Anda di halaman 1dari 12

ASUHAN PERSALINAN PADA MASA NIFAS

Menganalisa Konsep Dasar Pada Masa Nifas

KELOMPOK 2
Disusun Oleh:
Kelas : Non Reg 2B
Chintia Anggraeni
(P3.73.24.1.14.049)
Citra Sari Dewi M.C (P3.73.24.1.14.050)
Dais Nurul Wahidah (P3.73.24.1.14.051)
Desyana Eka Mahesti (P3.73.24.1.14.052)
Diah Romahtullaila (P3.73.24.1.14.053)
Efi Kurniawati
(P3.73.24.1.14.054)
Elizabet
(P3.73.24.1.14.055)
Fithriyatul Jamiilah (P3.73.24.1.14.056)

PROGRAM STUDI D-III KEBIDANAN


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN JAKARTA 3
2014/2015

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita limpahkaan kepada tuhan karena, kehadirat tuhan yang maha esa, yang
telah memberikan rahmat dan karunianya, sehingg penulis dapat menyelesaikan makalah ini
dengan judul Konsep Dasar Menganalisa Masa Nifas. Adapun penyusunan makalah ini di
susun dengan maksud untuk memenuhi tugas Asuhan Kebidanan Persalinan dan Bayi Baru
Lahir.Selama pembuatan makalah ini penulis menemukan berbagai hambatan dan kesulitan,
namun berkat kerjasama kelompok dan bantuaan dari berbagai pihak akhirnya makalah ini
bisa diselesaikan tepat waktu.Penulis menyadari bahwa sepenuhnya

dalam penulisan

makalah ini banyak kekurangan maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang
bersifat membangun demi kesempurnaan penyusunan makalah. Semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya.

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................................i
DAFTAR ISI..........................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN.....................................................................................................1
1.1 Latar Belakang.................................................................................................................1
1.2 Perumusan Masalah.........................................................................................................1
1.3 Tujuan Masalah................................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN......................................................................................................3
2.1 Konsep Dasar Nifas ........................................................................................................1
2.2 Tujuan. 2
2.3 Peran dan Tanggung Jawab..............................................................................................3
2.4 Tahapan............................................................................................................................4
2.4 Kebijakan Program Nasional...........................................................................................5
BAB III PENUTUP..............................................................................................................6
3.1 Kesimpulan..7
3.2 Saran 8
3.1 Daftar Pustaka...........................................................................................................iii

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam periode sekarang ini asuhan masa nifas sangat diperlukan karena merupakan masa
kritis baik ibu maupun bayi. Diperkirakan 60% kematian ibu akibat kehamilan terjadi
setelah persalinan dan 50% kematian masa nifas terjadi dalam 24 jam pertama
(Prawirohardjo, 2005).
Menganalisa konsep dasar nifas untuk meningkatkan kesejahteraan fisik dan psikologis
bagi ibu dan bayi.Dengan diberikannya asuhan, ibu akan mendapatkan fasilitas dan
dukungan dalam upaya untuk menyesuaikan peran barunya sebagai ibu (pada kasus ibu
dengan kelahiran anak pertama) dan pendampingan keluarga dalam membuat bentuk dan
pola baru dengan kelahiran anak berikutnya. Jika ibu dapat melewati masa ini dengan
baik maka kesejahteraan fisik dan psikologis bayi pun semakin meningkat.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa definisi masa nifas?
2. Apa saja tujuan asuhan pada masa nifas?
3. Apa saja peran dan tanggungjawab pada masa nifas ?
4. Apa saja tahapan pada masa nifas?
5. Apa saja kebijakan program nasional pada menganalisa konsep dasar nifas?
1.3 Tujuan Masalah
1. Untuk menjelaskan tujuan menganalisa konsep dasar nifas.
2. Untuk mengetahui peran dan tanggung jawab pada masa nifas.
3. Untuk menjelaskan tahapan pada masa nifas.
4. Untuk mengetahui kebijakan program nasional pada menganalisa konsep dasar nifas.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Konsep Dasar Nifas
1. Definisi
Masa nifas (puerperium) adalah masa yang dimulai setelah
plasenta keluar dan berakhir ketika alat- alat kandungan kembali
seperti keadaan semula (sebelum hamil). Biasanya berlangsung
selama lebih kurang 6-8 minggu. (ASKEB pada Ibu Nifas, Andi)
Puerperium adalah masa sesudah persalinan yang di perlukan
untuk pulihnya kembali alat kandungan yang lamanya 6 minggu
(Obstetri Fisiologi, 1983 )
Masa nifas adalah periode waktu selama 6-8 minggu setelah
persalinan. (Biologo Reproduksi, 2011)
Nifas adalah masa dimulai setelah kelahiran plasenta dan
berakhir ketika alat kandung kembali seperti semula sebelum
hamil, yang berlangsung selama 6 minggu atau 40 hari
(Prawirohardjo, 2002).
Masa nifas (puerperium) adalah pulih kembali, mulai dari
persalinan selesai sampai alat alat kandung kembali seperti pra
hamil. Lamanya masa nifas ini yaitu 6 8 minggu (Mochtar,
1998).

2. Klasifikasi Nifas
Nifas dapat dibagi kedalam 3 periode :
a. Puerperium dini yaitu kepulihan
diperbolehkan berdiri dan berjalan jalan.

dimana

ibu

telah

b. Puerperium intermedial yaitu kepulihan menyeluruh alat alat


genetalia yang lamanya 6 8 minggu.
c. Remote puerperium yaitu waktu yang diperlukan untuk pulih
kembali dan sehat sempurnah baik selama hamil atau sempurna
berminggu minggu, berbulan bulan atau tahunan (Mochtar R,
1998).

2.2. Tujuan Asuhan Masa Nifas


1) Menjaga
maupun psikologi.

kesehatan

ibu

dan

bayi,

baik

fisik

2) Melaksanakan skriningg yang komprehensif mendekati


masalah, mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada
ibu maupun pada bayinya.
3)

Memberikan pelayanan keluarga berencana.

4)
Mencegah atau mendeteksi atau menetalaksanakan
komplikasi yang timbul pada waktu pasca persalinan, baik
medis, bedah atau obstetric.
5)
Dukungan pada ibu dan keluarganya pada peralihan
kesuasana keluarga baru.
6)
Promosi dan mempertahankan kesehatan fisik, mental dan
sosial ibu dan bainya secara memberikan pengetahuan tentang
tanda-tanda bahaya, gizi, istirahat, tidur dan kesehatan diri serta
memberikan micro nutrusi, jika perlu.
7)
8)
9)
seksual
10)

Konseling asuhan bayi baru lahir.


Dukungan ASI
Konseling dan pelayanan KB termasuk nasehat hubungan
Imunisasi ibu terhadap tetanus.

2.3. Peran dan Tanggung Jawab


peran dan tanggung jawab dalam masa nifas antara lain :
1. Memberikan dukungan secara berkesinambungan selama masa nifas sesuai
dengan kebutuhan ibu untuk mengurangi ketegangan fisik dan psikologis selama
masa nifas.
2. Sebagai promotor hubungan antara ibu dan bayi serta keluarga.

3. Mendorong ibu untuk menyusui bayinya dengan meningkatkan rasa nyaman.


4. Membuat kebijakan, perencana program kesehatan yang berkaitan ibu dan anak
dan mampu melakukan kegiatan administrasi.
5. Mendeteksi komplikasi dan perlunya rujukan.
6. Memberikan konseling untuk ibu dan keluarganya mengenai cara mencegah
perdarahan mengenali tanda-tanda bahaya, menjaga gizi yang baik, serta
mempraktekkan kebersihan yang aman.
7. Melakukan manajemen asuhan dengan cara mengumpulkan data, menetapkan
diagnosa dan rencana tindakan serta melaksanakannya untuk mempercepat proses
pemulihan, mencegah komplikasi dengan memenuhi kebutuhan ibu dan bayi
selama priode nifas.
8. Memberikan asuhan secara professional.

2.4. Tahapan Nifas


Nifas dibagi dalam 3 periode :
1

Puerperium Dini yaitu kepulihan dimana ibu diperbolehkan berdiri dan berjalan-

jalan. Dalam agama Islam dianggap telah bersih dan boleh bekerjasetelah 40 hari.
Puerperium intermedial yaitu kepulihan menyeluruh alat-alat genetalia yang lama 6-

8 minggu.
Remote puerperium adalah waktu yang di perlukan untuk pulih dan sehat sempurna
terutama bila selama hamil atau waktu persalinan mempunyai komplikasi. Waktu
untuk sehat sempurna bisa berminggu-minggu, bulan atau tahunan

Berdasarkan waktu :
1

Periode immediate postpartum


Masa segera setelah plasenta lahir sampai dengan 24 jam. Pada masa ini sering
terdapat banyak masalah, misalnya pendarahan karena atonia uteri. Oleh karena itu,
bidan dengan teratur harus melakukan pemeriksaan kontraksi uterus, pengeluaran

lokia, tekanan darah, dan suhu.


Periode early postpartum (24 jam-1 minggu)
Pada fase ini bidan memastikan involusi uteri dalam keadaan normal, tidak ada
perdarahan, lokia tidak berbau busuk, tidak demam, ibu cukup mendapatkan

makanan dan cairan, serta ibu dapat menyusui dengan baik.


Periode late postpartum (1 minggu- 5 minggu)

Pada periode ini bidan tetap melakukan perawatan dan pemeriksaan seharihari serta
konseling KB.

2.5. Kebijakan Program Nasional Masa Nifas


Kebijakan program nasionalpada

masa nifas yaitu

paling

sedikitempat

kali

melakukankunjunganpada masa nifas, dengantujuanuntuk :


1

Menilaikondisi kesehatan ibu dan bayi.

Melakukan pencegahan terhadapkemungkinan-kemungkinanadanya gangguan


kesehatan ibu nifas danbayinya.

Mendeteksiadanya komplikasi ataumasalah yang terjadipada masa nifas.

Menangani komplikasi ataumasalah yang timbul dan mengganggu kesehatan


ibu nifas maupun bayinya.

Asuhan yang diberikansewaktumelakukankunjungan masa nifas:


Kunjung
an

Waktu

Asuhan
Mencegah perdarahan masa nifas olehkarena atonia uteri.
Mendeteksidan perawatan penyebab
lain perdarahan sertamelakukanrujukanbila perdarahan berlanjut.
Memberikan konseling padaibudan keluarga tentang cara mencegah

6-8 jam perdarahan yang disebabkan atonia uteri.


I

post

Pemberian ASI awal.

partum Mengajarkancaramempererathubunganantaraibudan bayi baru lahir.


Menjaga bayi tetapsehatmelalui pencegahan hipotermi.
Setelah bidan melakukanpertolongan persalinan, maka bidan harus
menjagaibudan bayi untuk 2 jam pertama setelah kelahiran atau
sampai keadaan ibu dan bayi baru lahir dalamkeadaanbaik.
II

6 hari Memastikan involusi uterus barjalandengan normal, uterus berkontr


post

aksidenganbaik, tinggi fundus uteri di bawah umbilikus,

partum tidakada perdarahan abnormal.


Menilaiadanyatanda-tanda demam, infeksi dan perdarahan.

Memastikanibumendapat istirahat yang cukup.


Memastikanibumendapat makanan yang bergizidancukup cairan.
Memastikanibu menyusui denganbaikdanbenarsertatidakadatandatandakesulitan menyusui.
Memberikan konseling tentang perawatan bayi barulahir.
2 minggu
III

post
partum

Asuhanpada 2 minggu post partum sama denganasuhan yang


diberikanpadakunjungan 6 hari post partum.

6 minggu Menanyakanpenyulit-penyulit yang dialamiibuselama masa nifas.


IV

post
partum

Memberikan konseling KB secaradini.

Perawatan Masa Nifas


Perawatan kunjungan masa nifas minimal 4x dalam bentuk pengawasan
sebagai berikut :.
1). Pemeriksaan umum; kesadaran penderita, keluhan yang terjadi setelah
persalinan.
2). Pemeriksaan khusus; fisik, tekanan darah, nadi, suhu, respirasi, tinggi
fundus uteri, kontraksi uterus.
3). Payudara; puting susu atau stuwing ASI, pengeluaran ASI. Perawatan
payudara sudah dimulai sejak hamil sebagai persiapan untuk menyusui
bayinya. Bila bayi mulai disusui, isapan pada puting susu merupakan
rangsangan psikis yang secara reflektoris mengakibatkan oxitosin
dikeluarkan oleh hipofisis. Produksi akan lebih banyak dan involusi uteri akan
lebih sempurna.
4). Lochea; lochea rubra, lochea sanguinolenta.
5). Luka jahitan; apakah baik atau terbuka, apakah ada tanda-tanda infeksi
(kotor, dolor/fungsi laesa dan pus ).
6). Mobilisasi; karena lelah sehabis bersalin, ibu harus istirahat, tidur
terlentang selama 8 jam pasca persalinan. Kemudian boleh miring ke kiri dan
kekanan serta diperbolehkan untuk duduk, atau pada hari ke 4 dan ke- 5
diperbolehkan pulang.

7). Diet; makan harus bermutu, bergizi dan cukup kalori. Sebaiknya makan
makanan yang mengandung protein, banyak cairan, sayuran dan buahbuahan.
8). Miksi; hendaknya buang air kecil dapat dilakukan sendiri secepatnya,
paling tidak 4 jam setelah kelahiran. Bila sakit, kencing dikaterisasi.
9). Defekasi; buang air besar dapat dilakukan 3-4 hari pasca persalinan. Bila
sulit bab dan terjadi obstipasi apabila bab keras dapat diberikan laksans per
oral atau perektal. Jika belum biasa dilakukan klisma.
10). Kebersihan diri; anjurkan kebersihan seluruh tubuh, membersihkan
daerah kelamin dengan air dan sabun. Dari vulva terlebih dahulu dari depan
ke belakang kemudian anus. Mengganti pembalut setidaknya dua kali sehari,
mencuci tangan sebelum dan sesudah membersihkan kelamin.
11). Menganjurkan pada ibu agar mengikuti KB sendini mungkin setelah 40
hari (16 minggu post partum).
12). Nasehat untuk ibu post partum; sebaiknya bayi disusui. Psikoterapi post
natal sangat baik bila diberikan. Kerjakan gimnastik sehabis bersalin.
Sebaiknya ikut KB.

BAB III
Penutup
3.1 Kesimpulan
Masa nifas atau puerpurium merupakan suatu yang normal dan setiap saat dapat
berubah menjadi abnormal. Dengan pencegahan yang semaksimal mungkin saat
kehamilan,persalinan dan nifas,keadaan yang abnormal dapat ditekan seminimal
mungkin.Untuk itu sangat diperlukan sekali penyebaran informasi dan kesadaran bagi ibu
hamil dan keluarga untuk melakukan ANC ( antenatal care ) secara rutin,dan melakukan
persalinan pada tenaga kesehatan, baik dokter ataupun bidan.
Dengan adanya asuhan postnatal akan membantu kesiapan ibu utuk belajar dan
menjalani masa nifas secara fisiologis. Ibu meyakin bahwa bidan memperhatikannya
sebagai individu. Berdasarkan kebutuhan yang diutarakan pasien, keadaan wanita pada
saat itu dan hal-hal yang dibutuhkan. Tinjauan ulang tentang sistem-sistem tubuh perlu
dilakukan setiap pertemuan. Setiap tanda harus dikaji secara mendalam, identifikasi rasa
tidak nyaman yang mencerminkan rasa tidak nyaman pada masa nifas . Pengkajian akan
kemungkinan adanya infeksi pada organ reproduksi, terjadinya bendungan ASI dan lainlain. Respon psikososial terhadap masa nifas dan pendekatan menjadi orang tua.
3.2

Saran

Tenaga kesehatan terutama bidan diharapkan dapat mengetahui dan mengerti tentang
asuhan pada ibu nifas sehingga dapat memberikan pelayanan seoptimal mungkin pada
setiap ibu post partum agar keadaan ibu dan janin tetap baik.

Daftar Pustaka

Sarwono P, 2002. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan


Neonatal, Edisi I, Cetakan 3, YBP - SP, Jakarta.
FK Kedokteran UNPAD. 1983. Obstetri Fisiologi. ELeman : Bandung.