Anda di halaman 1dari 7

TUGAS 12 WELDING

-01
Adlan Mizan - 1306415876

1. Jelaskan beberapa tahapan dalam melakukan inspeksi pada


pengelasan dan sebutkan tujuan masing-masing.
a. Kepastian dari standar yang digunakan
Memastikan standar / spesifikasi mana yang akan digunakan
dalam pengujian, jika dalam standar yang dilpilih ada hal hal
yang kurang pasti, maka harus ditentukan terlebih dahulu
b. Kepastian tentang jadwal dan lingkungan pemeriksaanya
Penjadwalan untuk pemerikasaan harus terjadwalkan dengan
pasti sehingga tidak menghambat seluruh pekerjaan. Dalam hal
ini harus diperhitungkan kemungkinan adanya pekerjaan yang
tidak

memenuhi

syarat

yang

akan

memerlukan

waktu

tambahan untuk perbaikannya


c. Pemilihan pemeriksa dan alat yang digunakan
Pemeriksaan sangat tergantung pada pemeriksa dan alat yang
digunakan, karena itu pemilihannya harus sesuai dengan
spesifikasi dan standard yang ada
d. Persiapan pemeriksaan konstruksi las dan hasil las
Harus ditentukan terlebih dahulu cara cara pengujian yang
akan digunakan dengan memperhatikan perencanaan dan
penggunaan konstruksi
e. Pembicaraan yang mendalam antara pembeli dan pembuat
atau wakil wakil yang berhubungan dengan konstruksi dan
penggunaannya
Bertujuan agar dapat diambil kepastian lainnya seperti :
pemeriksaan seluruhnya atau sebagian, cara pengambilan
contoh untuk pemeriksaan, arti dari tanda tanda dan
spesifikasi, bentuk dari laporan dan hal hal lainnya yang
mungkin dapat menimbulkan perselisihan pendapat.

2. Jelaskan dengan skematis klasifikasi pengujian hasil lasan.

3. Jelaskan tujuan pengujian merusak (DT) dan jenis pengujian apa


saja yang dilakukan pada produk lasan.
Tujuan pengujian merusak ( DT ) adalah untuk melihta kesamaan
logam induk dan logam pada daerah pengelasan.
Jenis jenis pengujian :
1. Mechanical test
2. Metallographic test

Microscopic

Macroscopic

3. Chemical test

Chemical test

Composition test

Corrosive test

4. Jelaskan tujuan pengujian tidak merusak (NDT) dan jenis pengujian


apa saja yang dilakukan pada produk lasan.
Tujuan pengujian tidak merusak adalah untuk mengetahui cacat
baik cacat luar maupun cacat dalam.
Jenis jenis pengujian yang dilakukan adalah :

Uji radiografi
Menggunakan gelombang radio

Uji ultrasonic
Menggunakan gelombang ultrasonic

Uji serbuk magnet


Menggunakan sifat magnet

Uji cairan penembus (dye penetrant)


Menggunakan cairan untuk menembus dan berpenetrasi ke crack

Uji elektromagnet
Menggunakan sifat elektromagnet

Uji pemeriksaan amatan


Menggunakan mata

Uji pancaran suara


Menggunakan pancaran suara untuk mengetahui defect

5. Sebutkan beberapa metoda uji yang digunakan untuk melihat


cacat pada bagian dalam (internal defect).

Uji radiografi

Uji ultrasonik

6. Sebutkan beberapa metoda uji yang digunakan untuk melihat


cacat pada bagian permukaan (surface defects).
Pemeriksaan tampak
Uji serbuk magnet
Uji elektromagnet
Uji cairan penembus (dye penetrants)

7. Jelaskan prinsip pengujian penetrant test (PT) pada lasan.


Cairan berwarna ( dye yang berwarna merah ) disemprotkan pada
permukaan hasil lasan. Cairan berwarna tersebut akan menembus
cacat.

Setelah

didiamkan

beberapa

menit,

kemudian

cairan

dibersihkan dengan menggunakan air. Setelah cairan dibersihkan,


maka cacat akan kelihatan dengan jelas.
Agar cairan penetran dapat membahsahi permukaan hasil lasan,
maka sudut kontak harus lebih kecil dari 900 sehingga penetran
dapat membasahi permukaan dan berpenetrasi ke dalam cacat.

8. Jelaskan prinsip pengujian tekuk (bending) pada hasil lasan dan


tujuannya.
Prinsip pengujian tekuk adalah:

Tujuannya adalah untuk melihat apakah hasil lasan mengalami


retak setelah uji tekuk (bending).
9. Untuk Pengujian NDT, jelaskan secara singkat
(a) Untuk pengujian MT dan PT, jelaskan secara singkat karaktetistik dalam
mendeteksi cacat (detectability) untuk cacat las permukaan (surface weld
defect).
Cacat yang terdeteksi pada dye penetrant testing adalah dengan melihat bekas
cairan yang ada pada permukaan benda. Bekas cairan yang ada itu menunjukan
bahwa cacat seperti cracks atau voids ada pada daerah itu. Sedangkan untuk
magnetic particle testing, serbuk magnet yang berkumpul pada suatu titik
menunjukan cacat seperti voids dan cracks ada pada daerah tersebut.
(b) Untuk pengujian RT dan UT, jelaskan secara singkat karaktetistik dalam
mendeteksi cacat (detectability) untuk cacat las dalam (internal weld
defect).
Pada radiografi dan ultrasonic testing, cacat dapat terdeteksi jika gelombang
elektromagnetik yang dipancarkan tidak terhantarkan sampai ke bagian
pengamatan, pada bagian pengamatan akan terbentuk relief seperti cacat
(diskontinuitas) yang terlewati oleh gelombang elektromagnetik tersebut.
Bedanya, pada ultrasonic testing biasanya yang terdeteksi adanya gelombang
yang terpantulkan kembali dengan sudut pantul yang berbeda.

10. Untuk proses Inspection dan testing, sebelum, selama dan setelah
pengelasan
di
spesifikasikan dalam ISO 3834-Part2. Pilihlah item yang ada di [Group]
dan
isikan
huruf alfabetnya (a s/d i) kedalam pertanyaan yang tersedia di dalam
kurung
(
)
dibawah ini.
(1) Sebelum Las (Jawab: d, i, f, e, c, a)
(2) Selama Las (Jawab: g)
(3) Setelah Las (Jawab: h, b )

[Group]
(a) back gouging
(b) visual inspection
(c) form, shape and dimensions of the construction
(d) identify of welding consumables
(e) essential welding parameters (e.g. welding current, arc voltage and welding
speed)
(f) suitability of welding procedure specification
(g) control of distortion
(h) results and records of PWHT
(i) joint preparation