i
k
L
e
b
a
r
a
n
G
r
a
t
i
s
k
e
1
3
k
a

l
i
,
t
a
h
u
n
2
0
0
2

T
r
a
d
i
s
i
M
u
d
i
k
L
e
b
a
r
a

n
G
r
a
t
i
s
d
i
a
w
a
l
i
p
a
d
a
t
a
h
u
n
1
9
9
1
,
d
a

n
d
i
p
e
r
u
n
t
u
k
k
a
n
b
a
g
i
p
a
r
a
p
e
n
j
u
a
l
j

a
m
u
d
i
J
a
b
o
t
a
b
e
k
.
B
i
l
a
d
i
t
o
t
a
l
,
j
u
m
l

a
h
k
e
s
e
l
u
r
u
h
a
n
p
a
r
a
p
e
m
u
d
i
k
y
a
n
g
m
e

n
g
i
k
u
t
i
p
r
o
g
r
a
m
M
u
d
i
k
L
e
b
a
r
a
n
S
i
d
o
M

u
n
c
u
l
a
d
a
l
a
h
1
4
0
.
0
0
0
o
r
a
n
g
.
D
i
t
a
h
u
n

2
0
0
2
,
s
e
t
e
l
a
h
1
3
k
a
l
i
m
e
n
g
a
d
a
k
a
n
p
r

o
g
r
a
m
M
u
d
i
k
i
n
i
,
p
e
m
e
r
i
n
t
a
h
m
e
m
b
e
r
i
k

a
n
p
e
n
g
h
a
r
g
a
a
n
k
a
r
e
n
a
d
i
n
i
l
a
i
t
e
l
a
h

m
e
m
b
e
r
i
k
a
n
s
u
m
b
a
n
g
s
i
h
d
a
n
m
e
m
b
a
n
t
u

d
a
l
a
m
m
e
n
g
a
t
a
s
i
p
e
r
m
a
s
a
l
a
h
a
n
m
u
d
i
k

l
e
b
a
r
a
n
p
a
d
a
s
e
t
i
a
p
t
a
h
u
n
n
y
a
.
P
e
n
g
h

a
r
g
a
a
n
b
e
r
u
p
a
p
i
a
g
a
m
d
i
b
e
r
i
k
a
n
l
a
n
g

s
u
n
g
o
l
e
h
M
e
n
t
e
r
i
P
e
r
h
u
b
u
n
g
a
n
,
A
g
u
m

G
u
m
e
l
a
r
d
a
n
M
e
n
t
e
r
i
T
e
n
a
g
a
K
e
r
j
a
d
a

n
T
r
a
n
s
m
i
g
r
a
s
i
,
J
a
c
o
b
N
u
w
a
W
e
a
.

e
r
a
i
h
"
C
a
k
r
a
m
A
w
a
r
d
2
0
0
2
"
,
u
n
t
u
k

k
a
t
e
g
o
r
i
P
e
n
g
i
k
l
a
n
t
e
r
b
a
i
k
2
0
0
2

S
e

t
i
a
p
t
a
h
u
n
n
y
a
,
m
a
j
a
l
a
h
k
h
u
s
u
s
K
e
h
u
m
a

s
a
n
d
a
n
p
e
r
i
k
l
a
n
a
n
I
n
d
o
n
e
s
i
a
i
n
i
m
e

n
g
a
d
a
k
a
n
p
e
m
i
l
i
h
a
n
t
e
n
t
a
n
g
p
e
r
u
s
a
h
a

a
n
a
t
a
u
i
n
s
t
i
t
u
s
i
a
t
a
u
p
u
n
i
n
s
a
n
i
n
s

a
n
y
a
n
g
m
e
m
i
l
i
k
i
p
r
e
s
t
a
s
i
a
t
a
u
p
o
t
e

n
s
i
a
l
y
a
n
g
t
e
r
k
a
i
t
d
e
n
g
a
n
k
e
g
i
a
t
a
n

p
e
r
i
k
l
a
n
a
n
d
a
n
H
u
m
a
s
.
D
i
t
a
h
u
n
2
0
0
2
,

S
i
d
o
M
u
n
c
u
l
b
e
r
k
e
s
e
m
p
a
t
a
n
u
n
t
u
k
m
e
m
p

e
r
o
l
e
h
A
n
u
g
e
r
a
h
C
a
k
r
a
m
A
w
a
r
d
,
k
h
u
s
u
s

n
y
a
u
n
t
u
k
p
r
o
d
u
k
T
o
l
a
k
A
n
g
i
n
k
a
r
e
n
a

i
k
l
a
n
n
y
a
d
i
n
i
l
a
i
i
n
o
v
a
t
i
f
,
m
a
m
p
u
m
e

m
p
e
n
g
a
r
u
h
i
d
a
n
m
e
r
u
b
a
h
p
e
r
s
e
p
s
i
m
a
s

y
a
r
a
k
a
t
,
b
a
h
w
a
j
a
m
u
i
t
u
t
r
a
d
i
s
o
n
a
l
m

e
n
j
a
d
i
j
a
m
u
y
a
n
g
m
o
d
e
r
n
,
d
i
s
a
m
p
i
n
g
j

u
g
a
m
a
m
p
u
m
e
n
d
o
n
g
k
r
a
k
n
i
l
a
i
p
e
n
j
u
a
l

a
n
p
r
o
d
u
k
.

P
e
n
g
h
a
r
g
a
a
n
"
I
C
S
A
2
0

0
2
"
,
u
n
t
u
k
p
r
o
d
u
k
K
u
k
u
B
i
m
a
/
K
a
t
e
g
o

r
i
J
a
m
u
d
a
n
O
b
a
t
K
u
a
t
P
r
i
a

I
C
S
A
a
t
a

u
I
n
d
o
n
e
s
i
a
C
u
s
t
o
m
e
r
S
a
t
i
s
f
a
c
t
i
o
n
A

w
a
r
d
m
e
r
u
p
a
k
a
n
p
e
n
g
h
a
r
g
a
a
n
y
a
n
g
d
i
b

e
r
i
k
a
n
p
a
d
a
p
r
o
d
u
k
p
r
o
d
u
k
m
a
u
p
u
n
p
e

r
u
s
a
h
a
a
n
y
a
n
g
m
e
n
u
r
u
t
s
u
r
v
e
y
m
e
n
d
u
d

u
k
i
p
o
s
i
s
i
t
e
r
a
t
a
s
d
a
l
a
m
k
o
n
t
e
k
s
k
e

p
e
r
c
a
y
a
a
n
m
a
s
y
a
r
a
k
a
t
.
P
e
n
g
h
a
r
g
a
a
n
i
n

i
d
i
p
r
a
k
a
r
s
a
i
o
l
e
h
m
a
j
a
l
a
h
S
W
A
s
e
m
b

a
d
a
.

P
e
r
u
s
a
h
a
a
n
T
e
l
a
d
a
n
"
C
a
r
a
b

a
i
k
B
u
n
g
H
a
t
t
a
"
,
t
a
h
u
n
2
0
0
2
.
B
e
r
t
e

p
a
t
a
n
d
e
n
g
a
n
p
e
r
i
n
g
a
t
a
n
1
0
0
t
a
h
u
n
k

e
l
a
h
i
r
a
n
t
o
k
o
h
P
r
o
k
l
a
m
a
t
o
r
I
n
d
o
n
e
s
i

a
,
M
u
h
a
m
m
a
d
H
a
t
t
a
,
a
t
a
u
l
e
b
i
h
d
i
k
e
n
a

l
d
e
n
g
a
n
B
u
n
g
H
a
t
t
a
,
y
a
n
g
t
e
p
a
t
n
y
a
j

a
t
u
h
p
a
d
a
1
2
A
g
u
s
t
u
s
2
0
0
2
,
M
a
k
a
k
e
l
u

a
r
g
a
b
e
s
a
r
B
u
n
g
H
a
t
t
a
,
b
e
k
e
r
j
a
s
a
m
a
d

e
n
g
a
n
h
a
r
i
a
n
R
e
p
u
b
l
i
k
a
,
m
e
n
g
a
d
a
k
a
n
p

e
m
i
l
i
h
a
n
p
e
r
u
s
a
h
a
a
n
y
a
n
g
d
i
n
i
l
a
i
t
e

l
a
h
m
e
n
e
r
a
p
k
a
n
t
e
l
a
d
a
n
d
a
n
c
a
r
a
B
u
n

g
H
a
t
t
a
d
a
l
a
m
m
e
l
a
k
s
a
n
a
k
a
n
a
k
t
i
f
i
t
a

s
b
i
s
n
i
s
,
m
a
u
p
u
n
m
e
n
g
g
e
r
a
k
k
a
n
p
e
r
e
k
o

n
o
m
i
a
n
r
a
k
y
a
t
.

P
e
n
e
r
i
m
a
K
e
h
a
t
i
A

w
a
r
d
2
0
0
1
,
k
a
t
e
g
o
r
i
P
e
l
a
k
u
B
i
s
n
i
s
P
e

d
u
l
i
L
i
n
g
k
u
n
g
a
n
.
P
e
n
g
h
a
r
g
a
a
n
p
e
r
t
a
m

a
y
a
n
g
d
i
b
e
r
i
k
a
n
k
e
p
a
d
a
p
e
l
a
k
u
b
i
s
n

i
s
k
a
r
e
n
a
t
e
l
a
h
m
e
m
b
u
k
t
i
k
a
n
k
e
p
e
d
u
l

i
a
n
n
y
a
t
e
r
h
a
d
a
p
l
i
n
g
k
u
n
g
a
n
,
u
p
a
y
a
m
e

l
e
t
a
r
i
k
a
n
k
e
a
n
e
k
a
r
a
g
a
m
a
n
h
a
y
a
t
i
I
n
d

o
n
e
s
i
a
,
p
e
n
g
o
l
a
h
a
n
l
i
m
b
a
h
h
i
n
g
g
a
m
e
n

g
h
a
s
i
l
k
a
n
m
a
n
f
a
a
t
b
a
r
u
d
a
n
m
e
m
b
u
a
t

p
a
b
r
i
k
y
a
n
g
r
a
m
a
h
l
i
n
g
k
u
n
g
a
n
s
e
r
t
a

m
e
n
i
n
g
k
a
t
k
a
n
k
e
s
e
j
a
h
t
e
r
a
a
n
k
a
r
y
a
w
a
n

P
e
n
e
r
i
m
a
S
e
r
t
i
f
i
k
a
t
C
P
O
T
B
d
a
n

C
P
O
B
2
0
0
0
,
s
e
b
a
g
a
i
p
e
r
u
s
a
h
a
a
n
J
a
m
u
p

e
r
t
a
m
a
d
i
I
n
d
o
n
e
s
i
a
y
a
n
g
m
e
l
a
k
u
k
a
n

s
t
a
n
d
a
r
i
s
a
s
i
F
a
r
m
a
s
i
.
P
e
l
a
k
s
a
n
a
a
n
p

e
n
y
e
r
a
h
a
n
s
e
r
t
i
f
i
k
a
t
l
a
n
g
s
u
n
g
d
i
l
a
k

u
k
a
n
o
l
e
h
M
e
n
t
e
r
i
K
e
s
e
h
a
t
a
n
R
I
,
A
h
m
a

d
S
u
j
u
d
i
,
d
a
n
d
e
n
g
a
n
k
e
b
e
r
a
d
a
a
n
S
e
r
t

i
f
i
k
a
t
i
n
i
,
m
a
k
a
p
r
o
d
u
k
p
r
o
d
u
k
S
i
d
o
m

u
n
c
u
l
d
i
n
i
l
a
i
s
e
t
a
r
a
d
e
n
g
a
n
p
r
o
d
u
k

f
a
r
m
a
s
i
,
s
e
k
a
l
i
g
u
s
p
a
d
a
s
e
g
i
o
p
e
r
a
s
i

o
n
a
l
p
e
m
b
u
a
t
a
n
p
r
o
d
u
k
n
y
a
.

Nissin
1. Sejarah

PT Nissin Biscuit Indonesia telah memproduksi makanan-makanan ringan bercita rasa tinggi yang se
halal sejak tahun 1977. Bersama pabrik-pabrik lain di bawah Kelompok Khong Guan di Jakarta,

mengawali kiprahnya dengan gemilang dalam produksi biskuit kemasan kecil sampai kemasan kaleng bes

Nissin memulai produksinya dengan brand Butter Coconut, Frychip, Honey, Aynako, dan Longer

Sejalan dengan perkembangannya, Nissin semakin variatif memproduksi biskuit, kue, kerupuk, makanan
dan wafer.

Menghadapi persaingan ketat di industri makanan, Nissin tidak pernah gagal menjadi yang terbaik d

para kompetitornya. Nissin selalu menghasilkan produk-produk berkualitas melalui teknologi serta tim pe

dan pengembangan yang inovatif. Dengan dukungan yang berkelanjutan dari teknologi termutakhir, SDM

tim penelitian dan pengembangan, Nissin tumbuh dan berkembang menjadi merek besar yang disegani d
Indonesia maupun manca negara.

Nissin selalu berpijak pada nilai-nilai tradisional seperti kerja tim, pembelajaran berkesinambung

pelayanan. Nilai-nilai tersebut adalah kunci yang menuntun kami untuk melayani konsumen lebih baik lag
2. Visi dan Misi
Visi dan Misi PT Nissin Biscuit Factory Indonesia meliputi:
Visi
PT Nissin bertekad menjadi produsen biscuit terbaik di Indonesia
Misi

Memproduksi biscuit yang bergizi tinggi, higienis, inovatif dan berkualitas dengan cita rasa tinggi serta t

mutunya kepada pelanggan dengan cara terbaik yang dikembangkan oleh SDM yang unggul dengan te
modern.
3. Proses Produksi
Berikut adalah proses produksi pada PT. Nissin Biscuit Factory Indonesia :
1. Penerimaan bahan baku
2. Penimbangan
3. Pengayakan
4. Pencampuran bahan dengan langsung fermentasi
5. Pencetakan adonan yang dengan langsung fermentasi
6. Pemanggangan
7. Pemberian minyak dan bumbu
8. Pendinginan berbarengan dengan pelapisan krim
9. Pengepakan berbarenga dengan pelapisan krim
10. Pengepakan

11. Penggudangan
4. Hasil Produksi
Nissin crackers
Walens choco soes
Wafer cokelat
Nissin crispy crackers
Butter cookies
Serena egg roll
Khong guan merah
Cream crackers
Selected wafer cream

Sido Muncul
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
PT Sido Muncul adalah pabrik jamu tradisional dengan menggunakan mesin-mesin mutakhir.
Berdiri pada tahun 1940 di Yogyakarta, dan dikelola oleh Ny. Rahkmat Sulistio, Sido Muncul yang
semula berupa industri rumahan ini secara perlahan berkembang menjadi perusahaan besar dan
terkenal seperti sekarang ini.

Daftar isi
[sembunyikan]

1Sejarah

2Lain-lain

3Produk

4Referensi

5Pranala luar

Sejarah[sunting | sunting sumber]


Di tengah persaingan sektor Industri jamu yang semakin ketat, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido
Muncul Tbk telah berhasil memiliki market share terluas dan reputasi yang baik sebagai industri
jamu terbesar di Indonesia. Keberhasilan yang telah dicapai saat ini tentunya tidak terlepas dari
peran dan pelaku pendiri industri ini.
Perusahaan yang kini sudah berhasil Go Public masuk Bursa Efek Indonesia itu dilalui melalui
perjalanan yang cukup panjang. Berawal dari keinginan pasangan suami istri Siem Thiam Hie yang
lahir pada tanggal 28 Januari 1897 dan wafat 12 April 1976 bersama istrinya Ibu Rakhmat Sulistio
yang terlahir pada tanggal 13 Agustus 1897 dengan nama Go Djing Nio dan wafat 14 Februari 1983,
memulai usaha pertamanya dengan membuka usaha Melkrey, yaitu usaha pemerahan susu yang
besar di Ambarawa.
Pada tahun 1928, terjadi perang Malese yang melanda dunia. Akibat perang ini, usaha Melkrey yang
mereka rintis terpaksa gulung tikar dan mengharuskan mereka pindah ke Solo, pada 1930. Tanpa
menyerah, pasangan ini kemudian memulai usaha toko roti dengan nama Roti Muncul. Lima tahun
kemudian, berbekal kemahiran Ibu Rakhmat Sulistio (Go Djing Nio) dalam mengolah jamu dan
rempah-rempah, pasangan ini memutuskan untuk membuka usaha jamu di Yogyakarta.
Tahun 1941, mereka memformulasikan Jamu Tolak Angin yang saat itu menggunakan nama Jamu
Tujuh Angin. Ketika perang kolonial Belanda yang kedua di tahun 1949, mereka mengungsi ke
Semarang dan mendirikan usaha jamu dengan nama Sido Muncul, yang artinya impian yang
terwujud. Di Jalan Mlaten Trenggulun No. 104 itulah, usaha jamu rumahan dimulai dengan di bantu
oleh tiga orang karyawan.
Pada tahun 1951, keluarga Ny. Rahkmat Sulistioningsih (Go Djing Nio) pindah ke Semarang, dan di
sana mereka mendirikan pabrik jamu secara sederhana namun produknya diterima masyarakat
secara luas. Karena semakin bersarnya usaha keluarga ini, maka modernisasi pabrik juga
merupakan suatu hal yang mendesak.
Pada 1984, PT. Sido Muncul memulai modernisasi pabriknya, dengan merelokasi pabrik
sederhananya ke pabrik yang representatrif dengan mesin-mesin modern.
Pada 11 November 2000, PT Sido Muncul kembali meresmikan pabrik baru di Ungaran yang lebih
luas dan modern. Peresmian dilakukan oleh Menteri Kesehatan waktu itu, dan pada saat itu pula PT
Sido Muncul memperoleh 2 penghargaan sekaligus, yakni Cara Pembuatan Obat Tradisional yang
Baik (CPOTB) dan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) setara dengan farmasi, dan sertifikat
inilah yang menjadikan PT. SidoMuncul sebagai salah satu pabrik jamu berstandar farmasi. Lokasi
pabrik sendiri terdiri dari bangunan pabrik seluas 7 hektare, lahan Agrowisata ,1,5 hektare, dan
sisanya menjadi kawasan pendukung lingkungan pabrik.
Pada tanggal 10 Februari 2010 telah dilakukan peletakan batu pertama pembangunan pabrik bahan
baku herbal seluas 3.000 m2.

Lain-lain[sunting | sunting sumber]


Logo Jamu Sido Muncul yang berupa ibu dan anaknya adalah gambar Ny. Rahkmat Sulistio, pendiri
Jamu Sido Muncul beserta cucunya, Irwan Hidayat, saat itu berusia 4 tahun. Irwan Hidayat sejak
tahun 1972 sampai sekarang adalah Presiden Direktur PT Sido Muncul.

Produk[sunting | sunting sumber]

Tolak Angin

Kuku Bima

Kuku Bima Ener-G - minuman energi

Kopi Jahe

Permen Tolak Angin

New Hemoroa- untuk wasir

Fatraper- menurunkan lemak dan kolesterol

Kunyit Putih- meningkatkan daya tahan tubuh

Jamu Komplit Sido Muncul

Esemag- membantu pengobatan mag

Temulawak- menjaga kesehatan hati

Bilberry Carrot- antioksidan mata

Echinacea- meningkatkan daya tahan tubuh

Garlic- menjaga kesehatan jantung

Daun Dewa- makanan tambahan penderita tumor dan kanker

SM Prosta Plus- untuk pembesaran prostat

Suprasi- melancarkan ASI

Memory - meningkatkan daya ingat

Kunyit Asam

SidoMuncul Vitamin C1000 mg

Jahe Wangi

KukuBima Kopi Ener-G

KukuBima Kopi GInseng

Profil Sejarah PT. Sido Muncul


Posted by Unknown on Minggu, 18 September 2011

PT. Sido Muncul merupakan perusahaan yang telah meramaikan


industri jamu di tanah air. Kiprahnya dalam memproduksi jamu
berkualitas di Indonesia telah dikenal sejak lama dan telah diterima
oleh masyarakat secara luas. Bagi anda yang ingin mengetahui lebih
lanjut mengenai profil sejarah PT. Sido Muncul maka bisa diuraikan
sebagai berikut :

Dimulai pada tahun 1940 PT. Sido Muncul berdiri di Yogyakarta, yang
dikelola dengan baik oleh Ny. Rakhmat Sulistio. Pada saat itu Sido
Muncul hanyalan sebuah bisnis rumahan yang dikelola secara
sederhana, tetapi berkat kegigihan mengembangkan usaha sukses
maka Sido Muncul berubah dari tahun ke tahun menjadi perusahaan
jamu
bersekala
besar.
Keluarga Ny. Rakhmat Sulistio pada tahun 1951 berpindah dari
yogyakarta ke Semarang. Setelah itu mereka mendirikan pabrik jamu
sederhana di kota Semarang dan ternyata produk jamu yang dihasilkan
mendapatkan sambutan baik dari masyarakat. Karena semakin
besarnya jangkauan pemasaran jamu, maka modernisasi pabrik juga
merupakan
suatu
hal
yang
mendesak.
Pada tahun 1984, PT. Sido Muncul memulai melakukan modernisasi

pabrik dan pada tanggal 11 November 2000, PT Sido Muncul


meresmikan pabrik baru di Ungaran yang lebih luas dan modern.
Selain itu PT Sido Muncul memperoleh penghargaan
dari Mentri Kesehatan sebagai Cara Pembuatan Obat Tradisional yang
Baik (CPOTB) dan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) setara
dengan farmasi, dan sertifikat inilah yang menjadikan PT. Sido Muncul
sebagai satu-satunya pabrik jamu berstandar farmasi. Pada tanggal 10
Pebruari 2010 acara peletakan batu pertama pembangunan pabrik
bahan
baku
herbal
seluas
3.000
m2.
Mengenai logo yang menjadi simbol PT. Sido Muncul berupa gambar
seorang ibu dengan satu orang anak adalah gambar dari Ny. Rahkmat
Sulistio dan Bapak Irwan Hidayat. Ny. Rakhmat Sulistio merupakan
pendiri Jamu Sido Muncul, sedangkan Irwan Hidayat adalah cucu dari
Ny Rakhmat Sulistio yang pada saat itu baru berusia 4 tahun. Bapak
Irwan Hidayat sejak tahun 1972 menjabat sebagai Presiden Direktur PT
Sido Muncul.