Anda di halaman 1dari 3

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

,
Puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya
lah kita dapat berkumpul ditempat yang insyaallah penuh berkah ini. Tak lupa salawat serta
salam kita harutkan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW yang telah menuntun kita dari
zaman kebodohan ke zaman terang benderang hingga akhir zaman.
Salam tahiyat tanda hormat saya haturkan kepada para dewan juri
yang insyaallah Allah tinggikan dalam derajat. Pada hari yang indah ini saya akan membawakan
pidato berjudul “Teladan Kehidupan Nabi dan Rasul”

‫كلكقلد ككناكن كلجكلم ِثف ي كرجسوِثل اللِث أجلسكوة كحكسكنةة ِثلكملن ككناكن كيلرججو اللك كواللكريلوكم اللِثخكر كوكذككر اللك كِثثريررا‬
Yang artinya : “Sungguh pada diri Rasulullah telah ada teladan yang baik (uswatun
hasanah) bagi kalian (orang yang beriman), yang mengharap (beriman dengan) rahmat Allah
dan kedatangan hari kiamat dan banyak mengingat (menyebut) Allah.” (Al-Ahzab (33) ayat 21)
Ayat ini secara jelas menyatakan bahwa kehidupan Rasululah harus dijadikan teladan dan
contoh untuk ditiru dan dipedomani. Sifat dan perilaku baik yang dipraktekkan Rasul dalam
kehidupannya yang patut bahkan perlu untuk ditiru banyak sekali, seperti jujur, kerja keras, suka
menolong, suka memaafkan, suka tersenyum tidak suka bermuka masam, dan banyak lagi sifat
dan kebiasaan baik yang lainnya.
Untuk itu dalam merencanakan masa depan, merencanakan bagaimana menghadapinya,
dan merencanakan sesuatu yang akan dikerjakan di masa depan haruslah sesuai teladan nabi.
Masa depan yang dekat yaitu masa depan di dunia atau yang jauh yaitu masa depan di akhirat,
semuanya harus dipersiapkan atau direncanakan.
Jika kita melihat kehidupan Rasulullah sendiri, kita akan menemukan banyak fakta atau
contoh yang menunjukkan bahwa Rasulullah selalu merencanakan berbagi kegiatan dan masa
depannya secara baik dan sungguh-sungguh. Misalnya ketika beliau hijrah dari Mekkah ke
Madinah.

Untuk itu tentu perencanaan dan pelaksanaan pendidikannyalah yang harus diutamakan. sepanjang hayat. Semua ini tentu harus dilakukan dengan perencanaan. tetapi seperti telah penulis sebutkan harus mencakup seluruh aspek kehidupan. Merencanakan masa depan sebagai teladan dari Rasulullah harus kita maknai dalam artinya yang luas. Setelah itu kita pilihkan sekolah. Gua Tsur bukan arah ke Madinah (utara) tetapi arah ke Yaman bahkan Oman (tenggara). tidak mampu mandiri atau tidak pandai bertanggung jawab. Agar mereka setelah dewasa nanti tidak menjadi generasi yang lembek dan cengeng. baik dan mulia. bukan sesuatu yang dapat dilalui secara begitu saja. Sejarah mencatat beliau dipandu oleh seorang penunjuk jalan yang cukup mahir. setelah itu beliau singgah di Gua Tsur sampai beberapa malam. Tempat ini tentu harus dipilih sejak sebelumnya. Dalam kaitan ini Rasulullah menyatakanbahwa belajar itu wajib dilakukan seumur hidup.Rasulullah ketika hijrah. Dengan istilah sekarang tidak logis sekiranya Nabi memegang prinsip (slogan): jalani saja seadanya. Sebuah kegiatan yang harus kita laksanakan secara terus menerus di dalam rumah tangga. Kita rencanakan dan kita fikirkan secara baik tentang cara pemberian sosialisasi dan inernalisasi mengenai nilai-nilai yang akan kita berikan kepada anak-anak kita. Hadirin yang dirahmati Allah. bukan hanya dalam bidang ibadah untuk selamat di akhirat. Assalamu `alaikum warahmatullah… . memilih kawannya orang yang paling setia. Sebagai orang tua misalnya kita harus merencanakan masa depan anak kita agar mereka menjadi penerus dan generasi yang kuat. Sesudah itu baru beliau berangkat ke Madinah melalui jalan yang sukar dan berat. berjalan pada malam hari dan bersembunyi pada siang hari (beliau berada di jalan sekitar dua minggu 11-24 September 622 M). yaitu Abu Bakar. seperti air mengalir dan lebih dari itu terserah kepada Allah saja. madrasah atau dayah yang baik untuk pendidikan formalnya. yang hanya pandai meminta kepada orang tua. Beliau pada hari-hari pertama. Sebuah tugas yang akan sangat baik sekiranya kita rencanakan terlebih dahulu dan baru setelah itu kita laksanakan dengan sunguh-sungguh. yang menguasai medan dengan baik. yang sudah siap menunggu dan akan memandu beliau sampai ke Madinah. Tipis kemungkinan semua ini dijalani Nabi sebagai sebuah kebetulan tanpa perencanaan yang baik dan matang. yang sangat jarang dialui oleh orangorang. tipis sekali sesuatu yang ditemukan secara tiba-tiba.