Anda di halaman 1dari 5

PENDAHULUAN

Stomata adalah pori yang sangat kecil yang diapit oleh sel epidermal yang telah mengalami
spesialisasi yang disebut sel penjaga (guard cell)(Campbell, 2000). Tiap pori stomata dikelilingi oleh
dua sel epidermis khusus yang disebut sel pengawal yang berbeda dengan sel-sel lain yang terdapat
pada epidermis yang berisi kloroplas (Loveless, 1987). Menurut Lakitan (2007) transpirasi sangat
ditentukan oleh membukanya stomata. Stomata penting kalau air dari sel penutup keluar ke sel – sel
sekitarnya. Perubahan – perubahan nilai potensial osmotik di dalam sel penutup disebabkan oleh
perubahan kimia yang terjadi din dalam sel penutup tersebut, yang selanjutnya akan mengubah
potensial airnya. Sehubungan dengan terjadinya perubahan kimia ini, beberapa teori telah ditemukan.
Stomata membuka jika tekanan turgor sel penutup tinggi, dan menutup jika tekanan turgor sel
penutup rendah. Ketika air dari sel tetangga memasuki sel penutup, sel penutup akan memiliki
tekanan turgor yang tinggi. Sementara itu, sel tetangga yang telah kehilangan air akan mengerut,
sehingga menarik sel pennutup kebelakang, maka stomata terbuka. Sebaliknya, ketika air
meninggalkan sel penutup dan menuju ke dalam sel tetangga, maka tekanan turgor di dalam sel
penutup akan menurun (rendah). Sementara itu, sel tetangga yang mengakumulasi lebih banyak air
akan menggelembung, sehingga mendorong sel penutup ke depan, maka stomata tertutup (Lakitan,
2007).
Menutupnya stoma akan menurunkan jumlah CO2 yang masuk ke dalam daun sehingga akan
mengurangi laju fotosintesis. Pada dasarnya proses membuka dan menutupnya stoma bertujuan untuk
menjaga keseimbangan antara kehilangan air melalui transpirasi dengan pembentukan gula melalui
fotosintesis. Mekanisme membuka dan menutupnya stomata akibat tekanan Turgor. (Darmawan,
1983). Pada praktikum ini dilakukan pengamatan terhadap Rhoeo discolor untuk membuktikan
pengaruh turgor terhadap membuka dan menutupnya stomata.

BAHAN DAN METODE
Pengamatan pengaruh turgor terhadap membuka dan menutupnya stomata dilaksanakan di
gedung O5 209 Universitas Negeri Malang pada tanggal 2 September 2016. Pengamatan dilakukan
dengan membuat sayatan epidermis bawah daun Rhoeo discolor.kemudian hasil sayatan tersebut
diamati dibawah mikroskop. Pertama hasil sayatan Rhoeo discolor tersebut ditetesi aquades dengan
cara meneteskannya pada salah satu sisi gelas penutup dan mengisapnya dengan kertas saring pada
sisi lainnya. Selanjutnya dengan perlakuan yang sama, aquades diganti dengan garam berkonsentrasi
15%, 35%, 50% dan gula dengan konsentrasi 15%, 35%, 50%. Dari hasil pengamatan tersebut
kemudian mengamati apa yang terjadi pada stomata.

Pada daun rhoeo discolor.. 1998. Cahaya matahari merangsang sel penutup menyerap ion K+ dan air. maka perubahan volume sel penjaga merupakan respon terhadap factor. Membukanya stomata dikarenakan adanya cahaya sebagai proses photosintesis di dalam sel-sel mesophyl dapat mengurangi Co2 dalam ruang antar sel sehingga dapat menaikkan Ph dalam sel penutup dan terjadi proses perubahan enzimatik menjadi gula sehingga kadar gula menjadi naik dan tekanan osmotik dari sel pun menaikkan turgor sehingga stomata menjadi terbuka. daun tomat dan daun ficus yang diberi konsentrasi gula 6. Hal ini menunjukkan bahwa perbedaan turgor antara jenis sel berubah dengan kondisi pengukuran karena setiap jenis sel menanggapi dengan (sedikit) turgor berbeda. sehingga stomata membuka pada pagi hari. 2.25% stomata masih sedikit membuka. . Menurut penelitian yang dilakukan Fricke. Mekanisme membuka dan menutupnya stomata akibat tekanan Turgor dan kurangnya cahaya dan hormon asam absisat (Lakitan. Salisbury (1995) menyatakan ada beberapa faktor yang mempengaruhi membuka dan menutupnya stomata yaitu: 1.2009). 1996). Tekanan turgor adalah tekanan dinding sel oleh isi sel.Membuka dan meutup stomata Pembahasan Respon membuka dan menutupnya stomata dipengaruhi oleh kadar konsentrasi gula yang diberikan. 1999). namun setelah diberikan larutan gula yang berbeda konsentrasinya stomata pada masing-masing daun menjadi tebuka secara keseluruhan. sedangkan malam hari terjadi pembasan ion yang menyebabkan stomata menutup (Haryanti. Hopkins.faktor lingkungan dengan melalui sinyal-sinyal yang kompleks (Moore etal. Ketika diberi air stomata yang ada pada daun rhoeo discolor. 1996 Untuk setiap jenis sel. Faktor eksternal: Intensitas cahaya matahari. pada 12. daun tomat dan daun ficus tidak membuka . tidak ada perbedaan signifikan secara statistik dalam tekanan turgor . Sehubungan dengan fungsi stomata untuk menjaga hidrasi dan pertukaran gas.5% stomata membuka lebih lebar dan 25% stomata membuka sepenunya.Stomata pada tumbuhan berbeda karena perbedaan keadaan letak sel penutup. banyak sedikitnya isi sel berhubungan dengan besar kecilnya tekanan pada dinding sel. Pori pada stomata mengalami Pergerakan yang disebabkan oleh perubahan pada volume sel penjaga yang diatur oleh keluar masuknya ion K+ dan ion-ion lain dari dan ke sel penjaga selama proses pembukaan dan penutupan stomata. Faktor internal (jam biologis): Jam biologis memicu serapan ion pada pagi hari sehingga stomata membuka. konsentrasi CO2 dan asam absisat (ABA). Konsentrasi CO2 yang rendah di dalam daun juga menyebabkan stomata membuka.

Stomata merupakan salah satu bagian terpenting bagi tumbuhan sebagai jalan untuk difusi uap air dangas-gas lainnya. Dari hasil pengamatan kami. Rhoeo discolor dikelompokkan ke dalam tipe penyebaran stomata hipostomatik. Jumlah stomata lebih banyak pada permukaan bawah (abaksial) dibandingkan permukaan atas . Pada pengamatan kami stomata pada sisi adaksial daun tidak tampak dikarenakan kondisi daun pada saat di sayat sangat layu. jumlah stomata yang tampak pada abaksial daun Ficus benjamina adalah 6 dan pada adaksial daun tidak nampak. kami melakukan pengamatan pada daun Rhoeo discolor.penyebarannya. jumlah dan letak sel tetangga pada tumbuhan dikotil dan monokotil. kami menemukan adanya stomata berjumlah 20. dan hypostomatik. Pengamatan dilakukan dengan membuat sayatan bagian adaksial dan abaksial daun. jumlah stomata yang tampak pada abaksial daun berjumlah 35 dan pada adaksial daun tidak nampak. letak sel-sel penutup terhadap permukaan epidermis. Hal tersebut menunjukkan bahwa stomata pada daun tomat termasuk pada tipe penyebaran hypostomatik. jumlah stomata yang tampak pada abaksial daun Rhoeo discolor adalah 20 dan pada adaksial daun tidak nampak. Praktikum kedua yang kami lakukan adalah pengamatan mengenai distribusi stomata pada setiap daun. tidak ditemukan adanya stomata di bagian adaksial sedangkan pada bagian abaksial. Tipe penyebaran hypostomatik merupakan tipe penyebaran stomata yang hanya terdapat pada bagian bawah (abaksial) daun. Pertama. Hal tersebut menjadikan hasil sayatan tidak tipis dan stomata semakin susah diamati. Akan tetapi. dan antogene/asal-usulnya. Pada pengamatan daun Rhoeo discolor. bentuk dan letak penebalan dinding sel penutup serta arah membukanya sel penutup. epistomatik. Begitupula pada pengamatan daun Ficus benjamina. Hal tersebut menunjukkan bahwa stomata pada daun Rhoeo discolor dan Ficus benjamina termasuk pada tipe penyebaran hypostomatik. Pada pengamatan daun tomat. Distribusi stomata Tipe penyebaran stomata ada 3 yaitu: amfistomatik. Demikian halnya dengan pengamatan daun Ficus benjamina tidak ditemukan stomata pada bagian adaksial melainkan ditemukan pada bagian abaksial berjumlah 16. Tipe penyebaran amfistomatik merupakan tipe penyebaran stomata dimana stomata tersebar lebih banyak pada sisi bawah (abaksial) daun dan sedikit pada sisi atas (adaksial) daun. Karena tidak ditemukan adanya stomata bagian adaksial. Pandey dan Sinha (1983) mengatakan bahwa daun tomat termasuk tipe penyebaran stomata amfistomatik.

misalnya teratai. rata-rata jumlah stomata pada tanaman ini banyak ditemukan pada bagian abakdial daun. kami dapat mengelompokan daun-daun tersebut berdasarkan tipe penyebaran stomatanya. Pada tanaman tomat hidup pada lingkungan yang sedang sehingga ditemukan stomata pada bagian adaksial dan abaksial daunnya. Dilihat dari hasil pengamatan yang telah kami lakukan. ada hubungan antara distribusi stomata dengan lingkungan atau tempat hidup. Jika dilihat dari pengaruh lingkungan. yaitu kelompok hipostomatik ditempati oleh daun Rhoeo discolor dan Ficus benjamina. Pada daun ini. Hal ini berbeda dengan daun tomat. Akan tetapi.(adaksial) daun hal ini merupakan suatu mekanisme adaptasi terhadap lingkungan darat (Campbell et al. Misalkan pada tanaman Rhoeo discolor dan Ficus benjamina. mempunyai stomatahanya pada permukaan atas sehingga disebut epistomatik. Tipe penyebaran amfistomatik merupakan tipe penyebaran stomata dimana stomata tersebar lebih banyak pada sisi bawah (abaksial) daun dan sedikit pada sisi atas (adaksial) daun. Kesimpulan Berdasarkanpembahasandiataspenyebaran stomata padadaunRhoeo discolor ditemukan stomata padabagianabaksialdaun yangberjumlah 20 danmenunjukkantipepersebaranhipostomatik. Sedangkan pada tumbuhan yang hidup di air dengan daun menggenang. 2003). Oleh karena itu. Tanaman yang hidup di daerah yang sedikit air. Sedangkan pada adaksial daun tidak ditemukan. rata-rata daun yang ditemukan di bagian adaksial banyak. Sedangkan pada bagian adaksial tidak ditemukan adanya stomata. sedangkanpadadaunFicusbenjaminaditemukan stomata padabagianabaksialdaun yang berjumlah 6 danmenunjukkantipepersebaranhipostomatikdanpadadauntomatditemukan stomata padabagianabaksialdaun yang berjumlah 35 danmenunjukkantipepersebaran hipostomatik. Sedangkan kelompok amfistomatik hanya ditempati oleh daun tomat. Pandey dan Sinha (1983) mengatakan bahwa daun tomat termasuk tipe penyebaran stomata amfistomatik. Pada pengamatan kami stomata pada sisi adaksial daun tidak tampak dikarenakan kondisi daun pada saat di sayat sangat layu. pada bagian abaksial ditemukan adanya stomata sejumlah 35. . Hal tersebut menjadikan hasil sayatan tidak tipis dan stomata semakin susah diamati.

dan Sinha. Penerbit Erlangga.G. Clark. 1983. Reece dan L. G. Botany.. S. Fisiologi Tumbuhan Edisi Ketiga. Mitchell. 1998. Diterjemahkan oleh: Agustino N. D. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Prinsip-prinsip Fisiologi Tumbuhan Untuk Daerah Tropik. 1999. Belmont California. B.. Jakarta: PT. Jakarta : Gramedia Moore. Jakarta: Rajawali Pers. John Wiley and Son.W Ross. (jxb. Introduction to plant physiology. hal. N.. Wadsworth Publishing Co..B. Benyamin.1987. 1996. Pandey.R.N. osmotic pressure and water potential in the upper epidermis of barley leaves in relation to cell location and in response to NaCI and air humidity.Daftar rujukan Campbell. New York Lakitan.3 ed. J.pdf). 2000. 1996. Jakarta: PT. Yogyakarta. W. Jakarta.B & C.K. USA. 1995. McGraw-Hill Companies Inc. R. N A. Biologi. A.full. Biologi Edisi Kelima Jilid 3. 2003. Lakitan. Salisbury. B. . 15 sepetember 2016 Hopkins. Wieland . 309-310 Darmawan.Jilid 2.J. Vodopich. Reece. Mithchell. Cell turgor. 1983. 2007. B.org/content/48/1/45. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan.G. Edisi Kelima .oxfordjournals. Raja Grafindo Persada\ Loveless A. & L. Gramedia Fricke .S.D. Jakarta: Erlangga Campbell. F. PlantPhysiology. W. Fisiologi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman.