Anda di halaman 1dari 18

Ilmu Kesehatan Masyarakat

Fakultas Ilmu Keolahragaan
Universitas Negeri Malang
1

KM.Kes Oleh : 1.. Anggun Nofia P (140612602064) 2. M. S. Retno Ismawati (140612601729) UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT September 2016 2 .MODUL UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH PROMOSI KESEHATAN INSTITUSI yang dibina oleh Nurnaningsih Herya Ulfah.

Rangkuman 14 11. Kompetensi Dasar 4 5. Kunci Jawaban Formatif 18 3 . Prinsip-Prinsip Promosi Kesehatan 5 7. Contoh Promosi Kesehatan – Program KADARZI 11 9. Pengertian Promosi Kesehatan 5 6.DAFTAR ISI 1. Judul 4 4. Tugas Mandiri 14 12. Tes Formatif 14 13. Cover 1 2. Daftar Isi 3 3. Strategi dan Pendekatan Promosi Kesehatan 7 8. Daftar Pustaka 13 10.

melainkan juga upaya bagaimana kemampuan untuk menjembatani adanya perubahan pada perilaku seseorang.1. fisik. Mengertahui prinsip-prinsip Promosi Kesehatan 3. 2012). organisasi. non-fisik. Pendahuluan Promosi kesehatan merupakan revitalisasi pendidikan kesehatan pada masa lalu dimana konsep promosi kesehatan bukan hanya proses penyadaran masyarakat dalam hal pemberian dan peningkatan pengetahuan masyarakat dalam bidang kesehatan saja. walaupun kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan sudah tinggi namun apabila tidak didukung oleh fasilitas yang menunjang misal ketersediaan pelayana kesehatan maka akan menjadi suatu hambatan untuk dapat mewujudkan perilaku hidup sehat sebagaimana yang diharapkan 4 . dalam rangka membinan dan meningkatkan kesehatan masyarakat perlu ada intervensi atau upaya yang ditunjukkan kepada faktor perilaku. Dalam mewujudkan perubahan perilaku kearah perilaku hidup yang sehat dalam masyarakat dipengaruhi banyak faktor yakni faktor yang menghambat dan faktor pendukung.2012). Perubahan perilaku merupakan suatau faktor terbesar setelah faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan individu. sosial budaya. Hal ini berarti bahwa promosi kesehatan yang dirancang untuk membuat adanya suatu perubahan perilaku di lingkungan masyarakat. contohnya sarana dan prasarana. Kompetensi Dasar 1. Mengetahui strategi dan pendekatan 3. Mengetahui pengertian Promosi kesehatan 2. Judul Promosi Kesehatan Program KADARZI 2. Oleh sebab itu. ekonomi. politik dan lain sebagainya (Mubarak. kelompok atau masyarakat (notoatmodjo.

sosial budaya dan sebagainya). Jadi. Pengembangan Kebijakan (policy development) 4. dan mampu mengubah atau mengatasi lingkungannya (lingkungan fisik. Membangun Kemitraan (building partnership and alliance) Berikut uraian untuk masing-masing prinsip: 1. Pengertian Promosi kehatan Menurut Notoatmodjo (2010:25) promosi kesehatan adalah suatu proses untuk memampukan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka. Perubahan Perilaku 5 . Perubahan Sosial (social change) 3. mental. Selain itu untuk mencapai derajat kesehatan yang sempurna. and to change or cope with the environment “. dapat disimpulkan dari kutipan tersebut diatas bahwa Promosi Kesehatan adalah proses untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Partisipasi Masyarakat (community participation) 6. mental. 1986 dalam Notoatmodjo 2010:24). and improve. and social. their health. To reach a state of complete physical. mental. promosi kesehatan sekurang-kurangnya mengandung tujuh prinsip antara lain 1. (Ottawa Charter. Dengan kata lain promosi kesehatan adalah upaya yang dilakukan terhadap masyarakat sehingga mereka mau dan mampu untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri. an individual or group must be able to identify and realize aspirations. kebutuhannya. maka masyarakat harus mampu mengenal serta mewujudkan aspirasinya. dan sosial.4. masyarakat harus mampu mengenal dan mewujudkan aspirasinya. 5. to satisfy needs. “Health promotion is the process of enabling people to increase control over. Prinsip Promosi kesehatan Menurut World Health Organization (WHO) dalam Notoadmojo (2012:26). well-being. Perubahan Perilaku (behavior change) 2. Sehingga masyarakat dapat mencapai derajat kesehatan yang sempurna baik fisik. baik fisik. sosial. Pemberdayaan (empowerment) 5. kebutuhannya. dan mampu untuk mengubah atau mengatasi lingkungan.

masyarakat perlu dilibatkan (partisipasi) masyarakat tidak dijadikan sebagai sasaran saja tetapi sebagi subjek juga pelaku promosi kesehatan. Pendekatan perubahan sosial yang paling sering digunakan dalam program kesehatan dalah pengembangan komunitas (community development) pengembangan masyarakat untuk mengembangkan masyarakat secara utuh dalam suatu komunitas. Oleh sebab itu. tetapi juga mempengaruhi kesehatan masyarakat secara tidak langsung. Prinsip pengembangan masyarakat adalah tumbuh dari bawah (bottom up) bukan dituntun dari atas (top down) 3. 6. Yaitu. sebagai intervensi terhadap faktor sosial ini promosi kesehatan juga berkepentingan untuk melakukan perubahan sosial. 6 . Perubahan Sosial (social change) Faktor sosial yang meliputi sistem sosial di samping sebagai faktor yang memepengaruhi perilaku secara langsung. Partisipasi masyarakat ((community participation) Dalam pelayanan kesehatan masyarakat baik secara individu ataupun kelompok. memberikan “pancingan atau kail” supaya masyarakat memperoleh manfaat sendiri. Pengembangan kebijakan Pengembanagn kebijakan yang berwawasan kesehatan tidak hanya keluar dari para pejabat pemerintah baik pusat atau daerah tetapi dapat keluar dari pimpinan atau pemegang otoritas unit kerja atau tempat kerja.Perubahan perilaku yang dimaksudkan oleh promosi kesehatan meliputi perubahan perilaku masyarakat (sasaran primer) lalu perilaku tokoh masyarakat (sasaran sekunder) dan tidak kalah pentingnya perilaku pembuat keputusan (sasaran tertier) 2. 4. Pemberdayaan (empowerment) Masyarakat harus diberikan kempuan untuk memfasilitasi dirinya sendiri untuk hidup sehat. 5. Perubahan lingkungan fisik Promosi kesehatan melakukan kegiatan supaya masyarakat terfasilitasi sarana dan prasarana untuk mewujudkan perilaku sehatnya. maka harus ada kerjasama atau kemitraan dengan sektor lain. lembaga pendidikan.

penyajian isu atau masalah kesehatan yang mempengaruhi kesehatan masyarakat setempat dan seminar-seminar kesehatan. Membangun kemitraan Membangun kemitraan bertujuan untuk memperoleh dukungan sumber daya (man. Dengan demikian para pembuat keputusan akan mengeluarkan kebijakan-kebijakan dalam bentuk peraturan. Dukungan sosial (social support) Promosi kesehatan akan mudah dilakukan jika mendapat dukungan dari berbagai elemen yang ada di masyarakat. Dengan adanya dukungan dari dua unsur tersebut. instruksi yang diharapkan menguntungkan bagi kesehatan masyarakat umum. 1. Advokasi Advokasi adalah kegiatan memberikan bantuan ke masyarakat dengan membuat keputusan (desition maker) dari penentu kebijakan (policy maker) dalam bidang kesehatan ataupun lainnya di luar kesehatan yang mempunyai pengaruh terhadap masyarakat. Strategi dan Pendekatan Promosi Kesehatan a. para pejabat pemerintah. Strategi Promosi Kesehatan Strategi secara global diperkenalkan oleh WHO pada tahun 1984 (Mubarak 2012). promosi kesehatan dapat dijembatani baik dari pihak pengelola diharapkan program 7 . swasta.material) bagi terwujudnya sarana dan prasarana guna memfasilitasi perilaku hidup sehat masyarakat. Bentuk dari advokasi berupa lobbying melalui pendekatan atau pembicaraan formal dan informal terhadap para pembuat keputusan.money. Dukungan dari masyarakat antara lain berasal dari unsur informal (tokoh agama dan tokoh adat yang mempunyai pengaruh di masyarakat) dan unsur formal dan pejabat (petugas kesehatan pemerintah). 6. Undang-undang. 2. partai politik dan organisasi masyarakat atau LSM dari tingkat pusat ke tingkat daerah. Strategi ini akan berhasil jika sasaran tepat dan sasaran advokasi ini adalah para pejabat eksekutif dan legislatif.7.

2) Gerakan masyarakat Perwujudan derajat kesehatan masyarakat akan jadi lebih efektif jika unsurunsur yang ada dalam masyarakat melakukan kegiatan bersama-sama. 3. 2012) : 1) Kemampuan atau ketrampilan individu Diharapkan tiap-tiap individu yang berada di dalam masyarakat mempunyai kemampuan dan pengetahuan yang baik dalam memelihara kesehatan. Pemberdayaan masyarakat (empowerment comunity) Pemberdayaan masyarakat dibutuhkan dalam kaitannya agar masyarakat memperoleh kemampuan dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan. kerja bakti. Sehingga jika dua unsur tersebut sudah mempunyai perilaku sehat maka akan mudah ditiru oleh anggota masyarakat yang lain. pengobatan gratis. Oleh sebab itu. Selain itu menurut strategi dalam promosi kesehatan juga didasarkan Piagam Ottawa yaitu ada lima rumusan strategi diantaranya (Mubarak. Upaya ini dapat dilakukan melalui penyuluhan kesehatan. pengorganisasian pembangunan masyarakat (PPM) dalam bentuk pelatihan ketrampilan dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat seperti ketrampilan berternak. Kegiatan ini sering disebut gerakan masyarakat untuk kesehatan. menukang dan lain-lain. Oleh karena itu. dan lain-lain. Kegiatan yang dilakukan secara bersama merupakan upaya peningkatan kesehatan mereka sendiri sebagi wujud gerakan masyarakat. 3) Reorientasi pelayanan kesehatan Titik berat pelayanan kesehatan saat ini masih bertumpu pada pemerintah dan swasta kurang melibatkan masyarakat sebagai penerima pelayanan kesehatan.bberdagang. peningkatan ketrampilan tiap anggota masyarakat agar mampu memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri adalah hal yang sangat penting. Melibatkan masyarakat dalam pelayanan kesehatan berarti memberdayakan 8 . kegiatan pemberdayaan masyarakat lebih pada kegiatan penggerakan masyarakat untuk kesehatan seperti kegiatan dana sehat. mencegah penyakit. meningkatkan kesehatan dan mampu mencari pengobatan yang layak bilamana mereka atau anak mereka sakit. mengenal penyebab penyakit.kesehatan dan masyarakat.

Pendekatan Promosi kesehatan Pendekatan promosi kesehatan menurut Heri D J Maulana dalam buku promosi kesehatan menyebutkan sebagai berikut : 1. supportif environment atau lingkungan yang mendukung akan mempermudah upaya pelayanan kesehatan (promosi kesehatan). Oleh sebab itu. Oleh karena itu kebijakan ini akan berhasil jika dituangkan dalam bentuk aturan atau undangundang. Jika ini dapat dilaksanakan oleh semua orang yang mempunyai kewenangan dalam menentukan kebijakan maka pembangunan yang berwawasan kesehatan (development health public) akan dapat diwujudkan. Oleh masyarakat harus karena itu. 5) Lingkungan yang mendukung Hendaknya tiap aktivitas yang dilakukan oleh memperhatikan dampak pada lingkungan sekitar. penyelenggaraan pelayanan kesehatan adalah tanggung jawab bersama antara pemberi pelayanan (provider) dan penerima pelayanan atau konsumen. Lingkungan yang dimaksud disini bukan hanya lingkungan fisik. 9 . tetapi juga lingkungan non-fisik yang kondusif terhadap kesehatan masyarakat. Pendekatan Medik Pendekatan ini memiliki arti penting dalam tindakan pencegahan medis dan tanggung jawab profesi kedokteran untuk membuat kepastian bahwa pasien patuh pada prosedur yang dianjurkan. Pendekatan ini dapat dilakukan dengan metode persuasive maupun paternalistic. Pendekatan medik ini melibatkan ilmu kedokteran untuk mencegah atau meringankan kesakitan.masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan sendiri karena kesehatan masyarakat bukan hanya masalah pihak provider dalam hal ini pemerintah dan pihak swasta saja melainkan juga menjadi tanggung jawab masyarakat. 4) Kebijakan berwawasan kesehatan Kebijakan disini adalah semua kebijakan pembangunan di bidang apa saja harus mempertimbangkan dampak kesehatan bagi masyarakat. Melalui pendekatan ini tujuan yang ingin dicapai adalah kebebasan dari penyakit dan kecacatan yang didefinisikan secara medis. b.

Pendekatan edukasional memiliki tujuan yakni memberikan informasi. dan membuat keputusan sendiri. Hal ini menggunakan dasar yang terfasilitasi. sehingga individu masyarakat dapat memutuskan untuk melalukan gaya hidup yang benar terutamanya gaya hidup sehat sesuai dengan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat). Individu masyarakat yang menerapkan pendekatan ini akan merasa yakin bahwa gaya hidup yang telah dipilih merupakan hal paling baik bagi dirinya sendiri dan akan melihatnya sebagai tanggung jawab untuk mendorong sebanyak mungkin individu untuk mengadopsi gaya hidup sehat yang menguntungkan. 4. Pendekatan Perubahan Perilaku Pendekatan perubahan individu memiliki tujuan yakni mengubah sikap dan perilaku individu masyarakat. Bantuan dalam melaksanakan keputusan-keputusan itu dan mengadopsi praktek kesehatan baru dapat pula ditawarkan. Pengenalan pendekatan membujuk dan peningkatan kegelisahan diproduktifkan untuk hal pokok dan penghargaan kesehatan. Informasi tentang kesehatan disajikan dan membantu individu untuk menggali nilai dan sikap. membantu orang mengidentifikasi kepedulian-kepedulian mereka dan memperoleh pengetahuan serta keterampilan yang mereka butuhkan agar 10 . Pendidikan kesehatan modern dilihat sebagai elemen penting dalam promosi kesehatan. dan membuat keputusan dan pilihan mereka sendiri sesuai dengan kepentingan dan nilai mereka. Sasaran dari pendidikan kesehatan modern adalah bekerja dengan pendekatan individual sebuah tingkat atau bagian dari kesehatan melalui strategi kemungkinan. Pendekatan Berpusat Pada Klien Pendekatan berpusat pada klien memiliki tujuan yakni bekerja dengan klien agar dapat membantu mereka mengidentifikasi apa yang ingin mereka ketahui dan lakukan. Pendekatan Edukasional Pendekatan edukasional ini dimulai sejak abad ke-19 di mana masyarakat diajari dan meningkat kegelisahannya dipandu ke gaya hidup sehat untuk mencegah penyakit. Peran promotor kesehatan adalah bertindak sebagai fasilitator. pengetahuan dan pemahaman kesehatan dan membuat keputusan yang ditetapkan atas dasar informasi yang ada. 3.2.

aksi perubahan politik dan kolaborasi yang lebih luas dengan pembuat keputusan. b. oleh. adanya pedoman KADARZI serta pelatihan dari tenaga terlatih yang berkaitan dengan gizi dalam pengolahan bahan. Hal ini dipusatkan dengan membuat lingkuangan. Pendekatan Perubahan Sosial Pendekatan perubahan sosial menyatakan kemunduran sosial ekonomi sebagai faktor dari sakit.memungkinkan terjadi perubahan. Contoh Promosi Kesehatan – Program KADARZI a. dan perilaku. untuk dan bersqama masyarakat agar dapat mengenal. oleh. yakni dengan masyarakat mau dan mampu untuk meningkatkan keluarga sadar gizi melalui pengetahuan. Pemberdayaan diri sendiri klien dilihat sebagai central dari tujuan ini. Pengertian KADARZI adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat melalui pembelajaran dari.Tujuan dari pendekatan ini adalah melakukan perubahan-perubahan pada lingkungan fisik. pengembangan komunitas KADARZI oleh setiap anggota keluarga yang ikut berpartisipasi. 11 . mencegah dan mengatasi masalah gizi setiap anggotanya. Promosi KADARZI upaya untuk meningkatkan kemampuan keluarga melalui pembelajaran dari. 5. untuk dan bersama masyarakat agar mereka dapat menolong dirinya sendiri serta mengembangkan kegiatan yang bersumber daya masyarakat sesuai sosial budaya setempat dan didukung oleh kebijakan publik yang berwawasan kesehatan. sikap. perubahan sosial dan ekonomi dengan rencana kebijakan. Prinsip Prinsip dalam promosi KADARZI yakni : 1) Perubahan perilaku. 2) Perubahan Sosial. Klien dihargai sama yang mempunyai pengetahuan. sosial dan ekonomi. serta mengembangkan kegiatan yang bersumber daya masyarakat sesuai sosial budaya setempat dan didukung oleh kebijakan publik yang mendujung upaya KADARZI. 7. supaya dapat membuatnya lebih mendukung untuk keadaan yang sehat. 3) Perubahan Lingkungan Fisik. ketrampilan dan kemampuan berkontribusi dan siapa yang mempunyai hak absolute untuk mengontrol tujuan kesehatan mereka sendiri.

Pembentukan kader KADARZI dari setiap anggota keluarga. Sasaran utama: individu. dilakukan pemantauan yang dilaksanakan oleh pengelola program pada masing masing jenjang administrasi. dari tahu menjadi mau dan dari mau menjadi mampu melaksanakan perilaku sadar gizi. b. Mendukung proses pemberdayaaan masyarakat dalam upaya mengajak para individu dan keluarga dalam penerapan perilaku sadar gizi. Proses membantu sasaran. c. c. mampu dan tepat melaksanakan KADARZI. pelatihan kader KADARZI dari setiap anggota keluarga oleh ahli terkait agar masyarakat mau.4) Pengembangan Kebijakan. Strategi Strategi Promosi KADARZI Strategi promosi KADAZI adalah 1) Gerakan Pemberdayaan Masyarakat a. 5) Pemberdayaan. Upaya atau proses yang strategis dan terencana untuk mendapatkan komitmen dan dukungan dari pihak-pihak yang terkait (stakeholders). studi banding. 6) Partisipasi Masyarakat. pameran pembangunan. keluarga dan kelompok masyarakat. keluarga dan kelompok masyarakat untuk mau melakukan perilaku KADARZI. c. 3) Advokasi a. misalnya setiap bulan atau setiap 3 bulan sekali. pihak stasiun radio atau televisi yang sudah dilatih. pertunjukan tradisional. mitra potensial yang sudah dilatih. Proses pemberian informasi KADARZI secara terus menerus dan berkesinambungan. agar sasaran tersebut berubah dari tidak tahu menjadi tahu atau sadar gizi. adanya jadwal pemantauan oleh pengelola program. 12 . Pertemuan rutin dengan kelompok media massa. 7) Kemitraan. jurnalis yang sudah dilatih. 2) Bina Suasana a. b. Upaya menciptakan opini atau lingkungan sosial yang mendorong individu.

b. Bupati/Walikota. mengubah masyarakat. 2010.W I. Promosi Kesehatan Sebuah Pengantar Proses Belajar Mengajar Dalam Pendidikan. minum suplemen gizi dan memakai garam beryodium 2) Pendekatan Perubahan Perilaku. Peraturan Desa dan lain sebagainya). klien dihargai sama yang mempunyai pengetahuan. 2013. 2012. Graha Ilmu. Daftar Pustaka Notoatmodjo. Pendekatan KADARZI 1) Pendekatan Medik. 5) Pendekatan Perubahan sosial. Maulana. EGC. Heri D J.S.S. Jakarta. Kerja sama yang formal antara individu. Rineka Cipta Notoatmodjo. Yogyakarta. mengajarkan individu tentang perhitungan IMT secara mandiri. Berlandaskan pada 3 prinsip dasar yaitu: Kesetaraan. 13 . mengadakan penyuluhan dan pelatihan tentang cara mengolah makanan agar kandungan gizi terjaga 4) Pendekatan berpusat pada klien. Hal utama bukan untuk mengubah kebiasaan individu. d. setelah menimbang berat badan dan mengukur berat badan. Jakarta. ASI Ekslusif. keterbukaan dan saling menguntungkan antar mitra. 3) Pendekatan edukasional. Promosi Kesehatan teori dan aplikasi. 2012. Promosi Kesehatan. ketrampilan dan kemampuan berkontribusi dan siapa yang mempunyai hak absolute untuk mengontrol tujuan kesehatan mereka sendiri. Surat Keputusan Gubernur. tapi secara positif mempengaruhi kesehatan masyarakat. memberitahu kepala keluarga agar membawa anggota keluarga mereka untuk menimbang berat badan rutin. Rineka Cipta Mubarak. kelompok-kelompok atau organisasi-organisasi untuk mencapai peningkatan KADARZI. bukan pada pengubahan perilaku individu-individunya. Promosi Kesehatan Dan Perilaku Kesehatan. Jakarta. 7.b. 4) Kemitraan a. Menghasilkan kebijakan yang mendukung peningkatan penerapan KADARZI (Peraturan Daerah (PERDA).

maka masyarakat harus mampu mengenal serta mewujudkan aspirasinya. perubahan perilaku. Rangkuman 1) Promosi Kesehatan adalah proses untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Perubahan Sosial (social change) c. kebutuhannya. Perubahan Perilaku (behavior change) b. promosi kesehatan sekurang-kurangnya mengandung tujuh prinsip antara lain a. Promosi Kesehatan adalah proses untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Tes Formatif 1. Tugas Mandiri Buatlah contoh lain mengenai program promosi kesehatan didaerah anda sendiri ! 10. dan sosial.8. kebutuhannya. baik fisik. Pemberdayaan (empowerment) e. Selain itu untuk mencapai derajat kesehatan yang sempurna. mental. mental. pendekatan berpusat pada klien dan perubahan sosial 9. baik fisik. Selain itu untuk mencapai derajat kesehatan yang sempurna. maka masyarakat harus mampu mengenal serta mewujudkan aspirasinya. Partisipasi Masyarakat (community participation) f. 4) Pendekatan yang dilakukan dalam promosi kesehatan meliputi pendekatan medik. dan mampu mengubah atau mengatasi lingkungannya. edukasional. Pengembangan Kebijakan (policy development) d. 2) Menurut World Health Organization (WHO) dalam Notoadmojo (2012:26). dan mampu mengubah atau mengatasi 14 . dan sosial. Membangun Kemitraan (building partnership and alliance) 3) Strategi promosi kesehatan meliputi advokasi. dukungan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

pembuat keputusan (sasaran sekunder) d. Prinsip pengembangan masyarakat adalah tumbuh dari bawah (bottom up) bukan dituntun dari atas (top down) 15 . 1 dan 3 benar b. 1. perilaku masyarakat (sasaran primer). pembuat keputusan (sasaran tertier) b. 2 dan 4 benar c. 1... Perubahan kebijakan 4. tokoh adat (sasaran primer) . a. Mubarak 2. 4 benar d. Noland e. Pengembangan komunitas (community development) 2. Perubahan Sosial 2.. Semua benar 4. a. tokoh masyarakat (sasaran sekunder) c... Notoatmodjo c. pembuat keputusan (sasaran tertier) dan sasaran kuarter e.lingkungannya (lingkungan fisik.. pembuat keputusan (sasaran sekunder 3. Virginia. WHO b. Masyarakat terfasilitasi sarana dan prasarana untuk mewujudkan perilaku sehatnya 3. Perubahan kelompok masyarakat Pernyataan diatas merupakan prinsip promkes. perilaku masyarakat (sasaran primer). Perubahan emosi 3. tokoh masyarakat (sasaran sekunder) . Perubahan perilaku yang dimaksud dalam Prinsip Promkes meliputi. Ottawa Charter d.. perilaku masyarakat (sasaran primer). sosial budaya dan sebagainya) adalah pernyataan menurut .. J. perilaku keluarga (sasaran primer). a. tokoh masyarakat (sasaran sekunder) .

4 benar d. SEBAB Faktor sosial yang meliputi sistem sosial di samping sebagai faktor yang memepengaruhi perilaku secara langsung. d. e. tidak berhubungan.4. alasan benar. tetapi juga mempengaruhi kesehatan masyarakat secara tidak langsung.. Kesehatan masyarakat berorientasi pada kesehatan populasi atau sekelompok masyarakat dan pengobatan medis berorientasi pada kesehatan individu. Sebagai intervensi terhadap faktor sistem sosial promosi kesehatan juga berkepentingan untuk melakukan perubahan sosial. a. Pernyataan benar. 6. keduanya berhubungan. Lingkungan yang mendukung promosi kesehatan e. Prinsip promosi kesehatan c.. alasan salah. Pernyataan benar. masyarakat perlu dilibatkan (partisipasi) masyarakat tidak dijadikan sebagai sasaran saja tetapi sebagi subjek juga pelaku promosi kesehatan . Pernyataan dan alasan salah. c. 2 dan 4 benar c. a.. Advokasi promosi kesehatan d. 1 dan 3 benar b. Dalam pelayanan kesehatan masyarakat baik secara individu ataupun kelompok. Pernyataan benar. Pernyataan tersebut merupakan bagian dari . alasan benar. alasan benar. b. Orientasi promosi kesehatan b. Pendidikan kesehatan 16 . Pernyataan salah. Semua benar 5. Yang masuk dalam perubahan sosial (social change) .. a.

1) Pemberikan bantuan ke masyarakat dengan membuat keputusan (desition maker) dari penentu kebijakan (policy maker) dalam bidang kesehatan.. 4) benar d. alasan benar. Tokoh agama 8. 1) dan 3) benar b. Karang taruna c. a. Upaya menciptakan opini atau lingkungan sosial yang mendorong individu. 4) penyajian isu dalam advokasi kesehatan yang mempengaruhi kesehatan masyarakat setempat dan seminar-seminar kesehatan. Dukungan dari masyarakat antara lain berasal dari unsur informal anatara lain. instruksi yang diharapkan menguntungkan bagi kesehatan masyarakat umum. 2) dan 4) benar c. tidak berhubungan. Semua benar 9. a. keluarga dan kelompok masyarakat untuk mau melakukan perilaku KADARZI . kecuali: a.7. Pernyataan benar. 3) Bentuk dari advokasi berupa lobbying melalui pendekatan atau pembicaraan formal dan informal. b. Policy maker d. SEBAB Dukungan dari masyarakat antara lain berasal dari unsur informal (tokoh agama dan tokoh adat yang mempunyai pengaruh di masyarakat) dan unsur formal (petugas kesehatan dan pejabat pemerintah). Yang termasuk dalam strategi Promosi Kesehatan bidang advokasi . 2) Pembuat keputusan mengeluarkan kebijakan-kebijakan dalam bentuk peraturan. keduanya berhubungan. Pernyataan benar. 17 . Promo kesehatan akan mudah dilakukan jika mendapat dukungan dari berbagai elemen yang ada di masyarakat. Tokoh masyarakat b.. alasan benar. Kepala keluarga e. Undang-undang.

c. e.. B 7. C 18 . D 9. Pernyataan benar. d. Pernyataan dan alasan salah. 1) dan 3) benar b. A 4. C 8. mitra potensial yang sudah dilatih. C 2. D 10. A 6. (1) bekerjasama dengan semua masyarakat demi terciptanya KADARZI yang sukses (2) melakukan pelatihan dengan pihak-pihak promotor saja agar KADARZI dapat disampaikan dengan baik (3) Bekerjasama dengan kepala desa untuk pemberian sangsi pada keluarga yang tidak mengikuti KADARZI (4) pemantauan yang dilaksanakan oleh pengelola program pada masing masing jenjang administrasi. 10. jurnalis yang sudah dilatih. 4) benar d. a. dan lain lain. A 5. alasan benar. Pernyataan salah.. Kunci Jawaban 1. 2) dan 4) benar c. A 3. Kemitraan dalam KADARZI yakni. alasan salah. Semua benar 11.