Anda di halaman 1dari 41

Makalah

ALAT-ALAT TEKNIK LABORATORIUM
D
I
S
U
S
U
N
Oleh:
Nama

: Lisa Rauzatul Maretia

Nim

: 1506103010037

Prodi

: Pendidikan Biologi

LABORATORIUM PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
DARUSSALAM, BANDA ACEH
2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah
memberikan

rahmat

dan

karunia-Nya

sehingga

makalah

yang

berjudul

“Mendeskripsikan Alat-Alat Teknik Laboratorium” ini dapat terselesaikan tepat pada
waktunya.
Makalah ini disusun berdasarkan berbagai sumber yang relevan dengan
materi yang disajikan dalam makalah ini. Adapun materi yang dipaparkan adalah
mengenai fungsi dan cara kerja alat-alat laboratorium. Penulis menyadari bahwa
makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran dari
semua pihak yang bersifat konstruktif sangat penulis harapkan guna kesempurnaan
makalah ini.
Akhir kata penulis ucapkan terima kasih, semoga makalah ini bermanfaat
bagi penulis maupun bagi para pembacanya.
Banda Aceh, 1 Januari 2016

Penyusun

1

DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR ................................................................................
i
DAFTAR ISI ..............................................................................................
ii
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................
1.1 Latar Belakang .......................................................................
1.2 Tujuan Percobaan ....................................................................
1.3 Prinsip Percobaan ...................................................................

1
1
2
2

BAB II PEMBAHASAN ..........................................................................
2.1 Mendeskripsikan Alat-Alat dan Cara Kerja Serta Fungsinya .
2.1.1 Hot Plate Stirrer............................................................
2.1.2 Sentrifuge .....................................................................
2.1.3 Spektrofotometer .........................................................
2.1.4 Reapirometer ................................................................
2.1.5 PH Meter ......................................................................
2.1.6 DO Meter .....................................................................
2.1.7 Oven .............................................................................
2.1.8 Autoclaf ........................................................................
2.1.9 Destilator ......................................................................
2.1.10 Refrigerator .................................................................
2.1.11Freezer ..........................................................................
2.1.12 Water Bath ..................................................................
2.1.13Inkubator ......................................................................
2.1.14Lamina Air Flow ..........................................................
2.2 Teknik Penggunaan Mikroskop dan Cara Penggunaannya .....

3
3
4
5
6
7
8
10
12
15
17
19
23
25
27
28
29

BAB IIIPENUTUP ....................................................................................
3.1 Kesimpulan .............................................................................

38
38

DAFTAR PUSTAKA

2

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Alat adalah suatu benda yang dipakai untuk mengerjakan sesuatu, perkakas,
perabot, yang dipakai untuk mencapai maksud ( Kamus Besar Bahasa Indonesia,
2005, hal : 30 ).
Hal yang harus diperhatikan adalah kebersihan dari alat yang digunakan.
Kebersihan dari alat dapat mengganggu hasil pratikum. Apabila alat yang digunakan
tersebut tidak bersih, maka akan terjadi hal- hal yang tidak diinginkan. Contohnya
jika pada alat – alat tersebut masih tersisa zat – zat kimia, maka zat tersebut dapat
saja bereaksi dengan zat yang kita gunakan sesudahnya dan dapat mengakibatkan
kegagalan dalam pratikum ( Anonim, 2012 )
Kesalahan dalam penggunaan alat dan bahan dapat menimbulkan hasil
yang didapat tidak akurat dalam hal ilmu statistika kesalahan seperti ini digolongkan
dalam galat pasti. Oleh karena itu, pemahaman fungsi dan cara kerja peralatan serta
bahan harus mutlak dikuasai oleh praktikan sebelum melakukan praktikum di
laboratorium kimia. Bukan hal yang mustahil bila terjadi kecelakaan di dalam
laboratorium karena kesalahan dalam pemakaian dan penggunaan alat – alat dan
bahan yang dilakukan dalam suatu pratikum yang berhubungan dengan bahan kimia
berbahaya, disamping itu, pemilihan jenis alat yang akan digunakan dalam penelitian
disesuaikan dengan tujuan penelitian. Agar penelitian berjalan lancar. (Anonim,
2012).
1.2 Tujuan Percobaan
Tujuan pecobaan peralatan di laboratorium ini adalah untuk mengetahui
dan menguasai jenis – jenis alat, nama masing – masing alat, prinsip kerja alat,

1

Agar pada praktikum selanjutnya praktikan tidak melakukan kesalahan. Hot Plate Stirrer 2 . Mendeskripsikan alat-alat dan cara kerja serta fungsinya 1.3 Prinsip Percobaan Prinsip percobaan peralatan di laboratorium adalah berdasarkan identifikasi alat yang biasa digunakan pada saat pratikum serta fungsi dari masing – masing alat tersebut. BAB II PEMBAHASAN A. 1. dan penggunaan atau cara yang tepat untuk menggunakannya.fungsi alat yang baik dan benar.

Pelat (plate) yang terdapat dalam alat ini dapat dipanaskan sehingga mampu mempercepat proses homogenisasi.Hot plate adalah pemanas. Cara Kerja: 1. Hot plate stirrer dan Stirrer bar (magnetic stirrer) berfungsi untuk menghomogenkan suatu larutan dengan pengadukan dan pemanasan. Kemudian diturunkan perlahan-lahan. yang dimasukkan kedalam wadah tergantung bagaimana bentuk wadahnya. Batang stirrer ada 2 satu panjang dan satu pendek. karena bermagnet satu diletakkan dibagian dalam dan satu dibagian luar. Magnetic stirrer akan berputar secara otomatis 3 . 5. 6. 4. Alat dihubungkan dengan lisrik 2. Kemudian diposisikan batang stirrer didalam wadah pada posisi tengah. sedangkan stirrer adalah pengaduk. Diatur suhu dengan memutar alat pengatur suhu dan untuk mengaduk dengan mengatur putaran stir dengan kecepatan yang dibutuhkan. Dimasukkan stirrer kedalam gelas beker dengan cara batang srirrer dilekatkan pada dinding gelas. Digunakan tempat untuk menaruh larutan yang tahan panas (misalnya: gelas beker) pada hot plate 3.

Dikeluarkan magnetic stirrer dari wadah dan stirrernya diletakkan kembali pada posisi awal yaitu dibelakang hot plate. contoh darah. 2. Fungsinya adalah untuk memisahkan larutan dengan pelarutnya atau partikel dari satu benda cair atau dengan kata lain memisahkan benda cair dari kepadatan yang berbeda antara medium (sepernatan) dan selnya yang mengendap (natan) benda cair ini merupakan cairan tubuh. serum. yang ditandai dengan banyaknya uap pengatur suhu dan stir diposisikan dalam kondisi off dan alat dimatikan 8. Setelah selesai. 4 . Diturunkan gelas beker dari hot plate 9. air seni. atau campuran dari kedua duanya dengan zat tambahan lain. yaitu gaya yang timbul akibat benda yang diputar dari satu titik sebagai porosnya.7. bahan reaksi lainnya. Sentrifuge Sentrifuge merupakan alat laboratorium yang memanfaatkan gaya sentrifugal .

Membuat larutan (Misalnya: Amilum) 2. Jika larutan yang kita ingin pisahkan hanya 3 maka 1 tabung sentrifuge yang lain diisi dengan air. Spesifiknya spektofotometer untuk mengukur kadar klorofil. 6. Cara kerja : 1. 9. pada sentrifuge terdapat tempat untuk meletakkan tabung sentrifuge yang berjumlah genap. Buka sentrifuge dan letakkan tabung sentrifuge yang telah diisi amilum didalamnya dalam keadaa seimbang (selang-seling. dan diletakkan dalam keadaan seimbang berhadapan atau selang-seling. Masukkan larutan Amilum kedalam tabung sentrifuge 3. mengukur panjang gelombang cahaya.prinsip kerja sentrifuge harus menyeimbangkan misalnya 1 tabung berisi larutan sebanyak 12 mL maka tabung yang lain harus berjumlah 12 mL. maka spektrofotometer menggunakan inframerah. ultraviolet. atau lebih spesifiknya. Spektofotometer Spektrofotometer adalah fotometer (alat pengukur intensitas cahaya) yang dapat mengukur intensitas sebagai fungsi warna. dan spektrum gelombang tampak lainnya. Cok sentrifuge Hidupkan tombol power Atur waktu dan kecepatan sesuai dengan yang dibutuhkan. 7. berhadapan atau 4. bersebrangan) kemudian tutup kembali. 8. Jika sudah selesai turunkan kembali suhu dan kecepatannya sampa 0 Matikan kembali tombol power Dicabut coknya. 5 . 3. 5.

baru bisa kita ukur kadar klorofil pada larutan alcohol dengan daun ubi. 7. dilakukan hal yang sama pada planko air. Atur panjang gelombang yang diinginkan c. Ditimbang daun ubi 1 gram 3. Disaring dengan kertas saring 6.Cara Kerja: 1. Dipilih mode T dengan menekan tombol A/T/C dan tekan tombol blank 0 ABS/100%T. 4. 5. 11. 12. Kemudian dilarutkan dengan Aquades atau Alkohol 100 mL. a. Sebelum dimasukkan kedalam spektofotometer dilap terlebih dahulu kuvet agar tidak ada selip jari kita. 9. Pisahkan daun ubi dengan tulang daunnya 2. Respirometer 6 . Setelah itu calibrasi hingga 0. jika alcohol gunakan planko alkohol jika air gunakan planko air. Masukkan larutan dikuvet kedalam ruang pada spektofotometer. turunkan panjang gelombang hingga 0 begitu juga dengan suhu. Gunakan planko. Masukkan kedalam tabung kuvet. Setelah itu akan muncul data pada layar spektro jika ingin melihat absorbansinya tekan tombol mode pilih absorbansi. Dihubungkan alat dengan sumber arus lalu alat di hidupkan. Setelah semuanya selesai keluarkan kembali kuvet dari spektofotometer. b. 8. Matikan dan cabut kembali cok nya. ditunggu indikator akan menunjukkan 100% T. Ditunggu alat menyelesaikan setting panjang gelombangnya. maka alat telah set. 13. 10. Karena blanko alcohol sudah dikalibrasi. Gerus daun ubi sampai halus dengan menggunakan mortal 4.

Setelah itu diujung pipa kapiler diberi larutan eosin. Pada respirator terdapat papan respirometer. 6. bersihkan kembali alatnya dan diletakkan ditempat semula. kemudian pisahkan juga tabung respirator dengan pipa kapilernya. Hal ini memungkinkan penyelidikan bagaimana faktorfaktor seperti umur atau pengaruh cahaya memengaruhi rata-rata pernapasan. Dipisahkan antara papan dan alat respirasinya. PH meter digital 7 . karena derajat keasaman sangan berpengaruh terhadap pertumbuhan mikroba. a. 3. Cara Kerja: 1. Diamati pergerakan larutan eosin tersebut. tabung respirator. PH Meter PH meter berfungsi untuk mencek derajat keasaman / PH media. Kemudian spesimen dimasukkan ke dalam tabung 4.Respirometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur rata-rata pernapasan organisme dengan mengukur rata-rata pertukaran oksigen dan karbon dioksida. 7. 5. dan pipa kapiler. Diambil sedikit kapas dan diberi sedikit KOH (mengikat CO2) kemudian ditutup agar tidak tercecah oleh spesimen. 2. 5. Setelah selesai. Oleskan vaselin pada pipa kapiler dan dihubungkan kembali pipa kapiler dengan tabung respirator (digunakan vaselin agar sambungannya lebih rapat sehingga tidak ada O2 yang masuk).

Sebelum digunakan pH meter terlebih dahulu dikalibrasi. Lakukan hal yang sama seperti pada no 3 untuk pH 4 dan 9. Tekan CAL 3. Bila pH terbaca tidak sama dengan 7 putarlah tombol penyesuai pH agar pH menjadi terbaca 7 + 0.02. 6. Masukkan elektoda ke larutan buffer yang ingin diuji 9. 2. 7. Awalnya elektroda disimpang dalam KCl atau NaCl. Dibilas kembali dengan aquades atau KCl lalu dikeringkan. Tunggu sampai angka pada monitor berhenti lalu dibaca. jika ingin menggunakan bilas dengan aquades lalu keringkan dengan tissue. 5. Masukkan elektrodanya kedalam pH 7 diamkan sampai keluar Ready (CFM) kemudian langsung pencet CFM dan dibaca. 8. 4. dengan cara: 1. 10. Kemudian angkat elektrodanya dibilas kembali dengan aquades atau KCl lalu dikeringkan. Apabila hasil pembacaan di luar range yang telah ditetapkan artinya pHmeter tidak terkalibrasi. b. pH meter manual 8 . Setelah dicalibrasi alat baru bisa digunakan.

Kemudian celupkan kedalam pH 4 dan 9 dilakukan dengan cara yang sama. keringkan dan tutup kembali. Hidupkan tombol power 3. 4. Setelah calibrasi baru bisa digunakan 9. setelah dicelupkan ditekan calibrasi (CAL) 2x agar elektroda berputar atau homogen. dan 9. Angkat. Ditunggu angkanya berhenti kemudian baru tekan calibrasi (CAL) 1x lagi. 8. 7. DO Meter 9 . 5. Kemudian dikalibrasi dengan mencelupkannya kedalam pH 4. 10. 2. Setelah selesai digunakan bilas kembali elektrodanya dengan aquades. Simpan ditempat semula! 6. Dibilas elektodanya dengan air kemudian dibersihkan dan dikeringkan. Masukkan pH meter kedalam buffer dan tekan tombol HOLD ENT 1x setelah angkanya berhenti tekan HOLD ENT 1x lagi. keringkan dan bilas dengan aquades 7. 6. Pertama kita celupkan dulu kedalam pH 7.Cara Kerja: 1.

Fungsinya DO meter adalah alat digital yang digunakan untuk mengukur kandungan oksigen terlarut di dalam air dengan satuan ppm. Cara kerja: Cara menggunakan DO meter cukup mudah yaitu dengan menyiapkan sampel air yang akan diuji kandungan DO. lalu menghubungkan elektroda ke konektor dan membilas elektroda dengan akuades terlebih dahulu. tunggu beberapa detik sampai muncul angka pada layar 10 . DO meter dinyalakan dengan menekan tombol ON/OFF. Misal dilaut adanya gelombang dikarenakan untuk pertukaran oksigen dari dalam laut ke permukaan laut.

dll.dan tekan tombol CAL. Sterilisasi adalah suatu proses untuk membunuh semua jasad renik yang ada. Setelah itu tekan tombolRANGE setelah menunggu beberapa saat dan hasil pengukuran DO meter bisa dicatat. Oven di Pentri Oven Berfungsi untuk sterilisasi panas kering. 7. tabung reaksi. alat-alat yang disterilkan menggunakan oven antara lain peralatan gelas seperti cawan petri. Atau juga digunakan untuk pengeringan bahan- 11 . Oven Berfungsi untuk sterilisasi. Sterilisasi harus dapat membunuh jasad renik yang paling tahan panas yaitu spora bakteri a. sehingga jika ditumbuhkan di dalam suatu medium tidak ada lagi jasad renik yang dapat berkembang biak.

b. Cara Kerja: 1. 3. Oven termasuk alat sterilisasi secara fisik karena menggunakan suhu dan tekanan. Bila sudah selesai oven pun dapat di buka dan dikeluarkan alat-alat yang sudah disterilkan. Dimasukkan alat-alat yang akan di sterilisasi. 5. yaitu alat gelas dengan ketelitian rendah. Oven juga merupakan alat sterilisasi menggunakan udara kering bertemperatur tinggi. tidak digunakan untuk sterilisasi media.bahan basah seperti daun-daunan. Perlu diperhatikan bahwa lamanya 12 . Karena ovennya manual jadi untuk mengecek suhunya dimasukkan thermometer dari atas oven setelah mencapai suhu yang dibutuhkan baru dihitung waktunya. Dibiarkan baberapa saat sesuai dengan waktu yang ditentukan. Dicabut kembali coknya. 2. 7. pada umumnya temperatur yang digunakan pada sterilisasi cara kering adalah sekitar 1401700C selama paling sedikit 2 jam. ekstrat dll. Disambungkan oven dengan listrik. Oven di ruang mikro Oven adalah suatu peralatan yang berfungsi untuk memanaskan ataupun mengeringkan. 6.Tidak semua alat gelas dapat dikeringkan didalam oven. hanya alat gelas dengan spesifikasi tertentu saja yang dapat dikeringkan. Biasanya digunakan untuk mengeringkan peralatan gelas laboratorium. Disetel waktu dan suhunya sesuai yang dibutuhkan 4.

Set waktu. kemudian lampu di drying oven akan berkedip. 3. UP (panah keatas) dan DOWN (panah kebawah) digunakan untuk mensetting suhu yang diinginkan. Jangan lupa mencabut kabel oven dari sumber listrik agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. pengatur waktu secara otomatis kemali ke nol. Atur juga suhunya sesuai dengan yang diinginkan. Setelah selesai biarkan terlebih dahulu peralatan laboratorium mendingin didalam oven.  Knop berwarna biru berfungsi untuk menaik turunkan kecepatan putaran kipas.  Tombol POWER adalah tombol yang digunakan untuk menghidupkan ataupun mematikan oven. Hidupkan tombol fun (merah) 6. dengan cara tekan push lalu putar set pada watu yang diinginkan. 11. Autoclaf 13 . Selain itu terdapat tombol untuk menyalakan atau mematiakn kipas. Masukkan peralatan laboratorium yang ingin disterilisasi kemudian atur dengan rapi dan tutup pintu oven dengan rapat. Sebelumnya perlu diketahui fungsi dari beberapa tombol yang terdapat pada oven tersebut. Lakukan dengan hati-hati 8. setelah mendingin keluarkan peralatan laboratorium dan tata kembali peralatan laboratorium dengan rapi. 9. Hidupkan mains (berwarna biru) 5.sterilisasi tergantung pada jumlah alat disterilkan dan ketahanan alat terhadap panas. Hidupkan Drying Oven dengan menekan tombol ON. Bila waktu yang diatur telah selesai.  Tombol SET. Cara Kerja: 1. 4. 10. Dapat pula untuk mensetting waktu. Hubungkan drying oven dengan sumber listrik 2. 7. Layar PV menunjukkan suhu alat sedangkan layar SV menunjukkan suhu yang diinginkan.  Pada bagian depan oven terdapat 2 layar yang menunjukkan suhu. 8.

5. kalau dapat dengan aquadest untuk menghindarkan pengendapan Ca yang biasa terdapat pada air ledeng. Suhu yang tinggi inilah yang akan membunuh Autoclave: Autoclave manual dan Autoclave digital Untuk sterilisasi alat-alat penanaman dan media yang digunakan dalam kultur jaringan atau praktikum yang membutuhkan alat dalam keadaan steril. Ditutup dengan erat. dll Autoclave manual Cara kerja : 1. dipastikan penutup tertutup dengan rapat. Autoclave dihubungkan ke saluran listrik.5 liter untuk auntoclave besar atau secukupnya. 3. 4. gunting. 2. Diisi panci luar dengan air. dimasukkan ke dalam panci dalam. Botol-botol media yang akan disterilkan.Autoklaf adalah alat pemanas tertutup yang digunakan untuk mensterilisasi suatu benda menggunakan uap bersuhu dan bertekanan tinggi (1210C) selama kurang lebih 15 menit tekanan 1 atm. sebanyak 1 liter untuk autoclave kecil dan 1. melainkan meningkatkan suhu dalam autoklaf. 14 . Disusun botol-botol tersebut hingga mencapai permukaan panci. petri dish. Penurunan tekanan pada autoklaf tidak dimaksudkan untuk membunuh mikroorganisme. Dibiarkan katup pengeluaran uap dalam keadaan terbuka. seperti pinset.

7. Diperiksa bagian exhaust. 8.5 – 18 psi.. dan dikeluarkan alat-alat yang sudah steril tersebut. 4. dipastikan penutup tertutup dengan rapat. Dinyalakan dan dibiarkan sampai panas.6. posisi dalam keadaan tertutup. 10. Dibiarkan autoclave beberapa saat. 2.5 liter untuk auntoclave besar atau secukupnya. Autoclave digital Cara kerja : 1. dimatikan. Botol-botol media yang akan disterilkan. Disusun botol-botol tersebut hingga mencapai permukaan panci.karena tekanan dapat meningkat sampai melewati batas. dibuka penutup autoclave secara perlahan. 11. 15 . kalau dapat dengan aquadest untuk menghindarkan pengendapan Ca yang biasa terdapat pada air ledeng. 9. Keadaan ini berbahaya dan dapat menyebabkan kerusakan alat. 3. Ditutup dengan erat. Setelah tekanan turun sampai 0. kemudian ditutup katup pengeluaran uap. Selama sterilisasi jangan meninggalkan Autoclave dan mengerjakan hal yang lain di ruang lain. Diisi panci luar dengan air. dimasukkan ke dalam panci dalam. sebanyak 1 liter untuk autoclave kecil dan 1. Uap dikeluarkan sedikit-sedikit dengan mengatur katup pengeluaran uap. Suhu yang digunakan adalah 121 oC dengan tekanan 17. bila sudah selesai.

dan dikeluarkan alat-alat yang sudah steril tersebut.5. Secara otomatis autoclave akan mati. 9. Setelah tekanan turun sampai 0. Uap dikeluarkan sedikit-sedikit dengan mengatur katup pengeluaran uap / exhaust. Destilator Fungsinya untuk mendapatkan air murni tanpa mineral Sebagaimana prinsip dasar dari destilasi adalah memisahkan zat berdasarkan perbedaan titik didihnya. dibuka penutup autoclave secara perlahan. Autoclave dihubungkan ke saluran listrik. dan tekanannya : 15 menit. Disetel waktu. Proses penguapan komponen zat ini dilakukan dengan pemanasan pada labu destilasi sehingga komponen zat yang memiliki titik didih yang lebih rendah akan menguap dan uap tersebut melewati kondensor atau pendingin yang mendinginkan komponen zat tersebut sehingga akan terkondensasi atau berubah dari berwujud uap menjadi berwujud cair sehingga dapat ditampung di labu destilat atau labu Erlenmeyer. 8. 9. 6. bila sudah selesai ada tanda bunyi. 7. 121 oC. Cara kerja : 16 . suhu. maka komponen zat yang memiliki titik didih yang rendah akan lebih dulu menguap sedangkan yang lebih tinggi titik didihnya akan tetap tertampung pada labu destilasi. Dibiarkan autoclave beberapa saat. dan tekanan 1 atm.

Fungsi utama refrigerator adalah menghambat atau memperlambat pertumbuhan mikroorganisme sehingga bahan memiliki daya simpan yang lebih lama 17 .yang 4.1. 10. 2. Cara ini menggunakan prinsip pengembunan karena terjadi perbedaan suhu didalam pipa kapiler (lebih rendah) dengan dinding luar pipa kapiler (lebih tinggi) sehingga uap-uap air yang telah mendidih tadi menempel pada dinding pipa kapiler yang kemudian ditampung ditempat penampungan. Pertama air dimasukkan melalui pipa kedalam tabung sampai batas maksimalnya maka air akan mendidih dan menguap. menyimpan kultur. thawing sampel beku (sampel beku dicairkan secara bertahap pada suhu 2-8°C selama 18 jam. Referigerator Refrigerator digunakan untuk menyimpan benda yang membutuhkan suhu dingin dalam penyimpanannya (2-80C). menyimpan media pertumbuhan. dididihkan.dengan memanfatatkan air yang suhunya masih rendah pada masukkan yang dilewatkan melaui outlet masuk menuju tempat air menguap kemudian masuk ke penampung air untuk 3. pemanasan kembali jika suhu sudah mulai turun. menyimpan larutan. dll. Aplikasi dalam mikrobiologi diantaranya adalah untuk menyimpan sampel sementara. Air yang diuapkan adalah partikel-partikel air atau H20 yang menghasilkan air murni (steril) yang baik. Uap-uap air tadi dibuat sedemikian rupa sehingga tidak menempel ditutup alat melainkan di penampungan. kemudian thermocouple berfungsi untuk menghentikan pemanasan (mematikan heater) jika suhu sudah terlalu tinggi dan memulai 5.

Cara kerja : Uap cairan tertentu yang disebut refrigerant disemprotkan terus menerus ke dalam ruangan kulkas yang akan mengambil kalor dari makanan- 18 .

Umumnya sekitar 4°C. Alat ini juga berfungsi untuk menghentikan proses defrost apabila temperatur evaporator sudah terdeteksi diatas 0°C. semakin tebal semakin lama. Defrost Thermo Suatu alat yang berfungsi untuk mendeteksi temperatur di sekitar Evaporator sehingga bisa mengatur apakah proses pencairan es perlu dilakukan atau tidak. Tergantung peletakan dari Defrost Thermo itu sendiri.makanan di kulkas. dipasang dibagian freezer atau dipasang dibagian refrigerator. 19 . sehingga kalor yang diambil tidak digunakan untuk mengubahnya menjadi uap. Namun berbeda dengan alkohol atau tetes-tetes air. Defrost Heater Adalah pemanas utama yang berfungsi untuk mencairkan es yang ada di Evaporator. titik uap refrigerant jauh lebih rendah.Ukuran heater ini sekitar 120-150Watt. Jika thermostat yang memiliki sebuah kontak listrik dipasang dibagian freezer untuk mengontrol kerja kompresor maka untuk mengontrol temperatur ruangan refrigerator digunakan mechanical thermostat yang mengontrol buka tutupnya saluran udara dingin dari bagian freezer yang masuk ke ruang refrigerator. tetapi sekedar menaikkan suhu refrigerant. Plate Heater Berfungsi untuk mencairkan es di bagian penampung air selama proses defrost. Lamanya proses defrost tergantung ketebalan es di Evaporator. Kompresor diatur umumnya bekerja sekitar 6 jam setelah itu harus dilakukan pencairan bunga es yang menggumpal di Evaporator dan bak penampung air yang terdapat dibawahnya. Defrost Timer Suatu alat yang berfungsi untuk mengatur lamanya kerja kompresor dan mengatur proses pencairan bunga es di Evaporator (defrost cycle). Komponen-komponen refrigerator : Thermostat Ada dua cara pemasangan thermostat. yaitu sekitar -27° F.

Freezer Door Switch Sebuah saklar yang dipasang di bagian pintu Freezer. selain heater bisa rusak. Thermal Overload Protector Mencegah terbakarnya Motor Kompresor yang diakibatkan oleh panas yang berlebihan. sehingga bisa mengurangi keluarnya udara dingin dari ruangan freezer. Thermo Fuse akan putus jika temperaturnya mencapai 72°C (beberapa manufaktur ada yang membatasi sampai 70 atau 71°C). Kompresor Motor Berfungsi untuk menggerakkan Kompresor sehingga refrigeran bisa bersirkulasi. Evaporator Fan Motor Berfungsi untuk mensirkulasikan udara dalam ruangan. Akibatnya temperatur di ruangan Evaporator akan naik terus dan jika dibiarkan akan sangat berbahaya. Misalnya tidak mau memutus pada temperatur yang telah ditetapkan maka Defrost Heater akan terus memanaskan ruangan sekitar Evaporator. RC (Running Capacitor) Fungsi utamanya untuk menggeser sudut fase. dan memanfaatkan kumparan bantu sehingga Kompresor bekerja lebih effisien. Refrigerator Door Switch 20 .Thermo Fuse Apabila Defrost Thermo mengalami kerusakan. SC (Starting Capacitor) Kapasitor yang berfungsi untuk menambah torsi pada saat Kompresor mulai bekerja. juga interior dari kulkas tesebut kemungkinan besar akan meleleh karena pemanasan yang tidak terkontrol tersebut. PTC Starter Salah satu jenis starter yang digunakan saat Kompresor mulai bekerja. berfungsi untuk mematikan kipas saat pintu dibuka.

Cara kerja: 21 . Suhu freeaer yaitu 0oC. berfungsi untuk mematikan kipas evaporator saat pintu dibuka. Freezer Fungsinya mengawetkan bahan-bahan kimia mikroba. di freezer bisa menjadi es karena adanya gas Freon.Sebuah saklar yang dipasang di bagian pintu Refrigerator. Refrigerator Interior Light Sebuah lampu penerangan yang akan hidup jika pintu refrigerator dibuka. Kebutuhan akan pendingin yang mana digunakan untuk mengawetkan makanan ataupun untuk keperluan menyimpan bahan-bahan kimia mendorong terciptanya freezer. 11.Selain itu saklar ini juga berfungsi untuk menghidupkan lampu penerangan dalam ruang refrigerator. sehingga bisa mengurangi keluarnya udara dingin dari ruangan refrigerator.

Filter Filter berfungsi untuk menyaring freon dari kemungkinan kotoran yang ikut terbawa freon. Didalam evaporator tekanan dan temperature freon rendah sekali sehingga freon kembali ke dalam bentuk gas. Dibawah ini adalah bagian-bagian dan fungsi dari freezer: Kompresor Kompresor merupakan suatu alat yang digunakan sebagai penekan gas freon sehingga tekanannya menjadi tinggi.Kompresor memompakan gas freon dengan tekanan yang tinggi dan temperatur yang tinggi. Freon yang telah berbentuk gas ini akan masuk ke saluran hisap untuk disirkulasikan ulang oleh kompresor. Dari pipa kapiler ini freon cair diuapkan oleh evaporator yang mana sebelumnya melewati katup ekspansi. Freon cair ini terus masuk ke pipa kapiler dengan terlebih dahulu disaring dari kemungkinan kotoran yang ikut terbawa. Lalu gas freon dikirim ke kondensor untuk dibuang kalornya agar freon dapat berubah bentuk menjadi cair akan tetapi tekanannya masih tinggi. Kondensor Kondensor berfungsi untuk membuang kalor dari freon sehingga freon berubah bentuk dari gas menjadi cair. 22 .

Evaporator Evaporator merupakan tempat penguapan Freon cair menjadi gas sehingga temperature freon menjadi rendah. Akumulator Akumulator berfungsi untuk menampung bahan pendingin cair. Water Bath Water Bath merupakan peralatan yang berisi air yang bisa mempertahankan suhu air pada kondisi tertentu selama selang waktu yang ditentukan. 12. Thermostat Thermostat berfungsi untuk mengatur temperatur dari freezer. Fungsinya untuk menciptakan suhu yang konstan dan digunakan untuk inkubasi pada analisa mikrobiologi a. Waterbath biasa Fungsinya untuk mencairkan atau memanaskan media 23 .Pipa kapiler Pipa kapiler berfungsi untuk menghasilkan tekanan yang tinggi ketika Freon berbentuk cair. Expanding Valve Expanding valve berfungsi untuk mengatur banyaknya Freon yang masuk ke evaporator.

5. tabung 4. prinsip kerjanya yaitu bergerak ke kiri dan kekanan. 7. Jika media sudah mencair atau mendidih turunkan kembali suhu hingga 0o C. 24 . 8. Buka tutupnya satu persatu 2. 11. Matikan power 12. Lepas cok kontaknya b.Cara kerja: 1. 6. Water bath shaker Fungsinya untuk menumbuhkan jamur. Masukkan air 3. Masukkan wadah yang berisi media (seperti: tabung elemeyer. Jika air dalam water bath kering tambahkan perlahan-lahan 10. mencair atau belum 9. reaksi) Tutup kembali Kemudian hubungkan ke listrik (cok) Tekan tombol power Putar suhu (sesuai dengan wadah yang digunakan tahan panas atau tidak) Setelah beberapa saat angkat dan dilihat media sudah mendidih.

3. waterbath Kemudian atur media didalamnya Hubungkan dengan listrik (cok) Tekan tombol power. tunggu beberapa detik agar muncul angka Diatur suhunya. 7. dengan menekan tombol yang bergambarkan jam den disesuaikan dengan menekan tombol panah disampingnya kemudian ENTER. 4. 5. Waterbath shaker mulai bekerja 13. dengan menekan tombol T sesuaikan suhunya dengan tombol-tombol panah disampingnnya kemudian ENTER 6. Setelah itu tekan tombol sheker dibawah tombol power. Incubator 25 .Cara kerja: 1. pastikan terlebih dahulu air didalam 2. Sebelum dihubungkan ke listrik. Diatur juga waktunya. 8.

Pintu kaca yang terdapat pada beberapa model dibiarkan tertutup saat melihat biakan secara sekilas supaya tidak terjadi penurunan suhu. Sambil menekan tombol set. Bagian-bagian dari incubator adalah: 1. dan pengatur waktu. 3. Hubungkan kabel power ke stop kontak. Tombol panel berfungsi untuk mengatur suhu yang diperlukan 3. Rak incubator berfungsi sebagai tempat meletakkan bahan yamg akan di inkubator Cara Kerja: 1. masukkan mikroba. 7.Inkubator adalah alat untuk menginkubasi atau memeram mikroba pada suhu yang terkontrol umumnya diatas suhu ambient (suhu kamar). Alat ini dilengkapi dengan pengatur suhu. 5. lepaskan tombol set. Perlu dipertimbangkan pula keseragaman suhu yang ada di dalam dengan memperhatikan pola penempatan elemen pemanas atau terdapatnya kipas penyebar suhu. Prinsip kerja dari incubator adalah menginkubasi dengan menggunakan suhu tertentu dalam keadaan diam. Pintu incubator 2. 6. Setelah suhu yang diinginkan selesai diatur. Atur suhu dalam incubator dengan menekan tombol set. Putar tombol power ke arah kiri (lampu power hijau menyala). Lamina Air Flow 26 . dibungkus kertas terlebih dahulu. 4. Semakin kecil ukuran inkubator maka semakin rentan pula perubahan suhunya saat pintu inkubator dibuka. Inkubator akan menyesuaikan settingan suhu secara otomatis setelah beberapa menit 14. putarlah tombol di sebehlah kanan atas tombol set hingga mnencapai suhu yang di inginkan. biasanya jika menggunakan cawan petri sebelumnya 2.

5. Disiapkan semua alat-alat steril yang akan dipergunakan. seorang pedagang kain yang mempunyai hobi dalam bidang Biologi. LAF sudah siap untuk digunakan. 9.Lamina Air Flow digunakan untuk pengerjaan sacara aseptis karena mempunyai pola pengaturan dan penyaringan aliran udara sehingga aseptis dan aplikasi sinar UV beberapa jam sebelum digunakan juga merupakan tempat Untuk Aktifitas Penanaman (inisial dan Pemilihan) dalam kondisi steril dari patogen. Ia menggosok sebuah 27 . 4. Dijalankan air flow nya dengan menghidupkan blower 8. Tunggu selama 15/30 menit sebelum laminar air flow digunakan.1 Menjelaskan Teknik Penggunaan Mikroskop dan Cara Mikroskop pada dasarnya adalah alat optik yang punya 2 lensa cembung. Udara yang mengalir ini adalah udara yang steril dari patogen. Alat-alat yang dimasukkan ke dalam Laminar Air Flow Cabinet. Nyalakan lampu dalam LAF. 2. 2. Penemu dari mikroskop adalah Antonie van Leeuwenhoek. dan digunakan untuk melihat benda yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang manusia. Ganti lampu Philips dengan lampu UV Pasang lampu UV Dinyalakan lampu UV dengan menekan tombol power diatas lamina. disemprot terlebih dahulu dengan alcohol 70 %. Lebih dikenal dengan sebutan Laminar Air Flow Cabinet (LAFC) = Kabin dengan Udara Mengalir. 3. karena melalui beberapa filter/penyaring udara Cara Kerja: 1. 7. 6. Hindarkan sinarnya dari badan dan mata.

rambut. benda seperti titik hujan. Untuk pertama kalinya. a.kaca cembung hingga dapat melihat benda-benda yang sangat kecil. Merakit mikroskop b. dan dari situlah terbentuk mikroskop. dan serangga bisa dilihat jelas. Bagian-bagian mikroskop 28 .

pengatur ini berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan mikroskop secara lambat. REFLEKTOR. Cermin datar digunakan ketika cahaya yang di butuhkan terpenuhi. lensa ini membentuk bayangan nyata. kondensor berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk. di perbesar. Di mana lensa ini di atur oleh revolver untuk menentukan perbesaran lensa objektif. dan bentuknya lebih kecil daripada makrometer. tabung ini berfungsi untuk mengatur fokus dan menghubungan lensa objektif dengan lensa okuler. sedangkan jika kurang cahaya maka menggunakan cermin cekung karena berfungsi untuk mengumpulkan cahaya. tegak. terdiri dari dua jenis cermin yaitu cermin datar dan cermin cekung. lensa ini berada dekat pada objek yang di amati. MIKROMETER (PEMUTAR HALUS). revolver berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif dengan cara memutarnya. LENSA OKULER. alat ini dapat putar dan di naik turunkan. 29 . REVOLVER. yaitu lensa yang dekat dengan mata pengamat lensa ini berfungsi untuk membentuk bayangan maya. Reflektor ini berfungsi untuk memantulkan cahaya dari cermin ke meja objek melalui lubang yang terdapat di meja objek dan menuju mata pengamat. dan diperbesar dari lensa objektif KONDENSOR. terbalik.TABUNG MIKROSKOP (TUBUS). LENSA OBJEKTIF.

KAKI MIKROSKOP. c.DIAFRAGMA. Cara Menggunakan Mikroskop Cahaya Sebelum melakukan praktikum dengan menggunakan mikroskop cahaya maka perhatikan langkah-langkah berikut: 1. berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk. berfungsi sebagai tempat meletakkan objek yang akan di amati. PENJEPIT KACA. LENGAN MIKROSKOP. berfungsi untuk menyangga atau menopang mikroskop. MAKROMETER (PEMUTAR KASAR). penjepit ini berfungsi untuk menjepit kaca yang melapisi objek agar tidak mudah bergeser. untuk mengatur sudut atau tegaknya mikroskop. SENDI INKLINASI (PENGATUR SUDUT). MEJA MIKROSKOP. Letakkan mikroskop di atas meja dengan cara memegang lengan mikroskop sedemikian rupa sehingga mikroskop berada persis di hadapan pemakai ! 30 . berfungsi sebagai pegangang pada mikroskop. makrometer berfungsi untuk menaik turunkan tabung mikroskop secara cepat.

Mengatur cermin dan diafragma untuk melihat kekuatan cahaya masuk. Putar revolver sehingga lensa obyektif dengan perbesaran lemah berada pada posisinya satu poros dengan lensa okuler yang ditandai bunyi klik pada revolver 3. 31 .2. hingga dari lensa okuler tampak terang berbentuk bulat (lapang pandang).

Tempatkan preparat pada meja benda tepat pada lubang preparat dan jepit dengan penjepit obyek/benda! 5.4. Aturlah fokus untuk memperjelas gambar obyek dengan cara memutar pemutar kasar. sambil dilihat dari lensa okuler. Untuk mempertajam putarlah pemutar halus ! 32 .

objektif. Jangan sekali-kali membersihkan lensa menggunakan sapu tangan atau lap kain biasa karena dapat menggores lensa atau merusak lapisan (coating) pelindung lensa. maka untuk memperbesar gantilah lensa obyektif dengan ukuran dari 10 X. Jangan lupa menghapus semua minyak imersi di permukaan lensa. sehingga partikel yang halus tidak menempel dan menggumpal serta mengering. 7. Apabila bayangan obyek sudah ditemukan. Untuk membersihkan debu pada bagian mikroskop yang sulit dijangkau dengan kain fanel. jangan sampai cairan xilol menempel pada bagian mikroskop 33 . Lensa-lensa mikroskop (okuler. dengan cara memutar revolver hingga bunyi klik. Apabila telah selesai menggunakan. Sisa minyak imersi pada lensa objektif dapat dibersihkan dengan xilol (xylene).6. Pada penggunaan xilol haruslah hati-hati. dan kondensor) dibersihkan dengan menggunakan tisu lensa yang diberi alkohol 70%. Preparat yang tertinggal di atas meja mikroskop merupakan pertanda jelas suatukelalaian/kecerobohan. maka dapat digunakan kuas kecil atau kuas lensa kamera. Minyak dan partikel halus pada lensa dapat mengaburkannya dan menyebabkan goresan. d.40 X atau 100 X. Perawatan Mikroskop Bagian mikroskop non optik yang biasanya terbuat dari logam atau plastik dapat dibersihkan dengan menggunakan kain flanel. Hal ini menurunkan kemampuan lensa. bersihkan mikroskop dan simpan pada tempat yang tidak lembab.

karena akan merusak cat atau merusak bahan plastik. Setelah dibersihkan kemudian mengecek dengan cara melakukan pengamatan preparat mikroskopis. Jika bintik atau gangguan lain ada yang ikut berputar berarti okuler tersebut masih kotor (kotoran masih nempel di bagian dalam lensa). maka harus segera dilakukan pembersihan dengan cara-cara sebagai berikut: menyiapkan xylol/alkohol 90%. Apabila lensa sudah bersih tentu tidak akan ada lagi halhal yang mengganggu pengamatan. serat-serat halus seperti benang. mungkin mikroskop sudah terkena jamur atau mungkin sistem lensanya sudah rusak. lebih baik memanggil teknisi dari supplier mikroskop yang lebih berpengalaman untuk meminimalkan resiko lensa menjadi rusak karena “human error” e. buram. Pada saat kita mengamati benda/objek dengan mikroskop.non optik. dan cotton bud yang akan digunakan untuk membersihkan lensa yang terinfeksi jamur. dan memasukkan kembali ke dalam tabung mikroskop. Macam-Macam Mikroskop 34 . dan hal-hal lain yang mengganggu pengamatan kita. Jika demikian sistem lensa harus dibongkar dengan menggunakan alat tertentu. Untuk lensa obyektif. Jika terkena jamur. Hal tersebut berarti. Jika secara kasat mata lensa tersebut masih terlihat buram berarti kotoran tersebut menempel pada lapisan lensa bagian dalam. dapat terlihat noda/bintik-bintik hitam. melepaskan dengan hati-hati lensa dari revolver. kemudian membersihkan dengan cotton bud ujung lensa bagian bawah dan terakhir dengan tisu lensa. Halhal yang harus dilakukan adalah melepaskan lensa okuler secara hati-hati. tisu lensa. kemudian membersihkan permukaan lensa atas dan bawah dengan cotton bud yang sudah dicelupkan terlebih dahulu ke xylol/alkohol. Setelah itu menggosok dengan tisu lensa. Bila belum terampil atau tidak memiliki pengalaman dalam membongkar bagian lensa jangan melakukan sendiri. Jika belum terlalu bersih maka memutar lensa okuler mikroskop untuk memastikan bahwa kotoran itu masih berasal dari lensa okuler. dan juga jangan menggunakan larutan ini kebagian lensa yang lain kecuali produsennya menyatakan bahwa tindakan tersebut aman.

yaitu lensa obyektif. Pada mikroskop modern sudah dilengkapi lampu sebagai pengganti sumber cahaya matahari. Kondensor berperan untuk menerangi obyek dan lensa lensa mikroskop yang lain. Mikroskop mempunyai kaki yang berat dan kokoh dengan tujuan agar dapat berdiri dengan stabil. Lensa okuler pada mikroskop bisa berbentuk lensa tunggal (monokuler) atau ganda (binokuler). Lensa obyektif dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop. dan kondensor. Sistem lensa yang ketiga adalah kondensor. Pada ujung bawah mikroskop terdapat tempat dudukan lensa obyektif yang bisa dipasangi tiga lensa atau lebih. Pada mikroskop konvensional. Mikroskop cahaya memiliki tiga sistem lensa. Cermin ini akan mengarahkan cahaya dari luar kedalam kondensor. 2. Mikroskop cahaya Mikroskop cahaya mempunyai perbesaran maksimum 1000 kali.1. lensa okuler. Mikroskop stereo (Zoom Stereo Microscope) 35 . Di bawah tabung mikroskop terdapat meja mikroskop yang merupakan tempat preparat. sumber cahaya masih berasal dari sinar matahari yang dipantulkan dengan suatu cermin datar ataupun cekung yang terdapat dibawah kondensor.

mikroskop stereo biasanya digunakan untuk mengamati secara detail bentuk koloni dan jamur. Mikroskop Elektron Adalah sebuah mikroskop yang mampu melakuakan peambesaran obyek sampai duajuta kali. 3. BAB III 36 . Mikroskop electron ini menggunakan jauh lebih banyak energi dan radiasi elektro maknetikmyang lebih pendek dibandingkan mikroskop cahaya.Mikroskop ini berfungsi untuk melihat objek yang membutuhkan perbesaran tidak terlalu besar. yang menggunakan elektro statik dan elektro maknetik untuk mengontrol pencahayaan dan tampilan gambar serta memiliki kemampuan p[embesaran objek serta resolusi yang jauh lebih bagus dari pada mikroskop cahaya. Di Laboratorium Mikrobiologi.

DAFTAR PUSTAKA 37 . semua alat di laboratorium memiliki nama. Sehingga dalam penggunaannya pun akan berbeda – beda sesuai dengan cara kerjanya.1 Kesimpulan Berdasarka pengamatan. Kesalahan penggunaan alat bisa mempengaruhi konsentrasi larutan. dan cara kerja masing – masing. karena alat memiliki tingkat ketelitian yang berbeda – beda.. Selain itu juga dapat memudahkan dalam pemanfaatan alat sebagai alat percobaan maupun alat peraga. Penggunaan laboratorium sangat penting untuk diperhatikan bagi setiap mahasiswa/i agar alat dan bahan praktik bekerja sesuai dengan fungsinya masing-masing. fungsi.PENUTUP 3.

Alat – Alat Kimia beseta Fungsinya.T. I.S. halaman 30 Sutrisno.id/2012/11/makalah-pengenalan-alat-alat. Universitas Pasundan : Bandung 38 . Nurminabari.Anonim. 2012. Penuntun Pratikum biologi Umum. alamak. 2012. Accessed: 29 Desember 2015 www. 2012. www.blogspot. E.sholeh- Anonim.com.co.blogspot.scribd. Bahasa.com . Acessed: 29 Desember 2012 http://rismaayushy. 2005. Alat – alat Pratikum Kimia.html Kamus Besar Indonesia.