Anda di halaman 1dari 24

KEMENTERIAN

PEKERJAAN

DIREKTORAT JENDERAL

CIPTA

UMUM
KARYA

SATUAN KERJA PENGEMBANGAN KINERJA PENGELOLAAN AIR MINUM BALI


Jln. Danau Tamblingan No. 49, Telepon (0361 ) 281020

BERITA ACARA RAPAT PERSIAPAN PELAKSANAAN


KONTRAK
( PRE CONSTRUCTION MEETING )
NOMOR : ........................................................
PEKERJAAN

PEMBANGUNAN SPAM MBR KECAMATAN KUTA SELATAN ,


KABUPATEN BADUNG.

SATUAN KERJA

PENGEMBNGAN AIR MINUM DAN SANITASI PROVINSI BALI


BALI

TAHUN ANGGARAN

SUMBER DANA

2015
APBN
Pada hari ini Jumat tanggal Delapan bulan Mei Tahun Dua Ribu Lima Belas,
dengan mengambil tempat di Ruang Rapat Satuan Kerja Pengembangan Air Minum
dan Sanitasi Provinsi Bali telah dilaksanakan Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak
( Pre Construction Meeting ) terhadap rekanan PT. Bukidalam Barisani berdasarkan
Surat Perjanjian Kontrak Nomor : KU.03.08/PAMS- Bali/AM-BB/2015/1529 tanggal 29
April 2015.
Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak ( Pre Construction Meeting ) dihadiri oleh :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

PPK Pengembangan Pengembangan Air Minum dan Sanitasi Provinsi Bali.


Asisten Perencanaan dan Pelaporan, Satker PAMS Prov. Bali
Asisten Umum Satker PAMS Prov. Bali
Penguji SPM Satker PAM Bali
Kaur Pelaksanaan Satker PAMS Prov. Bali
Direksi Pekerjaan, dan Pengawas Pekerjaan.
Konsultan supervisi Wil. I PT. Parama Krida Pratama Cabang Bali.
Penyedia Jasa yaitu PT. Bukidalam Barisani

A. TUJUAN :
1.

Menyamakan persepsi terhadap pelaksanaan pekerjaan, baik mengenai


prosedur teknis pelaksanaan, prosedur pengujian,
serta ketentuan prosedur
administrasi sehingga tercapainya Tepat mutu, Tepat Biaya serta Tepat Waktu
Pelaksanaan dalam penyelenggaraan suatu kegiatan.

330312832.doc330312832.doc

2.

Menetapkan metode pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan jadwal


pelaksanaan yang telah diajukan oleh kontraktor.
3.
Menginventarisasi permasalahan yang mungkin akan timbul pada saat
pelaksanaan pekerjaan dilapangan, sekaligus mencarikan solusi, sehingga kegiatan
bisa berjalan sesuai rencana.
4.
Menetapkan format-format laporan, reguest, data pendukung quantitas,
data pendukung qualitas, MCO, Shop drawing, MC 100 dan As built drawing.
B. HIRARKI DOKUMEN KONTRAK
Dengan telah diterbitkannya Dokumen Kontrak Pekerjaan : Pembagunan SPAM MBR
Kecamatan Kuta Selatan , Kabupaten Badung pada Satuan Kerja Pengembangan Air
Minum dan Sanitasi Peovinsi Bali, maka kekuatan hukum yang digunakan adalah
sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Adendum Surat Perjanjian


Pokok Perjanjian
Surat Penawaran berikut daftar Kuantitas dan Harga
Syarat-syarat Khusus Kontrak
Syarat-syarat Umum Kontrak
Spesifikasi Khusus
Spesifikasi Umum
Gambar-gambar
Dokumen lainnya seperti : Jaminan-jaminan, Surat Penunjukan Penyedia
Barang/Jasa (SPPBJ), BAHP, BAPP.

C. RUANG LINGKUP BAHASAN :


1. Asuransi Pekerjaan
2. Pekerjaan Tambah Kurang
3. Perubahan Kwantitas dan Harga
4. Penyelesaian Perselisihan
5. Pemeliharaan Pekerjaan
6. Kompensasi
7. Denda
8. Organisasi Kerja dan Personil
9. Tata Cara Pengaturan Pekerjaan
10.Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan
11.Mobilisasi Peralatan dan Personil
12.Penyusunan Rencana dan Pelaksanaan Pemeriksaan
13.Sosialisasi
14.Program Mutu
15.Dan lain-lain.
1.

Asuransi Pekerjaan
Penyedia jasa harus menyediakan atas nama Pejabat Pembuat Komitmen dan
penyedia jasa, asuransi yang mencakup dari saat mulai pelaksanaan pekerjaan
sampai dengan akhir masa pemeliharaan, yaitu:
a.

330312832.doc330312832.doc

Semua barang dan peralatan peralatan yang


mempunyai resiko tinggi terjadi kecelakaan pelaksanaan pekerjaan, serta
personil untuk pelaksanaan pekerjaan atas segala resiko yaitu kecelakaan
2

kerusakan kerusakan, kehilangan, serta resiko lain yang tidak dapat


diduga.
b.
Asuransi untuk pihak ketiga sebagai akibat
kecelakaan di tempat kerja, sesuai ketentuan yang berlaku tiap orang
untuk cidera badan termasuk kematian untuk satu kali peristiwa
c.
Perlindungan terhadap kegagalan bangunan.
Kegagalan bangunan di ganti sesuai dengan kerusakan bangunan

2.

Pekerjaan Tambah Kurang / Perubahan Kegiatan Pekerjaan.


a.

Apabila terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi


lapangan pada saat pelaksanaan dengan spesifikasi teknis dan gambar
yang ditentukan dalam dokumen kontrak, maka Pejabat Pembuat
Komitmen bersama penyedia jasa dapat melakukan perubahan kontrak
yang meliputi antara lain:
Menambah atau mengurangi kuantitas pekerjaan yang tercantum
dalam kontrak;
Menambah atau mengurangi jenis pekerjaan/mata pembayaran;
Mengubah spesifikasi teknis dan gambar pekerjaan sesuai
dengan kebutuhan lapangan.
b.
Pekerjaan tambah tidak boleh melebihi 10% ( sepuluh
persen ) dari nilai harga yang tercantum dalam kontrak awal.
c.
Perintah perubahan pekerjaan dibuat oleh Pejabat Pembuat
Komitmen secara tertulis kepada penyedia jasa, ditindaklanjuti dengan
negosiasi teknis dan harga dengan tetap mengacu pada ketentuan yang
tercantum dalam kontrak.
d.
Hasil negosiasi dituangkan dalam berita acara sebagai dasar
penyusunan amandemen kontrak
3.

Perubahan Kuantitas dan Harga


a. Harga satuan dalam daftar kuantitas
digunakan untuk membayar prestasi
pekerjaan.
b. Apabila diperlukan mata pembayaran baru, maka penyedia jasa harus
menyerahkan analisa harga satuannya kepada Pejabat Pembuat Komitmen.
Penentuan harga satuan mata pembayaran baru dilakukan dengan negosiasi
berdasarkan analisa harga satuan tersebut dan harga satuan dasar penawaran

4.

Penyelesaian Perselisihan
Penyelesaian Perselisihan melalui musyawarah melalui media mediasi konsilidasi
dan arbitrase . Apabila tidak terjadi kesepakatan maka diselesaikan melalui
Kantor Panitera Pengadilan Negeri Denpasar

5.

Pemeliharaan Pekerjaan
Kurun waktu kontrak
untuk memelihara pekerjaan dihitung sejak tanggal
penyerahan pertama sampai dengan tanggal penyerahan akhir pekerjaan. Masa
Pemeliharaan adalah 360 hari kalender. Segala hal yang berhubungan dengan
konstruksi lapangan selama masa pemeliharaan menjadi tanggung jawab
kontraktor. Setelah masa pemeliharaan selesai kontraktor harus mengajukan
serah terima ke 2 ( FHO ) yang dituangkan dalam Berita Acara

330312832.doc330312832.doc

6.

Kompensasi
a. Kompensasi dapat diberikan kepada penyedia jasa bila dapat dibuktikan
merugikan penyedia jasa sesuai Syarat Umum Kontrak.
b. Penyedia jasa dapat meminta kompensasi berupa biaya dan/atau waktu
pelaksanaan.

7.

Denda
a. Besarnya denda kepada penyedia jasa atas keterlambatan penyelesaian
pekerjaan adalah
1/1000 (per seribu) dari harga kontrak atau bagian
kontrak untuk setiap hari keterlambatan,
b. Tata cara pembayaran denda dan/atau ganti rugi sesuai ketentuan dalam
syarat-syarat khusus kontrak.

8.

Struktur Organisasi Kegiatan, Konsultan dan Kontraktor

PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN


( PPK )

KONSULTAN

KONTRAKTOR

PERINTAH
KOORDINASI

Pejabat Pembuat Komitmen / PPK


Bertugas membantu Kepala Satuan Kerja Pengembngan Air Minum dan Sanitasi
Provinsi Bali
dan mengatur jalannya pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan
syarat-syarat Umum & Khusus Kontrak dan Spesifikasi Teknis.

Konsultan Supervisi
Konsultan Supervisi
yang bertindak sebagai Wakil Direksi Pekerjaan dan
bertanggung jawab pada PPK untuk melaksanakan dan mengawasi, menguji
serta meneliti dalam pelaksanaan pekerjaan yang meliputi :
a. Melaksanakan Review Design
b. Pengawasan Pengujian Material yang digunakan.
c. Pengawasan Mutu pekerjaan
330312832.doc330312832.doc

d.
e.
f.
g.

Kontrol Kemajuan Pelaksanaan Pekerjaan


Kontrol Kualitas Pekerjaan
Pengawasan Keamanan dan Keselamatan Kerja
Pengawasan Teknik, memeriksa Request dan Gambar Kerja ( Shop
Drawing ) yang diajukan oleh Kontraktor dan dikoreksi batas waktu 2
(dua) hari sebelum dimulainya pekerjaan dengan terlebih dahulu
Konsultan memeriksa kesiapan pada :
Lokasi Pekerjaan
Kondisi dan Kapasitas Peralatan
Tenaga Kerja ( jumlah dan keterampilan )
Bahan / Material yang digunakan
Alat yang akan digunakan dilapangan
Pada umumnya Reguest Pekerjaan berisikan hal-hal sebagai berikut :
Lokasi pekerjaan ( Sta / Stasioning )
Gambar-gambar Kerja berikut penjelasan
Perkiraan Volume Pekerjaan
Item dan Nomor Pembayaran Pekerjaan yang terkait
Tanggal Pelaksanaan
Keterangan-keterangan lain yang diperlukan
Penanda tanganan Request adalah sebagai berikut :
Diperiksa oleh Team Leader Konsultan Supervisi, disetujui oleh
Direksi Teknis
Dibuat oleh : Site Manager / Kepala Proyek Kontraktor Pelaksana

h. Administrasi Pelaksanaan termasuk :


Laporan Mingguan, berisi laporan harian yang berisi kegiantan
pelaksanaan dilapangan setiap hari dirangkum setiap minggu
Laporan Bulanan yang dirangkum dari laporan mingguan dilampirkan
Time Schedule diplotkan kemajuan fisik setiap bulannya.
Flow Chart, Time Schedule, Gambar Pelaksanaan ditempel pada
Kantor Direksi Keet.
Rapat Rutin Mingguan dilaksanakan oleh Konsultan beserta staf,
bersama Kontraktor beserta staf dan disaksikan oleh Kepala Pengawas
Lapangan dengan melampirkan / membuat notulen rapat.
Rapat Rutin Bulanan antara Direksi Pekerjaan, Konsultan dan Staf,
Kontraktor serta Staf dengan melampirkan / membuat notulen Rapat.

Kontraktor
Kontraktor Pelaskana adalah PT. Bukidalam Barisani yang ditunjuk melaksanakan
pekerjaan sesuai dengan Kontrak KU.03.08/PAMS- Bali/AM-BB/2015/1529 tanggal
29 April 2015
Penyedia Jasa ( Kontraktor ) wajib menugaskan personil inti yang tercantum
dalam daftar personil inti atau menugaskan personil lainnya yang disetujui oleh
Direksi Pekerjaan. Direksi Pekerjaan hanya akan menyetujui usulan penggatian
personil inti apabila kualifikasi, kemampuan dan pengalamannya sama atau
melebihi personil inti yang ada dalam daftar personil inti.
330312832.doc330312832.doc

Untuk Kepala Pelaksana / Kepala Proyek harus menyerahkan foto copy curiculum
vitae minimal pernah melaksanakan pekerjaan yang sama, apabila Direksi
Pekerjaan meminta penyedia jasa untuk memberhentikan personilnya dengan
alasan atas permintaan tersebut, maka penyedia jasa harus menjamin bahwa
personil tersebut sudah harus meninggalkan lapangan dalam waktu 7(tujuh) hari
dan harus diganti selambat-lambatnya dalam waktu 14 (empat belas) hari.
9.

Tata Cara Pengaturan Pekerjaan


a.
b.
c.

d.

10.

Sebelum Pelaksanaan Proyek (Pre-Construction) Penyedia Jasa sudah


memberikan jadwal teknis pekerjaan, mobilisasi personil, bahan dan alat.
Saat Awal Proyek (At-Project Starting) meliputi koordinasi awal, pengecekan
bersama terkait dengan item-item pekerjaan dan jadwal pelaksanaan
konstruksi, sistem kerja dll.
Pelaksanaan Proyek (Project Construction) dengan kegiatan meliputi
pengendalian
kualitas
pelaksanaan
pekerjaan,
pengukuran
tahap
pelaksanaan pekerjaan dan pembayarannya, monitoring dan pelaporan
pelaksanaan pekerjaan, pelaksanaan test akhir pada pekerjaan yang telah
selesai dilaksanakan dan dokumentasi ;
Request.
Direksi berhak menolak
request apabila terjadi
penyimpangan dari rencana / gambar, mutu bahan tidak sesuai dan
hasil test lab ( bila ada ) tidak memenuhi persyaratan. Direksi berhak
membongkar konstruksi terpasang apabila diragukan kualitasnya atau
belum mengajukan request / ijin pelaksanaan.
Laporan laporan ( harian, mingguan, bulanan, amandemen dan lainlain ) harus sudah diserahkan pada tanggal yang ditentukan.
Dokumen Mutu. Berupa hasil tes uji mutu di Lab / lapangan. Seluruh
laporan hasilnya dilaporkan / diserahkan kepada Direksi dan juga
kepada Panitia Uji Mutu.
Foto Dokumentasi meliputi pelaksanaan 0%, 25%, 50%, 75%, 100%
diambil pada titik yang sama.
Laporan-laporan atau dokumen lain yang diperlukan
Saat Proyek Selesai (Project Completion) dengan kegiatan meliputi masa
pemeliharaan, pemeriksaan bersama, serah terima pekerjaan, pembayaran
akhir dan evaluasi dan penilaian pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan
Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan

Jadual Pelaksanaan Kegiatan ( Construction Time Schedule ) yang berupa Kurve S


harus dibuat dan dikerjakan oleh Kontraktor, diperiksa oleh Konsultan dan
disetujui oleh Direksi Lapangan dan mengetahui PPK Satuan Kerja pengembangan
Air Minum dan Sanitasi Provinsi Bali sebelum pekerjaan dimulai, yang
mencantumkan jenis Kegiatan, Bobot, Waktu Pelaskanaan, Pencana Pengerahan
tenaga kerja, Alat dan Bahan sesuai dengan waktu yang ditetapkan dalam
kontrak.
Jadwal pelaksanaan harus sudah diserahkan sebelum pelaksanaan pekerjaan
dimulai. Jadual disusun secara profesional dengan mempertimbangkan kondisi
lapangan, strategi pelaksanaan, pertimbangan mobilisasi alat, bahan dan personil
saat awal, masa puncak / kritis dan masa akhir pelaksanaan.
Apabila penyedia jasa terlambat melaksanakan pekerjaan tidak sesuai jadual,
maka Pejabat Pembuat Komitmen harus memberikan peringatan secara tertulis
atau dikenakan ketentuan kontrak kritis.
330312832.doc330312832.doc

11.

Mobilisasi Peralatan dan Personil


Mobilisasi harus mulai dilaksanakan sejak diterbitkan SPMK, yaitu antara lain
mendatangkan peralatan dan personil, menyiapkan fasilitas kantor dan gudang.

12.

Penyusunan Rencana Pemeriksaan Lapangan


a. Pada tahap awal pelaksanaan kontrak, setelah penerbitan SPMK, Direksi teknis
bersama-sama dengan penyedia jasa melaksanakan pemeriksaan lapangan
Untuk melakukan pengukuran dan pemeriksaan detail kondisi lapangan guna
menetapkan kuantitas awal ( MC - 0 ).
b. Hasil pemeriksaan lapangan bersama dituangkan dalam berita acara. Apabila
dalam pemeriksaan bersama mengakibatkan perubahan isi kontrak maka
harus dituangkan dalam bentuk amandemen kontrak.

13.

Sosialisasi
Pengguna Jasa bersama-sama Penyedia Jasa pada tahap awal melaksanakan
sosialisasi kepada masyarakat dan pemerintah setempat, demi kelancaran
pelaksanaan pekerjaan.
Penyedia Jasa wajib memfasilitasi segala hal yang berhubungan dengan
sosialisasi, terutama terhadap jalur-jalur tapak konstruksi yang akan dikerjakan.

14.

Program Mutu
a. Program mutu harus disusun oleh penyedia jasa dan disepakati oleh Pejabat
Pembuat Komitmen dan dapat direvisi sesuai kebutuhan.
b. Program mutu minimal berisi: Informasi pengadaan; Organisasi proyek Pejabat
Pembuat Komitmen dan penyedia jasa; Jadual pelaksanaan pekerjaan;
Prosedur pelaksanaan pekerjaan; Prosedur instruksi kerja; Pelaksana kerja.
c. Format disesuaikan dengan yang sudah berlaku diSatker PAMS dan Sanitasi
Provinsi Bali.

15.

Kriteria Pekerjaan Kritis dan Terlambat


Kontrak dinilai dalam katagori kritis apabila :

Dalam periode I ( Rencana Pelaksanaan fisik 0


% - 70 % dari kontrak) realisasi fisik pelaksanaan terlambat 10 % dari rencana.

Dalam periode II ( Rencana pelaksanaan fisik70 % 100 % ) dari kontrak realisasi fisik pelaksanaan terlambat 5 % dari rencana.

Rencana Pelaksanaan fisik 100 % apabila


pekerjaan belum selesai dan masa pelaksanaan sudah habis kontrak tersebut
dikenakan denda sesuai ketentuan kontrak.

16.

Pengaturan dan Pengendalian lalu Lintas


a. Kewajiban Kontraktor
Kontraktor harus membatasi peralatan dan timbunan material yang dapat
mengganggu kelancaran lalu-lintas.
Bahan-bahan bekas galian / sisa timbunan tidak boleh dibiarkan
menumpuk dan segera diangkat agar tidak mengganggu lalu- lintas.
Kontraktor harus menyediakan personil dan sarana untuk pengendalian
lalu-lintas dalam jumlah serta jenis yang cukup dan tetap selama
pekerjaan berlangsung.
Pekerjaan galian tanah untuk pekerjaan Pipa dilaksanakan pada satu sisi
serta tidak diperbolehkan bersamaan pada sisi lain yang mengakibatkan
lalu-lintas tidak lancar.

330312832.doc330312832.doc

Penempatan material untuk


pekerjaan pasangan Pipa, pekerjaan
timbunan dan pekerjaan bahu jalan harus ditempatkan sedemikian rupa
sehingga tidak mengakibatkan lalu-lintas dilokasi tersebut terganggu.

b. Pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan pada malam hari


menyiapkan lampu penerangan (genset) yang memadai.

Kontraktor harus

c. Tenaga dan sarana pengendalian lalu lintas


Minimum dikerahkan 2 (dua) orang petugas pengendali lalu-lintas pada
satu lintasan selama pekerjaan berlangsung.
Petugas pengendali lalu-lintas harus bekerja sama dengan pihak
kepolisian yang bertugas ditempat pekerjaan berlangsung.
Rambu lalu-lintas harus tetap terpasang selama pelaksanaan pekerjaan
dan pembayarannya sudah termasuk dalam item pembayaran pekerjaan
bersangkutan.
Tali dan patok beton dipergunakan untuk pembatasan bagian-bagian
jalan yang dikerjakan pemasangannya dapat dipindah-pindahkan dan
diberi cat warna kontras untuk pengamanan lalu-lintas dilokasi pekerjaan
yang sedang berlangsung.
Petugas pengendali lalu-lintas dilengkapi dengan alat komunikasi dua
arah / Handy talky.

17.

Pengalihan Tugas dengan Sub Kontraktor


a. Penyerahan sebagian pekerjaan kepada sub kontraktor harus mendapatkan
persetujuan dari PPK.
b. Kontraktor dilarang menyerahkan pekerjaan utama pada sub kontraktor.
c. Pekerjaan yang dilaksanakan oleh sub kontraktor harus dipimpin oleh Personil
Kontraktor Utama yang berada dilapangan.

18.

Keselamatan dan Kesehatan Tenaga Kerja


a. Peraturan tentang kesehatan kerja harus dipatuhi oleh Kontraktor.
b. Kontraktor diminta untuk melaksanakan hal-hal berikut ini dengan sungguhsungguh :
Keamanan para pekerja ditempat pekerjaan.
Kontraktor menyediakan tempat tinggal yang layak bagi pekerja yang
perlu menginap ditempat pekerjaan.
Pada Kantor lapangan harus disediakan kotak PPPK yang berisi obatobatan penting untuk pertolongan pertama.
Asuransi Pihak Ketiga harus disiapkan
oleh Kontraktor sebelum
menghadapi hal-hal yang tidak terduga dikemudian hari yang berkaitan
dengan penggunaan bahan, peralatan dan pelaksanaan.
Alat-alat perlengkapan keselamatan kerja ( helm, sepatu, sarung tangan
dan lain-lain yang dianggap perlu).

19.

Tata Cara Pengajuan Permintaan Pembayaran

330312832.doc330312832.doc

a. Pada pengajuan Termin akan dilaksanakan secara simultan sesuai dengan


prestasi pekerjaan yag dilaksanakan dilapangan. Data pendukung Termin,
yang diajukan oleh Kontraktor diperiksa oleh Konsultan dan disetujui oleh
Direksi pekerjaan dan diketahui oleh PPK
b. Selanjutnya permohonan Termin tersebut disampaikan kepada Pejabat
Pembuat Komitmen dan jika sudah ditandatangani dan mendapat
persetujuan KPA dapat diajukan ke KPN. Untuk kebutuhan administrasi dan
pengendalian pembayaran / keuangan proyek serta ditembuskan kepada
instansi / pihak terkait.
c. Apabila hal tersebut tidak dapat dipatuhi oleh kontraktor sehingga pengajuan
ke KPN sampai terlambat maka kegagalan pembayaran tersebut sepenuhnya
ditanggung oleh Kontraktor.
Data Pendukung pengajuan Termin meliputi hal-hal sebagai berikut :
a.
Perhitungan volume yang akan dibayar.
b.
Laporan Harian, Laporan Mingguan dan Laporan Bulanan.
c.
Foto Dokumentasi yang mendukung kemajuan pekerjaan.
20.

Provisional Hand Over (PHO) dan Final Hand Over (FHO)


a. Pekerjaan dinyatakan selesai 100 % jika pekerjaan tersebut telah diselesaikan
sesuai Kontrak CCO atau Adendum Kontrak Akhir.
b. Setelah Kontraktor mengajukan permohonan selesai 100 % dalam tempo
selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari,
Direksi Teknis/ Konsultan
atas
persetujuan Pejabat Pembuat Komitmen akan melakukan pemeriksaan dan
menetapkan penyelesaian pekerjaan.
c. Hasil pemeriksaan tersebut berupa daftar kerusakan dan kekurangan serta
instruksi penangannnya. Penanganan pekerjaan ini harus sudah diselesaikan
oleh Kontraktor sebelum Panitia PHO / FHO memeriksa lapangan.

21.

Perubahan Kontrak
1.
2.

Amandemen kontrak harus dibuat bila terjadi perubahan kontrak.


Prosedur amandemen kontrak dilakukan sebagai berikut:
a.
Pejabat Pembuat Komitmen memberikan perintah tertulis kepada
penyedia jasa untuk melaksanakan perubahan kontrak, atau penyedia
jasa mengusulkan perubahan kontrak;
b.
Penyedia jasa harus memberikan tanggapan atas perintah perubahan
dari Pejabat Pembuat Komitmen dan mengusulkan perubahan harga
dan/atau waktu pelaksanaan (bila ada) selambat-lambatnya dalam
waktu 7 (tujuh) hari;
c.
Atas usulan perubahan harga dilakukan negosiasi dan dibuat berita
acara hasil negosiasi;
d.
Berdasarkan berita acara hasil negosiasi dibuat amandemen kontrak.

Kesimpulan Rapat Pre Construction Meeting ( PCM );


1.
Kontraktor sanggup mematuhi semua ketentuan dalam Dokumen Kontrak
didalam melaksanakan pekerjaan dengan cara mengoptimalkan
jadwal
pelaksanaan yang telah disetujui oleh PPK dan mengikuti prosedur / mekanisme
sesuai yang ditetapkan
dalam bagan-bagan alur sehingga akan tercapai
pekerjaan yang tepat mutu, tepat waktu dan tepat biaya.
330312832.doc330312832.doc

2.

Kontraktor telah sepakat dan semua penjelasan yang telah diberikan oleh
PPK / Direksi Pekerjaan serta akan melaksanakan pekerjaan sesuai dengan
kesepakatan kesepakatan yang telah dibuat dalam Berita Acara Rapat
Persiapan Pelaksanaan Kontrak ini.

3.

Format Time Schedule untuk dipasang didireksikeet A1 dan Time Schedule


untuk laporan bulanan A3, tanggal 8 Juni 2015 sudah ada di PKPAM Bali

4.

RMK, Time Schedule, Struktur Organisasi, Daftar Personil Yang Ditugaskan


tanggal 8 Juni 2015 Sudah ada di Satker PAMS dan Sanitasi Provinsi Bali

5.

MC O, SHOP Drowing tanggal 8 juni 2015 sudah ada di Satker PAMS dan Sanitasi
Provinsi Bali

6.

Laporan Mingguan ditutup setiap hari minggu

7.

Laporan Bulanan ditutup pada minggu IV

8.

Pengiriman Pipa setelah dilakukan inspeksi ke Pabrik

9.

Hal-hal yang belum jelas dan belum dimasukan dalam Berita Acara Rapat
Persiapan ini akan diadakan kesepakatan-kesepakatan dalam rapat-rapat evaluasi
bulanan atau mingguan proyek.
Demikian Berita Acara ini dibuat dengan sebenarnya untuk dapat digunakan
sebagaimana mestinya.

Konsultan Supervisi MBR


Wilayah I
PT. Parama Krida Pratama Cabang Bali

Allen Ardrianto Wicaksono, ST.


Team Leader

Kontraktor Pelaksana

PT. Bukidalam Barisani

H. Sayogyo Rachmandono.ST
Direktur Utama

Mengetahui
PPK Pengembangan Air Minum
Satker PAMS dan Sanitasi Prov. BALI

Direksi Pekerjaan

Didik Wahyudi, ST, M.Sc.


NIP.19811018 200604 1 005

........................................
NIP....................................................

330312832.doc330312832.doc

10

TATA URUTAN PELAKSANAAN PEKERJAAN


UNTUK LINGKUNGAN INSTANSI PEMERINTAH (DAN SWASTA)

1.

Suatu pekerjaan memiliki standar acuan tersendiri sesuai dengan Dokumen Rencana Kerja
(RKS) atau Dokumen Lelang/Tender. Di dalam dokumen tersebut, telah dimuat hal-hal yang terkait
dengan suatu pekerjaan sebelum, sedang, dan setelah dilaksanakan. Dalam tulisan ini tidak akan
dibahas tentang dokumen tender. Namun akan membahas pelaksanaan pekerjaan di lapangan setelah
Pemenang Tender menandatangani SPK dan Pengajuan Uang Muka (jika ada). Pekerjaan-pekerjaan
yang dilakukan secara umum adalah:
Rapat PraKonstruksi (RPK)
Rapat yang diusulkan oleh salah satu dari para Pihak yang terdapat di dalam Kontrak suatu
Pekerjaan. Rapat ini bisa diusulkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) atau bisa juga diusulkan
oleh Kontraktor Pelaksana Pekerjaan. Rapat ini dihadiri oleh semua pihak yang terkait pekerjaan:
PPK beserta Direksi Pekerjaan, Kontraktor, dan Konsultan Pengawas.
Hal-hal yang dibahas di dalam RPK adalah antara lain: 1) Pengukuran Ulang (Uitzet), 2)
Pembuatan Laporan Pekerjaan, 3) Tata Cara Opnam, 4) Prosedur Penagihan Prestasi Pekerjaan, 5)
Serah Terima Pekerjaan, dan lain-lain. Di bawah ini akan disinggung masing-masing secara singkat
dan sederhana.
330312832.doc330312832.doc

11

2.

Pengukuran Ulang Lapangan (Uitzet)


Pengukuran Ulang Lapangan di awal suatu pekerjaan untuk memastikan berapa besar
perubahan yang terjadi akibat pelaksanaan dari perencanaan yang ada. Suatu perencanaan masih
mengandung galat. Pelaksana Pekerjaan, Direksi Lapangan, dan Konsultan Pengawas harus
memastikan lagi legalitas kepastian pekerjaan. Pengukuran ulang ini menghasilkan Laporan MC-0
yang dilampiri Gambar Rencana Pelaksanaan Kerja, Kurva S, Foto Pekerjaan 0%, dan Lampiranlampiran yang diperlukan. Semua dokumen yang dihasilkan dalam Pengukuran Ulang ini wajib
disetujui oleh para pihak.
Besarnya perubahan yang ditemukan dibuatkan Dokumen Perubahan. Dokumen perubahan
bisa berbentuk Dokumen Tambah Kurang (Change Contract Order) atau Dokumen Tambahan
(Addendum). Hal ini tergantung mazab yang digunakan di suatu satuan kerja. Selain itu, terkadang
Dokumen Perubahan ini bisa berbentuk serial sepanjang pekerjaan dilaksanakan, sehingga tim yang
diusulkan dalam Dokumen Perubahan ini pun disesuaikan dengan tingkat perubahan yang dialami.
Semakin berat tingkat perubahan, maka Tim yang diusulkan (dibentuk) semakin lengkap dan lintas
sektoral. Jika perubahan hanya kecil, maka Tim yang dibentuk cukup sesuai dengan yang ada di
Dokumen Kontrak. Jika perubahan yang ditemukan besar bahkan berpengaruh terhadap pasal-pasal
dalam Kontrak, maka harus melibatkan Bidang Hukum, Perencanaan, dan lain-lain. Selain itu,
dokumen perubahan yang besar, diperlukan Justifikasi Teknis dan Tim Negosiasi Harga. Dokumen
Perubahan tidak akan dibahas pada kesempatan ini, karena terdapat berbagai pendapat tentang
dokumen perubahan (tambah-kurang) sesuai jenis kontrak, tingkat perubahan, dan kepentingan
pekerjaan.

3.

Pembuatan Laporan Pekerjaan:


Dokumen-dokumen yang dihasilkan dalam Pengukuran Ulang dipakai sebagai Acuan dalam
pembuatan Laporan Harian, Mingguan, Bulanan, dan Kurva S:
Laporan Harian
Laporan yang dibuat dari data prestasi pekerjaan harian yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana.
Laporan ini memuat sekurang-kurangnya:
Identitas Pekerjaan
Hari ke. Minggu ke dan Bulan ke.
Isi Laporan Harian:
Laporan Utama
Daftar Tenaga Kerja yang terlibat.
Daftar Peralatan yang digunakan.
Cuaca.
Alasan Percepatan/Kelambatan Pekerjaan.
Laporan Utama:
Acuan RAB Uitzet
Dibuat Bobot Persentase per Item Pekerjaan.
Bobot Prestasi Pekerjaan Hari Lalu, Hari Ini, dan Total Bobot Prestasi
Sisa Bobot Pekerjaan setelah dikurangi Total Capaian Bobot Prestasi Pekerjaan sampai dengan Hari
ini.
Format Laporan Harian secara umum dapat dilihat pada tabel berikut:

a.
1)
2)
3)
a)
b)
c)
d)
e)
4)
a)
b)
c)
d)
e)

No Uraian
1

330312832.doc330312832.doc

Bobot (%)
3

Prestasi Pekerjaan*
Hari
Hari Ini s.d. Hari
Lalu
ini
4
5
6=4+5

Harga
7

Jumlah
8=6x7

Bobot Hari ini (%) Sisa Bobot


(%)
9=8/Px100**

10=9-3

12

10

* Prestasi Pekerjaan didapat dari input lapangan, **P = Total Nilai Paket Pekerjaan

f)

Para pihak yang bertanda tangan di dalam laporan harian: Petugas Lapangan dari masing-masing
Kontraktor Pelaksana, Petugas Lapangan yang ditunjuk oleh PPK (PPTK), dan Petugas Lapangan
Konsultan Pengawas (bila ada).

b.

Laporan Mingguan
Laporan Mingguan adalah rekapitulasi laporan harian selama 1 (satu) minggu. Hal-hal yang dimuat
dalam Laporan Mingguan antara lain:
Identitas Pekerjaan
Minggu ke. Bulan ke
Laporan Utama:
Acuan Laporan Harian 7 hari dalam minggu yang bersangkutan.
Dibuat Bobot Persentase per Item Pekerjaan.
Bobot Prestasi Pekerjaan Minggu Lalu, Minggu Ini, dan Total Bobot Prestasi
Sisa Bobot Pekerjaan setelah dikurangi Total Pencapaian Bobot Prestasi Pekerjaan sampai dengan
Minggu ini.
Format Laporan Mingguan dapat dilihat pada tabel berikut:

1)
2)
3)
a)
b)
c)
d)
e)

No Uraian
1

Bobot (%)
3

Prestasi Pekerjaan*
Harga Jumlah
Minggu Minggu Ini s.d. Minggu
Lalu
ini
4
5
6=4+5
7
8=6x7

Bobot Minggu ini Sisa Bobot


(%)
(%)
9=8/Px100** 10=9-3

10

* Diambil dari Prestasi Pekerjaan Hari ke-7 tiap Minggu, **P = Total Nilai Paket Pekerjaan

c.
1)
2)
3)
a)
b)
c)
d)
e)

Laporan Bulanan
Laporan Bulanan adalah rekapitulasi pekerjaan Mingguan. Hal-hal yang dimuat dalam Laporan
Bulanan adalah antara lain:
Identitas Pekerjaan
Minggu ke.
Laporan Utama:
Acuan Laporan Mingguan (4 Minggu) dalam bulan yang bersangkutan.
Dibuat Bobot Persentase per Item Pekerjaan.
Bobot Prestasi Pekerjaan Bulan Lalu, Bulan Ini, dan Total Bobot Prestasi
Sisa Bobot Pekerjaan setelah dikurangi Total Pencapaian Bobot Prestasi Pekerjaan sampai dengan
Bulan ini.
Format Laporan Bulanan dapat dilihat pada tabel berikut:
No Uraian
330312832.doc330312832.doc

Bobot (%)

Prestasi Pekerjaan*
Bulan
Bulan Ini s.d. Bulan

Harga

Jumlah

Bobot Bulan ini


(%)

Sisa Bobot
(%)

13

Lalu
4

ini
6=4+5

8=6x7

9=8/Px100**

10=9-3

10

* Diambil dari Prestasi Pekerjaan Minggu tiap Bulan, **P = Total Nilai Paket Pekerjaan

d.

Kurva S
Jadual Pelaksanaan Pekerjaan dapat dituangkan dalam berbagai cara, tapi yang paling umum
digunakan dalam pekerjaan pemerintah adalah Kurva S. Yang dimuat dalam Kurva S adalah antara
lain: Identitas Pekerjaan, Para Pihak yang bertanggung jawab dalam Pekerjaan; Kepala Dinas, PPK
(PPTK), Konsultan Supervisi (Pengawas), dan Kontraktor Pelaksana.
No Kode
1

Uraian
Pekerjaan
3

Bobot
(%)
4

M1
5

Prestasi Pekerjaan*
M2
M3
6
7

M4
8

6=4/2

5=
4/2
6=4/3

7=4/3

7=4

7=4/2

8=4/2

8=4/2

n
Rencana
Prestasi
Pekerjaan
Akumulasi
Renc. Prestasi
Pek.
Realisasi
Prestasi
Pekerjaan**
Deviasi

100%

M1

M2

M3

M1

(M1+M2)

(M1+M2+M3)

Input

Input

Input

*Dibagi sesuai dengan kebutuhan waktu yang tersedia, **Input diambil dari Laporan Mingguan, Minggu terakhir.

Kurva S dipakai untuk melihat progress pekerjaan harian, mingguan, dan bulan. Dengan
melihat deviasinya, dapat diketahui suatu pekerjaan terlambat atau mendahului dari target. Target
330312832.doc330312832.doc

8=4/3

14

M4

(M1+M2+M

Input

yang dimaksud adalah jadual sesuai dengan kurva Rencana Prestasi Pekerjaan. Direksi pekerjaan,
konsultan supervisi, dan kontraktor pelaksana dapat mengetahui sejak dini tentang prestasi
pekerjaan agar dapat dikoordinasikan dengan para pihak untuk mencegah masalah-masalah.
Ciri suatu pekerjaan mengalami keterlambatan, apabila garis kurva realisasi prestasi
pekerjaan berada di bawah garis rencana. Sebaliknya, suatu pekerjaan mendahului (lebih cepat),
apabila garis realisasi berada di atas kurva S rencana. Deviasi yang diperbolehkan dalam pekerjaan
biasanya < -10%. Kalau keterlambatan (deviasi) sudah mencapai -10%, konsultan supervisi dan
PPK sudah member surat peringatan kepada Pihak Pelaksana Pekerjaan.
4.
a.

Opname Pekerjaan (Pemeriksaan Pekerjaan di Lapangan):


Kuantitatif
Opnam kuantitatif adalah opnam volume yang dikerjakan di lapangan (realisasi). Hal-hal
yang diperlukan dalam opnam kuantitatif adalah: Dokumen Kontrak, Dokumen Perubahan, RAB
Awal, RAB Perubahan, Gambar Rencana, Gambar Perubahan, dan Gambar As Built Drawing.
Namun yang utama dalam opnam kuantitatif adalah bahwa volume harus sesuai dengan RAB
terakhir yang telah disepakati. Bila kontrak unit price, maka harga akan menjadi acuan utama. Harga
tidak boleh berubah walaupun volume terjadi perubahan. Tapi bila kontrak lunsum, maka volume
akan menjadi acuan dan tidak boleh berubah.

b. Kualitatif
Opnam kualitatif adalah pemeriksaan mutu (kualitas) suatu pekerjaan. Hal-hal yang diperlukan
dalam opnam kualitatif adalah antara lain: Dokumen Kontrak, Dokumen Perubahan, Spesifikasi
Teknis, Rencana Mutu Kontrak, Sertifikasi-sertifikasi yang Dipakai sebagai Standarisasi, Uji
Laboratorium, Uji (test) Lapangan, Mutu Pekerjaan di lapangan, Estetika, dan hal-hal yang terkait
dengan kualitas pekerjaan.
c.

Pembenahan (Revisi)
Hal-hal yang ditemukan baik berkaitan dengan kuantitas maupun kualitas pekerjaan,
dituangkan dalam Dokumen Pembenahan (Revisi). Dokumen Pembenahan harus dikerjakan sesuai
kesepakatan para pihak, karena hal ini terkait dengan Pengakuan suatu pekerjaan. Bila pekerjaan
belum tuntas direvisi, maka akan berpengaruh terhadap penagihan pekerjaan.

d. Pengakuan pasca Pembenahan


Apabila pekerjaan sudah sesuai dengan kuantitas dan kualitas maka laporan-laporan harian,
mingguan, bulanan, dan dokumen-dokumen, perlu disetujui oleh para pihak sesuai tingkatan jabatan
di pekerjaan, yang dituangkan dalam tanda tangan dan stempel instansi. Hal ini akan dipakai untuk
proses penagihan.
5.

Penagihan Prestasi Pekerjaan:


Penagihan mengacu pada dokumen kontrak apakah menggunakan Termjn atau Monthly
Certificate (MC). Dalam tulisan ini, tidak dibahas tentang kedua hal ini, namun yang akan dibahas
adalah pembuatan laporan prestasi pekerjaan:
a. Penagihan 0% (biasa disebut MC-0 atau Termjn 0)
Diajukan setelah atau berbarengan ketika Kontraktor Mengajukan Uang Muka sebagai
lampirannya. Bentuk laporan harian, mingguan, bulanan, dan Kurva S telah dibahas pada awal
tulisan ini. Dokumen lain biasanya diikutkan dalam MC-0/Termjn 0 ini adalah Foto Proyek 0,
gambar rencana kerja (setelah perubahan) dan Rencana Mutu Kontrak (Metodologi Pekerjaan).
b. Penagihan 50% (biasa disebut MC-50 atau Termjn 50)
Penagihan 50% ini dilakukan ketika prestasi pekerjaan di lapangan harus sudah mencapai
minimal 60%. Syarat-syarat yang diperlukan dalam tagihan 50% ini adalah Laporan Harian,
330312832.doc330312832.doc

15

Mingguan, Bulanan, dan Kurva S harus menunjukkan lebih besar dari 50% (minimal 60%).
Lampiran-lampirannya adalah Foto Proyek 50%, As Built Drawing 50%, Dokumen Perubahan, dan
Dokumen-dokumen lain yang dibutuhkan. Tagihan yang dibayarkan dikurangi DP yang telah
diminta oleh Kontraktor Pelaksana.
c. Penagihan 100% (biasa disebut MC-100 atau Termjin 100)
Tagihan 100% dilakukan ketika pekerjaan di lapangan telah mencapai prestasi 100%. Syaratsyarat yang wajib dipenuhi oleh Kontraktor Pelaksana adalah antara lain Laporan Harian,
Mingguan, Bulanan, dan Kurva S 100%.
d. Dokumen-dokumen lampiran untuk Penagihan:
1) Foto Proyek
2) Gambar Kerja
3) As Bulit Drawing
4) Spesifikasi
5) Sertifikasi Acuan
6) Uji Laboratorium
7) Uji Lapangan
8) Dokumen Perubahan (CCO/Addendum)
9) Dokumen Mutu Kontrak
10) Dokumen-dokumen lain yang terkait
6.

Komunikasi antar Pihak di Lapangan


Komunikasi antar Pihak di lapangan sangat diperlukan untuk menjaga koordinasi,
konsolidasi, dan sinergi antar pihak. Hal ini semata-mata untuk mengendalikan suatu pekerjaan agar
tepat waktu, tepat kuantitas, tepat kualitas, dan tepat anggaran. Kompleksitas komunikasi
disesuaikan dengan tingkat besaran pekerjaan (kualifikasi pekerjaan). Namun ada dua alat yang
biasa diperlukan dalam komunikasi, yaitu: Direksi Kits dan Alat Komunikasi (Radio HT, HP, LAN,
dan Online).
Direksi Kits merupakan bukti otentik yang berupa catatan-catatan para pihak terhadap
penyelesaian (proses) pekerjaan. Variasi direksi kits, disesuaikan dengan kualifikasi pekerjaan.
Catatan-catatan yang dituangkan dalam buku direksi misalnya digunakan sebagai catatan resmi
yang harus ditindaklanjuti oleh para pihak.

7.

Serah Terima Pekerjaan Awal (PHO)


Serah terima pekerjaan awal (PHO) adalah serah terima yang dilakukan oleh Kontraktor
Pelaksana ketika sudah selesai mengerjakan 100%. Syarat-syarat yang harus dilakukan adalah
Kontraktor Pelaksana mengajukan surat permohonan pemeriksaan pekerjaan 100% yang sudah
disetujui oleh Konsultan Supervisi dan PPTK (Pejabat Teknis yang ditunjuk oleh PPK) kepada PPK.
PPK akan membuat surat balasan untuk memeriksa pekerjaan baik di lapangan maupun administrasi
(dokumen-dokumen) pendukungnya dengan membentuk Tim Pemeriksa tambahan atau cukup
dengan petugas-petugas yang sudah ada. Setelah pekerjaan diperiksa, PPK membuat surat hasil
pemeriksaan pekerjaan yang biasa dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan dan Berita Acara
Serah Terima Pekerjaan Awal (PHO). Setelah semuanya terpenuhi, Kontraktor Pelaksana
menagihkan pekerjaan 95%, sisanya 5% ditagihkan setelah masa pemeliharaan selesai atau
ditagihkan dengan mengganti jaminan pemeliharaan.

8.

Pemeliharaan
Pemeliharaan adalah tahap di mana Kontraktor Pelaksana melaksanakan pemeliharaan
terhadap hasil pekerjaan selama waktu yang ditetapkan dalam Dokumen Kontrak. Pemeliharaan
dimaksudkan untuk menjaga hasil pekerjaan harus sesuai dengan spesifikasi, kualitas, dan kuantitas
330312832.doc330312832.doc

16

selama waktu pemeliharaan khususnya, dan menjamin hingga umur rencana tercapai dengan
memperkirakan hasil deteksi selama masa pemeliharaan.
9.

Serah Terima Pekerjaan Akhir (FHO)


Tahapan serah terima pekerjaan akhir (FHO) hampir sama dengan PHO, dimulai dari surat
serah terima pemeriksaan pekerjaan dari Kontraktor Pelaksana kepada PPK. Lampiran-lampiran
yang diserahkan antara lain berupa catatan-catatan, analisis, uji lapangan, dan laboratorium paska
pemeliharaan, dan prediksi hasil pekerjaan terhadap umur rencana. Setelah diperiksa oleh para
pihak, PPK membuat Berita Acara Serah Terima Akhir (FHO) guna mengambil Uang Retensi 5%.
Demikian tulisan ini dibuat kurang lebihnya semoga dapat membantu proses
penyelesaian pekerjaan baik di lingkungan pemerintah maupun swasta. Terima kasih.

NO. KONTRAK
:
600/KTR/LEL.60-KON.BM/III.08 /MSJ/2015
JUSTIFIKASI
TEKNIS
PENINGKATAN JALAN RUAS JALAN SP. SELAMAT DATANG TANJUNG MENANG
TANGGAL KONTRAK
:
11 AGUSTUS 2015
I. PENDAHULUAN
I.1. LATAR BELAKANG
JUSTIFIKASI TEKNIS INI DIBUAT KARENA ADANYA PERBEDAAN KONDISI LAPANGAN,
ANTARA
DOKUMEN KONTRAK YANG ADA DENGAN KONDISI PENANGANAN PEKERJAAN
DILAPANGAN,
INSTRUKSI PEJABAT PEMBUAT DOKUMEN SEHINGGA KITA PERLU MENINJAU ULANG
TERHADAP
RENCANA PELAKSANAAN PEKERJAAN DI LAPANGAN.
JUSTIFIKASI TEKNIS INI DISUSUN BERDASARKAN DENGAN KETENTUAN YANG
TERCANTUM DALAM
DOKUMEN KONTRAK, DAN HASIL PERHITUNGAN MUTUAL CHECK0 (MC-0) / REKAYASA
LAPANGAN BERSAMA ANTARA PIHAK DIREKSI, KONSULTAN PENGAWAS DAN
KONTRAKTOR
PELAKSANA SERTA PAMONG SETEMPAT YANG DISESUAI DENGAN KEBUTUHAN DAN
KONDISI
330312832.doc330312832.doc

17

DILOKASI PEKERJAAN, AGAR TERCAPAI AZAS EFISIENSI DAN AZAS MANFAAT.


JUSTIFIKASI TEKNIS INI DIBUAT BERDASARKAN HAL-HAL SEBAGAI BERIKUT :
1. SYARAT SYARAT UMUM SURAT PERINTAH KERJA PASAL 21
I.2. TUJUAN JUSTIFIKASI TEKNIS
TUJUAN JUSTIFIKASI TEKNIS INI ADALAH UNTUK MENGOPTIMALKAN PEMANFAATAN
DANA YANG
TERDAPAT DALAM KONTRAK DENGAN ADANYA PENANGANAN SKALA PRIORITAS APA
YANG PERLU
DILAKUKAN DALAM PENANGANAN PEKERJAAN SEHINGGA SASARAN DAN TUJUAN
PEKERJAAN DAPAT
TERLAKSANA DAN MASA PELAYANAN SESUAI DENGAN KEINGINAN ANTARA
MASYARAKAT PENGGUNA
DAN PARA PIHAK.
I.3. INFORMASI PROYEK
A. DATA UMUM
SATUAN KERJA : DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN MESUJI
NO. KONTRAK
:
600/KTR/LEL.60-KON.BM/III.08 /MSJ/2015
JUSTIFIKASI
TEKNIS
PENINGKATAN JALAN RUAS JALAN SP. SELAMAT DATANG TANJUNG MENANG
TANGGAL KONTRAK
:
11 AGUSTUS 2015
KEGIATAN : PENINGKATAN JALAN
ALAMAT : JL. Z.A PAGAR ALAM KOMPLEK PEMDA KABUPATEM MESUJI
SUMBER DANA : APBD KABUPATEN MESUJI
TAHUN ANGGARAN : 2014
B. DATA KONTRAK KONSTRUKSI
NAMA PEKERJAAN : PENINGKATAN JALAN SP. SELAMAT DATANG TANJUNG
MULYA
KONTRAKTOR : CV. GO 90
ALAMAT : JLN. ANGKA WIJAYA NO. 8/26 KAMPUNG SAWAH BREBES
BANDAR LAMPUNG
NOMOR KONTRAK : 600/KTR/PML.47-KON.BM/III.08/MSJ/2014
TANGGAL KONTRAK : 18 SEPTEMBER 2014
NILAI KONTRAK : RP. 4.818.500.000,00
NOMOR SPMK : 600/SPMK/PML.47-KON.BM/III.08/MSJ/2014
TANGGAL SPMK : 18 SEPTEMBER 2014
RENCANA PHO : 17 DESEMBER 2014
WAKTU PELAKSANAAN : 90 (SEMBILAN PULUH) HARI KALENDER
KONSULTAN PENGAWAS: CV. WIRA KARYA MUDA KONSULTAN
ALAMAT : JL. JENDRAL SUDIRMAN NO. 75 KOTABUMI LAMPUNG
UTARA
C. DATA TEKNIS
- PANJANG RUAS : 38,200 KM
- PJG. FUNGSIONAL : 38,200 KM
- PANJANG EFEKTIV : 27,499 KM
- KONSTRUKSI : - PENYIAPAN BADAN JALAN.
- LAPIS PONDASI AGGREGAT KLAS C
NO. KONTRAK
:
600/KTR/LEL.60-KON.BM/III.08 /MSJ/2015
330312832.doc330312832.doc

18

JUSTIFIKASI
TEKNIS
PENINGKATAN JALAN RUAS JALAN SP. SELAMAT DATANG TANJUNG MENANG
TANGGAL KONTRAK
:
11 AGUSTUS 2015
I.4. METODE PEMBUATAN JUSTIFIKASI TEKNIS
UNTUK PEMBUATAN JUSTIFIKASI TEKNIS DILAKUKAN DENGAN MELAKUKAN KEGIATAN
SURVEY
LAPANGAN BERSAMA SAMA ANTARA PIHAK KONTRAKTOR PELAKSANA, KONSULTAN
PENGAWAS, DAN PIHAK SATKER, DAN APARAT DIMANA LOKASI PEKERJAAN BERADA
DENGAN
MENDATA SEMUA PEKERJAAN YANG DIBUTUHKAN UNTUK MENDAPATKAN KESESUAIAN
ANTARA GAMBAR DESIGN/RENCANA DENGAN KEBUTUHAN JENIS DAN KUANTITAS
PEKERJAAN DI
LAPANGAN, ANTARA LAIN SEBAGAI BERIKUT :
A. SURVEY DAN PENGUKURAN ULANG DI LOKASI PEKERJAAN UNTUK SETIAP ITEM
PEKERJAAN
YANG TERCANTUM PADA KONTRAK AWAL.
B. INVENTARISASI DAN SURVEY KONDISI EXISTING PEKERJAAN DI LOKASI.
C. PEMBUATAN ANALISA DAN PERHITUNGAN DATA LAPANGAN DALAM BENTUK BACK UP
DATA PERHITUNGAN KUANTITAS PEKERJAAN DAN SHOP DRAWING.
D. METODE PEMERIKSAAN STRUKTUR JALAN.
II. LINGKUP PEKERJAAN
SESUAI DENGAN KONTRAK AWAL LINGKUP PEKERJAAN PENINGKATAN JALAN SIMPANG
SELAMAT
DATANG TANJANG MAS MULYA ADALAH SEBAGAI BERIKUT :
134
I . PEKERJAAN PERSI APAN.
1 MOBILISASI DAN DEMOBILISASI
LS
SET
2 SEWA DIREKSI KEET
LS
UNIT
3 DOKUMENTASI DAN PELAPORAN
LS
UNIT
4 PENGUKURAN KEMBALI
LS
UNIT
5 PAPAN NAMA PROYEK
LS
UNIT
I I . PEKERJAAN TANAH / SUB GRADE
1 PENYIAPAN BADAN JALAN
K.422
M2
I I I . PEKERJAAN PERKERASAN
1 LAPIS PONDASI AGREGAT KELAS C
K.514
M3
NO
URAIAAN PEKERJAAN
330312832.doc330312832.doc

19

KODE
SATUAN
VOLUME
1,00
2
5
2,00
82.497,00
1,00
1,00
2,00
8.249,79
NO. KONTRAK
:
600/KTR/LEL.60-KON.BM/III.08 /MSJ/2015
JUSTIFIKASI
TEKNIS
PENINGKATAN JALAN RUAS JALAN SP. SELAMAT DATANG TANJUNG MENANG
TANGGAL KONTRAK
:
11 AGUSTUS 2015
III. `TINJAUAN ULANG DESIGN
A. TUJUAN
PENINJAUAN KEMBALI ATAS RENCANA AWAL YANG ADA PADA DOKUMEN KONTRAK
DIMAKSUDKAN UNTUK MENDAPATKAN LOKASI YANG SESUAI DAN JUMLAH KUANTITAS
YANG
AKURAT SEHINGGA DAPAT MENGOPTIMALKAN BIAYA YANG TERSEDIA BERDASARKAN
SKALA
PRIORITAS PENANGANAN DI LAPANGAN, SEHINGGA SASARAN PENANGANAN
PEKERJAAN
DAPAT DICAPAI MAKSIMAL.
B. METODE PEMBUATAN JUSTIFIKASI TEKNIS
CARA REKAYASA LAPANGAN :
REKAYASA LAPANGAN, DENGAN MENCATAT SEMUA PEKERJAAN YANG DIBUTUHKAN
UNTUK
MENDAPATKAN KESESUAIAN ANTARA DESIGN AWAL DENGAN KEBUTUHAN ACTUAL
DILAPANGAN.
KEGIATAN TERDIRI DARI :
NO. KONTRAK
:
600/KTR/LEL.60-KON.BM/III.08 /MSJ/2015
JUSTIFIKASI
TEKNIS
PENINGKATAN JALAN RUAS JALAN SP. SELAMAT DATANG TANJUNG MENANG
TANGGAL KONTRAK
:
11 AGUSTUS 2015
SURVEY LOKASI PEKERJAAN ( LAPANGAN )
PENGUKURAN ULANG
ANALISA DATA LAPANGAN
PEMERIKSAAN PERMUKAAN PERKERASAN JALAN DILAKUKAN SECARA VISUAL
METODE PERHITUNGAN PERHITUNGAN VOLUME BERDASARKAN HASIL PENGUKURAN
C. PERMASALAHAN
330312832.doc330312832.doc

20

DARI HASIL SURVEY LAPANGAN BERSAMA TERHADAP DAFTAR DAN KUANTITAS


PEKERJAAN
KONTRAK AWAL, TERDAPAT BEBERAPA ITEM PEKERJAAN YANG HARUS DISESUAI BAIK
BERTAMBAH ATAU BERKURANG DALAM PELAKSANAKAN PEKERJAAN, DISESUAIKAN
DENGAN
SKALA PRIORITAS KEBUTUHAN ITEM PEKERJAAN DI LOKASI, DIMENSI UKURAN SETIAP
ITEM
PEKERJAAN DI LAPANGAN, SEBAGAI BERIKUT :
- DARI HASIL SURVEY LAPANGAN YANG MENGACU PADA DAFTAR DAN KUANTITAS
PEKERJAAN KONTRAK AWAL, TERDAPAT BEBERAPA ITEM PEKERJAAN YANG HARUS
DISESUAI BAIK BERTAMBAH ATAU BERKURANG DALAM PELAKSANAKAN PEKERJAAN
SAAT
INI, DISESUAIKAN DENGAN SKALA PRIORITAS KEBUTUHAN ITEM PEKERJAAN DI LOKASI,
DIMENSI UKURAN SETIAP ITEM PEKERJAAN DI LAPANGAN, TERUTAMA KEBUTUHAN RIEL
LAPANGAN UNTUK PEKERJAAN PERKERASAN JALAN.
- SESUAI DENGAN DESIGN AWAL PADA GAMBAR SOFT DRAWING MAKA
PENANGANAN PADA PEKERJAAN INI ADALAH PERKERASAN BERBUTIR LAPIS PONDAQSI
AGGREGAT KLAS C PADA BAHU SISI KIRI DAN BAHU SISI KANAN, TEBAL RATA - RATA
PENGHAMPARAN = 10 CM, DENGAN PANJANG EFEKTIF PENANGANAN ADALAH :
27,499 KM; LEBAR BAHU JALAN MASING- MASING : 1,50 M, UNTUK
MENGOPTIMALKAN PEMANFAATAN DANA YANG TERDAPAT DALAM KONTRAK DENGAN
ADANYA PENANGANAN SKALA PRIORITAS APA YANG PERLU DILAKUKAN DALAM
PENANGANAN PEKERJAAN, MAKA DILAKUKAN SURVEY DAN REKAYASA LAPANGAN
UNTUK MENENTUKAN MUTUAL CHECK AWAL 0% :
A. STA 0+000 S/D STA 0+500
PENANGANAN PELEBARAN JALAN 2 (SATU) SISI DENGAN PERKERASAN BERBUTIR
LAPIS PONDASI AGGREGAT KELAS C LEBAR SEBELAH KANAN = 1.50 M ; LEBAR
SEBELAH KIRI = 1.50 M ; TEBAL RATA PEMADATAN AGGREGAT KELAS C = 12 S/D
15 CM ; PANJANG EFEKTIF PENANGANAN = 500 M.
NO. KONTRAK
:
600/KTR/LEL.60-KON.BM/III.08 /MSJ/2015
JUSTIFIKASI
TEKNIS
PENINGKATAN JALAN RUAS JALAN SP. SELAMAT DATANG TANJUNG MENANG
TANGGAL KONTRAK
:
11 AGUSTUS 2015
B. STA 0+500 S/D STA 13+000 DAN STA 13+500 S/D STA 23+200
PENANGANAN PELEBARAN JALAN 1 (SATU) SISI SEBELAH KANAN DENGAN
PERKERASAN BERBUTIR LAPIS PONDASI AGGREGAT KELAS C ; LEBAR : 3,00 M ;
TEBAL RATA-RATA PEMADATAN AGGREGAT KELAS C = 12 S/D 15 CM ; PANJANG
EFEKTIF PENANGANAN = 22.200 M.
C. STA 13+000 S/D STA 13+500
PENANGANAN PELEBARAN JALAN 1 (SATU) SISI SEBELAH KIRI DENGAN PERKERASAN
BERBUTIR LAPIS PONDASI AGGREGAT KELAS C ; LEBAR : 3,00 M ; TEBAL RATA-RATA
PEMADATAN AGGREGAT KELAS C = 12 S/D 15 CM ; PANJANG EFEKTIF
PENANGANAN = 500 M.
D. PENGEMBALIAN KONDISI BADAN JALAN UNTUK PEKERJAAN MINOR DENGAN LAPIS
PONDASI AGGREGAT KELAS C PADA BAGIAN BADAN JALAN EXISTING YANG RUSAK,
TETAP DILAKUKAN TETAPI HANYA BERSIFAT SEMENTARA.
E. PANJANG EFEKTIF PENANGANAN YANG SEMULA 27,499 KM SETELAH DILAKUKAN
REKAYASA LAPANGAN/MUTUAL CHECK AWAL BERUBAH MENJADI 23,200 KM ;
TEBAL RATA-RATA PEMADATAN AGGREGAT KELAS C = 12 S/D 15 CM
330312832.doc330312832.doc

21

D. PEMECAHAN MASALAH
1. BIAYA KONSTRUKSI ADALAH TETAP YAITU SEBESAR RP. 4.818.500.000,00 (EMPAT
MILYAR DELAPAN RATUS DELAPAN BELAS JUTA LIMA RATUS RIBU RUPIAH).
2. DARI HASIL PELAKSANAAN SURVEY DAN REKAYASA LAPANGAN DILAKUKAN
PENYESUAIAN DAN PENGHITUNGAN KEMBALI TERHADAP SETIAP ITEM PEKERJAAN
BERDASARKAN KEBUTUHAN DI LAPANGAN DAN DISESUAIKAN DENGAN KUANTITAS
PADA
KONTRAK, SEBAGAI BERIKUT SEBAGAI BERIKUT :
I. PEKERJAAN PERSIAPAN
D.1. MOBILISASI DAN DEMOBILISASI : 2,00 SET .... TETAP
NO. KONTRAK
:
600/KTR/LEL.60-KON.BM/III.08 /MSJ/2015
JUSTIFIKASI
TEKNIS
PENINGKATAN JALAN RUAS JALAN SP. SELAMAT DATANG TANJUNG MENANG
TANGGAL KONTRAK
:
11 AGUSTUS 2015
D.2. SEWA DIREKSI KEET : 1,00 UNIT ... TETAP
D.3. DOKUMENTASI DAN PELAPORAN : 1,00 UNIT ... TETAP
D.4. PENGUKURAN KEMBALI : 1,00 UNIT ... TETAP
D.5. PAPAN NAMA PROYEK : 2,00 UNIT ... TETAP
II. PEKERJAAN TANAH
1. PENYIAPAN BADAN JALAN : 69.600,00 M ...... BERKURANG
III. PERKERASAN BERBUTIR
1. LAPIS PONDASI AGGREGAT KELAS C : 8.273,25 M3 ...... BERTAMBAH
3. HASIL REKAPITULASI PERHITUNGAN ULANG DENGAN BACK UP DATA TERLAMPIR
ADALAH
SEBAGAI BERIKUT :
134
I . PEKERJAAN PERSI APAN.
1 MOBILISASI DAN DEMOBILISASI
LS
SET
2 SEWA DIREKSI KEET
LS
UNIT
3 DOKUMENTASI DAN PELAPORAN
LS
UNIT
4 PENGUKURAN KEMBALI
LS
UNIT
5 PAPAN NAMA PROYEK
LS
UNIT
I I . PEKERJAAN TANAH / SUB GRADE
1 PENYIAPAN BADAN JALAN
K.422
M2
I I I . PEKERJAAN PERKERASAN
1 LAPIS PONDASI AGREGAT KELAS C
K.514
330312832.doc330312832.doc

22

M3
VOLUME
CCO - 01
8.287,42
69.600,00
1,00
1,00
2,00
2,00
1,00
2
5
NO
URAIAAN PEKERJAAN
KODE
SATUAN
NO. KONTRAK
:
600/KTR/LEL.60-KON.BM/III.08 /MSJ/2015
JUSTIFIKASI
TEKNIS
PENINGKATAN JALAN RUAS JALAN SP. SELAMAT DATANG TANJUNG MENANG
TANGGAL KONTRAK
:
11 AGUSTUS 2015
IV. KESIMPULAN
DARI HASIL SURVEY LAPANGAN DAN PERHITUNGAN KEMBALI KUANTITAS SETIAP ITEM
PEKERJAAN, MAKA DAPAT DISIMPULKAN ADALAH SEBAGAI BERIKUT :
1. DARI HASIL PELAKSANAAN SURVEY DAN REKAYASA LAPANGAN DILAKUKAN
PENYESUAIAN DAN PENGHITUNGAN KEMBALI TERHADAP SETIAP ITEM PEKERJAAN
BERDASARKAN KEBUTUHAN DI LAPANGAN DAN DISESUAIKAN DENGAN KUANTITAS
PADA
KONTRAK.
2. DILAKUKAN PERUBAHAN PADA GAMBAR KERJA/SOFT DRAWING DAN AS-BUILT
DRAWING
DISESUAIKAN DENGAN KONDISI DAN PENANGANAN PEKERJAAN DI LAPANGAN.
3. DENGAN MENGACU PADA BALANCE BUDGET DAN BALANCE TARGET MAKA TIDAK
ADA
PENAMBAHAN DANA ATAU DENGAN KATA LAIN NILAI KONTRAK TETAP YAITU SEBESAR
RP. 4.818.500.000,00 (EMPAT MILYAR DELAPAN RATUS DELAPAN BELAS JUTA
LIMA RATUS RIBU RUPIAH).
4. KUANTITAS DAN HARGA DISESUAIKAN DENGAN HASIL REKAYASA LAPANGAN/
MUTUAL
CHECK AWAL (0%).
NO. KONTRAK
:
600/KTR/LEL.60-KON.BM/III.08 /MSJ/2015
JUSTIFIKASI
TEKNIS
PENINGKATAN JALAN RUAS JALAN SP. SELAMAT DATANG TANJUNG MENANG
TANGGAL KONTRAK
:
11 AGUSTUS 2015
330312832.doc330312832.doc

23

DENGAN PERHITUNGAN TAMBAH - KURANG KUANTITAS PEKERJAAN YANG DISESUAIKAN


DENGAN
KEBUTUHAN LAPANGAN (DATA PERHITUNGAN TERLAMPIR), DIHARAPKAN DAPAT
DIHASILKAN
PEKERJAAN YANG MAKSIMAL DAN SESUAI DENGAN SPESIFIKASI TEKNIS YANG
DITETAPKAN SERTA
TERPENUHINYA AZAS EFISIENSI DAN AZAS MANFAAT.
DEMIKIANLAH JUSTIFIKASI TEKNIS INI DIBUAT UNTUK DAPAT DITINDAK LANJUTI DENGAN
PEMBUATAN
DRAFT AMANDEMEN TERHADAP KONTRAK.
BANDAR LAMPUNG, 25 SEPTEMBER 2014
DIBUAT OLEH : KONSULTAN PENGAWAS
CV. KARYA MULYA MANDIRI
RIAN OKTA NUGRAHA, ST
SITE ENGINEER
DAFTAR ISI
NO. KONTRAK
:
600/KTR/LEL.60-KON.BM/III.08 /MSJ/2015
JUSTIFIKASI
TEKNIS
PENINGKATAN JALAN RUAS JALAN SP. SELAMAT DATANG TANJUNG MENANG
TANGGAL KONTRAK
:
11 AGUSTUS 2015
I. DAFTAR ISI
II. REKAPITULASI KUANTITAS DAN HARGA (AMANDEMEN)
I. PENDAHULUAN
I.1 LATAR BELAKANG
I.2 TUJUAN JUSTIFIKASI TEKNIS
I.3 INFORMASI PROYEK
A. DATA UMUM
B. DATA KONTRAK KONSTRUKSI
C. DATA TEKNIS
I.4 METODE PEMBUATAN JUSTIFIKASI TEKNIS
II. LINGKUP PEKERJAAN
III. TINJAUAN ULANG DESIGN
III.1 TUJUAN
III.2 PERMASALAHAN
III.3 PEMECAHAN MASALAH
IV. KESIMPULAN DAN SARAN
V. LAMPIRAN LAMPIRAN
V.1 SURAT SURAT ADMINISTRASI
V.2 GAMBAR KERJA
V.3 PERHITUNGAN BACK UP DATA MC 0%
DOWNLOAD
OF 10

330312832.doc330312832.doc

24