Anda di halaman 1dari 12

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Rancangan Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional yang merupakan
suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor faktor
risiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data
sekaligus didalam satu waktu (point time approach) (Notoatmodjo, 2005).
Teknik pengambilan sampel yang digunakan didalam penelitian ini adalah
secara acak sederhana (simple random sampling). Hakikat dari pengambilan
sampel secara acak sederhana adalah bahwa setiap anggota atau unit dari
populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk diseleksi sebagai sampel
(Notoatmodjo, 2005). Pada penelitian ini jumlah populasi sebesar 292 responden
dan jumlah sampel yang diinginkan adalah 100 responden sehingga akan
dilakukan pengambilan sampel dengan caa mengundi anggota populasi (lottery
technique) (Notoatmodjo, 2005).
B. Waktu dan Tempat Penelitian
Waktu penelitian

Tempat penelitian

C. Populasi, sampel dan teknik sampling


34

35

1. Populasi Target
Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah siswa/siswi kelas
XII SMA Negeri 1 Karawang tahun 2014 di Jl. Ahmad Yani No.22 Karawang
Barat.
2. Sampel Penelitian
siswa/siswi kelas XII SMA Negeri 1 Karawang Tahun 2014 yang memenuhi
kriteria inklusi dan tidak termasuk kriteria eksklusi.
D. Kriteria Inklusi dan Eksklusi
1. Kriteria Inklusi:
Siswa/siswi aktif kelas XII SMA Negeri 1 Karawang Tahun 2014.
Berusia 16-18 tahun.
Bersedia berpartisipasi dalam penelitian.
2. Kriteria Eksklusi
Bukan Siswa/siswi aktif kelas XII SMA Negeri 1 Karawang Tahun

2014.
Tidak bersedia mengisi kuisioner.
Tidak mengisi kuisioner dengan lengkap.
Tidak mengembalikan kuisioner.

E. Pengukuran dan Pengamatan Variabel Penelitian


1. Teknik Pengambilan Sampel
Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple
random sampling untuk mengetahui proporsi angka kejadian keluhan
dispepsia fungsional dan hubungan dengan stres yang dialami oleh
siswa/siswi kelas XII SMA Negeri 1 Karawang Tahun 2014
2. Estimasi besar sampel
Penentuan besar sampel yang dibutuhkan dalam penelitian ini menggunakan
rumus Lemeshow sebagai berikut (Notoatmodjo, 2005) :

36

n=

Z21- (p x (1-p)) N
L2(N-1)+ Z21- p(1-p)

Keterangan

= besar sampel minimum.

Z1-

= batas kepercayaan dengan = 0,05 adalah (1,96).

= derajat kesalahan yang dapat diterima sebesar 10%

= proporsi terjadinya hipertensi di Indonesia 15%

n=

Z21- (p x (1-p)) N
L2(N-1)+ Z21- p(1-p)
(1. 96)2 (0.15 x (1-0.15)) N

n=

(0,1)2 (N-1) + (1.96)2 0.15(1-0.15)


n = 280.44
3.87
n = 72,5 atau dibulatkan menjadi 73 responden.

Berdasarkan perhitungan tersebut jumlah sampel minimal yang dibutuhkan


adalah 73 responden. Untuk menghindari kekurangan data, maka jumlah sampel
ditambah 10% yaitu minimal 80 responden. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini
sebanyak 100 responden.
F. Variabel Penelitian

37

Variabel Independent

Variabel Dependent
Dispepsia Fungsional

Stres

1. Variabel Bebas (Independent)


Variabel bebas (Independent) pada penelitian ini adalah stres.
2. Variabel Terikat (Dependent)
Variabel terikat (Dependent) dalam penelitian ini adalah dispepsia
fungsional pada siswa/siswi kelas XII SMA Negeri 1 Karawang Tahun
2014.

G. Definisi Operasional
Untuk mengetahui definisi operasional masing masing variabel dapat dilihat dalam
tabel berikut ini :
Tabel 3.1. Definisi Operasional
VARIABEL

DEFINISI OPERASIONAL

STRES
(VARIABEL
DEPENDENT)

SUATU
KONDISI
KETEGANGAN
YANG
MEMPENGARUHI EMOSI,
PROSES BERPIKIR, DAN
KONDISI
DIRI
SESEORANG
(SARI,

ALAT
UKUR
KUISIONER

DASS

HASIL
UKUR/
KATEGORI
NORMAL : APABILA
SKOR 0 14

STRES
:
SKOR > 14

SKALA
UKUR
NOMINAL

APABILA

2013).

DISPEPSIA
FUNGSIONAL
(VARIABEL
INDEPENDENT

DIUKUR BERDASARKAN
NILAI
DARI
DASS
(DEPRESSION
ANXIETY
STRESS SCALE) 42 OLEH
LOVIBOND.
KUMPULAN
GEJALA

KUISIONE

PENILAIAN

YANG

FUNGSIONAL

TERDIRI

DARI

DISPEPSIA

NYERI ULU HATI, RASA

POSITIF

TERBAKAR

TERDAPATNYA

PADA

ULU

(+)

ADALAH
SALAH

NOMINAL

38

HATU, MUAL, MUNTAH,


RASA

PENUH,

CEPAT

KENYANG

TIDAK

ATAU
DAN

MAMPU

MENGHABISKAN
MAKAN BIASA

GEJALA

LEBIH YANG ADA PADA

(ROME,

BERDASARKAN

KRITERIA

DIAGNOSIS

DIBUAT

(ROME,

KUISIONER

2006).
NEGATIF (-)
TIDAK

DIUKUR

ATAU

PORSI

2006).

YANG

SATU

PADA

APABILA
TERDAPAT

SALAH

SATU

GEJALA

YANG

ADA

PADA

KUISIONER

(ROME,

2006).

KONSENSUS ROMA III


TAHUN 2006.

H. Sumber Informasi
Sumber data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari
kuesioner yang dibagikan kepada siswa/siswi kelas XII SMA Negeri 1 Karawang
Tahun 2014. Kuesioner yang digunakan terdiri dari 2 macam, yaitu Kuesioner I
untuk mengetahui siswa/siswi kelas XII SMA Negeri 1 Karawang Tahun 2014
yang menderita dispepsia fungsional dan Kuesioner II untuk mengetahui stres
pada siswa/siswi kelas XII SMA Negeri 1 Karawang Tahun 2014.
I. Pengumpulan Data
1. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah data primer dan
data sekunder. Data primer yaitu data yang diperoleh dengan cara
mengedarkan kuisioner yang berisi daftar pertanyaan berupa angket, diajukan
secara tertulis kepada responden untuk mendapat informasi jawaban.
Pengumpulan data primer dalam penelitian ini dilakukan pada siswa/siswi
kelas XII SMA Negeri 1 Karawang di Jl. Ahmad Yani No.22 Karawang Barat

39

yang sesuai dengan kriteria inklusi dan penelitian dilakukan oleh peneliti
sendiri.
Sebelumnya responden mengisi lembar persetujuan / informed consent
dan diberi penjelasan mengenai maksud dan tujuan peneliti. Kemudian
penelitian melakukan pengamatan dengan kuisioner dan membawa lembar
kuisioner pada siswa/siswi kelas XII. Tatacara penelitiannya adalah
responden mengisi pertanyaan terbuka dengan memberikan tanda checklist
() dan tanda silang (x) pada lembar kuisioner sesuai dengan apa yang
diketahui. Selama pengambilan data berlangsung, peneliti mendampingi
responden agar dapat memberikan penjelasan apabila ada hal yang kurang
dimengerti oleh responden. Peneliti kemudian memeriksa jawaban yang telah
diisi oleh responden. Supaya penelitian lebih akurat, maka memerlukan alat
pengumpul data atau instrument yang tepat.
Sedangkan data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari bagian
administrasi atau tata usaha (TU) SMA Negeri 1 Karawang yang meliputi
profil sekolah SMA Negeri 1 Karawang tahun 2014 dan nama siswa/siswi
kelas XII tahun 2014. Selanjutnya nama siswa/siswi yang terpilih sebagai
variabel akan dilakukan pencatatan terhadap variabel yang diteliti.
2. Instrumen Penelitian
Pada penelitian ini instrument penelitian berupa lembar kuisioner dan
software SPSS (Statistical Product and Service Solution) versi 21 sebagai
database dan program analisis data.
3. Uji Validitas dan Reabilitas
Pada penelitian ini, uji validitas dan reabilitas tidak lagi dilakukan karena
kuisioner yang digunakan dalam penelitian berupa kuisioner yang telah
berstandar atau dibakukan yaitu kuisioner dari DASS (Depression Anxiety

40

Stress Scale) yang diadopsi dari Sari (2013) yang telah diuji validitas dan
reabilitas tanpa dilakukan modifikasi sama sekali, Kuisioner Dispepsia
fungsional berdasarkan Rome Criteria III yang diadopsi dari Annisa (2009)
yang telah diuji validitas dan reabilitas tanpa dilakukan modifikasi sama
sekali (Annisa, 2009), (Sari, 2013), (Rome, 2006).
J. Pengolahan dan Analisis Data
1. Pengolahan data
Teknik pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan Microsoft
Office Excel 2010 dan program SPSS versi 21, terdiri atas beberapa tahapan
yaitu:
a. Editing (Pemeriksaan data)
Dalam penelitian ini dilakukan penyuntingan data yang telah
dikumpulkan dengan cara memeriksa kelengkapan data, diantaranya
kelengkapan pengisian, kejelasan pengisian, dan kesalahan jawaban
dari setiap identitas responden dan kuisioner yang telah diisi oleh
responden yang dilakukan ditempat pengambilan data sehingga bila
terdapat ketidaksesuaian dapat dilengkapi segera (Notoatmodjo,
2005).
b. Coding (Pemberian kode)
Dalam penelitian ini, pengkodean data dilakukan pada semua
variabel, baik itu variabel independent maupun variabel dependent.
Dalam penelitian ini, semua variabel dikategorikan menjadi dua
kelompok. Data numerik akan diubah menjadi data kategorik
(Notoatmodjo, 2005).
Data yang telah terkumpul diperiksa kelengkapan dan
kesalahan pengisian untuk tiap jawaban dalam angket, kemudian
peneliti membuat kode atau nilai pada setiap jawaban untuk

41

mempermudah

pengolahannya.

Pengukuran

terhadap

beberapa

pertanyaan dilakukan seperti dibawah ini:


1. Stres
Penilaian stres dilakukan serentak dalam satu waktu secara
bersamaan pada seluruh responden. Pada pertanyaan dalam
variabel stres, peneliti menggunakan kuisioner yang sudah
dibakukan yaitu kuisioner dari DASS (Depression Anxiety Stress
Scale). Untuk melihat stres atau tidak pada responden, peneliti
mengelompokkan hasil perhitungan nilai tersebut sesuai dengan
kriteria yang telah ditetapkan didalam DASS, yaitu:

0 - 14: normal / tidak stres

> 14 : stress

2. Dispepsia Fungsional
Penilaian dispepsia fungsional dilakukan serentak dalam
satu waktu secara bersamaan pada seluruh responden. Pada
pertanyaan

dalam

variabel

dispepsia

fungsional,

peneliti

menggunakan kuisioner yang sudah dibakukan yaitu kuisioner


dari Rome Criteria III tahun 2006. Kuisioner tersebut dibuat oleh
para ahli pencernaan didalam sebuah konsensus di Roma, terakhir
direvisi pada tahun 2006 untuk menentukan kriteria dalam
menegakkan diagnosis penyakit / kelainan pada gastrointestinal
dan salah satunya adalah dispepsia fungsional. kriteria yang telah
ditetapkan dalam menegakkan dispepsia fungsional, yaitu:

42

Positif (+) adalah terdapatnya salah satu


atau

lebih

gejala

yang

ada

didalam

pertanyaan kuisioner.

Negatif (-) adalah apabila tidak terdapat


salah

satu

gejala

yang

ada

didalam

pertanyaan kuisioner.
c. Data entry (memasukkan data)
Tahap terakhir dalam penelitian ini adalah pemprosesan data
yang dilakukan oleh peneliti, yaitu dengan memasukkan data dari
kuisioner ke dalam microsoft excel sesuai dengan jawaban masingmasing responden dalam bentuk kode (angka atau huruf)
(Notoatmodjo, 2005).
d. Processing
Setelah diedit dan diberi kode, data diproses melalui program
komputer SPSS versi 21(Notoatmodjo, 2005).
e. Tabulating data
Memasukkan hasil data penelitian ke dalam tabel atau grafik
sesuai kriteria yang telah ditentukan (Notoatmodjo, 2005).

2. Analisis Data
Setelah data terkumpul dari hasil pengumpulan data, selanjutnya
dilakukan analisis data dengan menggunakan program SPSS 21. Dalam
penelitian ini, data univariat dijelaskan secara deskriptif dan data bivariat
dianaisis dengan melakukan uji hipotesis McNemar .

43

Analisis univariat dimaksudkan untuk mengetahui distribusi


frekuensi dari karakteristik responden yaitu usia dan jenis kelamin,
variabel

Independent

(stres)

dan

variabel

dependent

(dispepsia

fungsional). Analisis bivariat bertujuan untuk melihat hubungan,


signifikansi, dan kekuatan korelasi antara variabel independent (stres)
dengan variabel dependent (dispepsia fungsional). Tujuan analisis ini
adalah untuk melihat kemaknaan antar variabel menggunakan uji
McNemar dengan derajat kepercayaan (Convidence Interval) 95% dan
kemaknaan 0,05 sehingga (Hastono & Sabri, 2013) :
a. Bila nilai P value lebih kecil atau sama dengan 0,05 berarti
hipotesis alternatif (Ha) diterima, artinya secara statistik terdapat
hubungan bermakna (significant) antara kedua variabel yang
diteliti (Hastono & Sabri, 2013).
Bila nilai P value lebih besar dari 0,05 berarti hipotesis

b.

alternative (Ha) ditolak, artinya secara statistik tidak terdapat


hubungan bermakna (significant) antara kedua variabel yang
diteliti (Hastono & Sabri, 2013).
Selanjutnya hasil penelitian disusun kedalam tabel 2x2 untuk
melihat rasio prevalens untuk mengetahui pengaruh faktor risiko efek dan
dilakukan uji hipotesis (Pratiknya, 2011).
EFEK

FAKTOR
RISIKO

YA

TIDAK

JUMLAH

YA

A+B

TIDAK

C+D

menunjukkan hasil pengamatan pada studi cross sectional.

Tabel
2x2

44

Rumus Rasio prevalensi :

A / (A+B)

C / (C+D)
Keterangan :
A : Subjek dengan faktor risiko dan efek positif
B : Subjek dengan faktor risiko positif dan efek negatif
C : Subjek dengan faktor risiko negative dan efek positif
D : Subjek dengan faktor risiko dan efek negatif
Interpretasi Hasil (Pratiknya, 2011) :

Bila Rasio prevalensi < 1, variabel yang diduga merupakan


faktor risiko tersebut merupakan faktor yang menguntungkan

karena bersifat menghambat perkembangan penyakit.


Bila Rasio prevalensi = 1, variabel yang diduga merupakan
faktor risiko tersebut tidak ada pengaruhnya untuk terjadinya

efek atau dengan kata lain bersifat netral.


Bila Rasio prevalensi > 1, variabel yang diduga merupakan
faktor risiko tersebut merupakan benar benar faktor risiko yang

menyebabkan timbulnya penyakit tertentu.


Apabila Rasio prevalensi > 3, berarti faktor risiko yang kuat

untuk menyebabkan penyakit tersebut.


K. Etika Penelitian
Dalam melakukan penelitian ini, peneliti perlu mendapatkan adanya
rekomendasi dari institusi atau pihak lain dengan mengajukan permohonan izin
kepada institusi atau lembaga penelitian, dalam hal ini adalah Fakultas
Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta. Setelah
mendapatkan persetujuan, barulah peneliti melakukan penelitian dengan
menekankan masalah etika. Masalah etika perlu diperhatikan untuk mencegah

45

timbulnya masalah etik (Notoatmodjo, 2005). Maka dalam penelitian ini


dilakukan hal hal sebagai berikut:
1. Informed Consent
2. Kerahasiaan (Confidentialy)
3. Anomy (tanpa nama)

L. Jadwal Kegiatan Penelitian


Tabel 3.2. Jadwal Kegiatan Penelitian
No

Uraian Kegiatan

1 Pegajuan Judul Penelitian


Persiapan (Pengajuan Proposal
2 Penelitian)
3 Pelaksanaan (Pengumpulan Data)
4 Pengolahan Data (Analisis Data)
5 Penyusunan Laporan
6 Presentasi hasil/siding

Agustus

September

Bulan
Oktober November

Desember