Anda di halaman 1dari 6

PEMERINTAH KABUAPTEN KARANGASEM

DINAS KESEHATAN
UPTD KESEHATAN / PUSKESMAS KARANGASEM I
Jln. Raya Perasi Pertima karangasem
Telp. ( 0363 ) 22456
Website : www.puskesmaskarangasem1blgspot.com
Email : puskesmaskarangasem1@gmail.com
KERANGKA ACUAN PROGRAM
KESEHATAN LINGKUNGAN

A. Pendahuluan
Penyehatan lingkungan adalah upaya untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan
pencegahan terhadap penurunan kualitas lingkungan melalui upaya promotif, prefentif,
penyelidikan, pemantauan terhadap tempat-tempat umum, lingkumgan pemukiman,
lingkungan kerja, serta lingkungan lainnya terhadap substansi seperti air, udara, limbah
padat, limbah cair, gas, kebisingan, habitat vektor penyakit, kecelakaan, makanan, minuman
dan bahan berbahaya.
B. Latar Belakang
Kondisi atau keadaan lingkungan merupakan factor penentu utama derajat
kesehatan

masyarakat

dalam

suatu

proses

pengamatan,

pencatatan,

penyuluhan,

pendokumentasian menurut prosedur standar tertentu terhadap satu atau beberapa parameter
sebagai tolak ukur yang dilakukan secara terencana, terjadwal dan terkendali dalam suatu
siklus tertentu yang menekankan kegiatan pada sumber, lingkungan, pemaparan dan dampak
pada manusia
C. Tujuan Umum dan Tujuan Khusus
1. Tujuan Umum
Mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat
2. Tujuan Khusus
a. Menjaga dan memantau kualitas air
b. Menjaga dan memantau kualitas makanan dan minuman
c. Mewujudkan perumahan yang sehat
d. Mewujudkan tempat-tempat umum yang sehat
e. Untuk mewujudkan pemberdayaan masyarakat
f. Untuk mengelola sampah puskesmas
D. Kegiatan Pokok dan Rincian Kegiatan
1. Kegiatan pokok
a. Penyehatan air
b. Pemantauan kualitas makanan dan minuman
c. Penyehatan perumahan

d. Penyehatan tempat-tempat umum


e. STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat)
f. Pengelolaan limbah medis dan non medis Puskesmas
g. Klinik sanitasi
2. Rincian kegiatan
a. Penyehatan air
1) Melaksankan inspeksi sanitasi pada SAB (Sarana Air Bersih) di rumah
masyarakat dengan melakukan koordinasi dengan kepala lingkungan/dusun
kemudian melakukan kunjungan rumah dan melakukan inspeksi menggunakan
blanko sesuai dengan jenis SAB yang diinspeksi.
2) Melaksanakan pengambilan sampel air pada keran rumah dan sumber air yang
digunakan oleh masyarakat dengan melakukan koordinasi dengan kepala
lingkungan/dusun dan laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten. Pengambilan
sampel menggunakan botol yang sudah disiapkan oleh pihak lab kemuan
melakukan pengambilan sampel sesuai dengan prosedur dan mengirim kembali
sampel tersebut ke lab untuk diperiksa secara bakteriologis ataupun kimia.
3) Melaksanakan kaporitisasi pada sumber air yang digunakan oleh masyarakat
dengan melakukan koordinasi dengan pengelola air atau pemilik sarana kemudian
menyiapkan kaporit untuk ditaburkan. kaporitisasi menggunakan kain kasa yang
didalamnya diisi dengan kaporit dan pasir kemudian dimasukkan ke dalam air
dengan mengikatnya dengan tali agar mudah diambil kembali.
b. Pemantauan kualitas makanan dan minuman
1) Melaksanakan grading rumah makan dan restoran, grading dilaksanakan
berdasarkan permintaan pemilik rumah makan/restoran atau saran dari petugas
kesehatan lingkungan dan diseujui oleh pemiliknya. Pelaksanaannya dilaksakan
dengan bekerjasama dengan laboratorium untuk pemeriksaan sampel makanan
dan kesehatan penjamah makanan. Kemudian dilakukan penilaian terhadap rumah
makan/restoran

berdasarkan

formulir

pemeriksaandan

hasil

pemeriksaan

laboratorium. Jenis sampel yang diperiksa berupa sampel makanan/minuman,


usap alat, air bersih, rectal swab. Setelah rumah makan/restoran dianggap
memenuhi syarat berdasarkan penilan maka akan diterbitkan sertifikat grading
dan laik hygiene sanitasi oleh dinas kesehatan kabupaten.
2) Pemeriksaan sampel makanan secara langsung dilaksanakan dengan melakukan
koordinasi

dengan

pemilik/penjual

makanan.

Kemudian

dilaksanakan

pemeeriksaan secara langsung di tempat denganmenggunakan tes kit yang sudah


disediakan dan hasilnya dapat diketahui secara langsung. Dilaksanakan
pembinaan terhadap pemilik/penjual makanan yang didapatkan hasil positif
mengandung bahan berbahaya seperti boraks, formalin, rhodamin B,methanyl
yellow.
c. Penyehatan perumahan
Penyehatan perumahan dilakukan dengan melakukan koordinasi dengan
kepala lingkungan/dusun. Kemudian melakukan kunjungan ke rumah masyarakat dan

melakukan pemriksaan rumah sesuai dengan kartu rumah yang digunakan. Kartu
rumah tersebut diletakkan di masing-masing rumah yang diperiksa dan akan
dipantauan enam kali untuk satu rumah yang dilaksanakan setiap minggu secara
berturut-turut. dilakukan pemberian saran kepada masyarakat apabila terdapat hasil
pemeriksaan yang tidak memenuhi syarat.
d. Penyehatan tempat-tempat umum (TTU)
Penyehatan

TTU

dilakasakan

dengan

melakukan

koordinasi

dengan

pemilik/pengelola TTU. Kemudian dilakukan pemeriksaan terhadap TTU tersebut


dengan menggunakan blanko pemeriksaan sesuai dengan TTU yang diperiksa.
Setelah pemeriksaan dilakukan pembinaan terhadap pemilik/pengelola TTU agar
TTU bisa memenuhi syarat kesehatan.
e. STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat)
1) Pemicuan dilakukan dengan koordiansi dengan kepala lingkungan/dusun.
Menyiapkan administarasi, konsumsi dan peralatan. STBM dilakasanakan dengan
pemicuan kepada masyarakat yang hadir. Diawali dengan melakukan bina suasana
untuk menjalin kegiatanyang lebih santai kemudian dialakukan pemetaan
lingkungan dan menandai tempat masyarakat melakukan BAB. Jika ada yang
melakukan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dilakukan perhitungan jumlah
kotoran yang dihasilkan untuk menimbulkan rasa jijik masyarakat terhadap
perilakunya. Bila hal tersebut dianggap tidak cukup, masyarakat diajak untuk
mengunjungi tempat mereka melakukan BABS sehingga timbul rasa malu pada
prilakunya. Masyarakat diajak untuk menganalisa penularan penyakit bagaimana
dari kotoran sampai bisa termakan oleh manusia. Kemudian dilakukan demo
menggunakan air minum agar masyarakat mau untuk mengolah makanan dan
minuman mereka dengan benar sebelum di makan. Masyarakat diajak untuk
menganalisa cara untuk memutuskan alur penularan penyakit dari kotoran ke
manusia. Kemudian dibuat komitmen masyarakat bagi mereka yang mau untuk
merubah perilaku BABS nya.
2) Pendampingan pemicuan dilaksanakan setelah pelaksaan pemicuan untuk
pemantaun terhadap komitmen yang sudah dibuat oleh masyarakat. Dilakukan
kunjungan ke rumah masyarakat yang sudah berkomitmen. Dilakukan pembinaan
dan pendekatan kembali kepada masyarakat tersebut agar tetap mau merubah
prilakunya. Pendampingan dilakukan selama tiga kali setelahnya.
f. Pengelolaan limbah medis dan non medis Puskesmas
1) Pengelolaan limbah medis dilakukan dengan bekerja sama dengan petugas
kebersihan ruangan. Sampah medis pada tiap ruangan dikumpulkan oleh petugas
kebersihan dan ditempatkan pada tempat penampungan sampah sementara sesuai
dengan jenis sampah yang dihasilkan. Kemudian petugas kesehatan lingkungan
melakukan pengawasan dan mewadahi sampah medis tersebut sesuai dengan
jenisnya. Sampah tersebut ditimbang dan dikirim ke Rumah Sakit Pratama sesuai
dengan perintah dari Dinas Kesehatan Kabupaten untuk dilakukan pembakaran
dan penanggulangan.

2) Penanganan sampah plastik dilakukan dengan kerjasama petugas kebersihan


untuk mengumpulkan sampahnya pada tempat penampungan sampah semntara,
kemudian petugas kesehatan lingkungan mengirim sampah yang memiliki nilai
jual ke bank sampah dan sebagian ada yang diangkut oleh petugas DKP.
3) Pengomposan dilakukan dengan mengumpulkan sampah organik yang dihasilkan
di puskesmas. Sampah tersebut kemudian dicacah kecil-kecil dan dimasukkan ke
dalam bak penampungan kompos yang sudah disiapkan dengan mencampurkan
dedak dan sekam. Lalu membuat larutan EM4 dengan perbandingan 5 sendok
makan EM4 dimasukan kedalam 10 liter air, ditambahkan 5 sendok makan gula
pasir. Larutan EM4 dimasukkan kedalam adukan secara merata sampai
kandungan air dalam adonan mencapai 50% {jika adonan dikepal dengan tangan,
air tidak keluar dari adonan dan jika kepalan dilepas adonan akan megar (tidak
pecah)}. Adonan sampah organik tersebut ditutup dan setelah 4 7 hari siap
digunakan sebagai pupu organik.
g. Klinik sanitasi
Klinik sanitasi merupakan kegiatan yang dilaksakan di dalam gedung. Pasien
yang datang untuk berobat ke puskesmas mendaftar pada loket pendaftaran lalu
diperiksa oleh dokter. Pasien yang diduga menderita penyakit yang berkaitan dengan
lingkungan akan di rijuk ke klinik sanitasi. Petugas kesehatan lingkungan
menanyakan identitas dan penyakit yang diderita oleh pasien. Kemudian melakukan
Tanya jawab seputar kondisi yang lingkungan yang diduga menjadi penyebab
penyakitnya. Kemudian pasien diedukasi dan diberikan saran terkait dengan cara
pencegahan dan penanggulangan penyakit yang diderita. Bila diperlukan akan
dilakukan kunjungan rumah untuk melakukan pemeriksaan lingkungan lebih lanjut.
Kemudian pasien dipersilakan mengambil obat di apotik.
E. Cara Melaksanakan Kegiatan
1. Penyehatan air
a) Inspesi sanitasi dilakukan dengan kunjungan langsung ke rumah masyarakat untuk
memeriksa SAB dengan menggunakan blanko penilaian.
b) Pengambilan sampel air dilakukan dengan bekerja sama dengan laboratorium Dinas
KesehatanKabupaten dengan petugas kesehatan lingkungan yang melakukan
pengambilan sampel dan petugas lab yang mealksanakan pemeriksaannya.
c) Kaporitisasi dilakukan dengan melakukan advokasi terhadap pengelola air dan
kaporitisasi dilakukan oleh pengelola sendiri dan didampingi oleh petugas kesehatan
lingkungan. Kaporitisasi pada sumber air pribadi seperti sumur dilakukan dengan
advokasi terhadap pemilik sarana dan kaporitisasi dilakukan oleh ptugas kesehatan
lingkungan.
2. Pemantauan kualitas makanan dan minuman
a) Grading dilaksanakan dengan bekerja sama dengan dinas perizinan dan melakukan
advokasi terhadap pemilik rumah makan dan restoran. Garading dilakukan bersama

dengan petugas dari laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten untuk pemeriksaan


sampel. Petugas kesehatan melakukan penilaian dan memberikan grade sesuai
denganhasil penilaian terhadap rumah makan/restoran tersebut.
b) Pengambilan sampel makanan dilakukan dengan mengunakan tes kit yang sudah
disediakan, pemeriksaan dilakukan langsung di tempat pengambilan sampel dan
dilakukan oleh petugas kesehatan lingkungan.
3. Penyehatan perumahan dilaksanakan dengan kegiatan pemantauan rumah sehat dengan
memberikan kartu rumah pada rumah yang diperiksa.
4. Penyehatan

tempat-tempat

umum

dilaksanakan

dengan

menggunakan

blanko

pemeriksaan sesuai dengan jenis TTU yang diperiksa. Pembinaan dilakukan dengan
melakukan pendekatan dan pembinaan secara langsung kepada pemilik/pengelola TTU.
5. STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) dilaksanakan dengan kegiatan pemicuan stop
BABS (Buang Air Besar Sembarangan) dengan cara pemberdayaan masyarakat.
6. Pengelolaan limbah medis dan non medis Puskesmas dilaksakan dengan melaksanakan
mengiriman sampah palstik ke bank sampah, sampah organik digunakan sebagai kompos
dan sampah medis di bakar pada incinerator.
7. Klinik sanitasi dilakasakan konsultasi terhadap pasien puskesmas yang menderita
penyakit akibat lingkungan.
F. Sasaran :
1. Penyehatan air dengan sasaran sarana air bersih
2. Pemantauan kualitas makanan dan minuman dengan sasaran tempat pengolahan dan
penjualan makanan
3. Penyehatan perumahan dengan sasaran rumah masyarakat
4. Penyehatan tempat-tempat umum dengan sasaran tempat-tempat umum
5. STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) dengan sasaran masyarakat yang belum
memiliki akses terhadap jamban sehat
6. Pengelolaan limbah medis dan non medis Puskesmas dengan sasaran limbah medis dan
non medis puskesmas Karangasem I
7. Klinik sanitasi dengan sasaran pasien yang menderita penyakit berbasis lingkungan yang
melakukan pengobatan ke Puskesmas Karangasem I
G. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan dilaksakan secara rutin setiap bulannya selain kegiatan STBM yang
dilaksakan tiga kali dalam setahun.
H. Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan dan Pelaporan
Evaluasi kegiatan dilaksakan setelah pelaksanaan kegiatan untuk melihat kegiatan
sudah terlaksana sesuai dengan jadwal dan target yang telah ditentukan. Pelaporan
dilaksanakan kepada kepala puskesmas dan kepada dinas kesehatan setiap triwulan.
I. Pencatatan, Pelaporan dan Evaluasi Kegiatan

Pencatatan dilakukan dengan pendokumentasian melalui buku kegiatan, notulen, daftar


hadir, undangan, blanko, formulir dan hasil kegiatan.
Pelaporan dilaksanakan kepada kepala puskesmas dan dinas kesehatan setiap triwulan.

Mengetahui
Kepala UPTD Kesehatan/
Puskesmas Karangasem I

Karangasem,..
Koordinator Program Kesehatan
Lingkungan

drg. Ni LUh Sri Panca Parwita Sari


NIP. 19701009 2005012 013

NI Luh Eka Meidianti, A. Md. Kl


NIP. 19930516 201503 2 002