Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN PENDAHULUAN

ANC
PENDAHULUAN
Kehamilan adalah fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum
dan di lanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Bila di hitung dari saat fertilisasi
hingga lahirnya bayi, kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu dalam
waktu 40 minggu atau 10 bulan atau 9 bulan menurut kalender internasional.
Kehamilan dari 3 trimester, dimana trimester kesatu berlangsung dalam 12
minggu, trimeseter kedua 15 minggu (minggu ke 13 hingga ke-27) dan trimester
ketiga 13 minggu (minggu ke-28 hingga ke-40) (Prawirohardjo,2009).
Kehamilan aterm ialah usia kehamilan antara 38 sampai 42 minggu dan
ini merupakan periode di mana terjadi persalinan normal. Kehamilan antara 28
dan 36 minggu disebut kehamilan prematur. Kehamilan yang melewati 294 hari
atau lebih 42 minggu lengkap disebut sebagai post term atau kehamilan lewat
waktu (Wiknjosastro, 2007).
Kehamilan normal adalah masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai
lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7
hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan dibagi dalam 3 triwulan
yaitu triwulan pertama dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan, triwulan kedua dari
bulan keempat sampai 6 bulan, triwulan ketiga dari bulan ketujuh sampai
sembilan bulan (Saifuddin, 2006)
Kehamilan terjadi jika ada pertemuan dan persenyawaan antara sel telur
(ovum) dan sel mani (spermatozoa) (Saminem, 2008).
Etiologi
Untuk setiap kehamilan harus ada spermatozoa, ovum, pembuahan ovum
(konsepsi), dan nidasi hasil konsepsi. Tiap spermatozoa terdiri dari tiga bagian
yaitu : kaput/kepala yang berbentuk lonjong agak gepeng dan mengandung
bahan nucleus, ekor, dan bagian yang silindrik menghubungkan kepala dengan
ekor, dan getaran ekor spermatozoa dapat bergerak cepat (Wikjosastro,2007).

1.

DEFINISI ANTE NATAL CARE
Pelayanan antenatal (Antenatal Care) adalah pelayanan kesehatan oleh

tenaga kesehatan untuk ibu pada masa kehamilannya, dilaksanakan sesuai
dengan standar pelayanan antenatal yang di tetapkan dalam Standar Pelayanan
Kebidanan (SPK) (Depkes, 2009).
Asuhan antenatal adalah suatu program terencana berupa observasi,
edukasi, dan penanganan medic pada ibu hamil, untuk memperoleh suatu
proses kehamilan dan persalinan yang aman dan memuaskan.
Asuhan antenatal adalah pengawasan terhadap kehamilan untuk
mendapatkan informasi mengenai kesehatan umum ibu, menegakkan secara dini
penuyakit yang menyertai kehamilan, menegakkan secara dini komplikasi
kehamilan, dan menetapkan resiko kehamilan (resiko tinggi, resiko meragukan,
resiko rendah). Asuhan antenatal juga untuk mempersiapkan persalinan menuju
kelahiran bayi yang baik (weel born baby) dan kesehatan ibu yang baik (well
health mother), mempersiapkan pemeliharaan bayi dan laktasi, memfasilitasi
pulihnya kesehatan ibu yang optimal pada saat akhir kala nifas. (gawat darurat
obstetri – ginekologi dan obstetric - ginekologi social untuk profesi, 2004).
2.

TUJUAN ANTE NATAL CARE ((ANC)
Tujuan dilakukan Antenatal Care yaitu untuk menjamin perlindungan

kepada ibu hamil, berupa deteksi dini faktor resiko, serta pencegahan dan
penanganan komplikasi (Saipuddin, 2009). Menurut buku Maternal dan Neonatal,
(Saifudin Abdul Bari, 2002:67), tujuan Ante Natal Care (ANC) adalah:
1)

Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan

tumbuh kembang bayi.
2)

Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental dan sosial

ibu dan bayi.
3)

Mengenali secara diri adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang

mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum,
kebidanan dan pembedahan.
4)

Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat, ibu

maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin.
5)

Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI

eksklusif.
6)

Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi

agar dapat tumbuh kembang secara normal
3.

KUNJUNGAN ANTE NATAL CARE (ANC)

. K4 adalah kontak ibu hamil dengan tenaga kesehatan yang ke empat atau lebih untuk mendapatkan pelayanan Ante Natal Care (ANC) sesuai standar yang ditetapkan dengan syarat: . kunjungan rumah dengan ibu hamil tidak memberikan pelayanan Ante Natal Care (ANC) sesuai dengan standar dapat dianggap sebagai kunjungan ibu hamil (Depkes RI. Identifikasi kehamilan diperoleh melalui pengenalan perubahan anatomic dan fisologis kehamilan seperti yang telah diuraikan sebelumnya. Istilah kunjungan disini tidak hanya mengandung arti bahwa ibu hamil yang berkunjung ke fasilitas pelayanan. Pemeriksaan lab. pemeriksaan harus lebih sering dan intensif. TT II  K4 (Kunjungan 4) Anamnesis. Namun. Anamnesis. pemeriksaan fisik & obstetri. KIE.Kunjungan ibu hamil adalah kontak ibu hamil dengan tenaga profesional untuk mendapatkan pelayanan Ante Natal Care (ANC) sesuai standar yang ditetapkan. Nasehat perawatan payudara & Senam hamil). Selama melakukan kunjugan untuk asuhan antenatal.  Kunjungan III ( 34 pekan) Anamnesis. 2001:31). TT I.  Kunjungan ibu hamil K1 Kunjungan baru ibu hamil adalah kunjungan ibu hamil yang pertama kali pada masa kehamilan. pemeriksaan ulang lab. K2. penilaian resiko kehamilan. perawatan payudara & persiapan persalinan kecuali jika ditemukan kelainan / faktor risiko yang memerlukan penatalaksanaan medik lain. dapat dilakukan uji hormonal kehamilan dengan menggunakan metode yang tersedia. Bila kehamilan termasuk resiko tinggi perhatian dan jadual kunjungan harus lebih ketat. K3 dan K4). bila kehamilan normal jadual asuhan cukup empat kali (K1. para ibu akan mendapatkan serangkaian pelayanan yang terkait dengan upaya memastikan ada atau tidaknya kehamilan dan penelusuran berbagai kemungkinan adanya penyulit atau gangguan kesehatan selama kehamilan yang mungkin dapat mengganggu kuliatas dan luaran kehamilan. USG. tetapi adalah setiap kontak tenaga kesehatan baik diposyandu. pondok bersalin desa. Penilaian resiko kehamilan. Anamnesis lengkap. Bila diperlukan.  Kunjungan II/ Kunjungan ulang ( 28 – 32 pekan ) Kunjungan ulang adalah kontak ibu hamil dengan tenaga kesehatan yang kedua dan seterusnya. Antopometri. untuk mendapatkan pelayanan antenatal sesuai dengan standar selama satu periode kehamilan berlangsung.

Dua kali dalam trimester ketiga (antara minggu 28-36 dan setelah minggu ke 36). 2009). PENATALAKSANAAN ANTE NATAL CARE (ANC) Pelayanan Ante Natal Care (ANC) adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada ibu selama kehamilannya sesuai dengan standar pelayanan Ante Natal Care (ANC). Kenaikan berat badan normal pada waktu hamil 0. .5 kg per minggu mulai trimester kedua (DepKes RI. Timbang berat badan selalu dilakukan di setiap waktu ANC. cara dalam menimbang berat badannya (dalam kg) adalah tanpa sepatu dan memakai pakaian yang seringan-ringannya.1. 4. selengkapnya mencakup banyak hal yang meliputi anamnesis. Pemeriksaan khusus bila terdapat keluhan-keluhan tertentu Dari satu kunjungan kekunjungan berikutnya sebaiknya dilakukan pencatatan:  Keluhan yang dirasakan ibu hamil  Hasil pemeriksaan setiap kunjungan  Umum ~ Tekanan darah ~ Respirasi ~ Nadi ~ Temperature suhu Abdomen ~ Tinggi fundus uteri ~ Letak janin setelaha 34 minggu ~ Presentasi janin ~ Denyut jantung janin Pemeriksaan tambahan ~ Proteinuria ~ Glukosuria ~ Keton 4. pemeriksaan fisik baik umum dan kebidanan. Satu kali dalam trimester pertama (sebelum 14 minggu). Timbang berat badan dan ukur tinggi badan. Namun dalam penerapan operasionalnya dikenal standar minimal ”10T” untuk pelayanan Ante Natal Care (ANC) yang terdiri atas: a. 2. pemeriksaan laboratorium atas indikasi serta intervensi dasar dan khusus sesuai dengan resiko yang ada. Berat badan kurang dari 45 kg pada trimester ketiga menyatakan ibu kurus memiliki kemungkinan melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah. Satu kali dalam trimester kedua (antara minggu 14-28) 3.

Pemeriksaan dilakukan dengan cara melakukan palpasi (sentuhan tangan secara langsung di perut ibu hamil) dan dilakukan pengukuran secara langsung untuk memperkirakan usia kehamilan. b. serta menumbuhkan kesiapan psikis untuk operasi (DepKes RI. Status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung. Hal yang harus diwaspadai adalah apabila selama kehamilan terjadi peningkatan tekanan darah (hipertensi) yang tidak terkontrol. Sehingga ibu hamil bersama suaminya dapat menyiapkan biaya operasi sejak dini. Bila gtatus gizi ibu normal pada masa sebelum dan selama hamil kemungkinan besar akan melahirkan bayi yang sehat.5 meter dapat menjadi alasan untuk direncanakannya proses persalinan dengan cara operasi. cukup bulan dengan berat badan normal. 2009). diharapkan tenakan darah selama kehamilan tetap dalam keadaan normal (120/80 mmHg). Hal yang juga harus menjadi perhatian adalah tekanan darah rendah (hipotensi). Tinggi badan kurang dari 1. Dengan kata lain kualitas bayi yang dilahirkan sangat tergantung pada keadaan gizi ibu sebelum dan selama hamil (DepKes RI. c. 2009). 2009). Ukur tekanan darah Pengukuran tekanan darah/tensi dilakukan secara rutin setiap ANC. serta bila umur kehamilan bertambah (DepKes RI. Nilai status gizi (ukur lingkar lengan atas) Pengukuran status gizi dengan lingkar lengan atas dimaksudkan untuk mengetahui apakah ibu hamil menderita kekurangan energi kronis (KEK) atau tidak. bidan atau dokter saat melaksanakan ANC pada seorang ibu hamil untuk menentukan usia kehamilan dilakukan pemeriksaan abdominal/perut secara seksama. seringkali disertai dengan keluhan pusing dan kurang istirahat (DepKes RI. 2009). karena dikhawatirkan dapat terjadinya preeklamsia atau eklamsia (keracunan dalam masa kehamilan) dan dapat menyebabkan ancaman kematian bagi ibu dan janin/bayinya. d.Mengukur tinggi badan dapat dilakukan pada awal ANC saja. Secara sederhana. Ukur tinggi fundus uteri. . cara mengukur tinggi badan (dalam meter) adalah dengan posisi tegak berdiri tanpa menggunakan sepatu dan dilakukan pengukuran.

Pemeriksaan ini dilakukan pula untuk menentukan posisi. Pemberian tablet zat besi minimal 90 tablet selama kehamilan Wanita hamil cenderung terkena anemia (kadar Hb darah rendah) pada 3 bulan terakhir masa kehamilannya.5 cc di injeksikan intramuskuler/subkutan (dalam otot atau dibawah kulit). dengan dosis 0. Tetanus neonatorum adalah penyakit tetanus yang terjadi pada neonatus (bayi berusia kurang 1 bulan) yang disebabkan oleh Clostridium tetani. Dengarkan denyut jantung janin (DJJ) sejak kehamilan 20 minggu. f. maka dilakukan kegiatan pemberian imunisasi TT. 2009). untuk mencari kelainan serta melakukan rujukan tepat waktu. Pemberian imunisasi TT untuk ibu hamil diberikan 2 kali. Jarak pemberian (interval) imunisasi TT1 dengan TT2 adalah minimal 4 minggu (DepKes RI. 2009).Pemantauan ini bertujuan untuk melihat indikator kesejahteraan ibu dan janin selama masa kehamilan (DepKes RI. karena pada masa itu janin menimbun . Jantung janin biasanya berdenyut 120-160 kali per menit (DepKes RI. 2009). yaitu kuman yang mengeluarkan toksin (racun) dan menyerang sistim saraf pusat.Manfaat dari imunisasi TT ibu hamil diantaranya: 1) Melindungi bayi yang baru lahir dari penyakit Tetanus neonatorum. g. TT1 dapat diberikan sejak di ketahui postif hamil dimana biasanya di berikan pada kunjungan pertama ibu hamil ke sarana kesehatan. Tentukan presentasi janin dan denyut jantung janin (DJJ) Palpasi abdomen untuk menentukan presentasi janin merupakan bagian penting dalam pemeriksaan antenatal. Imunisasi TT sebaiknya diberikan sebelum kehamilan 8 bulan untuk mendapatkan imunisasi TT lengkap. Skrining status imunisasi Tetanus dan berikan imunisasi Tetanus Toksoid (TT) bila diperlukan Salah satu kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk menurunkan angka kematian bayi atau neonatus yang disebabkan oleh penyakit tetanus. bagian terendah janin dan masuknya kepala janin ke dalam rongga panggul. Kedua manfaat tersebut adalah cara untuk mencapai salah satu tujuan dari program imunisasi secara nasional yaitu eliminasi tetanus maternal (pada ibu hamil) dan tetanus neonatorum (bayi berusia kurang dari 1 bulan). 2) Melindungi ibu terhadap kemungkinan tetanus apabila terluka. Denyut jantung janin menunjukkan kesehatan dan posisi janin terhadap ibu. e.

Defisiensi besi bukan satu-satunya penyebab anemia. abortus. Anemia pada kehamilan dapat disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan zat besi untuk pertumbuhan janin. Adapun tes laboratorium pada ibu hamil berupa tes urin lengkap. cacat bawaan. Untuk ibu. pemeriksaan darah. Kepada ibu hamil umumnya diberikan sebanyak satu tablet setiap hari berturut-turut selama 90 hari selama masa kehamilan. 2009). namun juga untuk kesejahteraan janin. Tatalaksana kasus Perubahan Paradigma menunggu terjadinya dan menangani kasus komplikasi menjadi pencegahan terjadinya komplikasi dan dapat membawa . 2009).cadangan zat besi untuk dirinya sendiri sebagai persediaan bulan pertama sesudah lahir. tetapi apabila prevalensi anemia tinggi. juga bila kehamilannya dikategorikan dalam risiko tinggi. kematian janin. Pemeriksaan sangat bermanfaat bukan hanya untuk ibu. serta amniosentesis. pendarahan. pola makan ibu terganggu akibat mual selama kehamilan. TORCH dan hepatitis. TTD mengandung 200 mg ferrosulfat. Pertimbangan itu membuat suplementasi tablet besi folat selama ini dianggap sebagai salah satu cara yang sangat bermanfaat dalam mengatasi masalah anemia. Kekurangan zat besi dapat mengakibatkan hambatan pada pertumbuhan janin baik sel tubuh maupun sel otak. tes laboratorium berguna untuk mendeteksi dini jika ada komplikasi kehamilan. BBLR (Berat Badan Lahir Rendah). (DepKes RI. kurangnya asupan zat besi pada makanan yang dikonsumsi ibu hamil. Tes laboratorium (rutin dan khusus). defisiensi besi biasanya dianggap sebagai penyebab yang paling dominan.25 mg asam folat (DepKes RI. 2009). mempersiapkan mental dan fisik dalam menghadapi persalinan . h. dan adanya kecenderungan rendahnya cadangan zat besi (Fe) pada wanita akibat persalinan sebelumnya dan menstruasi (DepKes RI. Anemia dapat diatasi dengan meminum tablet besi atau Tablet Tambah Darah (TTD). lahir prematur. i. misalnya. setara dengan 60 miligram besi elemental dan 0. anemia pada bayi yang dilahirkan. rentan infeksi. sehingga dapat segera mengobatinyamempertahankan dan meningkatkan kesehatan selama kehamilan . sehingga dapat segera ditentukan pertolongan persalinan yang aman kelak. mengetahui berbagai masalah yang berkaitan dengan kehamilannya.

2009). sakit kepala . merupakan asuhan persalinan secara tepat guna dan waktu. baik sebelum atau saat masalah terjadi dan segera melakukan rujukan saat kondisi masih optimal. antara lain : 1) Merujuk ke dokter untuk konsultasi.  letih.Memberikan konsultasi atau melakukan kerjasama penanganantindakan yang harus dilakukan oleh bidan atau dokter dalam temu wicara. 5) Memberikan asuhan Antenatal (selama masa kehamilan). 2) Melampirkan kartu kesehatan ibu beserta surat rujukan. Temu wicara (konseling). menolong ibu menentukan pilihan yang tepat. TANDA DAN GEJALA KEHAMILAN a) Persumtif Sign (subyektif)  Amenorhoe (tidak mendapat haid)  mual muntah (morning sicknes) merupakan respon awal terhadap tingginya kadar progesterone dan menghilang setelah tiga bulan. Deteksi dini dan pencegahan komplikasi dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu serta bayi baru lahir. 7) Menyepakati di antara pengambil keputusan dalam keluarga tentang rencana proses kelahiran. 8) Persiapan dan biaya persalinan (DepKes RI. j. Penyesuaian ini sangat penting dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir karena sebagian besar persalinan di Indonesia masih terjadi di tingkat pelayanan kesehatan primer dimana tingkat keterampilan dan pengetahuan petugas kesehatan difasilitas pelayanan tersebut masih belum memadai.perbaikan kesehatan bagi kaum ibu di Indonesia. 2009). 3) Meminta ibu untuk kembali setelah konsultasi dan membawa surat hasil rujukan. maka para ibu akan terhindar dari ancaman kesakitan dan kematian (DepKes RI. termasuk perencanaa persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K) serta KB pasca persalinan. 5. 4) Meneruskan pemantauan kondisi ibu dan bayi selama kehamilan. jika semua tenaga penolong persalinan dilatih agar mampu untuk mencegah atau deteksi dini komplikasi yang mungkin terjadi. 6) Perencanaan dini jika tidak aman melahirkan di rumah.

 lekore/keputihan peningkatan sekresi vaginal oleh efek stimulai hormone estrogen dan progesterone pada kelenjar dan peningkatan suplay darah ke pelvic .  perubahan pada mamae  frekuensi berkemih meningkat karena adanya kongesti darah pada organ- organ pelvic sehingga meningkatkan sensitivitas jaringan. Tekanan uterus pada kandung kencing menstimulasi saraf sehingga BAK. b.  Pembesaran uterus melunaknya daerah isthmus uteri (hegar sign) diketahui melalui pemeriksaan bimanual dan mulai terlihat pada minggu ke 6 dan menjadi nyata pada minggu ke 7-8. regangan kulit abdomen terlihat garis tak c. merasakan gerakan janin terjadi sekitar 22 minggu gestasi atau 20 minggu pada wanita hamil pertama.  Servik terasa lebih lunak (tanda Goodell”s) diketahui melalui pemeriksaan bimanual  tanda ballotemen : pantulan yang terjadi saat jari pemeriksa mengetuk janin yang mengapung dalam uterus. .bayi menjauh kemumudian ke posisi semula.punggung hidung dan kulit daerah tulang pipi terutama pada warna kulit hitam hal ini disebabkan oleh stimulasi MSH (Melanosyt Stimulating Hormone).  Kontraksi Braxton hicks yaitu kontraksi intermiten yang mungkin terjadi selama hamil dan tidak terasa sakit. Perubahan warna kulit oleh Chloasma : warna kulit yang kehitam-hitaman pada dahi. c) Hcg (Human Chronic Gonadotropin) meningkat Tanda positif kehamilan teratur. Striae gravidarum. b) Probabilitas (objektif) a.

Normal DJJ 120-160 kali permenit.  adanya gerakan janin pada palpasi  Teraba bagian janin pada palpasi  Adanya kantong kehamilan (gestasional sac) dalam rongga uterus pada pemeriksaan USG. kadar tertinggi 500 SI hCG. adanya skelet janin pd gmbr X Ray d) Tes Kehamilan :  Tes hCG (hormone chorionic gonadotropin). Dilakukan dengan mendeteksi hormone hCG dalam urin.5 hCG per ml urin. . Dengan stetoskop ultrasonik (doppler).kadar terendah yang memberi hasil positif yaitu 0. sekitar minggu ke-12. DJJ dapat didengarkan lebih awal lagi. Terdengar DJJ. DJJ dapat didengar dengan stetoskop laenec pada minggu 17-18.

Kecemasan berhubungan dengan perubahan status kesehatan. Devisit volume cairan berhubungan dengan frekuensi buang air kecil yang berlebihan. Konstipasi berhubungan dengan peristaltic usus yang menghambat dan perubahan pola makan . b. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan. Nyeri berhubungan dengan perubahan autonomic dalam tonus otot (dalam rentang dari lemah ke kaku). Gangguan pola tidur berhubungan dengan keinginan buang air kencing yang mendesak. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan kondisi vulva lembab dan perdarahan pada gusi karna lunak. Ketidakseimbangan nutrisi. c. g.ASUHAN KEPERAWATAN Diagnosa dan Perencanaan Trimester 1 a. nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual dan muntah. (sering mengalami pusing dan pingsan) d. h. penurunan sirkulasi iskemik saraf pusat. f. e.

3. Ajarkan tekhnik aktifitas terbimbingvaskularisasi dan pulsasi organ reproduksi. Penilaian dapat dilakukan secara harian melalui pemeriksaan fisik. tetapi perdarahan masih perlu di waspadai dengan kelemahan. Diagnosa Tujuan Intervensi Rasional 1. Kolaborasi pemberian analgetika. dengan frekuensidengankriteria hasil : harian. Kaji kondisi status hemodinamika. Berikan HE atau beriengurangi frekuensi nyeri ke kaku) berkurang. Kaji tingkat kemampuan klien untuk1. 4. baik kualitas maupunbanyak kurang lebih 2500 cc / hari. 3.dengan batas2. Kaji intensitas dan frekuensi nyeri1. Evaluasi status hemodinamika. Jumlah cairan ditentukan dari jumlah buang air kecil yangintake dan output3. Melonggarkan otot sendi agar tidak terjadi . 4. Pengeluaran cairan pervaginal sebagai akibat cairan berhubunganseimbang 2. M engurangi tingkat terjadinya nyeri dapat dilakukan dengan pemberian analgetika oral maupun sistemik dalam spectrum luas/spesifik. 2. Quantitas. Kaji pengaruh aktivitas terhadapuntuk mencegah kondisi klien lebih buruk. Aktivitas merangsang peningkatan iskemik saraf pusat. 4. dan dapat istirahat 4. M rentang dari lemahmenyatakan nyeri3. intoleransi aktivitasKlien dapat1. kondisi uterus (kandungan) 2. Ukur volume cairan pengeluaranabortus memiliki karekteristik bervariasi. tonus otot ( dalamsecara subjektif klienterjadinya nyeri 2.Diagnosa Keperawatan Antenatal Trisemester Pertama No. berarti. Kemungkin klien tidak mengalami perubahan berhubungan beraktifitas sesuaiberaktivitas. 2. Nyeri berhubunganNyeri berkurang atau1.Kriteria 3. engukuran nilai ambang nyeri dapat dilakukan dengan autonomic dalamCriteria hasil : 2. M klien tampak rilekspenyebabnya. 1. Devisit volumevolume cairan1. Untuk mengganti dan memenuhi asupan cairan yang hilang. ( sering mengalamihasil:menunjukkan dengan gerakan aktif dan pasif 3. Anjurkan Klien untuk Minum yangkebutuhan harian ditambah dengan jumlah cairan berlebihan. P dengan perubahanhilang yang dialami klien. penjelasan nyeri yang di derita klien dan3. Ajarkan tehnik pengalihan jikaskala maupun diskripsi pengambaran. yang hilang pervaginal. eningkatkan koping klien dalam mengatasi nyeri. penurunan sirkulasitoleransi.

Mengoptimalkan kondisi klien. Lakukan perawatan vulva. setiap saat dischart keluar. perdarahan padahasil . kemampuan klien melakukan aktivitas. . 6. warna. Menilai kondisi umum klien. jumlah. Stress dapat menimbulkan 6. Anjurkan klien untuk melakukankekakuan tindakan sesuai dengan4. demam dan peningkatan perdarahan. dan bau. Pengertian pada keluarga sangat penting artinya untuk kebaikan ibu. Resiko tinggi infeksiTidak terjadi infeksi1. cepat dapat menyebabkan infeksi. istirahat mutlak sangat diperlukan. 5. senggama dalam kondisi perdarahan dapat memperburuk kondisi system reproduksi ibu dan sekaligus meningkatkan resiko infeksi pada pasangan. Anjurkan pada suami untuk tidak5. 6. Mukosa mulut dan5. Infeksi dapat timbul akibat kurangnya gusi karna lunak. perdarahan. Adanya warna yang lebih dengan kondisi vulva dan mulut2. Lakukan pemeriksaan biakan padakebersihan genital yang lebih luar. Anjurkan klien untuk menghentikandekopensasi/kegagalan aktivitas bila pusing/kelemahan terjadi 4. Terangkan pada klien cara4. 3. rasa nyeri mungkin merupakan gejala infeksi. Evaluasi perkembangan5. Inkubasi kuman pada area genital yang relatif vulva bersih mengidentifikasi tanda infeksi. Beri penjelasan pada klien tentanggelap disertai bau tidak enak mungkin merupakan vulva lembab dan(gusi) dengan criteriapentingnya perawatan vulva selama masatanda infeksi. 6. 2. dischart. Berbagai manifestasi klinik dapat menjadi melakukan hubungan seks selama masatanda nonspesifik infeksi. Kaji kondisi keluaran/dischart yang1.pusing dan pingsan) peningkatan beraktifitas. infeksi dandischart. Berbagai kuman dapat teridentifikasi melalui pendarahan 4. pada abortus kemampuan/kondisi klien imminens. · Tidak terjadi3. Perubahan yang terjadi pada dishart dikaji berhubungan selama perawatankeluar . dalam4.

konsep diri / citra fisiologis.d perubahan biofisik. Diskusikan perubahan aspekdidasarkan pada penampilan fisik. respon orang lain 2. 5. Diagnosa 1.d perubahan mekanisme regulator retensi natrium/air. respon orang lain Diagnosa Keperawatan Antenatal Trisemester Kedua Tujuan Intervensi Rasional Klien Mengungkapk 1. Perubahan pola seksualitas b.pemanjaan pada agen infeksi.b. Resiko tinggi cidera tehadap janin b. sumber yang tersedia dari pakaian saat3. Gangguan citra tubuh b. 6. takut akan cedera fisik. Anjurkan gaya dan sumber –terjadi. Pada Ibu Hamil Trimester Kedua 1. Individu bereaksi secara berbeda terhadap tubuh. No. dantampak.d masalah kesehatan ibu.d pergeseran diafragma karena pembesaran uterus 3. Tinjau ulang / kaji sikap terhadap 1. Berikan informasi tentangperubahan bahan yang terjadi. Belajar dan ikut untuk melihat dan merasa lebih menjadi gelap). Diskusikan metode perawatan kulit untuk kerja dan melakukan aktivitas yang dan berias untukmenyenangkan meminimalkan/menyembunyikan kulit yang4. Pola nafas tidak efektif b. perubahan bentuk telah an penerimaan / kehamilan . dan respon klien terhadap2.d kebutuhan informasi 4. Pada trimester kedua. Gangguan citra tubuh b. Respon negatif dapat terjadi pada klien / adaptasi bertahap sebagainya pasangan yang memiliki konsep diri yang rapuh.d perubahan biofisik. perubahan. menggunakan kaus kakibaik mungkin membantu untuk mempertahankan . untuk mengubah 2. Resiko tinggi kelebihan volume cairan b. Informasi dapat kenormalan perubahan.perubahan bentuk tubuh. Kurang pengetahuan mengenai kemajuan alamiah dari kehamilan b. membantu klien memahami / menerima apa yang 3. Situasi individu menandakan kebutuhan akan hamil pakaian yang akan meningkatkan penampilan klien 4. sesuai.d Konflik mengenai perubahan hasrat seksual dan harapan.

program latihan sedang 5. Lakukan / lanjutkan programdiharapkan atau tidak. menghindaripertukaran ibu-janin. 5. Dapatkan riwayat dan pantauterjadi pada kira – kira 60% klien pranatal. Pola nafas tidak Klien 1. Berikan Informasi tentang rasionalmengakibatkan kemungkinan anemia dan menurunkan untuk kesuilitan pernapasan dan programkapasitas pembawa oksigen aktivitas / latihan yang realitis. yang efektif b. memaksimalkan penurunan diafragmatik. Tinjau ulang perubahan yang1.Mendemonstrasi 3. Kaji status pernapasan 1. dilakukan klien untuk mengurangi masalah . danperasaan positif tentang diri. Peningkatan kadar plasma pada gestasi anemia sel sabit) minggu ke 24-32 mengencerkan kadar Hb.Merokok menurunkan persediaan oksigen untuk misalnya postur yang baik. tanpa memperhatikan apakah perubahan mengenai n /2. seperti konseling dan / atau kelas – kelas mengidentifikasi model – model peran pendidikan kelahiran anak dan menjadi orang tua 2. Rujuk pada sumber – sumber laintambahan. 4. 3. berkurang oleh pembesaran uterus uterus . . fungsi pernapasan diubah diafragma karena frekuensi / beratnyasebelumnya (mis : alergi rinitis. Kurang Klien dapat : 1. Menentukan luas / beratnya masalah.melaporkan 2. Membantu dalam memberikan dukungan 5. terjadi.d . pemeliharaan postur. melakukan aktivitas tertentu. meningkatkan ekspansi paru sesuai penurunan uterus dengan menggunakan posisi semi – Fowler gravida untuk duduk / tidur bila gejala berat. Postur yang baik dan makan sedikit membantu ringan. Menurunkan kemungkinan gejala – gejala sering istirahat. asma. dan latihan5. Kaji kadar hemoglobin (Hb) dan2. Meskipun pergeseran penurunan masalah medis yang terjadi / adakapasitas vital meningkat.saat kemampuan diafragma untuk turun pada inspirasi pembesaran keluhan masalah sinus. tuberkulosis). setiap hari (kecuali pada klien dengan 3. Masalah lain dapat terus mengubah pola kan perilaku yanghematokrit (Ht) tekankan pentingnya pernapasan dan menurunkan oksigenasi jaringan ibu / mengoptimalkan masukan vitamin / fero sulfat pranantaljanin fungsi pernapasan. seperti berjalan. Tinjau ulang tindakan yang dapatmeningkatkan ketersediaan ruang untuk ekspansi paru. tambah waktu untukpernapasan yang disebabkan oleh kelebihan.penyokong. Pertanyaan timbul sesuai perubahan baru yang pengetahuan · Mengungkapka diharapkan selama trismeter kedua. makan sedikit tetapi lebih sering. selama periode perubahan ini. Pengubahan posisi tegak dapat merokok. Anjurkan4.

Pengulangan menguatkan penyuluhan.d masalah kan kesadaranTrisemester Pertama DK : Cedera. membantu dalam menentukan penyebab. meminimalkan danTinjau ulang tanda – tanda bahaya dan 5.dan memberikan kesempatan untuk memperjelas janin b. Fero dan asam folfat membantu perubahann kesejahteraa kebutuhan terhadap fero sulfat dan asammempertahankan kadar Hb normal . dan pemantauan ketat sesuai indikasi. fosfat memperberat anemia megaloblastik. khususnya untuk klien yang saat ini . anemia. Skrining untuk DMG pada gestasi minggu ke 24 – 26 atau pada gestasi minggu ke -8 dan ke 32 pada klien resiko tinggi dapat mendeteksi terjadinya hiperglikemia.elektroforesis mendeteksi anemia\ khusus dan dengan tepat. diabetes melitus gestasioanltentang potensial situasi risiko tinggi yang memerlukan untuk [DMG] . aborsi dan malformasi perawatan kesehatan individu (mis. Defisiensi asam trimester kedua · Bertanggung folat. skrining. kebutuhan harus ditekankan pada kemungkinan efek resiko 5. Membantu dalam memilih tindakan karena mencegah faktortindakan yang tepat.seluruh episode kritis) · Mengenali danhipertensi akibat kehamilan [HAK]. resikokesalahan konsep.d perilaku perawatanTrimester pertama. Kunjungan pranantal yang lebih sering mungkin i tanda – tandaatau mengisi masalah medis diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan ibu. sela sabit kesehatannya hipoksia yang berhubungan dengan asmamemerlukan peningkatan asalm fosfat selama dan sendiri atau tuberkulosis. (Catatan : Klien dengan anemia. aborsi spontan.pemantauan lebih ketat dan / atau intervensi. resiko Tinggi Kehamilan) 4. Membantu mengingatkan / informasi untuk klien melakukan tindakanginjal. dapat memerlukan tindakan dengan insulin dan / atau diet menurut American Diabetes Association (Rujuk pada MK : Diabetes Mellitus : Prekehamilan / Gestasional . bahaya / mencari6. DK . kelainan 4. Resiko tinggi Klien dapat 1. yang dialami jawab terhadap4. Identifikasi kemungkinan risikokemungkinan abrupsi plasenta. Berikan informasi tentang3. Diskusikan kebutuhan terhadapPemantauan Hb dan Ht dengan menggunakan perawatan medispemeriksaan laboratorium khusus.penyakit jantung. Mengidentifikasi kebutuhan / masalah individu cidera tehadap · Mengungkap informasi diberikan ( Rujuk pada MK. Tentukan pemahaman sebelum1. Kurangklien belum melihat sebelumnya.kemajuan alamiah mendemonstrasikanpenyuluhan sesuai pedoman pada MK :2. informasi sesuai meningkatkan 3. penyakit hubungan seksual [PHS].janin. informasi bermanfaat kebutuhan diri yangPengetahuan [ Kebutuhan Belajar ] pada saat ini. dan bila dari kehamilan b. Diskusikan adanya obat – obatanberbahaya pada janin · Mengidentifikas yang mungkin diperlukan untuk mengontrol6.

janin) melakukan kunjungan pranatal pertama kali. Kegagalan untuk 5. penyalahgunaan /besar pada perkembangan jaringan dan rgan janin. PHS atau virus – (mis. Kolaborasi Bantu dengan prosedurpolihidramnion atau oligohidramnion ultrasonografi. diagnostik atau prosedur. Perhatikan quickening (persepsi ibu4. Mempunyai informasi yang membantu klien / pasangan untuk menghadapi situasi dan membuat keputusan berdasarkan informasi. panjang femur. faktore dan / ataupenggunaan zat. untuk memastikan usia gestasi dan .hasil yang buruk. 7. DK : Nutrisi . dan diameter biparietal. Rujuk pada MK : infeksiklien. kurang gerakan ditemukan masalah. 6. kesejahteraan janin.kesehatan tentang faktortinggi terhadap. Masalah genetik tertentu seperti kerusakan tuba neural ( NTD : neural tube defect ) dapat dideteksi pada tahap ini. Tinjau ulangpertumbuhan janin normal atau abnormal . Kaji pertumbuhan uterus dan tinggimendeteksi DJJ dapat menandakan penurunan janin fundus pada setiap kunjungan. pemajanan pada virus / PHS lain. mendeteksi masalah yang berhubungan dengan 7.. perilaku yang dapatperubahan. dapat menandakan adanya masalah. Tinjau ulang status kesehatan ibu . Rujuk pada dokter bila sesuai peningkatan ukuran janin . tetapi berdampak negatif yang besar pada Pranatal). kurang dari kebutuhan tubuh ) 3. Mendeteksi adanya janin di awal minggu ke 5 – 6 gestasi dan memberikan informasi tentang pertumbuhan janin dengan menggunakan pengukuran kepala sampai kaki.pemanjaan resiko 2. Kaji faktor lain yang aa pada situasi untuk mendiskusikan cara – cara untuk cedera janin ini yang mungkin berbahaya pada janin meminimalkan / mencegah cedera. ibu. virus lain mungkin merupakan masalah ringan bagi faktor lingkungan). dan jelaskan tujuannya 6. ( Rujuk pada MK :dan identifikasi serta intervensi awal dapat mencegah menghindari Trimester Pertama. 4.2. Gerakan janin yang dapat dirasakan pertama terhadap gerakan janin) dan denyut jantungterjadi diantara gestasi minggu ke -16 dan ke -20 janin (DJJ). Identifikasi memungkinkan klien dan perawat memperberat 3. Merupakan skrining untuk gestasi multipel. atau tidak adanya janin / adanya mola hidatidosa. dapat resiko dan potensial efek samping. Berikan informasi tentang tes – tes 5. Faktor – faktor ini dapat mempunyai dampak pada agen infeksi · Menghidari misal malnutrisi.

Resiko tinggi dekompisasi curah jantung berhubungan dengan peningkatan volume cairan/ perubahan aliran balik vena. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang pengalaman. 5. Risiko tinggi cedera janin berhubungan dengan masalah kesehatan ibu. metoda koping yang tidak adekuat. peningkatan tekanan abdomen. hipoksia jaringan. kerentanan pribadi. Juga menentukan ukuran dan lokasi plasenta dan dapat mendeteksi beberapa abnormalitas janin c. Resiko tinggi cedera berhubungan dengan hipertensi. psikologi. sistem pendukung yang tidak ada/ tidak adekuat . Gangguan eliminasi urin berhubungan dengan pembesaran uterus. ketidakmampuan untuk mempertahankan kenyamanan 9. perubahan sistem imun. profil darah abnormal. Perubahan pola seksual berhubungan dengan perubahan hasrat seksual.mengesampingkan retardasi pertumbuhan. persepsi tidak realistis. stres. ketidaknyamanan. Gangguan pola tidur berhubungan dengan perubahan pada tingkat aktifitas. ketuban pecah dini. perubahan permeabilitas kapiler 8. Pada Ibu Hamil Trimester Ketiga 1. infeksi. Resiko tinggi koping individu/ keluarga tidak efektif berhubungan dengan krisis situasi/ maturasi. pemajanan pada teratogen/ agen infeksi 10. Ketidaknyamanan berhubungan dengan perubahan fisik pengaruh hormonal 2. kesalahan interpretasi informasi 3. atau merasa takut 7. penggunaan/ penyalahgunaan zat. fluktuasi aliran darah ginjal dan laju filtrasi glomerol 6. Harga diri rendah berhubungan dengan kemampuan untuk menyelesaikan tugas kehamilan / kelahiran anak 4.

latihan pelvicrock. Data dasar terbaru untuk berhubungan dengan keperawatan. Tinjau pembatasan diet. Diagnosa Keperawatan Antenatal Trisemester Ketiga Diagnosa Tujuan intervensi Rasional Ketidaknyamanan Setelah diberikan asuhan1. 6. 7. menurunkan kapasitas kandung kemih. Intervensi multipel ketidaknyamanan dapatelektrikal transkutan dengan tepat. ketidaknyamanan. sering mengganti posisi. klienklien dan metode untuk mengatasinya merencanakan perawatan. Berikan informasiketidaknyamanan pada multigrafida pada mengenai fisiologi aktifitas uterus. Penurunan kapasitas pernapasan saat pengaruh hormonal 3. Pembesaran uterus trimester ketiga hemoroid. · melakukan aktivitasperubahan cara jalan. Primigrafida biasanya tidak Perhatikan keluhan aktifitas BAK danmengalami ketidaknyamanan ini sampai tekanan pada kandung kemih trimester akhir. girdleprogesteron) pada sambungan pelvis dan ketidaknyamanan. Masalah sering terjadi pada trimester . Kaji adanya pirosis (nyeri ulumengakibatkan sering berkemih hati).8.No.memperberat masalah eliminasi Perhatikan adanya leukorea dan pruritus. Lordosis dan regangan otot perawatan diri dengan4.biasanya membantu untuk menghilangkan diminimalkan/ dikontrol Perhatikan adanya kram pada kaki. perubahan fisik merasa nyaman. Pantau satatus pernapasan klien. maternitas. Anjurkan penggunaan sepatu hakdisebabkan oleh pengaruh hormon (relaksin.trimester kedua. 3. Anjurkan klien untuk meluruskan4. Kaji adanya konstipasi dan6. tepat untuk mengurangirendah.perpindahan pusat gravitasi sesuai dengan · melaporkan sentuhan terapeutik atau stimulasi sarafperbesaranuterus. Menurunkan ketidaknyamanan medis dengan tepat kaki dan mengangkat telapak kaki bagianberkenaan dengan perubahan kadar kalsium/ dalam keposisi dorsofleksi. mengakibatkan Criteria hasil: ketegangan pada punggung dandispnea. 2.tekanan dari pembesaran uterus pada saraf dan menghindari berdiri/ duduk lama. 8. penggunaan kompres panas. mencari pertolongan5. Kontraksi ini dapat menciptakan kontraksi braxton Hick. yang mensuplai ekstremitas bawah. 7. 1. Pantau terus ketidaknyamanan1. Kaji ulang adanya/frekuensi5. Peningkatan pemindahan posisi uterus 9. menurunkanketidakseimbangan kalsium-fosfor atau karena masukan susu. Perhatikan adanya keluhanuterus menekan diafragma. 2.

dengan persalinan/bersalin. membantu meningkatkan penyesuaian kesalahan interpretasipengetahuannya tentang2. untuk menjamin tiba atau kelahiran. persalinan/ kelahiran. Anjurkan penggunaan jel10. pakaian. Saat kadar estrogen tinggi. Jeli dapat menurunkan kadar fosfor dan memperbaiki ketidak seimbangan kalsium-fosfor 2. 4.perubahan fisik/ fisiologis normalini dapat menurunkan kecemasan dan kurang pengalaman.klien mampu menambahberkenaan dengan trimester ketiga. Berikan informasi verbal/ tertulisawitan persalinan. dengan ketidak tahuan. kelenjar servikal menghasilkan media asam 10. Berikan informasi tertulis/ verbalaktifitas perawatan diri. informasi perubahan fisik/tentang tanda-tanda awitan persalinan.Anjurkan klien untuk sering mandi. · mengungkapkan kesiapan untuk persalinan/ kelahiran dan bayi . sekresi untuk waktu yang lama. Menurunkan ansietas berkenaan kelahiran. dan menangani Criteria hasil: makan. memrlukan barang-barang psikologis berkenaanorientasi rumah sakit atau rumahtertentu untuk perabot. khususnya bila diet menggunakan celana dalam katun. tepat untuk mendapatkan informasi tentang perawatan bayi. Membantu klien untuk mengenali psikologis. 2. Pemahaman kenormalan perubahan berhubungan denganasuhan keperawatan. intoleransi dapat menjadi masalah. Membantu menyiapkan pengambilan perubahan fisik/kelas kelahiran anak dan melakukanperan baru. persalinan3. tentang perawtan bayi dan pemberiandirumah sakit tepat waktu. Kurang pengetahuanSetelah mendapatkan1. meningkatkan · mengidentifikasi mekanisme koping untuk persalinan/ sumber-sumber yang kelahiran.kedua dan dapat berlanjut. Berikan suplemen kalsiumyang mendorong proliferasi organisme dengan tepat. Berikan informasi tentang1.tidak dimodifikasi. penambahan produk susu bila aluminium hidroksida sesuai kebutuhan. dan suplai. · mendiskusikan 4. pakaian longgar dan menghindari duduk9. Anjurkan keikutsertaan dalam3.

dan risiko terhadap janin. tetapi hal ini memungkinkan · mengungkapkan tentang perubahan fisik normal padaklien untuk menilai. paling besar penyalahgunaan zat. diharapkannonverbal klien/ pasangan saat diskusimengakibatkan klien merasa cemas. Situasi potensial risiko tinggi sering berhubungan dengan keperawatan. Infeksi vagina yang tidak dapat diobati. diharapkan tidakdan bunyi jantung. Perhatikan isyarat verbal dan1.infeksi. persiapan untuk menjadidan rasa takut. Periksa/evaluasi faktor-faktor1. Pendidikan/komunikasi tentang bagaimana perubahan tubuh normal dapat mempengaruhi secara positif sikap dan persepsi yang memudahkan pemahaman dan apresiasi terhadap kehamilan pada kedua anggota pasangan. meningkatkan kekuatan dari dalam diri yang mengenal peran baru. diperlukan untuk melahirkan anak. menjadi orang tua. hipertensi akibat kehamilan. perubahan alam perasaan. Resiko tinggi cedera Setelah diberikan asuhan1. menjadi masalah dan memerlukan intervensi hipertensi. dan impian-impian. klien dapat meningkatkantentang masalah-masalah perubahanambivalen.berfokus pada persiapan menjadi ibu/ ayah. tubuh dan harapan peran efek-efek kehamilan pada kemampuan/ Criteria hasil: 2. dan perubahan peran. Mimpi/ rasa takut terhadap persalinan adalah normal. beradaptasi. Mimpi dan fantasi berhubungan reaksi-reaksi terhadap3. Setelah diberikan asuhan1. dan perasaan percaya diritrimester ketiga. Memikirkan diri terus-menerus dapat orangtua 5. Diskusikan sifat atau frekuensiaktifitasnya. · mendiskusikan mimpi-mimpi 2. Tugas normal pada trimester ketiga peran positif dalamintrospeksi. profil darah pemahaman tentangseksual klien. Lakukan kultur vagina. hargadiri rendah berhubungan dengan kemampuan untuk menyelesaikan tugas kehamilan / kelahiran anak. 4. Krisis trimester akhir ini dapat keperawatan. perubahan sistem · mengungkapkan terhadap infeksi dan penyakit hubunganmenciptakan ketidaknyamanan berat pada imun. Criteria hasil: 2. . pasienrisiko yang ada sebelumnya/ baru. 5. · mencari modelpasangan mengenai kenormalan3. Periksa tanda-tandasegera. Berikan informasi kepadaperubahan peran yang berat. nadi. dan depresi akan tubuhnya dan harga dirinya. 4. Evaluasi adaptasi fisiologis klien/dengan pengalaman melahirkan. Kaji2. bila kebutuhan sirkulasi dan metabolik penggunaan/ mengalami cedera.3. Berikan/tinjau ulang informasimembingungkan. 4. perubahan citra tubuhpasangan terhadap kehamilan kemungkinan abnormalitas bayi baru lahir.

Berikan informasi tentang tanda-kemungkinan masalah serupa pada kehamilan tanda awitan persalinan . Riwayat positif meningkatkan 4. 4. minggu ke 28. Tentukan penggunaan alkohol/membuat klien berisiko terhadap persalinan obat-obatan lain prematur dan janin sulit dilahirkan. riwayat KPD/ persalinan paterm 5. pastikan klien mentaatihipoksemia/ anoksia potensial pada klien dan · bebas dariasupan zat besi dan vitamin pranataljanin. Kaji Hb dan Ht pada gestasi3. faktor-faktor risiko3. komplikasi.abnormal. dengan dan tanda-tanda koagulasi intrareduksi pada volume cairan dan penurunan vaskulardiseminata. Kaji terhadap perdarahan vagina6. . Adanya kedaruratan obstetrik. setiap hari. tinjau ulangberikutnya. 6. Penggunaan/ penyalahgunaan zat 5. ketuban pecah dini. Mendeteksi anemia dengan individu yang potensial. kapasitas vaskular diseminata. hipoksia jaringan.

Mary . Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo . Rencana Perawatan Maternal / Bayi Pedoman untuk Perencanaan Perawatan Klien . Sarwono. Kapita Selekta kedokteran Jilid I Edisi Ketiga . 2008. 2007 . Jakarta: Bina Pustaka Doenges. Jakarta : Media Aesculapius Saifudin.DAFTAR PUSTAKA Prawirohardjo. 2001 . Marilynn dan Moorhouse. 2000 . Abdul dan Rochimhadi Trijatmo . Ilmu Kandungan . Arif dkk . Ilmu Kebidanan. Jakarta : EGC Mansjoer.