Anda di halaman 1dari 26

Sistem Pengendalian Manajemen Sektor Publik

Sistem

Pengendalian

Manajemen

Sektor

Publik : Organisasi

memerlukan

sistem

pengendalian

manajemen untuk memberikan jaminan dilaksanakannnya strategi organisasi secara efektif dan efisien
sehingga tujuan organisasi dapat dicapai. Pengendalian manajemen meliputi beberapa aktivitas yaitu : (1)
perencanaan (2) koordinasi antar berbagai bagian dalam organisasi (3) Komunikasi informasi (4) pengambilan
keputusan (5) motivasi orang-orang dalam organisasi agar berperilaku sesuai dengan tujuan organisasi (6)
pengendalian dan (7) penilaian kinerja
Kegagalan dalam organiasai mencapai tujuan yang telah ditetapkan dapat terjadi karena adanya kelemahan
atau kegagalan pada salah satu atau beberapa tahap dalam proses pengendalian manajenen. Sistem
pengendalian sektor publik berfokus pada bagaimana melaksanakan strategi organisasi secara efektif dan
efisien sehingga tujuan organisasi dapat dicapai. Sistem pengendalian manajmenen tersebut harus didukung
dengan adanya perangkat lain berupa struktur organisasi yang sesuai dengan tipe pengendalian manajemen
yang digunakan, MSDM dan lingkungan yang mendukung.
Struktur organisasi harus sesuai dengan desain sistem pengendalian manajemen karena sistem pengendalian
menajemen

berfokus

pada

unit-unit

organisasi

sebagai

pusat

pertanggungjawaban.

Pusat-pusat

petanggungjawaban tersebut merupakan basis perencanaan pengendalian, penilaian kinerja. MSDM harus
dilalakukan sejak proses seleksi dan rekruitmen, training, pengembangan dan promosi hingga pemberhentian
karyawan. Faktor lingkungan meliputi kestabilan politik, ekonomi, sosial, keamanan dsb. Dimana semua unsur
tsb harus dapat mendukung pelaksanaan strategi organisasi.
A. Tipe Pengendalian Manajemen
Tipe pengendalian manajemen dapat dikategorikan dalam 3 kelompok :
1. Pengendalian preventif (preventive control). Dalam tahap ini pengendalian manajemen terkait dengan
perumusan strategi dan perencanaan stretegik yang dijabarkan dalam bentuk program-program.
2. Pengendalian operasional (operasional control). Dalam tahap ini pengendalian manajemen terkait dengan
pelaksanaan pengawasan program yang telah ditetapkan melalui alat berupa anggaran. Anggaran ini
menghubungkan perencanaan dan pengendalian
3. Pengendalian kinerja. Pada tahap ini pengendalian manajemen berupa analisis evaluasi kinerja berasarkan
tolak ukur kinerja yang telah ditetapkan.
B. Struktur Pengendalian Manajemen
Sistem pengendalian manajemen harus didukung dengan struktur pengendalian yang baik . Struktur
organisasi

termanifestasi

dalam

bentuk

pusat

pertanggungjawaban

(responsibility

centers).

Pusaat

pertanggungjawaban adalah unit organisasi yang dipimpin oleh manajer yang bertangungjawab terhadap
aktivitas pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya. Suatu organisasi merupakan kumpulan dari suatu
pusat pertanggungjawaban. Tujuan dibuatnya pusat pertanggungjawaban tersebut adalah:
1. Sebagai basis perencanaan, pengendalian dan penilaian kinerja manajer dan unit organisai yang
dipimpinnya
2. Untuk meudahklan mencapai tujuan organisasi
3. Memfasilitasi terbentuknya goal congruence
4. Mendelegasikan wewenang dan tugas ke unit-unit yang memiliki kompetensi sehingga mengurangi beban
tugas manajer pusat
5. Mendorong kreativitas dan daya inovasi bawahan

6. Sebagai alat untuk melaksanakan strategi organisasi secara efektif dan efisien
7. Sebagai alat pengendali anggaran
Tugas manajer pusat pertanggungjawaban adalah untuk menciptakan hubungan yang optimal antara
suberdaya input yang digunakan dan output yang dihasilkan dikaitkan sdentgan target kinerja. Input diukur
dengan jumlah sumberdaya yang digunakan sedangkan output diukur dengan jumlah produk atau output
yang dihasilkan.
Pusat-Pusat Pertanggungjawaban
Pada dasarnya terdapat 4 pusat pertanggungjawaban yaitu :
Pusat biaya (expense center)
Pusat biaya adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya dinilai berdasarkan biaya yang
telah dikeluarkan. Suatu unit organisasi disebut sebagai pusat biaya apabila ukuran kinerja dinilai
berdasarkan biaya yang telah digunakan (bulan nilai output yang dihasilkan). Pusat biaya banyak dijumpai
pada sektor publik karena output yang dihasilkan seringkali ada akan tetapi tidak dapat diukur atau hanya
dapat diukur secara fisik tidak dalam nilai rupiahnya. Contoh pusat biaya adalah dep. produksi, Dinas Sosial
dan DPU
Pusat pendapatan (revenue center)
Pusat

pendapatan

adalah

pusat

petanggungjawaban

yang

prestasi

manjernya

dinilai

berdasarkan

pendapatan yang dihasilkan. Contahnya Dinas Pendapatan Daerah dan dep. pemanasaran
Pusat laba ( profit center)
Pusat laba adalah pusat pertanggungjawaban yang menandingkan input (expenses) dan output ( revenue)
dalam satuan moneter. Kinerja manajernya dinilai berdasarkan laba yang dihasilkan. Contah : BUMD dan
BUMN, obyek pariwisata milik PEMDA, bandara dan pelabuhan.
Pusat incestasi (investment center)
Pusat investasi adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya dinilai berdasarkan laba yang
dihasilkan dikaitkan dengan investasi yang ditanamkan pada pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya.
Contah : Dep Riset dan Pengembangan dan Balitbang
Suatu organisasi besar seperti pemerintah daerah dapat dianggap sebagai suatu pusat pertanggungjawaban.
Pusat pertanggungjawaban yang besar tersebut dapat dipeca-pecah lagi menjadi pusat pertanggungjawaban
yang lebih kecil hingga pada level pelayanan atau program, misalnya dinas-dinas atau subdinas-subdinas.
Pusat pertanggungjawan tersebut selanjutnya menjadi dasar untuk perencanaan dan pengendalain anggaran
serta penilaian kinerja pada unit ybs. Manajer pusat pertanggungjawaban sebagai budget holder memiliki
tanggung jawab untuk melaksanakan anggaran. Pusat pertanggung jawaban memperoleh sumberdaya input
berupa tenaga kerja, material dsbnya yang dengan input tsb diharapkan dapat menghasilkan output dalam
bentuk barang atau pelayanan pada kualitas dan kuantitas tertentu. Anggaran mencerminkan nilai rupiah
dari input yang dialokasikan ke pusat-pusat pertanggungjawaban dan output yang diharapkan atau level
aktivitas yang dihasilkan. Pengendalian anggran meliputi pengukuran terhadap output dan belanja riil yang
dilakukan dibandingkan dengan anggaran. Adanya perbedaan antara hasil yang dicapai dan jumlah anggaran
kemudaian dianalisis untuk diketahui penyebabnya dan dicari siapa yang bertanggungjawab atas terjadinya
perbedaan tersebut, sehiungga dapat segera dilakukan tindakan korektif. Tindakan tsb biasa dilakukan pada

perusahaan-perusahaan swasta. Pada organisasi publik, mekanisme tsb perlu dilakukan sebagai salah satu
cara pengendalian anggaran.
Idealnya, struktur pusat pertanggungjawaban sebagai alat pengendalian anggaran sejalan dengan program
atau struktur aktivitas organisasi. Dengan kata lain tiap-tiap pusat pertanggungjawaban bertugas untuk
melaksanakan program atau aktivitas tertentu dan penggabungan proram-program dari tiap-tiap pusat
pertanggungjawaban tsb seharusnya mendukung program pusat pertanggungjawaban pada level yang leih
tinggi, sehingga pada akhirnya tujuan umum organisasi dapat tercapai.
Setiap jenis pusat pertanggungjawaban membutuhkan data mengenai berlanja (pengeluaran) yang telah
dilakukan dan output yang dihasilkan selama masa anggaran. Laporan kinerja disiapkan dan dikirim ke setiap
level manajemen untuk dievaluasi kinerjanya, yaitu dibandingkan antara hasil yang telah dicapai dengan
anggaran. Jika sistem pengendalian anggaran berjalan dengan baik maka informasi yang dikirimkan kepada
manajer harus relevan dan tepat waktu. Informasi yang relevan harus up to date (terbaru) dan biaya yang
dikendalikan secara langsung (controllable) dengan biaya-biaya yang tidak dikendalikan (uncontrollable) oleh
manajer pusat pertanggungjawaban.
Pusat pertanggungjawaban berfunmgsi sebagai pengemban budget holder, maka proses penyiapan dan
pengendalian anggaran harus menjadi fokus perhatian manajer pusat pertanggungjawaban. Keberadaan
depatemen anggaran dan komite anggaran pada pusat pertanggungjawaban sangat perlu untuk membentu
terciptanya anggaran yang efektif.
Informasi yang terkait dengan sistem pengendalian anggaran biasanya banyak diketahui oleh bagian
departemen anggaran. Depatemen anggaran memiliki fungsi sebagai berikut :
1. Menetapkan prosedur dan formulir untuk persiapan anggran
2. Mengkoordinasi dan membuat asumsi sebagai dasar anggaran (misal: asumsi tingkat inflasi, nilai tukar,
harga migas)
3. Membantu mengkomunikasdikan anggaran ke seluruh bagian dalam organisasi
4. Menganalisis anggaran yang diajukan dan membuat rekomendasi kepada budgeter dan manajer pusat
pertanggungjawaban
5. Menganalisis kinerja anggaran yang dilaporkan, menginterprestasikan hasil dan menyiapkan ikhtisar
laporan untuk manajer pusat pertanggungjawaban
6. Menyiapkan revisi anggaran jika diperlukan.
Komite anggran biasanya teddiri dari para pimpinan puncak seperti kepala depatemen, kepala dinas, kepala
biro dsb. Komite anggaran ujuga memiliki peran yang vital. Komite anggran bertugas menuyusun anggran
untuk tiap-tiap unitoperasi. Depaemen anggran dan komite anggran merupakan perangkat yanmg berad
pada pusat pertanggungjawaban., Karenanya pusat pertanggungjawaban merupakan alat yang sangat vital
untuk pelaksanaan dan pengendalian anggaran selain itu juga merupakan basis pengukuran kinerja yaitu
membendingkan apa yang telah dicapai oleh pusat pertanggungjawaban dibandingkan dengan anggaran
yang telah ditetapkan.
C. Proses Pengendalian Manajemen Sektor Publik
Proses pengendalian manajemen pada organisasi sektor publik dapat dilakukan dengan cara komunikasi
formal dan informal. Saluran komunikasi formal terdiri dari aktivitas formal dalam organisasi yang terdiri dari :

(1) perumusan strategi (2) perencanaan strategi (3) penganggran (4) opersional (5) evaluasi kinerja. Saluran
informasi informal dapat dilakukan dengan komunikasi langsung yaitu pertemuan informal, diskusi dll.
Sistem pengendalian manajemen suatu organisasi dirancang untuk mempengaruhi orang-orang di dalam
organisasi tersebut agar berperilaku sesuai dengan tujuan organisasi. Prengendalian organisasi dapat berupa
aturan dan prosedur birokrasi atau melalui sistem pengendalian dan manajemen informasi yang dirancang
secara formal.
Dalam suatu organisasi setiap individu pasti mempunyai tujuan person. Untuk menyingkapi ini perlu adanya
jembatan yang mampu menghantarkan organisasi mencapai tujuannya, yaitu tercapainya keselarasan antara
tujuan individu dan tuuan oraganisasi.Dalam hal ini hendaknya pengendalian manajemen dapat digunakan
sebagai jembatan untuk mewujudkan goal congruence yaitu keselaran antara tujuan individu dan tujuan
organisasi.
Faktir yang mempengaruhi goal congrunce dapat dikategorikan dalam 2 kelompok yaitu faktor pengendalian
formal dan informal. Faktor pengendalian formal misalnya : sistem pengendalian manajemen dan sistem
aturan. Sedangkan faktor informal terdiri dari ekstrenal dan internal. Yang bersifat eksternal contohnya etos
kerja dan loyalitas karyawan ( dalam pemerintahan kita kenal sebagi abdi negara dan abdi masyarakat),
sedangkan yang bersifat internal : kulktur organisasi, gaya manajemen dan gaya komunikasi.
Perumusan Strategi (strategy formulation)
Perumusan strategi merupakan proses pehnentuan visis, misi, tujuan, sasran, target,arah dan kebijakan serta
strategi organisasi. Perumusan strategi merupakan tugas dan tanggungjawab manajemen puncak. Dalam
organisasi pemerintahan perumusan strategi dilakukan oleh dewan legislatif yang hasilnya berupa GBHN
yang akhirnya merupakan acuan bagi eksektutif dalam berindak.
Hasil perumusan strategi bersifat permanen dan jangka panjang bisa berjangka 4,5, 10 bahkan 20 tahun.
Perubahan visi, misi dan tujuan oragnisasi sangat jarang dilakukuan oleh organisasi baik itu pemerintahan
atau swasta. Yang berubah hanyalah strategi untuk mewujudkan visi, misi dan tujuan yang telah ditetapkan.
Pertimbangan untuk revisi strategi biasanya kalau muncul perubahan lingkunan yang berupa ancaman atau
peluang baru. Perubahan lingkungan dalam organisasi sektor publik sanat mungkin karena karena organisasi
sektor publik dipengaruhi oleh faktor politik, ekoomi, sosial dan budaya. Ketidakstabilan ekonomi dan politik
yang terjadi secara terus menerus dapat mendorong pemerintah untuk sewaktu-waktu mengeluarkan
kebijakan dan strategi baru. Ancaman dan peluang baru dapat muncul setiap saat. Karenanya perumusan
strategi bersifat tidak sistematis dan tidak harus kaku.
Strategi organisasi ditetapkan untuk memberikan kemudahan dalam mencapai tujuan organisasi. Salah satu
metode penentuan strategi adalah dengan menggunakan analisis SWOT. Analsisi ini dikembangkan dengan
menganalisis faktor internal yang menjadi kekuatan dan kelemahan dalam suatu organisasi dan faktor
eksternal yang merupakan ancaman dan peluang. Berdasarkan analisis SWOT oganisasi dapat menentukan
startegi terbaik untuk mencapai tujuan organisasi. Strategi perusahaann dapat berubah atau mengalami
revisi jika terdapat lingkungan yang berubah yang dipengaruhi adanya ancaman dan kesempatan, misalnya
adanya inovasi teknologi baru, peraturan pemerintah baru atau perubahan lingkungan politik dan ekonomi
lokal dan global.
Gambar: Proses Perumusan Strategi

Proses perumusan pada organisasi sektor publik banyak dipengaruhi perkembangan disektor swasta. Sama
halnya dengan sektor swasta tahap awal dari manajemen strategi adalah perencnaan. Perencanaan dimulai
dari perumusan strategi. Menurut Olsen dan Eadi (1982) proses perumusan strategi terdiri dari 5 komponen
dasar yaitu :
1. Pernyataan misi dan tujuan umum organisasi yang dirumuskan oleh manajemen eksekutif organisasi dan
memberikan rerangka pengembangan strategi serta target yang akan dicapai
2. Analisis atau scanning lingkungan, terdiri dari pengidentifikasian dan pengukuran faktor-faktor eksternal
yang sedang dan akan terjadi dan kondisi yang harus dipertimangkan pada saat merumuskan strategi
organisasi
3. Profil internal dan audit sumber daya, yang mengidentifikasi dan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan
organisasi dalam hal berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan strategik
4. Perumusan, evaluasi dan pemilihan strategi
5. Implementasi dan pengendalian rencana strategik.
Model Perumusan Strategi pada Organisasi Sektor Publik

Sumber : Bryson JM (1995)


Menurut Bryson Jm model 8 langkah untuk memfasilitasi proses perumusan strategi yaitu:
1. Memulai dan menyetujui proses perencanaan strategi
2. Identifikasi apa yang menjadi mandat organisasi
3. Klarifikasi misi dan nilai-nilai organisasi
4. Menilai lingkungan eksternal
5. Menilai lingkungan internal
6. Identifikasi isu strategi yang sedang dihadapi organisasi
7. Perumusan strategi untuk me- manage isu-isu
8. Menetapkan visi organisasi untuk masa ke depan.
Perencanaan Strategi (strategic planning)
Sistem pengendalian manajemen diawali dari perencanaan strategik. Perencanaan strategik adalah proses
pemantauan program-program, aktivitas atau proyek yang akan dilaksdankan suatu organisasidan penentuan
jumlah alokasi sumber daya yang akan dibutuhkan
Perbedaan dengan perumusan strategi adalah bahwa perumusan strategi merupakan proses untuk
menentukan

strategi,

sedangkan

perencanaan

strategik

adalah

proses

menentukan

bagaimana

mengimplementasikan strategi tersebut. Hasil perencanaan strategik berupa rencana-rencana strategik.


Dalam proses perumusan strategi , manajemen memutuskan visi,misi dan tujuan oganisasi. Perencanaan
strategik merupakan proses menurunkan strategi dalam bentuk program-program.

Proses Perencanaan Strategik

Gambar Sistem Manajemen Strategik pada Pemerintah Daerah

Perencanaan strategik merupakan proses yang sistematis yang memilikiu prosedru dan skedul yang jelas.
Organisasi yang tidak memiliki atau tidak melakukan perencanaan strategik akan mengalaami masalah
da;lam penganggaran, misalnya terjadinya beban kerja anggaran yang terlalu berat, alokasi sumberdaya
yang tidak tepat sasaran dab dilakukannya pilihan startyegi yang salah. Orientasi dilakukannya manajemen
strategik pada organisasi manajemen organisasi publik menuntut adanya strategic vision, strategic thinking,
strategic leadership dan strategic organization.
Manfaat Perencanaan Strategik
Sebagai sarana untuk memfasilitasi terciptanya anggaran yang efektif
Sebagai sarana untuk memfokuskan manajer pada pelaksanaan strategi yang telah ditetapkan
Sebagai sarana untuk memfasilitasi dilakukannya alokasi sumber daya yang optimal
Sebagai rerangka pelaksanaan tindakan jangka pendek
Sebagai sarana manajemen untuk memahami strategi organisasi secara lebih jelas

Sebagai alat untuk memperkecil rentang alternatif strategi


Tujuan utama perencanaan strategik adalah untuk meningkatkan komunikasi antara manajer puncak dengan
manajer dibawahnya, sehingga memungkinkan terjadi persetujuan antara manajer puncak dengan manajer
level dibawahnya mengenai strategi terbaik untuk mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan, yang
nantinya akan mendorong goal congruence.
Mengubah perencanaan Strategik Menjadi Tindakan Nyata
Perencanaan strategi dapat digunakan untuk membantu mengantisipasi dan memberikan arah perubahan,
tetapi perubahan belum dapat berjalan dengan mulus meskipun sudah ada perencanaan strategik.
Perencanaan strategik bukan merupakan hasil akhir, tapi masih perlu ditranslasikan dalam bentuk tindakantindakan konkrit. Untuk itu harus didukung oleh :
Struktur pendukung, baik secra manajerial maupun secara politik
Proses dan praktek implementasi di lapangan
Kultur organisasi
Struktur organisasi hendaknya dapat mendukung pelaksanaan strategi. Desain sistem pengendalian
manajemen harus didukung oleh struktur organisasi yang sesuai. Visi, misi, tujuan dan strategi yang telah
ditetapkan secara biak dapat gagal bila struktur organisasi tiudak mendukung strategi, karenanya perlu
adanya restrukturisasi dan reorganisasi agar selaras dengan startegi dan sistem pengendalian manajemen.
Restrukturisasi dapat didasarkan pada prinsip
1. Perubahan strktur organisasi hendaknya dapat meningktakan kapasitas untuk mencapai strategi yang
efektif
2. Pimpinan eksekutif bertanggung jawab untuk melaksanakan strategi dan arahan kebijakan hingga level
bawah. Visi, misi dan tujuan organisasi harus selalu dikomunikasiokan kepada seluruh anggota organisasi
3. Dewan bertanggung jawab secara kolektif untuk merencanakan strategi, kebijakan dan otorisasi alokasi
sumber daya dan menilai kinerja manajemen.
Proses dan praktik di lapangan terkait dengan prosedur dan sistem pengendalian. Prencanaan strategik tidak
akan efektif jika prosedur dan sistem pengendalian tidak sesuai dengan strategi. Arus ada kejelasan
wewenang dan tanggung jawab, pendelegasian wewenang dan tugas. Selain itu harus didukung oleh regulasi
keuangan, pengendalian personel dan manajemen kompensasi yang jelas dan fair.
Kultur organisasi terkait dengan lingkungan kerja dan kesediaan anggota untuk melakukan perubahan.
Perencanaan srtategik harus didukung adanya budaya organisasi yang kuat, dan harus didukung oleh
perubahan perilaku dan sikap anggota organisasi untuk melaksanakan program-program secara efektif dan
efisien. Program akan gagal bila personel di lapangan bertindak tidak sesuai dengan arah dan strategi
organisasi.
Penganggaran
Tahap penganggaran dalam proses pengendalian manajemen sektor publik merupakan tahap yang pang
dominan, karena memiliki karakteristik yang agak berbeda dengan penganggraan pada sektor swasta.
Perbedaan tersebut terletak pada pengaruh politik dalam proses penganggaran.
Pengukuran Kinerja

Penilaian kinerja merupakan bagian akhir dari proses pengendalian manajemen yang dapat digunakan
sebagai alat penegndalian. Pengendalian manajemen melalui sistem penilaian kinerja dapat dilakukan
dengana menciptakan mekanisme reward dan punishment. Sistem pemberian penghargaan dan hukuman
dapat digunakan sebagai pendorong untuk pencapaian suatu strategi. Sistem reward dan punishment harus
didukung oleh manajemen kompensasi yang memadai. Manajemen kompensasi merupakan mekanisme
penting untuk mendorong motivasi manajer untuk mencapai tujuan organisasi. Intensif positif pada manajer
disebut sebagai reward dan intensif negatinya disebut sebagai punishment. Peran peting adanya
penghargaan dalam suatu organisasi akan mendorong tercapainya tujuan oragnisasi dan untuk menciptakan
kepuasan setiap individu.
Pemberian reward dapat berupa financial atau non financial, yang bersifat financial misalnya kenaikan gaji,
bonus dan pemberian tunjangan, sedangkan non financial dapat berupa promosi jabatan, penambahan
tanggung jawab, otonomi yang lebih besar, penempatan kerja di lokasi yang lebih baik dan pengakuan.
Mekanisme pemberian sanksi dan hukuman pada kondisi tetentu diperlukan, tetapi orientasi penilaian harus
selalu pada pemberian penghargaan.

TUJUAN DAN STRATEGI


TUJUAN DAN STRATEGI
Tujuan digunakan untuk menyatakan rumusan yang luas dan tidak terbatas waktu
tentang apa yang ingin dicapai organisasi.
Sasaran digunakan untuk menyatakan rumusan hasil akhir yang lebih spesifik,
pencapaian yang harus terwujud dalam batas waktu tertentu.
Tujuan mendahului strategi dalam proses perencanaan strategik
Sasaran digunakan dalam proses pengendalian manajemen untuk melaksanakan
strategi.
Pada mulanya, ketika organisasi dibentuk, proses perencanaan strategik digunakan
untuk memilih tujuan dan strategi. Kemudian, ini digunakan untuk memilih kebijakan
dan program-program tindakan umum dan bila diperlukan untuk merumuskan kembali
tujuan dan menyelesaikan strategi.
Contoh Kasus
Mc Donald menentukan sasaran membuka sejumlah X tokofastfood tahun depan.
Perusahaan menetapan mencapaian volume penjualan sebesar Y juta dollar dalam 5
tahun dari sekarang.

Jika sasaran dirumuskan sepert tadi secara periodik, maka Sistem Pengendalian
Manajemen dapat mengukur tingkat pencapaiannya
Strategi.
Strategi menggambarkan arah bisnis yang mengikuti lingkungan yang dipilih dan
merupakan pedoman untuk mengalokasikan sumberdaya dan usaha organisasi
(Tzunsu, Hannibal, Clausewitz))
Strategi manajemen adalah suatu proes yang dirancang secara sistematis oleh
manajemen untuk merumuskan strategi, menjalankan, dan mengevaluasi strategi
dalam rangka menyediakan nilai-nilai yang terbaik bagi seluruh pelanggan untuk
mewujudkan visi organisasi (Hariadi).
Strategi adalah jalan untuk mencapai tujuan tertentu atau untuk mencapai target
keuangan dan posisi strategis
Empat frasa penting strategi manajemen
1.

Suatu proses yang terdiri atas beberapa langkah terencana yang melibatkan manajemen dalam
organisasi mulai pimpinan tertinggi sampai karyawan terbawah.

2. Proses digunakan untuk merumuskan visi dan misi, menetapkan tujuan strategi dan memilih stategi yg
cocok untuk mencapai tujuan jangka pendek maupun jangka panjang.
3. Proses digunakan sebagai landasan untuk menjalankan strategi demi menyediakan customer
value terbaik.
4. Pelaksanaan strategi harus selalu dievaluasi untuk menilai apakah hasil yg dicapai sesuai dengan
rencana dan perkembangan terbaru.

Tingkatan Strategi
1.

Strategi Korporasi, menggambarkan arah keseluruhan perusahaan secara umum terhadap pertumbuhan
dan pengelolaan bermacam-macam unit bisnis maupun variasi produk yang dihasilkan perusahaan.

2. Strategi unit bisnis, diarahkan kepada pengelolaan kegiatan dan operasi suatu bisnis tertentu

3. Strategi Fungsional, strategi dalam kerangka fungsi-fungsi manajemen (terdiri atas Researct &
Development, keuangan, produksi, dan lain-lain) yang dapat mendukung strategi level unit bisnis

Variabel-variabel kunci
Variabel kunci dalam hal ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu eksternal dan
internal.
Variabel kunci internal pada dasarnya merupakan titik-titik resiko dalam keseluruhan
sistem dan suatu organisasi tempat kegiatan-kegiatan dapat lepas kendali atau
menyimpang dari rencana manajemen.
Adappun variabel kunci eksternal adalah faktor-faktor yang sebagian besar diluar
kendali

langsung

organisasi.

Terhadap

variabel-variabel

ini

seperti,

elastisitas

permintaan terhadap harga produk atau laju perkembangan teknologi suatu produk
atau

proses,

organisasi

harus

lebih

berusaha

menyesuaikan

diri

daripada

mengubahnya.
Banyak cara yang digunakan oleh organisasi agar keberadaanya tetap unggul. Walaupun
secara teori ada yang menyebutkan siklus hidup suatu organisasi, namun salah satu hal
yang dijadikan prinsip oleh usahawan adalah going concern atau keberlanjutan. Artinya
organisasi selalu terus berupaya agar keberadaanya tidak mengalami penurunan, namun
selalu memperbaharui agar dapat hidup terus. Untuk dapat hidup terus tentunya
organisasi harus dapat bersaing dengan organisasi lain baik yang sejenis ataupun tidak
sehingga tidak ditinggal oleh customer. Langkah strategis yang diambil diantaranya
harus

memiliki

efektifitas

dan

keunggulan

dalam

organisasi

mereka

sehingga

keberadaanya menjadi lebih kuat dan kokoh.


Paradigma

baru

pengembangan

dalam
dunia

ilmu

secara

manajemen
alamiah

dan

mengakui
hal

itu

kesadaran

yang

yang

mendasari

meliputi

pentingnya

transformasi organisasi (Heaton dan Harung 1999, 157). Menurutnya ada tujuh sifat yang
mendasari kesadaran organisasi; efficiency on a par with nature's principle of least
action, spontaneous and frictionless coordination, creative inspiration akin to artistic
genius, doing well by doing good: prosperity and social value, harmony with the natural
environment, spontaneous change in an evolutionary direction, and leadership which

promotes full human development. Hal tersebut dapat dianalogikan back to the nature
dari suatu organisasi tentunya setelah mengalami proses akal, mental/ emosional dan
spiritual (Agustian 2002). Sehingga wajar sekali jika organisasi dapat memiliki nilai-nilai
tiga tingkat kesadaran tersebut akan dapat tetap unggul. Tiga tingkat kesadaran manusia
tersebutmenurut Bastaman 1995 yang dikutip Triyuwono 2003, 3 adalah suatu yang
penting untuk dapat dipahami dan dipraktekan sehingga tujuan keberhasilan secara
alamiah yaitu manusia dan organisasi akan tercapai dan langgeng tidak hanya secara
material namun juga secara non material (bahagia, tentram, aman).
Menurut Bollinger dan Smith 2001, 8 managing organizational knowledge as a strategic
asset adalah

penting

sekali

guna

memelihara

keberlanjutan

dari competitve

advantage. Jadi mangaturorganizational knowledge ternyata memiliki aspek yang kritis


dalam sebuah organisasi dalam kaitannya menjadi organisasi yang unggul dan tetap
memelihara keunggulannya.
Organizational knowledge salah satu aspeknya yang erat kaitannya adalah organizations
intellectual capital (Robinson dan Kleiner 1996, 36) yang dapat juga sebagai konsep
kepemilikan

intelektual,

seperti

halnya patents dan licencies yang

tentunya

sangat

berharga dan besar kontribusinya untuk keunggulan organisasi.


Dengan modal intelektual organisasi maka segala permasalahan dapat diharapkan
segera diselesaikan dengan baik dan cepat, apalagi di era globalisasi ini yang menuntut
serba cepat dan efesien dari sisi biaya sebagai pertimbangan utamanya. Oleh karena itu,
dalam organisasi aspek komunikasi jelas mengandung biaya apalagi yang menggunakan
sistem sentralisasi. Intranet adalah salah satu jalan keluar untuk dapat mengurangi
dampak biaya komunikasi organisasi dan juga lebih efisient (Yen dan Chou 2001, 80).
Sesuai dengan modal intelektual organisasi yang diharapkan dapat ada dan selalu
ditingkatkan dalam sebuah organisasi maka hal yang sangat perlu dilakukan oleh
organisasi

itu

sendiri

adalah

pembelajaran

organisasi.

Melalui

individu-individu

dan group dalam suatu organisasi sangat penting untuk belajar agar dapat berdampak
kepada lingkungan organisasi. Sehingga organisasi akhirnya juga harus belajar, baik
dengan lerning
knwoledge yang

by

doing,

ataupun

ujung-ujungnya

advantage organisasi (Englihardt

dan

eksperimen,

kesemuannya

organisasi
Simmons

2002,

demi transfer

of

memiliki competitive
39).

Dalam

perusahaan

manufaktur,

pembelajaran

organisasi

dengan

mengunakan management

by

processmenunjukkan solusi yang inovatif dari organisasi dan menunjukkan indikator


performance yang secara sistematis sesuai dengan proses yang mendasarinya bagi
setiap industri manufaktur (Toni dan Tonchia 1996, 235). Pembelajaran organisasi
merupakan suatu yang alamiah yang kadang organisasi moderen labih cenderung seperti
mesin sehingga melupakan proses alamiah ini (Cavaleri dan Fearon 2000, 251). Sebagai
hasil penelitiannya ternyata pembelajaran organisasi memberikan keuntungan bagi
organisasi karena ada potensial sinergi dan manajemen proyek dapat lebih terintegrasi
secara bersama. Guna mencapai learning organization menurut Bettersby 1999, 58 maka
langkah berikutnya yang dapat dilakukan oleh organisasi, khususnya kepada anggota
atau karnyawan adalah dengan melakukanContinuing Profesional Education (CPE).
Dengan melaksanakan CPE ini maka akan dapat terjadi emancipatory and transformative
imperative terhadap learning organization.

Sistem pengendalian manajemen


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Setiap organisasi ataupun perusahaan memiliki tujuan yang harus dicapai untuk
mencapai tujuan organisasi atau perusaahn tersebut diperlukan perencankan serta
pengendallian manajemen untuk memberikan jaminan dilaksanakannya tujuan tersebut
secara efektif dan efesien sehingga tujuan organisasi dapat dicapai. Dengan tercapainya
suatu tujuan, manajemen organisasi dapat mengukur bagaimana kinerja selama proses
hingga tujuan itu dapat tercapai dan dapat menilai apakah manajemen itu sudah bekerja
dengan baik. Pengendalian manajemen meliputi beberapa aspek diantaranya yaitu
perencanaan, koordinasi antar bagian dalam organisasi, komunikasi, pengambilan
keputusan, memotivasi orang-orang dalam organisasi agar sesuai dengan tujuan
organisasi dan setelah itu dilakukan pengendalian.
Sistem
pengendalian
manajemen
berfokus
pada
bagaimana
tujuan
perancanngannya serta bagaimana strategi organisasi secara efektif dan efesien dapat
tercapai. Sistem pengendalian manajemen ini pada hakikatnya harus di dukung dengan
perangkat lain berupa struktur organisasi yang sesuai dengan tipe pengendalian
manajemen yang digunakan, manajemen sumber daya manusia, serta lingkungan yang
mendukung.
Sistem pengendalian manajemen diawali dari perencanaan startegik, perencanaan
strategik adalah proses penentuan program-program, aktivitas, atau proyek yang akan

dilaksanakan oleh suatu organisasi dan penentuan jumlah alokasi sumber daya yang
akan dibutuhkan. Perbedaan dengan perumusan strategi adalah perumusan strategi
merupakan proses untuk menentukan strategi, sedangkan perencanaan strategic berupa
rencana-rencana strategi. Dalam proses perumusan strategi, manajemen memutuskan
visi, misi, dan tujuan organisasi serta strategi untuk mencapai tujuan organisasi.
Perencanaan strategi untuk mencapai tujuan organisasi. Perencanaan strategi merupakan
proses menurunkan strategi dalam program-program.
Lazimnya hakikat sistem pengendalian manajemen ini terpaku pada proses
pengendalian yang sesungguhnya. Mendalami mengenai apa yang telah dibahas diatas,
untuk itu kami akan menjelaskan secara terperinci mengenai hakikat sistem
pengendalian manajemen.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian hakikat system pengendalian manajemen ?
2. Apa tujuan perancangan system pengendalian manajemen ?
3. Apa saja batas-batas pengendalian manajemen ?
4. Apa yang menjadi keterbatasan dalam system pengendalian manajemen ?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui apa pengertian hakikat system pengendalian manajemen
2. Untuk mengetahui apa tujuan dari perancangan system pengendalian manajemen\
3. Untuk mengetahui apa saja yang menjadi batasan-batasan dalam pengendalian
manajemen
4. Untuk mengetahui apa yang menjadi sebab keterbatasan salam system pengendalian
manajemen

BAB II
PEMABAHASAN

2.1 Konsep Dasar


A. Pengertian Hakikat
Hakikat (Haqiqat) adalah kata benda yang berarti kebenaran atau yang benar-benar
ada. Kata ini berasal dari kata pokok hak (al-Haq), yang berarti milik (kepunyaan) atau
benar (kebenaran). kata Haq, secara khusus oleh orang-orang sufi sering digunakan
sebagai istilah untuk Allah, sebagai pokok (sumber) dari segala kebenaran, sedangkan
yang berlawanan dengan itu semuanya disebut batil (yang tidak benar). Dalam ilmu
tasawuf, hakikat merupakan salah satu bagian (tingkat) dari empat tingkatan ilmu:
syariat, tarekat, makrifat dan bakikat. Syariat, sebagai ilmu yang paling awal,
mempelajari tentang amal ibadat dan muamalat secara lahir. Tarekat, sebagai ilmu
kedua, mempelajari tentang latihan-latihan rohani dan jasmani yang dilakukan
sekelompok umat Islam (para sufi) menurut ajaran-ajaran tertentu, yang tujuan pokoknya
adalah untuk mempertebal iman dalam hati para pengikutnya, sehingga tidak ada lagi
yang lebih indah dan dicintai selain daripada Allah.[1]
B.

Pengertian Sistem
Suatu sistem sangatlah dibutuhkan dalam suatu perusahaan atau instansi
pemerintahan , karena sistem sangatlah menunjang terhadap kinerja perusahaan atau
instansi pemerintah, baik yang berskala kecil maupun besar. Supaya dapat berjalan
dengan baik diperlukan kerjasama diantara unsur-unsur yang terkait dalam sistem
tersebut.
Ada berbagai pendapat yang mendefinisikan pengertian sistem, seperti dibawah ini : Sistem adalah
suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk
melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu. (Jogiyanto,2005.1).

Sistem adalah suatu kegiatan yang telah ditentukan caranya dan biasanya dilakukan berulang-ulang.
Dalam konteks SPM, menurut Suadi (1995) maka sistem adalah sekelompok komponen yang masing-masing
saling menunjang-saling berhubungan maupun yang tidak- yang keseluruhannya merupakan sebuah kesatuan.
C.

Pengertian Pengendalian
Pengendalian adalah proses mengarahkan sekumpulan variabel untuk mencapai tujuan atau sasaran
yang telah ditetapkan sebelumnya. Menurut Hansen dan Mowen (1995) pengendalian adalah proses penetapan
standar, dengan menerima umpan balik berupa kinerja sesungguhnya, dan mengambil tindakan yang diperlukan
jika kinerja sesungguhnya berbeda secara signifikan dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya.

D. Pengertian Manajemen
Manajemen adalah seni mencapai tujuan melalui tangan orang lain. Pengertian manajemen yang lain
adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian pekerjaan anggota
organisasi, serta pengendalian sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan bekerja bersama.
E.

Sistem Pengendalian Manajemen


Pengendalian manajemen adalah proses untuk memotivasi dan memberikan semangat orang-orang yang
melaksanakan kegiatan-kegiatan demi mencapai tujuan organisasi. Sedangkan sistem pengendalian
manajemen adalah suatu proses dan struktur yang tertata secara sistematik yang digunakan manajemen dalam
pengendalian manajemen Menurut Marciariello dan Kirby (1994) SPM sebagai perangkat struktur komunikasi
yang saling berhubungan yang memudahkan pemrosesan informasi dengan maksud membantu manajer
mengkoordinasikan bagian-bagian yang ada dan pencapaian tujuan organisasi secara terus menerus.

Manajemen Menurut Suadi Sistem pengendalian manajemen adalah: sebuah


sistem yang terdiri dari beberapa sub sistem yang saling berkaitan, yaitu: pemrograman,
penganggaran,
akuntansi,
pelaporan,
dan
pertanggungjawaban
untuk
membantu manajemen mempengaruhi orang lain dalam sebuah perusahaan, agar mau
mencapai tujuan perusahaan melalui strategi tertentu secara efektif dan efisien."
Menurut Anthony dan Reece sistem pengendalian manajemen adalah :nfluence
members of the organization to implement the organization. yang kurang lebih memiliki
arti bahwa sistem pengendalian manajemen memiliki fungsi pengendalian terhadap
aktivitas-aktivitas dalam suatu organisasi yang diupayakan agar sesuai dengan strategi
badan usaha untuk mencapai tujuannya.
Kegiatan pengendalian dapat diklasifikasikan dalam dua jenis yaitu, pengendalian
manajemen (management control) dan pengendalian operasional (operational control).
Pengendalian manajemen mengarah pada pengendalian kegiatan secara menyeluruh
demi mendapatkan keyakinan bahwa strategi perusahaan telah dijalankan secara efektif
dan efisien. Sedangkan pengendalian operasional hanya menyangkut tugas-tugas
tertentu telah dilaksanakan secara efektif dan efisien.
Dalam kaitannya dengan fungsi manajemen, pengendalian manajemen merupakan
penerapan semua fungsi manajemen, Dikatakan demikian, karena dalam pelaksanaan
pengendalian manajemen meliputi kegiatan perencanaan operasional perusahaan,

pengorganisasian kegiatan, koordinasi kegiatan, pengendalian kegiatan dan pembinaan


pelaksana kegiatan, Konsep sistem pengendalian manajemen juga diartikan sebagai
manajemen secara keseluruhan. Sistem pengendalian manajemen adalah sistem yang
menyeluruh ke semua aspek kegiatan perusahaan.
Dalam proses pengendalian manajemen terdapat beberapa bagian kegiatan yaitu
penyusunan program, penyusunan anggaran, pelaksanaan dan pengukuran kegiatan,
serta pelaporan dan analisis kegiatan. Sedangkan dalam struktur perusahaan terdapat
beberapa hal yaitu: struktur organisasi, aliran informasi, pusat pertanggungjawaban dan
pelimpahan wewenang, serta tolok ukur prestasi danmotivasi.
Menurut Suadi (1999:10) konsep sistem pengendalian manajemen terkandung
pengertian proses pengendalian, dan straktur pengendalian sebagai sistem pengendalian
manajemen secara keseluruhan. Struktur diartikan sebagai suatu kerangka sistem yang
terdiri dari bagian-bagian yang membentuk sistem itu sendiri. Sedangkan proses di
dalam konsep sistem pengendalian manajemen adalah untuk menjelaskan bagaimana
bekerjanya masing-masing bagian di dalam sistem tersebut dalam pencapaian tujuannya,
dan untuk memastikan bahwa hasil-hasil yang dicapai telah sesuai dengan rencana.
Salah satu elemen struktur pengendalian manajemen seperti yang telah
dikemukakan itu adalah pusat pertanggung jawaban. Pusat pertanggung jawaban
merupakan suatu unit organisasi yang dipimpin oleh seorang manajer yang bertanggung
jawab. Suatu pusat pertanggungjawaban dapat dipandang sebagai suatu sistem yang
mengolah masukan menjadi keluaran.
Sistem pengendalian manajemen terdiri dari Struktur pengendalian manajemen
dan proses pengendalian manaj emen. Struktur pengendalian manajemen dinyatakan
dalam bentuk unit organisasi dan sifat informasi yang ada diantara unit-unit ini. Secara
umum sistem pengendalian manajemen akan berpusat pada bermacam-macam jenis
pusat
pertanggungjawaban.
Sedangkan
proses
pengendalian
manajemen
meliputi hubungan komunikasi informal dan interaksi antara manajer dengan karyawan.
F.

Hakekat Pengendalian Manajemen


Organisasi terdiri dari manajer & karyawan harus dimotivasi dan dituntun agar melakukan apa yg
diinginkan pimpinanya dan harus dikoreksi jika menyimpang dari arah pencapaian tujuan organisasi. Dasar dari
semua proses pengendalian adalah pemikiran untuk mengarahkan suatu variabel, atau sekumpulan variabel,
guna mencapai tujuan tertentu. Variabel dapat berupa manusia, mesin, organisasi.
Dalam organisasi, manusia merupakan variabel yang harus diarahkan, dituntun, dan dimotivasi.
Ada 4 alat minimal dalam sistem pengendalian

1. Observer, detektor, atau sensor


2. evaluator, asesor, selector
3. direktor, modifier, efektor

4. jaringan komunikas
Elemen-elemen Sistem Pengendalian

Perangkat
Kendali

Perusahaan
Yang Sedang
Dikendalikan

1. Pelacak (detector), informasi mengenai apa yang sedang terjadi.


2. Penilai (assessor), perbandingan informasi tersebut dengan keadaan yang diinginkan.
3. Effector, melakukan koreksi terhadap perbedaan signifikan antara keadaan aktual

dengan keadaan yang diinginkan.


4. Jaringan

Komunikasi,
perangkat
detektor assessor efector.

yang

meneruskan

informasi

dari

2.2 Tujuan Perancangan Sistem Pengendalian Manajemen

a. Diperolehnya keterandalan dan integritas informasi


Di era globalisasi ini, sistem informasi menjadi begitu penting bagi organisasi dalam
rangka mensikapi perubahan yang serba cepat atas perubahan kondisi dan lingkungan
yang ada dan meningkatnya kecanggihan sarana teknologi informasi. Umumnya, sistem
informasi dibagi ke dalam 2 (dua) aspek, yakni:
1) informasi akuntansi finansial yang menghasilkan laporan keuangan organisasi dan
berbagai laporan lainnya seperti penggunaan anggaran atau budget.
2) Sistem informasi kegiatan yang menghimpun informasi terkait dengan berbagai aspek
kegiatan yang menghasilkan laporan tingkat keberhasilan kinerja. Tujuan dari
pengendalian manajemen adalah untuk mempertahankan keterandalan dan integritas
sistem informasi yang penting dalam pengambilan keputusan.
b. Kepatuhan pada kebijakan, rencana, prosedur, peraturan dan ketentuan yang berlaku.
Kepatuhan pada kebijakan, rencana, prosedur, peraturan dan ketentuan yang
berlaku dapat dicapai melalui sistem pengendalian manajemen. Kegagalan ketaatan pada
kebijakan dan ketentuan yang berlaku dapat membahayakan usaha koordinasi yang
dirancang dalam suatu sistem pengendalian.
c. Melindungi aset organisasi

Pada umumnya pengendalian dirancang dan diimplementasikan untuk melindungi


aset organisasi. Contoh pengendalian tersebut adalah dikuncinya pintu gudang
penyimpanan barang, direkrutnya satpam, digunakannya password komputer,
dibangunnya pagar, ditempatkannya aset berharga pada tempat yang tidak mudah
diakses orang yang tidak berhak/berwenang.
d.

Pencapaian kegiatan yang ekonomis dan efisien


Realita bahwa sumber daya bersifat terbatas mendorong organisasi menerapkan
prinsip ekonomis dan efisiensi. Prinsip yang diterapkan bagi manajemen organisasi
adalah memperoleh keluaran atau hasil yang maksimal dengan pengeluaran tertentu
atau mencapai hasil tertentu dengan biaya yang minimal. Standar operasi seharusnya
memberikan kriteria pengukuran untuk menilai tingkat keekonomisan dan efisiensi.
Dalam dunia bisnis, kriteria penilaian kehematan dan efisiensi tercermin dalam laporan
keuangannya. Namun demikian, bagi organisasi nirlaba, termasuk organisasi pemerintah,
kriteria penilaian dituangkan dalam bentuk indikator keberhasilan kinerja.
2.3 Batas-Batas pengendalian Manajemen
Sistem yang terdapat dalam suatu organisasi atau perusahaan bisa dibedakan
menjadi
tiga
jenis,
yaitu
:Formulasi
Strategi
(Strategy
Formulation), PengendalianManajemen(Management Control) dan Pengendalian Tugas
(TaskControl).
Diantara ketiga sistem di atas, Formulasi Strategi merupakan sistem yang paling
kurang sistematis dan Pengendalian Tugas merupakan sistem yang paling sistematis.
Pengendalian manajemen berada di antara ke dua sistem tersebut. Formulasi strategi
memfokuskan kepada program jangka panjang dan Pengendalian Tugas memfokuskan
kepada kegiatan-kegiatan jangka pendek. Pengendalian manajemen mempuyai fokus
terhadap keduanya.
Formulasi Strategi menggunakan perkiraan kasar dari apa yang akan terjadi di masa
depan sementara Pengendalian Tugas menggunakan data terkini yang akurat.
Pengendalian Manajemen menggunakan kombinasi dari kedua data tersebut.
Ketiga sistem di atas masing-masing mempunyai kegiatan perencanaan
(planning) sertapengendalian (kontrol). Proses perencanaan mempunyai peran yang
sangat penting dalam formulasi strategi, sementara pengendalian mempunyai peran
yang lebih penting pada pengendalian tugas. Pada pengendalian manajemen,
perencanaan dan pengendalian mempunyai tingkat kepentingan yang sama.
Pengendalian manajemen berada di tengah-tengah antara formulasi strategi dan
pengendalian tugas. Pengendalian manajemen merupakan proses yang mana para
manajer mempengaruhi anggota organisasi lain untuk mengimplementasikan strategi
organisasi.
Aspek pengendalian manajemen :

a.

Kegiatan pengendalian manajemen


Kegiatannya
meliputi
merencanakan,
menkoordinasi,
mengomunikasikan,
mengevaluasi, memutuskan dan mempengaruhi. Pengendalian manajemen melibatkan
situasi masa depan sehingga jika seorang manajer rencana yang lebih baik maka dapat
melakukan dengan cara tersebut, dan tidak menggunakan rencana awalanya.
b.

Keselarasan tujuan

Keselarasan tujuan memungkinkan menggunakan tujuan seorang anggota untuk


mencapai tujuan organisasi asalkan tujuan anggota tersebut konsisten dengan tujuan
organisasi tersebut.
c.

Perangkat penerapan strategi

Penegdalian
manajemen
merupakan
perangkat
menajer
dalam
mengimplementasikan strategi yang diinginkan. Pengendalian tersebut denga struktur
organisasi yang memisahkan peranan, hubungan pelaporan dan tanggung jawab.
d.

Tekanan finansial dan nonfinansial

Sistem pengendalian manajemen mengukur kinerja finansial yang fokus pada


hasil- hasil moneter dst dan non finansial yang meliputi mutu produk, pangsa pasar,
kepuasan pelanggan dan semangat kerja karyawan.
e. Bantuan dalam mengembangkan strategi baru
Informasi yang bersifat nonfinansial dapat memberikan dasar pengambilan strategi
baru yang disebut pengendalian interaktif. Pengendalian ini mengundang perhatian
manajemen pada pengembangan baik negatif maupun positif dalam pengembangan
strategi baru.
Perumusan Strategi
Formulasi strategi merupakan proses memutuskan tujuan organisasi dan strategi
untuk mencapai tujuan. Tujuan itu tidak memiliki jangka waktu dimana tujuan tersebut
akan tetap ada sampai tujuan tersebut diubah. Strategi menetapkan secara umum arah
tujuan pergerakan organisasi yang diinginkan oleh manajemen senior. Strategi baru
dapat muncul karena ancaman sebagai tindakan dalam menghadapi ancaman atau
memanfaatkan kesempatan yang ada. Gagasan dapat muncul dari siapa saja, jadi
tanggungjaawab lengkap dalam formulasi strategi seharusnya tidak pernah dibebankan
kepada seseorang atau satu unit saja.
Pengendalian Tugas
Adalah proses untuk memastikan bahwa tugas yang spesifik dilaksanakan secara
efektif dan efisien. Pengendalian tugas berorientasi pada transaksihal tersebut
melibatkan kinerja dari tugas individu sesuai dengan aturan yang ditetapkan dalam

proses pengendalian manajemen. Banyak kegiatan pengendalian tugas yang bersifat


ilmiah yaitu keputusan optimal atau tindakan yang tepat perlu diambil untuk membawa
kondisi di luar kendali kembali kondisi yang diinginkan dapat diprediksikan dalam batasan
yang dapat diterima. Sebagian besar informasi dalam sebuah organisasi merupakan
informasi pengendalian tugas, contohnya: jumlah pesanan barang oleh pelanggan, berat
bahan baku, dan jumlah unit komponen yang digunakan untuk menghasilkan produk,
dsb. Aktivitas tertentu yang telah dilakukan oelh manajer sekarang diotomatisasikan dan
telah menjadi aktivitas pengendalian tugas. Pergeseran ini dari pengendalian manajemen
menjadi pengendalian tugas ini membebaskan waktu manajer untuk kegiatan
manajemen lainnya tanpa menghapuskan posisi manajer tersebut.
Perbedaan antara pengendalian tugas dan pengendalian manajemen :
Banyak sistem pengendalian tugas bersifat ilmiah, sementara pengendalian
manajemen tidak dapat disederhanakan menjadi suatu ilmu. Dalam pengedalian
manajemen, para manajer berinteraksi dengan manager lainnya dalam pengendalian
tugas, manusia tidak terlbat sama sekali (sebagaimana dalam beberapa proses produksi
yang terotomartisasi) atau interaksinya adalah antara seorang manajer dan non manajer.
Pengendalian manajemen berkaitan dengan aktivitas para manajer yang
didefinisikan secara luas dalam memutuskan apa yang harus dilakukan dalam kendala
strategis secara umum. Pengendalian tugas berhubungan dengan tugas-tugas tertentu,
yang sebagian besar membutuhkan sedikit atau tidak sama sekali pertimbangan untuk
melaksanakannya.
2.4 Keterbatasan Sistem Pengendalian Manajemen
Beberapa keterbatasan yang dapat diidentifikasikan antara lain:

a.

Kurang matangnya suatu pertimbangan


Efektivitas pengendalian seringkali dibatasi oleh adanya keterbatasan manusia
dalam pengambilan keputusan. Suatu keputusan diambil oleh manajemen umumnya
didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan yang ada pada saat itu, antara lain
informasi yang tersedia, keterbatasan waktu, dan beberapa variabel lain baik internal
maupun eksternal (lingkungan). Dalam kenyataannya, sering dijumpai bahwa beberapa
keputusan yang diambil secara demikian memberikan hasil yang kurang efektif
dibandingkan dengan apa yang diharapkan. Keterbatasan ini merupakan keterbatasan
alamiah yang dihadapi oleh manajemen.

b.

Kegagalan menterjemahkan perintah


Pengendalian telah didisain dengan sebaik-baiknya, namun kegagalan dapat
terjadi yang disebabkan adanya pegawai (staf) yang salah menterjemahkan perintah dari
pimpinan. Kesalahan dalam menterjemahkan suatu perintah dapat disebabkan dari
ketidaktahuan atau kecerobohan pegawai yang bersangkutan. Terjadinya kegagalan

dapat lebih diperparah apabila kegagalan menterjemahkan perintah dilakukan oleh


seorang pimpinan.
c.

Pengabaian manajemen
Suatu pengendalian manajemen dapat berjalan efektif apabila semua pihak atau
unsur dalam organisasi mulai dari tingkat tertinggi hingga terendah melaksanakan tugas
dan fungsinya sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya. Meskipun suatu
organisasi memiliki pengendalian manajemen yang memadai sekalipun, pengendalian
tersebut tidak akan dapat mencapai tujuannya jika staf atau bahkan seorang pimpinan
mengabaikan pengendalian. Istilah pengabaian manajemen ditujukan pada tindakan
manajemen yang mengabaikan pengendalian dengan tujuan untuk kepentingan pribadi
atau untuk meningkatkan penyajian kondisi laporan kegiatan dan kinerja organisasi yang
bersangkutan.

d.

Adanya Kolusi
Kolusi adalah salah satu ancaman dari pengendalian yang efektif. Pemisahan
fungsi telah dilakukan namun jika manusianya melakukan suatu persekongkolan untuk
kepentingan pribadi atau kepentingan tertentu selain organisasi, maka pengendalian
yang sebaik apapun tidak akan dapat mendeteksi atau mencegah terjadinya suatu
tindakan yang merugikan organisasi.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1.

2.

a.
b.

sistem pengendalian manajemen adalah suatu proses dan struktur yang tertata secara
sistematik yang digunakan manajemen dalam pengendalian manajemen sebagai
perangkat struktur komunikasi yang saling berhubungan yang memudahkan pemrosesan
informasi dengan maksud membantu manajer mengkoordinasikan bagian-bagian yang
ada dan pencapaian tujuan organisasi secara terus menerus.
Tujuan Perancangan Sistem Pengendalian Manajemen

keterandalan dan integritas informasi supaya lebih mudah dalam mendapatkan


informasi.
Kepatuhan pada kebijakan, rencana, prosedur, peraturan dan ketentuan yang berlaku.

c.

Melindungi aset organisasi agar dampaknya


perusahaan yang mempunyai asset tersebut.

d.

Harus merancang dan mengendalikan dengan baik supaya mendapatkan pencapaian


kegiatan yang ekonomis dan efisien.

3.

Batas-batas pengendalian manajemen

a.

Kegiatan pengendalian manajemen

b.

Keselarasan tujuan

c.

Perangkat penerapan strategi

d.

Tekanan finansial dan nonfinansial

e.

Bantuan dalam mengembangkan strategi baru

4.

Keterbatasan Sistem Pengendalian Manajemen

tidak

merugikan

organisasi

atau

a.

Kurang matangnya suatu pertimbangan sehingga hasil yang didapat tidak maksimal

b.

Kegagalan menterjemahkan perintah (intruksi)

c.

Pengabaian manajemen atau tidak menjalankan pengendalian

d.

Adanya kolusi atau ancaman dari pengendalian yang efektif.

3.2 Saran
Membahas mengenai Faktor Hakikat system pengendalian manajemen memamg
tidak akan cukup apabila hanya melalui makalah ini karena pembahasan ini akan meluas
apabila ditambah dengan kajian materi atau -kasus yang saat ini sudah meluas di telinga
masyarakat pada umumnya. Semakin kita dalami ilmu tersebut maka semakin banyaklah
pengetahuan mengenai pembahasan ini.
Untuk membahas setiap bab nya pun tentu sungguh panjang lebar. Akan
tetapi, kami hanya bisa membagikan sedikit pengetahuan kami mengenaisistem
pengendalian manajemen.
Namun kami berharap, walaupun pembahasan ini hanya beberapa lembar halaman
saja,
semoga
bahasan
ini
menjadi
suatu
yang
bermanfaat kami sebagai
pemakalah menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari kata
sempurna, untuk itu diperlukan kritik dan saran.

DAFTAR PUSTAKA

Anthony, Robert N dan Govindarajan, Vijay, 2005, Manajement Control


System,Salemba Empat, Jakarta.
Halim,Abdul dkk.2003.Sistem Pengendalian Manajemen Edisi Revisi.

Yogyakarta: UPP

AMP YKPN
Siswanto, Pengantar Manajemen, Bumi Aksara: Manajemen,

Sumber Lain :
https://www.google.com/search?q=pengertian+pengendalian&ie=utf-8&oe=utf8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a&channel=sb
http://riskymahira.blogspot.com/2013/04/hakikat-sistem-pengendalian-manajemen.; html
Keterangan : Diunduh tanggal 14 Februari 2015