Anda di halaman 1dari 7

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
A. TINJAUAN PUSTAKA
1. Kegiatan rekreasi
Kegiatan rekreasi bagi orang dewasa pasca terkena bencana yaitu dengan
senam otak (brain gym). Senam otak dilakukan agar otak kembali fresh
sehingga dapat berkerja dengan lebih baik.
Brain gym adalah program pelatihan otak yang dikembangkan oleh Paul E.
Dennison dan Gail E. Dennison sejak tahun 1970. Program ini awalnya
dirancang untuk mengatasi gangguan belajar pada anak-anak dan orang dewasa.
Dasar pemikiran brain gym adalah belajar merupakan kegiatan alami dan
menyenangkan dan terus terjadi sepanjang hidup seseorang, kesulitan belajar
adalah ketidakmampuan mengatasi stres dan keraguan dalam menghadapi suatu
tugas baru dan kita semua mengalami kesulitan belajar selama kita telah
belajar untuk tidak bergerak.
Menurut Mangungsong (dalam Masykur, 2006: 8) brain gym bermanfaat
menjadikan otak bekerja lebih efisien sehingga, otak akan membutuhkan lebih
sedikit energi ketika bekerja. Ini juga akan membuat otak bekerja lebih ringan
dan tidak mudah mengalami kelelahan. Jadi, brain gym adalah suatu usaha
alternatif alami yang sehat untuk menghadapi ketegangan dan tantangan pada
diri sendiri dan orang lain (Dennison, 200: 3).
Berikut 5 dasar gerakan senam otak yang dapat dipraktekkan setiap saat :

1. Dua tangan didepan dada


Tempelkan ujung 5 jari kanan dengan ujung 5 jari kiri (kedua telapak
tangan dijauhkan/tidak menempel), mulailah dengan memutar kedepan
bersamaan-jempol kanan dan jempol kiri seperti halnya gerakan mengayuh
sepeda, setelah itu putar ke arah sebaliknya. Lanjutkan dengan putaran
pada jari-jari lain secara berurutan, lakukan semakin cepat.

2. Dua tangan di depan dada


Tangan kiri telapak membuka (jari-jari keatas), tangan kanan membentuk
pistol (ibu jari keatas dan jari tunjuk menunjuk kearah telapak tangan kiri).
Lakukan gerakan jari tunjuk di sentuhkan ke telapak tangan kiri, lalu
dilanjutkan dengan pergantian tangan kiri sebagai pistol dan tangan kanan
sebagai target tembak, sentuhkan ujung telunjuk kiri tersebut ke telapak
kanan, begitu seterusnya usahakan semakin cepat.

3. Telapak tangan kanan diatas kepala, telapak tangan kiri menempel di perut
Gerakkan telapak kanan menepuk-tepuk rambut / naik turun, bersamaan
dengan itu gerakkan telapak tangan kiri berputar-putar dengan tetap
menempel pada perut. Setelah beberapa saat dan rubahlah menjadi
sebaliknya, telapak kiri yang menepuk-nepuk rambut dan telapak kanan
yang berputar di perut.pergantian tugas kedua tangan tersebut supaya
berjalan dengan tepat dan usahakan semakin cepat gerakannya.

4. Duduk dengan kedua tangan masing-masing di atas paha

Tangan kanan mengepal lalu gerakkan naik turun memukul-mukul pada


paha kanan. Tangan kiri telapak menghadap bawah, gerakkan maju
mundur diatas paha kiri. Gerakan kedua tangan harus bersamaan, setelah
berapa saat, sekarang rubah gerakan tersebut menjadi sebaliknya, dimana
tangan kiri yang memukul-mukul dan tangan kanan yang maju mundur.
Memang sulit saat pertama mencoba perpindahan gerakan sehingga
menjadi amburadul, namun seiring beberapa kali latihan maka pergantian
tugas kedua tangan tersebut akhirnya dapat berjalan dengan tepat dan
semakin cepat.

5. Kedua tangan di depan dada


Masing-masing jari telunjuk menunjuk ke depan, lakukan gerakan tangan
kanan berputar membentuk lingkaran, dan tangan kiri berputar membentuk
Kotak. Setelah beberapa saat, lanjutkan pergantian tugas, tangan kiri yang
berputar lingkaran dan tangan kanan yang berputar secara kotak.
2. Konsep
3. Konsep Dasar Senam Otak
Konsep dasar dari senam otak adalah
a. Belajar merupakan kegiatan alami yang menyenangkan dan terus
terjadi sepanjang hidup seseorang
b. Kesulitan belajar adalah ketidakmampuan mengatasi stres dan
keraguan dalam menghadapi suatu tugas baru
c. Kita semua mengalami kesulitan belajar selama kita telah belajar
untuk tidak bergerak

BAB III
METODE PELAKSANAAN
1. RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN
a. Nama Kegiatan
: Senam Otak
b. Sasaran
: Orang dewasa pasca terkena bencana
c. Metode
: 1) Ceramah
2) Demontrasi dan Simulasi
3) Tanya jawab
d. Media
: 1) Leaflet
2) Laptop
3) Power point
4) Video simulasi
5) Musik klasik (sesuai dengan selera orang
dewasa)
e. Rencana Pelaksanaan
Hari/tanggal : Minggu, 29 Mei 2016
Waktu
: pukul 09.00 WIB
Durasi
: 30 menit
Tempat: Balai desa
2. PENGORGANISASIAN
Penyaji
:
Handika Kiswantoro
Anandya Dewi L.Y.
Anky Triwulan Sari
Aulia Zahrani
Hesti Kusumastuty
Juro Haeni
Karina Setiawan
Sinta Nurkhalisa
Zumrotul Aulia
3. SETTING TEMPAT
Keterangan

P
P
W

: Penyaji
W

: Warga

4. STRATEGI PELAKSANAAN
No

Kegiatan Penyaji

Kegiatan Warga

Waktu

1.

Pembukaan :

Memberi salam kepada warga.


Memperkenalkan diri dan

5 menit

membuka acara.

Menjelaskan kontrak waktu dan

dan memperkenalkan diri ke

tujuan pertemuan.

Mengkaji pengetahuan warga


mengenai senam otak dan cara

melakukannya.
Menyebutkan materi yang akan

diberikan.
Menanyakan permasalahan yang

Pelaksanaan :
Menjelaskan pengertian senam

otak.
Menjelaskan tujuan dari senam

otak.
Menjelaskan manfaat senam

otak.
Menjelaskan tentang persyaratan

senam otak
Menjelaskan tata cara senam
otak dan mempraktekkannya.

Penyaji.
Menyepakati bersama kontrak
waktu dan memperhatikan

Penyaji.
Mengungkapkan pendapat
sepengetahuan warga.

Menyimak materi Penyaji dengan

baik.
Mengungkapkan pendapat yang

dirasakan saat ini.


2.

Menjawab salam Penyaji.


Mendengarkan, memperhatikan,

dirasakan warga.
20

Mendengarkan dan

memperhatikan secara seksama.


Mendengarkan dan

memperhatikan secara seksama.


Mendengarkan dan

memperhatikan secara seksama.


Mendengarkan dan
memperhatikan secara seksama.

Melihat, mendengarkan, dan


memperhatikan teknik senam

Memberi kesempatan warga

untuk melakukan senam otak.


Memberikan kesempatan warga
untuk bertanya.

warga.
Mempraktekkan senam otak.

Mengungkapkan pendapat kepada


Penyaji.

menit

3.

Penutup :

Menanyakan perasaan yang

dirasakan setelah mengikuti

senam otak.
Memberikan pertanyaan kepada

warga.
Memberikan support mental

Mengungkapkan perasaan yang


dirasakan.

Menjawab pertanyaan Penyaji.

Mendengarkan dengan antusias


dan senang hati.

untuk tetap semangat dan tidak

cemas menghadapi persalinan.


Menyimpulkan bersama warga.

Memberi salam.

Memperhatikan kesimpulan

Penyaji.
Menjawab salam.

5. URAIAN TUGAS
Penyaji :
a. Mengkoordinasi persiapan, pelaksanaan, dan penutupan kegiatan.
b. Memandu acara pelaksanaan pendidikan kesehatan dan praktek
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.

senam otak.
Menjelaskan tujuan penyuluhan.
Membuat kontrak waktu.
Memberikan penyuluhan kepada warga.
Mempraktekkan senam otak.
Menjawab pertanyaan warga.
Memfasilitasi peserta untuk berperan aktif selama penyuluhan.
Menutup acara.
Membuat laporan hasil penyuluhan yang dilaksanakan.

6. KRITERIA HASIL
a. Evaluasi struktur.

Warga bersedia meluangkan waktu untuk mendengarkan penyuluhan

dan praktek senam otak.


Alat dan media sesuai dengan perencanaan.

b. Evaluasi proses.

Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang direncanakan.


Peserta penyuluhan tidak meninggalkan tempat saat kegiatan
berlangsung.

me

Peserta berperan aktif selama jalannya diskusi dan mengajukan


pertanyaan.

c. Evaluasi hasil.
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan dan praktek senam otak
diharapkan 80% warga mampu :

Menjawab pertanyaan Penyaji.


Melakukan senam otak dengan baik dan benar.
Mengatur pola nafas dengan baik sehingga nafas tampak teratur dan

tidak tersengal-sengal lagi.


Badan dan pikiran peserta menjadi lebih segar, perasaan menjadi
senang, dan perasaan sedih warga pasca terkena bencana dapat

berkurang.
Mampu mengatasi stres dan keraguan dalam menghadapi suatu tugas

baru.
Mampu menata pikiran dan beraktivitas dengan normal seperti
semula.