Anda di halaman 1dari 13

MANAGEMENT PEMASARAN

PENGEMBANGAN PRODUK

KELOMPOK 6
RICKY HARYANTO (8335155450)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI (S1)


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2015

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
1.1 Pengertian Produk Baru
Semua produk tampaknya mengalami siklus hidup produk dilahirkan melalui

1.1

beberapa fase dan pada akhirnya mati ketika ada produk baru datang dan produk baru
itu dapat melayani kebutuhan dengan lebih baik. Siklus hidup produk ini
menghadirkan dua tantangan utama :Pertama, karena semua produk pada akhirnya
mengalami penurunan, perusahaan harus mampu mengembangkan produk baru untuk
menggantikan produk lama (tantangan pengembangan produk baru).
Kedua, perusahaan harus mampu menyesuaikan strategi pemasarannya dalam
menghadapi perubahan selera, teknologi dan persaingan ketika produk melewati
tahap-tahap siklus hidup (tantangan siklus hidup produk).
Menurut Gary Armstrong : 1997) mendefinisikan produk sebagai berikut : Produk
baru adalah produk asli, hasil pengembangan produk, modifikasi produk, dan merek
baru

yang

di

kembangkan

perusahan

melalui

upaya

penelitian

dan

pengembangannya sendiri.
(Fandy Tjiptono : 1997) mengartikan produk baru sebagai berikut : produk baru
dapat meliputi produk orisinil, produk yang di sempurnakan, produk yang di
modifikasi, serta merek baru yang di kembangkan melalui usaha riset dan
pengembangan.
Selain itu juga dapat di dasarkan pada pandangan konsumen mengenai produk
tersebut, baru bagi mereka atau tidak.Sedangkan bahwa yang di maksud dengan
produk baru adalah produk asli,merek-merek baru di kembangkan sendiri oleh bagian
penelitian dan pengembangan perusahaan.Menurut( William j. Stanton : 1996).
Terdapat tiga kategori produk baru yaitu :
a) Produk yang benar-benar inovatif, benar-benar unik, misalnya obat penyembuh
kanker yaitu prodak yang sampai sekarang belum di temukan padahal sangat di
butuhkan. Dalam katagori ini, kita juga dapat memasukan produk yang berbeda
dari produk ini adalah : televisi yang menggantikan radio serta bioskop, plastik
yang menjadi saingan kayu dan besi.
b) Produk penganti yang benar-benar berbeda dari produk yang ada (barang yang
sesuai yang sama jenisnya tetapi mengunakan model baru). Misalnya, tas dari kalp
meniru tas kulit.

c) Produk primitife. Merupakan produk baru bagi perusahaan tertentu, tetapi dalam
pasar sudah bukan produk baru lagi.
Dari beberapa pengertian yang di kemukaan oleh beberapa ahli tersebut di atas
dapat di simpulkan bahwa produk baru tidak hanya yang betul-betul baru saja, akan
tetapi produk-produk baru tersebut berbeda terhadap kebaruannya. Ini memungkinkan
merupakan modifikasi dari produk perusahaan yang telah ada. Mungkin juga berupa
perluasan lini produk yang telah ada, menambah model produk yang ada atau juga
berupa imitasi produk, yang mana produk tersebut dipandang baru oleh perusahaan
tetapi tidak baru lagi bagi pasar (konsumen dan pesaing) atau juga produk tersebut
bahkan tidak ada hubungannya dengan produk perusahaan itu sekarang (produk yang
benar-benar baru atau original). Jadi suatu produk dikatakan baru tergantung
bagaimana pasar menerimanya.
Menurut (Booz :1995) mendefinisikan enam kategori produk baru berdasarkan tingkat
kebauran bagi perusahaan dan pasar-pasar, yaitu :
a) Produk baru bagi dunia :produk baru yang di ciptakan produk baru
b) Lini produk baru: Produk baru yang bias memungkinkan perusahaan ke pasar yang
sebelumnya sudah ada untuk pertama kalinya.
c) Tambahan pada lini produk lama: produk baru yang di beri tambahaan atas lini
produk lama.
d) Perbedaan atas produk lama : produk baru yang menunjukan peningkatan kinerja
atau nilai dan menggantikan produk lama.
e) Penempatan kembali posisi : produk lama yang di arahkan pada pasar atau segmen
pasar yang baru.
f) Penurunan biaya : Produk baru yang memberikan kinerja yang sama pada biaya
yang sama.
1.2 Pengertian Pengembangan Produk
Setiap perusahaan akan berusaha agar produknya yang di hasilkannya dapat
diterima oleh pasar. Dengan demikian, banyak perusahaan yang memfokuskan pada
produk di samping unsur-unsur kebijaksanaan pemasaran lainya dalam menjalankan
usahanya. Hal ini memandang bahwa produk yang tidak dapat di terima oleh
konsumen, mempunyai kemungkinan yang kecil untuk di dorong penjualannya dengan
kebijaksanaan promosi, kebijaksanaan harga, ataupun kebijaksanaan pemasaran lainya.
Oleh karena itu, apabila produk yang di hasilkan perusahaan tidak lagi memenuhi
kebutuhan dan keinginan konsumen, maka dalam hal ini kebijaksanaan produk,
khususnya pengembangan produk sangatlah penting bagi perusahaan. Untuk
mengetahui apa yang di maksud dengan pengembangan produk itu sendiri, maka

penulis mengungkapkan definisi dari (Philip Kotler : 1997) adalah :Merupakan


pengembangan konsep produk menjadi konsep fisik dengan tujuan menyakinkan
bahwa gagasan produk dapat diubah menjadi produk yang dapat bekerja
Sedangkan menurut( Sofyan Assauri : 1990) adalah: Pengembangan produk
merupakan kegiatan atau aktifitas yang di lakukan dalam menghadapi kemungkinan
perubahaan suatu produk kea rah yang lebih baik, sehingga dapat memberikan daya
guna maupun daya pemuas yang lebih besar
Dari definisi di atas, maka penulis dapat menarik kesimpulan bahwa yang di
maksud dengan pengembangan produk adalah merupakan suatu usaha yang di
rencanakan dan di lakukan secara sadar untuk memenuhi dan memperbaiki produk
yang ada atau menambah banyaknya ragam produk yang di hasilkan dan di pasarkan,
yang mana proses pengembangan produk itu sendiri biasanya di lakukan secara terus
menerus, mulai dari produk apa yang di hasilkan perusahaan dan yang perlu di adakan,
sampai kepada keputusan untuk menghasilkan suatu pruduk tertentu.
1.3 Pentingnya Pengembangan Produk Baru
Bagi perusahaan, adanya pengembagan produk ini sangat penting, Khususnya bagi
keuntungan serta kelangsungan hidup perusahaan.Menurut (William j. Stanton : 1996)
pentingnya pengembangan produk baru ini antara lain sebagai berikut:
a) Dalam Hubungannya Dengan Daur Hidup Produk
Produk mempunyai daur hidup. Ada dua hal yang berkaitan dengan konsep daur
hidup membantu menjelaskan mengapa inovasi produk sangat penting.pertama
setiap produk yang ada dalam perusahaan akhirnya tidak terpakai lagi, karena
pangsa pasar dan strategi segmentasi pasar di kurangi oleh produk saingan. Kedua
keuntungan pada umumnya akan menurun karena usia produk semakain menua.
Jika produk-produk itu tidak di ubah atau diganti, laba, pangsa pasar, dan strategi
segmentasi pasar perusahan akan berkurang. Pada akhirnya, peruahaan itu sendiri
akan bangkrut.
b) Produk Menentukan laba
Produk baru sangat Penting untuk mempertahankan laba yang telah di rencanakan.
Produk Baru

Gambar Tahap tahap proses pengembagan


c) Produk baru sangat penting bagi pertumbuhan
Perusahaan yang berorentasi pada produk baru di harapkan dapat tumbuh
berkembang.

1.4 Strategi Pengembangan Produk Baru


Perusahaan dapat memperoleh produk baru dengan dua cara. Satu melalui
akuisisi- dengan membeli seluruh perusahaan, sebuah hak paten, atau mengambil
lisensi dari produk orang lain. Kedua adalah melalui pengembangan produk baru (new
product development) dalam departemen riset dan pengembangan (R&D) perusahaan
sendiri.Produk baru yang dimaksud sebagai produk orisinil adalah pengembangan

produk, modifikasi produk, dan merek baru yang dikembangkan perusahaan melalui
hasil riset dan pengembangan mereka sendiri.Penelitian mengindikasikan bahwa 90%
dari produk baru mengalami kegagalan, contoh dari 30.000 makanan, minuman dan
produk kecantikan baru yang diluncurkan setiap tahun, diperkirakaan 70% hingga 90%
hancur dalam waktu 12 bulan. Mengapa begitu banyak poduk yang gagal? Ada
beberapa alasan. Produk actual dapat di desain dengan buruk atau produk itu salah
diposisikan, diluncurkan pada waktu yang salah, harga terlalu tinggi dan di iklan kan
dengan buruk.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Proses Pengembangan Produk Baru
Banyak perusahaan menghadapi sebuah masalah dimana mereka harus menciptakan
produk baru, tetapi kemungkinan sukses sangat kecil. Secara keseluruhan, untuk
menciptakan produk baru yang berhasil, perusahaan harus memahami pelanggannya,
pasar, dan pesaing serta pengembangan produk baru ysng memiliki nilai lebih bagi
pelanggan. Perusahaan harus mempunyai rencana produk baru yang kuat dan
mempersiapkan proses pengembangan produk baru yang sistematis. Tahap utama
pengembangan produk baru :
a. Penciptaan ide / idea generation

Pencarian sistematis untuk menemukan produk baru. Perusahaan biasanya harus


menciptakan banayak ide untuk dapat menemukan sedikit ide baik. Selain dari pihak
internal perusahaan, ide baru juga muncul dari pelanggan, pesaing, distributor,
pemasok, dan lain-lain.
a) Sumber ide internal
Sumber internal diperoleh dari riset dan pengembangan formal. Perusahaan dapat
memetik pemikiran para eksekutif, peneliti, insinyur, staf manufaktur, dan tenaga
penjualan.

Beberapa

intrapreneurial

yang

perusahaan
mendorong

berhasil
karyawan

mengembangkan
untuk

program

memikirkan

dan

mengembangkan ide produk baru.


b) Sumber ide external
Selain dari pihak internal perusahaan, ide baru terbaik bagi perusahaan juga
muncul dari pelanggan, pesaing, distributor, pemasok, dan lain-lain.
b. Penyaringan ide / idea sceening
Penyaringan bertujuan untuk membantu menemukan ide terbaik dan membuang
secepatnya ide yang buruk. Perusahaan pasti ingin maju dengan ide baru yang
menguntungkan.
c. Pengembangan dan pengujian konsep / product concept
Konsep produk adalah versi detail dari ide produk baru yang dinyatakan dalam bahasa
konsumen yang mempunyi arti. Citera produk merupakan cara konsumen memandang
suatu produk actual atau potensial.
a) Pengembangan konsep
Tugas perusahaan adalah mengembangkan produk baru menjadi beberapa
alternative konsep produk, menemukan seberapa menariknya masing-masing
konsep bagi pelanggan, dan memilih konsep yang terbaik.
b) Pengujian konsep
Menguji konsep baru dengan sekelompok konsumen sasaran untuk mengetahui
apakah konsep tersebut mempuyai daya tarik yang kuat bagi konsumen.
d. Pengembangan strategi pemasaran / marketing strategy development
Pernyataan strategi pemasaran ada tiga bagian, yaitu:
a) Menggambarkan pasar sasaran, positioning produk yag direncanakan, dan tujuan
penjualan, pangsa pasar, serta laba untuk beberapa tahun pertama.
b) Memberikan kerangka bagi harga produk yang direncanakan, distribusi, dan
anggaran pemasaran tahun pertama.
c) Menjelaskan rencana jangka panjang penjualan, tujuan laba, dan strategi bauran
pemasaran.
e. Analisis Bisnis / business analysis
Melakukan peninjauan terhadap penjualan, biaya, dan proyeksi laba bagi produk baru
untuk mengetahui apakah faktor ini mempengaruhi faktor perusahaan.Untuk

memperkirakan penjualan, perusahaan perlu melihat pada sejarah penjualan produk


serupa dan melakukan survey untuk mengetahui opini pasar. Perusahaan kemudian
mengekstimasi penjualan maximum dan minimum untuk mengetahui jangkauan
resiko. Gunakan angka penjualan dan biaya untuk menganalisis daya tarik keuangan
dari produk baru.
f. Pengembangan Produk
Bila konsep produk melewati pengujian bisnis, konsep itu bergerak menjadi
pengembangan

produk.

Pengembangan

produk

memiliki

pengertian

yaitu

mengembangkan konsep produk menjadi produk nyata untuk dapat memastikan


bahwa ide produk dapat diubah menjadi produk yang bisa dikerjakan. Tahap ini akan
menunjukan apakah ide produk dapat diubah menjadi produk yang bisa dikerjakan.
Departemen R&D akan mengembangkan dan menguji satu atau lebih versi nyata dari
konsep produk. Sering kali, suatu produk menjalani ujian yang berat untuk
memastikan produk itu bekerja secara aman dan efektif atau bahwa konsumen
menemukan nilai pada produk tersebut. Produk baru harus mempunyai fungsi fitur
yang dibutuhkan dan juga memiliki karakteristik psikologi yang diinginkan.
g. Pemasaran Uji
Pemasaran uji merupakan tahap di mana produk dan program pemasaran
diperkenalkan pada lingkungan pasar yang lebih realistis. Pemasaran uji memberikan
pengalaman kepada pemasar untuk memasarkan produk sebelum mengeluarkan
banyak biaya pada saat benar-benar diperkenalkan ke pasar. Pengujian ini
memungkinkan perusahaan menguji produk dan seluruh program pemasaran-strategi
positioning, iklan, distribusi, penetapan harga, merek dan kemasan, serta tingkat
anggran.Ketika pihak manajemen telah yakin mengenai produk baru, perusahaan
dapat melakukan sedikit atau tanpa pemasaran uji. Namun, ketika manajemen tidak
yakin akan produk baru atau program pemasaran, perusahaan dapat melakukan
banyak pemasaran uji. Perusahaan memiliki tiga pendekatan dalam melakukan uji
pasar.
a) Pengujian pasar standar
Pengujian pasar standar memiliki beberapa kelemahan. Pengujian ini bisa
mengeluarkan biaya yang sangat besar dan membutuhkan waktu yang lama. Hal
lain adalah pesaing dapat melihat hasil pengujian pasar. Namun, pengujian pasar
dapat memberikan kesempatan pada pesaing untuk melihat produk baru perusahaan
dengan baik sebelum diluncurkan secara nasional. Walaupun ada kelemahan,

pengujian pasar standar masih menjadi pendekatan yang paling sering dipakai oleh
sebagian besar pengujian di pasar.
b) Pengujian pasar yang terkendali
Beberapa perusahaan riset bekerja sama dengan sekelompok took, dalam
pengawasan, yang setuju menjual produk baru dengan suatu imbalan. Information
Resource Inc. (IRI) melacak perilaku konsumen secara individu terhadap produk
baru. Pengujian pasar terkendali biasanya lebih murah daripada pengujian pasar
standar, lebih cepat selesai.

Namun, pengujian pasar terkendali tetap

memungkinkan pesainhg meninjau produk baru perusahaan.


c) Pengujian pasar yang disimulasikan
Perusahaan juaga dapat menguji produk baru pada lingkungan belanja yang
disimulasikan. Perusahan riset dapat menunjukkan iklan dan promosi dari
bermacam-macam produk, mencangkup produk baru yang sedang diuji. Simulasi
ini memberikan percobaan yang terukur dan efektivitas iklan terhadap iklan
pesaing. Belakangan beberapa pemasar mulai menggunakan pendekatan teknologi
tinggi untuk mensimulasikan riset pengujian, seperti virtual reality dan
internet.Pengujian pasar yang disimulasikan biasanya memiliki biaya yang lebih
rendah, dapat diselesaikan dalam tempo delapan minggu, dan merahasiakan produk
baru dari pesaing. Namun, banyak perusahaan yang merasa bahwa hasil pengujian
ini tidak akurat karena sampel barang kecil. Bila hasilnya positif maka produk
tersebut dapat diperkenalkan tanpa pengujian.
h. Komersialisasi
Komersialisasi adalah pengenalan sebuah produk baru ke pasar. Pemasaran uji
menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk membuat keputusan akhir apakah
hendak meluncurkan produk baru bagi manajemen. Bila perusahaaan melanjutkan
komersialisasi mereka akan menghadapi biaya yang tinggi. Dalam kasus barang
kemasan konsumen baru yang utama , mereka dapat menghabiskan ratusan juta dolar
untuk iklan, promosi penjualan, dan usaha pemasaran lainnya dalam tahun pertama.
Perusahaan yang meluncurkan satu produk baru mula-mula harus memutuskan waktu
perkenalan.
Perusahaan harus memutuskan dimana produk baru akan diluncurkan dalam
satu lokasi, wilayah, pasar nasional, atau pasar internasional. Segelintir perusahaan
mempunyai keyakinan, modal dan kapasitas untuk meluncurkan produk baru ke
dalam seluruh distribusi nasional atau internasional. Mereka akan mengembangkan
rencana peluncuran pasar (market rollout) pada suatu waktu. Secara khusus,
perusahaan kecil mungkin memasuki kota atau daerah yang menarik satu per satu.

Namun perusahaan yang lebih besar dapat dengan cepat memperkenalkan model baru
ke beberapa daerah atau ke seluruh pasar nasional. Perusahaan dengan sistem
distribusi internasional dapat memperkenalkan produk baru melalui peluncuran
global.
2.2 Mengatur Pengembangan Produk Baru
Pengembangan produk baru membutuhkan lebih dari sekedar melewati beberapa
tahapan. Perusahaan harus mengambil pendekatan yang menyeluruh untuk mengatur
proses ini. Pengembangan produk baru yang berhasil perlu berpusat pada pelanggan,
berdasarkan tim, dan usaha yang sistematis.
a. Pengembangan Produk Baru yang berpusat pada pelanggan
Pengembangan produk baru yang berpusat pada pelanggan adalah pengembangan
produk baru yang berfokus pada menemukan cara baru untuk memecahkan masalah
pelanggan dan memberikan pengalaman yang lebih memuaskan bagi pelanggan.
Salah satu penelitian terakhir menemukan produk baru yang berhasil adalah yang
mempunyai

diferensiasi,

memecahkan

permasalahan utama

pelanggan,

dan

menawarkan proposisi nilai pelanggan yang menarik.


b. Pengembangan Produk Berdasarkan Tim
Pengembangan produk baru berdasarkan tim adalah sebuah pendekatan untuk
mengembangkan produk baru di mana berbagai departemen bekerja sma secara erat,
melewati beberapa tahapan dalam proses pengembangan produk baru untuk
menghemat waktu dan meningkatkan efektivitas. Tim ini biasanya meliputi
departemen pemasaran, keuangan, desain, produksi, dan hukum, bahkan pemasok dan
perusahaan pelanggan. Dalam proses yang berurutan, kebuntuan pada suatu fase bisa
sangat memperlambat keseluruhan proyek. Dalam pendekatan secara simultan, bila
suatu

area

fungsi

mendapatkan

rintangan,

area

tersebut

bekerja

untuk

memecahkannya sementara tim bergerak maju.


Pendekatan berdasarkan tim mempunyai beberapa keterbatasan. Contohnya
pendekatan ini kadang menimbulkan ketegangan dan kebingungan dalam organisasi,
dibandingkan pendekatan tahap yang berurutan. Namun, dalam industri yang cepat
berubah dengan siklus hidup produk yang lebih singkat, hasil dari pengembangan
produk yang cepat dan fleksibel jauh melebihi risikonya. Perusahaan yang
mengkombinasikan pendekatan yang berpusat pasa pelanggan dengan pengembangan
produk baru berdasarkan tim mendapatkan keunggulan kompetitif besar dengan
memperoleh produk baru yang terjadi di pasar secara lebih cepat.

c. Pengembangan Produk baru yang Sistematis


Terakhir, pengembangan produk baru haruslah secara holistik dan sistematis
daripada secara acak. Bila tidak, sedikit ide baru yang akan naik ke permukaan, dan
banyak ide bagus akan tenggelam dan mati. Untuk menghindari masalah ini,
perusahaan dapat memasang sistem manajemen inovasi untuk mengumpulkan,
meninjau, mengevaluasi dan mengatur ide produk baru.
Pendekatan sistem manajemen inovasi ini memberikan dua hasil yang
diinginkan. Pertama, pendekatan ini membantu menciptakan budaya perusahaan
berorientasi inovasi. Pendekatan ini menunjukkan bahwa manajemen puncak
mendukung, mendorong, dan memberikan imbalan bagi inovasi. Kedua, pendekatan
ini akan memberikan ide produk baru dalam jumlah banyak, beberapa diantaranya
sangat istimewa. Ide baru yang bagus dapat dikembangkan secara lebih sistematis,
memberikan keberhasilan produk baru yang lebih banyak lagi. Tidak ada lagi ide
bagus yang hilang karena kekurangan dukungan dewan atau penasihat produk senior.
Oleh karena itu, keberhasilan produk baru membutuhkan lebih dari sekedar
memikirkan beberapa produk baru, menjadikan mereka produk dan menemukan
pelanggan untuk produk tersebut. Kesuksesan produk baru membutuhkan pendekatan
holistik untuk menemukan cara baru guna menciptakan pengalaman bernilai bagi
pelanggan, mulai dari menciptakan dan menyaring ide produk baru hingga
menciptakan dan menghasilkan produk yang dapat memuaskan keinginan pelanggan.
2.3 Tahapan Siklus hidup Produk
Setelah meluncurkan produk baru, manajemen menginginkan suatu produk agar
menikmati hidup yang panjang dan bahagia. Manajemen mengetahui bahwa masingmasing produk memiliki siklus hidupnya masing-masing. Salah satunya siklus hidup
produk (Product Life Cycle). Siklus hidup produk mempunyai lima tahapan yang
berbeda:
a. Pengembangan produk, dimulai ketika perusahaan menemukan dan mengembangkan
suatu ide produk baru. Selama pengembangan produk, penjualan masih nol dan biaya
investasi perusahaan menumpuk.
b. Pengenalan, periode di mana pertumbuhan penjualan lambat pada saat produk
diperkenalkan dipasar. Keuntungan tidak terjadi pada tahap ini karena pengeluaran
yang besar untuk memperkenalkan produk.
c. Pertumbuhan, merupakan periode penerimaan dengan cepat oleh pasar dan
peningkatan keuntungan.
d. Kedewasaan, periode melambatnya pertumbuhan penjualan dikarenakan produk telah
diterima sebagian besar pembeli potensial. Tingkat keuntungan tidak berada di puncak

atau menurun karena meningkatnya pengeluaran pemasaran untuk mempertahankan


produk dalam persaingan.
e. Penurunan, periode ketika penjualan mulai menurun dan keuntungan jatuh. Tidak
semua produk mengikuti siklus hidup produk ini. Beberapa produk diperkenalkan dan
gugur dengan cepat, yang lain pada tahap kedewasaan butuh waktu yang sangat lama.
Merek yang panjang umur seperti coca cola, gillete dll. Konsep PLC dapat
menjelaskan kelas produk, dapat digunakan secara berbeda-beda dalam masingmasing kasus. Siklus hidup merek yang spesifik dapat berubah dengan cepat karena
perubahan serangan dan respon dari pesaing. Konsep PLC juga dapat diaplikasikan
kepada apa yang dikenal sebagai gaya, mode dan fad. Gaya adalah jenis ekspresi
dasar yang berbeda. Contoh perbedaan baju formal dan non formal. Gaya diciptakan,
dapat bertahan selama beberapa generasi, melewati pergantian mode yang digemari.
Sebuah gaya mempunyai siklus yang menunjukkan beberapa periode munculnya
kembali minat.
Mode adalah gaya yang diterima atau popular saat ini dalam suatu bidang.
Contoh busana bisnis yang lebih formal dari pakaian kerja tahun 1980 an dan awal
1990 an memberikan jalan kepada penampilan bisnis santai hari ini. Mode cenderung
tumbuh perlahan, menjadi popular untuk beberapa waktu dan kemudian menurun
perlahan.
Fad adalah periode sementara dari tingginya tingkat penjualan yang tidak
biasa digerakkan oleh antusiasme konsumen dan popularitas mendadak dari suatu
produk atau merek. Fad dapat berupa salah satu bagian dari siklus hidup normal.
Konsep PLC dapat diaplikasikan oleh pemasar sebagai kerangka yang berguna
untuk menggambarkan bagaimana produk dan pasar bekerja. Jika digunakan dengan
cermat, konsep PLC dapat membantu dalam mengembangkan strategi pemasaran
yang baik untuk tahap yang berbeda dari siklus hidup produk. Tetapi menggunakan
konsep PLC untuk memperkirakan kinerja suatu produk atau untuk mengembangkan
strategi produk mempunyai beberapa masalah praktis.

BAB II
KESIMPULAN

Kesimpulan
Dari uraian diatas dapat diketahui bahwa pengembangan produk adalah suatu kegiatan
perusahaan guna untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang selalu berubah ubah.
Perusahaan harus memadukan keputusan keputusan pemasarannya dengan fungsi pemasaran
yang lain diantaranya

pengembangan produk baru. Biasanya

bagian pemasaran

mengkoordinasikan tugas tugas pada bagian dalam perusahaan secara informal. Hal ini
menyebabkan semakin pentingnya strategi pengembangan produk bagi pemasaran suatu
perusahaan
Saran
Tentunya semua produk akan menjalani siklus daur produk. Pengembangan produk sebaiknya
dilakukan secara berkesinambungan oleh setiap perusahaan pada produk produknya. Untuk
menghindari kejenuhan konsumen kepada produknya, sehingga produk tersebut tidak
mengalami tahap decline, yang akan berakibat pada kelangsungan hidup suatu perusahaan.

Beri Nilai