Anda di halaman 1dari 18

Pendahuluan

BAB
I
1.1Pengantar
1.2Besaran dan Sistem Pengukuran
1.3Ketidakpastian Pengukuran dan Angka Signifikan
1.4Sistem Satuan dan Dimensi
1.5Fungsi
1.6Differensiasi
1.7 Integrasi
1.8Vektor Operator
1.1 Pengantar
Fisika merupakan salah satu cabang dari ilmu pengetahuan alam eksakta (Natural
Sciences). Berbeda dengan awal masa sejarah dan masa pertengahan, kajian fisika pada
masa kini bertumpu pada metoda ilmiah dan tidak lagi sekedar berdasar pada filsafat
murni, yakni misalnya dengan pertanyaan dari mana, untuk apa, mengapa begini dan
bukan begitu dan seterusnya. Hingga pada abad ke 18 ilmu fisika meliputi ilmu alam
yang wilayah cakupannya lebih luas daripada apa yang ada sekarang; yakni meliputi
bidang astronomi, astrologi, biologi, kesehatan, meteorologi dan bidang lainnya.
Sedangkan kini bidang kajian fisika semakin menyempit, seperti misalnya bidang
mekanika, balistik dan optika geometri yang telah mulai dipelajari secara intensif dalam
bidang matematika. Fisika meneliti dan mengkaji fenomena alam tidak hidup. Bidang ini
membatasi dirinya pada proses yang dapat diamati dan dapat dihasilkan ulang, serta
menganalisisnya melalui sekumpulan istilah. Istilah-istilah ini seperti misalnya panjang,
waktu, massa, muatan listrik dan medan magnet didefenisikan secara jelas dan tegas
serta dituliskan secara kuantitatif melalui angka dan satuan. Ilmu fisika melakukan
formulasi hukum dengan bantuan istilah tersebut serta mencari bentuk matematisnya.
Menurut sejarah perkembangan dan penemuannya ada dua bagian dalam ilmu fisika
yaitu fisika klasik dan fisika modern. Dalam fisika klasik, fenonema alam dilukiskan
secara konkrit melalui logika "naif" dan "rasio akal sehat". Bidang ini mencakup
Fisika Dasar

I-1

temperatur. fisika inti dan fisika partikel elementer serta optika elektron. misalnya kecepatan. Meski hukum Newton terdapat pada seluruh bidang fisika dan membuat formulasi dalam beberapa bidang. optika gelombang dan sebagian termodinamika. teori elektronmagnetik Maxwell. Awal sejarah fisika modern secara umum ditandai pada tahun 1900 saat Max Planck mempublikasikan teori kuantumnya. Fisika Dasar I-2 . waktu. optika geometri. Interpretasi naif dari ruang dan waktu tidak lagi berlaku.2 Besaran dan Sistem Pengukuran Besaran (quantity) merupakan hal penting dalam fisika. Sebagai contoh kita menyebut umur si A 25 tahun. dan selain itu besaran aksi dan energinya sangat besar dibanding bilangan kuantum Planck. Panjang. Besaran dibedakan atas besaran pokok (dasar) dan besaran turunan. Pengukuran merupakan aspek penting karena suatu hukum baru dapat diberlakukan apabila telah terbukti secara eksperimental.Pendahuluan mekanika Newton. terdapat 7 besaran pokok dan 2 besaran tambahan. Peningkatan kuantitas pengetahuan fisika selama 20 tahun terakhir telah mengakibatkan pertambahan jumlah bidang dalam fisika. gaya. fisika atom. Teori kuntum ini tidak dilukiskan secara konkrit. atau tinggi badan si B 1. Wilayah kajian fisika modern meliputi mekanika kuantum. dan jumlah zat merupakan besaran pokok. 1. hal itu tidak mungkin lagi dilakukan kini.70 m. Besaran didefisikan sebagai sesuatu yang secara konsep memiliki harga/nilai. sedangkan sudut datar dan sudut ruang merupkan besaran tambahan. Umur dan tinggi merupakan dua contoh besaran. Dalam fisika. Besaran-besaran selain dari besaran ini merupakan besaran turunan (derived quantities). dll. Dalam fisika klasik. kecepatan pertikel yang diteliti dianggap sangat kecil dibanting kecepatan cahaya. percepatan. dan eksperimen tidak dapat dipisahkan dari pengukuran. massa. arus listrik. Ada dua fisikawan yang berperan penting dalam pengembangan pilar utama fisika yaitu Galileo Galilei (1564-1642) sebagai pendiri fisika eksperimental modern dan Isaac Newton (1643-1727) yang mengembangkan pemodelan dalam fisika dengan bantuan matematika. kuat cahaya. Untuk dapat mengetahui harga dari suatu besaran dilakukan pengukuran. teori relatifitas.

kita menggunakan stopwatch. maupun terhadap besaran turunan. Prosentase ketidakpastian adalah rasio ketidakpastian terhadap harga terukur dikalikan dengan 100%. Lebar aktual papan berada antara 5. Akan tetapi. Angka-angka di dalam suatu bilangan yang turut mempengaruhi hasil-hasil perhitungan dikenal sebagai angka signifikan. untuk mengetahui panjang suatu benda kita menggunakan alat pengukur panjang. dan dua angka signifikan pada pengukuran 0.2 cm dan ketidakpastian 0. Bilangan Fisika Dasar I-3 .1 dan 5. maka angka 6 (enam) dan 2 (dua) dalam 0.2 ± 0.21. kita tidak harus mengukur masing-masing besaran untuk mengetahui harganya sebab terdapat besaran yang harganya dapat diketahui melalui perhitungan. Karena itu.1/5. Untuk alat ukur dengan 0.062 cm merupakan angka signifikan.2) x 100% = 2%. tidak ada pengukuran yang secara mutlak tepat.1 cm menyatakan estimasi ketidakpastian dalam pengukuran. untuk mengetahui waktu tempuh pelari sprint.Pendahuluan Setiap pengukuran memiliki satuan.1 cm.002 cm sebagai skala terkecil. ketepatan pengukuran merupakan bagian penting dari fisika. maka prosentase ketidakpastian adalah: (0. Oleh karena itu. Angka 0. pemberian hasil dari suatu pengukuran harus disertai dengan estimasi ketidakpastian (estimated uncertainty). dalam hal ini papan diukur menggunakan mistar). selalu terdapat ketidakpastian dalam setiap pengukuran. terdapat empat angka signifikan pada bilangan 23.062 cm. yakni dengan mengetahui lebih dahulu ketergantungannya/hubungannya dengan besaran lain. Misalkan kalau pengukuran adalah 5.001 cm atau 0.1 cm.3 cm. Secara umum. 1.3 Ketidakpastian Pengukuran dan Angka Signifikan Hubungan antar besaran yang dinyatakan dalam hukum-hukum fisika baru dapat diyakini kebenarannya apabila didukung oleh ekperimen yang didasari oleh pengukuran yang baik. Sebagai contoh. Hasil dari suatu pengukuran yang kita lakukan mungkin lebih besar atau kecil daripada yang kita catat. misalnya meteran. Pada umumnya estimasi ketidakpastian berhubungan dengan nilai skala terkecil alat ukur. Misalkan lebar papan tulis ditulis 5. Pengukuran dapat dilakukan baik terhadap besaran pokok. Perlu diperhatikan bahwa angka signifikan tidak bisa dipisahkan dari angka pengukuran (skala terkecil alat ukur). Contohnya.

Kenapa demikian? Karena skala terkecil pengukuran dapat saja 100.80 x 104 cm3.900 memiliki jumlah angka signifikan yang tidak jelas. Maka volume kotak harus mengandung 3 angka signifikan =1. lebar mengandung 3 angka signifikan dan tinggi mengandung 3 angka signifikan. 2. dalam ranah ilmiah di hampir semua negara. kita dapat pastikan bahwa terdapat tiga angka signifikan. Sistem Satuan Internasional (SI) telah umum digunakan. Hasil perkalian. dan 8. lebar dan tinggi sebuah balok secara berurutan adalah 20. mungkin tiga. kalau angka tersebut ditulis sebagai 3. 10.72 = 1797. Fisika Dasar I-4 . 1.Pendahuluan 36. pembagian. Terdapat 3 komponen dalam SI.4.690 x 104 memiliki empat angka signifikan. kita pastikan terdapat lima angka signifikan.55824 cm 3 Perhatikan bahwa panjang kotak mengandung 4 angka signifikan. pengurangan. misalnya depah atau langkah kaki untuk alat atau satuan pengukuran panjang.4 1. atau lima angka signifikan.21 x 10. second). 5. second) yang menggantikan sistem CGS (centimeter. Bilangan induk hendaknya dalam keadaannya yang semula (tidak mengurangi angka signifikan) pada saat mengalami operasi matematik. 50.21 cm.901. dan penjumlahan dua bilangan atau lebih hendaknya ditulis dalam jumlah angka yang signifikan terkecil dari bilangan induk. empat. 20.69 x 10 4. atau kalau terdapat bilangan 36. yakni satuan dasar dan satuan pelengkap (Lihat Tabel 1.72 cm. Contoh 1: Hasil pengukuran panjang. Akan tetapi. Sistem ini didasarkan pada sistem MKS (meter.1 Sistem Satuan dan Dimensi Sistem Satuan Pada mulanya satuan-satuan pengukuran hanya dinyatakan dengan perasaan atau organ tubuh manusia.2 cm. atau 1. Dengan analogi yang sama berarti 3. 10. gram.1) serta satuan turunan. Akan tetapi. Berapakah volume balok tersebut? Jawab: Volume = Panjang x Lebar x Tinggi = 20.2 x 8. Sebenarnya metode pengukuran ini masih sering digunakan di daerah pedalaman di seluruh dunia. kilogram.

Standar massa kedua adalah dalam skala atomik. Standar sekunder dikirim ke laboratorium standar di berbagai negara dan massa dari benda-benda lain dapat ditentukan dengan menggunakan teknik neraca berlengan sama. Standar Massa Standar SI untuk massa adalah sebuah silinder platinum. maka ada 7 satuan pokok. Prancis. dibuat balok platinum yang menunjukkan panjang ini. bukan satuan SI.irridium yang disimpan di kota Serves. Pada tahun 1960 satu meter didefenisikan sebagai 1. Berikut akan diuraikan konvensi yang digunakan untuk standar panjang. satuan-satuan pengukuran panjang tidak distandarkan.73 kali panjang gelombang cahaya dalam ruang hampa yang terpancar akibat transisi antara tingkat energi 2p 10 dan 5d5 oleh atom kripton 86. Mula-mula standar 1 m dinyatakan sebagai sepersepuluh juta dari jarak khatulistiwa ke kutub utara melalui Dunkirk. Standar Waktu Standar waktu adalah second (s). yaitu massa dari atom C12 yang berdasarkan perjanjian internasional diberikan harga sebesar 12 satuan massa atom terpadu (disingkat ?. sehingga berbeda-beda untuk setiap tempat/negara. Mula-mula satu detik didefenisikan sebagai 1/86. Pada tahun 1983 satu meter telah didefenisikan kembali sebagai panjang lintasan cahaya dalam ruang vakum selama interval waktu dari 1/299. Massa atom lain dapat ditentukan secara teliti dengan menggunakan spektrometer massa.763.792. waktu yang didasarkan atas rotasi bumi. standar massa dan standar waktu. Standar Panjang Sampai 200 tahun yang lalu.400 dari rata-rata dalam satu hari.Pendahuluan Sebagai konsekuensi dari terdapat 7 besaran pokok.650.660x10 -27 kg). dan berdasarkan perjanjian internasional disebut sebagai massa sebesar satu kilogram.458 dari satu detik. Barulah dalam dalam Tahun 1790 Akademi Ilmu Pengetahuan Prancis menetapkan meter (disingkat m) sebagai Satuan Internasional (SI) panjang. tepatnya di International Bureau of Weight and Measures. Selanjutnya. Kemudian pada tahun 1955 digunakan jam atomik jenis tertentu yang didasarkan atas frekuensi Fisika Dasar I-5 . 1 ? = 1.

2. Hasil ini meningkatkan ketelitian pengukuran waktu menjadi 1 bagian dalam 1012.1b Besaran Turunan dan Satuan Fundamental SI NO 1. detik yang didasarkan atas jam cesium diterima sebagai SI oleh Konferensi Umum mengenai Berat dan Ukuran ke-13. 3. Satu detik didefenisikan sebagai 9.s-2 I-6 .192. BESARAN TURUNAN Luas Volume Massa Jenis Kecepatan Percepatan Fisika Dasar RUMUS DIMENSI SATUAN Panjang x Lebar Panjang x Lebar x Tinggi Massa / Volume Jarak / Waktu Kecepatan / Waktu [L][L]=[L]2 [L][L][L]=[L]3 [M]/[L]3= [M][L]-3 [L]/[T]=[L][T]-1 [L][T]-1/[T]=[L][T]-2 m2 m3 kg.1a Besaran dasar dan Satuan Fundamental SI No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Besaran Dasar Panjang Massa Waktu Arus Listrik Suhu Jumlah Zat Int.631. 5. Cahaya Besaran Tambahan Sudut Datar Sudut Ruang Satuan Lambang Simbol Dimensi meter m [L] kilogram kg [M] sekon s [T] ampere A [I] kelvin K [] mole mol [N] kandela cd [J] radian steradian rad sr Tabel 1.4.2 Dimensi Dimensi dari satuan besaran fisis adalah cara menyatakan suatu besaran fisis yang tersusun dari besaran dasar (besaran pokok).s-1 m. lebih baik sekitar 103 kali dari pada ketelitian dengan metode astronomis.m-3 m. Pada tahun 1967.770 kali periode transisi Cs133 tertentu. Sedangkan besaran dasar adalah besaran yang dimensinya ditentukan secara defenisi seperti pada tabel berikut: Tabel 1.Pendahuluan karakteristik isotop Cs133 di Laboratorium Boulder di Lembaga Standar Nasional Inggris. Persamaan matematis yang menghubungkan besaran-besaran fisis harus memenuhi prinsip kehomogenan dimensi. 4. 1.

10.m. melalui suatu tabung silinder tergantung pada: a. 9.   1   J .s  Nm A  ( kg.m kg    2 2 2 2 2 meter m s .s   Jawab. Gaya Usaha Energi Tekanan Daya Impuls & Momentum Massa x Percepatan Gaya x Jarak Massa x (Kecepatan)2 Gaya / Luas Usaha / Waktu Gaya x Waktu [M][L][T]-2 [M][L][T]-2[L]=[M][L]2[T]-2 [M]([L][T]-1)2=[M][L]2[T]-2 [M][L][T]-2/[L]2 =[M][L]-1[T]-2 [M][L]2[T]-2/[T]= [M][L]2[T]-3 [M][L][T]-2[T]= [M][L][T]-1 kg. Koefisien viskositas cairan () Dengan analisis dimensi tentukan rumus dari laju volume (volume cairan yang mengalir tiap detik) jika dimensi dari viskositas adalah ML-1T-1.m s maka dimensinya: [M][T] -2 Contoh 4 : Anggap volume dari suatu cairan yang mengalir tiap detik.2 Awalan untuk satuan SI Faktor 1018 1015 1012 109 106 103 Awalan Lambang Faktor eksa E 10-3 penta P 10-6 tera T 10-9 giga G 10-12 mega M 10-15 kilo K 10-18 awalan milli mikro nano piko femto atto Lambang m  n p f a Contoh 2: Tuliskan dalam satuan fundamental SI.s  A s      . Jawab : Jika Q = debit alir cairan = Fisika Dasar Volume det ik dengan satuan m3/s maka : I-7 . Jari-jari tabung (r) c.Pendahuluan 6.m / s ) kg. Energi persatuan luas mempunyai satuan (SI) Joule/meter2.s Tabel 1. 8. Gradien tekanan (tekanan/jarak atau p/l) b.s 2 m ) A = kg m2s-2A-1 Contoh 3: Tentukan dimensi dari “energi persatuan luas” Jawab. 2 2 2 Joule ( kg. besaran fluks magnetic  P  I   V .s-2 Newton (N) Joule (J) Pascal (Pa) Watt (W) N.m. 7. 11.

Jika disamakan pangkat untuk setiap dimensi untuk ruas kanan dengan ruas kiri. Jawab : kg 2 m1  m 2 2  Newton  kg . c sebagai berikut : a  c  0  a  c  a  1 b  c  3  b  3  c  3  (1)  2  2a  c  1  2(c )  c  1  1c  1  c  1 jika harga-harga koefisien a. ya Tabel 1. - x adalah suatu perubah bebas karena tidak bergantung pada y. maka diperoleh nilai a. m .5 Fungsi Jika terdapat suatu hubungan matematis y = f(x). b. maka dengan analisis dimensi tentukanlah satuan dan dimensi dari k berdasarkan rumus : F k m1  m 2 r2 . s  ( k ) r2 m2 m 3 s 2 k dengan dim ensi k  [ M ] 1 [ L]3 [T ]  2 kg F k 1.3 Beberapa fungsi dan bentuk grafiknya Fungsi x Bentuk Grafik Linier : y=a+bx Fisika Dasar I-8 . maka dapat disimpulkan beberapa hal - f adalah suatu fungsi yang memetakan x ke y. - y adalah fungsi dari x.Pendahuluan Q  k  ( p / l ) a  (r ) b  ( ) c  [ M ][ L][T ]  2 [ L]  [ L]3 [T ] 1  k   1 [ L] [T ]  k  [ M ] [T ] 3 a 2 a a    [ L]b  ([ M ][ L] 1 [T ]1 ) c   [ L]b  [ M ]c [ L] c [T ] c  k  [ M ]a  c [ L]b c [T ]  2 a c dengan k merupakan konstanta tdk bersatuan. - y adalah suatu perubah tidak bebas karena bergantung pada x. c disubtitusi pada persamaan awal maka diperoleh rumus Q adalah :  pr2    l  Q  k  ( p / l ) a  ( r ) b  ( ) c  k  ( p / l )1  ( r ) 2  ( ) 1  k   Contoh 5 : Karena tidak semua konstanta tidak bersatuan. b.

3) = gradien arah garis lurus (garis singgung kurva).6 Differensiasi “Differensial” atau sering diterjemahkan sebagai “turunan” suatu fungsi didefinisikan sebagai “laju perubahan suatu peubah / variabel terhadap peubah lain” atau “laju perubahan fungsi terhadap perubah bebasnya”. x y Misalkan pada suatu fungsi y = f(x). x Fisika Dasar I-9 .sin x ya Eksponensial : x Pendahuluan 1 Cos x x y=ae y x Logaritmik : x y y = ln x Trigonometrik : y = sin x -1 y = cos x 1. maka defenisi turunan adalah y lim  f  x  x   f  x   dy y   x x  0 x dx x+Δx Persamaan garis singgung pada Gambar 1.2) (1.1 (garis lurus) diberikan oleh : garis singgung y  f  x   a  bx a 0 lim  f  x  x   f  x   dy  y'  f '  x   b x  0 dx x x (1.1) (1.

1 Skema grafik proses differensiasi Contoh 6: Carilah turunan dari : a. a adalah konstanta 3 f(x) + g(x) f’(x) + g’(x) 4 f(x) . a(percepatan) = dv/dt = .3 cos 3x   2 sin 2 x  dx dx  6 sin 3x cos 3x  2 sin 2 x  6 sin 3x cos 3x  2 sin 2 x d   e 3 x  2 x 2  12 x  2   3e 2 x  4 x  1 2 b. e3x – 2x2 + (1/2)x . g(x) f’(x) g(x) + f(x) g’(x) 5 Fisika Dasar I-10 .6 m/s2 Contoh 8: Carilah turunan fungsi y = 4 sin 3x Jawab: Dengan menggunakan dalil-7 untuk f(x) = 3x dy/dx = 4 (3) cos 3x = 12 cos 3x Tabel 1. dx Contoh 7: Carilah kecepatan dan percepatan benda pada saat t = 1 detik jika posisi benda dinyatakan oleh x = 10 t – 3 t2 Jawab: v(kecepatan) = dx/dt = 10 – 6t = 10 – 6 (1) = 4 m/s. n adalah konstanta 2 a f(x) a f’(x). sin23x + cos 2x b.2 Jawab: a. dy d d   sin 2 3x  cos 2 x    sin 2 3x    cos 2 x  dx dx dx  d  sin 3x  2  d  cos 2 x   2 sin 3x .4 Beberapa Rumus Diferensiasi f(x) C (konstan) F(x) = df(x)/dx 0 Dalil 1 Xn n xn-1.Pendahuluan Gambar 1.

1/f(x) f’(x) 9 ex . Tabel 1. atau mencari fungsi turunan yang diberikan. f’(x) ef(x) 10 ln x. dimana C mempunyai harga sembarang dan bisa disebut konstanta integrasi. ln f(x) ex . Jika kita mempunyai fungsi turunan df(x)/dx = f(x) maka untuk mencari fungsi asal F(x) dilakukan integrasi. y = (e3x + 5)2 = e6x + 10 e3x + 25 f(x) = e6x . sin f(x) cos x . dalil rantai 6 sin x . ef(x) Contoh 9: Carilah turunan dari fungsi y = (e3x + 5)2 . g(x) = 10 e3x . Sebaliknya. n  -1 11 I-11 . integrasi memperbesar atau menaikkan orde kebergantungan besaran turunan terhadap besaran dasar.b. mencari luas di bawah kurva. integrasi bisa berarti penjumlahan. Secara operasi matematis. dan h(x) = 25 Dengan dy/dx = f(x) + g(x) + h(x) dengan bantuan dalil-10 .Pendahuluan f(g(x)) (df/dg)(dg/dx).7 Integrasi Secara fisis. differensiasi memiliki arti memperkecil atau menurunkan dimensi atau orde kebergantungan beserta turunan (perubah tidak bebas) terhadap besaran dasar (perubah bebas).4) Integral semacam ini disebut ”integral tidak tentu”. -f(x) sin f(x) 8 1/x . diperoleh : dy/dx = 6 e6x + 30 e3x + 0 = 6 e3x (e3x + 5) 1. yaitu :  f  x  dx  F  x   C   (1. cos f(x) -sin x . Dengan dalil-4 terlebih dahulu suku dalam kurung dikuadratkan. f’(x) cos f(x) 7 cos x .C = konstan)  f ( x )dx  x dx n Fisika Dasar  F ( x)  C Dalil (1/(n+1))xn+1 + C. Jawab: Soal diselesaikan dengan dalil-4 atau dalil-6.5 Beberapa integral tidak tentu (a.

harga konstanta C dapat ditentukan.Pendahuluan   cos (ax) dx  sin x + C 13 (1/a) sin (ax) + C 14 -cos x + C 15 -(1/a) cos (ax) + C 16 ex + C 17 (a/b) ebx + C 18 sin x dx  sin (ax) dx    12 cos x dx   ln (x) + C 1/x dx x e dx bx a e dx a f(x) + f(x) dx a  [g(x) + f(x)] dx   g(x) dx +  u(x) dv(x) uv - 19 f(x) dx  20 f(x) dx 21 v du Jika harga F(x) diketahui untuk harga x tertentu.b (f(x) dx f(x) dx a f(x) dx Contoh 10 : Fisika Dasar I-12 .6 Beberapa sifat integral tentu Jenis Kesamaan Dalil Keterangan 0 22 Integral keliling 23 Integral batas balik 24 Integral batas bersambung a  a f(x) dx a  b  a f(x) dx  a c c   b f(x) dx + b . maka xb b  f  x  dx   F  x   x  a  F  b  F  a    a (1. Jika pada integral diberi batas atas (misalnya x = b) dan batas bawah (misalnya x = a).5) Integral berbentuk rumus disebut ”integral tentu” Tabel 1.

t = 1. Atau sebuah pesawat tempur terbang dengan kecepatan 300 km/jam misalnya. v = 50 m/s 50 = 20 + C1  C1 = 30 maka v = 20 t + 30  t = 100 detik  v = 20 (100) + 30 = 2030 m/s  x (jarak) = v dt =  (20 t + 30) dt = 10 t2 = 30 t + C2 t = 1..Pendahuluan Sebuah benda bergerak dengan percepatan rata-rata 20 m/s 2.  2  1   2 1 1x  C   x 1  C    C  x   2  1   x  2 dx   1  2 x 2 dx  . Hitung kecepatan dan jarak pada saat t = 10 detik.8 Vektor Operator Jika kita ingin memberikan informasi kepada orang lain tentang pergeseran suatu benda sejauh 5 meter misalnya. Jawab: V(kecepatan) =  a dt =  20 dt  20 t  C 1 .970 meter Contoh 11: dx  Carilah: a). ? misal : 1  2 x 2  u du  4 xdx  xdx   1 4 du  3x 1  2 x 2 dx   3(  1 4)u 1 2 du   3 4  u 1 2 du 3/ 2 3  1  1 2 1 3 2 1 2 1 1   C  u  C   1  2 x 2   C u 4  2  1 43 2 1. dx 2 3x b)...  . kalau Fisika Dasar I-13 . 1  2 x 2 dx Jawab : dx a). pada saat t = 1 detik.  dx 3x b). x = 10 meter 10 = 10 + 30 + C2  C2 = -30 maka: x = 10 t2 + 30 t – 30  t = 100 detik = 10 (100)2 + 30 (100) – 30 = 102. Kecepatan benda 50 m/s dan jarak yang ditempuh 10 meter. Informasi yang kita berikan ini masih dapat menyesatkan.

A Fisika Dasar + B C Aθ C φ B B A I-14 . gaya. Arah panah menyatakan arah vektor. Penjumlahan. antara lain : kecepatan. suatu vektor dapat diuraikan dalam tiga komponen.7) z  k   j y i x Gambar 1. temperatur dan kerapatan. antara lain : massa.1 Penjumlahan Vektor Jika dua buah vektor masing-masing A dan B dijumlahkan maka menghasilkan sebuah vektor resultan C. y dan z. dan digambarkan secara grafis dengan garis berpanah. Ay dan Az masing-masing sebagai komponen vektor A dalam arah x. Sedangkan besaran-besaran yang tidak memerlukan informasi arah disebut ”besaran skalar”.8. Umumnya besaran vektor ditulis dengan menggunakan simbol yang bergaris panah di atasnya atau ditulis dengan menggunakan simbol huruf tebal. pengurangan dan perkalian besaran-besaran vektor sangat dipengaruhi oleh arah dari masing-masing besaran vektor tersebut. Besar vektor A ditulis dengan A atau A (tanpa garis panah di atasnya) dan bila komponen-komponen kartesian diketahui maka A diberikan berdasarkan A  A  A 2x  A 2y  A 2z (1. Besaran-besaran yang memerlukan informasi arah disebut ”besaran vektor”.Pendahuluan disertakan dengan arah pergeseran benda A atau arah pesawat tempur yang terbang. j dan k didefinisikan sebagai vektor yang mempunyai besar sama dengan satu dan arah sejajar dengan sumbu x. Vektor satuan i. Dalam sistim koordinat kartesian tiga dimensi.2 Komponen Vektor 1. percepatan dan momentum. y dan z berturut-turut. Suatu vektor A dapat diuraikan sebagai A = Ax i + Ay j + Az k (1. pergeseran.6) Dengan Ax .

3 Perkalian Titik (Dot Product) Operasi perkalian vektor ada dua macam. hasilnya adalah skalar. diberi tanda ”x” antara dua vektor.11) I. Yang pertama adalah ”perkalian titik”.8. i j = j k = k i = 0 karena ketiga vektor satuan saling tegak lurus 1. A  B  A B cos   AB cos  (1.8.13) dengan  adalah sudut antara vektor A dan B.Pendahuluan Gambar 1. hasilnya adalah vektor A  B  A B sin   AB sin  Fisika Dasar (1. Jika komponen-komponen kartesian dari A dan B diketahui.8) 2 2 C  A  B  2 A B cos  (1.4 Perkalian Silang (Cross Product) Operasi perkalian vektor yang kedua adalah ”perkalian silang”.15) I-15 . diberi tanda ”  ” antara dua vektor.3 Penjumlahan Vektor C = A+ B 2 (1.9) C = A+ B = B + A 2 2 (1.8.2 Pengurangan Vektor Pengurangan dua buah vektor didefinisikan sebagai : A – B = A + (-B) (1. maka: A  B   A x i  A y j  A z k    Bx i  B y j  Bz k   Ax B x  A y B y  Az B z (1.10) 2 C  A  B  2 A B cos (1.12) 1.14) dengan: i i = j j = k k = 1 .

1  r2 c. sudut yang diapit oleh vektor-vektor tersebut. j x k = -k x j = i . Tuliskan dimensi dari besaran berikut ini: Fisika Dasar I-16 .16) atau i A  B  Ax j Ay k Az Bx By Bz (bentuk determinan) (1. Jawab:   ˆ ˆ ˆ ˆ a.17) dengan : i x j = -j x i = k . Contoh 12: Diketahui vektor-vektor posisi sebagai berikut :   r1  2iˆ  4 ˆj dan r2  3 ˆj  2 kˆ hitunglah :   a. cos 20 . Jika diuraikan dalam komponen-komponen kartesian : A  B   A x i  A y j  A z k   Bx i  B y j  Bz k   A y B z  Az B y  i   Az B x  Ax B z  j   A x B y  A y B x  z (1.Pendahuluan dengan  adalah sudut antara vektor A dan B.       12   cos  20    13  cos 12 12    arc. r1  r2   r b. 13 260 SOAL LATIHAN 1. k x i = -i x k = j Arah vektor A x B senantiasa tegak lurus dengan luasan yang dibentuk oleh perkalian silang tersebut. r1  r2  2i  4 j  3 j  2k  6k  4 j  0  8i  8i  4 j  6k     r1  r2  r1 r2 cos c. r1  r2  2i  4 j  3 j  2k  12   ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ b.

Sebuah electron bergerak dalam orbit elips mengelilingi inti atom Hidrogen. cy = +5.0 m ke barat-daya. komponen masing-masing pergeseran b.0 m.8 m. c.8 m. by = 0. Massa electron m. Satu satuan astronomis (au) adalah jarak dari bumi ke matahari kira-kira 149 juta km. 6. Sebuah kawat panjangnya L dan luas penampangnya A. Newton meter c. dx = +5. ay = -2. Jawab : a. Sebuah partikel mengalami tiga kali pergeseran berturut-turut dalam sebuah bidang datar sebagai berikut : 4. 5.c jika dimensi L dinyatakan dalam [M]a[L]b[T]c 4. Energi per volume 2.0 m dalam arah 60o ke utara dari timur. maka kerja yang dilakukan uantuk menarik kawat Ax 2 Z 2 L . B I-17 . 5. Nyatakan laju cahaya dalam satuan astronomis per menit. Pilih sumbu-y mengarah ke utara dan sumbu-x mengarah ke timur dan tentukanlah : a. Volt Ampere meter e. Diketahui vektor A = 2i+ 3 k. jari-jari orbit r dan kecepatan electron v. adalah 3.4 m. 25o selatan dari barat. A B Fisika Dasar b. dy = +2. Jika kawat ditarik akan bertambah panjang sejauh x.0 m ke timur dan 6. 25o utara dari timur. pergeseran untuk mengembalikan partikel tersebut ke titik asalnya. komponen pergeseran resultan c.b. sehingga besarnya momentum sudutnya adalah L=mvr.7 m. 5. tentukanlah: a. besar dan arah pergeseran resultan d. bx = +5. Watt/meter2 b. 5. Pascal meter d.Pendahuluan a. dan C = i – j + k. cx = +3.2 m. B = 4 j – 2 k.0m. maka tentukanlah nilai a. Tentukanlah satuan dan dimensi Z. Laju cahaya sekitar 3x108 m/dtk. d.2m.7 m. b. ax = -2.

0 satuan. Fisika Dasar b) cx = + 2. cy = + 4.5 . A • C d. a. Jawab : a) 57o. terletak dalam bidang x-y dan besarnya 5. b. 7.58 b) -6 c) 5 d) 4i – 20 j + 8 k e) 112o. ay = 1. ax = 3.2 satuan.2 .Pendahuluan c. Tentukanlah komponen vaktor c yang tegak lurus a.6 .5 dalam satuan sembarang. by = 4. A x B x C e. bx = 0. Dua buah vektor a dan b memiliki komponen. Sudut antara A dan B Jawab : a) 4.5 satuan. I-18 . Tentukanlah sudut antara a dan b.