Anda di halaman 1dari 4

LABIOSKIZIS/LABIOPALATOSKIZIS

Pengertiam
“Deformitas daerah mulut berupa celah atau sumbing atau pembentukan yang kurang
sempurna semasa embrional berkembang, bibir atas bagian kanan dan bagian kiri tidak
tumbuh bersatu”.
Klasifikasi Palatum
a. Palatum primer : bibir, dasar hidung, dan palatum durum dibelahan foramen incivisium.
b. Palatum sekunder : palatum durum dan molle posterior terhadap foramen.
Etiologi
a. Faktor genetik
b. Kurang nutrisi contohnya defisiensi Zn dan B6, vitamin C dan asam folat.
c. Radiasi
d. Terjadi trauma pada kehamilan trimester pertama
e. Infeksi pada ibu
f. Pengaruh obat teratogenik, termasuk jamu dan kontrasepsi hormonal,
g. Multifaktorial dan mutasi genetik
h. Displasia ektodrmal.
Patofisiologi
 Trimester pertama kehamilan  tidak terbentuknya mesoderm, pada daerah tersebut
sehingga bagian yang telah menyatu (proses nasalis dan maksilaris) pecah kembali.
 Labioskizis terjadi akibat fusi atau penyatuan prominen maksilaris dengan prominem
nasalis medial yang diikuti difusi kedua bibir, rahang dan palatum pada garis tengah
dan kegagalan fusi septum nasi. Gangguan fusi palatum durum serta palatum mole
terjadi sekitar kehamilan ke 7 sampai 12 minggu.
Klasifikasi
a. Berdasarkan organ yang terlibat :
1. Celah bibir (labioskizis)
2. Celah di gusi (gnatoskizis)
3. Celah dilangit (Palatoskizis)
4. Celah dapat terjadi lebih dari satu organ misalnya terjadi di bibir
dan langit
– langit (labiopalatoskizis).
b. Berdasarkan lengkap/ tidaknya celah terbentuk :
1. Unilateral iincomplete
2. Unilateral complete
3. Bilateral complete
Diagnosis
 Celah sumbing pada bayi setelah lahir  ciri fisik yang specifik.
 Ibu hamil dapat memeriksakan kandungannya dengan menggunakan USG.
Gejala
1. Terjadi pemisahan langit – langit
2. Terjadi pemisahan bibir
3. Terjadi pemisahan bibir dan langit – langit
4. Infeksi telinga berulang
5. Berat badan tidak bertambah
6. Pada bayi terjadi regurgitasi nasal sehingga ketika menyusui yaitu keluarnya air
susu dari hidung.
Komplikasi
1. Kesulitan makan (kurang gizi)
2. Infeksi telinga

pembuatan feeding plate 3. Umur 18 bulan – 2 thn . 7. Rule of ten 3. Tindakan operasi selanjutnya adalah menutup langitan / palatoplasti dikerjakan sediini mungkin (15 – 24 bln) 4. periksa bagian bawah hidung dengan teratur. palatoplasty 5. rahang. Terapi bicara Prinsip perwatan secara umum 1. Operasi tidak dapat dilakukan jika anak memiliki kerusakan yang lebar 6. 5. Etiologi Kegagalan pada fase embrio terutama pada bayi yang lahir prematur Manifestasi Klinis  Hipersekresi cairan dari mulut  Gangguan menelan makanan (tersedak. Menyusui 2. repalatory atau pharingoplasty 6.3. Lahir. perlahan – lahan bersihkan daerah sumbing Pengobatan 1. ATRESIA OESOPHAGUS Definisi Gangguan pembentukan dan pergerakan lipatan pasangan kranial dan satu lipatan kaudal pada usus depan primitif. labioplasty atau tindakan operasi untuk bibir 4. Umur 12 – 13 tahun . Umur 11 tahun . Bedah elektif 2. 5. Umur 4 tahun . Umur 1 minggu . batuk) Diagnosis  Biasanya disertai hydramnion (60%)  Bila pada bayi baru lahir timbul sesak nafas yg disertai dengan air liur meleleh keluar  Diagnosis pasti : photo thoraks  gambaran kateter terhenti pada tempat atresia. Operasi terakhir usia 15 – 17 tahun dikerjakan setelah pertumbuhan tulang – tulang muka mendeteksi selesai. ATRESIA REKTI DAN ATRESIA ANUS Definisi . bantuan pernafasan dan pemasangan NGT 2. Umur 6 tahun . tepuk – tepuk punggung bayi berkali – kali 4. Setelah siap menyusu. alveolar bone graft augmentation 8. kesulitan berbicara 4. final touch. evaluasi gigi. evaluasi pendengaran. Menggunakan alat khusus 3. masalah gigi Perawatan 1.  Perlu dibedakan pada pemeriksaan fisik apakah lambung terisi udara atau kosong!!! Penatalaksanaan  Posisi bayi dalam posisi tengkurap  Pasang kateter ke dalam oesophagus  Pertahankan keaktifan fungsi respirasi  Dilakukan tindakan pembedahan. Umur 3 bulan .

Etiologi Kegagalan pembentukan saluran pencernaan selama masa perkembangan fetus. Pemeriksaan colok anus  jari akan merasakan jepitan dan pada waktu ditarik akan diikuti dengan keluarnya udara dan mekonium/feses yang menyemprot. Etiologi  Belum diketahui secara pasti  Anomali gastrointestinal dan genitourinary  Gangguan pertumbuhan fusi dan pembentukan anus  Kelainan genetik pada kromosom 21 Bentuk  Lubang anus sempit atau salah letak di depan tempat semestinya  Terdapat selaput pada saat pembukaan anus  Rektum tidak terhubung dengan anus  Rektum terhubung dengan saluran kemih / reproduksi melalui fistula (lubang) Manifestasi Klinis  Tidak bisa BAB melalui anus  Distensi abdomen  Perut kembung  Muntah muntah pada umur 24 – 48 jam Pemeriksaan Fisik  Anus tampak merah  Usus melebar kadang – kadang tampak ileus obstruksi  Pada auskultasi terdengar hyperperistaltik. Tanda dan Gejala  Konstipasi / tidak bisa BAB  Distensi abdomen  Muntah  Dinding andomen tipis  Trias : mekonium yang terhambat keluar (lebih dari 24 jam). tidak terdapatnya sel ganglion parasimpatis. yang dapat dilakukan dengan jalan : a. Penanganan  Tunda minum. Biopsi hisap b. sehingga mengakibatkan tidak adanya ganglionik usus. Diagnosis Pemeriksaan histopatologis. Biopsi otot rektum . Atresia rekti adalah obstruksi pada rektum. perut kembung dan muntah berwarna hijau. Pemeriksaan penunjang : photo polos abdomen tegak akan terlihat usus – usus melebar atau terdapat gambaran obstruksi usus rendah. IV  Kolostomi HISCHPRUNG Definisi HISCHPRUNG adalah suatu obstruksi pada sistem pencernaan yang disebabkan oleh karena menurunnya kemampuan motilitas kolon.  Atresia anus adalah obstruksi pada anus.

sehingga isi perut keluar dalam kantong peritoneum. Tanda dan Gejala  Gangguan pencernaan. diberi merkurokhrom  Operasi . Pemeriksaan aktifitas enzim asetylkolin esterase dari hasil biopsi hisap    Pemeriksaan aktifitas norepinephrin dari jaringan biopsi usus   Berdasarkan Panjang Segmen  Penyakit hiscprung segmen pendek  Penyakit hischprung segmen panjang Penatalaksanaan  Pengangkatan aganglionik (usus yang dilatasi)  Dilakukan tindakan colostomy  Pertahankan pemberian nutrisi yang adekuat OBSTRUKSI BILLIARIS Definisi Tersumbatnya saluran kandung empedu karena terbentuknya jaringan fibrosis. Etiologi  Degenerasi sekunder  Kelainan kongenital  Ikterik (pada umur 2 – 3 minggu)  Billirubinuria  Tinja berwarna seperti dempul  Terjadi hepatomegali Penatalaksanaan  Pembedahan OMFALOKEL Definisi Merupakan hernia pada pusat. karena polisitemia dan hyperinsulin  Berat badan lahir > 2500 gram  Protrusi dari kantong Penatalaksanaan  Berikan diit TKTP  Dilakukan tindakan pencegahan  Sebelum dilakukan operasi. Etiologi Kegagalan alat dalam u/ kembali ke rongga abdomen pada waktu janin berumur 10 minggu sehingga menyebabkan timbulnya omfalokel.