Anda di halaman 1dari 5

Koefisien Korelasi Rank Kendall

:
Fungsi
Koefisien korelasi rank Kendall ini τ
(tau),cocok sebaga ukuran korelasi dengan
jenis data yg sama seperti data di mana r₁ dapat diperunakan,Artinya jika
sekurang-kurang nya tercapai pengukuran ordinal terhadap variabel-variabel X
dan Y , sehingga setiap subyek dapat diberi rangking pada X maupun Y,maka
τ
akan memberikan suatu ukuran tingkat asosiasi atau korelasi antara
keduahimpunan ranking itu.Distribusi sampling τ
di bawah hipotesis-nol sudah
diketahui , dan oleh sebab itu τ
seperti halnya rs dapat diuji signifikansinya.

Keterangan:
S = statistik untuk jumlah konkordansi dan diskordansi
C = /- kondkordansi
D = /-diskordansi
/- = banyaknya pasangan
N = jumlah pasangan X dan Y

Untuk menghitung koefisien korelasi ini, dapat digunakan langkah-langkah sebagai berikut:
1.

Nilai pengamatan dari variabel yang akan diukur hubungan diberi ranking dari data terbesar
atau terkecil. Jika ranking sama, diambil nilai rata-ratanya.

2.

Tentukan nilai patokan berurut dengan menyusun salah satu dari nilai ranking tersebut secara
berurutan, dimulai dari pertama, kedua, dan seterusnya dalam menghitung nilai konkordansi
dan diskordansi.

3.

Tentukan nilai konkordansi (+1) dan nilai diskordansi (-1) dari nilai-nilai ranking yang bukan
patokan.

4.

Tentukan nilai statistik S dengan menjumlahkan setiap nilai konkordansi dan nilai
diskordansi tersebut.

5.

Nilai  dihitung dengan rumus di atas.
Untuk menguji signifikansi hitung, perlu dibandingkan dengan harga-harga kritis dari tabel Tau
Kendall. Ketentuan pengujian adalah bila nilai hitung > ,n maka H0 ditolak.

H1: Nilai statistik dan nilai matematika kelima mahasiswa ada hubungan Kita buat ranking dari masing-masing mata pelajaran. QS=+1.5 = 0.1.05. Jika di antara nilai-nilai pengamatan terdapat nilai yang sama maka rumusya akan menjadi: Keterangan: Tx = banyaknya tied pada kelompok X (I) = ½ tx(tx-1) Ty = banyaknya tied pada kelompok Y (II) = ½ ty(ty-1) KOEFISIEN KORELASI PARSIAL KENDAL .Contoh: 20.800) maka kita putuskan terima H0 yang berarti bahwa belum cukup bukti untuk mengatakan nilai statistik dan nilai matematika kelima mahasiswa ada hubungan. QT=+1.n (0.800. PT=+1. ST=+1  = (-1+1-1+1+1+1+1-1+1+1)/1/25(5-1)=0. PS=-1. RT=+1.4 Dari tabel kita peroleh nilai 0.: Berikut ini adalah nilai statistik dan nilai matematika dari lima orang mahasiswa: Mata pelajaran Nilai Matematika Nilai Statistik P 9 6 Q 8 8 Nama Subyek R 7 5 S 5 7 T 3 4 Dengan taraf nyata sebesar 5%.4 < 0. PR=+1. RS=-1. Misalkan patokan berurut adalah nilai statistik. Karena hitung < . maka: Nama Subyek Mata pelajaran P Q R S T Nilai Matematika 1 2 3 4 5 Nilai Statistik 3 1 4 2 5 Dengan demikian nilai konkordansi dan diskordansi adalah sebagai berikut: PQ =-1. QR==+1. apakah nilai statistik dan nilai matematika kelima mahasiswa tidak ada hubungan? Jawab: H0: Nilai statistik dan nilai matematika kelima mahasiswa tidak ada hubungan.

. dapat digunakan langkah-langkah sebagai berikut: 1. 2. Contoh 21.zy dan zx. Kita hendak menentukan korelasi antara X dan Y jika Z disisihkan (dibuat konstan). apakah nilai statistik dan nilai fisika kelima mahasiswa tidak ada hubungan bila nilai matematika dianggap konstan? Jawab: H0: Nilai statistik dan nilai fisika kelima mahasiswa tidak ada hubungan bila nilai matematika dianggap konstan. dan Z adalah variabel efeknya terhadap X dan Y akan diparsialkan. Misalkan X dan Y adalah dua variabel yang hubungannya akan kita tentukan. Masukkan nilai-nilai xy.: Berikut ini adalah nilai statistik. Gunakan rumus  (pada bahasan sebelumnya) untuk menentukan nilai-nilai dari xy. atau dianggap konstan. fisika dan nilai matematika dari lima orang mahasiswa: Mata pelajaran Nilai Matematika Nilai Statistik Nilai Fisika P 9 6 8 Q 8 8 4 Nama Subyek R 7 5 6 S 5 7 3 T 3 4 7 Dengan taraf nyata sebesar 5%. 4.1. Misalkan kita mendapatkan ranking untuk 4 subyek dari tiga variabel: X. Y dan Z. 3. zy dan zx dengan rumus di atas.Koefisien korelasi ini adalah kelanjutan dari koefisien korelasi Kendall namun perbedaannya adalah digunakan untuk variabel yang lebih dari dua dan dilihat hubungannya secara parsial. Berikan ranking observasi-observasi pada variabel X dari 1 sampai N. Kerjakan hal yang sama pada variabel Z dan Y. maka rumus yang digunakan adalah: Untuk menghitung koefisien korelasi ini.

. .n (0. . Karena hitung < . . Xm3 .5 = 0.05. Xmn Rn . .4. . Xm1 R1 Xm2 R2 Perlakuan 3 … X13 . m Rj 1 X11 X21 X31 2 X12 X22 X32 .2 Q 2 1 Nama Subyek R 3 4 S 4 2 T 5 5 Q 2 4 Nama Subyek R 3 3 S 4 5 T 5 2 Q 1 4 Nama Subyek R 4 3 S 2 5 T 5 2 sf. .42)(1-0.0. .2 Mata pelajaran P 3 1 Nilai Statistik Nilai Fisika sf =0.22) = 0.1336 Dari tabel kita peroleh nilai 0.2 – 0. . X23 .m =0. X33 .800) maka kita putuskan terima H0 yang berarti bahwa belum cukup bukti untuk mengatakan nilai statistik dan nilai fisika kelima mahasiswa ada hubungan bila nilai matematika dianggap konstan. KOEFISIEN KORKONDANSI KENDAL Koefisien korelasi ini adalah kelanjutan dari koefisien korelasi Kendall juga namun perbedaannya adalah digunakan untuk variabel yang lebih dari dua dan dilihat hubungannya secara simultan.4 Mata pelajaran P 1 1 Nilai Matematika Nilai Fisika mf =0.2 /(1-0. .800. .1336 < 0. Kita buat ranking dari masing-masing: Mata pelajaran P 1 3 Nilai Matematika Nilai Statistik ms =0. .H1: Nilai statistik dan nilai fisika kelima mahasiswa ada hubungan bila nilai matematika dianggap konstan. . . . R3 … n X1n X2n X3n . Karakteristi k 1 2 3 .

5 < 103. apakah penilaian yang diberikan oleh ketiga eksekutif perusahaan tidak berkaitan? Jawab: H0: Penilaian yang diberikan oleh ketiga eksekutif perusahaan tidak berkaitan. H1: Penilaian yang diberikan oleh ketiga eksekutif perusahaan berkaitan Dari data diperoleh nilai m = 3.5 W = 12 [(8-10. .5 dan S =25.: Berikut adalah ranking yang diberikan kepada 6 pelamar pekerjaan oleh 3 eksekutif perusahaan: Pelamar Eksekutif X Eksekutif Y Eksekutif Z Rj A 1 1 6 8 B 6 5 3 14 C 3 6 2 11 D 2 4 5 11 E 5 2 4 11 F 4 3 1 8 Dengan taraf nyata sebesar 5%.5)2+………+(8-10. n = 6 dan Rj/n = 10.5)2]/32(63–6) = 0.Untuk menghitung koefisien korelasi ini.9) maka kita putuskan terima H0 yang berarti bahwa belum cukup bukti untuk mengatakan penilaian yang diberikan oleh ketiga eksekutif perusahaan berkaitan.05.n (25. Sehingga didapatkan rumus sebagai berikut: Contoh 22.9. Karena Shitung < S.1. kemudian bagi dengan total pengamatan (mxn).16 Dari tabel kita peroleh nilai S0. dalam setiap kolom.5)2+(14-10. Jumlahkan semua nilai Rj. pertama-tama kita cari jumlah ranking R j.3.k.6 =103.