Anda di halaman 1dari 7

KANKER KULIT

Batasan
Kanker kulit adalah keganasan yang berasal dari kulit dan adneksa kulit, kecuali kulit genitalia.
Kanker kulit dibedakan dalam 2 kelompok, yaitu melanoma dan non melanoma. Kelompok
non melanoma terdiri dari Basal Cell Carcinoma (BCC), Squamous Cell Carcinoma (SCC),
karsinoma adneksa kulit, dan karsinoma insitu yaitu Bowen’s disese, erythroplasia Querat dan
keratoacanthoma

MELANOMA
PENDAHULUAN
Melanoma maligna adalah neoplasma maligna yang berasal dari sel melanosit. Selain di kulit
melanoma maligna juga bisa ditemukan di mukosa.
EPIDEMIOLOGI
Saat ini insidens melanoma kulit di Amerika berkisar 3% kasus baru pertahun dan ada
kecenderungan meningkat karena paparan sinar UV khususnya UV-B. Pada beberapa negara
bagian di Amerika, insidennya relatif tetap dikarenakan meningkatnya usaha deteksi dini,
berkurangnya minat rekreasi di alam terbuka dan penggunaan tabir surya.
Melanoma maligna dapat terjadi pada semua usia, paling banyak pada usia 35-55 tahun.
FAKTOR RESIKO
Beberapa faktor resiko melanoma maligna adalah sebagai berikut
1. Tipe kulit: ras kulit putih (rambut pirang, mata biru) mempunyai resiko 10X lebih besar
2. Usia: insidens meningkat dengan bertambahnya umur
3. Jenis kelamin: ♂ > ♀
4. Tanning
5. Previous melanoma
6. Paparan sinar matahari
7. Benign nevi : > 50 dengan diameter 2 mm resiko antara 5 samapai 17 kali
8. Riwayat keluarga:
9. Predisposisi genetic :
10. Atypical mole and melanoma syndrome
GAMBARAN KLINIK
Melanoma dapat tumbuh denovo atau dari nevus yang sebelumnya ada. Kadang-kadang
penderita datang dengan keluhan metastase ke KGB regional tanpa dijumpai adanya tumor
primer atau tumor primernya sudah mengalami regresi spontan.
Manifestasi klinis berupa bercak kehitaman dengan permukaan dan tepi yang ireguler, dapat
disertai ulkus. Kadang-kadang tidak berwarna (amelanoticmelanoma). Secara ringkas perubahan
kulit yang terjadi disingkat sebagai ABCD
A.
B.
C.
D.
E.

Asimetris
Border : tepi yang ireguler
Color : warna yang bervariasi
Diameter : diameter > 6 mm
Evolving atau enlarging

Kadang-kadang bisa dijumpai in transit metastase atau satellite nodule
Bila secara klinis kita mencurigai melanoma maligna maka pemeriksaan fisik yang dikerjakan
adalah mencari kemungkinan metastase ke kelenjar getah bening dan nodus subkutan.
Pemeriksaan imaging meliputi foto toraks, USG abdomen

infiltrasi tumor ke kapsul.AJCC 2002 Tumor Primer ( T ) Klasifikasi T Tx To Tis T1 T2 T3 T4 Ketebalan Status ulkus Melanoma Tidak dpt diperiksa karena shave biopsy atau melanoma yg mengalami regresi Tidak ditemukan tumor primer Melanoma in situ < 1. umumnya dijumpai pada telapak tangan atau telapak kaki. Superficial spreading : insidens paling banyak (70%). IV. Lentigo melanoma maligna : insidensnya 4%-10%.01-2. faktor prognostik yang paling dominan adalah ketebalan tumor menurut klasifikasi Breslow . Amelanotic melanoma : umumnya jarang PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. radikalitas operasi .nodus regional : jumlah kelenjar yang ditemukan dan yang positif mengandung metastase. adanya metastase ke kelenjar getah bening merupakan faktor prognostik yang paling penting Menurut sistem TNM dari AJCC tahun 2002 adalah sebagai berikut.tumor primer : besar tumor. Nodular type : insidens kedua terbanyak (15% -30%) 3.rutin : x-foto paru. biasanya timbul pada kulit yang terpapar sinar matahari. Level II atau III. Dengan atau tanpa ulcerasi b. Dengan ulcerasi . umumnya berkembang dari nevus 2. umumnya pada kulit wajah 4. atau ekstranodal.01-4.0 mm a. Radiologi .0 mm a.TIPE MELANOMA 1. Level IV atau V atau ada ulcerasi 1. Tanpa ulcerasi b. adanya ulkus dan level invasi menurut klasifikasi Clark. Acral lentiginous melanoma : insidensnya 2% . jenis histologi.8% pada orang kulit putih. USG abdomen (hati dan KGB paraaorta-parailiaka) . CT scan. Sitologi : FNA. Dengan ulcerasi > 4. III. (level II. inprint sitologi 3.0 mm a. luas dan dalamnya infiltrasi. Patologi: Biopsi : jenis histologi. V) Dalam klasifikasi T.atas indikasi : x-foto tulang daerah lesi. tinggi level metastase STAGING Digunakan micrometer Klasifikasi yang dipakai Breslow : menilai ketebalan tumor dalam milimeter Clark : menggambarkan dalamnya penetrasi menurut lapisan dermis. MRI 2. Tanpa ulcerasi b Dengan ulcerasi 2. Stadium Klinis .0 mm a. tanpa ulcerasi b. subungual 5. derajat diferensiasi. Dalam klasifikasi N. derajat diferensiasi Spesimen operasi: .

Kelenjar Getah Bening ( N ) Klasifikasi N Nx N0 N1 Jumlah metastasis N Kgb regional tidak dapat diperiksa Tidak ada metastasis kgb regional Metastasis ke 1 kelenjar getah bening N2 Metastasis ke 2 atau ke 3 kgb regional atau metastasis intra limfatik regional tanpa metastasis kgb regional N3 Metastasis pada >4 kgb regional. Metastasis mikroskopik. Lesi satelit atau metastasis in-transit tanpa metastasis kgb Tempat a. Metastasis ke kulit.occult secara klinis b. Metastasis mikroskopik. tampak secara klinis c. atau metastasis kgb yang bersatu.occult secara klinis b. Metastasis mikroskopik. tampak secara klinis a. Metastasis ke paru c. Metastasis ke tempat visceral lainnya atau metastasis jauh ke tempat manapun yg disertai peningkatan kadar LDH (lactic dehydrogenase serum) Stadium Klinik dan Histopatologik Stadium Klinik Stadium 0 Stadium IA Stadium IB Stadium IIA Stadium IIB Stadium IIC Stadium III Stadium IV Tis T1a T1b T2a T2b T3a T3b T4a T4b Tiap T Tiap T Tiap T N0 N0 N0 N0 N0 N0 N0 N0 N0 N1 N2 N3 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 Tiap T Tiap N M1 Stadium Histopatologik Stadium 0 pTis N0 M0 Stadium 1A pT1a N0 M0 Stadium 1B pT1b N0 M0 pT2a N0 M0 Stadium IIA pT2b N0 M0 pT3a N0 M0 Stadium IIB pT3b N0 M0 pT4a N0 M0 Stadium IIC pT4b N0 M0 Stadium IIIA pT1-4a N1a M0 pT1-4a N2a M0 Stadium IIIB pT1-4b N1a M0 pT1-4b N2a M0 pT1-4a N1b M0 pT1-4a N2b M0 pT1-4a/b N2c M0 Stadium IIIC pT1-4b N1b M0 pT1-4b N2b M0 Tiap pT N3 M0 Stadium IV Tiap pT Tiap N M1 . jaringan subkutan atau kgb yang jauh b. metastasis in-transit atau lesi satelit dg metastasis kgb regional Klasifikasi M Mx Metastasis jauh tidak dapat diperiksa M0 Tidak ditemukan metastasis jauh M1 Metastasis jauh Massa metastase nodul a. Metastasis mikroskopik.

Isolated limb infusion: melphalan dan actinomycin-D Melanoma maligna dengan metastase jauh 1. Sentinel lymph node biopsy dan intra operative lymphatic mapping menggunakan patent blue dye dikerjakan pada melanoma maligna yang belum didapatkan penyebaran ke KGB regional 4. cisplatin. Imunoterapi 9. Diseksi kelenjar getah bening regional yang elektif/profilaktik masih kontroversial. bila mengenai ekstremitas kalau perlu dikerjakan amputasi 2. NON MELANOMA SKIN CANCER PENDAHULUAN Non melanoma skin cancer terdiri dari Basal cell carcinoma (BCC). metastase KGB. Melanoma stadium dini (insitu atau tebalnya <1 mm. Kemoterapi : dacarbazine monoterapi. Biokemoterapi Follow up Melanoma mempunyai respon yang bervariasi dan unpredictable dibandingkan dengan kanker yang lain. Vaksin tumor : pada advanced melanoma dan high risk patient 7. 1.PENATALAKSANAAN Melanoma maligna yang masih localized 1. . kemudian tiap tahun sekali 2.Radioterapi . follow up tiap 6 bulan selama 2 tahun. dan kulit kepala dimana area tersebut merupakan area yang banyak terpapar sinar matahari. Pembedahan bila memungkinkan (metastatektomi) 2. Radioterapi 3. kemudia tiap tahun sekali.Kemoterapi : dacarbazine monoterapi. In transit metastase: . KGB regional negatif. Laki-laki umumnya terkena di daerah bibir.Hyperthermic Isolated Lymph Perfusion dengan melphalan .Interferon α-2b: bila resiko terjadi rekurensi tinggi . Interferon α-2b: bila resiko terjadi rekurensi tinggi 2. x-foto toraks. tidak ada ulserasi. Radioterapi 3. Adjuvant therapy: . Rasio antara ♂ : ♀ adalah 3:1. mata. umumnya diseksi kelenjar getah bening dikerjakan bila sudah terjadi metastase ke KGB yang masih operabel. Terapi sel : infus sel dendritik 8. Melanoma maligna yang tebalnya > 1 mm atau ada ulkus. Hal yang perlu dievaluasi adalah terjadinya kekambuhan lokal dan kemungkinan metastase jauh. cisplatin. Yang dikerjakan adalah pemeriksaan fisik. carmustine dan tamoxifen) atau temozolomide 4. Dartmouth regimen (dacarbazine. Antibodi monoclonal 6. Vaccine dan terapi biologi : BCG 5. Wide excision: dengan safety margin ± 2 cm 2. carmustine dan tamoxifen) atau temozolomide Melanoma maligna dengan local recurrence 1. kemoterapi Adjuvant therapy: 1. Squamous cell carcinoma (SCC) dan karsinoma dari adneksa kulit EPIDEMIOLOGI BCC dan SCC menempati ± 90 % dari seluruh keganasan kulit. Dartmouth regimen (dacarbazine. Wide excision ulang. 3. pemeriksaan laboratorium LDH. follow up dikerjakan tiap 3-4 bulan selama 2 tahun. tiap 6 bulan selama tahun ketiga dan keempat.

tutup primer. Sindroma nevus basal (autosomal dominan) KLASIFIKASI HISTOPATOLOGI 1. Keratoacanthoma 4. FAKTOR RESIKO 1. Superficial BCC 2. Anamnesis : dikeluhkan adanya lesi seperti tahi lalat yang membesar. Pemeriksaan fisik Gambaran klasik dikenal sebagai ” ulcus rodent ” yaitu borok dengan tepi tidak rata. aggresive growth) BCC 4. Radiasi sinar ultra-violet : + mutasi gen p53 2.5 – 1 cm rekonstruksi dengan memperhatikan fungsi dan kosmetik terutama di daerah wajah. Imunosupresi 3. Keratosis seboroikum 2.Biopsi insisi/eksisi dengan safety margin untuk mengetahui diagnosis histopatologis PROSEDUR TERAPI Dalam penatalaksanaanBCC. Fibroepitelioma of Pinkus (FEP) STADIUM KLINIS TNM-AJCC 2002 T – diperiksa dengan pemeriksaan fisik N – diperiksa dengan pemeriksaan fisik dan imaging M – diperiksa dengan pemeriksaan fisik dan imaging PROSEDUR DIAGNOSIS 1. Fairy skin. Cystic BCC 6. Intoksikasi arsen kronis dan tar 4. kalau perlu dilakukan CT scan atau MRI . Pemeriksaan penunjang . Infiltrative (morpheaform. Cutaneous horn 5. tutup dengan graft atau flap SQUAMOUS CELL CARCINOMA (SCC) PENDAHULUAN . Nevus sebaceous BASAL CELL CARCINOMA (BCC) PENDAHULUAN Karsinoma sel basal adalah neoplasma maligna yang berasal dari “ non keratinizing cell ” yang terletak pada lapisan basal epidermis dan merupakan karsinoma kulit terbanyak. dapat juga berupa borok yang tidak sembuh-sembuh 2. sifatnya sangat jarang bermetastasis tapi memiliki kemampuan infiltrasi yang sangat tinggi. warna kehitaman di daerah perifer tampak hiperplasia dan di sentral tampak ulkus.DIAGNOSA BANDING 1. Actinic keratoses 3. albino 5. kita harus mencapai eksisi lesi primer yang radikal: safety margin 0.Foto polos di daerah lesi untuk melihat infiltrasi. Pigmented BCC 5. Nodular BCC 3. Jarang disertai dengan metastasis ke KGB regional 3. Lokasi tersering adalah daerah muka sekitar hidung.

Nevus pigmentosus Plaque atau nodus berwarna hitam 4. Berwarna seperti kulit normal disekitarnya 3. Kista berisi sebum. Bila radikalitas tidak tercapai .2 cm. mudah berdarah.Biopsi untuk pemeriksaan histopatologis Lesi ≤ 2 cm dilakukan biopsi eksisional Lesi > 2 cm dilakukan biopsi insisi PROSEDUR TERAPI Terapi untuk SCC hampir sama dengan BCC. paru-paru dll) PROSEDUR DIAGNOSTIK 1. jaringan parut. hidrokarbon polisiklik 4. Kista dermoid 1). Berbentuk tumor papiler. lesi praganas dan lesi ganas serta mengetahui luas ekstensinya 3. tumbuh progresif . Melakukan biopsi untuk pemeriksaan histopatologi 4.Pemeriksaan fisik: lesi yang eksofitik. Jenis tindakan tergantung dari ukuran lesi. dengan bau ulkus yang khas 2. papel.Anamnesis :adanya lesi di kulit yang tumbuh menonjol. keradangan. endofitik. Untuk lesi operabel. Pemeriksaan penunjang . diberikan radioterapi ajuvan. invasi lokal dan berpotensi metastasis baik regional atau jauh. kedalam invasi. Ulkus kronik. Melakukan follow up dan surveillance dari penderita yang telah diterima Neoplasma jinak kulit. compound nevus. multiple dysplastic nevi 2. mudah berdarah. atau RND) PERANAN BEDAH DALAM DETEKSI. Bila terdapat metastasis ke kgb regional dilakukan diseksi kgb ( aksila. Bahan karsinogen : arsen. kadang-kadang ada riwayat luka bakar sebelumnya . Paparan sinar ultra-violet 3. tumbuh cepat. gradasi histopatologi dan riwayat terapi. nodus. lokasi anatomi. Penentuan staging 5. nevoid basal cell syndrome. fistula yang tidak sembuh-sembuh 6. Berwarna seperti kulit normal disekitarnya 2. permukaan kasar 2). pada alis. DIAGNOSIS DAN TERAPI KANKER 1. inguinal. Kelainan genetik : xeroderm apigmentosum. sebelum berkembang menjadi lesi ganas Mis : keratosis senilis Nevus junctional lekoplakia 2. berdungkul seperti bunga kol. D23 Terdapat lesi pada kulit berbentuk plaque. skin graft atau flap . Papiloma 1).Karsinoma sel skuamosa adalah neoplasma maligna dari ”keratinizing cell” dengan karakteristik anaplasia. x-foto tulang di daerah lesi. berbau. eksisi luas dengan safety margin 1. Melakukan pemeriksaan fisik yang menyeluruh dan teliti agar dapat membedakan lesi jinak. atau tumor yang berbatas tegas tanpa ada infiltrasi atau tanda metastasis 1. Epitelioma 1). Berbentuk nodus atau plaque kecil. Dapat disertai dengan metastasis ke KGB regional atau metastasis jauh (hati. mudah berdarah. infiltratif.Radiologis : x-foto toraks. Lesi prakanker : keratosis senilis. Mengobati lesi praganas. Pemeriksaan klinis . Fairy skin 5. didalam kulit 2). Prinsip terapi yaitu eksisi radikal untuk lesi primer dan rekonstruksi penutupan defek baik dengan cara primer. garis tengah atau brachial cleft . menonjol diatas kulit. CT scan atau MRI atas indikasi . subkutan. tar. FAKTOR RESIKO 1. albino GEJALA KLINIK Lesi kulit progresif yang tumbuh menonjol dengan borok seperti bunga kol.

1 a.dengan permukaan yang kasar b. Berwarna coklat. L82 – 86 1). Nodus kecil di kulit. L57. leher dan bagian kulit yang terbuka 3).0 a. Warnanya seperti kulit normal disekitarnya 1. Keratosis Seborrhoicum. B08. keras. menyerupai keloid. Dapat membesar dengan cepat dan mengalami regresi spontan c. Bila dipencet keluar inti yang keras 7). Keratoakantoma. Lesi berupa plaque. Ada yang menganggap sebagai suatu karsinoma kulit derajat keganasan rendah 4). Berupa tumor papiler kecil di kulit. Pada kulit diatas kiste terdapat punctuate. Berupa nodus lunak di kulit. mudah berdarah b. Tumor papiler dengan sentral nekrose b. Berupa nodus kecil. Dapat berupa reaksi benda asing di bawahnya. Verruca vulgaris. sering multiple b. Lokasi terutama pada muka. B07 a.1 a. L92. di kulit dan subkutis 2).81. Timbul sejak lahir atau waktu anak-anak 5. L72. berdinding epidermis b.8 a. Dermatofibroma 1). Lokasi umumnya di tangan atau kaki 5). L82 a. Tumor kistous subkutan. Tumor kistous di kulit dan subkutan. seperti benang T. Bentuknya mirip dengan keratosis seborrhoeicum b.0 a. konsistensi lunak. Kista epidermoid. berwarna hitam yaitu lubang kelenjar sebasea yang buntu oleh sebum yang mengeras c. Keratosis. berwarna keputihan b. nodul atau tumor berwarna coklat atau kehitaman. Umumnya terdapat pada orang tua c. Granuloma. Tumor non neoplasma kulit 1. Keratosis solaris = keratosis senilis. Tumor mobil dari jaringan subkutan dibawahnya. 6). Kiste sebaceous : Ateroma. L72. Molluscum contagiosum. berisi sebum. L85. Lokasi terutama pada kulit muka atau leher dan tubuh 2). berisi sebum b.3 a.2).8 BIOPSI Adalah suatu tindakan invasif untuk mengambil sedikit atau seluruh jaringan yang abnormal untuk dilakukan pemeriksaan histopatologi MACAM BIOPSI TERTUTUP : FNAB Core biopsy TERBUKA: Insisi Biopsi .