Anda di halaman 1dari 43

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM PROSES KIMIA


Materi :
ESTERIFIKASI

Oleh :
Arfieno Jefry Krisnanda

NIM 21030113120037

Febrina Faradhiba

NIM 21030113140190

Hikmah Olivia

NIM 21030113120091

LABORATORIUM PROSES KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2015

LAPORAN RESMI
PRAKTIKUM PROSES KIMIA
Materi :
ESTERIFIKASI

Oleh :
Arfieno Jefry Krisnanda

NIM 21030113120037

Febrina Faradhiba

NIM 21030113140190

Hikmah Olivia

NIM 21030113120091

LABORATORIUM PROSES KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2015

ESTERIFIKASI

HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN PRAKTIKUM PROSES KIMIA
Laporan Praktikum Proses Kimia berjudul Esterifikasi yang disusun oleh
Kelompok

: 22 / Kamis

Nama/NIM

: Arfieno Jefry Krisnanda

/21030113120037

Nama/NIM

: Febrina Faradhiba

/21030113140190

Nama/NIM

: Hikmah Olivia

/21030113120091

Telah diterima dan disetujui pada:


Hari

: Senin

Tanggal

: 7 Desember 2015

Semarang, 7 Desember 2015


Telah Menyetujui
Dosen Pembimbing

Asisten Pengampu

Dr.Ir. Ratnawati, M.T.

Ghozi Tsany A.

NIP. 196004121986032001

NIM. 21030112140168
ii

LABORATORIUM PROSES KIMIA 2013

ESTERIFIKASI

RINGKASAN
Esterifikasi merupakan reaksi pembentukan ester dari asam karboksilat dan alkohol.
Contohnya reaksi antara asam asetat dengan etanol. Tujuan praktikum esterifikasi untuk mengetahu
pengaruh waktu terhadap konversi, pengaruh variabel terhadap konversi, konstanta laju reaksi, dan
konstanta keseimbangan. Aplikasi esterifikasi dalam industri sangat banyak, beberapa diantaranya
adalah sebagai pelarut dan pemberi aroma dalam industri makanan, serta digunakan pula dalam
reaksi energi yang terbarukan yaitu pembuatan biodiesel. Reaksi esterifikasi bersifat bolak balik
(reversibel) dan endotermis. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pada proses esterifikasi ini
adalah perbandingan mol reaktan, konsentrasi katalis, kecepatan pengadukan, dan suhu.
Bahan yang digunakan adalah asam asetat, etanol, HCl, indikator PP, aquadest, dan NaOH.
Alat yang digunakan yaitu labu leher tiga, pendingin balik, kompor listrik, waterbath, magnetic
stirrer, statif, klem, buret, erlenmeyer, thermometer, thermostat, pipet, dan pengaduk. Pertama,
rangkai alat seperti gambar, panaskan HCl dan asam asetat dalam labu leher tiga sampai suhu 550C.
Panaskan juga etanol dalam tempat berbeda. Setelah suhu keduanya sama, masukkan etanol ke dalam
labu leher tiga. Setelah tercapai suhu 550C pada campuran, sampel diambil 5 ml dari t0 tiap 11 menit
sampai 5 kali pengambilan. Sampel yang diambil dianalisa dengan ditambah 3 tetes PP kemudian
dititrasi dengan NaOH sampai warna merah muda hampir hilang. Catat volume titran. Ulangi
langkah untuk variabel 2.
Hasil percobaan kami, pada perbandingan mol reaktan 1:1,2 konversi ester yang terbentuk
saat 0, 11, 22, 33, 44 menit sebesar 0,6086; 0,6395; 0,6544; 0,6750 dan 0,6993. Pada perbandingan
mol reaktan 1:3,2 konversinya sebesar 0,2821; 0,6832; 0,7928; 0,8362 dan 0,8465. Semakin lama
waktu reaksi maka konversi akan semakin besar, karena pereaktan akan bereaksi membentuk produk.
Semakin besar perbandingan mol reaktan, maka konversi akan semakin besar, karena semakin besar
terjadinya tumbukan antar molekul yang akan mempercepat laju reaksi sehingga produk yang
terbentuk menjadi lebih banyak . Pada perbandingan mol 1:1,2 nilai k1 dan k2 sebesar 0,7027 x 103
mol/menit dan 0,1899x10-3 mol/menit, Sedangkan pada perbandingan mol 1:3,2 nilai k1 dan k2
sebesar 17,62 x 10-3mol/menit dan 7,62 x 10-3 3mol/menit, nilai k1 lebih besar dari k2 karena karena
jumlah mol reaktan yang besar, sehingga reaksi bergeser ke arah produk. Pada variabel 1 nilai
konstanta kesetimbangan lebih besar dibandingkan variabel 2 karena saat konsentrasi reaktan
semakin tinggi maka kecepatan reaksi semakin tinggi, sehingga reaksi kekanan ke arah produk akan
lebih cepat terjadi sehingga nilai K semakin besar. Kenaikan konversi esterifikasi yang terjadi seiring
bertambahnya waktu disebabkan semakin lama waktu esterifikasi berlangsung maka semakin banyak
juga jumlah reaktan yang bereaksi. Saran kami, kompor listrik digunakan dengan hati-hati karena
overheating, atur kecepatan pengadukan magnetic stirer tidak terlalu besar agar lebih stabil
pengadukannya, mencuci buret dengan teliti agar valve buret tidak macet, pastikan tidak ada
kebocoran pada water bath, thermostat yang digunakan sangat panas sehingga suhu harus
diperhatikan dengan teliti.

iii
LABORATORIUM PROSES KIMIA 2013

ESTERIFIKASI

SUMMARY
Esterification is a reaction of formation of esters from carboxylic acids and alcohols.
Practical purposes esterification, determines the effect of time on the conversion, the effect of the ratio
of mole on the conversion, the reaction rate constants and equilibrium constants. Esterification in
industrial applications are numerous, some of which are as a solvent and flavor concentrates in the
food industry, and is also used in the reactions of renewable energy, namely the manufacture of
biodiesel. The esterification reaction is reversible and exothermic. Factors that may affect the
esterification process is the mole ratio of reactants, catalyst concentration, stirring speed, and
temperature.
The materials are acetic acid, ethanol, HCl, indicator PP, distilled water, and NaOH. The
tools are three-neck flask, turning cooler, electric stove, water bath, magnetic stirrer, the stand,
clamps, burettes, erlenmeyer, thermometer, thermostat, pipettes, and stirrer. First, cluster tool such as
drawing, heat HCl and acetic acid in a three-neck flask to a temperature of 550C. Heat also ethanol in
different places. After the temperature of both, put ethanol into three neck flask. Once the temperature
reached 550C the mixture, 5 ml samples were taken from t0 every 11 minutes up to 5 times the
decision. The samples taken were analyzed by adding 3 drops of PP is then titrated with NaOH until
the pink color almost disappeared. Record the volume of titrant. Repeat step 2 for the variable.
The results of our experiments, the reactant mole ratio of 1: 1.2 the conversion of ester formed
when 0, 11, 22, 33, 44 minutes are 0.6086; 0.6395; 0.6544; 0.6750 and 0.6993. In the reactant mole
ratio of 1: 3.2 is 0.2821; 0.6832; 0.7928; 0.8362 and 0.8465. The longer the reaction time, the
conversion will be even greater, because reactant will react to form products. The greater the mole
ratio of reactants, the conversion will be even greater, because the greater the occurrence of
collisions between molecules that will speed up the reaction rate so that the products become more
established. At a mole ratio of 1: 1.2 k1 and k2 value are 0.7027 x 10-3mol / min and 0,1899x10-3 mol
/ min, while the mole ratio of 1: 3.2 k1 and k2 value are 17.62 x 10-3mol / min and 7.62 x 10-3 3mol /
min, k1 value is greater than k2 because due to the large number of moles of reactants, so the reaction
to shift toward the product. In the first variable value of the equilibrium constant is greater than 2
because of the current variable concentrations of the reactants the higher the speed the higher the
reaction, so the reaction to right in the direction of the product will occur more quickly so that the
value of K increases. The increase in the conversion of esterification happens exponentially with time
due to the longer it lasts, the more esterification also the amount of reactants react. Our advice,
electric stove used with caution because of overheating, set stirring speed magnetic stirrer is not too
big to make it more stable stirring, washing burette accurately so that valve burette is not jammed,
make sure there are no leaks in the water bath, thermostat used is very hot so the temperature must be
considered carefully.

iv
LABORATORIUM PROSES KIMIA 2013

ESTERIFIKASI

PRAKATA
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa berkat rahmat dan
hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Praktikum Proses Kimia yang
berjudul Esterifikasi dengan lancar. Laporan ini disusun sebagai salah satu syarat untuk
menyelesaikan Praktikum Proses Kimia pada Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik
Universitas Diponegoro.
Penulis menyadari bahwa tanpa bantuan dan kerjasama dari berbagai pihak, maka
laporan ini tidak akan terselesaikan. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis
mengucapkan terimakasih kepada :
1. Ibu Dr.Ir. Ratnawati, M.T., selaku dosen pembimbing materi Esterifikasi.
2. Minaco Rino selaku koordinator asisten Laboratorium Proses Kimia.
3. Ghozi Tsany A. selaku asisten pengampu materi Esterifikasi.
4. Segenap teman-teman yang telah memberikan dukungan baik materil maupun
spiritual.
Dalam penyusunan laporan ini, sangat disadari bahwa banyak terdapat kekurangan dan
kesalahan karena keterbatasan kemampuan yang dimiliki. Oleh karena itu, kritik dan saran
yang bersifat membangun dari semua pihak sangat diharapkan, demi sempurnanya laporan
ini.Semoga laporan ini dapat terlaksana dengan baik sehingga dapat memberikan manfaat
bagi peneliti dan para pembaca dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Semarang, Oktober 2015

Penulis

v
LABORATORIUM PROSES KIMIA 2013

ESTERIFIKASI

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ..i
HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................................................ii
RINGKASAN............................................................................................................................iii
SUMMARY .............................................................................................................................. iv
PRAKATA ................................................................................................................................. v
DAFTAR ISI ............................................................................................................................. vi
DAFTAR TABEL ....................................................................................................................vii
DAFTAR GAMBAR ...............................................................................................................viii
DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................................. ix
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................................... 1
1.1.Latar Belakang.................................................................................................................. 1
1.2.Perumusan Masalah .......................................................................................................... 1
1.3.Tujuan Percobaan ............................................................................................................. 1
1.3.Manfaat Percobaan ........................................................................................................... 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ................................................................................................ 3
2.1.Kinetika Reaksi ................................................................................................................ 3
2.2.Tinjauan Thermodinamika ............................................................................................... 4
2.3.Mekanisme Reaksi ............................................................................................................ 6
2.4.Variabel yang berpengaruh ............................................................................................... 7
BAB III METODOLOGI PERCOBAAN .................................................................................. 9
3.1.Rancangan Praktikum ....................................................................................................... 9
3.2.Bahan dan Alat yang digunakan ..................................................................................... 10
3.3.Gambar Rangkaian Alat ................................................................................................. 10
3.4.Cara Kerja ....................................................................................................................... 11
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN ........................................................ 12
IV.1.Hasil Percobaan ............................................................................................................ 12
IV.2.Pembahasan .................................................................................................................. 13
BAB V ...................................................................................................................................... 17
5.1.Kesimplulan .................................................................................................................... 17
5.2.Saran ............................................................................................................................... 17
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................... 18

vi
LABORATORIUM PROSES KIMIA 2013

ESTERIFIKASI

DAFTAR TABEL
Tabel 4.1 Hasil percobaan variabel 1 ( 1:1.2 ).......................................................................... 12
Tabel 4.2 Nilai konstanta kesetimbangan dan laju reaksi variabel 1........................................ 12
Tabel 4.3 Hasil percobaan variabel 2 (1:3.2)............................................................................ 12
Tabel 4.4 Nilai konstanta kesetimbangan dan laju reaksi variabel 2........................................ 12

vii
LABORATORIUM PROSES KIMIA 2013

ESTERIFIKASI

DAFTAR GAMBAR
Gambar 3. 1. Rangkaian alat utama .......................................................................................... 10
Gambar 4.1 Grafik Pengaruh Perbandingan Mol Pereaktan terhadap Konversi ...................... 13
Gambar 4.2 Grafik Pengaruh Perbandingan Mol Pereaktan terhadap Konstanta
Kesetimbangan ......................................................................................................................... 13
Gambar 4.3 Grafik Pengaruh Perbandingan Mol Pereaktan terhadap Konstanta Kecepatan
Reaksi ....................................................................................................................................... 14
Gambar 4.4 Grafik Pengaruh Waktu Terhadap Konversi ........................................................ 15

viii
LABORATORIUM PROSES KIMIA 2013

ESTERIFIKASI

DAFTAR LAMPIRAN
Data Percobaan
Lembar Perhitungan
Data Pendukung (Referensi)
Prosedur Analisa

ix
LABORATORIUM PROSES KIMIA 2013

1
ESTERIFIKASI

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pada bidang perindustrian
di Indonesia yang sedang berkembang, beragam industri terus melakukan inovasi dan
perkembangan salah satunya adalah industri kimia. Perkembangan tersebut memacu
kebutuhan produksi industri kimia yang terus meningkat, baik itu kebutuhan baku
maupun bahan penunjang lainnya. Bahan baku maupun bahan penunjang di industri
kimia sangatlah beragam. Salah satu bahan yang digunakan adalah etil asetat yang
merupakan salah satu jenis pelarut yang memiliki rumus molekul CH3COOC2H5.
Esterifikasi merupakan reaksi pembentukan ester dari asam karboksilat dan alkohol.
Produk reaksi berupa ester dan air. Persamaan umum reaksi ini dapat ditentukan sebagai
berikut: R-COOH + HO-R* R-COOR* + H2O (Haritsah, 2013).

1.2.Perumusan Masalah
Reaksi esterifikasi merupakan reaksi eksotermis, bersifat reversibel dan umumnya
berjalan sangat lambat (Haritsah, 2013). Sehingga memerlukan katalis agar diperoleh
ester yang maksimal sehingga perlu dipelajari faktor-faktor menurut berbagai tinjauan
dan melakukan berbagai percobaan guna mengetahui berbagai variabel proses yang
berpengaruh terhadap proses esterifikasi tersebut.

1.3.Tujuan Percobaan
1. Mengetahui pengaruh perbandingan mol asam asetat dengan etanol terhadap konversi
pada proses esterifikasi.
2. Mengetahui pengaruh perbandingan mol asam asetat dengan etanol terhadap konstanta
kesetimbangan ( K ) pada proses esterifikasi.
3. Mengetahui pengaruh perbandingan mol asam asetat dengan etanol terhadap konstanta
laju reaksi (k) pada proses esterifikasi.
4. Mengetahui pengaruh waktu reaksi terhadap konversi pada proses esterifikasi.
LABORATORIUM PROSES KIMIA 2013

2
ESTERIFIKASI
1.3.Manfaat Percobaan
1. Dapat memahami pengaruh perbandingan mol asam asetat dengan etanol terhadap
konversi ester yang terbentuk.
2. Dapat mempelajari cara menghitung kontanta keseimbangan (K) dan konstanta laju
reaksi (k).
3. Dapat melakukan kajian numerik dari percobaan yang telah dilakukan.

LABORATORIUM PROSES KIMIA 2013

3
ESTERIFIKASI

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Kinetika Reaksi


Esterifikasi atau pembuatan ester merupakan reaksi antara asam karboksilat dan
alkohol dengan hasil reaksi ester dan air. Contohnya yaitu reaksi antara asam asetat
dengan etanol. Reaksi esterifikasi antara lain sebagai berikut:
CH3COOH + C2H5OH CH3COOC2H5 + H2O
A

Persamaan kecepatan reasi kimia


=

= 1 [][] 2 [][]

Keterangan :
rc

= kecepatan reaksi pembentukan ester

[A]

= konsentrasi asam asetat [CH3COOH]

[B]

= konsentrasi etanol [C2H5OH]

[C]

= konsentrasi etil asetat [CH3COOC2H5]

[D]

= konsentrasi air [H2O]

k1

= konstanta kecepatan reaksi ke kanan (arah produk)

k2

= konstanta kecepatan reaksi ke kiri (arah reaktan)

= waktu reaksi
Ditinjau dari kinetika reaksi, kecepatan reaksi pembentukan ester akan makin besar

dengan kenaikan suhu, adanya pengadukan dan ditambahakan katalis. Hal ini dapat
dijelaskan oleh persamaan Arrhenius yaitu

=
Dengan :
k

= kontanta laju reaksi

= Faktor frekuensi tumbukan

= Suhu

EA

= Energi Aktivasi

LABORATORIUM PROSES KIMIA 2013

4
ESTERIFIKASI
R

= konstanta gas ideal


Berdasarkan persamaaan Arrhenius dapat dilihat bahwa konstanta laju reaksi

dipengaruhi oleh nilai A, EA, dan T, semakin besar faktor tumbukan (A) maka konstanta
laju reaksinya semakin besar. Nilai energi aktivasi (EA) dipengaruhi oleh penggunaan
katalis, adanya katalis akan menurunkan energi aktivasi sehingga nilai k semakin besar.
Semakin tinggi suhu (T) maka nilai k juga semakin besar. Dari hasil penelitian yang
dilakukan oleh Kirbaskar dkk. (2001) untuk reaksi esterifikasi asam asetat dengan etanol
menggunakan katalis asam dengan ion exchange resin diperoleh bahwa untuk reaksi ke
arah pembentukan produk (k1) memiliki nilai EA = 104129 kJ/kmol dan A = 2,6.1014 (m3)2
kmol -2 s-1.

2.2. Tinjauan Thermodinamika


Reaksi esterifikasi antara asam asetat dan etanol terjadi menurut reaksi berikut :
CH3COOH + C2H5OH

CH3COOC2H5 + H2O

Berdasarkan tinjauan thermodinamika kita dapat mengetahui apakah reaksi tersebut


searah atau bolak-balik dengan meninjau melalui perubahan energi gibbs (G).
Diketahui data G0 standar (Smith dkk, 2001)
G0f 298 CH3COOH

= -389900 J/mol

G0f 298 C2H5OH

= -174780 J/mol

G0f 298 CH3COOC2H5

= -327400 J/mol (Perry, 1997)

G0f 298 H2O

= -237129 J/mol

G0f reaksi = G0f produk - G0f reaktan


G0298

= (G0f 298 CH3COOC2H5 + G0f 298 H2O) (G0f 298 CH3COOH + G0f 298
C2H5OH)
= (-327400-237129) - (-389900-174780)
= 151 J/mol

Dari persamaan vant Hoff :


G0298 = - RT ln K

Dimana :

= Energi Gibbs produk energy Gibbs reaktan

= Konstanta kesetimbangan reaksi

= Suhu

LABORATORIUM PROSES KIMIA 2013

(Levenspiel, 1957)

5
ESTERIFIKASI

ln

ln

= 0.94

(151
(8,314

) (298 )

Karena suhu operasi reaksi esterifikasi pada 54oC (327 K), maka nilai K327 perlu
dihitung dengan persamaan:

ln =

0
298
1

( )

(Smith et al.,2001)

Diketahui entalpi pembentukan standar tiap senyawa:


H0f 298 CH3COOH

= -484300 J/mol

H0f 298 C2H5OH

= -277690 J/mol

H0f 298 CH3COOC2H5

= -479300 J/mol

H0f 298 H2O

= -285830 J/mol

H0f reaksi = H0f produk - H0f reaktan


H0298

= (H0f 298 CH3COOC2H5 + H0f 298 H2O) (H0f 298 CH3COOH + H0f 298
C2H5OOH)
= (-479300-285830) (-484300-277690)
= -3140 J/mol

Perhitungan nilai K:

ln =

ln 298 =
327

0.94

ln

327

0.94
327

0
298
1

( )

8,314

(3140)

(298 327)

= 0.112

= 1.119

327 = 0.84

Dari perhitungan ln =

0
298
1

( ) di dapat nilai K < 1, maka dapat

disimpulkan reaksi esterifikasi asam asetat dengan etanol merupakan reaksi reversible.
Selain dapat mengetahui reaksi tersebut reversible, berdasarkan tinjauan
thermodinamika juga dapat diketahui bahwa reaksi tersebut endotermis atau eksotermis
dengan meninjau perubahan enthalpy. Dari perhitungan perubahan entalpy Ho298 di atas,
LABORATORIUM PROSES KIMIA 2013

6
ESTERIFIKASI
delta enthalpy bernilai negatif yang menandakan bahwa reaksi esterifikasi asam asetat
dengan etanol bersifat eksotermis.

2.3. Mekanisme Reaksi


Reaksi esterifikasi adalah suatu reaksi antara asam karboksilat dan alkohol membentuk
ester. Turunan asam karboksilat membentuk ester asam karboksilat. Ester asam
karboksilat ialah suatu senyawa

yang

mengandung gugus -CO2R dengan R dapat

berbentuk alkil ataupun aril (Pratiwi, 2011).


Pada percobaan ini, menggunakan asam karboksilat berupa asam asetat yang
direaksikan dengan sebuah alkohol berupa etanol menggunakan katali asam. Untuk
pembuatan etilasetat, reaksi esterifikasi yang terjadi dalam percobaan ini dan mekanisme
katalis asam pada hidrolisa ester adalah sebagai berikut:

Mekanisme katalis asam pada hidrolisa ester adalah sebagai berikut:


1. Oksigen karbonil diprotonasi oleh asam
2. Alkohol nukleo filik menyerang
3. Eliminasi molekul air diikuti penarikan H+ dari H2O akan menghasilkan ester

Gambar 2. 1. Mekanisme reaksi esterifikasi


LABORATORIUM PROSES KIMIA 2013

7
ESTERIFIKASI

Gambar 2. 2. Mekanisme pembentukan etil asetat

2.4. Variabel yang berpengaruh


Reaksi esterifikasi dipengaruhi oleh beberapa variabel. Variabel-variabel yang
dimaksud antara lain (Hakim dan Irawan, 2010):
1. Waktu reaksi
Semakin lama waktu reaksi maka kemungkinan kontak antar zat semakin besar
sehingga akan menghasilkan konversi yang besar. Jika kesetimbangan reaksi sudah
tercapai maka dengan bertambahnya waktu reaksi tidak akan menguntungkan karena
tidak memperbesar hasil.
2. Perbandingan zat pereaksi
Dikarenakan sifatnya yang reversibel, maka salah satu reaktan harus dibuat berlebih
agar optimal dalam pembentukan produk ester yang ingin dihasilkan. Pada penelitian
ini, salah satu reaktan yang dibuat berlebih adalah etanol.
3. Pengadukan
Pengadukan akan menambah frekuensi tumbukan antara molekul zat pereaksi dengan
zat yang bereaksi semakin baik sehingga mempercepat reaksi dan reaksi terjadi
sempurna. Hal ini sesuai dengan persamaan Arrhenius:

=
LABORATORIUM PROSES KIMIA 2013

8
ESTERIFIKASI
Keterangan
k

= kontanta laju reaksi

= Faktor frekuensi tumbukan

= Suhu

EA = Energi Aktivasi
R

= konstanta gas ideal

Semakin besar tumbukan, maka semakin besar pula harga konstanta kecepatan reaksi,
sehingga reaksi dapat berjalan lebih optimal.
4. Suhu
Berdasarkan persamaan Arrhenius, semakin tinggi suhu yang dioperasikan maka semakin
semakin besar harga konstanta kecepatan reaksi., sehingga reaksi berjalan cepat.

5. Katalisator
Sifat reaksi esterifikasi yang lambat membutuhkan katalisator agar berjalan lebih cepat.
Katalisator berfungsi untuk mengurangi energi aktivasi pada suatu reaksi, sehingga pada
suhu tertentu harga konstanta kecepatan reaksi semakin besar.

LABORATORIUM PROSES KIMIA 2013

9
ESTERIFIKASI

BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN

3.1.Rancangan Praktikum
3.1.1. Skema Rancangan Percobaan

Pembuatan reagen
NaOH

Memasang
rancangan alat
esterifikasi

Analisa kandungan
asam asetat sisa tiap
11 menit

Mengulangi langkah
ke 3 sampai selesai
dengan variabel
selanjutnya

Operasi esterifikasi

3.1.2. Variabel Operasi


a. Variabel tetap
Jenis alkohol

: Etanol

Volume total

: 300 ml

Volume sampel diambil

: 5 ml

Waktu pengambilan sampel

: 0, 11, 22, 33, dan 44 menit

Suhu

: 540C

Jenis katalis

: HCl

b. Variabel berubah
Perbandingan mol pereaktan

: a. Mol asam asetat : etanol = 1:1.2


b. Mol asam asetat : etanol = 1:3.2

LABORATORIUM PROSES KIMIA 2013

10
ESTERIFIKASI
3.2.Bahan dan Alat yang digunakan
3.2.1. Bahan:
1. Asam asetat
2. Etanol
3. Katalis HCl 0.25 N
4. NaOH 0.45 N
5. Indikator PP

3.2.2. Alat:
1. Labu leher tiga
2. Pendingin balik
3. Kompor listrik
4. Magnetic stirrer
5. Termometer
6. Pengaduk
7. Buret
8. Pipet
9. Satif dan klem
10. Erlenmeyer

3.3.Gambar Rangkaian Alat

Gambar 3. 1. Rangkaian alat utama


Keterangan:
1. Magnetic stirer + heater
2. Waterbatch
3. Labu leher tiga
LABORATORIUM PROSES KIMIA 2013

11
ESTERIFIKASI
4. Termometer
5. Pendingin balik
6. Klem
7. Statif

3.4.Cara Kerja
1. Merangkai alat seperti pada gambar.
2. Mencampurkan asam asetat 140,1 ml dan katalis HCl 9,42 ml, panaskan sampai suhu
540C.
3. Panaskan etanol 159,9 ml sampai suhu 540C.
4. Setelah suhu kedua reaktan sama campurkan kedua reaktan tersebut kedalam labu
leher tiga.
5. Amati suhu campuran. Setelah tercapai suhu 540C kembali, sampel diambil 5 ml mulai
dari to dengan waktu pengambilan setiap 11 menit dan dihentikan setelah mendapat
hasil volume titran konstan sebanyak 3 kali.
6. Metode analisis
Mengambil 5 ml sampel lalu ditambahkan 3 tetes indikator PP, kemudian sampel dititrasi
dengan NaOH 0,45 N. Amati perubahan warna yang terjadi yaitu dari tidak berwarna
menjadi warna merah muda hampir hilang. Catat kebutuhan titran. Menghentikan
pengambilan sampel setelah 5 kali pengambilan.

7. Ulangi langkah di atas untuk variabel jenis katalis HCl dengan volume asam asetat 77,5
ml, volume etanol 222,5 ml , dan volume HCl 9,42ml.

LABORATORIUM PROSES KIMIA 2013

12
ESTERIFIKASI

BAB IV
HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

IV.1 Hasil Percobaan


a. Variabel 1 ( perbandingan mol asam asetat : mol etanol = 1:1.2 )
Tabel 4.1 Hasil percobaan variabel 1 ( 1:1.2 )
t (menit)

Volume titran

CA = 0,09V - 0,25

XA

37

3,08

0,6086

34,3

2,837

0,6395

33

2,72

0,6544

31,2

2,558

0,675

29,07

2,366

0,6993

0
11
22
33
44

Tabel 4.2 Nilai konstanta kesetimbangan dan laju reaksi variabel 1


K

k1 (mol/menit)

k2 (mol/menit)

3,7

0,7027 x 10-3

0,1899 x 10-3

b. Variabel 2 ( perbandingan mol asam asetat : mol etanol = 1:3.2 )


Tabel 4.3 Hasil percobaan variabel 2 (1:3.2)
t (menit) Volume titran CA = 0,09v 0,25
0
11
22
33
44

XA

37,5

3,125

0,2821

18,1

1,379

0,6832

]12,8

0,902

0,7928

10,7

0,713

0,8362

10,2

0,668

0,8465

Tabel 4.4 Nilai konstanta kesetimbangan dan laju reaksi variabel 2


K

k1 (mol/menit)

k2 (mol/menit)

2,3133

17,62 x 10-3

7,62 x 10-3

LABORATORIUM PROSES KIMIA 2013

13
ESTERIFIKASI
IV.2 Pembahasan
IV.2.1

Pengaruh perbandingan mol pereaktan terhadap konversi


0.9
0.8

Konversi (Xa)

0.7
0.6

0.5

mol asam asetat :


etanol = 1:1,2

0.4

mol asam asetat :


etanol = 1:3,2

0.3
0.2
0.1
0
0

11

22
33
Waktu (menit)

44

Gambar 4.1 Grafik Pengaruh Perbandingan Mol Pereaktan terhadap Konversi


Pada gambar 4.1 menunjukkan bahwa perbandingan mol reaktan variabel 2
menghasilkan konversi yang lebih besar dibandingkan pada variabel 1. Pada variabel 2
jumlah etanol lebih banyak dibandingkan dengan variabel satu sehingga jumlah molekul
pereaktan akan semakin banyak dan semakin banyak tumbukan yang terjadi dan
kemungkinan terjadi reaksi lebih besar, sehingga dalam waktu yang sama dengan
pereaktan yang lebih banyak akan menghasilkan produk yang lebih banyak atau
konversinya lebih besar (Levenspiel, 1970) .

Pengaruh perbandingan mol pereaktan terhadap konstanta kesetimbangan (K)

Nilai K

IV.2.2

4
3.5
3
2.5
2
1.5
1
0.5
0

variabel 1

variabel 2

Gambar 4.2 Grafik Pengaruh Perbandingan Mol Pereaktan terhadap Konstanta


Kesetimbangan

LABORATORIUM PROSES KIMIA 2013

14
ESTERIFIKASI
Pada Gambar 4.2, menunjukan bahwa nilai K pada variabel 1 lebih besar dari
variabel 2.

Hal ini tidak sesuai dengan teori yang ada, karena nilai konstanta

kesetimbangan meningkat dengan bertambahnya mol pereaktan. Hal tersebut terjadi


karena menurut persamaan Arrhenius yaitu r=AoCACBe(-E/RT), saat konsentrasi reaktan
semakin tinggi maka kecepatan reaksi semakin tinggi, sehingga reaksi kekanan ke arah
produk akan lebih cepat terjadi atau CC.CD meningkat menurut persamaan reaksi :
A+B

C+D

Menurut persamaan K =

.
.

, konstanta kesetimbangan dirumuskan sebagai

konsentrasi produk (CC.CD) dibagi dengan konsentrasi reaktan (CA.CB) apabila reaksi
bergeser ke kanan karena meningkatnya konsentrasi reaktan maka konsentrasi produk
yaitu konsentrasi C dan konsentrasi D akan meningkat. Konstanta kesetimbangan
berbanding lurus dengan konsentrasi produk sehingga dengan meningkatnya
konsentrasi produk maka konstanta kesetimbangan juga meningkat.
Sedangkan pada hasil percobaan saya, variabel 1 lebih besar daripada variabel 2.
Hal ini menunjukan bahwa laju reaksi ke arah produk lebih kecil dibandingkan dengan
ke arah reaktan, artinya reaksi berlangsung ke arah reaktan. Akan tetapi perhitungan
nilai k1 dan k2 ini dilakukan menggunakan data pada waktu pengambilan sempel
terakhir, pada saat itu kondisi produk telah jenuh atau jumlahnya lebih banyak
dibandingkan reaktannya (Dwi Ardiana S., 2005).

Nilai k

IV.2.3 Pengaruh perbandingan mol pereaktan terhadap konstanta laju reaksi


0.02
0.018
0.016
0.014
0.012
0.01
0.008
0.006
0.004
0.002
0

mol asam asetat : etanol


= 1:1,2
mol asam asetat : etanol
= 1:3,2

k1

k2
Laju reaksi

Gambar 4.3 Grafik Pengaruh Perbandingan Mol Pereaktan terhadap Konstanta


Kecepatan Reaksi
LABORATORIUM PROSES KIMIA 2013

15
ESTERIFIKASI
Pada gambar 4.3 menunjukkan bahwa konstanta laju reaksi pada variabel 2 lebih
besar dibandingkan dengan variabel 1. Pada variabel 1 nilai k1 dan k2 adalah 0,7027 x
10-3 mol/menit dan 0,1899 x 10-3 mol/menit, sedangkan pada variabel 2 nilai k1 dan k2
adalah 17,62 x 10-3 mol/menit dan 7,62 x 10-3 mol/menit. Hal tersebut terjadi karena
tumbukan efektif pada variabel 2 terjadi lebih banyak, sehingga mempengaruhi
besarnya nilai A pada persamaan Arrhenius yaitu r=AoCACB e

(-E/RT)
.

Semakin besar

nilai A maka kecepatan reaksi akan meningkat, sehingga reaksi kekanan ke arah produk
akan lebih cepat terjadi (Maharani Nh, Zuliyana, 2010).

IV.2.4 Pengaruh waktu terhadap konversi


0.9
0.8

Konversi (Xa)

0.7
0.6
0.5

mol asam asetat :


etanol = 1:1,2

0.4

mol asam asetat :


etanol = 1:3,2

0.3
0.2

0.1
0
0

11

22
33
Waktu (menit)

44

Gambar 4.4 Grafik Pengaruh Waktu Terhadap Konversi


Pada gambar 4.4 dapat dilihat bahwa konversi esterifikasi atau pembentukan
ester mengalami kenaikan dengan bertambahnya waktu proses esterifikasi.
Terjadinya kenaikan konversi esterifikasi seiring bertambahnya waktu disebabkan
semakin lama waktu esterifikasi berlangsung maka semakin banyak juga jumlah
reaktan yang bereaksi, hal ini sesuai dengan rumus konversi yaitu ( konversi =

), terbukti bahwa mol zat yang bereaksi berbanding lurus dengan

konversi. Dengan bertambahnya waktu maka mol zat yang bereaksi semakin banyak,
sehingga ester yang dihasilkan atau konversi ester juga semakin banyak. Lalu jumlah
titran NaOH pada percobaan semakin lama semakin menurun yang menandakan

LABORATORIUM PROSES KIMIA 2013

16
ESTERIFIKASI
bahwa jumlah asam asetat semakin berkurang karena bereaksi dengan metanol
membentuk ester (Arief Rahman dan Sutra Irawan, 2009).

LABORATORIUM PROSES KIMIA 2013

17
ESTERIFIKASI

BAB V
PENUTUP

5.1. Kesimplulan
1. Pada variabel 2 konversi lebih besar dibandingkan variabel 1 karena jumlah
pereaktan yang lebih banyak sehingga produk yang terbentuk lebih banyak juga.
2. Pada variabel 1 nilai konstanta kesetimbangan lebih besar dibandingkan variabel 2
karena saat konsentrasi reaktan semakin tinggi maka kecepatan reaksi semakin
tinggi, sehingga reaksi kekanan ke arah produk akan lebih cepat terjadi sehingga
nilai K semakin besar.
3. Pada variabel 2 nilai k1 dan k2 lebih besar dibandingkan pada variabel 1,
menunjukan bahwa laju reaksi ke arah produk lebih kecil dibandingkan dengan ke
arah reaktan, artinya reaksi berlangsung ke arah reaktan.
4. Kenaikan konversi esterifikasi yang terjadi seiring bertambahnya waktu disebabkan
semakin lama waktu esterifikasi berlangsung maka semakin banyak juga jumlah
reaktan yang bereaksi.

5.2. Saran
1. Kompor listrik digunakan dengan hati-hati karena overheating.
2. Atur kecepatan pengadukan magnetic stirer tidak terlalu besar agar lebih stabil
pengadukannya.
3. Mencuci buret dengan teliti agar valve buret tidak macet.
4. Pastikan tidak ada kebocoran pada water bath.
5. Thermostat yang digunakan sangat panas sehingga suhu harus diperhatikan dengan
teliti.

LABORATORIUM PROSES KIMIA 2013

18
ESTERIFIKASI

DAFTAR PUSTAKA
Hakim, Arif Rahman dan Irawan S., 2010. Kajian Awal Sintesis Biodiesel dari Minyak Dedak
Padi Proses Esterifikasi. Skripsi. Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik UNDIP, Semarang.
Haritsah, Iftironi., 2013. Regenerasi Katalis Pt/Zeolit dan H-Zeolit Serta Uji Aktivitasnya dalam
Reaksi Esterifikasi Asam Asetat dan Etanol. Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Smith, JM dkk. 2001 Introduction to Chemical Engineering Thermodynamics, Sixth Edition. Mc
Graw Hill
Pratiwi, Dini Novalia. 2011. Optimalisasi reaksi Esterifikasi Asam Asetat dengan 1-Heksena,
Sebagai Salah Satu Tahapan Pada Proses Pembuatan Etanol. Skripsi. Program Studi Kimia
Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.

LABORATORIUM PROSES KIMIA 2013

LAPORAN SEMENTARA
PRAKTIKUM PROSES KIMIA

MATERI
ESTERIFIKASI

Disusun Oleh :

Kelompok

: 22/Kamis

Nama

: 1. Arfieno Jefry Krisnanda

21030113120037

2. Febrina Fara

21030113140190

3. Hikmah Olivia

21030113120091

LABORATORIUM PROSES KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEORO
SEMARANG
2015

I.

Tujuan Percobaan
1. Mengetahui pengaruh perbandingan mol asam asetat dengan etanol terhadap konversi
pada proses esterifikasi.
2. Mengetahui pengaruh perbandingan mol asam asetat dengan etanol terhadap konstanta
kesetimbangan ( K ) pada proses esterifikasi.
3. Mengetahui pengaruh perbandingan mol asam asetat dengan etanol terhadap konstanta
laju reaksi (k) pada proses esterifikasi.
4. Mengetahui pengaruh waktu reaksi terhadap konversi pada proses esterifikasi.

II. Percobaan
II.1 Bahan yang Digunakan :
1. Asam asetat
2. Etanol
3. Katalis HCl 0,25 N
4. NaOH 0,45 N
5. Indikator PP

II.2 Alat yang Dipakai :


1. Labu leher tiga
2. Pendingin balik
3. Kompor listrik
4. Magnetic stirrer
5. Termometer
6. Pengaduk
7. Buret
8. Pipet
9. Satif dan klem
10. Erlenmeyer

II.3

Gambar alat utama

Keterangan:
1. Magnetic stirer + heater
2. Waterbatch
3. Labu leher tiga
4. Termometer
5. Pendingin balik
6. Klem
7. Statif

II.4 Cara Kerja


1. Merangkai alat seperti pada gambar.
2. Mencampurkan asam asetat 140,1 ml dan katalis HCl 9,42 ml, panaskan sampai
suhu 540C.
3. Panaskan etanol 159,9 ml sampai suhu 540C.
4. Setelah suhu kedua reaktan sama campurkan kedua reaktan tersebut kedalam labu
leher tiga.
5. Amati suhu campuran. Setelah tercapai suhu 540C kembali, sampel diambil 5 ml
mulai dari to dengan waktu pengambilan setiap 11 menit dan dihentikan setelah
mendapat hasil volume titran konstan sebanyak 3 kali.
6. Metode analisis
Mengambil 5 ml sampel lalu ditambahkan 3 tetes indikator PP, kemudian sampel
dititrasi dengan NaOH 0,45 N. Amati perubahan warna yang terjadi yaitu dari tidak
berwarna menjadi warna merah muda hampir hilang. Catat kebutuhan titran.
Menghentikan pengambilan sampel setelah 5 kali pengambilan.

7. Ulangi langkah di atas untuk variabel jenis katalis HCl dengan volume asam asetat
77,5 ml, volume etanol 222,5 ml , dan volume HCl 9,42ml.

II.5 Hasil Percobaan


Variabel 1 (Suhu 45oC)
t (menit)

Volume titran

0
11
22
33
44

37
34,3
33
31,2
29,07

Variabel 2 (Suhu 70oC)


t (menit)
0
11
22
33
44

Volume titran
37,5
18,1
]12,8
10,7
10,2

Praktikan

Mengetahui Asisten

Arfieno Jefry Krisnanda

Ghozy Tsani A.

Febrina Fara
Hikmah Olivia

LEMBAR PERHITUNGAN REAGEN


-

Perhitungan NaOH 0,45 N 250 ml

1000

=
0,45 =

1000

1
40 250

= 4,5

Perhitungan Katalis HCl 0.25 N


Berat Picnometer kosong : 16,17gram
Berat Picnometer+HCl : 45,22gram
45,22 16,17

= 1,162
25
. .
=
. %. 10.
=

0.25 36,5 300


1,162.25.10.1

Volume HCl= 9,42 ml

= + +
300 = + + 9,42
290,58 = +

Perbandingan mol asam asetat dengan mol etanol = 1:1,2


asam asetat Vasam asetat
asam asetat
1,064

gr
Vasam asetat
mL

60

0,8

etanol V etanol
etanol
gr
V etanol
mL

46

Vasam asetat : Vetanol = 0,817


Vasam asetat = 0,817 Vetanol

290,58 mL

= Vasam asetat + Vetanol

290,58 ml

= 0,817 Vetanol + Vetanol

Vasam asetat

= 140,1 ml

= 1 : 1,2

=5:6

Vetanol = 159,9 ml
-

Perbandingan mol asam asetat dengan mol etanol = 1 : 3,2


asam asetat Vasam asetat
asam asetat
1,064

gr
Vasam asetat
mL

60

0,8

etanol V etanol
etanol
gr
V etanol
mL

46

Vasam asetat : Vetanol = 0,306


Vasam asetat = 0,306 Vetanol

290,58 mL

= Vasam asetat + Vetanol

290,58 ml

= 0,306 Vetanol + Vetanol

Vasam asetat

= 77,5 ml

Vetanol = 222,5 ml

= 1 : 3,2

= 5 : 16

LEMBAR PERHITUNGAN

A. Variabel 1 (perbandingan mol asam asetat : mol etanol = 1:1,2)


= v x x % kadar

Massa asam asetat

= 140,1 mL x 1,0316 x 0,98


= 141,64 gram
CA0 =

1000

x =

141,64
60

1000
300

= 7,869

= v x x % kadar

Massa etanol

= 159,9 mL x 0,8056 x 0,96


= 123,66 gram
CB0 =
CA

=
=

1000

x =

123,66
46

1000
300

= 8,961

(.)

(.0,45) 5 0,25
5

= 0,09V 0,25

XA = 1

t (menit)

Volume NaOH (mL)

CA

XA

37

3,08

0,6086

11

34,3

2,837

0,6395

22

33

2,72

0,6544

33

31,2

2,558

0,6750

44

29,07

2,366

0,6993

Menentukan konstanta kecepatan Reaksi


CH3COOH + C4H9OH C4H9COOCH3 + H2O
(A)

(B)

(C)

(D)

CA = C A0 (1-XA) = 7,869 (1-XA)


CB = CB0 C A0 . XA = 8,961 7,869 XA
CC = C A0 . XA = 7,869 XA

CD = C A0 . XA = 7,869 XA

8,961

M = = 7,869 = 1,1388
0

-rA = k1. CA. CB k2. CC. CD


-rA =

= k1. CA. CB k2. CC. CD


1

Dimana K = 2 , sehingga
-rA =

0 (1)

= CA0 .

dan -rA = CA0 .


(CA0)

= k1. (CA . CB

= k1 (CA0 (1-XA) (CB0 CA0 . XA)

0 ..0 .

= k1 (CA0)2 ((1 - XA) (M - XA)

= k1 (CA0) ( (1 - XA) (M - XA)

Pada saat setimbang


(0 .)(0. )
(1
0
)( ( . ))

= . =

(0,6993)(0,6993)

= (1 )(

= (10,6993)(1,13880,6993) = 3,7

= k1 (CA0) ( (1 - XA) (M - XA)

= k1 . 7,869 (1-XA) (1,1388 XA)

2
3,7

= k1 . 7,869 (1,1388 2,1388 XA + XA2 0,27 XA2)


= k1 . 7,869 (1,1388 2,1388 XA + 0,73 X A2)
= k1 . 5,74 (1,984 2,93 XA + X A2)

= k1 . 5,74(XA2 2,93 XA + 1,984)

5,74

(XA2

= k1 0
2,93XA + 1,984)

dengan rumus A, B, C (XA2 2,93 XA + 1,984) = (XA 1.87) (XA 1.06)

0,174 0 (XA 1,87) (XA


= k1 0
1,06)

+
=
(XA 1,87) (XA 1,06) (XA 1,87) (XA 1,06)
=

(XA 1,06)+ (XA 1,87)


(XA 1,87) (XA 1,06)

1,06A+1,87
(XA 1,87) (XA 1,06)

(+) 1,061,87

= (XA 2,3080)
(XA 0,6821)

A + B = 0 B = -A
1,06 1,87 = 1
1,06 A+ 1,87 A = 1
0,81 A = 1
A = 1,234
B = - 1,234

1,234

1,234

0,174 ( 0 (XA 1.87) + 0 (XA 1.06) = k1 .t

(0,174) 1,234 [ln( 1,87)|0 ln( 1,06)|0 ] =


( 1,87)(1,06)

0,215 [ln ( 1,06)(1,87) ] = y = mx

Menghitung laju reaksi dan konstanta kesetimbangan reaksi


t (x)

XA

xy

x2

0,6086

0,0988

11

0,6395

0,1088

1,1968

121

22

0,6544

0,1139

2,5058

484

33

0,6750

0,1215

4,0095

1089

44

0,6993

0,1311

5,7684

1936

= 0,5741

13,4805

3630

x=110

k1 = 2 ()2 = 0,7027 x 10-3


k2 =

7.027 x 104
3,7

= 0,1899 x 10-3

B. Variabel II (perbandingan mol asam asetat : mol etanol = 1:3,2)


Gram asam asetat = v x x % kadar

= 77,5 x 1,0316 x 0,98


= 78,35 gram
CA0 =

1000

x =

78,35
60

1000
300

= 4,353

= v x x %kadar

Gram etanol

= 222,5 mL x 0,8056 x 0,96


= 172,076 gram

CB0 =

CA =

1000

172,076
46

1000
300

= 12,469

(.)


(.0,45) 5 0,25
5

= 0,09V 0,25
XA = 1

Volume NaOH

(menit)

(mL)

CA

37,5

3,125

0,2821

11

18,1

1,379

0,6832

22

]12,8

0,902

0,7928

33

10,7

0,713

0,8362

44

10,2

0,668

0,8465

Menentukan konstanta kecepatan Reaksi


CH3COOH + C4H9OH C4H9COOCH3 + H2O
(A)

(B)

(C)

CA = C A0 (1-XA) = 4,353 (1-XA)


CB = CB0 C A0 . XA = 12,469 4,353XA
CC = C A0 . XA = 4,353 XA
CD = C A0 . XA = 4,353 XA
M=

12,469
4,353

= 2,8645

-rA = k1. CA. CB k2. CC. CD

(D)

XA

-rA =

= k1. CA. CB k2. CC. CD


1

Dimana K = 2 , sehingga
-rA =
= CA0 .

0 (1)

dan -rA = CA0 .


(CA0)

= k1. (CA . CB

= k1 (CA0 (1-XA) (CB0 CA0 . XA)

0 .0 .

= k1 (CA0)2 ((1 - XA) (M - XA)

= k1 (CA0) ( (1 - XA) (M - XA)

Pada saat setimbang


.

(0 .)(0. )
(1
0
)( ( . ))

= . =

( )
(1 )( )

(0,8465)(0,8465)

= (10,8465)(2,86450,8465) = 2,3133

= k1 (CA0) [(1 - XA) (M - XA)

]
2

= k1 . 4,353 [(1-XA) (2,8645 XA) 2,3133


]

= k1 . 4,353 (XA2 3,8645 XA + 2,8645 0,4323 XA2)


= k1 . 4,353 (0,5677 XA2 - 3,8645 XA + 2,8645)
= k1 . 2,47 (XA2 6,8073 XA + 5,0458)

= k1 . 2,47 (XA2 6,8073 XA + 5,0458)

1
2,47

(XA2 6,8073 XA + 5,0458)

= k1 0

Dengan rumus A. B. C (XA2 6,8073 XA + 5,0458) = (XA 5,9608) x (XA 0,8465)

0,405 0 (XA 5,9608) x (XA


= k1 0
0,8465)

(XA 5,9608)

=
(XA 0,8465)
=

(XA 0,8465) + (XA 5,9608)


(XA 5,9608) x (XA 0,8465)

0,8465+ 5,9608
(XA 5,9608) x (XA 0,8465)
(+)0,84655,9608

= (XA 5,9608) x

(XA 0,8465)

A + B = 0 B = -A
0,8465 5,9608 () = 1
-0,8465A + 5,9608A = 1
5,1143 A = 1
A = 0,196
B = -0,196

0,196

0,196

0,405 ( 0 (XA 2,6285) + 0 (XA 0,8464) ) = k1 .t


(0,405) (0,196) {[ln( 5,9608)]0 [ln( 0,8465)]0 ] =
( 5,9608)(0.8464)

0,0794 [ln(0.8465)(5,9608)] = y = mx

Menghitung laju reaksi dan konstanta kesetimbangan reaksi


t (x)

XA

xy

x2

0,2821

0,0283

11

0,6832

0,1209

1,3299

121

22

0,7928

0,2076

4,5672

484

33

0,8362

0,3381

11,1573

1089

44

0,8465

0,8887

39,1028

1936

=1,5836

56.1572

3630

x=110

k1 = 2()2 = 17.62 x 10-3


k2 =

17.62 x 103
2,3133

= 7,62 x 10-3

REFERENSI

PROSEDUR ANALISA

A. Mengukur massa jenis larutan


1. Mengukur berat piknometer kosong (w0)
2. Mengukur berat piknometer dengan air (w1)
3. Menghitung volum piknometer
=

(1 0 )

4. Mengukur berat piknometer dengan larutan


5. Menghitung massa jenis larutan
=

(2 0 )

B. Membuat larutan NaOH 0.45N sebanyak 250 ml


1. Menimbang 4.5 gram kristal NaOH
2. Melarutkan Kristal NaOH dengan aquadest 250 ml

DIPERIKSA
KETERANGAN
NO

TANGGAL

TANDA TANGAN