Anda di halaman 1dari 19

PRAKTIKUM FISIKA LISTRIK

PERCOBAAN L1 RANGKAIAN LISTRIK SEDERHANA


I.

TUJUAN
1. Mempelajari hukum Ohm dan Kirchoff pada rangkaian listrik sederhana.
2. Mampu merangkai rangkaian listrik sederhana
3. Mampu mengukur tegangan dan arus setiap komponen pada rangkaian listrik
4. Memahami hubungan seri dan paralel resistor
5. Memahami hubungan seri dan paralel sumber tegangan

II. ALAT-ALAT
1.

Baterai ukuran D (2 buah)

2.

Sakelar SPST

3.

Lampu 2,5 V, 0,5 V

4.

Multimeter digital (2 buah)

5.

Dudukan lampu

6.

Jepit buaya bersoket ( 2 buah)

7.

Dudukan baterai (2 buah)

8.

Kabel penghubung (9 buah)

9.

Resistor 50 5W (2 buah)

10. Resistor 100 5W (2 buah)


11. Resistor 500 5W
III. TEORI
Rangkaian listrik adalah hubungan antara elemen-elemen listrik seperti resistor, kapasitor,
sumber tegangan, sumber arus, dioda, dll., dimana minimal terdapat satu arus loop yang
mengalir. Berikut contoh gambar rangkaian listrik sederhana.

Susunan komponen-komponen listrik dapat disusun dengan berbagai macam cara, dua cara
hubungan komponen listrik atau rangkaian listrk yang paling dasar adalah seri dan paralel,

seperti dicontohkan pada gambar berikut.

Untuk rangkaian seri, resistansi total (RT) dirumuskan sebagai berikut:


RT=R1+R2+R3

(1)

Sedangkan pada rangkaian resistor paralel, resistansi total (RT) dirumuskan sebagai berikut:
1
1
1
1

Rt R1 R 2 R3

(2)

Dalam setiap rangkaian listrik berlaku hukum Ohm dan hukum Kirchoff.
Hukum OHM
Hukum Ohm menyatakan bahwa: tegangan (v) pada material-material penghantar adalah
berbanding lurus terhadap arus (i) yang mengalir melalui material tersebut. Secara
matematika ditulis sebagai berikut:
V=i .R

(3)

Gambar 3 menunjukkan penerapan Hukum Ohm pada rangkaian sederhana, dimana


konstanta proporsionalitas atau kesebandingan R disebut sebagai resistansi. Suatu resistansi
adalah ohm, yaitu 1 Volt/Ampere, atau yang biasa disingkat menggunakan huruf besar
omega, .
Hukum Korchoff Arus
Hukum ini juga disebut hukum pertama Kirchoff, aturan Kirchoff titik, persimpangan
aturan Kirchoff (atau nodal aturan),dan aturan pertama Kirchoff.
Prinsip ini menyatakan bahwa:

Pada setiap node (persimpangan) dalam sebuah sirkuit listrik, jumlah arus mengalir ke node
sama dengan jumlah arus yang mengalir keluar dari simpul tersebut.
atau
Jumlah aljabar arus dalam jaringan konduktor bertemu di sebuah titik adalah nol.

Dari gambar 4 dapat kita tuliskan persamaan hukum Kirchoff arus pada sebuah node
sebagai berikut:
I1 + I2

= I3 + I4

I1 + I2 - I3 - I4 = 0
I

=0

Hukum Kirchoff Tegangan


Hukum ini juga disebut hukum kedua Kirchoff, loop Kirchoff (atau mesh) aturan, atau
aturan kedua Kirchoff.
Prinsip ini menyatakan bahwa:
Jumlah perbedaan potensial (tegangan) sekitar setiap sirkuit tertutup adalah nol.
Dari gambar 5 dapat kita tuliskan persamaan hukum Kirchoff tegangan pada rangkaian

listrik sederhana tersebut sebagai berikut:


-Vs + V2 + V3 + V4

=0

=0

Untk mengetahui berapa besarnya arus dan tegangan pada suatu komponen listrik dalam
suatu rangkaian listrik digunakan alat ukur yaitu amperemeter dan voltmeter.
Pengukuran Arus
Untuk mengukur arus yang melalui sebuah komponen, misalnya resistor, maka
amperemeter disisipkan ke dalam rangkaian, dihubungkan secara seri dengan komponen
yang akan diukur seperti pada gambar 6.

Pengukuran Tegangan
Untuk mengukur tegangan antara dua titik pada sebuah rangkaian atau komponen, maka
voltmeter dihubungkan secara paralel dengan rangkaian ataukomponen yang diukur
tegangannya seperti pada gambar 7.

IV. TUGAS PENDAHULUAN


1.

Manakah dari rangkaian-rangkaian berikut sesuai dengan definisi rangkaian listrik?


Jelaskan!
Jawab :

Rangkaian yang sesuai dengan definisi rangkaian listrik dimana sebuah rangkaian
listrik harus memiliki minimal sumber tegangan, komponen pasif dan minimal satu
arus loop yang mengalir adalah rangkaian C dan D.
2.

Sebutkan klasifikasi komponen listrik serta berikan contohnya!


a.

Komponen aktif
Komponen yang mempunyai sumber tegangan sendiri. Contohnya transistor,
Dioda, SCR (Silicon Control Rectifier), IC (integrated Sirkuit)

b.

Komponen Pasif
Komponen yang tidak mempunyai sumber tegangan sendiri. Contohnya
Induktor, Kapasitor, resistor.

3.

Bagaimanakah cara melakukan pengukuran arus dan tegangan pada resistor 3 di


rangkaian berikut? Jelaskan dengan menggunakan gambar bagaimana pemasangan
amperemeter dan voltmeternya!

Jawab :
Untuk menghitung arus pada resistor R3 maka pemasangan amperemeter harus

dipasang seri terhadap resistor R3, sedangkan untuk menghitung tegangan, voltmeter
dipasang paralel terhadap R3.

4.

Berapakah resistansi total dari titik A-B pada gambar berikut :

Jawab :
a. Rangkaian a
Rs.a

= R1 + R2
= 50 + 50
= 100

Rs.b

= R4 + R5
= 50 + 50
= 100

1
1
1

Rt1 Rs.a R3
=

1
1

100 100

2
100
=
= 50
100
2

1
1
1

Rt 2 Rs.a R 6

1
1

100 100

2
100
=
= 50
100
2

Rtotal = Rt1 + R7 + Rt2


= 50 + 50 + 50
= 150
b. Rangkaian b
1
1
1
1

Rp R1 R 2 R3
=

1
1
1

150 150 150

3
150
=
= 50
150
3

Rs1

= R4 + R5
= 100 + 100
= 200

Rs1

= R6 + R7
= 100 + 100
= 200

1
1
1

Rp 2 Rs1 Rs 2
=
=

1
1

200 200
2
200
=
= 100
200
2

Rtotal = Rp + Rp2
= 50 + 100
= 150
5.

Hitung nilai V1, V2 dan V3 pada rangkaian berikut:

Rtotal = R1 + R2 + R3
= 10 + 10 + 10
= 30
Itotal =

V
R

20
30

= 0,67 A
I1= I2= I3= Itotal = 0,67 A
V1= Itotal x R1
= 0,67 x 10
= 6,7 Volt
V2= Itotal x R2
= 0,67 x 10
= 6,7 Volt
V2= Itotal x R3
= 0,67 x 10
= 6,7 Volt
V. PROSEDUR PERCOBAAN
A. Rangkaian Resistor Seri dan Paralel
1. Catat keadaan ruang sebelum praktikum
2. Rangkailah rangkaian (a) seperti gambar berikut! Pastikan sakelar dalam keadaan
terbuka!

3. Tutuplah sakelar, kemudian ukur tegangan dan arus di setiap komponen (R1, R2, R3,
dan baterai)! Lakukan pengamatan beruang sebanyak 3 kali serta catatlah pada tabel
pengamatan 1!
4. Lakukan langkah IV.A.2 dan IV.A.3 untuk rangkain seri (b), juga rangkaian paralel (a)
dan (b)!

B. Sumber Tegangan Seri dan Paralel

1. Susunlah rangkaian seperti gambar berikut! Pastikan sakelar dalam keadaan terbuka!
2. Baca tegangan (E) pada rangkaian saat sakelar terbuka!
3. Tutup sakelar kemudian catat tegangan (V)!
4. Catat arus (I) yang mengalir pada rangkaian
5. Lakukan IV.B.2 s.d IV.B.4 sebanyak 3 kali! Catat hasil pengamatan pada table
pengamatan 2!
6. Lakukan langkah IV.B.1 hingga IV.B.5 untuk dengan sumber tegangan yang telah
dirangkai seperti gambar-gambar berikut

C. Hukum Kirchoff Arus (HKA) dan Hukum Kirchoff Tegangan (HKT)


1. Rangkailah rangkaian seperti gambar berikut!
2. Ukurlah arus Is, I1, I2, I3 dan I4 sebanyak 3 kali dengan menggunakan amperemeter!
Sesuaikan polaritas amperemeter dengan arah arus pada gambar
3. Ukurlah tegangan Vs, V1, V2, V3, dan V4 sebanyak 3 kali! Sesuaikan polaritas voltmeter
dengan polaritas tegangan pada gambar!
4. Catat hasil pengamatan pada tabel pengamatan 3!
5. Lakukan angkah IV.C.1 hingga V.C.4 untuk rangkaian pada gambar (b)

(pengukuran

dilakukan hanya untk V3 dan I3 saja)!


6. Catat keadaan ruang setelah percobaan!

Gambar (a)

Gambar (b)
VI. TABEL PENGAMATAN
Tabel Keadaan Ruang
Awal
Temperatur (C)

(2,70 0,05) 10

Tekanan (mmHg)

(7,3950 0.0038) 10

Kelembaban (%)

(6,80 0,05) 10

Tabel Pengamatan 1

Akhir
(2,70 0,05) 10
2

(7,3950 0.0038) 102


(7,00 0,05) 10

Tegangan (volt)

Susunan resistor

Baterai
2.850.00
2.850.00
2.850.00
2.780.00
2.780.00
2.780.00
2.740.00
2.740.00
2.740.00
2.710.00
2.710.00
2.710.00

Resistor seri (a)

Resistor seri (b)

Resistor paralel (a)

Resistor paralel (b)

Susunan resistor
Resistor seri (a)

Resistor seri (b)

Resistor paralel (a)

Resistor paralel (b)

R1
(6.200.00)10-1
(6.200.00)10-1
(6.200.00)10-1
(6.200.00)10-1
(6.200.00)10-1
(6.200.00)10-1
2.110.00
2.110.00
2.110.00
2.40.00
2.40.00
2.40.00

R2
(6.300.00)10-1
(6.300.00)10-1
(6.200.00)10-1
(6.200.00)10-1
(6.200.00)10-1
(6.200.00)10-1
2.220.00
2.230.00
2.230.00
2.430.00
2.430.00
2.430.00

R3
1.250.00
1.280.00
1.250.00
1.280.00
1.260.00
1.270.00
2.160.00
2.180.00
2.170.00
2.420.00
2.420.00
2.420.00

Arus (mA)
Baterai
(1.200.00)101
(1.270.00)101
(1.230.00)101
(1.250.00)101
(1.250.00)101
(1.260.00)101
(6.830.00)101
(6.850.00)101
(6.850.00)101
(7.320.00)101
(7.310.00)101
(7.310.00)101

R1
(1.230.00)101
(1.180.00)101
(1.290.00)101
(1.250.00)101
(1.310.00)101
(1.310.00)101
(4.200.00)101
(4.200.00)101
(4.200.00)101
(4.650.00)101
(4.650.00)101
(4.650.00)101

R2
(1.280.00)101
(1.280.00)101
(1.280.00)101
(1.250.00)101
(1.260.00)101
(1.260.00)101
(2.320.00)101
(2.320.00)101
(2.320.00)101
(2.240.00)101
(2.240.00)101
(2.240.00)101

R3
(1.290.00)101
(1.270.00)101
(1.290.00)101
(1.280.00)101
(1.260.00)101
(1.220.00)101
(4.700.00)101
(4.700.00)101
(4.700.00)101
(4.300.00)101
(4.300.00)101
(4.300.00)101

Tabel Pengamatan 2
Susunan Baterai
1 baterai
Dua baterai seri (a)

Dua baterai seri (b)

Dua baterai paralel (a)

Dua baterai paralel (b)

GGL/E (volt)
1.200.00
1.190.00
1.180.00
2.410.00
2.390.00
2.380.00
(5.000.00) 10-2
(5.000.00) 10-2
(5.000.00) 10-2
1.250.00
1.250.00
1.240.00
(6.700.00) 10-1
(6.700.00) 10-1
(6.600.00) 10-1

V (volt)
(7.900.00) 10-1
(8.500.00) 10-1
(8.800.00) 10-1
1.500.00
1.550.00
1.540.00
(5.000.00) 10-2
(5.000.00) 10-2
(5.000.00) 10-2
1.080.00
1.080.00
1.070.00
(5.900.00) 10-1
(5.800.00) 10-1
(5.800.00) 10-1

I (A)
(2.000.00) 10-1
(2.200.00) 10-1
(2.200.00) 10-1
(3.000.00) 10-1
(3.100.00) 10-1
(3.100.00) 10-1
(2.000.00) 10-6
(2.000.00) 10-6
(2.000.00) 10-6
(2.400.00) 10-1
(2.500.00) 10-1
(2.500.00) 10-1
(1.700.00) 10-1
(1.700.00) 10-1
(1.700.00) 10-1

Tabel Pengamatan 3
Tegangan (volt)

Susunan Resistor
Rangkaian A

Rangkaian B

Susunan
Resistor
Rangkaian A

Rangkaian B

Vs

V1

V2

V3

V4

2.550.00

1.240.00

1.240.00

-1.250.00

-2.420.00

2.550.00

1.240.00

1.240.00

-1.250.00

-2.420.00

2.550.00

1.240.00

1.240.00

-1.250.00

-2.420.00

2.550.00

1.240.00

1.240.00

1.250.00

-2.420.00

2.550.00

1.240.00

1.240.00

1.250.00

-2.420.00

2.550.00

1.240.00

1.240.00

1.250.00

-2.420.00

Arus (A)
Is

I1

I2

I3

I4

(6.810.00)101

(1.210.00)101

(1.240.00)101

(2.460.00)101

(4.410.00)101

(6.760.00)101

(1.210.00)101

(1.240.00)101

(2.460.00)101

(4.410.00)101

(6.760.00)101

(1.210.00)101

(1.240.00)101

(2.430.00)101

(4.400.00)101

(6.810.00)101

(1.210.00)101

(1.240.00)101

(-2.450.00)101

(4.410.00)101

(6.760.00)101

(1.210.00)101

(1.240.00)101

(-2.440.00)101

(4.410.00)101

(6.760.00)101

(1.210.00)101

(1.240.00)101

(-2.430.00)101

(4.400.00)101

VIII. TUGAS AKHIR DAN PERTANYAAN


1. Berapakah resistansi total tiap percobaan berdasarkan hasil percobaan? Bandingkan
hasil tersebut dengan hasil perhitungan berdasarkan nilai resistor yang telah ditetapkan

(dengan toleransi 5%)


Jawab :

Resistansi total rangkaian seri a adalah


Rtotal

= R1 + R2 + R3
= 50,27 + 48,958 + 98,182

= 197.4104
Rtotal berdasarkan nilai resistor yang telah ditetapkan adalah 200

Resistansi total rangkain seri b adalah


Rtotal

= R1 + R2 + R3
= 48,062 + 49,337 + 101,329

= 198.7287
Rtotal berdasarkan nilai resistor yang telah ditetapkan adalah 200

Resistansi total rangkaian paralel a adalah


Rtotal

1
1
1

R1 R 2 R3
1

= 50,2381 95,977 461,7021


= 30.77844
Rtotal berdasarkan nilai resistor yang telah ditetapkan adalah 31,25

Resistansi total rangkaian paralel b adalah


Rtotal

1
1
1

R1 R 2 R3
1

= 51,6129 108,4821 562,7907


= 32.92727
Rtotal berdasarkan nilai resistor yang telah ditetapkan adalah 31,25
2. Pada rangkaian seri. Bagaimana nilai resistansi total dibandingkan R1, R2, dan R3,
apakah selalu lebih besar atau lebih kecil? Bagaimana dengan rangkaian paralel?
Jawab :

Pada rangkaian seri perbandingan nilai Rtotal terhadap nilai R1, R2, R3 adalah
selalu lebih besar Rtotal, hal ini karena arus tidak terbagi hanya melewati satu
rangkaian. Dan juga prinsip dari rangkaian seri sendiri yaitu Rtotal merupakan

penjumlahan dari semua tahanan yang diserikan.


Pada rangkaian paralel perbandingan nilai Rtotal terhadap nilai R1, R2, R3 adalah
selalu lebih kecil Rtotal di banding R1, R2, R3, hal ini karena arus terbagi melewati

beberapa rangkaian, dan juga prinsip dari rangkaian paralel sendiri yaitu Rparalel
tidak akan lebih besar dari tahanan yang diparalelkanya.
3. Tuliskan rumus untuk menghitung resistansi total untuk hambatan-hambatan yang
terhubung seri dan paralel! Bagaimana persamaan tersebut dapat diperoleh? Jelaskan!
Jawab :

Gambar rangkaian paralel

gambar rangkaian seri

Cara menghitung hambatan total rangkaian seri

V = VR1 + VR2 + VR3


I.Rt= (I.R1)+(I.R2)+(I.R3)
I.Rt = I(R1+R2+R3)
Rt = R1 + R2 + R3
Cara menghitung hambatan total rangkaian paralel

I= IR1 + IR2 + IR3


V/Rt = V/R1 + V/R2 + V/R3
1/Rt = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3
4. Bandingkan hasil pengukuran untuk rangkaian seri a terhadap rangkaian seri b, dan
rangkaian paralel a dan rangkaian paralel b! Apakah terdapat perbedaan (dengan
toleransi 5%)? Jelaskan!
Jawab :
Rangkaian seri a = 197.4104
Rangkaian seri b

= 198.7287

Rangkaian paralel a = 30.77844


Rangkaian paralel b = 32.92727
Dari kedua pembanding tersebut, terdapat sellisih yang tidak berbeda jauh. Dalam
artian bahwa masih dibawah toleransi 5%
5. Gambarkan jalannya arus pada rangkaian seri dan paralel a dan b!

Jawab :

Gambar rangkaian seri (a)

Gambar rangkaian seri (b)

Gambar rangkaian paralel (a)

Gambar rangkaian paralel (b)

6. Pada rangkaian seri, berapakah besarnya arus yang melalui setiap komponen? Jelaskan!
Jawab :
Rangkaian

Baterai
0,01233 A

R1
0,01233 A

R2
0,0128 A

R3
0,01283 A

seri a
Rangkaian

0,01253 A

0,0129 A

0,01257 A

0,01253 A

seri b

Pada rangkainn seri, nilai arus pada setiap komponen sama, walaupun ada perbedaan
tetapi hanya sedikit yang bisa diabaikan, karena dalam rangkaian seri, arus yang
mengalir besarnya sama setiap komponen
7. Pada rangkaian paralel, berapa besarnya tegangan setiap komponen?
Jawab :
Rangkaian

Baterai
2,74 V

R1
2,11 V

R2
2,227 V

R3
2,17 V

paralel a
Rangkaian

2, 71 V

2,4 V

2,43 V

2,42 V

paralel b

Pada rangkaian paralel nilai tegangan pada setiap komponen sama, walaupun ada yang
berbeda tetapi hanya sedikit dan bisa diabaikan, karena dalam rangkaian paralel,
tegangan setiap komponen akan sama.
8. Mengapa untuk mengukur arus pada suatu komponen listrik, amperemeter harus

terhubung secara seri terhadap komponen tersebut? Jelaskan!


Jawab :
Karena arus mengalir dalam satu loop dan amperemeter memiliki hambatan yang sangat
kecil, jika dipasang paralel arus akan melewati amperemeter langsung dan tidak bisa
dibaca berapa besarnya arus
9. Mengapa untuk mengukur tegangan suatu komponen listrik, voltmeter harus terhubung
secara paralel terhadap komponen tersebut? Jelaskan!
Jawab :
Karena voltmeter memiliki hambatan yang sangat besar, jika dipasang seri arus tidak
akan bisa lewat dan tegangan tidak diketahui besarnya.
10.

Perubahan apakah yang terjadi dengan mengubah polaritas alat ukur? Jelaskan!
Jawab :
Hasil ouput yang keluar akan berlawanan dengan hasil yang sebelumnya (dari positif
ke negatif atau dari negatif ke positif)

11.

Adakah arus yang mengalir pada susunan baterai seri b dan paralel b? Jelaskan!
Jawab :
Seharusnya tidak ada, karena pada rangkaian baterai seri b dan paralel b dalam dua
baterai tersebut dipasang searah (positif bertemu positif dan negative bertemu
negatif) maka arus yang mengalir saling meniadakan.
Namun dalam percobaan kali ini ternyata ada namun hanya kecil sekali, hal ini
disebabkan karena perbedaan tegangan yang tersimpan pada dua battrai.

12.

Hitung resistansi total dari titik A B pada gambar berikut :


Jawab :

Rangkaian A :
Rtotal 1 =

1
1

R1 R3

Rtotal

1
1

50 100

3
100

100
= 33,33
3

= R2 + Rtotal1
= 50 + 33,33
= 83,33

Rangkaian B
RAB = (100//100)+(50//0)+(100//100)
(100//100) = (100)(100)/(100+100)= 50
(50//0) = 0
RAB = 50+0+50= 100 Ohm
13.

Susunan baterai manakah yang mempunyai hambatan dalam besar? Berikan


penjelasan!
Jawab :
Dua baterai seri a dan dua baterai seri b, hal ini karena jumlah hambatan dalam dari
dua baterai seri a dan seri b adalah jumlah hambatan dalam dua baterai tersebut.

14.

Susunan baterai manakah yang mempunyai hambatan dalam terkecil? Berikan


penjelasannya!
Jawab :
Dua baterai paralel a dan dua baterai paralel b, hal ini karena jumlah hambatan dalam
dari dua baterai paralel a b adalah hambatan paralel dua baterai tersebut.

15.

GGL (E) terbesar dihasilkan oleh susunan baterai yang mana? Jelaskan!
Jawab :
Rangkaian dua baterai seri a yaitu 2,393 V, karena pada rangkaian dua baterai seri a
jumlah GGL (E) merupakan penjumlahan dari dua GGL (E) pada kedua baterai.

16.

Penurunan tegangan terbesar (E-V) terjadi pada susunan baterai yang mana?
Jelaskan! Jawab :
Dua baterai seri (a), karena hambatan dalam di rangkaian tersebut besar,
menyebabkan tegangan berkurang.

17.

Apakah HKA dam HKT tetap berlaku pada saat mengubah polaritas alat ukur?
Jawab :
Berlaku

IX. ANALISIS
Berdasarkan percobaan yang dilakukan, ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan
literatur teori. Pada percobaan rangkaian seri dan paralel, nilai arus yang terbaca pada
rangkaian seri seharusnya sama, tetapi pada kenyataannya tidak, walaupun hanya beda
sedikit. Hal ini dikarenakan pada pemasangan kabel-kabelnya yang longgar sehingga arus
yang terbaca tidak tetap (berganti-ganti). Begitupun juga dengan besarnya tegangan yang
terbaca pada rangkaian paralel. Nilai yang seharusnya sama, pada kenyataannya tidak. Hal
ini juga dikarenakan pada saat merangkai alat, kabelnya tidak tersambung dengan
baik/longgar sehingga tegangan yang terbaca tidak tetap.
Nilai resistansi total pada rangkaian seri a dan b serta rangkaian paralel a dan b
secara berturut-turut adalah 197.4104 , 198.7287 , 30.77844 , 32.92727 . Nilai
literatur untuk rangkaian seri a dan b adalah sebesar 200 , dan untuk rangkaian paralel
adalah sebesar 31,25 . Nilai yang didapat dalam pengukuran memiliki perbedaan yang
masih dalam toleransi 5%. Perbedaan ini disebabkan oleh beberapa hal. Misalnya sumber
tegangan yang dipakai tidak full, artinya sudah terpakai sebelumnya sehingga nilai tegangan
yang masih tersimpan berkurang dan itu mempengaruhi juga terhadap nilai yang didapat
didalam percobaan dan pemasangan kabel longgar sehingga pembacaan tidak tepat
Pada percobaan ketiga, hukum kirchoff arus dan hukum kirchoff tegangan terbukti.
Walaupun polaritas diubah, hal ini tidak akan mengubah hukum kirchoff arus dan hukum
kkirchoff tegangan. Walaupun nilai yang didapat tidak sama dengan nol tetapi mendekati
dan dalam toleransi 5%. Saat polaritas alat ukur dibalik nilai yang terbaca oleh alat ukur
menunjukan nilai yang berlawanan hal ini disebabkan oleh terbaliknya aliran arus yang
memasuki alat ukur tersebut sehingga nilai yang terbaca adalah berlawanan. Hal ini
dikarenakan oleh pembacaan arus dan tegangan yang tidak tepat. Dan sumber tegangan
yang dipakai tidak penuh.
X. KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan L1 dapat disimpulkan sebagai berikut :
Rangkaian Listrik adalah suatu kumpulan komponen atau elemen listrik yang saling
dihubungkan dengan cara-cara tertentu minimal mempunyai satu rangkaian tertutup.

Klasifikasi komponen pada rangkaian listrik dibagi menjadi 2 yaitu, komponen aktif dan
komponen pasif.
Pada Rangkaian seri i1 = i2 = i3 sehingga didapat nilai Rtotal = R1 + R2 + R3
Pada Rangkaian paralel v1 = v2 = v3 Sehingga didapat nilai Rtotal
1/Rt=1/R1 + 1/R2 + 1/R3
Hambatan listrik adalah perbandingan antara tegangan dari suatu komponen elektronik
(misalnya resistor) dengan arus yang melewatinya.
Nilai resistansi total pada rangkaian seri a dan b serta rangkaian paralel a dan b secara
berturut- turut adalah 197.4104 , 198.7287 , 30.77844 , 32.92727
Hukum kirchoff arus adalah banyaknya arus yanng masuk sama dengan jumlah arus yang
keluar
Hukum kirchoff tegangan adalah banyaknya tegangan yang masuk sama dengan jumlah
tegangan yang keluar.
Arus yang mengalir pada sebuah rangkaian alan berbanding lurus dengan tegangan pada
material penghantar.
XI. DAFTAR PUSTAKA
1.

Andar, Soeprapto dan Muhammad Ridwan. 2015. Modul praktikum fisika


dasar I. Institut Teknologi Nasional: Bandung.