Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN KIMIA KLINIK KHUSUS

PEMERIKSAAN GETAH LAMBUNG

Nama : Twin

Ade Susila

NIM : 30113056

PROGRAM STUDI DIII ANALIS KESEHATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA
KEDIRI
2015

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Proses pencernaan dapat dilakukan dengan cara mekanik dan kimiawi.
Proses mekanik adalah proses pengubahan makanan yang berukuran besar ampai
ukurannya lebih kecil.Proses ini dibantu engan gigi, lambung dan usus selain itu
juga dibantu dengan adanya gerakan peristaltik. Sedangkan pencernaan kimiawi
adalah pengubahan secara kimia dilakukan dengan bantuan enzim (An Nisa,
2010).
Getah lambung adalah merupakan cairan yang ada di dalam lambung.
Komponen getah lambung terdari dari air, asam klorida dan enzim. Sekresi dari
getah lambung diatur oleh mekanisme syaraf dan hormonal. Impuls parasimpatis
yang terdapat pada medula dihantarkan melalui syaraf vagus dan merangsang
gastrik glands untuk mensekresikan pepsinogen, asam klorida, mukus, dan
hormon gastrin (An Nisa, 2010).
Ada tiga faktor yang merangsang sekresi lambung, yaitu : fase sefalik, fase
gastrik, dan fase intestinal.
Asam lambung mempunyai pH sekitar 1,00 sampai 2,00. Fungsi utamanya
adalah pemecahan molekul protein dengan mengaktivasi pepsin. Fungsi lainnya
adalah kerja pendahuluan terhadap protein sebelum dipecah pepsin, yaitu berupa
denaturasi dan hidrolisis, aktivasi pepsinogen menjadi pepsin, mempermudah
penyerapan Fe, sedikit menghidrolisis suatu disakarida, merangsang pengeluaran
sekretin, suatu hormon yang terdapat dalam duodenum, dan mencegah terjadinya
fermentasi dalam lambung oleh mikroorganisme (Poedjiadi, 1994).
B. Tujuan
1) Untuk membantu diagnosa
2) Untuk mengetahui perjalaln suatu penyakit
3) Untuk mengetahui sekresi lambung
4) Untuk mengetahui motilitas lambung
5) Untuk melakukan adanya tindakan terapi selanjutnya terhadap penyakit
C. Metode
1) Pemeriksaan Makroskopis
2) Pemeriksaan Mikroskopis
3) Pemeriksaan Kimiawi
D. Rumusan Masalah
1) Bagaimana prosedur pemeriksaan Getah Lambung?
2) Apa fungsi dari pemeriksaan Getah Lambung?
3) Apa yang dimaksud dengan Getah Lambung?

E. Manfaat
1) Untuk mengetahui prosedur pemeriksaan Getah Lambung.
2) Untuk mengetahui fungsi dari pemeriksaan Getah Lambung.
3) Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Getah Lambung.
F. Prinsip
Berdasarkan pemeriksaan makroskopis, mikroskopis dan kimiawi yang
dilakukan maka akan diketahui apakan lambung sanggup mrnyekresikan asam
hidrochlorida dan mengetahui keadaan lambung normal atau abnormal.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Dasar Teori
Lambung merupakan organ yang berbentuk kantong seperti huruf J,
dengan volume 1200-1500ml pada saat berdilatasi. Pada bagian superior,
lambung berbatasan dengan bagian distal esofagus, sedangkan pada bagian
inferior berbatasan dengan duodenum. Lambung terletak pada daerah
epigastrium dan meluas ke hipokhondrium kiri. Kecembungan lambung yang
meluas ke gastroesofageal junction disebut kurvatura mayor. Kelengkungan
lambung bagian kanan disebut kurvatura minor, dengan ukuran dari
panjang kurvatura mayor. Seluruh organ lambung terdapat di dalam rongga
peritoneum dan ditutupi oleh omentum.

Gambar 2.1. Pembagian daerah anatomi lambung


Secara anatomik, lambung terbagi atas 5 daerah (gambar 2.1.) yaitu:
(1). Kardia, daerah yang kecil terdapat pada bagian superior di dekat
gastroesofageal junction; (2). Fundus, bagian berbentuk kubah yang berlokasi
pada bagian kiri dari kardia dan meluas ke superior melebihi tinggi
gastroesofageal junction; (3). Korpus, merupakan 2/3 bagian dari lambung
dan berada di bawah fundus sampai ke bagian paling bawah yang
melengkung ke kanan membentuk huruf J; (4). Antrum pilori, adalah bagian
1/3 bagian distal dari lambung. Keberadaannya secara horizontal meluas dari
korpus hingga ke sphincter pilori; dan (5). Sphincter pilori, merupakan bagian
tubulus yang paling distal dari lambung. Bagian ini secara kelesulurhan
dikelilingi oleh lapisan otot yang tebal dan berfungsi untuk mengontrol
lewatnya makanan ke duodenum. Permukaan fundus dan korpus banyak
dijumpai lipatan rugae lambung. Pembuluh darah yang mensuplai lambung
merupakan percabangan dari arteri celiac, hepatik dan splenik. Aliran

pembuluh vena lambung dapat secara langsung masuk ke sistem portal atau
secara tidak langsung melalui vena splenik dan vena mesenterika superior.
Nervus vagus mensuplai persyarafan parasimpatik ke lambung dan pleksus
celiac merupakan inervasi simpatik. Banyak ditemukan pleksus saluran
limfatik dan kelenjar getah bening lainnya. Drainase pembuluh limfe di
lambung terbagi atas empat daerah yaitu: (1). Kardia dan sebagian kurvatura
minor ke kelenjar getah bening gastrik kiri; (2). Pilorik dan kurvatura minor
distal ke kelenjar getah bening gastrik dan hepatik kanan; (3). Bagian
proksimal kurvatura mayor ke kelenjar limfe pankreatikosplenik di hilum
splenik; serta (4). Bagian distal kurvatura mayor ke kelenjar getah bening
gastroepiploik di omentum mayor dan kelenjar getah bening pilorik di kaput
pankreas.
Setiap hari lambung mengeluarkan sekitar 2 liter getah lambung. Sel-sel
yang bertanggung jawab untuk fungsi sekresi, terletak di lapisan mukosa
lambung. Secara umum, mukosa lambung dapat dibagi menjadi dua bagian
terpisah : (1) mukosa oksintik yaitu yang melapisi fundus dan badan (body),
(2) daerah kelenjar pilorik yang melapisi bagian antrum. Sel-sel kelenjar
mukosa terdapat di kantong lambung (gastric pits), yaitu suatu invaginasi atau
kantung pada permukaan luminal lambung. Variasi sel sekretori yang melapisi
invaginasi ini beberapa diantaranya adalah eksokrin, endokrin, dan parakrin.
Semua sekresi eksokrin ini dikeluarkan ke lumen lambung dan mereka
berperan dalam membentuk getah lambung (gastric juice ) (Sherwood, 2010).
Macam-macam getah lambung :

Asam chloridan (HCl)


Bersifat bakteriacid ringan yang dihasilkan sel parietal Asam chlorida
juga berfungsi untuk mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin.

Pepsin
Fungsi : untuk memecah protein menjadi protease
Di dalam pankreas (sebagai proteolitik) :
Pepsin tripsin & chemotripsin asam amino
Pepsin dihasilkan di sel gablet yangn disebut chief cell

Lipase
Fungsi : memecah lemak menjadi asam lemak dan gliseral

Mucin
Fungsi : untuk melindungi lambung untuk melindikan makanan

Dihasilkan oleh neck cell yang terdapat di dalam fundus FIE (Faktor
Intrinsik Eritropolitik). Merupakan mukroprotein yang ber fx untuk
membantu penyerapan vit B12 dalam usus. Makanan yang masuk ke
dalam lambung akan dipecah oleh enzim pepsin menjadi pepton protein,
pepton dan protease akan diurai oleh enzim proteolitik menjadi asam
amino.
Proses pembentukan getah lambung melewati 3 fose :
1) Fase Ghepalli
a. Melihat
b. Mencium

makanan

kortek cerebri

nerves

vasus sel yang terdapat


c. Merasakan

dalam lambung

menghasilkan HCl,

pepsin, mucin, FIE


d. Memikirkan
2) Fase Intestinal
a. Makanan yang sampai di duodenum
duodenum

selaput lendir

aktivase humoral merangsang sekresi

lambung
3) Fase Gastrin
a. Merangsang sekresi HCl dan pepsin
b. Merangsang sekreasi FIEMerangsang sekresi enzym
pencernaan
Gastrin suatu zat yg dihasikan oleh kelenjar gastrin oleh karena adanya
pengaruh hormon gastrin.

BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Jadi dari pemeriksaan Getah Lambung dapat disimpulkan bahwa cairan
yang diperiksaa mempunyai keadaan fisik tidak berwarna, tidak berbau,tidak
ada lendir, tadak ada sisa makanan, tidak ada potongan jaringan dan tidak ada
pus. Dan dari pemeriksaan mikroskopis hanya didapatkan kristal. Sedangkan
pada pemeriksaan kimiawi didapatkan pH <4, HCl bertingkat 10, asam laktat
positif, darah samar negatif, dan pepsin positif.
B. Saran
Setelah melakukan praktikum ini ada beberapa saran yang perlu
diperhatikan yaitu :
-

Menggunakan alat dan bahan yang sesuai.


Memahami metode dan prosedur untuk praktikum.
Menggunakan APD mengingat sampel yang diperiksa adalah sampel
infeksius.

LAMPIRAN

Px.

HCl

Bebas

Px. Asam
Laktat

Px. HCl
Bertingkat

Px. Darah
Samar

DAFTAR PUSTAKA
Adibah.

2008.

Lambung.

[terhubung

berkala].

http://id.shvoong.com/exact-

sciences/biology/1834959-lambung/
Lehninger AL. 1998. Dasar-Dasar Biokimia 1. Thenawijaya M, penerjemah. Jakarta:
Erlangga. Terjemahan dari: Principles of Biochemistry.
Lehninger AL. 1998. Dasar-Dasar Biokimia 2. Thenawijaya M, penerjemah. Jakarta:
Erlangga. Terjemahan dari: Principles of Biochemistry.
Poedjiadi, Anna. 1994. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta: UI Press.
.