Anda di halaman 1dari 8

Pengembangan Modul Pengolahan… (Ririn Ristiani) 1

PENGEMBANGAN MODUL PENGOLAHAN DAN PENYAJIAN HIDANGAN
PENUTUP (DESSERT) UNTUK PESERTA DIDIK KELAS XI JASA BOGA DI
SMK N 6 YOGYAKARTA
Oleh: Ririn Ristiani,
Pendidikakan Teknik Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta
rienda94@gmail.com
Wika Rinawati, M.Pd

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) mengembangkan modul pengolahan dan penyajian hidangan
penutup (dessert) untuk kelas XI Jasa Boga di SMK N 6 Yogyakarta (2) kelayakan modul pengolahan dan
penyajian hidangan penutup (dessert) . Jenis penelitian ini merupakan penelitian research and development (R&D)
dengan model 4D yang dikembangkan Thiagarajan yaitu define, design, develop, dan disseminate. Teknik analisis
data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian diketahui bahwa : (1) pengembangan modul
pengolahan dan penyajian hidangan penutup melalui tahap define yaitu observasi dan wawancara, tahap design
dilakukan perancangan dan pembuatan modul, tahap develop dilakukan validasi oleh expert jugdment, ahli materi,
ahli media dan 9 orang peserta didik, tahap disseminate dilakukan penilaian terhadap modul yang siap digunakan
oleh peserta didik (2) hasil uji kelayakan media pembelajaran ahli materi medapatkan rata-rata sebesar 2,6 dalam
kategori layak, ahli materi medapatkan rata-rata sebesar 3.6 dalam kategori sangat layak, uji coba peserta didik
skala kecil mendapatkan rata-rata sebesar 3,2 dalam kategori sangat layak dan uji coba peserta didik skala luas
mendapatkan rata-rata sebesar 3,3 kategori sangat layak untuk digunakan.

Kata Kunci : Modul Pembelajaran, Hidangan Penutup (Dessert)

Development of Dessert Processing and Presentation Learning Module for XI Student level in SMK
Negeri 6 Yogyakarta.
Abstract
This research aims to find out : (1) develop of dessert processing and presentation Module for XI student
level in SMK Negeri 6 Yogyakarta (2) the feasibility of dessert processing and presentation Module for XI student
level in SMK Negeri 6 Yogyakarta. This type of research was conducted based on research and development
(R&D) with 4D model that was developed by Thiagarajan are define, design, develop and disseminate . The
analysis method used descriptivev analysis. The result of this research showed that : (1) development of dessert
processing and presentatioan by define phase are observations and interview, design phase to design and making
modules, develop phase validated by expert judgment, material expert judgment, media expert judgment, and 9
students, disseminate phase are conduct an assessment of module by students (2) feasibility studies instructional
media materials experts earn an average of 2.6 in the category decent, media expert earn an average 3,6 in the
category very decent, practical utility testing on small scale to get an average of 3,2 in the category of very feasible
and practical utility on wide scale to get an average of 3,3 in the category of very feasible to use.
Keywords ; Learning Module, Dessert

PENDAHULUAN
Tujuan nasional Bangsa Indonesia di dalam
pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia tahun 1945 adalah untuk mencerdaskan
kehidupan bangsa. Salah satu upaya yang dapat
dilakukan adalah melalui pendidikan. Dalam kamus
besar Bahasa Indonesia pendidikan diartikan sebagai

proses pengubahan sikap seseorang atau sekelompok
orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui
upaya pengajaran dan pelatihan. Dalam hal ini peran
guru sangat penting dalam memberikan informasi
terhadap peserta didik. Guru sebagai salah satu
faktor dalam proses pembelajaran dituntun untuk
dapat meningkatkan kualitas dalam pembelajaran.

Salah satu jurusan yang banyak diminati di SMK Negeri 6 Yogyakarta adalah Jasa Boga. hand out. kurangnya referensi buku yang tersedia di perpustakaan dan kurangnya materi yang disampaikan. dan memiliki tujuh bidang keahlian yaitu Usaha Perjalanan Wisata. dan Kecantikan Kulit. pemilihan materi ini dikarenakan masih kurangnya media pembelajaran pada sekolah yang . sehat. mandiri. pengetahuan. dan sikap dalam bidang kuliner khususnya untuk pengolahan aneka jenis makanan. kreatif. Tata Busana. Selain itu. Berdasarkan hasil observasi pada mata pelajaran P2MK kelas XI JB (Jasa Boga) ditemukan masih kurangnya bahan ajar yang terdapat di perpustakaan sekolah. modul. Pada jurusan ini peserta didik dibekali dengan ketrampilan. sedangkan media eletronik terdiri dari media yang dapat didengar seperti kaset dan radio. Modul yang akan dipersiapkan secara sederhana yang disusun berdasarkan acuan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran guru mata pelajaran Pengolahan dan Penyajian Makanan Kontinental yang disesuaikan dengan kurikulum 2013. media yang dapat dilihat dan didengar antara lain video compact disk dan film. Selama ini buku teks untuk mata pelajaran P2MK masih terbatas dikarenakan mata pelajaran ini lebih bersifat praktek sehingga berpengaruh pada pengetahuan peserta didik yang masih kurang secara teori.2 Jurnal Pendidikan Teknik Boga Tahun 2016 Guru dapat dikatakan berhasil dalam proses pembelajaran jika mampu melibatkan sebagian besar peserta didik aktif dalam proses pembelajaran tersebut. bertujuan untuk mengembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jurusan Jasa Boga memiliki beberapa mata pelajaran yang harus ditempuh salah satunya adalah mata pelajaran Pengolahan dan Penyajian Makanan Kontinental (P2MK) yang merupakan mata pelajaran produktif. Akomodasi Perhotelan. Beberapa jenis media yang dapat digunakan guru adalah media cetak maupun media eletronik. Untuk memperkaya pengetahuan peserta didik terhadap teori mata pelajaran P2MK perlu dikembangkannya bahan ajar yang sifatnya menambah atau melengkapi materi yang telah diberikan guru. Jasa Boga. sehingga perlu adanya bahan ajar lain yang dapat membantu peserta didik dalam memahami dan mempelajari sendiri materi dari mata pelajaran tersebut. diskusi. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan pendidikan nasional yang berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Salah satu bentuk pengembangan bahan ajar adalah modul. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Pasal 3 UU RI No. selanjutnya dilakukan praktek. berakhlak mulia. kemudian presentasi. Berdasarkan hasil wawancara terhadap peserta didik kelas XI pembelajaran P2MK kurang interaktif antara guru dengan peserta didik maupun peserta didik dengan peserta didik. cakap. Masih kurangnya persiapan peserta didik dalam menerima pelajaran terkadang membuat peserta didik kurang memperhatikan dengan seksama penjelasan yang diberikan guru. Penggunaan media pembelajaran yang tepat akan sangat membantu kelancaran proses pembelajaran. Fungsi media pembelajaran adalah sebagai alat bantu guru untuk menyampaikan informasi terhadap peserta didik. Metode pembelajaran yang digunakan adalah pemberian tugas. Menurut Depdiknas (2008 : 3) modul merupakan bahan ajar cetak yang dirancang untuk dapat dipelajari secara mandiri atau sendiri. Media cetak terdiri dari buku. buku sebagai sumber belajar peserta didik yang tersedia masih sedikit sehingga terkadang peserta didik tidak mendapatkan informasi yang sesuai dengan kebutuhannya. modul yang akan dikembangkan adalah materi tentang pengolahan dan penyajian hidangan penutup(dessert) untuk peserta didik kelas XI Jasa Boga. 20 Tahun 2003). jobsheet dan LKS (Lembar Kerja Peserta didik). Patiseri. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 6 Yogyakarta adalah salah satu sekolah kejuruan yang ada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. berilmu. Kecantikan Rambut. Mata pelajaran Pengolahan dan Penyajian Makanan Kontinental (P2MK) diberikan kepada kelas XI.

. dan untuk menguji keefektifan produk tersebut. Umbulharjo. Penelitian dilakukan di SMK Negeri 6 Yogyakarta yang beralamat di Jalan Kenari No. 2015: 297). 4. saran dan komentar pada uji kelayakan akan digunakan sebagai pertimbangan dalam perbaikan modul. Develop.Pengembangan Modul Pengolahan… (Ririn Ristiani) 3 memuat materi dessert. (Sugiyono. Daerah Istimewa Yogyakarta. rancangan cover. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Juni 2016. METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode reseach and development (R&D) dengan model penelitian 4D yang di kembangkan oleh Thiagarajan dikutip dari (Endang Mulyatiningsih. Semaki. Kota Yogyakarta. Prosedur Penelitian Define yaitu tahap ini untuk mengetahui keadaan dan kebutuhan pembelajaran pengolahan dan penyajian makanan kontinental. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahu pengembangan modul pengolahan dan penyajian dessert untuk peserta didik kelas XI Jasa Boga di SMK Negeri 6 Yogyakarta. dan instrumen yang dibutuhkan untuk menjadi modul yang layak digunakan untuk proses pembelajaran. kurangnya buku teks yang membahas tentang kompetensi ini. pengembangan modul sangat penting melakukan pengembangan modul pada mata pelajaran Pengolahan dan Penyajian Makanan Kontinental terkhusus untuk materi Pengolahan dan Penyajian Hidangan Penutup (dessert) kelas XI JB SMK Negeri 6 Yogyakarta. Penilaian. modul yang telah melewati tahap uji coba skala kecil selanjutnya digunakan untuk peserta didik pada skala besar yaitu pada 32 orang peserta didik untuk mendapatkan penilaian uji coba skala besar. Target/Subjek Penelitian Subjek yang terlibat dalam dalam penelitian ini merupakan pihak yang menilai dan memberikan masukan pada modul pembelajaran. Design dalam proses ini peneliti menyusun draft rencana berupa draf materi. 1 orang dosen sebagai ahli media pembelajaran dan peserta didik kelas XI Jasa Boga sebagai responden sebanyak 41 orang. Mengetahui kelayakan modul pengolahan dan penyajian dessert untuk peserta didik kelas XI Jasa Boga di SMK Negeri Yogyakarta. Disseminate. Setelah uji kelayakan para ahli. 2013:195). modul selanjutnya adalah uji coba skala kecil yaitu penilaian oleh 9 orang peserta didik. pada tahap ini modul yang sudah disusun kemudian modul akan diuji kelayakannya oleh ahli materi dan ahli media. Dengan adanya pembuatan modul ini diharapkan peserta didik dapat lebih memahami materi tentang hidangan penutup (dessert) secara teoritis dan mampu menerapkan pengetahuan tersebut dengan baik kedalam kegiatan praktek pengolahan dan penyajian hidangan penutup (dessert). Penelitian metode reseach and development (R&D) adalah metode penelitian menghasilkan produk yang digunakan tertentu. Berdasarkan uraian di atas. Subjek yang berperan yakni 2 orang guru SMK sebagai ahli materi. Analisis materi yang akan dikembangkan pengolahan dan penyajian hidangan penutup (dessert) dan disajikan dalam bentuk modul pembelajaran.

Uji Analisis Instrumen Penelitian Instrumen adalah alat ukur yang digunakan 1. yaitu skala psikometrik yang sering digunakan dalam penelitian metode survey dan digunakan untuk mengungkapkan sikap atau pendapat suatu 2. (2) Tingkat Kesulitan . Penelitian ini menggunakan angket dalam tabel untuk setiap aspek penilaian pada tertutup yang sudah memiliki jawaban alternative instrumen penelitian. Analisis data hasil dari angket untuk mendapatkan data yang valid (Sugiyono.SBx > X ≥ ̅ Layak Kurang Layak ̅ > x ≥ ̅ . Skala Penilaian dan Kategori Interval Skor Kategori Sangat Layak X ≥ ̅ + 1. Pada penelitian ini yang digunakan adalah validitas kontruk (contruct validity). di mana HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1. Teknik Analisis Data Uji Validasi Sebelum angket penelitian digunakan dalam penelitian yang sesungguhnya.1. yaitu : (1) Ketepatan isi. Memasukkan semua data yang diperoleh ke 2007: 348). Menurut fenomena (Endang Mulyatiningsih. angket untuk ahli Data materi dan angket untuk peserta didik. diperoleh adalah data interval. Djemari Mardapi (2008: 123) dapat dilihat sebagai Teknik Pengumpulan Data berikut : Angket (kuesioner) Tabel 1.4 Jurnal Pendidikan Teknik Boga Tahun 2016 Data.1. angket penelitian di uji coba terlebih dahulu. Uji validitas Data yang digunakan adalah data kuantitatif. 2013:29). Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Instrumen. Data penelitian ini menggunakan skala likert. Menurut Endang Mulyatiningsih (2013: 28) kuesioner atau angket merupakan alat pengumpulan data yang memuat sejumlah pertanyaan atau pernyataan yang harus dijawab oleh subyek penelitian. Angket ini menggunakan Skala Likert. Data Hasil Uji Ahli Materi Penilaian untuk ahli materi dalam modul pembelajaran pengolahan dan penyajian hidangan penutup (dessert) mencakup beberapa indikator.SBx ̅ + 1. angket untuk ahli materi dan angket untuk peserta didik dengan konsultasi ahli (judgement expert) yang sesuai dengan bidangnya. yaitu data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang di angkakan (skoring).SBx Keterangan : X = Skor yang dicapai ̅ (Rerata Ideal) = ½ (skor tertinggi+skor terendah) SBx (Simpangan Baku) = 1/6 (skor tertinggi – skor terendah). sehingga data yang konstruk dilakukan untuk instrumen angket untuk ahli media. dan Teknik Pengumpulan Data instrumen ini merupakan instrumen non tes yaitu meliputi angket untuk ahli media. Analisis Pengkategorian Penilaian Hasil dari rata – rata skor hasil penilaian kemudian diubah menjadi nilai kualitatif berskala 4 dengan skala Likert pada acuan tabel 9. Kemudian mencari rerata jawaban sehingga responden tidak menambahkan disetiap indikator melalui rumus sebagai berikut : jawaban lain dan memudahkan dalam pengolahan data.SBx Tidak Layak X < ̅ .

Pengembangan Modul Pengolahan… (Ririn Ristiani) 5 Materi.6.5. rerata skor untuk indikator tingkat kesulitan (Djemari Mardapi. (3) Kejelasan Materi. Grafik Penilaian Ahli Media Berdasarkan hasil dari grafik penilaian ahli Gambar 1.65 3. komposisi dalam modul Hal ini menunjukkan bahwa pada aspek menarik minat belajar peserta didik untuk membaca materi. (3) aspek materi.75 2.7.45 2. tingkat kesulitan materi 3. Hasil penilaian ahli media dapat dilihat pada grafik berikut : . Berikut hasil uji ahli materi : Hasil Penilaian Ahli Materi 2. 2. Uji Coba Skala Kecil peserta didik mudah untuk menguasai dan kejelasan Penilaian modul pembelajaran pengolahan dan materi peserta didik dapat dengan mudah memahami penyajian hidangan penutup (dessert) untuk uji coba materi.7 dan rerata skor untuk indikator kejelasan kategori “Sangat Layak”.4 3. perhatian peserta didik. (2) kebermanfaatan.6 3. materi 2. 2008: 123). Hasil konversi interval skor menurut 2. yaitu : (1) aspek fungsi dan manfaat.6 2.5 Rerata Skor 2.5 dan rerata skor untuk indikator didapatkan skor rerata untuk indikator ketepatan isi konsistensi 3. dinyatakan dalam modul pembelajaran mempermudah peserta didik kategori “Layak”. 2008: 123) dinyatakan dalam materi 2.7 3.6 3. Hasil konversi interval skor menurut Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan (Djemari Mardapi. (2) pembelajaran pengolahan dan penyajian hidangan aspek kemenarikan modul. skala kecil dilakukan oleh 9 orang peserta didik. (3) konsistensi.55 3. Grafik Penilaian Ahli Materi media rerata skor penilaian untuk indikator format Berdasarkan hasil dari grafik penilaian nilai dan organisasi 3.7 3.4 2.7 Hasil Penilaian Ahli Media 3. dalam proses belajar. rerata skor untuk indikator materi rata-rata penilaian dari dua orang ahli materi kebermanfaatan 3. yaitu : (1) uji coba skala kecil dapat dilihat pada grafik format dan organisasi.45 3.5 3. ketepatan isi dari modul mampu menarik dan mempelajari modul tersebut. Data Uji Ahli Media penilaian uji coba skala kecil mencakup beberapa Penilaian untuk ahli media dalam modul aspek.75 3. Hasil kontinental mencakup beberapa indikator.55 2.65 2.5 2.6.5 Rerata Skor Gambar 2.6 2.7 2.

2 3.3 uji coba skala kecil dapat dilihat pada grafik 3. font.2 dan rerata skor untuk aspek materi 3.2.3. teks dan gambar-gambar yang menarik sehingga peserta didik tidak bosan untuk membaca dan untuk materi dalam modul menurut peserta didik mudah untuk dipahami karena dilengkapi dengan penjelasan singkat untuk katakata asing sehingga memudahkan dalam belajar secara mandiri.26 3. Hasil ini menunjukkan bahwa fungsi dan manfaat modul dalam pembelajaran dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik.18 3. (3) aspek materi.22 3.32 3. (2) aspek kemenarikan modul.16 3.3 3.6 Jurnal Pendidikan Teknik Boga Tahun 2016 penilaian uji coba skala besar mencakup beberapa Hasil Penilaian Uji Coba Skala Kecil 3.2 3.3 3. Uji Coba Skala Besar keseluruhan skor untuk uji coba skala kecil medapatkan rerata skor 3. Hasil 3. 4.15 Rerata Skor Berdasarkan grafik hasil uji coba skala kecil mendapatkan rerata skor untuk aspek fungsi dan manfaat 3. Secara keseluruhan skor untuk uji coba skala kecil medapatkan rerata skor 3.24 3.25 Gambar 3. modul menarik menurut peserta didik karena menggunakan paduan warna. manfaat Gambar 4. Secara keseluruhan respon peserta didik terhadap modul pengolahan dan penyajian hidangan . rerata skor untuk kemenarikan modul 3.3.2 3.2 Hasil Penilaian Uji Coba Skala Besar Rerata Skor 3. 2008: 123) dinyatakan dalam kategori “Sangat Layak”.3.3 dan rerata skor untuk aspek materi 3. Hasil konversi interval skor menurut (Djemari Mardapi. modul yang menarik menurut peserta didik menjadi tidak bosan untuk membaca dan untuk materi dalam modul menurut peserta didik mudah untuk dipahami sehingga memudahkan dalam belajar secara mandiri. Secara dinyatakan dalam kategori “Sangat Layak”.2 3.3 3. rerata skor untuk kemenarikan modul 3.28 3.2.35 3. Penilaian modul pembelajaran pengolahan dan penyajian hidangan penutup (dessert) untuk uji coba skala besar dilakukan oleh 32 orang peserta didik.3 3.14 aspek. 2008: 123) Hasil ini menunjukkan bahwa fungsi dan modul dalam pembelajaran mendapatkan rerata skor untuk aspek fungsi dan manfaat 3. Grafik penilaian uji coba skala besar Berdasarkan grafik hasil uji coba skala besar dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Hasil konversi interval skor menurut (Djemari Mardapi. yaitu : (1) aspek fungsi dan manfaat.2. Grafik penilaian uji coba skala kecil 3. Secara keseluruhan respon peserta didik melalui komentar yang ditulis dalam angket menunjukkan respon positif dalam penggunaan modul sebagai sumber belajar meskipun masih perlu adanya perbaikan dibagian-bagian tertentu dari modul tersebut.

ahli media. Berdasarkan penilaian ahli materi terhadap a. Define. perancangan (develop) dan (design). pengolahan dan penyajian hidangan penutup penilaian ahli media terhadap produk modul (dessert). menyusun draft modul. 3. Sehingga peserta didik dalam uji coba skala kecil rata-rata tersusunlah modul Pengolahan dan Penyajian skor kesuluruhan 3.6 dan dinyatakan “Sangat Layak”. Penilaian oleh para ahli dan peserta Modul penyajian pembelajaran penutup d. disusun. dan Berdasarkan hasil penelitian pengembangan penjelasan singkat tentang modul pengolahan modul pembelajaran pengolahan dan penyajian dan penyajian hidangan penutup (dessert). tahap ini berisikan tahap validasi SIMPULAN DAN SARAN atau penilaian dan mengevaluasian modul yang Simpulan dilakukan oleh ahli materi. (disseminate). pembelajaran pengolahan dan penyajian hidangan b.Pengembangan Modul Pengolahan… (Ririn Ristiani) 7 penutup (dessert) menunjukkan bahwa peserta didik pengertian tertarik dan menyatakan layak untuk menggunakan penutup (dessert). penilaian dilanjutkan dengan penyusunan modul. yaitu : masukan para ahli selanjutnya diberikan kepada pendefinisian peserta didik untuk mendapatkan dipelajari dan (define). dengan penutup yang dikembangkan dengan rata-rata skor mengumpulkan referensi. hidangan penutup (dessert) untuk kelas XI di SMK 2) Materi yang terdapat dalam modul adalah tentang hidangan penutup (dessert) mulai dari Negeri 6 Yogyakarta di dapatkan beberapa saran sebagai berikut: . Design.3 dan dinyatakan “Sangat sebagai berikut : Layak”. Disseminate. modul pembelajaran pengolahan dan penyajian c. 2. Develop. 1) Cover tahap ini menggunakan dilakukan warna kuning soft dengan tulisan yang terdiri dari judul modul. Proses didik meliputi penilaian dari segi materi. Saran penyusun. hingga setelah seni menghias modul hidangan pengolahan dan hidangan penutup (dessert) dalam pembelajaran penyajian hidangan penutup (dessert) selesai pengolahan dan penyajian makanan kontinental. ilustrasi gambar pendukung. penyebarluasan diberikan penilaian terhadap kelayakan modul. tahap ini merupakan tahap analisis produk modul pembelajaran pengolahan dan kebutuhan modul pengolahan dan penyajian penyajian hidangan penutup yang dikembangkan makanan kontinental terkhusus untuk materi dengan rata-rata skor 2. pengembangan hidangan dan penggunaan modul. dan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan : 1. modul yang telah di validasi dan (dessert) kelas XI di SMK Negeri 6 Yogyakarta dilakukan perbaikan sesuai dengan saran dan dilakukan dengan model pengembangan 4D. media. sedangkan uji coba skala luas Hidangan Penutup (Dessert) dengan spesifikasi dengan rata-rata skor 3. pengembangan pengolahan dan peserta didik.2.6 dan dinyatakan “Layak”. tahap selanjutnya yang dilakukan yaitu tahap develop.

Sugiyono. (2003). Teknik penyusunan Instrumen tes dan non tes. Yogyakarta: Mitra Cendika Press. Statistik untuk Penelitian. Jakarta: Balai Pustaka. Perlunya penelitian lebih lanjut untuk menguji peningkatan hasil belajar peserta didik dengan Endang Mulyatiningsih. Buku Pintar Hidangan Kualitatif. Jakarta: Depdiknas Djemari Mardapi. Kontinental Dessert Sugiyono. Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2013). 2. (2002). Alfabeta. Buku Resep. Bandung: Alfabeta DAFTAR PUSTAKA Pengolahan Kuantitatif. (2008). dan R&D). (2009). Perlu adanya pengembangan media lainnya sebagai sarana pembelajaran peserta untuk mata pelajaran praktek sehingga peserta didik lebih dapat memahami teori dan siap melaksanakan praktek dengan lebih baik dan trampil. Perlunya penyebarluasan media kepada guru mata pelajaran agar bisa membantu proses pembelajaran. Alfabeta. Tim Penyusun Kamus. Jakarta : PT. . (Hidangan Penutup).8 Jurnal Pendidikan Teknik Boga Tahun 2016 1. Bandung. Metode Penelitian modul pembelajaran khusus untuk mata pelajaran Terapan Bidang Pendidikan. Bandung : praktek. 3. Gramedia Pustaka Utama. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Cucu Cahyana. (2015). Depdiknas. Guspri Devi Artanti (2009). UU nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.