Anda di halaman 1dari 4
1. Dasar-Dasar Investasi a. Pengertian Investasi Investasi adalah suatu aktivitas yang berhubungan dengan penempatan uang atau dana dengan harapan untuk memperoleh tambahan atau keuntungan tertentu atas uang atau dana tersebut. Pengertian investasi ini menekankan pada penempatan uang atau dana. Sedangkan tujuan investasi itu sendiri adalah untuk memperoleh keuntungan. Hal ini erat kaitannya dengan penanaman investasi di bidang pasar modal. Secara lebih khusus menurut (Tandelilin, 2001:5) ada beberapa alasan mengapa seseorang melakukan investasi, antara lain : 1. Untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak di masa depan. 2. Mengurangi tekanan inflasi. 3. Dorongan untuk menghemat pajak. b. Dasar Keputusan Invetasi Adapun dasar keputusan investasi menurut Tandelilin (2005) terdiri dari : 1. Return Alasan utama seseorang berivestasi adalah untuk memperoleh keuntungan. Dalam manajemen investasi tingkat keuntungan investasi disebut sebagai return. Dalam berivestasi perlu dibedakan antara return yang di harapkan (expected return) yaitu tingkat return yang di antisipasi investor di masa datang, dan return yang terjadi (realized return) yaitu return yang telah diperoleh investor di masa lalu. 2. Risk Korelasi langsung antara pengembalian dengan risiko, yaitu semakin tinggi pengembalian, semakin tinggi risiko. Oleh karena itu, investor harus menjaga tingkat risiko dengan pengembalian yang seimbang. 3. The Time Factor Jangka waktu adalah hal penting dari definisi investasi. Investor dapat mennamkan modalnya pada jangka pendek, menengan atau jangka panjang. Pemilihan jangka waktu investasi sebenarnya merupakan suatu hal penting yang menunjukkan ekspekstasi atau harapan dari investor. c. Proses Keputusan Investasi Proses keputusan investasi merupakan proses keputusan yang berkesinambung atau keputusan yang bejalan terus menerus sampai tercapai keputusan investasi terbaik. Tahap-tahap keputusan investasi meliputi lima tahap keputusan, yaitu : 1. Menentukan Kebijakan Investasi Kebijakan investasi meliputi penentuan tujuan investasi dan besar kekayaan yang akan di investasikan. Tujuan investasi harus dinyatakan baik dalam tingkat keuntungan maupun risiko. 2. Melakukan Analisis Sekuritas Analisis Sekuritas berarti menilai sekuritas secara individual, dan untuk mengidentifikasi sekuritas di gunakan dua filosofi berbeda, yaitu :  Untuk sekuritas yang mispriced (harga terlalu tinggi dan terlalu rendah)  dapat dengan analisis teknikal atau analisis pundamental. Untuk sekuritas dengan harga wajar, pemilihan sekuritas didasarkan atas preferensi risiko para pemodal, pola kebutuan kas, dan lain-lain. 3. Membentuk Portofolio Dari hasil evaluasi terhadap masing-masing sekuritas, dipilih asset-aset yang akan dimasukkan dalam portofolio dan di tentukan proporsi dana yang diinvestasikan pada masing-masing sekuritas tersebut. Ini dilakukan dengan harapan risiko yang harus di tanggung terkurangi dan portofolio yang menawarkan return maksimum dengan risiko tertentu. 4. Merevisi Portofolio Revisi atas porofolio berarti merubah portofolio dengan cara menambah atau mengurangi saham dalam portofolio yang di anggap menarik atau tidak lagi menarik. 5. Evaluasi Kinerja Portofolio Membandingkan kinerja yang di ukur baik dalam return yang di peroleh maupun risiko yang di tanggung, terhadap portofolio benchmark atau pasar. 2. Konsumsi dan Utilitas Konsumsi adalah suatu kegiatan yang bertujuan menggunakan manfaat dari suatu barang atau jasa dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pengerttian utilitas (utility) adalah derajat seberapa besar atau ukuran kepuasaan yang diterima konsumen dari penggunaan barang dan jasa. Setiap konsumen memiliki tingkat kepuasaan yang berbeda-beda, namun mereka akan berusaha mencapai kepuasaan yang maksimal. Perilaku konsumen dapat dilihat dengan dua pendekatan : a. Pendekatan Kardinal/Nilai Guna (Utility Approach) Pendekatan kardinal menganggap bahwa kepuasan konsumen yang diperoleh dari kegiatan konsumsi barang dan jasa dapat diukur secara kuantitatif. Artinya kepuasan konsumen dapat diukur dengan angka/satuan tertentu seperti uang, jumlah atau buah. Sebagaimana kita mengukur berat badan, tinggi badan dan sebagainya. Kepuasan konsumen yang diperoleh dari hasil konsumsi barang dan jasa disebut dengan istilah utilitas(utility). Ada 4 konsep dasar tentang perilaku konsumen dengan pendekatan kardinal yaitu : 1. Kepuasaan Total/Utilitas Total (Total Utility) Kepuasaan yang dinikmati konsumen dalam mengonsumsi sejumlah barang atau jasa tertentu secara keseluruhan. 2. Kepuasaan Marginal/Utilitas Marginal (Marginal Utility) Pertambahan kepuasaan yang dinikmati dari setiap tambahan unit barang atau jasa yang dikonsumsi. 3. Kepuasaan Total dan Marginal yang Semakin Menurun (Diminishing Utility) Konsumen berusaha menikmati barang atau jasa yang dimiliki sepuas-puasnya. Setelah kepuasaan dari mengonsumsi suatu barang atau jasa berlangsung terus-menerus, sampai titik tertentu akhirnya kepuasaan itu akan sampai pada tingkat kejenuhan tertentu. b. Pendekatan Ordinal/Kurva Indiferen Kurva Indiferen adalah kurva yang menunjukkan kombinasi konsumsi barang-barang yang menghasilkan tingkat kepuasaan yang sama. Perhatikan tabel dan grafik sebagai berikut : Berdasarkan tabel di atas konsumen mencari kepuasaan melalui konsumsi makanan dan pakaian. Gabungan kepuasaan makanan dan pakaian terdapat pada gabungan A, B, C, D, E atau F. Gabungan manapun yang dipilih oleh orang tersebut tetap akan memberikan kepuasaan yang sama besarnya.Sehingga dapat disimpulkan bahwa “konsumen akan memuaskan kebutuhan yang beranekaragam sampai mencapai titik intensitas yang sama”. Inilah yang disebut dengan Hukum Gossen II.