Anda di halaman 1dari 27

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal
adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir.
Kehamilan dibagi menjadi tiga triwulan yaitu triwulan pertama dimulai dari konsepsi pertama
sampai 3 bulan, triwulan kedua dari bulan keempat sampai 6 bulan triwulan ketiga dari bulan
ketujuh sampai 9 bulan. Kehamilan melibatkan perubahan fisk emosional dari ibu serta
perubahan sosial di dalam lingkungan keluarga.
Pada .umunya kehamilan berkembang dengan normal dan menghasilkan kelahiran
bayi sehat cukup bulan melalui jalan lahir namun kadang-kadang tidak sesuai dengan yang
diharapakan. Sulit diketahui bahwa kehamilan akan menjadi masalah. Sistem penilaian resiko
tidak dapat memprediksi apakah Ibu hamil akan bermasalah selama kehamilannya. Oleh
karena itu pelayanan/asuhan antenatal merupakan cara penting untuk memonitor dan
mendukung kesehatan Ibu hamil normal dan mendeteksi Ibu dengan kehamilan normal
(Prawirohardjo, 2002)
Hasil akhir kehamilan yang diharapkan adalah kelangsungan hidup ibu dan bayinya.
Tujuan perawatan antenatal lebih dari itu; bukan hanya kelangsungan hidup tetapi juga
kualitas hidup yang baik perawatan antenatal yang baik mencakup:
 Pengawasan kehamilan untuk melihat apakah segalanya berlangsung normal,
untuk mendeteksi dan mengatasi setiap kelalaian yang timbul, dan untuk
mengantisipasi semua masalah selama kehamilan, persalinan dan periade
postnatal.
 Penyuluhan atau pendidikan mengenai kehamilan dan bagaimana cara-cara
mengatasi gejalanya, mengenai diet, perawatan gigi serta gaya hidup; hampir
semua pertemuan dengan ibu hamil (dengan suaminya) memberikan
kesempatan untuk memberikan penyuluhan dalam satu atau lain bentuk.
 Persiapan (baik fisik maupun psikologis) bagi persalinan atau pelahiran, dan
pemberian petunjuk mengenai segala aspek dalam perawatan bayi.
 Dukungan jika terdapat masalah-masalah sosial atau psikologis.

Dalam hubungannya dengan hasil akhir suatu kehamilan, ”kualitas hidup yang baik”
berarti Ibu yang sehat dengan bayi yang sehat dan Ibu mengetahui cara merawat bayi serta
dirinya. Sebagian besar rumah sakit kini menyertakan calon ayah ke dalam program
penyuluhan dan persiapan persalinan (Farrer, 2001).
Pada trimester kedua pemeriksaan dilakukan setiap bulan. Dengan rancangan
pemeriksaan meliputi anamnesa untuk mengetahui keadaan normal dan keluhan hamil muda,
pemeriksaan fisik (umum, khusus, tambahan) sehingga dari pemeriksaan ini didapatkan
kesimpulan tentang kehamilan. Kesimpulan mungkin normal sehat dan memuaskan, adanya
penyakit Ibu, atau adanya komplikasi kehamilan.
Pada periode ini pula dapat dilakukan pengobatan kehamilan berupa obat simtomatis
untuk gejala hamil muda, pengobatan penyakit yang menyertai kehamilan, dan pemberian
obat penyokong (vitamin, obat khusus), dan vaksinasi tetanus toksoid I. Anjuran yang
diberikan pada masa ini umumnya berkaitan dengan kesehatan dan secara khusus berkaitan
dengan kesimpulan kehamilannya (Manuaba, 1999).
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa definisi dari kehamilan trisemester II?
2. Apa saja perubahan anatomis dan psikologis pada wanita kehamilan trisemester II?
3. Apa Tanda Subjektif dan Objektif Kehamilan Trisemester II?
4. Bagimana Adaptasi Kehamilan Trisemester II?
5. Apa Perubahan Psikologis Kehamilan pada Trisemester II?
6. Bagaimana Kebutuhan Pengetahuan bagi Orang Tua Mengenai kehamilan Trisemster
II dan Kelahiran Janin?
7. Apa Reaksi Kognitif dan Emosional Ibu pada Kehamilan Trisemster II?
8. Bagaimana Komplikasi Kehamilan pada Kehamilan Trisemster II?
9. Apa Keluhan-keluhan ibu hamil pada trisemester II?
10. Bagaimana Pertumbuhan dan Perkembangan Fisiologi janin pada trisemster II?
11. Bagaimana Pengkajian biofisik fetus pada kehamilan trisemster II?
12. Bagaimana Asuhan Keperawatan pada kehamilan trisemester II?
1.3 Tujuan
1.1.1 Tujuan umum
Agar mahasiswa dapat memahami dan bagaimana mengaplikasikan asuhan
1.1.2

keperawatan dengan klien ibu hamil trisemester II
Tujuan Khusus
1.
Mahasiswa mengerti definisi dari kehamilan trisemester II
2.
Mahasiswa mengerti Apa saja perubahan anatomis dan psikologis pada
3.

wanita kehamilan trisemester II
Mahasiswa mengetahui Tanda Subjektif dan Objektif Kehamilan
Trisemester II

2 Perubahan Anatomis dan Fisiologis yang terjadi pada ibu hamil trisemester II Proses kehamilan menyebabkan perubahan pada seluruh tubuh ibu. 5. Mahasiswa dapat menjelaskan Adaptasi Kehamilan Trisemester II Mahasiswa dapat mengetahui Perubahan Psikologis Kehamilan pada 6. khususnya alat genetalia eksterna dan interna serta payudara (mammae). 2013) 2. trisemster II Mahasiswa dapat mengaplikasikan asuhan keperawatan pada ibu dengan kehamilan trisemester II BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. pada trisemster II Mahasiswa dapat mengetahui Pengkajian biofisik fetus pada kehamilan 12. Trisemester II Mahasiswa mengetahui Bagaimana Kebutuhan Pengetahuan bagi Orang 7.4. II Mahasiswa mengatahui Pertumbuhan dan Perkembangan Fisiologi janin 11.1 Definisi Trimester Kedua adalah periode kehamilan dari usia 14 minggu sampai dengan kurang dari 29 minggu (4-7 bulan) (Hutahaean. Kehamilan Trisemster II Mahasiswa dapat mengetahui Bagaimana Komplikasi Kehamilan pada 9. Tua Mengenai kehamilan Trisemster II dan Kelahiran Janin Mahasiswa dapat menjelaskan Reaksi Kognitif dan Emosional Ibu pada 8. Dalam hal ini hormon . Kehamilan Trisemster II Mahasiswa dapat meyebutkan Keluhan-keluhan ibu hamil pada trisemester 10.

yaitu tanda regangan yang terbentuk akibat serabut-serabut elastis dari . puting susu mulai menonjol dan mengeras. human placenta lactogen (HPL). dan human chorionic thyrotropin (HCT). Kulit Pada trimester kedua ini sudah terdapat striae gravidarum yang tampak pada kulit abdomen. namun korpus luteum tergantikan fungsinya setelah plasenta terbentuk. areola tumbuh lebih gelap akibat hipermigmentasi areola. Plasenta menjadi sember dari kedua hormon tersebut. uterus berotasi kekanan. kontraksi uterus dapat dirasakan melalui dinding abdomen yang disebut dengan Braxton Hicks. Plasenta membentuk steroid. 1.somatomammotropin. Setelah bulan keempat kehamilan. 2. Selama pembesaran ini. 3. Selain itu biasanya pada sebagian ibu hamil. Perubahan yang terdapat pada ibu hamil secara terinci akan dijelaskan sebagai berikut. Serviks juga masih mengalami perlunakan dan pematangan secara bertahap. dan progesteron mempunyai peranan penting. Mammae Pada kehamilan trimester dua terjadi perubahan-perubahan pada mammae yaitu adanya rasa kesemutan dan nyeri tekan. Ovarium Bekas pelepasan ovum dalam ovarium disebut korpus luteum. atau human chorionic somatomammothropin (HCS). Pada kehamilan trimester kedua ini korpus luteum mulai menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. 6. Hal ini menyebabkan sensitivitas meningkat sehingga dapat membangkitkan keinginan serta hasrat seksual. Terjadi hipervaskularisasi akibat peningkatan hormon estrogen dan progesteron. 5. Hal ini disebabkan adanya kolon rektosigmoid disebelah kiri. Peningkatan relaksasi dinding pembuluh darah dan semakin besarnya uterus dapat menimbulkan edema dan varises pada vulva. Vagina dan Vulva Vagina dan vulva mengalami peningkatan vaskularisasi yang disebabkan oleh peningkatan hormon estrogen dan progesteron. setelah memasuki usia kehamilan 12 minggu puting susunya mulai mengeluarkan cairan bewarna putih agak jernih yang disebut dengan kolostrum. 4. human somatomammothropin (HCG). Jadi pada masa ini plasenta mulai menggantikan fungsi korpus luteum. Serviks Uteri Pada kehamilan trimester kedua ini. serviks akan mengeluarkan sekresi lebih banyak. estrogen. Uterus Uterus akan terus membesar sering dengan pertumbuhan janin dalam rahim. Payudar membesar secara bertahap karena peningkatan pertumbuhan jaringan alveolar dan suplai darah ke payudara.

Sistem Kardiovaskular Peningkatan volume darah terjadi sekitar 30-50% karena adanya retensi garam dan air yang disebabkan sekresi aldosteron dari adrenal oleh estrogen. 4. terjadi penambahan berat badan sehingga bahu lebih tertarik kebelakang dan tulang belakang lebih melengkung. Hemoroid yang disebabkan oleh konstipasi dan naiknya tekanan vena-vena dibawah uterus. Sistem Muskuloskeletal Mobilitas sendi berkurang terutama pada daerah siku dan pergelangan tangan.lapisan kulit terdalam terpisah dan putus. Sistem Respirasi Ibu hamil sering mengalami sesak napas karena penurunan tekanan karbon dioksida ketika memasuki usia kehamilan trimester ini. Hal ini mengakibatkan pruritus atau rasa gatal pada perut ibu. Pembesaran kandung kemih menimbulkan rasa ingin berkemih walaupun kemih hanya berisi sedikit urine. Sering juga ibu hamil mengeluh mengalami kram pada kaki yang terjadi akibat tekanan dari rahim pada pembuluh darah utama menuju kaki membuat darah mengalir kembali kearah kaki. 11. 2. Perut kembung yang disebabkan oleh adanya tekanan uterus yang membesar dalam rongga perut. Tanda subjektif a. 1. sendi tulang belakang lebih lentur sehingga ibu hamil terlihat seperti penderita lordosis. sehingga mendesak organ-organ pencernaan kearah atas dan lateral. Pada usia kehamilan antara minggu ke-14 dan 20 terjadi peningkatan denyut jantung 10 sampai 15 kali per menit kemudian menetap sampai aterm.3 Tanda Subjektif dan Objektif Kehamilan Trisemester II 1. Sistem Pencernaan Ibu hamil akan mengalami banyak keluhan yang dikarenakan perubahan anatomi dan fisiologi sistem pencernaan diantaranya adalah sebagai berikut. Konstipasi yang disebabkan oleh hormon estrogen yang semakin meningkat. 8. 3. Peningkatan volume dan curah jantung juga menimbulkan perubahan hasil auskultasi. menyebabkan terjadinya kram. 2. Panas perut (heart burn) yang terjadi akibat aliran balik asam gastrik kedalam esofagus bagian bawah. 10. 9. Bunyi spliting S1 dan S2 lebih jelas terdengar. Kejadian tersebut dipengaruhi peningkatan hormon progesteron. Sistem Perkemihan Vaskularisasi meningkat membuat mukosa kandung kemih menjadi mudah luka dan berdarah. Irama S3 lebih jelas terdengar setelah minggu ke-20 gestasi. Minggu ke-14 sampai ke-20 . 7.

Minggu ke-20 sampai dengan ke-24  Pernapasan menjadi lebih cepat  Meningkatnya hasrat seksualitas c. Periode ini juga disebut dengan pembentukan fetal (Starn dan Niederhauser. Dilatasi pada ureter kanan sebagai hasil tekanan dari uterus dextrorotated o. Perluasan bernapas. Tanda objektif a. 1990). Adanya kolostrum j. montgomery Tanda-tanda (minggu ke-5 sampai dengan ke-7)  Tanda ladin  Tanda goodell  Tanda hegar  Tanda chadwick Kehamilan positif pada tes HCG Berat badan tambah sampai dengan 3kg lebih tetapi juga mungkin turun drastis Fundus pada simfisis pubis. g. laporan jika priritus atau dicurigai perkembangan pada Candida albicans. Pelvi s bergabung dalam relaksasi karena hormon relaksin m. Perubahan bentuk pada abdomen karena kehamilan l. menghitamnya sekitar areola. Pigmen yang mungkin berubah pada kulit yaitu kloasma gravidarum. Konstipasi dan hemoroid karena kelambatan gerak peristaltik dan tekanan pada uterus pada kolon dan rektum yang lebih rendah 2. Napas kencang  Sakit kepala  Perubahan postur tubuh pada minggu ke-14 b. Janin biasanya secara alamiah telah lengkap pada akhir trimester kedua. Tugas perkembangan selama kehamilan Ibu yang memasuki trimester kedua akan mengalami perubahan psikologis berupa hilangnya ketidaknyamanan yang selama trimester pertama kerap dirasakan. dan jika tidak terjadi komplikasi-komplikasi fisik. Harapan ibu telah terbentuk. serta striae gravidum n.infeksi Trichomonas k. meningkat hampir 1 cm tiap minggu Deteksi pada nadi janin dengan menggunakan teknik ultrasonik (minggu ke-9 sampai dengan ke-12) i. Amenorea b. . f. dan membesarnya tubersel d. Minggu ke-25 sampai dengan ke-28  Kram pada kaki mungkin terjadi  Mudah lelah 2. linea nigra. perhatiannya mulai beralih pada kondisi tubuhnya yang berubah karena pertumbuhan janin. Leukorea. Meningkatnya kadar HCG c.4 Adaptasi Kehamilan Trisemester II 1. e. h.

Pada umumnya. 4. Namun tidak jarang ada ibu yang merasa khawatir kalau terjadi masalah dengan kehamilannya atau bahwa ada kemungkinan janinnya tidak normal. seorang ayah melanjutka untuk mengembangkan peranya sebagai orang tua. Tubuh ibu sudah terbiasa dengan kadar hormon yang lebih tinggi dan rasa tidak nyaman karena hamil sudah . Nutrisi yang akan dikonsumsi Banyaknya olahraga atau perjalanan yang akan dilakukan Kelangsungan pertumbuhan janin Tanda peringatan permasalahan yang kemungkinan terjadi Perubahan citra tubuh Perubahan dalam hasrat seks 2. 3. dan perhatiannya akan refleks pada kehawatirannya akan kebutuhan-kebutuhanya. Seorang ibu memainkan bagian kritis dalam membentuk perasaan ayah sebagaimana yang dipeikirkan untuk ikut andil dalam bagian itu. Seorang suami mulai berusaha mencari persahabatan dengan seorang lelaki yang mempunyai anak untuk belajar menjadi seorang ayah. Sering kali kita mendengar seorang ibu mengatakan betapa bahagianya dia karena akan menjadi seorang ibu dan bahwa dia sudah memilihkan sebuah nama untuk janin yang akan dilahirkannya. Pada trimester kedua biasanya adalah saat ibu merasa sehat. sebagai berikut.5 Perubahan Psikologis Kehamilan pada Trisemester II Selama hamil kebanyakan ibu mengalami perubahan psikologis dan emosional. Suami akan mencari tau ghal-hal yang akan dilakukan pada saat kelahiran anak dan dalam perannya sebagai orang tua setelah anak lahit. 2. selama trimester kedua. Perhatian umum tersebut meliputi 1.Selama trimester kedua proses aturan maternalnya mencapai suatu internalisasi. Dalam istilah hubungan pasangan. 6. meningkatkan aktivitas seksual pada trimester II kemungkinan dapat mengakibatkan pnurunan fisik yang tidak nyaman bagi pasangan. 2. 5. Oleh karena itu dibutuhkan agar pasangan tersebut mulai mendiskusikan tingkat keterlibatan yang akan dilakukan untuk kenyamanan masingmasing dalam melakukan hubungan seksual. Suami yang mempunyai harapan mengingat bahwa ia pernah mempunyai ayah dan menerima perananya. ibu menggunakan hari mimpinya sebagai perbandingan untuk melihat dirinya sendiri dan janin sebagai situasi yang berbeda. ibu lebih tertarik pada perhatianya tentang perlindungan kesehatan sang janin. Perbandingan ini biasanya akan membantu selama perubahan itu terjadi. Harapan-harapan yang terkandung dalam tugas seorang ayah Sebagaimana realita anak menjadi lebih jelas dengan mendengarkan detak jantung janin atau melihat gerakannya melalui USG.

2. Informasi-informasi (pengetahuan) yang biasanya dibutukan oleh orang tua terkait kehamilan dan kelahiran janinnya adalah sebagi berikut: 1. Quickening mendatangkan sejumlah perubahan seperti penerimaan kehamilan. 1. Trimester II juga merupakan fase ketika ibu menelusur kedalam dan paling banyak mengalami kemunduran. a. Vaginal discharge f. Seksualitas: a. Nyeri di sekitar tulang 5. serta ketertarikannya pada peran baru. meningkatnya hubungan sosial dengan ibu hamil lainnya. 2. Perut ibu belum terlalu besar sehingga belum dirasakan sebagai beban.berkurang. 2013).6 Kebutuhan Pengetahuan bagi Orang Tua Mengenai kehamilan Trisemster II dan Kelahiran Janin Menurut (Hutahaean. dan ibu mulai merasakan gerakan janinnya. Trimester II ini dibagi menjadi dua fase yaitu pra-quickening dan pasca-quickening. Perubahan psikologis pada ibu hamil trimester kedua adalah sebagai berikut. 3. hal ini bnayak dipengaruhi oleh karena hilangnya rasa kebingungan dan keraguan yang terjadi pada trimester I. Tanda bahaya. Kebanyakan ibu hamil akan merasa lebih erotis selama trimester II. Kram kaki e. Ketidaknyamanan ringan kehamilan. 2003). Kontraksi braxton hicks d. Perubahan Emosional pada trisemester Ke II 3. Banyak ibu yang merasa terlepas dari rasa kecemasan dan tidak nyaman seperti yang dirasakannya pada trimester pertama dan merasakan meningkatnya libido (Pusdiknakes. yakni periode ketika ibu merasa nyaman dan bebas dari segala ketidaknyamanan yang biaasannya dialami pada trimester I. Konstipasi g. Vena varises c. Perubahan kebutuhan b. Sexual concern 4. Trimester dua sering disebut sebagai periode pancaran kesehatan yang baik. kurang lebih 80 % ibu mengalami kemajuan yang nyata dalam hubungan seksual mereka dibanding pada trimester I. . Sakit punggung b. dan ibu mulai merasakan kehadiran janinnya sebagai seseorang diluar dari dirinya sendiri. Ibu sudah menerima kehamilannya dan mulai dapat menggunakan energi dan pikirannya secara lebih konstruktif. Pada trimester ini pula ibu dapat merasakan gerakan janinnya. Perubahan Fisik pada Trisemester II 2.

c. Perubahan Janin 2.7 Reaksi Kognitif dan Emosional Ibu pada Kehamilan Trisemster II 1. Perhatian memikat diri dan intropeksi a.8 Komplikasi Kehamilan Trisemster II Menurut (Hutahaean.Kahamilan Ektopik (kehamilan diluar kandungan) 2.Hiperemesis Gravidarum . seperti memerlukan atau lebih menuntut kasih sayang. General higiene 8. Nyeri perut c. peningkatan intensitas mimpi setiap harinya mulai menunjukkan sekumpulan prilaku.a. Alkohol c.Kehamilan dengan degenerasi penyakit trofoblas . Gangguan bicara e. tidur dan latihan 9. Pengguanan obat: a. Perdarahan vagina b. Edema pada muka. berkurangnya rasa ketakutan dan kecemasan dan lupa akan gerakan janin (jika kemajuan kehamilan normal) 2. Antara lain yaitu: . b. 2013). Perasaan baik atau tenang: a.9 Keluhan-keluhan ibu hamil trisemester II . 2013).Keguguran Kandungan . d. Nutrisi 7. tanda fisik dan nyeri berkurang b.kegembiraan dan susana hati bisa menyusahkan untuk sekitarnya. seperti persiapan membeli barang untuk anak dan dirinya dalam antisipasi proses kelahiran 3. 2. Istirahat. tangan dan kaki d. Rupture of membrane 6. Komplikasi yang terjadi pada ibu hamil trisemester kedua sama dengan komplikasi yang mungkin terjadi pada kehamilan trisemester pertama. Resep Obat 10. Rokok b. konsentrasi pada ibu dalam keperluan janinnya pesona terhadap kehamilan dan proses kelahiran menenagkan egosentris. irama suasana hati dan emosional labil a. perhatian dan pengertian (Hutahaean.

c. maka dianjurkan untuk mulai mengenakan baju hamil. Garis-garis regangan yang disebut strie umumnya muncul di daerah perut. 5. Akhir minggu ini. 4. rambut halus yang tumbuh di seluruh tubuh dan melindungi kulit mulai tumbuh pada minggu ini. Tulang dan sumsum tulang di dalam system kerangka terus berkembang. payudara. 2. terlihat janin sudah mampu menggenggam tangannya dan menghisap ibu jari. karena dikhawatirkan akan terserap ke dalam system peredaran darah ibu sehingga dapat mengacaukan kerja hormonal. Kelopak matanya masih tertutup. b. maka ovarium mulai menghasilkan jutaan sel telur pada minggu ini. 2013). beratnya 49 gram dan panjangnya 113mm. Lanugo. panjang janin mencapai 80-110 mm dan beratnya 25 gram.10 Pertumbuhan dan Perkembangan Fisiologi janin pada trisemster II a. Minggu Ke-14 Tiga bulan setelah pembuahan. 3. Demikian pulang dengan matanya. Ada beberapa keluhan yang bisa di alami ibu hamil trisemester kedua antara lain adalah sebagai berikut: 1. Kulit janin masih sangat tipis sehingga pembuluh darahnya kelihatan. Lehernya semakin panjang dan kuat. Oleh karena itu. walaupun masih amat sederhana yang biasanya terasa . dianjurkan untuk tidak menggunakan krim jenis steroid semisal hidrokortison. Kram otot Anemia Perubahan Libido Pruritus Hiperpigmentasi 2. Telinganya menempati posisi normal di sisi kiri dan kanan kepala. Minggu Ke-16 Kini taksiran panjangnya mencapai 116mm dengan berat kira-kira 80 gram. Reflek gerak bisa dirasakan ibu. bokong. Penggunaan losion khusus untuk menyamarkan garis-garis tersebut di perbolehkan akan tetapi tidak dapat menghilangkannya. Sementara dagu sudah tidak menyentuh dada. demi kenyamanan ibu maupun janin. Jika jenis kelamin tersebut perempuan. sehingga jenis kelamin sudah dapat dibedakan. Kelenjar prostat janin laki-laki berkembang dan ovarium turut dari rongga perut menuju panggul.Menurut (Hutahaean. Detak jantung janin mulai menguat tetapi kulit janin belum tebal karena belum ada lapisan lemak. Minggu Ke-15 Kehamilan di minggu ke-15 semakin terlihat karena kulit dan otot-otot terutama otot di sekitar perut akan melar yang disebabkan oleh peregangan luar biasa akibat pembesaran uterus. Namun. mengarah ke posisi sebenarnya. dan panggul.

yaitu protein yang hanya dijumpai pada ibu hamil. Janin telah terbentuk sepenuhnya dan membutuhkan nutrisi melalui plasenta. d. lalu mengubahnya jadi biliverdin yang disalurkan ke usus sebagai bahan sisa metabolisme. bukan bulat. Termasuk detak jantung ibu bahkan suara-suara diluar diri si ibu. gerakan bayi mulai bisa dirasakan di . Tungkai kaki diawal pembentukannya muncul lebih panjang daripada lengan. Sebagai akibatnya uterus terdorong dari rongga panggul mengarah ke rongga perut sehingga usus ibu terdorong hampir mencapai daerah hati. hingga kerap ibu hamil di minggu ini terkadang merasa seperti tertusuk-tusuk pada ulu hatinya. Rambut halus di atas bibir bagian atas dan alis mata juga tampak melengkapi lanugo yang memenuhi seluruh tubuhnya. Bila terjadi asfiksia (gangguan oksigenasi). yang pertama terbentuk dan berfungsi adalah system peredaran darah janin. Bahkan. Oleh karenanya kebutuhan akan kalsium semakin banyak untuk disimpan dalam tulang janin seiring dengan perkembangan rangka tersebut. Hati yang berfungsi membentuk darah. janin mengeluarkan mekonium yang membuat air ketuban menjadi kehijauan. melakukan metabolism hemoglobin dan bilirubin.sebagi kedutaan dan terkadang tidak di sadari oleh ibu. Oleh karena itu amat disarankan menjadi sikap tubuh dan tidak melakukan gerakan-gerakan mendadak atau yang menimbulkan peregangan. seperti spina bifida. Pada usia ini janin memproduksi alfafetoprotein. Akibatnya. Pembesaran uterus di minggu ini membuat ligamenligamen merenggang. Janin telah mempunyaitulang yang kuat dan mulai bisa mendengar suara dalam proses pembentukan ini. Sebaiknnya kadar alfafetoprotein yang rendah berhubungan dengan syndrome Down. seperti suara gaduh atau teriakan maupun sapaan lembut. Pada beberapa ibu multipara. System pencernaan janinpun mulai menjalankan fungsinya. yakni kelainan kongenetal yang berkaitan dengan saraf tulang belakang. Dalam waktu 24 jam janin menelan air ketuban sekitar 450-500 ml. Bila kadar protein berlebih kemungkinan ada masalah serius pada janin. akan muncul rangsangan yang membuat gerak peristaltic usus janin meningkat sekaligus terbukanya sfingter ani. Janin juga mulai mampu mengenali dan mendengar suara-suara dari luar kantong ketuban. Rasa nyeri atau tidak nyaman ini disebut nyeri ligamen rotundum. Minggu Ke-17 Bentuk uterus terlihat oval. jari-jemari kaki dan tangannya dilengkapi dengan sebentuk kuku. terutama bila ada gerakan mendadak. Sementara jumlah alfafetoprotein ini sendiri dapat di ukur dengan pemeriksaan air ketuban atau amniosintesis dengan menyuntikkan jarum khusus lewat dinding perut ibu.

Minggu Ke-19 Pada minggu ini panjang janin diperkirakan 13-15 cm dengan taksiran berat 226 gram. dan bulu mata janin mulai tumbuh dan garis kulit pada ujung jari mulai terbentuk. Jumlah cairan yang terakumulasi biasanya sekitar 500-1500 ml. sedih. sedangkan pada ibu nulipara. g. Penumpukan ini jelas berdampak fatal mengingat betapa banyak jumlah jaringan otak janin yang tertekan oleh cairan tersebut. Lapisan minyak cokelat mulai berkembang. lapar atau merasakan hal lain. janin masih sangat kecil. Otak janin telah mencapai jutaan saraf motorik karenanya ia mampu membuat gerakan sadar seperti menghisap jempol. berat lemak mencapai tiga perempat dari total berat badannya. Mata janinpun berkembang. Minggu Ke-18 Pertumbuhan rahim ke depan akan mengubah keseimbangan tubuh ibu. Mulai usia ini hubungan interaktif antara ibu dan janinnya semakin erat. Minggu Ke-20 . Lemak yang juga sering disebut jaringan adiposa mulai terbentuk dibawah kulit bayi. Janin sudah bisa melihat cahaya yang masuk melalui dinding rahim ibu. e. janinpun merasakan hal yang sama. Jika ada lubang yang tersumbat atau aliran cairan tersebut terhalang oleh suatu penyebab. Saat dilahirkan. kening. Rambut. Ia akan mengetahui adanya cahaya jika kita menempelkan senter yang menyala diperut ibu hamil. kemungkinan besar terjadi hidrosefalus/penumpukan cairan di otak. Tak mengherankan setiap kali si ibu gembira. gerakan yang sama umumnya baru mulai bisa dirasakan pada minggu ke-20. Keluhan ini makin bertambah bila kenaikan berat badan tidak terkendali. Dengan panjang 120 mm dan berat 100 gram. selain karena jumlahnya yang telah mencapai jutaan. Iapun bisa terkejut bila mendengar suara keras. Mulailah bersenandung sebab janin juga sudah bisa mendengar. namun bisa juga mencapai 5 liter. Sementara peningkatan mobilitas persendian ikut memengaruhi pertumbuhan postur tubuh sekaligus menyebabkan keluhan nyeri punggung. Hormon esterogen dan progesteron semakin meningkat. cairan serebrospinalis juga mulai diproduksi. Sidik jari sudah mulai terbentuk.minggu ini walaupun masih samar dan tidak selalu bisa dirasakan setiap saat sepanjang hari. untuk menjaga kestabilan suhu tubuh janin setelah lahir serta metabolisme tubuh. Panjang janin sudah mencapai 14cm dan beratnya 140 gram. Dengan demikian pada minggu ini perkembangan sister saraf janin semakin sempurna. f.

wajahnya semakin mirip seperti saat dilahirkan. Pigmen kulit mulai terlihat. Ciri khas usia kehamilan ini adalah adanya substansi putih mirip pasta yang menutupi seluruh tubuh janin disebut verniks caseosa. Gerakan janin semakin lembut karena beratnya sudah 340 gram dan panjangnya 20 cm. dan ibu hamil mulai menikmati kehamilannya karena keluhan mual muntah juga sudah berlalu dan nafsu makannya semakin meningkat. i. Setiap minggu. kebutuhan darah janinpun semakin meningkat. Jantung janin sudah mengalami “modifikasi” sedemikian rupa dan mulai menjalankan fungsinya memompa darah sebagai persiapannya kelak saat lahir. Ibu semakin mampu beradaptasi dengan kehamilannya. Epidermis selanjutnya akan membentuk pola-pola tertentu pada ujung jari. Sementara itu. h. Kelopak mata mulai menjalankan fungsinya untuk melindungi mata dengan gerakan menutup dan membuka. baik lewat konsumsi makanan bergizi seimbang maupun suplemen yang dianjurkan dokter agar anemia tak mengancam kehamilan. epidermis. Fungsinya melindungi kulit janin terhadat cairan ketuban maupun kelak saat berada dijalan lahir.Setelah perjalanan telah dilalui. Indra sudah digunakan janin untuk belajar berkembang setiap hari. Ibu harus mencukupi kebutuhan asupan zat besi. kulit janin mulai membuat lapisan dermis. Usus janin telah cukup berkembang sehingga ia sudah mampu menyerap atau menelan gula dari cairan lalu dilanjutkan melalui sistem pencernaan menuju usus besar. Jaringan kuku mulai tumbuh pada minggu ini. Seiring perkembangannya yang pesat. lapisan dermis mengandung pembuluh-pembuluh darah kecil. saraf dan sejumlah besar lemak. dengan berat badan 400 gram. telapak tangan maupun telapak kaki. beratnya mencapai 260 gram dan panjangnya 14-16 cm. Minggu Ke-21 Pada minggu ini berbagai sistem organ tubuh mengalami pematangan fungsi dan perkembangan. Kekhawatiran akan terjadi keguguran juga sudah hilang. Kini. dan subkutaneous. Selain itu juga terjadi proses penyempurnaan pura-pura dan sistem pernafasan. Kulit yang menutupi tubuh janin mulai bisa dibedakan menjadi beberapa lapisan. di bawah lapisan verniks. Minggu Ke-22 Pada minggu ini panjang janin sekitar 19 cm. Perbandingan kepala dan tubuh semakin proporsional. Pada minggu ini ibu dianjurkan supaya tidak makan berlebih untuk menghindari terjadinya [pertambahan berat badan yang berlebih. j. Minggu Ke-23 . Lapisan epidermis terletak di permukaan dan lapisan dermis terletak di lapisan dalam.

Wajah dan tubuhnya secara keseluruhan sudah mirip dengan penampilannya sewaktu dilahirkan nanti. k. hingga suplai nutrisi jadi terhambat. Ia memiliki kebiasaan “berolahraga”. Tulang janin semakin mengeras dan janin menjadi semakin kuat. Begitu juga ia akan menunjukan respon khas saat mendengar suara-suara bising atau teriakan yang tidak di sukainya. l. Bila ada indikasi medis. Ia menghirup dan mengeluarkany air ketuban. Berat janin sudah mencapai 650-670 gram dengan tinggi badan 24-27 cm. tiba-tiba muncul gangguan sma selama kehamilan. Biasanya yang termasuk indikasi medis diantaranya hipertensi ataupun pre-eklamsia yang membuat pembuluh darah menguncup. Jika air ketuban yang tertelan terlalu banyak. dengan berat badan 600 gram. Minggu ke-25 Janin sudah dapat mengalami cegukan. menggerakkan otot jari-jari tangan dan kaki. Begitu juga bila semula tidak ada. Terbuksi saat janin mulai bereaksi dengan menggerakkan tubuhnya secara lembut jika mendengar irama musik yang disukainya. Garis di sekitar mulut janin sudah mulai membentuk dan fungsi menelan sudah semakin membaik. Indra penciuman janin sudah mulai berfungsi. Minggu Ke-24 Pada minggu ini panjang janin mencapai 24 cm. umumnya akan dilakukan USG 2 kali dalam seminggu untuk melihat apakah perkembangan bayi terganggu atau tidak. perkembangan janin terhambat (intra-uterin growth restriction-IUGR). Hanya saja rambut lanugo yang menutup sekujur tubuhnya kadang berwarna lebih gelap diusia kehamilan ini. lengan dan kaki secara teratur. Paru-paru janin mulai menghasilkan survaktan yang menjaga kantung udara tetap mengembang untuk persiapan hidup di luar rahim. Tangan dan kaki janin telah terbentuk dengan sempurna. ia akan cegukan. Pembuluh darah di paru-paru janin sudah semakin berkembang.Walaupun lemak semakin bertumpuk di dalam tubuh janin tetapi masih belum sebanyak saat sudah lahir. Jarak dari puncak rahim ke simfisis pubis sekitar 25 cm. jari juga sudah terbentuk sempurna. Paruparu mulai mengambil oksigen walaupun janin masih menerima oksigen dan plasenta. Akibatnya. Pendengarannya berfungsi penuh. Pada minggu ini panjang janin 20 cm dengan beratnya hampir 450 gram. Uterus terletak sekitar 5 cm diatas pusar atau sekitar 24 cm di atas simfisis pubis/tulang kemaluan. sehingga kulitnya masih kendur dan tampak keripun. Kelopak-kelopak matanya semakin sempurna dilengkapi bulu mata. Janin makin terlihat berisi dengan berat tersebut. ini tandanya ia sedang latihan bernafas. . Ini karena produksi sel kulit lebih banyak dibandingkan lemak.

katarak bawaan ini ditemukan pada anak-anak yang dilahirkany oleh ibu yang terserang rubella pada usia kehamilan di minggu-minggu akhir trimester kedua. Minggu ke-27 Minggu pertama trimester ketiga. Syarat tersebut diantaranya adalah rumah sakit yang merawat bayi prematur tersebut haruslah rumah sakit bersalin khusus yang lengkap dengan ahli-ahli neonatologi (ahli anak yang mengkhususkan diri pada spesialisasi perawatan bayi baru lahir sampai usia 40 hari) selain fasilitas neonatal intensif care unit (NICU). Namun jika ia dilahirkan. Denyut jantung sudah jelas terdengar. Berat badan janin sudah mencapai 750-780 gram. dan sistem kekebalan tubuh masih harus dimatangkan. dan rektum. Tentu saja harus ada sejumlah syarat ketat yang mengikuti. o. kram kaki. Janin juga sudah pandai mengisap ibu jari dan menelan air ketubany yanyg mengelilinginya. akan dipertimbangkany untuk membesarkan janin diluar uterus dengan mengakhiri kehamilan. sedangkan panjangnya 35-38 cm. Pada minggu ini kelopak mata sudah mulai membuka. hati. ibu mulai dapat memperdengarkan lagu yang ringan dan mecoba untuk memberi cahaya lebih disekitar perut. Termasuk usus kecil. Jika terjadi “kesalahan” pembentukan lapisan-lapisan inilah yanyg kelak memunculkan katarak kongenital / bawaan saat bayi dilahirkan. Indra perasa mulai terbentuk. Sementara rasa tidak nyaman berupa keluhan nyeri pinggang.Jika dari hasil pantauan ternyata tidak terjadi perkembangan semestinya. Begitu juga keluhan nyeri dibawah tulang rusuk dan perut bagian bawah. selain itu retina matanya juga sudah mulai terbentuk. terutama pada saat bayi bergerak sebab. dan sakit kepala akan lebih seringdirasakan ibu hamil. Lensa jadi berkabut atau keputihan. Sementara retina yang berada dibagian belakang mata. Aktivits otaknya yang berkaitan dengan pendengaran dan penglihatan sudah berfungsi. n. memiliki peluang 85% untuk bertahan. Minggu ke-28 . pada saat itu mungkin ibu hamil akan merasakan anggukan kepala sikecil. Ketidaknormalan seputar denyut jantung harus dicermati pada minggu ini. m. Minggu ke-26 Janin sudah bisa mengedipkan matanya. rahim jadi semakin besar yang akany memberi tekanan pada semua organ tubuh ibu. Walaupun dipicu oleh faktor genetik. Berat umum janin usia ini sudah mencapai 870-890 gram dengan panjang badan 36-38 cm. kandung kemih. membentuk lapisan-lapisan yang berfungsi menerima cahaya dan informasi mengenai pencahayaan itu sekaligus meneruskannya ke otak. normalnya 120-160 dentut per menit. paru-paru.

Paru-parunya belum sempurna. Alis dan kelopak matanya terbentuk.11 dapat bertahan hidup. Diagnosis kehamilan ektopik d.ultrasonografi digunakan pada trimester pertama. yang di kutip dari Dickason (1997). Deteksi IUD c. Pengkajian plasenta b. Trimester kedua dan ketiga a.Puncak rahim berada kira-kira 8 cm diatas umbilikus dengan panjang badan 36cm. Namun matanya sudah mulai bisa berkedip bila melihat cahaya melalui dinding perut ibunya. Pengkajian biofisik fetus Menurut (Hutahaean. Pengkajian struktur tubuh janin c. 1. Penentuan tanggal dan penegasan kehamilan b. Pengkajian posisi dan presentasi janin f. Biophyssical profile score . Diagnosis kelangsungan hidup janin g. akan tetapi jika saat ini terlahir kedunia. dan kantong amnion selama amniosintesis e. Tubuhnya masih terlihat kurus meski mencapai beratnya sekitar 1. Pengkajian lokasi plasenta 2. Kepalanya sudah mengarah kebawah. si kecil kemungkinany besar telah 2. Penggambaran janin. Diagnosis multiple gestation e. Pengkajian pertumbuhan janin d. sementara selaput yang semula menutupi bolamatanya sudah hilang. Begitu juga rambut kepalanya terus bertumbuh makin panjang.100 gram. Trimester pertama a. plasenta. Jumlah jaringan otak di usia kehamilan ini meningkat. Gerakan janin makin kuat dengan intensitas yang makin serig. kedua. 2013). sementara denyut jantungnyapun semakin mudah didengar. Namun dibanding minggu-minggu sebelumnya terlihat lebih berisi dengan bertambah jumlah lemak dibawah kulitnya yang terlihat kemerahan. dan ketiga.

BAB III KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN Pada Ibu Hamil Trisemester II 3. tempat persalinannya dimana. lama menstruasi. Perubahan Libido. Riwayat Kontrasepsi: tanyakan alat kontrasepsi apa yang digunakan. penyakit kardiovaskuler. Anemia. Riwayat Kesehatan: a. h. warnanya seperti apa. tanyakan menstruasi hari pertama haid terakhir. Riwayat Penyakit Sekarang: biasanya ibu datang dengan berbagai keluhan kram oto. imunisasi dll. Nama: b. Riwayat Obstetric yang lalu: tanyakan jumlah anak. Hiperpigmentasi c. Usia : usia seseorang wanita dapt mempengaruhi keadaan kehamilannya. jumlah dan banyaknya darah. Riwayat Kesehatan Keluarga: tanyakan pada keluarga apakah pernah mengalami riwayat penyakit ginjal. tanyakan kehamilan ini direncakan atau tidak dan hal-hal yang berhubungan dengan kehamilan f. apakah sering mengalami Disminore dll g. kecil kemungkinan untuk mengalami komplikasi dibandingkan wanita dibawah usia reproduksi (< 17 tahun) ataupun di atas reproduksi (>40 tahun) c. Riwayat Haid/Menstruasi: Tanyakan pada pasien bagaimana siklus menstruasi sebelum kehamilan. penolong persalinan siapa. jenis kelamin anak yang sebelumnya. Pruritus. Alamat: e. Riwayat Kehamilan: meliputi pengkajian kehamilan keberapa. Suku/Bangsa: g. apakah terjadi komplikasi selama kehamilan atau selama nifas. Hipertensi d. Keluhan Utama: Keluhan-keluahan yang mungkin di rasakan pada kehamilan trisemster II yaitu biasanya mengeluh Kram otot b. Riwayat Penyakit Dahulu: tanyakan pada pasien apakah pernah mempunyai riwayat Diabetes Militus. Identitas a. lama penggunaanya. TBC dll e. Agama: 2. Jenis kelamin: wanita (dan hanya terjadi pada wanita) d. . Pekerjaan: seseorang yang mempunyai pekerjaan atau hanya sebagai seorang ibu rumah tangga akan memliki perbedaan dalam masalah pengaruh kehamilan f.1 Pengkajian 1. Bila wanita tersebut hamil pada masa reproduksi (usia >17-35 tahun). apakah ada masalah karena alat kontrasepsi dll.

dan IV. Caranya adalah : TFU (cm) x 2/7 (atau +3. lalu tentukan apa yang ada di dalam fundus. Pemeriksaan Fisik Umum . Lengkungkan jari-jari kedua tangan pemeriksa untuk mengelilingi bagian atas fundus. Selain itu pengukuran TFU dapat digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor resiko.i.5oC-37. kurang bulat dan kurang melenting. Aturan Mc Donald digunakan untuk menguatkan ketepatan TFU selama trisemster II dan III. Selain itu pada pemeriksaan ini juga dapat di lakukan pemeriksaan Leopold untuk mengidentifikasi pemeriksaan lebih lanjut. bundar dan melenting. c) Leopold III Digunakan untuk menentukan bagian apa yang terdapat di bagian bawah dan apakah bagian bawah janin sudah terpegangoleh pintu atas panggul (PAP) atau belum. III. II. seperti TFU yang menurun mengindikasi retardasi pertumbuhan intrauteri. Pemeriksaan Fisik dan Pengkajian Janin a. Pemeriksaan Tinggi Fundus Pengukuran tinggi fundus uteri (TFU) memungkinkan perkiraan usia kehamilan secara kasar. Riwayat Kelainan Reproduksi: apakah pernah terjadi infeksi pada saluran reproduksi. Caranya adalah : tekan dengan ibu jari dan jari tengah pada salah satu tangan secara lembut dan masuk ke dalam abdomen ibu di .Tanda-Tanda Vital Suhu : Normal (36.5) = Durasi Kehamilan dalam Bulan. Atau TFU (cm) x 8/7 = Durasi Kehamilan dalam Minggu. dan bila bokong sifatnya lunak. Pemeriksaan leopold terdiri dari Leopold I. Caranya adalah : letakkan kedua tangan pada sisi uterus dan tentukan dimanakah bagian bagian terkecil janin. apakah pernah mempunyai riwayat kanker.Keadaan umum: kesadaran pasien komposmentis . kemudian kaki ibu ditekuk pada lutut dan lipat paha. Caranya : pemeriksa berdiri di sebelah kanan dan menghadap ke muka ibu.5oC) Nadi : Normal (60-100X/Menit) RR : Normal (16-20X/menit) TD : Meningkat (s= >140mmHg) (D= > 90mmHg) b. apakah pernah melakukan pembedahan payudara dll 3. Adapun cara melakaukannya adalah sebagai berikut : a) Leopold I Untuk menentukan usia kehamilan dan bagian apa yang ada dalam fundus. b) Leopold II Digunakan untuk menentukan letak punggung janin dan letak bagian kecil pada janin. sedangkan TFU yang meningkat berlebihan mengindikasikan kehamilan kembar atau hidarmnion. Bila kepala sifatnya keras.

Dimanakah tonjolan sefalik dan apakah bagian presentasi telah masuk. interval. minggu kehamilan dan diameter biparietal. tanggal quickening. TFU dan perkiraan berat janin. dan Leopold lengkap dilakukan bila kepala masih tinggi. riwayat ketidakteraturan menstruasi. d.atas simpisis pubis. DJJ (Denyut Jantung Janin) dan gejala-gejala kelainan pada janin dan ibu. usia kehamilan saat ini dalam minggu. melapor bila pola berubah dan gerakan janin berhenti. c. DJJ mulai terdengar. durasi dan jumlah. Pada riwayat menstruasi dengan menanyakan hari pertama periode menstruasi normal terakhir meliputi tanggal. Usia gestasi janin ditentukan dari riwayat menstruasi. 6) Perkembangan janin pada minggu ke 26 gestasi adalah mulai hidup pada minggu ke 24. d) Leopold IV Digunakan untuk menentukan apa yang menjadi bagian bawah dan seberapa jauh masuknya bagian bawah tersebut ke dalam ronggo panggul. sedangkan pada ibu primigravida mungkin belum terasa sampai kehamilan ke 20 minggu. 4) DJJ diperiksa rutin setiap kunjungan prenatal. Peganglah bagian presentasi janin. dan rasakan bagian apakah yang menjadi presentasi tersebut. dan Leopold lengkap dilakukan bila janin cukup besar yaitu sekitar kehamilan akhir trimester kedua akhir. Usia Gestasi Usia getasi janin diperkirakan dengan menentukan lama kehamilan dan menetapkan tanggal perkiraan partus. test kehamilan dan evaluasi klinis. Status Kesehatan 1) Pengkajian status kesehatan janin meliputi : pertimbangan gerakan janin. 3) Gerakan janin (quickening) dirasakan pada ibu multigravida sekitar minggu ke 16 kehamilan. gerakan janin jelas. durasi). DJJ yang pertama keli terdengar oleh fetoskop. Hal ini tidak dilakukan bila kepala masih tinggi. test kehamilan diidentifikasi tanggal. rambut kepala. Adapun evaluasi klinis dilakukan dengan perkiraan pertama ukuran uterus meliputi tanggal dan ukuran. tipe dan hasilnya. 2) Ibu diinstruksikan mencatat kapan gerakan janin terjadi dan lamanya. Riwayat penggunaan kontrasepsi juga ditanyakan meliputi tipe kontrasepsi dan tanggal dihentikannya penggunaan kontrasepsi. 5) Pertama kali terdengar dengan dopler pada usia sekitar 12 minggu. Juga hari pertama periode menstruasi sebelumnya. sedangkan dengan fetoskop pada usia 18-20 minggu gestasi. menggunakan USG mengidentifikasi tanggal. alis . menarche ( tanggal. Semua hal tersebut diidentifikasi ketepatan tanggalnya. riwayat kontrasepsi.

Perubahan pada konsistensi atau frekuensi defekasi b. Varises f. dan rahim terletak pada umbilikus atau sedikit diatasnya. Seksualitas a. mudah berdarah e. Murmur sistolik pendek dapat terjadi berhubungan dengan peningkatan volume d. Sedikit edema ekstermitas bawah/tangan mungkin ada 2. Pernapasan a. quickening (sensasi gerakan janin pada abdomen) diantara 16 dan 20 minggu 8. Peningkatan frekuensi perkemihan c. Nyeri epigastrik (ulu hati) c. Hemoroid 4. tampak seperti orang tua. Sedikit edema dependen g.1-37. Penghentian menstruasi b. lanugo halus dan verniks menutupi mata. dan nyeri punggung 6. Denyut nadi dapat meningkat 10-15 x/menit c. Perubahan respon/aktivitas seksual c. Sedikit mual dan muntah b. kembali pada tingkat prakehamilan selama setengah kehamilan terakhir b.6 oF (36. Nyeri/ketidaknyamanan Kram kaki. Leukorea mungkin ada d. Frekuensi pernapasan dapat meningkat relatif terhadap ukuran atau tinggi fundus uterus. Hidung tersumbat. pernapasan torakal 7. bulu mata. Aktivitas atau istirahat a. Tekanan darah agak lebih rendah daripada normal (8-12 minggu). Membran mukosa kering karena terjadi hipertrofi jaringan gusi. nyeri tekan. bengkak pada payudara. mukosa lebih merahdari normal b. Suhu 98-99. Glikosuria mungkin ada 5. Pingsan (sinkope) e. Eliminasi a. Penambahan BB 11-12 kg d. berat 600 gram. Urinalisis. kelopak mata masih menyatu. Pola Fungsional Gordon 1.mata. kulit merah. kemungkinan adanya peningkatan berat jenis urine d. berkilau dan tipis. Peningkatan progresif pada ukuran uterus fundus pada umbilikus (20-22 minggu) . wajah keriput. Irama jantung janin (IIJ) terdengar dengan fetoskop c. panjang 30 cm. 4. Keamanan a. Integritas ego Menunjukkan perubahan persepsi diri 3. Gerakan janin mulai terasa.6 oC) b. Makanan atau cairan a. Hemoglobin (Hb) dan hematokrit (Ht) rendah mungkin ditemukan adanya anemia fisiologis f.

b. perubahan preload (penurunan aliran balik vena) dan afterload (peningkatan tahanan vaskuler perifer). Pemeriksaan Laboratorium a.2 Diagnosa Keperawatan 1 Gangguan pola napas b. lunak bila dipalpasi. peningkatan vaskularitas. hegar. Responsi anggota keluarga lain dapat bervariasi dari positif dan mendukung sampai disfungsional 5.d masalah kesehatan ibu. palmar eritema. serta takut akan cidera fisik. Pemeriksaan kultur urin dan sensitifitas urin serta sampel darah dilakukan bila ada gejala yang menunjang. hipertrofi tuberkel montgomery. kemungkinan strie gravidarum.d perubahan mekanisme regulator. Uji laboratorium rutin pada trimester II dibatasi pelaksanaannya. d. serta mulai tampak adanya kolostrum f. Tanda-tanda goodel. Gangguan citra tubuh b. Kurangnya pengetahuan b.d persepsi perubahan biofisik dan respons orang lain.d ketidakefektivan pergeseran difragma karena pembesaran 2 uterus. retensi natrium atau air. Ketidakefektifan koping individual b. dan 5 ketidakseimbangan elektrolit. 3. Spesimen urin diambil untuk mendeteksi glukosa.d konflik mengenai perubahan hasrat seksual dan 6 harapan. Ketidaknyamanan b. Resiko tinggi pada janin (kelainan) b. Kelebihan volume cairan b. Perubahan pola seksualitas b. pembesaran jaringan adiposa. c. Bingung/meragukan perubahan peran yang diantisipasi b. Perubahan pigmentasi.e. kerentanan pribadi.d krisis situasi. seperti kloasma. 3.d perubahan pada mekanika tubuh. linea nigra. Interaksi sosial a. serta 3 4 hipertrofi ventrikel. efek hormon-hormon. Gangguan curah jantung b. aseton dan albumin atau protein.3 Rencana Keperawatan .d kebutuhan sirkulasi. dan chadwick positif 9. atau spider nevi g. dan presepsi 7 8 tidak ralistis. Tes glukosa biasanya dilakukan pada minggu ke 24 sampai ke 28 gestasi. adanya ekspos dengan agen infeksi/teratogen.d kurangnya pengalaman dan info yang diperoleh tentang 9 perubahan fisiologis/psikologis yang normal pada trimester kedua. Perubahan payudara. Tahap maturasi/perkembangan bervariasi dan dapat mundur dengan stessor kehamilan c. peningkatan diameter dan pigmentasi jaringan alveolar.

Ibu dapat mendemonstrasikan perilaku yang mengoptimalkan fungsi pernapasan. makan sedikit meningkatkan tetapi sering. ruang Merokok oksigen . 2. persediaan untuk pertukaran ibu-janin. Menurunkan kesulitan pernafasan dan program kemungkinan gejala pernapasan. Peningkatan kadar plasma pada pentingnya masukan vitamin atau gestasi minggu ke-24 sampai dengan fero sulfat. misal alergi. Tinjau ulang tindakan yang dapat5. Beri informasi tentang rasional4. Dapatkan masalah riwayat medis dan yang pantau2. 4. untuk ketersediaan ekspansi menurunkan paru. KH : - Ibu akan melaporkan penurunan frekuensi atau beratnya keluhan. serta tuberkulosis. dan pembawa oksigen. 5. 1. fungsi pernapasan diubah saat kemampuan diafragma untuk turun pada inspirasi berkurang oleh pembesaran uterus. latihan yang realistis. pola pernapasan dan menurunkan oksigenasi jaringan ibu atau janin. misalnya postur yang baik. Walaupun kapasitas vital meningkat. Kaji kadar Hb dan Ht. penurunan diafragmatik. Dx 1: Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan ketidakefektifan pola napas dapat teratasi. Postur yang baik dan makan sedikit dikakuan ibu untuk mengurangi membantu memaksimalkan masalah. Masalah lain dapat terus mengubah terjadi sebelumnya. hindari merokok. 32 mengencerkan mengakibatkan menurunkan kadar anemia kapasitas Hb. asma. Menentukan Rasional luas atau beratnya masalah. Intervensi 1.1. Kaji status pernapasan. tekanan3. 3.

Peningkatan cairan. ventrikel tanda-tanda.2. tekanan diastolic menurun kira-kira 12 mmHg. Ibu ini menghadapi resiko tertinggi sebelumnya atau potensial masalah terhadap masalah jantung selama jantung/ginjal/diabetic. Tinjau ulang proses fisologis dan1. kardiovaskular system mengompensasi peningkatan curah jantung dengan dilatasi pembulu darah. 2. Ini menurunkan pembacaan tekanan sistolik kira-kira 8 mmHg. Selam trimester kedua. dan gejala-gejala yang peningkatan curah jantung. Perhatikan riwayat yang ada2. Mengidentifikasi cara-cara untuk mengontrol dan menurunkan kadiovaskular. yang menurunkan tahanan curah jantung.3. menjamin 27 dan untuk nutrient Normalnya. dapat membahayakan system. Intervensi Rasional 1. memuncak pada gestasi minggu ke25 jantung sampai memenuhi dengan oksigen ibu/janin. hipertrofit perubahan normal dan abnormal. lebih dari 30 mmHg dan diastolic khususnya pada ibu dengan penyakit lebih dari 15 mmHg. trimester kedua. stress. 3. bila curah jantung memuncak. Peningkatan TD dapat menunjukan Laporkan jika peningkatan sistolik Hipertensi akibat kehamilan. Dx 2: Tujuan : setelah dilakuakn tindakan keperawatan diharapkan dekompensasi curah jantung dapat teratasi. Bebas dari edema patologis dan tanda-tanda hipertensi akibat kehamilan. atau adanya masalah . DM. KH : - Tetep normotensitif selama perjalanan prenatal. yang dialami ibu. jantung/ginjal. dan masalah jantung sebelumnya. Ukur tekanan darah dan nadi.

mungkin diciptakan peningkatan volume. menurunkan . atau torsio pembuluh darah besar. dan membalikan telapak kaki keatas dalam posisi dorsofleksi bila duduk aau berdiri selama periode lama. retensi kelebihan cairan. dan menurunkan risiko terjadinya edema. Kaki pasang dorsofleksi untuk terhadap tanda kaos sebelum kaki bangun penyokong hari. Edema dependen dari ekstremitas kaki dan varises kaki. Edema wajah dan/atau ekstremitas atas dapat menandakan terjadinya hipertensi akibat kehamilan. Homan’s. rujuk pada menggunakan pakaian yang longgar. terjadi stasis vena akibat vasodilatasi Bedakan antara edema fisiologis dan potensial berbahaya. 6. 7. Auskultasi bunyi jantung. catat4. Ini meningkatkan risiko pembentukan trombus vena. Namun murmur dapat menandakan terjadinya kerusakan. vulva. fisiologis) sering dari aktivitas progesterone.kehamilan ganda atau molahidatidosa. Tanda Homan’s positif pada tidak menunjukan tromboflebitis. oleh penurunan viskositas darah. berdiri dalam waktu yang lama. Anjurkan ibu untuk menghindari6. Anjurkan ibu menghindari perubahan posisi pusing saat darah terkumpul di ekstremitas bawa. perubahan posisi jantung. dan tekan uterus pada pembulu darah pelvis. dan bawah (edema rectum. panggul dan vulva vertical ke dinding 3x sehari selama 20 menit. Kaji adanya edema pergelangan5. Perubahan posisi cepat mengakibatkan 7. dokter. dipagi meninggikan kaki. duduk. Murmur sistolik sering ringan dan adanya murmur. Kaji adanya kelemahan. Bila ada. 4. herediter. ketat. varises atau trombosis vena. 5. Meningkatkan aliran balik venadan menyilangkan kaki.

serta . - Ibu dapat mengidentifikasi tanda/gejala yang memerlukan evaluasi/intervensi medis. - Bebas dari hipertensi. namun dapat terjadi Perhatikan laporan-laporan gangguan diawal. retensi cairan predisposisi berlebihan seperti DM. 2. Pantau lokasi/luasnya edema. Pantau berat badan secara teratur. Dx. hipertensi. Mendeteksi penambahan berat badan berlebihan dan retensi cairan yang tidak kelihatan. Rasional 1. malnutrisi BB/kekurangan (kelebihan BB). perhatikan tekanan karena darah. 3 Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan kelebihan volume cairan dapat teratasi. nyeri epigastric. Meskipun hipertensi akibat kehamilan akibat kehamilan.dengan cepat. kehamilan ganda. total cairan tubuh (plasma dan SDM) meningkat 1. khususnya dengan ibu dengan penglihatan. dan edema wajah. Meski sampai 5 lb (3. Intervensi 1. 3. minggu ke-10. penyakit ginjal. Kaji adanya tanda-tanda hipertensi2.6 kg) cairan dapat ditahan dengan edema tidak tampak. retensi cairan berlebihan. albuminuria. peningkatan ini dapat memperberat dekompensasi jantung. Selama trimester kedua. faktor atau keluaran sakit kepala. atau adanya hiperefleksia.000 ml karena sebagian kadar estrogen merangsang kelenjar adrenal untuk menyekresikan aldosteron yang menahan natrium dan air. biasanya tidak terlihat sampai akhir masukan cairan. yang potensial patologis. - Rencana asuhan keperawatan. KH : - Ibu dapat menyebutkan cara-cara untuk meminimalkan masalah. volume srkulasi.

2013). Tes urin terhadap albumin. 3. BAB IV PENUTUP 4. 4. . mengakibatkan dehidrasi). sedikit fisiologis dari Na Na dapat ekstermitas bawah terjadi di penghujung hari adalah normal tetapi harus dapat diatasi dengan tindakan sederhana. (terlalu kehamilan. Anjurkan meninggikan ekstremitas secara periodic selama sehari. Jadwalkan kunjungan prenatal lebih6. Nutrisi adekuat. 5. Deteksi masalah vaskuler berkenaan dengan spasme glomerulus dari ginjal yang menurunkan resorpsi albumin.menghindari makan dan minum urin tinggi natrium). tidak hipertensi menambahkan berlebihan dapat memperberat retensi garam akibat meja. khususnya peningkatan (misalnya peningkatan protein. Perawatan membantu meningkatkan sering dan lakukan pengobatan bila kesejahteraan ibu/janin. 3. Edema 5. 6. Berikan informasi tentang diet4. ada hipertensi akibat kehamilan.1 Kesimpulan Trimester Kedua adalah periode kehamilan dari usia 14 minggu sampai dengan kurang dari 29 minggu (4-7 bulan) (Hutahaean. Bila tidak teratasi pemberi pelayanan kesehatan harus diberi tahu.molahidatidosa.

dan kami juga berharap. Meningkatnya kadar HCG. Perubahan Libido.Proses kehamilan menyebabkan perubahan pada seluruh tubuh ibu. khususnya alat genetalia eksterna dan interna serta payudara (mammae). meningkat hampir 1 cm tiap minggu. 2013). Menurut (Hutahaean. menghitamnya sekitar areola. Berat badan tambah sampai dengan 3kg lebih tetapi juga mungkin turun drastis. Kahamilan Ektopik (kehamilan diluar kandungan). Sakit kepala. Menurut (Hutahaean. Anemia. Minggu ke-20 sampai dengan ke-24: Pernapasan menjadi lebih cepat. Minggu ke-25 sampai dengan ke-28: Kram pada kaki mungkin terjadi. Antara lain yaitu: Hiperemesis Gravidarum. Ada beberapa keluhan yang bisa di alami ibu hamil trisemester kedua antara lain adalah sebagai berikut: Kram otot. Keguguran Kandungan. Pruritus. Perluasan bernapas. Kehamilan dengan degenerasi penyakit trofoblas.2 Saran Dalam pembuatan makalah ini kami sadar bahwa makalah ini masih banyak kekurang-kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu. dan progesteron mempunyai peranan penting.Minggu ke-14 sampai ke-20: Napas kencang. Tanda objektif: Amenorea. Dalam hal ini hormon somatomammotropin. 2013). Meningkatnya hasrat seksualitas c. Hiperpigmentasi 4. dan membesarnya tubersel montgomery. estrogen. Perubahan postur tubuh pada minggu ke-14 b. kritik dan saran dari pembaca sangatlah kami perlukan agar dalam pembuatan makalah selanjutnya akan lebih baik dari sekarang. Deteksi pada nadi janin dengan menggunakan teknik ultrasonik (minggu ke9 sampai dengan ke-12). . setelah membaca makalah ini kita menjadi lebih mengetahui konsep rencana asuhan keperawatan pada Kehamilan Trisemester II. Fundus pada simfisis pubis. Mudah lelah 2. Tanda Subjektif dan Objektif Kehamilan Trisemester II yaitu: 1) Tanda subjektif: a. Komplikasi yang terjadi pada ibu hamil trisemester kedua sama dengan komplikasi yang mungkin terjadi pada kehamilan trisemester pertama.