Anda di halaman 1dari 3

PENGUKURAN TEKANAN DARAH

SO
P

No. Dokumen

: 440/SOP.RPU.004/418.48.3.80/2016

No. Revisi

: 00

Tanggal Terbit : 2 Mei 2016


Halaman

:1/3

UPTD
PUSKESMAS
SEMEN

1. Pengertian

Rini Hidayat
NIP. 19760628
201101 2 006

Pengukuran tekanan darah adalah tindakan melakukan pengukuran darah


dengan menggunakan sphygmomanometer.

2. Tujuan

Mengukur tekanan darah

3. Kebijakan

SK Kepala UPTD Puskesmas Semen No : 800/SK.A.I.001/418.48.3.80/2016


tentang Pedoman Pelayanan Ruangan Pemeriksaan Umum

4. Referensi
5. Alat dan

KMK No. 02.02/MENKES/514/2015 tentang panduan klinis bagi dokter di


fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama
1. Alat : - sphygmomanometer
- Stetoskop

bahan

6. Prosedur

- Kursi atau meja periksa


2. Bahan : 1. Perawat menjelaskan kepada pasien tindakan yang akan dilakukan
2. Perawat mempersilahkan pasien dalam posisi pemeriksaan duduk atau
berbaring
3. Perawat melakukan palpasi pada arteri brakhialis untuk memastikan
terabanya denyut
4. Perawat memposisikan lengan pasien sehingga arteri brakhialis sejajar
dengan jantung. Apabila pasien dengan posisi duduk maka letakkan
lengan pada meja sedikit diatas pinggul
5. Perawat memasang manset dengan kencang dan lembut pada lengan
atas. Batas bawah manset berada pada 2,5 cm diatas fossa antecubiti,
dan balon manset harus berada di tengah arteri brakialis
6. Perawat menempatkan membran stetoskop pada arteri brachialis
7. Perawat mengembangkan manset
8. Perawat mengempiskan secara perlahan dengan kecepatan 2-3 mmHg
per detik
9. Bunyi pertama yang terdengar adalah tekanan sistolik
10. Perawat mengempiskan manset hingga nol
11. Titik dimana bunyi terdengar menghilang merupakan tekanan diastolik
Pasien
12. Prosedur selesai dan perawat mencatat hasil pada lyst pasien

1/3

7. Bagan Alir

Jelaskan kepada pasien tindakan yang


akan dilakukan

persilahkan pasien dalam posisi


pemeriksaan duduk atau berbaring

lakukan palpasi pada arteri brakhialis untuk


memastikan terabanya denyut

posisikan lengan pasien sehingga arteri brakhialis sejajar dengan


jantung. Apabila pasien dengan posisi duduk maka letakkan lengan
pada meja sedikit diatas pinggul

pasang manset dengan kencang dan lembut pada lengan atas.


Batas bawah manset berada pada 2,5 cm diatas fossa antecubiti,
dan balon manset harus berada di tengah arteri brakialis

tempatkan membran stetoskop pada arteri brachialis

kembangkan manset

kempiskan secara perlahan dengan kecepatan 2-3 mmHg per detik

Bunyi pertama yang terdengar adalah tekanan sistolik

kempiskan manset hingga nol

Titik dimana bunyi terdengar menghilang merupakan


tekanan diastolik

Prosedur selesai dan perawat mencatat hasil pada lyst


pasien

8. Hal-hal

yang perlu
2/3

diperhatikan
9. Unit terkait

Ruangan Pemeriksaan Umum

10. Dokumen

- Lyst pasien

terkait
11. Rekaman
Historis
Perubahan

No

Yang diubah

Isi Perubahan

Tanggal mulai
diberlakukan

3/3