Anda di halaman 1dari 4

Gambaran Umum

PT Summarecon Agung Tbk

PT Summarecon Agung Tbk. merupakan perusahaan yang bergerak di bidang real


estate yang didirikan pada tahun 1975. Kegiatan pertama yang dilakukan adalah
pembangunan daerah Kelapa Gading yang tadinya berupa rawa-rawa yang berhasil diubah
menjadi salah satu kawasan hunian dan bisnis paling bergengsi di Jakarta.
Summarecon telah mengembangkan kemampuan di segala bidang real estat: meliputi
pengembangan, arsitek, teknik, manajemen proyek dan konstruksi, perencanaan tata kota,
infrastruktur, teknik desain yang berkelanjutan, manajemen kota terpadu, dan manajemen
properti ke dalam pengembangan kota terpadu (township).
Unit bisnis Summarecon dikelompokkan berdasar tiga aktivitas yang berbeda, yaitu :
1. Pengembangan Properti
Summarecon Kelapa Gading
Summarecon Serpong
Summarecon Bandung
2. Investasi dan Manajemen Properti
Sentra Kelapa Gading
Sentra Gading Serpong
Scientia Square
Sentra Summarecon Bekasi
3. Rekreasi dan Hospitality, dan Lainnya
Klub Kelapa Gading
The Springs Club
The Harris Hotel
Rumah Sakit St. Carolus
Penghargaan
2015

World Gold Winner

FIABCI World Prix


dExcellence Awards
Residential Low Rise
The Springs Summarecon
Serpong

Best Residental
Development
Indonesia
Asia Pacific Property
Awards
Cluster Grisea
The Springs Summarecon
Serpong

Top 50 Public Listed


Companies The 7th IICD
Good Corporate Governace
Implementation

2014

Residental Development
Indonesia
Asia Pacific Property
Awards
Scientia Garden
Summarecon Serpong

World Gold Winner


FIABCI World Prix
dExcellence Awards
Purpose Built Category
Pahoa Kinder Garten
Public Building

Best Public Services


Development Asia Pacific
Asia Pacific Property
Awards
Pahoa Kinder Garten
Summarecon Serpong

Best Public Services


Development Indonesia
Asia Pacific Property
Awards
Pahoa Kinder Garten
Summarecon Serpong

World Silver Winner

FIABCI World Prix


dExcellence Awards
Sustainable Development
Category
Pahoa Kinder Garten
Public Building

Porter Five Forces Classification Framework


PT Summarecon Agung Tbk (properti)
Supplier Power
SSproperti adalah tanah (lokasi) dan
Bahan baku utama bagi industri
bahan bangunan. Untuk tanah di kota kota besar, harganya sangat
dipengaruhi oleh kekuatan tawar menawar dari pemasok, sehingga
harganya menjadi relatif tinggi. Hal ini disebabkan karena makin
sedikitnya ketersediaan tanah di kota kota besar. Sedangkan untuk
di daerah pinggiran, harganya tidak terlalu tinggi karena masih
banyak tersedia lahan. Untuk Bahan bangunan terbagi menjadi dua,
yaitu : bahan bangunan alam dan bahan bangunan pabrik. Bahan
bangunan alam berasal langsung dari alam sehingga harga bahan
bangunan alam ditentukan dari jarak antara lokasi pengerjaan proyek
dengan bahan baku tersebut, sehingga faktor kekuatan tawar
menawar pemasok berpengaruh kuat disini. Untuk bahan bangunan
pabrik harganya dikendalikan oleh pasar karena jumlah pemasok
untuk bahan bangunan ini cukup banyak, sehingga kekuatan tawar
menawar pemasok tetap ada walaupun tidak tinggi.

Potential Entry
Kesempatan untuk perusahaan baru
masuk ke dalam industri properti ini
masih cukup terbuka untuk golongan
properti yang diperuntukkan bagi
kalangan masyarakat menengah ke
bawah. Akan tetapi, bisnis properti
kelas atas sudah dikuasai oleh
beberapa pengembang yang sudah
menguasai pasar kelas atas (salah
satunya PT Summarecon). Dalam
level
ini,
perusahaan
baru
membutuhkan dana yang sangat
besar dan hubungan yang baik
dengan para stakeholders.

Substitutes
Existing Rivalry
Persaingan
dalam
bisnis
pengembangan properti sangat
ketat
dan
cukup
banyak
perusahaan yang bergerak di
bidang ini. Namun, untuk
pengembangan properti skala
besar, atau untuk masyarakat
kalangan menengah ke atas atau
dengan model township hanya
dikuasai
oleh
beberapa
perusahaan besar.

Buyer Power
Meskipun kondisi perekonomian sempat
mengalami kelesuan pada tahun 2015,
tetapi pada tahun 2016 digadang-gadang
menjadi tahun tinggal andasnya bisnis
properti untuk kembali menggeliat.
Dengan anggapan tersebut, permintaan
properti
tahun
diharapkan
akan
meningkat pesat seperti tahun-tahun
sebelumnya. Oleh karena permintaan
yang tetap tinggi, arga propert juga
makin taidak terkontrol

Yang menjadi produk subtitusi bagi


bisnis properti adalah : rumah
kontrakan, rusunawa (rumah susun
sederhana sewa), apartemen sewa,
dan tinggal di hotel. Bagi masyarakat
yang belum mampu membeli rumah
tetapi ingin tinggal di pusat kota atau
di daerah daerah sekitar kota untuk
berbagai alasan seperti : untuk
mengurangi biaya transportasi ke
tempat kerja, gaya hidup, dan lain
lain,
kecenderungan
untuk
mengontrak
rumah,
rusunawa
ataupun apartemen cukup besar. Bagi
para pendatang atau professional dari
luar daerah atau luar negeri lebih
memilih untuk tinggal di apartemen
sewa atau hotel. Oleh karena itu
ancaman produk subtitusi ini cukup
mengkhawatirkan, namun bisa di
atasi apabila perusahaan dapat
mengantisipasinya
dengan
baik
melalui pelebaran produk yang tidak
hanya rumah jual namun rumah
sewa.